Dreamer !

Masashi kishimoto

F14

SasuSaku

M

Romance , Comedy

typo(s), Multichapter

.

.

.

.

Summary : Sakura seorang gadis pemimpi, seorang gadis yang suka berimajinasi dimanapun ia berada. Melamun dan terkadang suka tertawa sendiri diantara khayalan liarnya. Ia jatuh cinta dengan seorang anak pindahan yang memiliki kecerdasan otak diatas rata-rata. Bagaimana kelanjutan kisahnya?.
.

.

.

.

Read n Review please !

Chapter 2 !

" Hahhh ! Bagaimana bisa... Itu kannn..." Sakura membulatkan matanya dan beberapa kali menggelengkan kepala untuk memastikan apa yang ia lihat saat ini..

"Sasuke-kunhhh... Tapi tapi bagaimana bisa Yamato sensei berubah jadi Sasuke-kun ? "
Desis Sakura.

"Sakura, kenapa kau menatapku seperti itu? Apa kau tidak suka melihat calon suamimu heh? " Sasuke mendekat kearah Sakura dengan membawa buku dan spidol.

"Ahahaha! Bukan itu maksudku Sasuke-kun.. Aku sangat senang dan bahagia.. Hanya saja kau calon suami yang benar-benar posesif." Sakura memainkan jari telunjuknya.

"Aku posesif karena aku mencintaimu heh.. Apa kau tidak suka aku melakukan ini? Atau mungkin kau tidak mencintaiku lagi?."

"Ahhh! ! Bukan itu maksudku sungguh. Aku mencintaimu Sasuke-kun.. Sangat sangat sangat sangat mencintaimu."

"Kalau begitu, cium aku dan buktikan kalau kau memang mencintaiku."

"Tapi... Ini masih dikelas."

"Berhentilah bicara dan buktikan."

"Ahhh... Baiklah." Sakura kemudian menutup matanya dan memanyunkan bibirnya. Ummmmmmm...

Pukk ! Benda sedikit empuk menumbuk bibirnya.

'Ehhh? Ini tidak terasa seperti bibir.. Dan juga kenapa baunya seperti spidol? Apa Sasuke memakan spidol? Lalu kenapa bising sekali?' Inner Sakura. Sakura membuka satu matanya mengintip keadaan sekitar, Sakura terlonjak kaget dengan reflek ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

"Bwahahahahahah! " Tawa seisi kelas.

"Haruno ! Apa yang kau lakukan dikelasku! Kau tidur dijam pelajaranku heh? Lalu kau bermimpi sampai apa? ." Geram Yamato Sensei.

"Maaf sensei maaf .." Sesal Sakura, ia membungkukkan badannya berkali-kali, menyesali perbuatannya.

"Keluar dan bersihkan wajahmu. Setelah itu kembali kekelas." Ujar Yamato kemudian meninggalkan meja Sakura.

"Dasar babi, kenapa kau tidak membangunkanku?! ."

"Aku sudah membangunkanmu berkali-kali, tapi kau seperti mayat ! Tidak bergerak sama sekali."

"Mungkin lain kali kau harus lebih agresif kalau membangunkanku." Sakura berjalan meninggalkan kelas, ia mengusap bibirnya yang menghitam karena ditimpuk sang sensei dengan penghapus papan tulis, mengerikan bukan?

"Aihhh... Kenapa ini bisa terjadi padaku." Ujar Sakura dengan mengusap keras bibirnya.

'Dasar mata besar, guru jelek, menyeramkan, abal dan semua hal yang buruk ada padanya.' Gelora inner Sakura.

"Kyaaaa... ! " Sakura berteriak saking kesalnya dengan sang sensei, sampai ia lupa kalau sekarang sedang berada dilorong sekolah. Sakura buru-buru menutup mulutnya, karena semua orang sudah menatap Sakura dengan tatapan mematikan. Lebih mengejutkan lagi, didepan sana berjarak beberapa meter dari posisi Sakura berdirilah pria dengan earphone terpasang ditelinganya, menatap Sakura dengan tatapan misterius. Pria itu... Pria yang berada dalam imajinasi liar Sakura. Sakura menatap Sasuke sampai lupa tidak berkedip. Bahkan air liurnya sebentar lagi bisa menetes.

Sasuke melangkah mendekat kearah Sakura.
Kemudian berbisik sesuatu ditelinga Sakura.

" Cucilah mukamu, kau benar-benar buruk." Bisik Sasuke, Sakura membulatkan matanya. Dengan cepat Sakura menutup mulutnya dan berlari menuju kamar mandi.

"Benar-benar menarik."

Sakura menatap wajahnya dicermin, sedikit mengengokkan kepalanya kekanan dan kekiri untuk melihat seburuk apakah dirinya. Kemudian ia menyalakan kran di washtafel dan mencuci muka. Menggosok mukanya perlahan. Sakura kembali bercermin, dan lihatlah bekasnya tidak hilang, bahkan sekarang merembet kehidung Sakura.

"Aihhh.. Kenapa susah sekalii.." Teriak Sakura dengan kembali menggosok mukanya.

"Pakai ini saja." Seseorang menyodorkan sebuah sabun muka kearah Sakura.

"Oh, Arigatou." Sakura menerima sabun itu.

"Apa sekarang kelasmu jamnya Yamato sensei?." Tanyanya sambil mencuci tangan.

"Ehhhh, hehehe... Iya, aku tertidur sebentar dan akhirnya mencium penghapus papan tulis." Jawab Sakura.

"Emmm, jujur saja aku jarang sekali melihatmu. Bahkan ini yang pertama kalinya bagiku. Kau dari kelas apa?." Lanjut Sakura.

"Ehhh? Sungguh? Tapi aku sering melihatmu Sakura. Aku dari kelas A."

"Ahhhh, pantas saja. Kau terlihat sempurna, dan pintar. Ternyata kau benar-benar anak kelas A. Kalau boleh tau siapa namamu?."

"Namaku, Karin Uzumaki." Jawabnya sambil mengulurkan tangan.

"Ahh, salam kenal Uzumaki-san."

Karin tersenyum "Yaa, Sakura. Aku duluan yaa."

Sakura tersenyum "Yaaa.. "


Sakura berjalan dengan gontai menuju ke kelasnya, ditengah jalan Sakura melihat Sasuke memasuki kelas.

"Aihhh... Kenapa Sasuke-kun ternyata murid kelas A?"

"Dan kenapa juga takdir memaksaku untuk terus bersama dengan huruf 'E' argggh, dia benar-benar tidak tersetuh !." Sakura mengacak rambutnya frustasi. Ia kembali melangkahkan kakinya menuju kekelasnya lagi.

Sakura menatap Yamato sensei dengan malas, ia menopang dagunya diatas meja.
Hahh~ Sakura menghela nafasnya dengan kasar.

Tettt! Tett! Bel berbunyi tanda pelajaran sudah selesai, Sakura merapikan beberapa bukunya kemudian memasukkanya kedalam tas.

"Jidat, kau terlihat tidak semangat." Tanya Ino sambil menata buku.

"..." Sakura tidak menjawab, ia sedikit melamun. Beberapa hal membuat fikirannya sedikit kacau.

'Pasti ada yang tidak beres.' Inner Ino, kemudian ia mengguncangkan tubuh Sakura dengan sedikit keras.

"Ehhh? Ada apa pig?."

"Aku tau, ada yang aneh denganmu. Kau harus menjelaskannya padaku jidat !." Paksa Ino.

"Sebenarnya aku..."

"Haruno, setelah selesai mengemasi bukumu ikutlah dengan keruanganku. Ada yang perlu dibicarakan." Potong Yamato.

"Yaa sensei."

"Bagaimana, katanya mau menjelaskan."

"Nanti, nanti akan kujelaskan. Sore ini aku ada ektra Judo. Setelah itu aku akan langsung kerumahmu babi cantik."

"Baiklah, kalau kau tidak datang. Aku bersumpah jidatmu akan semakin lebar."

"Yayaya, jangan khawatir. Kalau aku tidak datang bisa dipastikan pesawat akan mendarat di jidatku. Jaa ne." Sakura berjalan menuju ruang Yamato sensei, karena sang sensei mengatakan ada hal yang mau dibicarakan.


Cklek! Sakura memutar knop pintu, kemudian mendorongnya kedalam. Nampaklah sang sensei duduk dikursinya.

"Masuk, dan duduklah Haruno." Sakura mendudukkan dirinya didepan senseinya, mereka berhadapan dan dipisahkan oleh sebuah meja.

"Ada apa sensei memanggilku?."

"Begini, aku akan langsung to the point. Prestasi akademikmu akhir-akhir ini mengalami penurunan drastis. Kemarin aku melakukan rekap nilai, dan ternyata kau berada di tiga terbawah. Sebagai walikelasmu aku menegurmu agar kau bisa mempersiapkan dan belajar lebih ekstra agar nanti di ujian tengah semester kau tidak dilengser di kelas F." Sakura membulatkan matanya, mulutnya sedikit mangap karena tidak percaya.

'Aapa? Aku ... Akuu.. Akan dipindahkan ke kelas F? Aku benar-benar tidak mau. Kelas F hanya diisi oleh bandot-bandot tua yang beberapa kali tidak naik kelas. Dengan murid-murid wanita yang hanya pandai berdandan dan berkencan Ohh tidakk.. ' Jerit Inner Sakura, ia menggelengkan kepalanya mengusir imajinasi liarnya.

"Kau tidak mau kan? Kalau begitu lebih rajinlah belajar." Ujar Yamato sensei dijawab anggukan oleh Sakura.

Sakura mengganti pakaiannya dengan seragam Judo, ia kemudian memakai ikat pinggang yang masih berwarna putih. Ia masih kyu keempat, alias masih pemula. Ia kemudian mengikat rambutnya agar tidak mengganggu.

"Sial, aku sudah terlambat. Master Guy pasti akan marah." Ujar Sakura, ia bergegas masuk kedalam gedung latihan.

" Maaf master, aku terlambat."

"Haruno, kau selalu terlambat. Apa kau tidak memiliki semangat masa muda sedikitpun ! "

"Maaf..." Lirih Sakura.

"Kali ini masih kumaafkan, cepatlah duduk." Ujar Guy. Sakura mengedarkan pandangannya mencari tempat yang kosong, ekor matanya terhenti saat menemukan objek yang benar-benar menarik.

'Kyaaa! Sasuke-kun ternyata mengikuti ekstra judo.. Pasti dia ikut ekstra ini karena ada aku kan!.' Jerit inner Sakura.

'Ini adalah kekuatan cinta.' Inner Sakura benar-benar bergejolak.


"Sebentar lagi akan ada turnamen, untuk itu kita harus semangat berlatih. Tunjukkan semangat masa muda kalian."

"Kali ini aku ingin melihat kemampuan kalian, siapa yang akan melawan muridku Master Lee."

'Ahahahaha... Ini saatnya membuat kagum Sasuke-kun.' Inner Sakura.

"Aku, aku akan melawan Lee-san." Sakura mengacungkan telunjukknya keudara.

"Oh! Apa kau yakin Haruno?."

Glup ! Sakura menelan ludahnya, tenggorokannya tiba-tiba terasa sangat kering.

"Ya aku yakin Master."

'Berjuanglah Sakura, buktikan kekuatan cintamu dengan Sasuke-kun.' Inner Sakura, ia berusaha meyakinkan dirinya.

Sakura dan Lee saling berhadapan, kemudian saling membungkuk. Setelah itu mereka memasang kuda-kuda untuk segera menyerang.

"Mulai ! " Teriak Guy menandakan pertandingan dimulai.

-TBC-

...


Guest haha... disini Sakura emang tukang mengkhayal, tapi arigatou udah ninggalin jejak loh :3

AAAlovers ditunggu yaa.. kalo bisa ikutin jalan ceritanya ampe abis

Kim Kim aaa baru tau ya kalo aku itu emang istri sahnya abang hidan :v