Fic kedua saia setelah Best Day Ever, terimakasih atas reviewnya, saia jadi terharu. TT (maaf author emang lebay).

Title:Wanita Itu

Disclaimer:Masashi Kishimoto

Rating:T

Genre:Romance/Hurt/Comfort

Pairing:Naru/Saku, and li' Naru/Hina

.

.

.

.

.

.

WANITA ITU

6 tahun setelah pernikahan

Hai, kini pernikahanku dengan Naruto telah menginjak tahun ke-6. Tak terasa kini usia pernikahan kami telah menginjak usia ke-6, waktu terasa berlalu begitu cepat. Ya, waktu terasa begitu cepat jika aku ada disamping Naruto-suamiku yang paling aku cintai- yang sekarang sedang bekerja dikantornya.

Aku kini telah mempunyai 2 orang anak, yaitu Yuki dan Tora. Yuki sekarang berumur 3 tahun, sedangkan Toma berumur 1 tahun. Lengkap sudah kebahagiaanku didunia ini. Aku sangat berterimakasih kepada Tuhan yang telah mengkaruniaiku hidup yang indah.

Hari ini tepat 6 tahun pernikahanku dengan Naruto. Aku ingin memberinya sebuah kejutan. Walaupun ini hanyalah ulang tahun pernikahan kami yang ke-6, tapi aku tetap ingin memberi Naruto kejutan. Aku ingin memberi tahunya betapa aku sangat mencintainya.

Aku akan memberi Naruto sebuah kejutan kecil, yaitu sebuah kue yang bisa dinikmati oleh kami berdua dan sebuah jam tangan. Aku tahu bahwa dia bahkan bisa membeli jam tangan yang lebih bagus dan lebih mahal daripada ini, tapi jam tangan ini adalah hadiah dariku. Jadi ini LEBIH SPESIAL. Baiklah, aku terlalu berlebihan, tetapi aku harap Naruto akan memakainya setiap hari.

Baiklah ayo kita buat kue paling enak sedunia. Aku berterimakasih kepada sahabat terbaikku Ino yang dengan telah mengajariku cara membuat kue yang enak ini. Terima kasih Ino, kau adalah teman terbaikku.

.

.

.

.

.

.

Few, akhirnya jadi juga kuenya. Aku tidak sabar menunggu Naruto pulang untuk mencicipi kue buatanku ini. Cepatlah pulang, Naruto.

"Aku pulang!"

"Naruto, akhirnya kau pulang juga. Ini aku buatkan kue untukmu."

"Hah? Kue? Untukku?"

"Ya Naruto, untukmu. Hey, apa kau ingat ini hari apa?"

"Hari Rabu?"

"Bukan Naruto, hari ini adalah hari jadi kita yang ke-6. Apa kau lupa? Tunggu dulu, Naruto kau pucat sekali. Ada apa denganmu? Apa kau sakit?"

"Aku sedikit pusing Sakura, aku…."

Brak

"Naruto! Naruto! Sadarlah Naruto! Naruto!"

"Suami ibu menderita anemia. Mungkin karena kecapekan. Sebentar lagi suami ibu akan sembuh."

"Terima kasih, Dok."

Ya Tuhan, Naruto sakit. Aku sedih sekali. Kini dia terbaring diranjang rumah sakit. Kasihan sekali Naruto, beberapa hari ini Naruto memang selalu lembur kerja. Naruto, cepatlah sembuh.

"Naruto, ini aku bawakan bubur kesukaanmu. Makanlah."

"Ugh, tidak Sakura. Aku sedang tidak enak makan."

"Tapi Naruto, kau masih sakit. Makanlah agar kau cepat sembuh."

"Sakura, ku bilang aku sedang tidak enak makan."

"Baiklah kalau begitu. Aku keluar dulu, mau mencari minuman."

Baru kali ini Naruto menolak memakan bubur kesukaannya. Mungkin karena dia sakit jadi nafsu makannya hilang. Baiklah, jangan sedih Sakura. Kalau dia sudah sembuh, pasti dia mau makan bubur kesukaannya ini.

Aku pun membeli beberapa kopi untuk menemaniku menjaga Naruto. Aku pun kembali keruang rawat inap Naruto sampai terjadilah sesuatu yang tidak kuinginkan untuk terjadi.

"Naruto, apa kau tidak apa-apa?"

"Ya, Hinata. Aku tidak apa-apa. Aku hanya kecapekan sedikit. Sebentar lagi juga aku akan sembuh. Jangan khawatir. Hehehe."

"Ini Naruto, aku bawakan bubur kesukaanmu. Makanlah sedikit. A. .a. ."

"A. .a. ."

Siapakah wanita itu. Tunggu dulu, Naruto memakan makanan yang wanita itu bawakan? Apakah dia selingkuhan Naruto? Tidak, aku tidak boleh berprasangka buruk terhadap Naruto. Mungkin saja itu cuma teman satu kantor Naruto yang datang menjenguk. Tapi, kenapa mereka kelihatan mesra sekali? Tuhan, hatiku sakit sekali. Terlalu sakit hingga tak kuasa aku menahan air mata. Naruto, siapakah wanita itu? Katakan padaku, sayang. Katakanlah padaku bahwa hanya ada aku didalam hatimu. Katakan bahwa kau tidak akan menyukai wanita lain.

"Naruto, aku pulang dulu, ya. Semoga lekas sembuh."

"Ya, Hinata. Terima kasih telah menjengukku. Sering-seringlah kau menjengukku."

"Sampai jumpa, Naruto."

"Sampai jumpa, Hinata."

Aku harus tahu siapa wanita itu. Aku harus.

"Hey, kau Hinatakan?"

"Iya, saya Hinata. Ada keperluan apa koq Anda memanggil saya?"

"Kau. . . .

TBC

Wokokokokokokok. Saia jahat sekali ia. Memotong pembicaraan orang. Nyahahaha .. Maafkan saia kalau ada banyak koma, karena saia lebih suka koma daripada titik. Dan sekali lagi saia harus menulis fic ini dua kali karena setelah disave dihapus dengan indah oleh adik saia dengan indah. Bagoes. Saia tunggu reviewnya ia. Sankyu.