My Lovely Trouble Maker

Summary:: Kyuhyun tidak sengaja tersandung kaki seorang namja manis yang sama sekali tidak dikenalnya. Tangan kanan Kyuhyun terkilir. Namja manis itu pun bersedia menjadi pelayan Kyuhyun, padahal Kyuhyun tidak memintanya. Sialnya, namja itu selalu membuatnya kesal.

Pair:: KyuMin (Kyuhyun Sungmin)

Rated:: T

Genre:: Humor, Romance

Warn:: BL, Typo(s)

Annyeong~! Kali ini author datang membawa lanjutan ff ini… ^^ Mian yah kalau lama… *bow*

Uwwoh~ Ternyata banyak juga yang berniat membaca ff author yang satu ini… Jeongmal gomawo… ^^

Ok! Kita start sekarang, ne?

Enjoy~! ^^

~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~

"Aku akan menjadi pelayanmu sampai kau sembuh. Aku akan menuruti apa yang kau perintahkan." Lanjut Sungmin. Kyuhyun langsung membuka matanya lebar-lebar dan menatap Sungmin yang kelihatannya serius dengan kata-katanya.

"MWO?!"

Sungmin mengedipkan matanya. "Kau tuli?" tanyanya dengan polos.
Kyuhyun langsung berdiri, meskipun dengan sedikit meringis karena kaki kirinya sakit saat diluruskan.

"Ani! Aku tidak tuli, aku hanya TERKEJUT!" ujar Kyuhyun tepat di depan wajah Sungmin. Namja manis itu hanya bisa memundurkan wajahnya setiap kali Kyuhyun menyemburnya dengan kata-kata yang penuh penekanan.

Sungmin menggaruk pipi kanannya dengan jari telunjuknya. "Terkejut kenapa? Aku 'kan tidak mengagetkanmu." Ujarnya pelan. Kyuhyun hanya bisa menghela napasnya dengan berat. Kenapa bicara dengan namja ini rasanya seperti berbicara dengan onta?

"Terserah. Yang penting, kau tidak boleh menjadi pelayanku." Ujarnya lalu kembali mendudukkan dirinya, tidak lupa sebelumnya ia menghela napasnya lagi dengan berat.

Sungmin membulatkan mata kelincinya. "Ehhh? Waeyo? Aku 'kan ingin menjadi pelayanmu! Oh, ayolah~ Aku benar-benar merasa bersalah karena telah membuatmu celaka, setidaknya berilah aku kesempatan untuk bertanggung jawab." Ujarnya seraya menghentak-hentakkan kakinya ke lantai.

Kyuhyun memijit keningnya. Belum menjadi pelayannya saja, bahkan hanya dengan melihat wajahnya saja ia sudah capek menghadapi namja yang menyebalkan dan merepotkan ini, apalagi setelah namja ini menjadi pelayannya? Bisa-bisa ia mati muda dengan wajah tampan dan otak pintarnya karena dekat dan berurusan dengan namja blonde itu dalam jangka waktu yang panjang.

"Tidak boleh." Ujar Kyuhyun mutlak. "Boleh!" balas Sungmin. "Tidak boleh!"

"Boleh!"

"Tidak boleh!"

"Boleh!"

"Kubilang tidak boleh, ya tidak boleh!"

"Tapi aku mau~!"
"Bukan urusanku. Sana! Jadi pelayannya Choi Siwon saja. Aku tidak membutuhkanmu."

"Aku tidak mau dengannya dan aku tidak kenal siapa orang yang kau sebut itu. Pokoknya aku mau jadi pelayanmu!" Sungmin menghendakkan kaki kanannya.

"Auww!" Kyuhyun merintih. Sungmin tampak terlonjak kaget. "Kau menginjak kakiku, babo!" kesal Kyuhyun seraya menyentuh kaki kirinya yang tidak sengaja terinjak oleh namja blonde itu.

"Eh, mianhae." ujar Sungmin. Kyuhyun hanya bisa menahan amarah dan kekesalannya. Sebenarnya ia benar-benar ingin mencekik namja yang ada di depannya ini.

"Kyu~ Ayolah~" Kyuhyun merinding mendengar panggilan dan puppy eyes yang ditunjukkan oleh Sungmin. "Ani, kau itu orang yang merepotkan. Bisa-bisa aku yang mengurusmu, bukan kau yang mengurusku." Ujar Kyuhyun pelan. Entah kenapa rasanya ia ingin menyerah saja berdebat dengan namja ini.

"Ani! Aku tidak akan merepotkanmu, kok! Beneran, deh!" Sungmin menegakkan tubuhnya dan menunjukkan jari peacenya.

"Bayangkan saja! Dengan tangan dan kakimu yang seperti itu, bagaimana caranya kau makan, mandi, pulang dan membawa barang-barangmu ke rumah, bahkan mungkin masak saja kau tidak bisa menggunakan tangan kirimu." Kyuhyun menatap nanar kearah tangan kanannya dan kaki kirinya. Miris.

"Isshh~! Kau terlihat seperti mumi saja, dibalut sana sini." Ujar Sungmin seraya menunjuk tangan dan kaki Kyuhyun.

Kyuhyun memicingkan matanya. "Ini semuanya juga gara-gara ulahmu." Desisnya. Sungmin menyengir mendengar desisan Kyuhyun. benar juga, sih… Ini semua salahnya.

"Dengan kondisimu yang seperti itu, memangnya kau bisa apa? Tangan kanan digips, kaki kiri juga digips, cara jalanmu terseok-seok seperti setan ngesot." Kyuhyun melotot kearah Sungmin yang dengan santainya mengatainya-atau mengejeknya?

'Nih orang niatnya mau membujuk atau mengejek, sih?' Kyuhyun mendengus kesal.

"Aissh! Jinjja! Jinjja! Haaah! Terserahmu sajalah!" Kyuhyun mengacak rambutnya. Mungkin sebentar lagi ia akan stress mengingat baru saja ia membiarkan seorang namja bernama Lee Sungmin menjadi pelayannya.

"Yeeey!" Sungmin melompat-lompat layaknya anak kecil. Haaah, sialnya, ia kehilangan keseimbangannya, dan…

"Eh? Eh?"

"Ehhhh? Ya!"

Bruaakk!

"Auwwwhh!" Jadilah Sungmin kehilangan keseimbangannya dan terduduk dipangkuan Kyuhyun. Ohhh… Tangan kanan Kyuhyun yang digips terjepit oleh punggung Sungmin.

"Ehehehe, mianhae."

"Kau… sungguh menyebalkan, Lee Sungmin. Ukhhh…!"

.

.

"Bisa tidak kau tidak mengikutiku terus?" tanya Kyuhyun pelan pada Sungmin yang berjalan di sampingnya. Sungmin menggeleng. "Aku 'kan pelayanmu, jadi aku harus selalu ada di saat kau membutuhkanku." Jawabnya dengan santai. Kyuhyun hanya bisa menghela napasnya.

Sungguh, Kyuhyun sangat risih saat siswa-siswi memandangi mereka dengan pandangan aneh. Tentu saja itu karena insiden pagi tadi dan karena namja pembuat masalah itu kini dengan senyum sok manisnya terus berjalan di sampingnya, tepatnya, mengikutinya kemana pun ia pergi.

Bruk!

"Auw~" Sungmin mengelus keningnya yang tadi tertabrak punggung Kyuhyun. "Kok tiba-tiba berhenti, sih?" tanyanya.

"Kau ingin ikut aku masuk ke kamar mandi?" tanya Kyuhyun dengan nada datarnya. Sungmin mengedipkan matanya. "Kau ingin ke kamar mandi? Ngapain?"

"Konser. Ya, buang air kecil lah!" Sungmin mengerucutkan bibirnya.

Kyuhyun hanya mendengus kemudian berbalik dan kembali berjalan memasuki toilet namja. Saat ia hendak membuka pintu toilet, ia kembali berbalik.

"Kau mau apa?" tanyanya. Sungmin kembali berkedip dengan lucu. "Tentu saja masuk ke toilet. Kau mau buang air kecil, 'kan?" Kyuhyun menatap dalam-dalam mata kelinci namja blonde itu.

"Jadi? Maksudmu, kau ingin ikut aku masuk ke toilet? Sedari tadi kau mengikutiku ke sana kemari, dan sekarang aku ke toilet, kau juga mau ikut?" Sungmin mengangguk. "Kalau kau kesusahan membuka celanamu atau kesusahan buang air kecil, aku 'kan bisa membantumu." Jawabnya dengan nada polosnya.

Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan tajamnya. "Mwo? Tidak perlu, gomawo." Kyuhyun pun masuk ke dalam toilet dan menutup pintu toilet dengan keras, tepat di depan wajah namja manis nan polos itu.

Sedangkan Sungmin, ia hanya bisa menggembungkan pipinya. "Aku 'kan hanya ingin membantunya, kenapa sampai menatapku dengan tatapan mengerikan seperti itu, sih? Aku 'kan tidak salah apa-apa." Gumamnya dengan wajah cemberutnya.

.

.

Jam pulang sekolah~

Kyuhyun berjalan dengan cepat meskipun dengan terseok-seok. Ia terlihat kesusahan membawa tas dan buku-bukunya. Meskipun dibilang cepat, lebih tepatnya terburu-buru namun lambat. Mengerti? Kalau tidak, yasudah…

Ia berjalan dengan terburu-buru meskipun terlihat kesusahan, tentu untuk menghindar dari si Blonde. Siapa lagi kalau bukan Sungmin, namja yang super menyebalkan itu?

Kyuhyun menghela napas dengan lega saat ia telah sampai di gerbang sekolah sebelum siswa-siswi lain sudah berhamburan melewati gerbang sekolah. Itu berarti Sungmin belum keluar dari gedung sekolah, 'kan?

"Hai! Hai!" Kyuhyun melebarkan matanya. Dengan perlahan, ia menoleh ke asal suara, tepatnya di samping kanannya. Ia memandang horror pada seorang namja yang berdiri di sampingnya dengan senyuman yang lebar.

"Sudah mau pulang? Ayo, kita pulang!"

"Kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Kyuhyun seraya menunjuk Sungmin dan gedung sekolah secara bergantian. Sungmin menatap Kyuhyun dengan tatapan bingung.

"Aku 'kan sekolah di sini, tentu saja aku bisa ada di sini." Jawabnya. Kyuhyun menepuk keningnya. "Maksudku bukan itu… Maksudku, kenapa kau bisa- Aissh! Sudahlah, aku bingung harus memakai bahasa apa agar kau mengerti."

Kyuhyun berjalan meninggalkan Sungmin. Ia sangat lelah untuk menghadapi namja itu.

"Eh, tunggu, Kyu!" Sungmin segera menyamakan langkah kaki Kyuhyun dan berjalan di belakang namja tinggi itu.

"Jangan ikuti aku," ujar Kyuhyun pelan namun terkesan dingin. Sungmin tidak menghiraukan kata-kata Kyuhyun dan terus berjalan mengikutinya.

"Kenapa kau masih mengikutiku, sih? Aku mau pulang, kau tidak perlu mengikutiku sampai ke rumah." Ujar Kyuhyun dengan nada datar dan menatap sinis ke arah Sungmin. Sungmin hanya bisa menggembungkan pipinya dan menunduk lesu.

Kyuhyun menghela napasnya dengan berat dan berbalik lalu berjalan dengan terpincang meninggalkan Sungmin.

"Menyusahkan saja." Gumam Kyuhyun.

Beberapa menit setelah ia berjalan meninggalkan Sungmin dan kini jaraknya dari gedung sekolah cukup jauh, ia merasakan sesuatu yang aneh. Kyuhyun melirik ke kiri dan ke kanan dengan kaki yang terus melangkah. Ia merasa risih, seperti ada sesuatu di belakangnya.

Ia terus melangkahkan kakinya, berjalan tanpa memperdulikan kerisihannya. Namun, ia merasa semakin risih setiap kali ia berjalan lebih jauh. Ini benar-benar tidak nyaman. Sepertinya ada yang memata-matainya, mengikutinya, atau sejenisnya. Fans sasaengnya, mungkin?

Kyuhyun menghentikan langkahnya. Ia tampak berpikir menarik napasnya sebelum akhirnya berbalik. Sepi… Hanya jalanan yang sepi dan angin sepoi-sepoi yang berhembus pelan ke arahnya. Tidak ada yang aneh.

Kyuhyun membalikkan badannya dan berusaha menghilangkan perasaan aneh itu. Lebih baik ia cepat berjalan agar cepat sampai ke rumah.

Lagi-lagi, ia mendengar suara langkah kaki yang lain selain suara langkah kakinya. Hal ini semakin meyakikan perasaannya tentang stalker yang tengah mengikutinya.

Ia kembali menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya.

Lagi-lagi, yang ia temukan hanyalah jalanan yang sepi, tidak siapa-siapa di belakang sana, kecuali… Oh! Apa itu?

Kyuhyun mengernyit saat melihat sesuatu yang ada di balik tiang listrik. Setelah mengernyit dan menyipitkan matanya untuk beberapa detik, ia tertawa meremehkan. 'Dengan postur tubuh seperti itu masih berani bersembunyi di tiang listrik?' pikir Kyuhyun. Ia melangkahkan kakinya mendekati sesuatu yang masih tetap setia berada di belakang tiang listrik itu.

Saat Kyuhyun tepat berada di depan tiang listrik itu, ia memukul sekali tiang listrik itu dengan pelan. "Ya! Sedang apa kau bersembunyi di sini, eoh?" tanya Kyuhyun. Sesuatu –atau tepatnya seseorang yang tengah berada di belakang tiang listrik itu tampak terlonjak kaget, beberapa detik kemudian, ia memunculkan kepalanya.

"Kau sedang apa, hah?' tanya Kyuhyun mengulangi pertanyaannya dengan nada dingin. Seseorang yang bernama Lee Sungmin itu menyengir. "Bukankah sudah kubilang jangan ikuti aku? Seharian ini di sekolah kau terus mengikutiku, sekarang sudah selesai jam sekolah juga kau masih mau mengikutiku?" tanya Kyuhyun.

Sungmin mendengus. "Kan sudah kubilang, aku akan terus mengikutimu sampai kau sembuh. Memangnya tadi aku ada mengatakan bahwa setelah pulang sekolah, aku tidak akan mengikutimu lagi? Tidak ada 'kan?" balas Sungmin. Kyuhyun menghela napasnya dengan kesal. Memang benar apa yang tadi dikatakan oleh Sungmin, namja blonde itu tidak mengatakan akan melepaskan Kyuhyun setelah pulang sekolah.

"Kalau begitu, sekarang aku minta kau jangan mengikutiku lagi. Arra?" Sungmin terdiam. Ia tidak menjawab Kyuhyun.

Kyuhyun sendiri tidak memperdulikan jawaban Sungmin. Ia lalu berbalik dan berjalan meninggalkan Sungmin.

Kyuhyun mengernyit setelah beberapa langkah berjalan meninggalkan Sungmin. Ia masih bisa merasakan seseorang mengikutinya. Dengan segera, Kyuhyun menoleh ke belakang. Dan benar saja, Sungmin tepat berada di belakangnya.

Kyuhyun mendesis kesal. "Jangan mengikutiku." Ujarnya dingin. Kemudian kembali melanjutkan jalannya. Setelah beberapa langkah berjalan, ia kembali merasa seseorang mengikutinya.

Ia kembali mendesis kesal. Tanpa menoleh, ia terus berjalan dan berseru, "Jangan ikuti aku!" Ia terus berjalan dan tidak ingin menoleh.

"Ish! Jangan ikuti aku!" serunya lagi saat masih merasakan seseorang di belakangnya. Ia benar-benar malas untuk berhenti dan kembali menoleh. Namja blonde itu keras kepala, ia tidak mungkin semudah itu menyerah.

"Sudah kubilang, jangan ikuti aku!" kesal Kyuhyun seraya membalikkan badannya.

Kriikk… Kriikk…

Kyuhyun terdiam, Sungmin berkedip, angin berhembus dari arah utara, dan burung berkicau.

"Aku sudah tidak mengikutimu, kok." Ujar Sungmin dengan sedikit berteriak. Kyuhyun memejamkan matanya sejenak, ini sungguh memalukan. Saat ia berbalik, ternyata Sungmin berada jauh 10 di belakangnya. Itu berarti, sedari tadi Sungmin tidak mengikutinya, dong? Lalu, untuk apa ia berteriak-teriak di jalanan hanya untuk menyuruh Sungmin berhenti mengikutinya padahal namja blonde itu sedari tadi diam di tempat dan tidak mengikutinya? Memalukan.

"Aissh!" desis Kyuhyun pelan sebelum akhirnya berbalik dan kembali melanjutkan jalannya. Ia sungguh malas untuk melihat wajah namja blonde itu.

Setelah cukup lama berjalan meninggalkan Sungmin dan sebentar lagi akan sampai di rumahnya, sayup-sayup ia mendengar suara langkah kaki selain langkah kakinya. Sungmin mengikutinya lagi, 'kah?

Tidak mungkin. Bukankah tadi sudah jelas Sungmin tidak mengikutinya lagi? Kali ini ia tidak akan berteriak-teriak di jalanan lagi tanpa menoleh ke belakang.

Lalu, kalau bukan Sungmin, itu suara langkah kaki siapa, dong? Kyuhyun bergidik ngeri.

Dengan jiwa 'setan tidak takut setan'nya, ia menghentikan langkahnya dan berniat menoleh ke belakang.

Belum sempat namja tampan itu menoleh ke belakang, sesuatu menabrak punggungnya.

Bruukk!

"Auww! Appo~" rintih seseorang yang berada di belakang Kyuhyun.

Ah! Ia tahu siapa yang ada di belakangnya itu.

Kyuhyun pun langsung berbalik dan memelototkan matanya. "Ya! Kenapa masih mengikutiku, eoh? Harus berapa kali aku menyuruhmu berhenti mengikutiku, hah?" Sungmin mengerucutkan bibirnya seraya mengelus keningnya yang menabrak punggung Kyuhyun.

"Aku hanya khawatir padamu, Kyu. Bagaimana kalau ada orang yang berniat jahat padamu saat kau dalam perjalanan pulang? Kau mana bisa melawan dengan kondisi seperti ini. Dan bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu? Aku akan semakin merasa bersalah jika terjadi sesuatu padamu." Ujar Sungmin pelan dengan tangan kiri yang masih menyentuh keningnya.

Kyuhyun mendengus. "Meskipun kau merasa bersalah, tapi aku tetap risih diikuti olehmu terus. Aku tahu kalau aku ini tampan, jenius dan berbakat. Tapi bisa tidak sih jangan mengikutiku terus? Fans yang suka menstalku itu sudah banyak. Please, jangan menambah populasi fansku lagi." ujar Kyuhyun dengan kenarsisannya.

Sungmin mengedipkan matanya. "Terus? Aku harus mengais-ngais tanah dan bilang wow, gitu?" tanya Sungmin dengan nada dan tatapan polosnya. Kyuhyun menghela napasnya. "Jadi? Bisa tidak kau berhenti mengikutiku?" tanya Kyuhyun dengan nada pasrah. "Tidak." Jawab Sungmin mutlak seraya menggelengkan kepalanya.

Kyuhyun menghela napasnya lalu mengusap poninya dengan sedikit kasar. "Aissh! Terserahmu sajalah." ujarnya akhirnya. Sungmin memekik senang. Kyuhyun melangkah mundur beberapa langkah saat melihat Sungmin kegirangan. Jangan sampai kejadian Sungmin yang kehilangan keseimbangannya dan akhirnya jatuh ke arahnya kembali terjadi.

"Ayo jalan, Kyu! Kita pulang ke rumahmu!" seru Sungmin dengan semangat seraya menggandeng tangan kiri Kyuhyun.

"Ya! Jangan pegang-pegang! Auww! Pelan-pelan sedikit! Kau ini kasar sekali sih…!"

.

Sungmin memandangi rumah Kyuhyun dari luar. Rumah yang minimalis dan sederhana namun berkesan elit.

"Kau tinggal sendirian, Kyu?" tanya Sungmin yang terlihat masih mengagumi rumah sederhana namun elit milik namja tampan yang berdiri di sampingnya ini.

"Hm," jawab Kyuhyun. Ia sedang sibuk merogoh saku celana jeansnya menggunakan tangan kirinya, mencari kunci rumah yang ia lupa menyimpannya dimana.

"Lalu orang tuamu? Saudaramu?" tanya Sungmin lagi. "Orang tuaku ada di rumah mereka sendiri, aku sengaja membeli rumah ini agar bisa belajar hidup mandiri. Noonaku tinggal dan sekolah di London." Jawab Kyuhyun. Ia mengeluarkan sesuatu dari kantung celananya, akhirnya kunci rumahnya ditemukan juga.

Kyuhyun membuka pintu rumhanya setelah berhasil membuka kunci pintunya. Saat Kyuhyun telah masuk ke dalam rumah, ia langsung menutup pintu rumahnya saat melihat Sungmin hendak ikut masuk ke dalam.

"Eh? Ya! Buka dong pintunya," ujar Sungmin. Ia mendorong pintu yang belum sempat tertutup sempurna oleh Kyuhyun. Kyuhyun sendiri berusaha mendorong pintu rumahnya dengan menggunakan lengan kirinya.

"Ani. Kau tidak boleh masuk. Untuk apa kau masuk ke rumahku? Bukankah keinginanmu untuk mengantarku sampai ke rumah sudah terwujud? Tugasmu mengantarkanku ke rumah dengan selamat sudah selesai, 'kan? Lalu untuk apa kau ingin masuk ke rumahku?" tanya Kuhyun yang masih berusaha sekuat tenaga mendorong pintu rumahnya. God! Namja blonde ini rupanya punya kekuatan yang besar, ia sampai kewalahan menahan pintunya.

"Tapi 'kan kau tidak mungkin bisa mengurus dirimu sendiri dengan kondisi tangan dan kakimu yang seperti itu. Memangnya kau bisa makan dan mandi dengan kondisi seperti itu? Aku akan membantumu, Kyu."

"Masa bodoh," balas Kyuhyun cepat. Pintu itu masih belum tertutup sempurna, sehingga memiliki sedikit celah untuk mereka berkomunikasi satu sama lain.

"Ayolah, Kyu~"

"No!"

"Aishh! Besok aku pasti akan bisa masuk." Ujar Sungmin.

"Terserah!" balas Kyuhyun dan mendorong pintu itu sekuat tenaganya.

Blamm!

Pintu itu berhasil tertutup. Sungmin menghela napasnya. "Padahal aku berniat baik untuk membantunya. Mana mungkin dia bisa melakukan pekerjaan rumah dengan tangan dan kaki yang seperti itu?" gumam Sungmin pelan dengan bibir yang dikerucutkan.

Ia pun beranjak meninggalkan rumah itu dengan langkah yang dihentak-hentakkan.

~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~

Pagi hari~ Jam 05.30…

TING TONG!

Kyuhyun menggeliatkan tubuhnya pelan di bawah selimut tebal dan di atas kasur empuknya.

TING TONG! TING TONG!

Kyuhyun mengernyitkan keningnya. 'Siapa sih yang bel pagi-pagi?' pikir Kyuhyun. Ia malas memikirkan hal itu dan akhirnya tidak bergeming dari tempatnya. Jangankan memikirkan tentang bel itu, mengganti posisi tidur dan membuka matanya saja ia sangat enggan.

TING TONG TING TONG TING TONG TING TONG!

Kyuhyun langsung mendudukkan dirinya di atas kasur. Ia menggeram kesal. "Aissh! Manusia gila turun dari mana sih yang pagi-pagi sudah menekan bel rumah?" kesal Kyuhyun. Ia menyibakkan selimutnya lalu turun dari kasurnya dengan perlahan. Dengan jalan yang sedikit terpincang, ia keluar dari kamarnya dan menghampiri pintu rumah dengan perlahan, sangat perlahan, bak kura-kura peliharaan sahabat Kyuhyun.

Cklekk!

Kyuhyun cengo melihat seseorang yang ada di depan pintu rumahnya saat ia membuka pintu. Yang ia lihat saat ini adalah… Namja blonde, gembul, pendek, menyebalkan, bergerak, dan hidup itu sedang membelakanginya dan sedang, errr…. Senam?

"Ya! Kau sedang apa?" tanya Kyuhyun melihat gerakan-gerakan aneh yang ditunjukkan oleh Sungmin.

"Ayo Kyu, kita senam! Olahraga dan pemanasan di pagi hari itu baik untuk kesehatan." Ujar Sungmin tanpa membalikkan badannya dan terus melakukkan gerakan pemanasan, meliuk-liukkan badan, dan menjinjit-jinjitkan kakinya.

Setelah cukup lama merasa tidak ada respon dari Kyuhyun, Sungmin menghentikan geraka anehnya dan berbalik. "Kenapa diam?"

Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan tajam. Sebenarnya Sungmin merasa ciut dengan tatapan itu, namun entah kenapa, ia malah menunjukkan cengirannya di depan namja evil itu.

"Kau pikir pemanasan apa yang bisa kulakukan, eoh?" tanya Kyuhyun dengan nada datar. Sungmin tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya kembali menyengir. "Ah~ Aku baru ingat kalau tangan dan kakimu digips. Kasihan sekali tidak bisa bergerak~"

Kyuhyun mendecih kesal. "Dan kau penyebabnya, babo."

Sungmin memajukan bibirnya.

"And then… Untuk apa kau kemari? Dan… Apa itu?" tanya Kyuhyun saat matanya tidak sengaja menangkap sebuah benda berbentuk persegi panjang yang lumayan besar dan berwarna pink.

"Ah, ini?" Sungmin menarik sesuatu itu ke arahnya. "Ini koper, masa' kau tidak tahu? Bukankah kau bilang kau ini jenius? Masa' koper saja tidak tahu? Kyuhyun babo, nih." Ujar Sungmin dengan polosnya.

Kyuhyun tampak menahan emosinya. "Aku tahu itu koper, Lee Sungmin," ujar Kyuhyun dengan penekanan pada setiap kata-katanya.

"Lalu untuk apa kau membawa koper pink yang norak itu ke sini?" tanya Kyuhyun.

Sungmin menunjukkan senyuman manisnya.

"Aku akan tinggal di rumahmu sampai kau sembuh total." Ujarnya.

Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan tidak percaya.

"MWORAGO?!"

~TBC~

Yuhuuu~ Author comeback~ Mian yah kalau updatenya lama… *bow* ^^

Special thanks buat readers author tersayang::

Hikari tsuky, Chikyumin, kyunny, Guest-Ryeosung Couple YeWook, Choi sila, Evil Thieves, Bbuingbbuing137, Eunnida, Ryusei Aki, Ms. KMS, kyumin, MegaKyu, nikyunmin, babywookmin, jirania, Tifamin, rai, Hyuk's banana, lindasisilia, SSungMine, Hyugi Lee, Snowonest, winecoup134, , Cho Miku, ChwangMine95, Kim NaRi, reaRelf, KS, JoBel13ve, evilbunny, 0203, mayacassielf, DiKa, Park Min Rin, Bunny Minnie Mine, WieLoveWolfBunnySelamanyah, GG, aissh-ii, EvilBunny-JoY, 1412, , Princess kyumin, vivihyora, Vey900128, Tika, minoru, kim eun ri, Lici Lee, Rhe, BellaWookie, AIDASUNGJIN, kyurin minnie, Han-RJ, Brigitta Bukan Brigittiw, Rosa Damascena, Choi Hye Ant6855, NIEA sarang, mmm3, Guest, Park Ji Ra, Cho dizma joyer, HanAiren, cherrizka980826, Fariny, angelsIto, yv3424

Jeongmal gomawo buat reviewnya… ^^

Ternyata banyak yang merespon ff author dan meminta agar tidak di delete…

Oh, ya… Banyak yang bilang ff ini mirip dengan novel dan komik. Jinjja? Author bahkan gak pernah ketemu buku dengan jalan cerita yang seperti ini. Mungkin persamaan jalan ceritanya itu hanya sebuah kebetulan…. ^^ Wkwkwkwk…

Tapi, FF ini asli keluar(?) dari ptak author, kok… ^^

Akhir kata dari author,

Review, please~?

Gomawo… ^^

m(_ _)m