Main pairing : masih ChanHun (dan selalu ChanHun)
Rated : sedikit M
Disclaimer : fanfic berdasar ChanHun real moment yang selanjutnya dikembangkan oleh imajinasi author sendiri
2 Mei 2016
Hari kedua fanmeeting di Jepang. Di mana kali ini ada dua sesi, jam 2 siang dan jam 6 sore. Fanmeeting sesi pertama ada sebuah momen ketika member EXO menelepon seorang fan. Di situlah Chanyeol mengambil kesempatan untuk mengatakan bahwa ia pernah berlibur ke Jepang dengan Sehun dan dia menyukainya. Kalau bisa berlibur kembali dengan diam-diam, ia akan pergi ke Jepang lagi. Negara Jepang memang negara favorit bagi Chanyeol dan Sehun untuk berlibur, dan mungkin juga berbulan madu. Sesungguhnya Sehun juga ingin bisa pergi berdua lagi dengan Chanyeol jika nanti ada waktu luang. Chanyeol berharap dengan menceritakan sedikit hal pribadinya dengan Sehun kepada fans akan membuat Sehun senang dan Chanyeol juga berharap kalau Sehun tahu bahwa ia benar-benar tak bisa melupakan momen bahagianya bersama Sehun. Sehun hanya bisa menahan senyum dalam hati.
Setelah momen telepon menelepon selesai, maka permainan pun dimulai. Baru saja Sehun merasa tersanjung, tiba-tiba peraturan permaian pertama sudah membuatnya harus menahan emosinya lagi. Sehun kesal karena lagi-lagi harus terpisah tim dengan kekasihnya itu dan Chanyeol malah asyik membuat momen dengan Baekhyun, entah sengaja atau tidak. Pada saat itu ada sebuah permainan yang harus mendandani sebuah manekin dengan tema kencan di taman hiburan. Di tengah-tengah permainan, Sehun melihat Chanyeol membantu Baekhyun mengenakan pakaian yang disediakan panitia yang sebenarnya itu untuk dipakaikan pada manekin. Sehun hanya melirik sekilas dan memilih untuk tidak terus mengawasinya.
Permainan kedua tentang merebutkan sebuah tempat duduk yang jumlahnya lebih sedikit dari jumlah member EXO. Musik sudah dimainkan dan Chanyeol berjalan mengitari tempat duduk tersebut mengekor di belakang Sehun. Ketika musik berhenti, mau tak mau Sehun harus berebut tempat duduk dengan Chanyeol dan malah membuatnya jatuh terguling karena kalah kuat dari Chanyeol.
"Kau tak apa?" Chanyeol tampak khawatir karena Sehun memegangi jari di tangan kirinya dan sempat menyentuh lututnya sedikit.
Sehun tidak menjawab, hanya menggeleng tanpa memandang ke arah kekasihnya.
"Kau sungguh tidak apa-apa?" tanya Chanyeol meyakinkan lagi. Chanyeol benar-benar khawatir.
Sehun tidak menjawab dan malah beranjak meninggalkan Chanyeol dengan wajah bingung sementara di sisi lain, permainan harus segera di mulai lagi.
Sesekali Chanyeol mencuri pandang ke arah Sehun ketika berada di atas panggung. Chanyeol khawatir dengan kondisi Sehun yang tadi terguling cukup keras.
Hasil menunjukkan dari permainan yang sudah mereka mainkan ternyata tim Sehun kalah dan harus menerima hukuman meminum seteguk minuman yang rasanya asam. Melihat ekspresi Sehun yang menahan tidak enaknya rasa minuman itu, membuat Chanyeol tersenyum sendiri. Paling tidak ekspresi kesal di wajah Sehun akan hilang sejenak.
Begitu fanmeeting sesi pertama berakhir, Chanyeol langsung berlari menyusuri lorong-lorong di bawah panggung untuk mengejar Sehun yang sudah turun panggung lebih dulu.
"Sehun!" Chanyeol berlari sambil memanggil nama Sehun.
"Sehun!" teriak Chanyeol lagi dengan terengah-engah dan mendapati Sehun sudah duduk di ruang ganti. Tampak petugas kesehatan sedang mengobati jarinya yang terkilir.
"Dia baik-baik saja?" tanya Chanyeol sambil terengah-engah kepada petugas medis itu. Pandangan matanya tampak khawatir.
"Hanya terkilir, tidak begitu parah" jawab petugas medis sambil melingkarkan perban di jari Sehun.
"Terima kasih" jawab Sehun begitu petugas medis selesai mengobatinya.
"Maaf aku melukaimu tadi. Aku tidak sengaja" kata Chanyeol sambil mengusap jari-jari Sehun yang terkilir.
"Aku tidak apa-apa. Kau dengar kan tadi, petugas medis bilang kalau ini tidak parah" Sehun berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Chanyeol.
"Ayolah jangan marah lagi padaku yaa.," Chanyeol berusaha meraih tangan Sehun lagi.
"Sudahlah, nanti kita lanjutkan lagi bicaranya. Kita harus bersiap-siap untuk sesi selanjutnya dan aku sungguh-sungguh tidak apa-apa" Sehun berusaha menghindar untuk menenangkan hatinya sendiri.
Sehun berusaha menarik tangannya tapi Chanyeol mengenggam pergelangan tangannya dengan kuat.
"Sekali lagi maafkan aku ya.." lalu Chanyeol mengecup lembut jari-jari Sehun yang terkilir dan melepaskan genggamannya.
Sehun hanya tersipu malu meski di sisi lain masih ada rasa cemburu yang menyelimuti hatinya. Setiap kali ada konflik di antara mereka, Chanyeol seakan tahu bagaimana caranya mendapatkan perhatian dari Sehun-nya lagi.
Kini Sehun dan Chanyeol sedang duduk berhadapan dengan cermin. Masing-masing sedang diperbaiki make-up nya. Sehun mengusap pelan jari-jari yang tadi habis dicium Chanyeol.
Dia yang membuat tanganku terluka, tapi dia juga yang berusaha menyembuhkannya. Sehun hanya tersenyum kecil.
...
...
Fanmeeting sesi kedua sudah dimulai. Saatnya bersenang-senang lagi dengan permaian yang sudah direncanakan panitia penyelenggara. Sehun mencoba berpikiran positif kali ini. Chanyeol sudah berusaha memperbaiki mood Sehun.
Sekarang Sehun berada di satu tim dengan Chanyeol, ya.. meski masih dengan Baekhyun dan Jongin juga, tapi setidaknya bisa membuat Sehun tersenyum sedikit lebih lega karena bisa banyak berinteraksi di panggung dengan kekasihnya.
Permainan pertama adalah menghias sebuah cake. Sehun tidak jago untuk urusan masak memasak bahkan hanya untuk sekedar menghias cake. Para member juga sudah meng-klaim kalau Chanyeol dan Kyungsoo lah yang paling jago di urusan dapur. Sehun paling suka jika melihat Chanyeol sudah mengenakan celemek seperti itu karena membuat penampilannya lebih menawan, dan tentu saja membuat Sehun sedikit curi-curi pandang pada Chanyeol.
Sehun kembali berusaha berpikiran positif. Meskipun hanya sebuah permainan sederhana, tapi mereka harus membuat semenarik mungkin di hadapan fans. Sehun membiarkan Chanyeol dan Baekhyun menghias cake sementara dia dan Jongin mencuri beberapa bahan yang akan digunakan untuk menghias cake-nya. Sehun senang ketika Chanyeol menyuapinya sepotong pisang meski Baekhyun dan Jongin juga mendapat suapan darinya. Setidaknya ada interaksi antara dirinya dengan Chanyeol sudah cukup membuat mood-nya membaik kembali, walau pada akhirnya tim mereka lah yang kalah. Ketika penilaian terhadap cake yang sudah mereka hias itu selesai, Sehun memotong sedikit lalu menyuapkan pada Chanyeol yang berdiri di sampingnya, dan benar saja, momen kecil itu masih bisa membuat fans berteriak keras.
Permainan pun berganti ke perebutan tempat duduk, sama seperti permainan di sesi sebelumnya. Kali ini Chanyeol mengambil jarak dan berhati-hati agar tidak melukai Sehun lagi. Permainan kali ini berjalan cukup baik dan membuat Sehun tertawa lepas, meski ia harus kalah dan Chanyeol yang jadi pemenang.
Chanyeol yakin dengan apa yang telah ia lakukan akan membuat Sehun merasa lebih baik lagi. Chanyeol juga senang kalau bisa banyak berinteraksi di atas panggung dengan Sehun.
...
...
Terdengar suara ketukan pintu di kamar milik Chanyeol ketika semua member sudah kembali ke hotel. Chanyeol beranjak dari tempat tidurnya dan membukakan pintu.
"Sehun?" Chanyeol heran melihat Sehun ada di depan kamarnya ketika tengah malam seperti ini.
"Aku melihat kau baru saja mengunggah beberapa video di instagram. Jadi kau belum tidur?"
Chanyeol menggeleng, "Masuklah.."
Chanyeol kembali merebahkan dirinya di atas kasur.
"Bolehkah aku…" Sehun bermaksud ikut bergabung dengan Chanyeol di tempat tidur.
"Kemarilah.."
Sehun ikut merebahkan diri di samping kiri Chanyeol dan Chanyeol langsung memeluknya, membuat Sehun menyandarkan kepalanya di dada Chanyeol. Chanyeol meraih jari Sehun yang masih belum sembuh dan mengusapnya perlahan.
"Masih sakit?"
"Sudah tidak terlalu.."
Chanyeol mengecup jari itu sekali lagi, "Supaya cepat sembuh", katanya sembari tersenyum.
Sehun hanya bisa tersipu, lagi-lagi pipinya merona merah.
"Bagaimana kalau malam ini aku tidur di sini?" tanya Sehun.
"Kalau Junmyeon hyung mencarimu?"
"Dia pasti tahu ke mana aku akan menghilang. Lagipula kamar kita kan juga tidak jauh."
"Baiklah.. aku senang kalau bisa tidur memelukmu semalaman" Chanyeol mengecup ujung kepala Sehun yang masih sedikit basah karena ternyata baru saja mandi.
"Hyung.. apa kau pernah cemburu juga padaku? Apa kau marah jika aku terlalu dekat dengan Junmyeon hyung?" tanya Sehun sambil memainkan jari-jari besar milik Chanyeol yang menggenggam tangannya.
"Hmm.. mungkin pernah tapi tidak dengan Junmyeon hyung"
"Lalu? Kenapa tidak dengan Junmyeon hyung?"
"Aku hanya menganggap hubunganmu dengan Junmyeon hyung sebatas adik-kakak, sebatas member yang membutuhkan seorang leader untuk berlindung dan menumpahkan keluh kesahnya. Aku tahu kedekatan kalian sejak kita training, jadi tak masalah.."
"Lalu kau pernah cemburu pada siapa?" tanya Sehun penasaran.
"Aku pernah cemburu pada Jongin karena terlalu dekat denganmu, dan aku juga pernah cemburu pada Baekhyun yang bisa leluasa bermanja-manja padamu setiap kali di atas panggung" jawab Chanyeol dengan tegas.
Sehun hanya terkekeh.
"Memangnya ada yang lucu?"
"Tidak.. aku hanya senang jika kau pernah cemburu karena itu tandanya kau sayang padaku tapi hanya aku saja yang terkadang tak melihatmu melampiaskan rasa cemburumu itu seperti apa"
"Tanpa kau buat aku cemburu pun aku sudah menyayangimu", Chanyeol mencubit pinggang Sehun karena gemas
"dan mungkin juga aku ini pandai akting jadi kau tak melihatku bagaimana kalau aku cemburu" lanjut Chanyeol menyombongkan diri.
Pukulan ringan pun akhirnya mendarat di dada Chanyeol.
"Aaaww!" teriak Chanyeol menahan sakit.
"Jangan berlebihan.. aku tidak memukulmu dengan keras"
Sehun melepaskan diri dari pelukan Chanyeol dan membalik badannya hingga kini punggungnya yang menghadap Chanyeol.
"Sudah ku bilang aku akan senang jika bisa tidur memelukmu semalaman" Chanyeol ikut memiringkan badannya dan memeluk Sehun dari belakang lalu mengusap perut Sehun yang rata dengan lembut.
"Kapan aku bisa mempunyai perut rata sepertimu?" gumam Chanyeol di telinga Sehun.
"Aku lebih menyukai perut kembungmu. Itu lucu! Jadi jangan banyak berharap memiliki perut seperti aku. Aku ini sudah terlahir dengan tubuh ramping" jawab Sehun dengan nada meledek.
Semakin gemas dengan kekasihnya, akhirnya Chanyeol menghujani ciuman di sekitar kepala dan leher Sehun dan juga menggelitik pinggang Sehun yang memang ramping.
"Hahaha.. hentikan.. aku mau tidur!" Sehun menggeliat geli karena ulah Chanyeol.
"Baiklah.. baiklah.. kau boleh tidur tapi harus dalam pelukanku sampai besok pagi" kata Chanyeol.
"Selamat tidur Sehunku.." Chanyeol mengecup pipi Sehun yang putih dan lembut itu
"Aku mencintaimu, Chanyeol hyung…"
3 Mei 2016
Fanmeeting hari terakhir. Ada satu permainan kali ini, di mana setiap tim harus mengumpulkan bantal sebanyak-banyaknya. Sehun berada di tim yang berbeda dengan Chanyeol. Pada saat permainan itu berlangsung, Chanyeol dan Sehun sempat merasa seperti berada di dunia mereka sendiri. Keduanya tampak asyik memperebutkan bantal-bantal itu, tapi karena Chanyeol lebih kuat, akhirnya Sehun harus kalah.
Lalu Sehun juga berusaha merebut bantal-bantal milik lawan dan melindungi apa yang sudah timnya dapatkan. Karena Jongdae berusaha mengambil apa yang sudah di dapatkan tim Sehun, akhirnya Sehun menghalangi Jongdae dengan memeluknya, agar Jongdae terdiam dan tidak bisa mengambil apa yang sudah dikumpulkan oleh timnya. Melihat hal itu, ada rasa cemburu pada diri Chanyeol, melihat bagaimana dengan imutnya Sehun memeluk Jongdae.
...
...
"Chanyeol hyuuunnggg.." tiba-tiba Sehun masuk ke kamar Chanyeol di hotel tanpa ijin dengan nada merengek manja.
Chanyeol sedang duduk di kasurnya sambil menghadap laptop.
"Hmm.." jawabnya singkat tanpa menoleh ke arah Sehun.
"Sibuk ya?" Sehun merangkak naik ke kasur dan duduk di sebelah Chanyeol. Sehun mengintip apa yang sedang dikerjakan kekasihnya itu.
Chanyeol hanya terdiam dan tetap fokus pada laptopnya.
"Aku tidur di sini lagi yaa.." kata Sehun sambil merebahkan kepalanya di bahu Chanyeol.
"Hmm.." jawab Chanyeol singkat lagi.
"Hyung! Menyebalkan! Kenapa hanya menjawab seperti itu? Tidak menyambutku sama sekali.."
Chanyeol hanya terdiam dan sama sekali tidak menggubris Sehun.
"Ya sudah kalau memang tak mau di ganggu! Aku kembali ke kamarku sendiri saja" lalu Sehun beranjak dan berjalan menuju pintu.
"Sehun!" teriak Chanyeol, lalu ia menutup laptopnya.
"Apa?" Sehun hanya berdiri menyilangkan kedua tangannya di dada mengadap ke arah Chanyeol dengan wajah kesalnya.
"Harusnya aku yang marah padamu! Kau yang menyebalkan!" nada bicara Chanyeol ikut meninggi.
"Memangnya ada apa dengan diriku? Apa yang aku lakukan?"
"Apa yang kau lakukan? Kau masih bertanya? Kau tak menyadarinya?"
"Memangnya apa?!" Sehun ikut semakin meninggikan suara.
"Mengapa kau memeluk Jongdae begitu lama ketika di panggung tadi?"
"Itu kan hanya permainan. Aku harus berusaha membuat timku menang. Kau bilang hanya cemburu pada Jongin dan Baekhyun hyung" kata Sehun dengan suara yang lebih lembut.
"Tapi aku tidak suka!" Chanyeol masih tampak marah.
"Memangnya kau saja yang bisa cemburu?! Aku juga bisa! Aku benci kau!" Sehun ikut marah dan pergi meninggalkan kamar Chanyeol.
"Sehun!" Chanyeol mencoba mengejarnya tapi mengurungkan niat karena tak ingin membuat keributan di hotel.
"Haish! Anak itu! Mengapa selalu seperti ini?" Chanyeol frustasi dan mengacak-acak rambutnya.
Sementara itu di sisi lain, Sehun kembali ke kamarnya dengan wajah cemberut dan Junmyeon sudah bisa menebaknya.
"Marahan lagi?" tanya Junmyeon dengan santai.
"Chanyeol hyung menyebalkan!" Sehun membenamkan wajahnya di bantal. Sehun tak ingin menangis di hadapan Junmyeon.
"Ayo bangun! Ikut denganku" Junmyeon menarik paksa tangan adik kesayangannya itu.
"Mau ke manaaaa?" dengan langkah malas-malasan Sehun terpaksa mengikuti ajakan Junmyeon.
Junmyeon hanya tersenyum dan tetap menarik tangan Sehun. Ternyata ia membawa Sehun kembali ke kamar Chanyeol.
"Mengapa ke sini? Aku mau kembali!" kata Sehun begitu berdiri di pintu kamar Chanyeol.
"Sehun.. ayolah!" dengan sekuat tenaga Junmyeon memaksa Sehun untuk masuk.
"Hyung? Sehun?" Chanyeol tampak terkejut melihat keduanya kini berada di kamarnya.
"Kemari.." Junmyeon meraih tangan Chanyeol dan menggenggamnya bersama tangan Sehun.
"Hyung apa-apaan sih?" tanya Sehun pada Junmyeon.
"Dengar ya.. kalian ini sudah sama-sama dewasa. Selesaikan masalah kalian baik-baik. Semua pasti punya salah dan pahamilah diri kalian masing-masing. Renungkanlah berdua.."
Chanyeol dan Sehun hanya terdiam. Keduanya tertunduk mendengar ucapan sang leader.
"Malam ini kau tetap di sini. Aku tidak mengijinkanmu kembali ke kamar. Masalah kalian harus segera selesai" ujar Junmyeon sambil memandang ke arah Sehun.
"Hyunngg.." Sehun merengek.
"Meski kau menggedor paksa pintu kamarku. Aku tidak akan membuka kuncinya, dan kau Chanyeol, kau harus lebih dewasa. Kau itu lebih tua dari Sehun" lalu Junmyeon berlalu begitu saja meninggalkan Sehun dan Chanyeol dalam diam.
"Ah..dan satu lagi, baru saja kalian berbaikan, lalu kini bertengkar lagi, mau terus seperti itu? Haruskah aku menjadi penengah kalian selamanya? Dewasalah.." lanjut Junmyeon sebelum benar-benar meninggalkan mereka berdua.
Klek! Pintu pun tertutup.
Sehun masih tertunduk, tak mau memandang kekasihnya, dan Chanyeol tampak kikuk tak tahu memulai pembicaraan dari mana.
Beberapa menit berlalu dan mereka masih berdiri terdiam.
"Kalau kau tak mau bicara lebih baik aku tidur saja" kata Sehun yang lalu berjalan menuju sofa yang ada di sudut ruangan, seakan-akan menjadi anti terhadap Chanyeol.
Chanyeol langsung menarik lengan Sehun dan memeluknya erat.
"Aku benci kalau harus bertengkar denganmu" suara Chanyeol melemah, "maaf aku sering menyakitimu dan maaf aku sudah membentakmu"
Sehun terdiam. Air mata yang tertahan itu akhirnya tumpah juga.
Sehun bukan orang yang mudah menangis tapi hatinya sungguh takut kalau suatu saat Chanyeol akan lelah padanya dan mengakhiri semuanya.
"Mengapa harus seperti ini?" Sehun terisak. Dadanya sesak.
"Aku hanya takut kehilanganmu. Aku takut kalau kau bosan padaku, dan aku mohon, aku ingin kau juga tetap percaya padaku. Apapun yang aku lakukan di atas panggung maupun di depan kamera, itu tidak ada maksud apa-apa. Hanya kau yang selalu ada di hati dan pikiranku" suara Chanyeol bergetar. Ia tak mau tangisannya ikut tumpah.
"Apa kita sudah keterlaluan? Apa cemburu kita ini berlebihan?" Sehun meremas baju Chanyeol di bagian punggung dan membenamkan wajah di leher Chanyeol.
"Aku juga minta maaf. Cuma hyung yang ada di hatiku. Cuma hyung yang aku mau.." lanjut Sehun.
Chanyeol melonggarkan pelukannya lalu menggenggam jemari Sehun. Ia mencium jemari Sehun yang masih terluka lalu meletakkannya di dada, dekat dengan jantungnya. Sehun bisa merasakan detak jantung itu.
"Bertengkar itu melelahkan ya? Jadi aku mohon lebih baik kita membangun kepercayaan yang lebih banyak lagi.."
"Aku hanya takut hyung.. aku juga takut kau akan meninggalkanku, sama seperti Tao dan Luhan hyung dulu" Sehun kembali terisak.
"Hei.. apa kau tidak ingat kalau aku juga menangis ketika Kris hyung pergi?"
Sehun tersenyum simpul, mengingat bagaimana terpukulnya ketika mereka tahu kepergian Kris dulu. Bagaimana Chanyeol dan Junmyeon menangis tak kunjung berhenti dan keesokan harinya harus tetap tampil di sebuah program musik dengan mata merah dan sembab.
"Percayalah, aku hanya mencintaimu" Chanyeol mengecup lembut kening Sehun yang sedikit tertutup rambut.
"Aku juga mencintaimu" kata Sehun dan kemudian memeluk Chanyeol dengan erat.
"Oh iya.. harusnya kau berterima kasih padaku karena dalam permainan di fanmeeting kau sempat satu tim denganku" kata Chanyeol.
"Memang kenapa?"
"Aku yang meminta pada tim panitia untuk memasukkanmu ke dalam timku"
"Jadi itu karena kau?"
Chanyeol mengangguk lalu berkata, "Kita jadi tidur bersama lagi kan?"
Sehun tersenyum dan Chanyeol memberi kecupan singkat di bibir itu.
"Hyung!" Sehun kaget dengan ciuman tiba-tiba itu.
"Kenapa? Kau kan kekasihku, memang salah kalau aku menciummu? Kau bilang mau tidur denganku.." Chanyeol menyeringai dan membuat Sehun gelagapan,
"M..Maksudku..ya..hanya…tidur" Sehun berjalan mundur beberapa langkah.
"Junmyeon hyung sudah mengijinkan kau di sini bersamaku. Jadi lebih baik jangan di sia-siakan..seperti liburan kita ke Jepang waktu itu.. Ah tidak..tidak, itu bukan liburan, tapi bulan madu.." Chanyeol tersenyum nakal, dan membuat Sehun semakin berjalan mundur hingga langkahnya terhenti karena ada meja di belakangnya.
Dengan sigap Chanyeol menangkap tubuh Sehun lalu menggendongnya dan meletakkan di atas kasur yang sudah menanti untuk ditempati.
"Ini sebagai permohonan maafku..", kata Chanyeol yang sudah menindih tubuh Sehun, "dan aku hanya ingin memberi tanda pada apa yang menjadi milikku"
"Dasar mesum!" Sehun memukul kepala Chanyeol tapi tidak sampai membuatnya kesakitan.
"Hei jangan kurang ajar kepada yang lebih tua ya!"
Mulut Sehun kini sudah terbungkam oleh mulut Chanyeol. Meski malu-malu, tapi Sehun tidak menolaknya.
TBC
suka banget bikin sosok junmyeon yang bijaksana di fanfic yg gue buat.. sosok leader yg pengertian banget :D
jadi bayangin beneran kalo chanhun sering dikurung berdua di kamar hotel *evil smirk
