Do Kyungsoo tiba di Incheon International Airport tepat pukul 18:00. Dari tempat ia berjalan sekarang, ia bisa melihat ayah dan pamannya berdiri cukup jauh darinya, tidak menyadari kehadirannya. Dengan cepat, ia mendorong troli bagasinya menuju ke arah dimana ayah tercintanya berdiri.
Prang!
Kyungsoo menabrak seseorang sampai benda yang berada di tangan orang itu, jatuh ke lantai bandara.
"OMO!" Itulah kata pertama yang keluar dari mulut Kim Junsu.
Kyungsoo benar-benar speechless. Dia dengan cepat mengambil benda tersebut dari lantai yang dingin dengan hati yang hancur. What had he just signed up into? Dia baru saja tiba di negerinya sendiri dan disambut oleh a disaster-like-confetti. Tunggu, apakah hadiah yang ia jatuhkan terbuat dari kaca? Jujur, dari suaranya semua orang bisa mengetahuinya jika kaca tersebut dipecah menjadi potongan-potongan.
"A ... a .. aku .. min .. minta ma..maaf .." Kyungsoo tergagap meminta maaf.
Perlahan, Kyungsoo mengangkat kepalanya, melihat orang yang ia mohon untuk mendapat maafnya. Surprisingly, orang tersebut adalah orang yang ia larang dirinya sendiri untuk saling bertemu. Jantungnya berdetak tak terhitung banyaknya dalam per menit dan ia tahu bahwa ia benar-benar terkejut!
Ya, lelaki yang berdiri di depannya tidak lain adalah Kim Jongin a.k.a Kai. karismanya is something that everyone looked up for dan orang ini memiliki caranya sendiri dalam mengekspresikan ketampanannya. Dengan style-nya, sebagian besar orang yang lewat akan mengira bahwa dia seorang model. Setiap wanita akan menggila bila Kai menempatkan matanya ke arah mereka.
"DO KYUNGSOO? APA KAU BUTA? Di mana kau letakkan matamu sekarang? Apa kau membuang kornea matamu ditempat sampah?" Geram Kai sambil melepas kacamata hitamnya.
Kyungsoo berdiri tercengang di sana. Entah bagaimana ia merasa hopeless. Mungkin, ia harus meminta maaf lebih dan lebih?
"Aku minta maaf Kai-ssi, ini benar-benar kecelakaan. Aku berjanji akan mengganti hadiahmu yang rusak." Jawab Kyungsoo dengan wajah bersalah.
"Just to let you know, hadiah yang aku beli berasal dari London dan sekarang beritahu aku dimana kau akan mengganti jika mereka tidak menjualnya disini. Jikapun ada toko yang menjualnya, aku ragu orang miskin sepertimu mampu membelinya." Kai menyeringai arogan.
Jika Kai menolak untuk diganti, kemudian apakah ada cara lain yang tersisa bagi Kyungsoo untuk keluar dari keadaan neck-wrecking ini?
Untuk sesaat, hati Kyungsoo menggeram dengan dendam dan benci melihat perilaku kasar orang di depannya. Ini tidak seperti mereka tidak pernah mengenal satu sama lain.
Keduanya Kyungsoo dan Kai belajar diuniversitas yang sama diInggris dan juga keduanya berada di kelas yang sama dengan mengambil fakultas bisnis yang sama. Unfortunately, karena kesombongan Kai mereka tidak pernah memiliki hubungan yang baik sebagai teman sejak Kyungsoo menemukan bahwa Kai bukanlah seseorang yang layak untuk dijadikan teman bahkan jika mereka berdua berasal dari negara yang sama.
Sejak hari pertama Kyungsoo melangkah ke universitas dan bertemu dengan Kai sampai hari terakhir convocation's day, Kai selalu bertindak dingin padanya. Seperti Kyungsoo tidak tahu bahwa orang biasa sepertinya tidak pernah cocok untuk bergaul dengan seseorang yang hidup dalam kemewahan seperti Kai. Sigh. Kyungsoo lelah berpikir tentang Kai dan lelaki tersebut juga tidak pernah menunjukkan maksud untuk memulai persahabatan dengannya. He sighed again.
"Jadi, bagaimana?" Tanya Kai and snapped Kyungsoo from recall about the past.
"Bagaimana bila kamu memberiku nomor teleponmu, dan nanti aku akan menelepon untuk mengantinya." Ya, Kyungsoo dalam usahanya untuk menghindari Kai boiled in anger.
" Hello and just ing hello! Jika aku memberi nomor teleponku kepadamu, apakah ada cara kau mampu untuk membayar kembali mereka? Tentu saja tidak, bukan?" Ok, Kim Jongin, itu keterlaluan. kulit putih Kyungsoo berubah menjadi merah menahan kemarahannya karena kekasaran Kai.
"Jadi, apa lagi yang kau ingin aku lakukan?" Tanya Kyungsoo while sharply glare pada lelaki didepannya. Dia benar-benar marah.
"Kau tahu di mana Kim Corporation?" Tanya Kai dan anggapannya, melihat Kyungsoo marah padanya.
"Ya, bukankah Kim Corporation berada di ..." sebelum Kyungsoo menyelesaikan kata-katanya, Kai memotong.
"Jadi, kau tahu dimana kau bisa menemukanku." Kai tanpa ekspresi tapi dengan nada serius.
Kai mengenakan kacamata hitamnya kembali dan meninggalkan Kyungsoo berdiri di sana tercengang dan bingung.
Melihat bayangan punggung Kai yang meninggalkannya, untuk kesekian kali Kyungsoo mendesah. Mengapa ia harus bertemu dengan lelaki ini setelah menghabiskan 4 tahun hidup di kelas yang sama? Ini tidak seperti Kyungsoo tidak tahu letak Kim Corporation sebelumnya. Semua orang yang tinggal di Korea Selatan tahu itu.
Dan, jangan katakan padanya jika ada yang tidak tahu siapa ayah Kim Jongin, Kim Sang Hoon. Namanya berada di top of the lists of famous businessman in South Korea dan Kyungsoo adalah salah satu orang di luar sana yang memuja semua keberhasilan yang Kim Sang Hoon capai. Somehow, ia merasa bangga pada Kim Sang Hoon karena ia adalah orang Korea dan ia telah membuat seluruh negeri bangga padanya.
"SOO! KYUNGSOO!" Kyungsoo tersentak pada kenyataan setelah ia mendengar suara familiar dari ayahnya.
"Appa ..." Kyungsoo berjalan cepat dan kemudian dia merasakan kehangatan di sekelilingnya. Dia tahu bahwa dia berada di pelukan ayahnya. Kehangatan yang ia cari selama 4 tahun dan kehangatan yang ia rindukan demi ambisinya. pamannya yang diabaikan dari adegan anak-ayah hanya bisa menonton dari samping sambil tersenyum.
Kyungsoo menarik diri dari pelukan ayahnya dan melihat pamannya, Park Young Shik. Matanya basah akhirnya meneteskan air mata dan ia membungkuk, menghormati pamannya. Tanpa pengorbanan pamannya, Kyungsoo meragukan bisa mencapai apa yang dicapainya sampai hari ini.
"Appa dan samchon benar baik-baik saja?"
"Tentu saja!" Jawab Do Byung Ho, ayah Kyungsoo sementara Young Shik samchon mengangguk, setuju.
"Di mana Umma, Appa? Tidakkah Umma bersemangat untuk menyambutku kembali?" Tanya Kyungsoo, sopan. Ini tidak seperti dia tidak tahu alasan mengapa ummanya tidak muncul menyambut kedatangannya. Beberapa hari yang lalu, ummanya menelepon, meminta maaf karena dia harus menemani adiknya. Ibunya, Do Soon Hee harus merawat saudaranya karena adik bungsunya, Do Jongdae memiliki ujian penting.
Dari jauh, dekat sudut the departure hall, ada orang yang menatap Kyungsoo sinis. Siapa lagi jika bukan si kurang ajar Kai? Kyungsoo bisa merasakan tatapan tajam yang lugas menunjuk kepadanya. Sekali lagi, dia mendesah.
Ia melihat Kai sesak dipenuhi oleh keluarganya dan juga teman-temannya bila dibandingkan dengan dia yang hanya memiliki ayah dan pamannya. Kamu benar, bagaimana bisa orang biasa sepertinya dibandingkan dengan orang seperti Kai, lagi. Of course that man metres away from him was welcomed with grant, ia kembali sebagai pewaris Kim Corporation, bukan?
"Soo, kamu melihat kemana?" Tanya Young Shik samchon sambil melihat ke arah yang sama kemana mata Kyungsoo melihat. Kyungsoo menggeleng pelan dan his full-shaped lips melengkung tersenyum kepada Young Shik samchon.
"Tidak Young Shik samchon. Appa, mari kita pulang. Umma sedang menunggu." Kyungsoo menarik tangan ayahnya sementara pamannya mengikuti di belakang sambil mendorong troli bagasi.
"Hei, Kai! Bukankah itu Kyungsoo? Sejak 10 menit yang lalu aku melihatmu mengamatinya, mengapa? Jangan bilang bahwa kau merayunya, Kai." Park Chanyeol menggoda sahabatnya. Kai hanya bisa menyeringai setelah mendengarnya.
"Come on, Chan. Aku pikir kau tahu diriku lebih baik." A soft punched mendarat di bahu Chanyeol kemudian ia berjalan pergi. Chanyeol mengikuti dibelakang langkah sahabatnya tanpa menunjukkan minat dan kepedulian pada Kyungsoo yang juga berjalan keluar dari bandara.
At the countryside of Seoul dimana Kyungsoo dan keluarganya tinggal di sebuah rumah sederhana, tengah menggelar acara sederhana yang dihadiri oleh kerabat dan tetangga. Tujuan utama untuk pesta ini adalah untuk menyambut kembali Kyungsoo setelah 4 tahun belajar dan jauh dari anggota keluarganya tetapi kembali dengan a piece of degree, successfully.
Do Byung Ho dan istrinya sangat bangga dengan their first Kims mereka dan mudah-mudahan anak-anak mereka yang lain dapat melihat Kyungsoo sebagai contoh yang baik bagi mereka untuk mencapai kesuksesan, juga.
"Soo, Young Shik samchon hendak pulang!" Teriak Do Soon Hee dari pintu utama mansion.
Kyungsoo yang sibuk mengatur hidangan di rak di dapur was hitched a little, dengan cepat ia meninggalkan dapur berantakan dan berjalan ke arah Pamannya.
"Ayo Soo temani Young Shik samchon kemobil, oke?" Kyungsoo menyarankan.
"Wow, seseorang sedang berbaik hati disini. Sejak kapan my cute Soo menjadi orang yang a considerable? Seperti yang ku ingat, my Soo tidak pernah melakukan ini. Apakah kamu yakin kamu Do Kyungsoo yang aku tahu 4 tahun yang lalu?" Goda Young Shik samchon. Semua orang tahu itu adalah lelucon dan Kyungsoo tidak pernah menganggapnya serius.
"Young Shik samchon, untuk apa yang aku capai hingga saat ini, selama 4 tahun sponsorship by Young Shik samchon, untuk setiap troublesome and bothersome yang pernah aku buat, aku minta maaf untuk itu dan aku berterima kasih pada samchon untuk semuanya. Satu juta kali terima kasih tidak bisa menunjukkan betapa aku berutang padamu, samchon."
"Itu adalah tanggung jawabku Soo. Keberhasilanmu sangat berarti bagi kita." Young Shik samchon meyakinkan.
Ada ketulusan di wajah tampan Pamannya dan Kyungsoo mengakui bahwa Pamannya memiliki wajah yang tampan dan usia mereka hanya terpaut 10 tahun. Kyungsoo saat ini berusia 24 tahun, sementara pamannya berusia 34 tahun.
Young Shik samchon adalah adik bungsu Do Soon Hee. Sejak kematian kakek Kyungsoo, ibunya adalah satu-satunya tempat di mana Pamannya berusaha untuk mencari kehangatan dan cinta ibu. Sudah berkali-kali Omma Kyungsoo ini menegaskan padanya not-so-little brother untuk menemukan seseorang dan menikah, tetapi tidak pernah dalam hidup kali kedua pamannya memperdulikan sarannya.
Alasan terkenal yang pamannya bisa berikan sebagian besar ridiculous. Pernah sekali pamannya mengatakan bahwa dia hanya bisa menikah jika ia menemukan seseorang yang se-cute Kyungsoo dan jika ada kemungkinan, dia ingin menikah dengan clone dari Do Kyungsoo.
KONYOL! Jelas, itu hanya alasan pamannya untuk menutup mulut kakaknya karena dia tidak pernah menyerah meminta pasangan masa depannya. Apakah ia dianggap terlalu manis, bukan? Kyungsoo terkikik pelan karena hanya pamannya memujinya karena kelucuannya, bahkan sahabatnya tidak mengatakannya.
Mudah-mudahan pamannya dapat mengatakan alasan lain jika kakaknya bertanya diwaktu berikutnya. Wajah tampan di depannya sedang dilihat olehnya untuk waktu yang lama.
"Demi Tuhan Kyungsoo, tolong berhenti menatapku seperti aku ayam goreng yang kau bisa makan setiap detik." Kata-kata pamannya membuat Kyungsoo menyeringai seperti orang idiot dengan membayangkan seember ayam goreng.
"For the first thought, aku pikir paman memiliki wajah tampan. Untuk berpikir kedua kalinya, setelah paman mengingatkanku tentang ayam goreng, ya, aku mengakui bahwa paman memiliki wajah ayam goreng. Young Shik samchon, mungkin paman adalah ayam goreng di reinkarnasi terakhir paman." Kyungsoo berbalik menggoda pamannya.
"Aku bisa mengatakan bahwa dengan 4 tahun studi, you learn so much of things even to pick on me. Itu adalah suatu peningkatan drastis darimu, Kyungsoo. aku terkesan!" Kata Young Shik samchon, secara dramatis.
"Senang kau bangga padaku, samchon." Kyungsoo tersenyum. Sudah lama ia tidak menggoda paman tercintanya dan sekali ia mendapatkan kesempatan, ia tidak akan membiarkan kesempatan itu pergi.
"Soo, sudah malam aku akan pergi. Jadi, kata terakhirku, aku harap kamu dapat mengurangi beban orang tuamu dengan gelarmu. Selalu ingat bahwa orang tuamu telah mengorbankan banyak hal untukmu. Jika suatu hari Soo di posisi yang lebih tinggi, jangan pernah lupa orang tuamu. Oke?" Suara Pamannya perlahan-lahan sampai ke pendengarnya dan Kyungsoo tersentuh dengan kata-katanya.
"I will samchon, I will." Janji Kyungsoo.
"Samchon selalu percaya bahwa Soo adalah anak yang baik untuk orang tuamu. Nah, paman pergi sekarang. Take care Soo." Pamannya menutup kesenjangan antara mereka dan memeluk Kyungsoo. Jujur, meskipun ia bangga dengan keberhasilan keponakannya ia sangat rindu kehadiran keponakannya disampingnya.
"Terima kasih samchon. Terima kasih."
Park Young Shik hanya bisa tersenyum sebelum ia melangkah ke mobilnya.
Kyungsoo berdiri di sana seperti patung meskipun mobil Pamannya telah pergi dari hadapan-Nya untuk waktu yang lama. Dia masih memikirkan kembali kata-kata pamannya. Dia bertekad untuk membuat orang tuanya menjadi tua dalam kebahagiaan yang dibuat olehnya.
Ini hampir 3:00 Kyungsoo tidak bisa tidur. Mungkin dia masih jet-lag akibat perjalanan penerbangan yang panjang atau mungkin dia memiliki masalah dengan zona waktu. Sudah 4 tahun dirinya cocok dengan zona waktu Britania Raya sehingga mungkin diperlukan beberapa waktu untuk menyesuaikan dirinya lagi dengan zona waktu Korea Selatan.
Dia bangun dari tempat tidurnya dan membuka laci di meja kerjanya dan mengambil album fotonya. Dia membuka album foto dan menemukan banyak foto yang diambil saat ia masih belajar di Warwick University, Inggris Raya. Dia melihat gambar terbaru pada Hari Convocation's Day ia dan teman-temannya yang lain berada di sebuah gambar yang sama.
Akhirnya, penglihatannya tertuju pada orang yang dicintainya diam-diam. Ya, orang itu adalah Kai, orang yang sama yang ia temui di bandara. Dia mendesah, lagi.
Kyungsoo tidak tahu tentang perasaan Kai terhadapnya tapi sahabatnya, Baekhyun selalu berkata padanya untuk menghapus perasaannya terhadap Kai.
Mungkin sahabatnya benar, Kai tidak pernah menunjukkan minatnya bahkan hanya untuk menjadi temannya. Sebagai teman sekelasnya selama 4 tahun, tidak pernah Kai tersenyum padanya jadi apa lagi yang tersisa untuk Kyungsoo untuk menunggu couple-proposal dari Kai.
Setelah argumen mengenai tugas yang melibatkan keduanya Kyungsoo dan Kai, mereka selalu mengabaikan satu sama lain. Kenangan menghantui pikiran Kyungsoo, lagi.
