BoBoiBoy © Animonsta.

Star Trek Starship name © Paramount & J.J Abrams

!Warning!: Typo, OC, OOC, Ceritanya mereka sudah dewasa, Wajib menonton serial Star Trek agar jelas.

Written by UnnamedHexo a.k.a Windows 7 Ultimate a.k.a Kent Lavis.

Enjoy.


Semua berubah, pesawat Reliant menembakkan Phrases Canon*, terus menerus hingga bagian depan pesawat Ciciko hancur, lalu ada tulisan "Transmission Receipt, waiting request."

*NB: Sejenis senjata laser. Read in .org, search "Phasers"

Ciciko menerima transmisi video, dan yang terlihat di Video itu bukanlah Khan Noor Singh dari Star Trek, melainkan orang lain yang tidak dikenal.

"Hello, Kapten Ciciko."

"Siapa dan darimana kamu? Bagaimana kau tahu namaku?"

"Jelas aku tahu, aku dari masa depan. Aku melihat engkau sudah menyelamatkan banyak sfera kuasa dan mengalahkan banyak pemburu Sfera Kuasa, dan kau hampir membunuhku." Jawabnya.

Ciciko menjawab dengan nada heran, "Membunuhmu? Aku bahkan belum bertemu kau!"

"Hahaha, kau tidak mendengar? Aku dari masa depan dan aku menceritakan apa yang telah kau selesaikan di masa depan. Aku saat ini mengalami perpindahan waktu, saat menyadarinya aku mulai mencarimu agar kau bisa kuhancurkan!"

"Kenapa kau ingin menghancurkan Ciciko?" tanya Yaya.

"Di masaku, dia hampir saja membunuhku dan membuat semua orang tersayangku mati! Aku mulai mencari pesawat, mencarimu Ciciko dan akhirnya kutemukan kau dalam masa lampau ini. Kau akan mudah kuhancurkan!" ucapnya dengan nada Jahat.

"Atau kau ingin negoisasi? Kau berikan seluruh teman-teman superheromu itu dan kau tidak akan kuserang, bagaimana?"

Ciciko tersentak, ia berbalik menatap teman-teman superheronya yang juga kaget, ia melihat kearah Boboiboy, Boboiboy memberi isyarat dengan menggelengkan kepala. Ciciko menganggukkan kepalanya.

"Aku tidak akan memberikan teman-temanku!"

Orang di Reliant tertawa, "Baiklah baiklah, terima ini!"

-TRANSMISSION TERMINATED-

U.S.S Reliant kembali menembakkan Phsare Cannon serta Photon Torpedo. Kapal Ciciko yang sudah dilumpuhkan ditembak bertubi-tubi. pesawat Ciciko bergetar, bunyi alarm dimana-mana dan diperparah dengan adanya ledakan pada bagian mesin.

"Pesawat ini akan meledak dalam 10 menit, kalian harus pergi. Ini perintah!"

"Ada shuttlecraft dibagian mesin, cepat naik, ini perintah!"

Semua kaget, apakah Ciciko tidak akan ikut naik bersama mereka?

"Lalu bagaimana denganmu Ciciko?" tanya Yaya cemas. Semua menganggukan kepala.

"Tidak ada waktu, jika aku tidak melawan maka kalian tidak akan selamat. Kita berpisah disini." Ciciko menutup pintu anjungan kapal, membiarkan dirinya sendiri terperangkap. Sedangkan Boboiboy dan teman-temannya sudah tidak punya pilihan lagi selain menuruti perintah Ciciko, menaiki shuttlecraft. Mereka berlari melewati lorong-lorong kapal, berusaha menghindar dari ledakan kecil atau api.

Mereka sampai diruangan mesin. Mereka bisa melihat betapa hancurnya pesawat ini, bagian inti mesin sudah meledak, dan semua berantakan. Mereka berhasil menemukan shuttlecraft yang hampir menabrak dinding. Mereka menaiki pesawat shuttlecraft, membuka gerbang dan keluar. Mereka bisa melihat pesawat Ciciko ditembak oleh Reliant.

Boboiboy lah yang mengemudikan shuttlecraft. Semua melihat ke kapal Ciciko yang ditembak oleh Reliant. Semua berlalu begitu cepat, semua system kapal Ciciko mati dan Ciciko melajukan pesawatnya. Ia hendak menabrakkan pesawatnya dengan Reliant.

Boboiboy segera mengirim transmisi suara, "Apa yang kau lakukan?"

"Hanya ini caranya agar kalian selamat."

"Kumohon jangan." ucap Boboiboy.

"This is only way to survive"

"Kalian tidak akan lolos jika kau tidak melawan mereka."

Boboiboy sebenarnya ingin membantu Ciciko, tapi apa daya pesawat Reliant lebih kuat dan Ciciko ingin bunuh diri demi menyelamatkan mereka. Peringatan Impact sudah berkali-kali bunyi di pesawat Ciciko.

"Boboiboy, bisa dengar aku? Aku senang kalian bisa membantuku."

"Jagalah TAPOPS Base."

Pesawat Ciciko bertabrakan dengan Reliant, menyebabkan ledakan yang besar. Boboiboy dan yang lain termasuk Ochobot melihat kebelakang tempat pesawat Ciciko hancur.

"Yah, kita akan menemui Fang." Ucap Boboiboy, menambah kecepatan shuttlecraft.

Boboiboy menoleh kebelakang, "Kau bisa teleport sekarang, Ochobot?"

"Tenagaku masih lemah."

Boboiboy menghembuskan nafas, "Huh, Setidaknya kita akan mencari planet untuk bermalam atau menghubungi Fang untuk meminta bantuan."

Boboiboy menghubungkan shuttlecraft dengan kapal kaizo.

Shuttlecraft 01 to Kaizo's Spaceships Frequency Connecting….

Connect Successfully, audio range

Open Channel….. Channel opened

BoBoiBoy POV – Just to remind you

"Fang, Fang? Kau mendengarku?"

"Ya, ya aku mendengarmu, ada apa?"

"Aku terjebak di koordinat ini, bisakah kau menjemputku?"

"Terjebak, apa maksudmu?"

"Aku tidak perlu menjelaskan yang penting jemput aku sekarang!"

"Baik."

Baru saja satu menit, pesawat Kaizo sudah ada didepan shuttlecraft yang kami naiki, aku tidak merasakan apapun dan dalam sekejap mata aku sudah ada di dek utama Kapal Kaizo.

"Bagaimana? Hebatkan teknologi baruku?" tanya Fang, sedangkan aku sendiri masih kebingungan.

"Itu namanya transporter / tractor beam dapat men-transport barang maupun orang dalam jarak efisiensi 100.000 kilometer."

"Sudahlah fang, nah kalian semua duduk, ada banyak tempat disini, kalian boleh memilih salah satu computer canggih kami. Kita akan menuju ke planet selanjutnya, Warp 1."

Sebelum aku bertanya pesawat luar angkasa ini sudah melaju dengan kecepatan lebih cepat dari cahaya. Dan katanya ia punya perisai aktif. Tapi terserahlah, aku duduk saja dan memperhatikan computer yang menampilkan data statistic seluruh kapal.

Aku melirik Fang, aku merasakan ada perbedaan yang ada pada dirinya meski kelihatannya sedikit, tiba-tiba ia melihatku dan sontak aku mengalihkan pandangan.

"Eh, aku lupa membuatkan kalian minum, kubuatkan teh dulu."

Aku berdiri, "Biar kubuatkan saja". Fang berbalik badan menghadap Kaizo, "Biarkan dia saja."

Fang langsung duduk kembali di kursinya, sedangkan aku membuatkan 'mereka' semua teh, aku bersusaha agar tidak terlihat, mengeluarkan sesuatu dari sakuku ya. Itu adalah obat tidur yang kusimpan sudah sedikit lama, setidaknya baru satu bulan. Dengan diam-diam aku memasukkan obat itu kedalam semua cangkir kecuali milikku, mencampur sedikit gula dan mengaduk hingga tak terlihat mencurigakan sama sekali. Aku mengangkat nampan dan memberikan teman-temanku teh yang kubuat, termasuk Kaizo dan Fang. Mereka langsung meminumnya, aku juga ikut minum karena aku jelas tidak menaburkan obat sialan itu ke cangkirku sendiri.

Aku meliahat mereka sudah mulai mengantuk dan tertidur diposisi mereka, termasuk Kaizo yang akhirnya tidur terlelap di kursi kapten yang jelas menghilangkan image nya sebagai Kapten yang tegas. Aku mengeluarkan sebuah Flashdisk dari saku belakang celanaku, menancapkannya di Port USB komputer, dan mencoba mengakses komputer utama, ya akhirnya berhasil. Aku men-download semua data, termasuk captain log atau catatan kapten yang kulihat baru ditambahkan kemarin. Aku menunggu dengan cemas sambil melihat sekeliling memastikan ada yang bangun atau tidak.

Aku merasa sangat lega bagaikan sudah di surga setelah melihat tulisan "Download Successful!" Aku mulai mengakses captain log dengan parameter/query Warp, Shield, Machines, Upgrade, dan... Fang.

Computer ini menunjukkan hasil pencariannya:

#Warp: Found 1
#Shields: Found 1

#Machines: Found 0

#Upgrades; Found 0

#Fang: 1

Aku mencoba membuka satu-persatu dengan urut, dimulai dari Warp.

Captain Log, supplemental

Stardate 2058.09 Aku mencoba menggunakan captain log untuk pertama kalinya. Kami sedang berada di Utopia San Fransisco Fleet Yards, mengembangkan Warp dan Force Field. Percobaan kami berhasil dan kami baru mengembangkan Warp 1, untuk alasan keamanan aku tidak mengembangkan lebih jauh karena bahan pesawat yang tidak cukup memadai untuk menahan kecepatan lebih dari Warp 1.

Auto-select, Shields.

Captain Log, supplemental

Stardate 2058.09 , masih sama dengan sebelumnya. Aku mengembangkan Force Field atau Perisai mengingat bahaya luar angkasa seperti meteor, komet atau kapal luar angkasa alien yang bisa saja menyerang kami. Kaizo Out

Auto-select, the last, Fang.

Captain Log, supplemental

Stardate 2058.10 , aku dan Fang berada di sebuah planet yang hampir mati untuk melakukan penelitian. Penelitian kami berjalan baik, tapi aku kehilangan Fang tepat saat itu. Saat aku lengah mengawasinya, semua sudah terjadi. Fang menghilang, sensorku tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan meski yang sangat lemah sekalipun, sehingga aku beranggapan bahwa Fang sudah mati. Dengan perasaan sedih itulah aku bekerja keras membuat robot dengan otak yang sangat-sangat cerdas, dan ku buat ia sangat mirip degan Fang agar bisa menghilangkan kemarahan dan kesedihanku saat kehilangan Fang. Aku menyimpan Coordinat planet ini untuk mengenang Fang.

Rest in Peace, my beloved Fang. Kaizo Out.

-TRANSMISSION END-

No more search query.

Aku kaget melihat semua ini, Fang mati? Pantas saja aku merasakan perbedaan yang sangat dalam perasaanku. Dia terasa, sedikit kaku, atau mungkin sangat. Dia masih menunjukkan sika dinginnya tapi kurasa terlalu dingin untuk situasi sekarang. Tapi, Robot bisa minum air dan terkena efek obat itu? Apakah bisa? bukankah bisa rusak, atau Kaizo sudah mengembangkan tekologi baru? Ah sudahlah, ku harus membangunkan mereka dengan penawar yang sudah kubuat jauh-jauh hari.

Aku dengan perlahan meneteskan penawar ini dari mulut satu ke mulut lain, akhirnya mereka bangun.

Mereka semua mengucapkan "Ada apa?!" secara bergantian.

Tetapi Kaizo yang baru tersadar bahwa ia telah tertidur dan mengucapkan kaata itu dengan tidak elit nya, maka ia berusaha memperjelas suasana dan mengembalikan image-nya. "Baiklah, semua kembali tenang dan duduk, kita masih dalam perjalanan."

Suasana memang sempat kembali jernih, tapi hanya 5 detik, setelah itu Fang angkat bicara. "Kapten, aku mendeteksi ada kerusakan di Warp Core Engine, kita masih bisa menahannya selama 3 jam."

Kaizo marah mendengarnya, "Atur kecepatan di Warp 2! Sekarang!"

Fang gelagapan, "B-baiklah Kapten."

Fang mengatur pesawat di kecepatan Warp 2, yang jelas itu adalah kecepatan yang sangat berbahaya.

*Rumus Warp adalah Warp = 3 kecepatan cahaya. Atau bsa baca di Wikipedia.

Kami semua merasakan getaran yang hebat di dalam pesawat, tapi tetap saja Kaizo tidak ingin menghentikan Warp 2 nya. Tidak ada yang tahu kenapa Kaizo bisa tiba-tiba marah, mungkin ia malu imagenya terhapus? Hahaha, lucu sekali.

Pesawat kembali tenang, Fang kembali meaporkan sesuatu yang tidak baik, "Kapten, aku mendekteksi kerusakan parah di Warp Core Engine, dan kita juga menciptakan sebuah pusara temporal. Aku khawatir kapten."

Sebelum semua terjawab oleh Kaizo, pesawat ini kembali bergetar, terperangkap dalam pusaran temporal. "Kita tidak bisa lepas dari ini."

"Tahan Fang, biarkan kita masuk, karena kita tidak bisa keluar."

Dan pusaran temporal hilang bersama kapal Kaizo, lalu kami muncul, masih tetap diluar angkasa, hanya saja waktunya yang berbeda. "Komputer, tahun berapa sekarang?"

"Stardate 2258, detected one near building... Starbase 01, 200 kilometers from your location. Estimated time to reach destination is 5 minutes."

"T-tahun 2258? Starbase? Kita berada di masa Star Trek " ucapku tak percaya.

"Komputer, arahkan destinasi ke Starbase 01, secepat mungkin. Impulse penuh!" perintah Kaizo.

Pesawat Kaizo ini sudah tidak dapat melakukan Warp lagi karena Inti Warpnya sudah rusak. Kami mulai memasuki Starbase 01, ukurannya sangat besar*. Dan dikelilingi 6 spacedock serta kapal-kapal yang ukurannya lebih besar dan panjang dibandinkan kapal Kaizo sendiri.

*Star Trek (2009) J.J Abrams = Minute 38:45

"Lihatlah semua kapal-kapal itu, sangat besar. Dan juga ini adalah hari dimana USS Enterprise NCC-1701 diluncurkan, tapi dimana ia?" Aku mencari-cari dimana USS Enterprise, dan aku melihatnya, tapi kenapa ada dua? Bukankah Starfleet pada tahun ini hanya memproduksi satu? "Lihat! ada dua Enterprise!"

Semua nya ikut melihat, "Ya, kau benar." ucap Yaya

"Bawa kita masuk Fang, beri transmisi suara bahwa kita bukanlah seorang musuh."

"Kita diizinkan masuk kapten." lapor Fang. Kaizo 'memakirkan' pesawatnya di spacedock starfleet 01. Kami masuk kedalam spacedock tersebut, ukurannya bisa dibilang sangat besar. Kami ditemui oleh Laksamana Hayes, pemimpim Starbase 01.

"Ah hah, Good morning gentleman, how are you today? From another world or another planets?"

Kami sedikit kebingungan dengan bahasa Inggris itu, hingga akhirnya dijawab oleh Fang sendiri. "Ah yes, we good, we from another century."

"Another century, you serious?"

"Yes of course, we from years 2058.09."

*Laksamana Hayes menggunakan bahasa Inggris yang ku translatekan ke Indonesia Nama Hayes kuambil dari Star Trek: First Contact..

"Wow, itu suatu yang hebat, bleh ku periksa kapalmu?" tanya Hayes. "Tentu saja, hanya saja berhati-hatilah karena Warp Core Engine sudah rusak parah." ungkap Kaizo.

"Kami hanya melakukan scan."

Kami diarahkan menuju ke tempat dimana ada banyak orang dan komputer canggih, tempat pengaturan spacedock. "Scan pesawat itu." perintah Hayes.

Data Scan Report

Status of ship : Damaged

Speed : Impulse Power 0.546 light speed

: Cruising Speed Warp 1

: Maximum Speed Warp 2 in 6 hours.

Crew : 6

Transporter : Yes

Shuttlecraft : Yes

ALERT: WARP CORE IS GOING CRITICAL.

"Buang pesawat itu, dan ledakkan." perintah Hayes.

Aku melihat kapal Kaizo dihancurkan begitu saja dengan mudahnya. Dan ia berbicara lagi, "I'm sorry, Kapalmu akan meledak jika tidak kubuang, kau ingin kita semua mati? Tentu tidak. Oh ya, kami memproduksi dua kapal flagship terbaru kami, USS Enterprise NCC-1701 and NCC-1702, kelas Constitution. Mungkin kau ingin memilikinya?"

Kami semua tersentak kaget, benarkah? Diberikan begitu saja?

"Baiklah, siapa kaptennya?" tanya Hayes. Kaizo mengangkat tangan, "Aku, ini first officer ku." samblik menunjuk ke arah Fang.

"Baiklah, kalian akan menempati NCC-1701, dan ini adalah kapten dan perwira utama dari NCC-1702" langsung saja datang dua orang, namanya James T Kirk dan Spock.

Kami berkenalan dengan mereka, dan Laksamana Hayes mengatakan bahwa sudah waktunya istirahat. Kami semua diberikan kamar istirahat sebelum menggunakan Enterprise itu.

FLASBACK OFF


LAST EPISODE...

"Hey, luar angkasa memang seperti ini lah! Kau kira ini Bumi?" teriak Ying. Ucapan Ying langsung disahut oleh BoBoiBoy, "Sudah, sudah. Benar kata Fang. Kita harus tidur agar tidak kecapaian."

Ucapan Boboiboy tidak direspond seorangpun. Semua teman-teman BoBoiBoy hanya menuruti perintah BoBoiBoy, kembali ke kamar masing-masing.

Boboiboy berjalan ke kamarnya, melepas topinya dan rebahan. Setiap kali Boboiboy hendak tidur, ia selalu terbayang tragedy 4 bulan lalu.

NEW Chapter 2 Prolog – Boboiboy POV Off

Boboiboy membalikkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri, tetap tidak ada hasil. Padahal jam sudah penunjukkan pukul 12 malam. Apa yang aku lakukan? – pikir Boboiboy.


Please give your Review, don't be dark reader. Support the writer's by Review-ing.

FanFic ini kenapa buatnya lama? Author masih punya banyak tugas yang harus diselesaikan, juga harus datang ke acara teman-teman saya. Maaf kalau rada jelek atau ga nyambung, saya sendiri juga bingung harus menulis apa.