Song Jihyo

Taehyung

Jungkook

Jimin

Yoongi

Seokjin

Namjoon

Hoseok

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Jihyo melangkahkan kakinya ke arah dapur setelah menelepon salah satu pegawai yang bekerja di cafe yang dikelolahnya, ia memintanya agar menghandle cafe besok, karena ia akan datang terlambat atau malah tidak bisa datang, yah walaupun Jihyo tak datang tidak jadi masalah, dia adalah bosnya.

Setelah menutup telepon wanita berusia lebih dari 30 tahunan itupun menarik salah satu kursi dan mendudukinya tepat di hadapan bocah 4 tahun yang datang beberapa jam yang lalu ke rumahnya itu.

Namanya Kim Taehyung, umurnya 4 tahun menurut surat yang tadi dibacanya. Ngomong-ngomong soal surat yang tadi diberikan Taehyung itu bukanlah surat yang berisi kata-kata panjang. Itu hanyalah surat berisi kata-kata yang berisi

'Namanya Kim Taehyung, 4 tahun.

Kami tak membutuhkan anak aneh sepertinya'

Itu hanyalah kata-kata singkat yang membuktikan bocah malang ini di buang orang tuanya, ah bukan orang tuanya melainkan paman dan bibinya. Karena dari hasil introgasi Jihyo pada bocah malang ini adalah, Taehyung tinggal di Daegu bersama paman dan bibinya setelah neneknya meninggal.

Selama ini Taehyung dibesarkan oleh neneknya sejak kedua orang tuanya meninggal. Dan pada saat nenek Taehyung meninggal paman dan bibinya yang merawatnya, dan berakhir membuangnya dipinggiran Busan dimana jauh dari keramaian, itulah mengapa Taehyung bisa pergi kerumahnya. Rumah Jihyo dan tetangganya jaraknya berjauhan. Rumah Jihyo adalah rumah yang paling dekat dengan jalan itu mengapa Taehyung lebih memilih kerumahnya dibanding tetangganya yang lain.

"Taehyungie.. Makan yang banyak" Jihyo tersenyum sambil mengelus sayang rambut Taehyung. Bocah itu mengangguk sambil membalas senyum Jihyo dengan senyum kotaknya. Anak itu bilang ia belum makan dari kemarin sejak diajak oleh paman dan bibinya ke Busan. Jihyo saat mendengarnya hampir menangis tapi ditahannya karena masih melihat anak itu selalu tersenyum padanya.

"Noona, terima kasih banyak, Tae sudah kenyang hehe" anak itu nyengir kearah Jihyo, ia turun dari kursinya dan membungkuk hormat pada Jihyo.

Jihyo tertawa kemudian mengulurkan tangannya pada Taehyung.

"Ayo sekarang waktunya Tae mandi" Taehyung tersenyum senang kemudian meraih tangan Jihyo yang menuntunnya ke kamar mandi.

Ketika sampai di kamar mandi yang ada di kamar Jihyo, wanita itu memandikan Taehyung, menggosok punggungnya dan memakaikannya shampoo, anak itu penurut. Jihyo sampai tak habis pikir bagaimana bisa paman dan bibinya membuang anak sepenurut ini?

Taehyung menatap piyama yang dipakainya. Ukurannya kebesaran ditubuhnya berwarna biru merah yang cerah serta bergambar karakter kartun berkepala hati yang lucu. Kata Jihyo, itu milik keponakannya yang dulu sempat menginap dirumahnya. Taehyung tersenyum dan kemudian memeluk pinggang Jihyo yang sedang duduk dipinggir ranjang menatapnya.

"Terima kasih noona, Tae senang sekali"

anak itu memeluk semakin erat membuat Jihyo tersenyum, melepas pelukan Taehyung dipinggangnya dan menggendong Taehyung ke pangkuannya. Anak itu kemudian memeluk leher Jihyo dan menenggelamkan wajahnya di sana. Jihyo mengelus punggung Taehyung sayang ketika baju dipundaknya basah. Bahu kecil itu bergetar, ia menangis dipelukan Jihyo pada akhirnya.

Jihyo hanya bisa mengelus punggung Taehyung sayang sambil membisikan kata-kata penenang untuk bocah malang itu. Pasti sangat berat ditinggal untuk selamanya oleh orang-orang tersayangnya, apalagi paman dan bibinya telah menelantarkannya. Jihyo tak tega, ia berjanji akan membahagiakan Taehyung. Ia akan menyayangi Taehyung seperti anaknya sendiri, ia akan memberikan cinta pada bocah itu. Tanpa Jihyo sadari air matanya pun ikut mengalir, ia menggigit bibir bawahnya agar isakannya tak terdengar Taehyung. Tapi gagal, malam itu ia ikut menangis bersama Taehyung sambil memeluk bocah itu.

.

.

.

.

.

.

Tbc