Note : Happy New Year All
Ini bukan chapter 1 nya tapi sekedar bagian dari cerita. Sebuah cuplikan/kilasan dari masa lalu gitu. Tapi tetap ada hubungan nya dengan alur cerita. Dengan chapter sebelumnya dan yang akan datang. Semacam hint, mungkin/?
Tadi nya mau ngerjain chap 1 tapi karena ini lagi momen tahun baru dan aku sibuk nonton Oh My Baby nya Taeoh meski tanpa engsub.. ya ampunn Taeoh lucu banget.. dan terlalu mirip Jongin, jadi gatel untuk nulis XD
.
.
.
- New Year Wishes-
SuLay Area!
GS!
Baby Jongin
.
.
.
Flash back
31 Desember 2017, Seoul
.
.
.
Matahari sudah terbenam, menandakan waktu makan malam telah tiba. Junmyeon baru saja menyelesaikan masakannya di dapur. Setelah itu ia berjalan menuju ruang tengah yang berhadapan langsung dengan dapur. Wajahnya tersenyum menghampiri anak laki-lakinya yang hampir berusia 1 tahun dalam hitungan minggu kedepan. Baby Jongin masih sibuk dengan mainan nya tanpa memperhatikan sang papa yang sudah duduk didekatnya. Betapa bahagia nya Junmyeon melihat Jongin yang terus aktif bergerak dengan mata nya yang masih bengkak. Kemudian tangan nya terangkat mengelus lembut puncak kepala sang anak. Hari ini ada banyak hal yang telah terjadi yang membuat nya hampir saja mati berdiri. Dia berjanji akan lebih memperhatikan putra satu-satunya itu dengan sepenuh hati. Junmyeon tak pernah membayangkan sebelumnya apa yang akan terjadi pada nya kalau sampai ia kehilangan Jongin.
Kemudian ia mengangkat Jongin, membawanya ke dapur, memasukannya ke kursi makan khusus bayi yang tinggi. Ia mengambil semangkuk kecil berisi spaghetti lalu menaruhnya dimeja Jongin, bayi mungil itu langsung tidak sabar untuk melahap makanannya. Tangan kecil bergerak dengan lincah mengambil satu per satu spaghettinya dan memasukannya ke mulut kecilnya lalu tersenyum kearah sang papa yang juga sedang makan didepannya. Junmyeon banyak-banyak mengucap syukur karena ia mempunyai anak seperti Jongin yang tidak sulit untuk diatur. Jongin jarang sekali rewel dan tidak pernah susah makan. Ia cukup pintar untuk bayi seumurannya.
"appa!" ucap Junmyeon sambil memainkan jari telunjuknya dibibir mungil Jongin tapi bayi kecil it uterus saja makan dengan lahap. Kemudian Junmyeon menarik mangkuk Jongin dan mengulanginya lagi, "appa juseyo!" tapi Jongin malah mengerucutkan bibirnya kedepan lalu memukul-mukul meja makan nya, meminta agar appa nya mengembalikan mangkuk makanannya. Gemas dengan tingkah sang anak, Junmyeon malah menciumi wajah Jongin yang penuh saos, mengambil sehelai spaghetti memasukannya kedalam mulutnya sendiri lalu menarik ujungnya dan menaruhnya dimulut Jongin. Dengan begitu lahap dan agresif Jongin terus mengunyah spaghettinya sementara Junmyeon terus menahan tawanya sampai kedua bibir mereka bertemu dan Jongin mengambil lagi spaghettinya dan terus makan. Tidak memperdulikan Junmyeon yang menatapnya dengan gemas.
Selesai makan, Junmyeon membersihkan wajah Jongin dan mengganti baju nya yang kotor dengan baju tidurnya. Jongin terus bermain, sementara Junmyeon memperhatikannya dari meja makan sambil mengerjakan urusan kantor dilaptop. Sesekali Jongin jatuh, entah dari sofa atau juga saat dia berlari, kemudian bayi mungil itu akan menangis keras dan Junmyeon hanya meliriknya.
"Jongin berhenti acting!" ucap Junmyeon dari tempatnya tapi Jongin masih menangis
"Jongin, kau hanya beraktingkan." Kata Junmyeon lagi lalu mengahlikan pandangannya kembali pada laptop.
Yahh,, Jongin memang selalu seperti itu, ia akan pura-pura menangis untuk mengahlikan perhatian sanga appa. Junmyeon juga tahu kalau terjatuh itu memang sakit, namun dia ingin membiasakan Jongin agar tidak selalu menangis saat terjatuh, terutama dia sendiri yang membuat dirinya terjatuh.
Jarum jam terus berputar dan sebentar lagi pergantian tahun baru akan dimulai.
Suara petasan dan kembang api terdengar begitu kuat, meletup-letup membuat Jongin terbangun dan kembali menangis. Kali ini Junmyeon menggendongnya dan membawanya ke balkon apartemen mereka. Ia menggendong Jongin lalu mengelus-elus pundaknya pelan dan lembut, berusaha menenangkan sang anak yang menangis, lalu menunjuk-nunjuk kearah langit malam yang kini sedang dipenuhi berbagai macam bentuk kembang api yang cantik-cantik.
"Lihat Jongin! Lihat kesana! Cantik kan?!"
Seketika Jongin terdiam memperhatikan apa yang appa nya tunjuk, lalu memutar kepala nya lagi menghadap sang appa dan memberikan senyum khas bangun tidurnya.
"ayo kita menghitung mundur! 1 .. 2.. 3.. 4.. 5.."
'ddduarrr'
Terdengar kembali bunyi kembang api yang meletup, Junmyeon dapat merasakan badan Jongin yang menegang saat mendengar ledakan kembang api, bayi mungil itu seolah membeku menatap langit yang kini lebih-lebih berwarna setelah suara ledakan tadi.
"itu namanya kembang api Jongin." Ucap Junmyeon lalu menciumi pipi anaknya, Jongin pun terkikik kegelian.
"ayo ucapkan harapan mu ditahun baru ini, Jonginie.." kata Junmyeon lagi lalu membawa anaknya itu lebih dalam kedalam pelukannya, menimang-nimang Jongin agar kembali kea lam bawah sadarnya.
"appa harap kau akan tumbuh dengan baik dan tidak kekurangan apapun. Selalu sehat dan bertambah pintar. Dan jangan pernah pergi lagi meninggalkan appa, Jonginie. Appa tidak tahu akan seperti apa hidup appa tanpa mu. Ada banyak penyesalan ku ditahun ini, kau seharusnya bisa bertumbuh dilingkungan yang sama seperti anak-anak seumuran mu. Kau pasti merindukan omma, yah,, meski pun begitu, jangan pernah tinggalkan appa. Kau adalah hadiah terbaik yang pernah ada dihidup ku, Jongin."
Jongin mengigau kecil dalam tidurnya, dan Junmyeon kembali mengusap halus tengkuknya.
Junmyeon mendekatkan bibirnya ke telinga Jongin, "Appa,, say appa." Bisiknya lembut
Dan tidak diduga-duga, Jongin dalam tidurnya mengucapkan kata-kata itu,, kata yang sudah lama sekali ditunggu Junmyeon untuk keluar dari mulutnya
"appa.." ucap Jongin kecil
.
.
.
Sementar itu disalah satu sisi lain di kota Seoul,
Seorang wanita juga tengah berdiri dibalkonnya sambil memegang segelas white wine menatap langit malam yang penuh kembang api. Mata nya terlihat begitu sayu,, ia mengucapkan beberapa harapannya seperti sebuah bisikan, entah pada siapa ia mengatakan nya
"aku mungkin masih kurang untuk berjuang,, mungkin masih terlalu banyak yang belum ku lakukan. Apa ini waktu nya untuk menyerah? Tidak! Ditahun baru ini aku akan berusaha lebih keras lagi, mencoba lebih banyak, jatuh dan bangkit lagi. Aku harus bisa untuk sesuatu yang ku inginkan sendiri, sudah terlalu banyak pengorbanan yang ku lakukan. Jadi tidak bisa berhenti disini."
Wanita itu sekali menatap langit dan mengucapkan permohonannya dengan sungguh-sungguh
.
.
.
Tbc
Maaf kan typhonya dan terimakasih banyak sudah membaca dan untuk yang komen dichap sebelumnya. Terimakasih karena mau mendukung FF aku yang masih sangat perlu banyak perbaikan dimana-mana XD.
Untuk kepentingan cerita ini aku jadi nonton ulang OMB dan aku suka banget sama cara Ricky Kim dan istri nya dalam mendidik anak. Mereka membuat anak-anak nya mandiri tanpa harus marah. Pokoknya mereka menjadi panutan aku untuk dimasa depan nanti,, kalau aku sudah punya keluarga XD
Oh iya untuk KaiSoo shipper, yang tabah yahh,, emang sih nyebelin gimana gitu yahh.. tapi jangan patah semangat,, lagi sebelumnya juga udah pernah kan,, dan kita emang ga bisa memaksakan yang kita inginkan.
Aku hanya berharap D.O juga secepatnya mengeluarkan dating news biar mereka adil.
Kalau Kai terus yang dating tuhh kaya gimana gitu yahh,, perasaan aku jadi sedih ke D.O
Anywayss,, jangan lupa komen yahh,,, dan mohon ditunggu chap berikutnya
With love,
onfanllcouple
