SATU HATI TIGA SUDUT

A Remake Novel

dengan judul yang sama "Satu Hati Tiga Sudut"

by KY

NO Plagiat Just Remake!

Genre: Romance, complicated story, Drama, Hurt

Rating : M [NC21]

Disclaimer : the real story belong to KY and I remake it with cast Exo member

Pairing : Kaisoo, Hunsoo story

Slight : Kaibaek, Chanbaek, Hunhan

Kim Jongin (34th)

Do Kyungsoo (27th)

Kim Sehun (27th)

Baekhyun (24th)

Others?

Find by yourself.

It's Complicated Story!

Don't Like Don't Read!

No Bash!

OOC/GS/typo(s)/ EYD tidak sesuai.

.

.

.

WARN!.

Chapter ini full Hunsoo!

Hunsoo (Nc)

Don't like. Don't Read!

.

.

.

.

K.I.M S.E.H.U.N

.

.

.

Pertama kali bertemu Sehun, 27 tahun yang lalu. Lho, kok bisa? Iya. Karena orang tua kami bertetangga satu dinding. Maksudnya rumah kami benar-benar bersebelahan, rumah orang tua Sehun nomer 94, rumah orang tuaku 95.

Dan kami lahir di bulan yang sama, di rumah sakit bersalin yang sama, tapi untungnya jenis kelamin kami tidak…

Sejak Taman Kanak-Kanak, sampai kuliah pun kami selalu bersama-sama, naik bus bersama, naik sepeda mini, bonceng motor Sehun ketika SMA hingga nebeng Starlet abu-abunya selama kuliah. Kami seperti kembar siam, dimana ada Sehun, disitu ada Kyungsoo.

Kelas 1 SMA, Sehun menyatakan cintanya padaku. Dan aku, yang sudah terlanjur hanya mengenal segelintir makhluk adam, menerima dengan malumalu pernyataan cintanya.

Tapi setelah resmi pacaran pun, tidak banyak perubahan dalam hubungan kami. Masih saling melemparkan candaan konyol, tertawa terbahak-bahak tanpa sebab yang jelas, membahas topik yang sedang trend, hang out di suatu tempat, main monopoli…

Mau romantisan? Tidak akan mungkin bisa! hanya sebatas pegangan tangan dan ciuman. tidak ada Sex atau cumbuan. Karena tempat paling sepi yang pernah kami pakai untuk duduk berduaan yaaaaa di teras rumahku atau teras rumah dia. Dan kami sepakat untuk tidak melakukan yang tidak – tidak dulu karena kami tidak mau mengalami "Pernikahan Dini" .

Ibaratkan air, aku adalah air murni, 12 kali proses penyulingan. Ibaratkan emas, aku masih emas 24 karat. Pure. Anatomi manusia hanya aku ketahui dari pelajaran Biologi di sekolah. That's all! Zero contamination. Blank. Real Virgin.

Kami akhirnya menikah juga setelah gelar sarjana kami kantongi. Restu 1000% kami kantongi dari kedua keluarga besar. tidak ada periksa yang namanya bibit-bobot-bebet-nyocokin tanggal-nyocokin shio-ngitung tahi lalat-bla bla bla!

Kamar pengantin kami bernuansa merah, putih dan keemasan. Di beberapa titik dihiasi bunga mawar merah import dan wangi kamar yang lembut memberi kesan romantis. Tulisan kanji mandarin terbuat dari kertas merah yang berarti 'bahagia' di tempel di cermin hias, dan selembar lagi diletakkan di tengahtengah ranjang pengantin kami.

Everything just pureeefect!

"Kyung….kita kan udah sah suami istri….boleh dong….." Sehun terdengar ragu mengatakan kalimat itu, sembari mengganti Tuxedo-nya dengan piyama garis-garis.

"Hah, boleh apaa?!" teriakku dari dalam kamar mandi sehabis membuka semua atribut pengantin yang super ribet. Kaos belel tipis dan celana pendek katun lebih nyaman rasanya.

Sehun terlihat duduk di ranjang pengantin kami, bengong, garuk-garuk kepala…

Aku terduduk disebelah Sehun, mmm…well, suamiku…..sambil memijat-mijat betis yang terasa pegal gara-gara high heel 10 cm yang aku pakai sepanjang pemberkatan nikah dan resepsi hari ini.

"Pegel Hun, pijitin dong…." pintaku.

Ting! Inilah saatnya seharusnya hal itu dimulai!

Sehun mengangkat betisku ke pangkuannya, memijit-mijit lebut betisku, namun lama-kelamaan tidak hanya betis aja yang dia pencet-pencet, semakin lama semakin naik ke atas…

Celana pendekku tergulung ke atas dengan sukses, jari Sehun mulai membelai belai pangkal pahaku. Tatapan mata nya terlihat….seperti kucing tetangga sebelah yang lagi pengen kawin…. Sendu sekaligus garang! tidak pernah aku melihat Sehun seperti ini.

Berkali-kali dia terlihat menelan ludah. Aku merasakan wajahku panas. Aku hanya bisa menatap dia dengan tangan yang memegang sprei erat-erat. Aku sudah terbaring di ranjang, dengan tangan Sehun yang akhirnya sampai ke bagian perutku.

Aku bingung, harus melakukan apa?

Aiyaaa! Seharusnya aku ikuti ajakan Minseok untuk nonton BF di rumah dia bulan lalu… Menurut dia, aku terlalu polos, harus diperkenalkan dengan apa yang dia sebut dengan "Kamasutra : great sex for everyday"

Sehun mencium bibirku mesra, lalu turun ke arah leher…. Aku tersenyum, leher adalah area yang paling sering dijelajah oleh Sehun.

"Kyung, aku buka baju kamu ya…" Sehun menatap ku penuh harap. Otomatis aku pegang erat – erat kaos tidurku. Aduh! Buka baju? Telanjang?

Sehun menyingkirkan tanganku, menarik pelan kaosku ke atas kepala. Celana pendekku pun dia pelorotin. Ya ampunnnn, aku hampir telanjang!

Sehun membelai bra ku, mencium puncak gunungku bergantian. Tangannya mengelus wajah, leher dan perutku.

"Kamu tahu Kyung, aku sudah lama sekali memimpikan kamu begini…." Sehun tersenyum padaku, memberikan kecupan dalam.

Perlahan tangannya ke balik punggungku, melepaskan kaitan bra-ku. tidak berbuang waktu Sehun langsung meremas kedua payudaraku, memilin-milin putingku dengan jarinya.

Ketika Sehun mulai mengulum putingku, aku mulai merasakan geli menjalar dari sana ke seluruh tubuhku.

"Aw….kok sakit Hun?" aku mengeluh perlahan ketika kurasakan miss V ku terasa 'peret' kering seperti mengkerut tiba-tiba.

Sehun menghentikan aksinya, menatap wajahku cemas.

"Apanya yang sakit Kyung?"

Aku menunjuk area pangkalku. Sehun langsung nyengir. ia buka celana dalamku, melemparnya ke lantai. Aku otomatis merapatkan kedua kakiku.

Rasa malu menjalar kencang, pertama kalinya aku telanjang bulat di hadapan seorang laki-laki, well, biarpun dia suamiku.

Sehun memegang kedua kakiku, memaksa membuka lebar.

ia membelai bagian luar vagina ku yang mulus tanpa rambut, dan dengan dua tangannnya. Kemudian ia membuka lebar liang miss V ku. Rasa 'sakit' seperti mengkerut makin aku rasakan disana.

"Kamu….kamu sempurna Kyung…Aku akan buat kamu bahagia…aku akan buat kamu merasakan nikmatnya ini Kyung….." Sehun membisikkan kata-kata yang membuat aku terasa melayang.

Ibujarinya mulai mengelus clit ku perlahan, jemari nya yang lain mengelus liangku seakan-akan mengorek-ngorek sesuatu.

"Kamu merasakan enak Kyung…?"

Aku mengangguk, rasa sakit mulai berkurang digantikan rasa basah yang tibatiba terasa keluar dari liangku.

Sehun menghentikan kegiatannya, dia membuka bajunya sendiri secepat kilat.

Saat Sehun membuka celana dalamnya, petaka itu datang!

Mister Dick nya seakan – akan melompat keluar, panjang, merah, dan karena ini pertama kalinya aku melihat mister Dick secara live, aku spontan bengong berat.

Melongo dan penasaran aku dekati Sehun, mengamati dari dekat.

"Kok begini bentuknya San? Kamu sakit?"

Sehun gantian melongo melihat aku, menggelengkan kepalanya takjub.

"Ha ha ha ha…. Lucu banget ya Hun, kayak karet…." Aku spontan ngakak.

Buk! Sebuah bantal sukses mendarat di kepalaku. Sehun menepuk jidatnya. Aku gantian melempar dia. Perang bantal nggak bisa dicegah lagi….

Malam itu, yang seharusnya jadi malam pertama yang romantis, berakhir dengan perang bantal. Setelah kecapean, kami berdua tertidur, bertelanjang berdua di bawah selimut tebal….

The truly romance terjadi pagi harinya. Aku terbangun karena usapan dan kecupan Sehun di sepanjang punggungku. Tangannya membelai tiada henti sampai ke perut, paha dan pantatku.

Aku membalikkan badan, berhadapan dengan Sehun.

Dia menuntun tanganku ke mister Dick nya yang sudah siaga penuh. Tanganku ber-explore, memainkan batang dan bola-bolanya perlahan. Sehun menggigit dan menjilat putingku. Kasar lidahnya memberikan efek menggelinjang. Aku mulai merasakan lagi aliran panas hingga ke pangkalku. Awalnya sakit juga, tapi dengan cepat berubah menjadi seperti bengkak dan lembab.

Sehun mengelus lagi liangku, menyentuh cairan basahku.

"Kamu sudah siap Kyung….. Aku akan kasi kamu kenikmatan itu….."

Sehun menindihku, menggesek-gesekkan batangnya di clit-ku. Aku mulai menikmati sensasi yang timbul, menggelenyar indah, seakan-akan berlari ke arah satu tujuan yang memuncak.

"Aku masukkan sekarang ya Kyung…." Dengan memegang batangnya, Sehun mengarahkan kepala kejantanannya ke liangku. Usaha pertama terasa sulit, aku mengerang merasa sedikit kesakitan.

Sehun terus menjilati putingku.

Ketika akhirnya batangnya amblas masuk semuanya, aku menjerit perlahan. Sehun menggerak-gerakkan pinggulnya pelan, menarik batangnya keluar, melihat noda merah virginity-ku. Tangannya tiada henti mejelajah kedua payudaraku, lidah dan mulutnya pun tidak kalah aktif.

Aku mulai semakin tenggelam dalam suasana erotis.

Sehun mulai memasukkan lagi batangnya. Memutar perlahan, batangnya terasa menyentuh clit-ku dan secara intens membuatku semakin naik.

"Sehun….enak kalo begini Hun….Palii….." aku mulai meracau, tanganku menjambak rambutnya perlahan.

Dengan tetap mempertahankan iramanya, Sehun terlihat berusaha keras untuk mengikuti kemauanku.

"Hun…aku…..aku….!" aku menggelinjang keras merasakan klimaks pertama.

Sehun tiba-tiba merubah kecepatannya, sekarang dia mengeluarkan dan memasukkan kejantanannya dengan irama lebih cepat. Sehun memejamkan matanya seketika aku rasakan ada denyutan dan aliran cairan didalamku.

Tanpa melepaskan tautan, Sehun terkulai lemas, menciumi bibirku dan memelukku erat. Entah berapa lama kami hanya berdiam diri menikmati saat pertama kami.

Ketika aku mengajaknya untuk mandi bersama, Sehun hanya tersenyum mesum, mengangkat tubuh telanjangku ke kamar mandi.

Tiada hari tanpa bercumbu dan bercinta sepanjang tahun itu. Minseok – sahabatku – menjadi konsultan seks yang terbaik bagiku. Dalam setahun, aku bukan lagi Kyungsoo yang polos, tapi Kyungsoo yang penuh imajinasi dan liar…..

Terkadang Sehun agak kewalahan menghadapi libidoku. Sangat berlawanan denganku, Sehun type konvensional, dimana foreplay dan sex toys adalah kata asing dalam pikirannya. Selama ini hanya Missionaris dan doggy style yang sering kami lakukan.

Tahun kedua perkawinan kami, Sehun memutuskan untuk memulai usahanya sendiri, membuka kantor Finance and Accounting Consultant. Aku di dakwa untuk tinggal di rumah saja, bersiap siap menjadi ibu rumah tangga tulen, resign dari jabatan Marketing di perusahaan Textile.

Ketika bayi kami lahir – Kim Sekyung – usahanya melambung pesat.

Tapi yahhh kesuksesan terkadang membutuhkan pengorbanan. Sehun mulai sering keluar kota atau keluar pulau. Apabila anak buahnya membutuhkan pertolongannya, Ia tak pernah segan untuk terjun turun tangan mengatasinya.

Perjalanan Sehun ke China adalah yang terlama. Saat itu Sekyung berusia empat tahun. Satu bulan lebih! Terbayang rasanya sebulan lebih tidak tersalurkan?

Pada saat Sehun pulang dari China itu….

Aku sedang di kamar, duduk di depan kaca rias, memakai lingerie merah maroon kehitaman yang baru aku beli khusus menyambut kedatangan Sehun pulang.

Menghitung mundur dalam hati, 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, yak!

Sehun masuk kamar, melemparkan tas kerjanya ke sudut ruangan, mendekati ku, mendekap aku dari belakang.

"Kyung, aku kangen banget sama kamu….." Sehun berbisik, membuatku terlena.

Aku membalikkan badan, bibir kami langsung berpagutan mesra. Matanya terbelalak kagum dan menyala garang melihat aku berdandan seksi. Dengan tidak sabar Sehun buru buru membuka lingerie ku, dan langsung membuka bajunya juga.

Dengan sekali gendong, Sehun membawaku ke ranjang kami. Bercinta dengannya setelah sekian lama terasa nikmat sekali!

GUBRAK!

Suara pintu dibanting membuyarkan lamunanku. Nah, begitulah yang semestinya dan yang aku harapkan akan terjadi.

Kenyataannya?

Sehun tersenyum padaku, meletakkan tasnya di lantai. Mencium keningku sekilas.

Tidak ada tatapan garang, Tidak ada pelukan mesra, Tidak ada pertanyaan tentang lingerie seksiku.

"Sekyung mana Kyung?" Sehun membuka bajunya, menggantinya dengan kaos rumahan kebanggaannya, dan celana pendek yang nyaman.

Aku mengkerutkan bibirku. Selalu Sekyung….bukannya aku iri atau cemburu, tapi aku juga masih seorang wanita – yang masih hidup – yang masih normal.

"Di kamarnya, Masih tidur Hun. Jangan ganggu." jelasku, masih mengharapkan konsentrasinya akan beralih kepadaku.

"Kangen banget sama Sekyung, Soo. Aku tengok dia dulu deh…" Sehun ngeloyor keluar kamar, ninggalin aku yang akhirnya bengong kedinginan dengan baju yang minim begini.

!$ #$ & +)*(%#!$& !%^_)*%$! SEBELLLL!

.

.

.

.

.

TBC

Bagaimana Kabar Kalian Kaisoo shipper?

Kalo hanna udah nangis seenggukan dikamar sampe ditanyain orangtua,

Berita ini benarbenar mengejutkan buat aku.

Aku suka krystal tapi ini tuh,,,,

aku butuh waktu…

Mian hanna malah curcol :'(

Jangan BASH ya.

.

Kasih Review yaaaa…..

Hanna

Kaisoodyo