You can listening to Can't Help Falling in Love cover by Twenty One Pilots to feel the story

Hope you like this fiction :)


"Kemarin kan sudah dipesan, tinggal diambil, tunggu sebentar." Kata Jongin. "Sehun!" Sehun tidak menengok dan dengan suara Jongin, tidak mungkin Sehun tidak mendengar, yang paling mungkin pura-pura tidak mendengar. Jadi Jongin mengejarnya. "Ya Oh Sehun!" Kai menarik tangan Sehun agar Sehun berhenti berjalan.. atau berlari?

"Apa?" Muka datar Sehun itu adalah bagian dari Sehun yang masih sulit diterima Kai.

"Mau kemana?" Tanya Kai pelan.

"Pulang."

Kai mengerutkan dahinya bingung, "Ke rumah? Kenapa? Sakit?" Tangannya berusaha menyentuh dahi Sehun, tapi ditepis.

"Ibu menyuruhku pulang." Sehun menghela nafas, "Dan kau menghambat kepulanganku selama," Sehun melihat jam tangannya, "lima menit."

Kai tertawa, Kai tahu Sehun kesal karena seharian ini Kai tidak sempat menghampiri Sehun, Kai kan sibuk, Sehun seharusnya mengerti. "Aku minta maaf oke? Tidak perlu berbohong untuk pulang segala."

"Ya aku maafkan, tapi aku benar-benar harus pulang sekarang." Sehun menunjukkan layar ponselnya yang menunjukkan tulisan incoming call Kak Kris.

Kai membolakan matanya, "Kau serius? Tidak apa-apa kalau pulang?" Jadi Kai yang panik, karena Sehun dan pulang bukanlah dua kata yang baik untuk digabungkan dalam satu kalimat.

"Aku baik-baik saja." Kata Sehun akhirnya dengan senyum kecilnya. "Nah sekarang kalau kau izinkan, aku harus pulang."

Sehun beranjak, tapi Kai menahan tangannya, "Besok kau datang kan?" Terlihat sekali Kai berharap.

"Sampai saat ini sih belum ada alasan yang membuatku tidak bisa datang." Sehun tersenyum kecil lagi. Ah betapa Jongin suka kalau Sehun sedang begini.

"Kau ini! Jangan sampai tidak datang ya. Ini acara terakhir kita sebelum masuk ke universitas, lagi pula aku salah satu panitianya." Kata Kai kesal

Sehun tertawa sekarang, "Kirimi aku pesan untuk mengingatkan, bagaimana?"

Kai mendengus, "Tidak kau suruh pun aku melakukannya tiap hari."

"All is well then." Kata Sehun beranjak pergi, "Bye Kai."

Sehun itu, padahal berbagi satu pelukkan padaku kan tidak akan membunuhnya, batin Kai.


"Kita hampir sampai di puncak acara pada malam ini, tapi" Baekhyun mengambil jeda dramatis, "kita akan mengadakan game kecil terlebih dahulu." Membuat semua siswa berteriak karena tingkah Baekhyun yang sudah seperti MC papan atas.

Acara yang dimaksud Baekhyun adalah "Malam Keakraban". Terdengar tua memang, tapi semua siswa setuju untuk mengadakan malam keakraban lagi, mengingat suksesnya malam keakraban mereka yang pertama saat awal masuk sekolah. Padahal kalau dipikir lagi, mereka kan sekolah asrama, tidur juga tiap hari bersama kan? Tapi tidur bersama tidak selalu membuatmu akrab kan? Lihat saja Kai, mau berusaha bagaimana pun awalnya untuk akrab dengan Sehun susah sekali.

"Gamenya apa Baek?" Kali ini Chen yang bertanya.

Mereka sedang mengelilingi api unggun kali ini, seperti kemah di musim panas. Baekhyun dan Kyungsoo sebagai MC berdiri di satu sisi bersebelahan layaknya MC professional.

Baekhyun menaik turunkan alisnya. Chen merupakan salah satu panitia, tidak mungkin kalau tidak tau apa gamenya, "Game ini berjudul dua menit bersamamu." Semua siswa bersorak heboh, "in case ada yang belum paham gamenya, Kyungsoo akan menjelaskan cara bermainnya."

"Ya memang aku jadi MC untuk berbicara bagian yang tidak bisa Baekhyun ingat." Semua yang ada disana tertawa, termasuk Baekhyun sendiri. "Jadi aku dan Baekhyun memegang kantung undian yang berisi nama kita semua didalamnya."

"Termasuk kita berdua juga Kyung?" Tanya Baekhyun, kaget.

"Ya. Termasuk nama ketua pelaksana juga." Semua siswa menertawakan Jongin, "Nama yang keluar dari kantung undianku adalah nama penanya dan yang keluar dari kantung undian Baekhyun adalah nama orang yang ditanya. Masing-masing pasangan diberi waktu dua menit untuk bertanya. Penanya boleh menanyakan apa saja dan orang yang ditanya harus menjawab jujur. Tapi apa yang keluar di forum ini akan tetap disini. Kalian kan bukan perempuan yang tidak tahan kalau menyimpan rahasia."

"Huuuu waktunya terlalu sebentar." Protes Chanyeol.

"Terserah." Kata Baekhyun, "Kita mulai saja gamenya. Coba Kyungsoo, siapa penanya pertama kita?"

Kyungsoo mengambil kertas undiannya, "Kim Jongdae." Sekali lagi semua siswa bersorak heboh, Jongdae atau Chen dikenal dengan ketajaman lidahnya.

Chen sudah berdiri disamping Kyungsoo sekarang, "Nah sekarang kita lihat, siapa orang sial yang harus ditanyai Chen." Baekhyun mengambil satu kertas, "Park Chanyeol!" Sorakan jadi bertambah heboh, sementara Chanyeol berdiri di sebelah Baekhyun, tidak takut sama sekali.

"Apakah kalian berdua siap?" Tanya Kyungsoo sambil menyiapkan timernya. Saat keduanya mengangguk, "Dimulai dari sekarang!"

"Chan, aku mengetahui banyak rahasiamu, mana yang ingin kau perlihatkan?" Chen memulai.

"Terserah, tapi kau tahu aku mengetahui lebih banyak kan. Make it fun Chen." Kata Chanyeol, menantang.

"30 detik sudah berlalu." Kata Kyungsoo.

"Coba tanya dimana dia menyimpan semua koleksi dvd pornonya!" Teriak Xiumin, teman sekamar Chanyeol, yang langsung mendapat sorakan heboh dari semua siswa.

"Dimana kau menyimpan koleksi DVD pornomu?" Tanya Jongdae.

"Celah antara lemariku dan Xiumin." Kata Chanyeol, enteng.

"Apa kau sering 'keluar' karena melihat DVD itu."

"Tidak."

"Lalu kenapa kau mengoleksinya?"

"Untuk dipinjamkan."

"30 detik lagi ya." Kyungsoo menyela.

"Kau bilang tidak pernah 'keluar' dengan DVD itu, lalu apa, tepatnya membayangkan siapa yang bisa membuatmu 'keluar'?"

Chanyeol terkejut, walaupun hanya sekilas. "15 detik lagi." Kata Kyungsoo.

"Ku kira kau tidak akan berani sejauh ini Chen." Chen mengangkat bahunya, "Aku 'keluar' kalau membayangkan," mata Chanyeol mengarah ke Baekhyun, walau pun tidak banyak yang menyadarinya, mungkin hanya Baekhyun dan Chen yang sadar.

"Ya waktunya habis!" Kata Kyungsoo. "Kalian boleh kembali ke tempat masing-masing."

"Huuuu waktunya kurang." Xiumin yang protes kali ini.

"Baik penanya kedua kita siapa Kyungsoo?"

Kyungsoo mengambil undian lagi, "Park Chanyeol."

"Duh aku kan baru duduk." Gerutu Chanyeol.

"Dan yang ditanya adalah," Baekhyun mengambil undiannya, "Kim Jongin! Nah told you, ketua pelaksana pun ada namanya disini." Kai berdiri disamping Baekhyun kali ini dan Chanyeol disamping Kyungsoo.

"Dimulai dari sekarang!" Kata Kyungsoo.

"Pertanyaan yang ada di otak semua orang selama tiga tahun ini Kai, sebenarnya apa hubunganmu dengan Sehun?" Semua siswa bersorak lebih keras lagi, akan lebih menyenangkan kalau yang ditanya Sehun sebenarnya, karena mereka sebal akan sikap Sehun yang selalu mengacuhkan Kai.

"Kami berteman."

"Hanya berteman? Kelihatan seperti kau mempunyai rasa pada Sehun tapi dia menolakmu."

"Aku tidak bisa mengatakan kalau itu salah." Jawab Kai.

"Jadi Sehun menolakmu?"

"Tidak juga."

"Jadi Sehun menggantung hubungan kalian?"

"Tidak ada menggantung kalau aku tidak berharap." Kata Kai sambil melihat ke arah Sehun, gugup.

"30 detik lagi." Kata Kyungsoo.

"Sebutkan satu kalimat yang ingin sekali kau ucapkan pada Sehun saat ini?"

Kai terdiam, "I'll wait, the love is here and here to stay."

"Habis!" Kata Kyungsoo, "Waah tepat waktu." Girangnya. "Kalian bisa kembali ke tempatnya masing-masing."

Sementara siswa yang lain hanya berkata, "Manis sekali sih Kai!" atau "Sialnya bukan aku yang disukai dia."

"Mari move on," Kata Baekhyun, "siapa penanya selanjutnya Kyungsoo?"

Kyungsoo mengambil undiannya lagi, "Ini seperti lingkaran setan, kita tidak diizinkan untuk move on." Baekhyun bingung dengan maksud ucapan Kyungsoo, "Kim Jongin."

"Well, akan seru kalo yang ditanya Sehun." Celetuk Suho.

"Your wish come true Suho-ssi. Yang ditanyai berikutnya adalah Oh Sehun." Kata Baekhyun. Entah mengapa atmosfernya menjadi lebih tegang dari sebelumnya, bahkan tidak ada yang bersorak heboh lagi.

"Apa kalian sudah siap?" Tanya Kyungsoo. Saat mereka sudah mengangguk, "Dimulai dari sekarang!"

"Sehun, apa kau sedang menyukai seseorang saat ini?" Tanya Kai.

"Ya." Jawab Sehun.

Kai bingung mau bertanya apa lagi, dia tahu Sehun tidak nyaman dengan acara yang seperti ini, tapi mereka harus menghabiskan waktu 2 menit mereka kan? "Sudah 30 detik ya." Kata Kyungsoo, memecah keheningan.

"Tanyakan saja kenapa dia belum menerimamu!" Kata Xiumin, kesal.

"Baiklah, kenapa kau belum mau menerimaku?" Tanya Kai, akhirnya.

"Kau bilang mau menunggu." Jawab Sehun.

"Aku akan menunggu. Oke, kau mau masuk universitas mana?" Kai mencoba menanyakan sesuatu yang ringan.

"University of Pennsylvania." Jawaban Sehun membuat Kai terkejut, mereka belum pernah membicarakan ini sebelumnya. Kai setuju menunggu karena Kai pikir Sehun tidak akan pergi kemana-mana.

"Oke waktunya habis. Silahkan kembali ke tempat kalian." Kata Kyungsoo.

"Kau tidak bilang mau pindah ke luar negeri." Bisik Kai.

"Aku pun baru tahu kemarin." Jawab Sehun.


"Akhirnya sampai juga kita di acara puncak malam keakraban ini." Kata Kyungsoo.

"Sebenarnya aku curiga, Kai mengadakan acara ini hanya sebagai kedok untuk meningkatkan popularitas bandnya." Baekhyun membuat semua orang disana tertawa. "Oke, akan menyenangkan kalau semuanya juga ikut bernyanyi. Mari kita sambut, eh serius ini nama bandnya Kyung?" Tanya Baekhyun.

"Sudahlah, nanti juga mereka benarkan kalau kita salah."

"Kita sambut, Kai dan bandnya!"

Semua siswa tertawa mendengar nama band tersebut, tapi tetap ikut berdiri begitu Kai berada di tempat MC dari tadi berbicara. Tambah pecah tawa mereka karena ternyata anggota band tersebut hanya Kai dan Chanyeol.

"Kami bukan grup lawak oke?" Kata Chanyeol, "Aku dan Kai membuka pendaftaran bagi kalian yang ingin mengisi posisi kosong di band kami atau hati kami." Chanyeol menuai sorakkan heboh lagi.

"Well, aku sebagai ketua pelaksana mengucapkan banyak terima kasih untuk semua panitia karena sudah mau direpotkan dengan permintaanku yang macam-macam untuk acara ini dan untuk kalian semua yang mau mengikuti semua rangkaian acara ini dan mendengarkan aku dan bandku, terima kasih." Sorakkan semua siswa bertambah kencang, "Sssh." Kai menempelkan telunjuknya di bibir, "Dan untukmu," Kai menatap Sehun, sementara yang lain sudah menahan nafas, "I can't help falling in love with you." Yang langsung disusul dengan petikan okulelenya.

Sementara siswa lain hanya ber"ahh manisnya." Sehun? Dia sudah memerah sampai ke telinga, untungnya malam hari, jadi tidak ada yang melihatnya.

Wise men say
Only fools rush in
But I can't help falling in love with you

Untuk bagian itu, Kai melihat ke arah Sehun.

Shall I stay?
Would it be a sin
If I can't help falling in love with you?

Kai menghampiri Sehun sambil tersenyum.

Like a river flows
Surely to the sea
Darling, so it goes
Some things are meant to be
Take my hand,
Take my whole life, too

Kai bernyanyi disebelah Sehun, well, jangan ditanya lagi kehebohan teman-teman mereka. Suara Jongin saja sudah timbul tenggelam.

'cause I can't help falling in love with you

Kai meminta semua bernyanyi bersama untuk bagian itu.

Like a river flows
Surely to the sea
Darling, so it goes
Some things are meant to be
Take my hand,
Take my whole life, too

Kai memelankan petikan okulelenya dan menghadap Sehun.

'cause I can't help falling in love with you

'cause I can't help falling in love with you

Kai berhenti memainkan okulelenya

but I can't help falling in love with you


Setelah acara selesai mereka tidur di dalam sebuah tenda besar. Kai bersebelahan dengan Sehun. Well, ketua pelaksana bisa berbuat apa saja kan?

"Berhenti memandangiku begitu Kai." Mereka tidur berhadapan. Jadi Kai bisa dengan leluasa memandangi Sehun, Sehun juga bisa sebenarnya. Tapi Sehun terlalu malu untuk melakukannya, jadi dia hanya memainkan boneka brown yang pernah diberikan Kai sebagai pengganti dirinya waktu Kai harus pulang ke rumah pada tahun kedua mereka.

"Kenapa harus pindah ke luar negeri? Kenapa tidak disini saja?" Bersamaku. Kata Kai.

"Ayah bilang kalau disana aku bisa lebih mudah mencari pekerjaan." Kata Sehun pelan.

"Aku bisa membiayai kita berdua." Kai berbisik, tak kalah pelan. Ini jam 3 pagi dan sepertinya yang lain sudah tidur.

"Jangan bercanda Kai, aku punya cita-citaku sendiri."

Kai menghela nafas, "Aku akan selalu mendukungmu dan menunggumu."

"Kalau ku pinta kau untuk berhenti menungguku bagaimana?" Tanya Sehun.

Kai terdiam, "Aku bisa berhenti menunggumu Sehun." Kai memandang Sehun yang kali ini memandangnya balik, "Tapi aku tidak mau. Aku tidak mau berhenti menunggu sampai kau membalas perasaanku juga."

Sehun mendengus, "Kenapa sih kau keras kepala sekali?"

"Percayalah, aku dan ibuku pun selalu menanyakan itu sejak aku berumur 5 tahun."

Sehun tertawa mendengarnya, bukan tertawa seperti Baekhyun yang bisa terdengar kemana-mana, hanya tawa pelan yang biasa dikeluarkan Sehun.

Kai merekam di otaknya bagaimana Sehun tertawa, membayangkan indahnya kalau tiap hari pemandangan ini lah yang dilihatnya sebelum dan saat bangun tidur.

"Kai?" Sehun mengguncang tangan Kai.

"Sorry Sehun, you were saying?"

"Boleh aku tidur sambil menggenggam tanganmu?" Tanya Sehun pelan.

Kai tersenyum lebar, "Sini biar ku peluk saja. Singkirkan boneka hitam jelek itu kalau ada aku disini." Kai membuka tangannya, dengan senang hati Sehun merapat ke arah Kai. "Tidur sana. Besok kau bisa sakit kalau kurang tidur kan?"

"Nyanyikan lagu lagi Kai, lullabyku." Kata Sehun.

"Baiklah, tapi cepat tidur yaa."

Dari semua bagian lagu, hanya bagian ini yang sering Sehun dengarkan dan dimintanya untuk Kai nyanyikan. Sehun memang sangat picky masalah musik. Beruntung Kai selalu sabar.

We walk, we laugh, we spend our time walking by the ocean side
Our hands are gently intertwined
A feeling I just can't describe
All this time we spend alone
Thinking we could not belong to something so beautiful
So beautiful

Dan malam itu Sehun tidur dengan mimpi menghabiskan semua sisa waktunya bersama Kai.


Sehun baru sampai di Philadelphia International Airport setelah berjam-jam ada di pesawat. Kedua orang tua dan kakaknya hanya mengantar sampai bandara saja. Lebih baik dari pada Kai yang tidak mengantarnya sama sekali sih. Well, move on then.

Sehun menghabiskan perjalanan dari bandara ke flat yang akan ditinggalinya dengan melamun. Melamunkan Jongin tentu saja, move on tidak semudah itu kan?

Begitu sampai, Sehun melihat barang-barang yang sudah dikirim seminggu yang lalu sudah ada di dalam flatnya. Sehun sengaja memilih flat yang tidak terlalu besar. Lagi pula dia hanya tinggal sendiri kan? Iya sendiri.

Sehun sedang memikirkan, yang mana duluan yang harus dibereskan ketika dia selesai mengganti baju dengan kaos dan celana pendek. Well, summer. Baru saja Sehun mengambil cutter untuk membuka kardus pertamanya saat terdengar belnya berbunyi.

Cepat juga delivery servicenya, pikir Sehun. Sehun memang memesan McDonald's tadi. Dia kan belum makan siang. Jadi sehun menyiapkan uangnya dan membuka pintu, "Butuh bantuan untuk membereskan barang-barangmu?"

Sehun ingin menunjukkan ekspresi terkejutnya, tapi dia tahan. "Masuklah, kau menghambat waktu beres-beresku selama," sehun melihat jam tangannya, "dua menit."

"Tidak mau melepas rindu dulu?"

"Mungkin kau saja yang rindu Kai."

"Well, aku sih mengaku saja. Jadi, boleh melepas rindu dulu?" Tanya Kai

"Duduk dimana pun kau mau. Lihat sendiri masih berantakan begini." Sehun menunjukkan barang-barangnya.

Kai duduk di sebuah bangku tunggal sementara Sehun membuka kardus pertamanya, "Kau tidak ingin bertanya kenapa aku bisa ada disini?" Kai memulai.

"Dengan naik pesawat lalu naik taksi?" Sehun berkata tidak yakin.

"Serius Sehun!" Kata Kai kesal.

"Yasudah, kenapa kau ada disini?"

"Aku kan juga mahasiswa di Penn."

Sehun menghentikan kegiatannya, "Pembohong!"

Kai berdiri, menghampiri Sehun dan mengulurkan tangannya, "Kenalkan," Sehun menjabat tangannya, "Kim Jongin, mahasiswa jurusan computer engineering."

"Oh Sehun, mahasiswa jurusan computer science." Sehun tersenyum, ketika mengetahui mereka satu fakultas.

Jongin melepaskan jabatan tangan mereka, "Ayo dimulai dari awal." Jongin melihat sekelilingnya, "Tapi ini terlalu sempit kalau ditinggali berdua."

"Yasudah nanti sewa saja yang lebih besar."

"Oke. Untuk tiga bulan ini kita disini dulu." Kata Jongin sambil membuka kardus lain.

Sehun terlihat berpikir, "Serius Kai, kau mau tinggal disini?"

Kai menengok ke arah Sehun, "Sedang tidak mood untuk berdebat."

Seenaknya, gerutu Sehun.


Can't help to write more about them :)

Please tell me, is it too cheesy?