Title : Hear My Answer
Author : Jenny Park
Cast : Kris, Joonmyeon/Suho, Kai, Sehun
Pairing : KrisHo
Genre : Angst, Romance, Friendship
Rating : T
Disclaimer : Exo members belong to God. But this story is mine. Don't Plagiat and Bash.
#ANNOUNCEMENT : Ff ini belum sempat diedit, jadi kalau ada typo maaf. Dan untuk silent reader... Tunjukan dirimu yang sesungguhnya dan hargailah penulis,...
.
.
Hear My Answer
Part 2
.
.
.
[Maybe You Resent To Me]
.
.
.
Sudah lebih dari satu jam yang lalu acara kelulusan selesai, dan disinilah Joonmyeon berada. Di atap sekolah yang memiliki ketinggian lebih dari 10 meter dengan tiga tingkatan. Dia membiarkan angin sore berhembus lembut menerpa kulit putih pucatnya. Menunggu dengan senang hati.
"Mingkin dia sudah pulang?" guma Kris.
Kris yang sudah memegang kenop pintu atap sekolah itu sedikit ragu. Apakah dia akan sanggup untuk menemui Joonmyeon untuk terakhir kalinya.
Dan lamunanya hilang begitu saja saat seseorang menepuk punggungnya keras. Membuat Kris berbalik ingin melihat siapa pelakunya, dan seketika terlonjak kaget saat menemui Jongin beserta Sehun di hadapannya.
"Hai." Sehun melambaikan tangannya kepada Kris.
"Kenapa kalian ada disini?" tanya Kris sambil memandang Sehun dan Jongin bergantian.
"Ki-kita hany-a ingin..." Jongin yang melihat Sehun yang sepertinya kesusaha untuk berucap itu membantunya.
"Kita ingin meminta maaf."
"Untuk?"
Sekarang giliran Jongin yang gugup, seperti yeoja yang ingin menyatakan perasaan kepada namja yang lama dia sukai.
"Semuanya." ucap Jongin cepat.
Kris menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak terasa gatal, dia bingung dengan teman sekelasnya, lebih tepat mentan teman sekelasnya. Dia masih tidak yakin dengan ucapan mereka berdua.
"Aku tidak mengerti?"
Joonmyeon medengar ada suara dari pintu masuk atap itu berjalan mendekatkan dirinya kesana.
"Lebih tepatnya... kita meminta maaf karena kita tidak tahu kalau kau itu... tidak bisa mendengar."
Joonmyeon membatu saat dia hendak merai kenop pintu. Apa telinganya sedang sakit? Siapa yang tidak bisa mendengar? Kris kah? Kalaupun Kris tidak bisa mendengar, dia akan meminta agar eomma-nya membangunkannya dari mimpi buruk ini.
Sama dengan keadaan Joonmyeon yang membatu, Kris juga membatu saat matanya menangkap gerakan dari bibir Jongin yang mengucapkan dia tidak bisa mendengar.
Apa ini artinya dia akan dijauhi seperti saat dia berada di sekolah dasar, saat teman-temannya tahu kalau dia tidak bisa mendengar. Kris tidak mau itu terulang kembali, lebih baik dia tidak memiliki teman daripada dia memiliki teman dan setelahnya dia akan sendirian lagi.
"A-apa yang kalian bicarakan?!"
Sehun jelas mendengar ucapan Kris yang terdengar sendu, menggengam tangannya dengan kuat untuk mengontrol emosinya.
"Aku tahu kalau kau tidak bermaksud bersikap dingin kepada semua orang. Kau hanya tidak ingin orang-orang mengetahui kekuranganmu dan menyudutkanmu?"
Tepat sekali tebakanmu Kim Jongin. Tapi bagainama mereka tahu semuanya, dia kan tidak memberitahukan kepada satu orangpun di sekolah ini.
"Kita tidak seperti orang-orang diluar sana."
"Meskipun, ya kau selalu bersikap dingin pada kami, tapi saat tahu itu semua kau lakukan karena satu hal. Ini membuat kita merasa bodoh dan dibohongi Kris." lanjut Jongin penuh penekanan.
Kris masih tidak mengalihkan pandangannya ke bibir Jongin yang masih bergerak mengucapkan kata.
"Sudah tiga tahun kau menyembunyikanya. Dan kita baru mengetahuinya sekarang. Apa kau tidak ingin memiliki teman?"
Jongin menaikan suaranya yang jelasnya bisa didengar Joonmyeon, yang masih berdiam diri dibalik pintu. Mendengarkannya tanpa ada orang yang tahu keberadaannya.
"Siapa yang tidak ingin memiliki teman?"
"Aku, aku lebih menginginkannya dari siapapun." Kris memukul dada kirinya yang terasa sakit dari dalam saat dia berucap tadi.
"Tapi bisakah aku mendapatkan satu teman yang masih mau menjadi temanku, saat mereka tahu kalau aku ini tidak bisa mendengar?"
"Dihidupku hanya ada eomma seorang. Menerimaku apa adanya, tidak seperti orang-orang diluar sana yang menjahui orang sepertiku, tidak sempurna sepertiku. Mungkin orang-orang akan menyebut aku sebagai anak cacat!"
Entah mengapa Joonmyeon sudah mengeluarkan butiran bening dari kelopak matanya. Apa sesakit itukah rasanya tidak memiliki teman, bersyukurlah kau Joonmyeon dengan hidupmu. Meskipun kau sudah kehilangan kedua orang tuamu tapi kau masih mempunyai saudara dan teman yang ada disampingmu.
"Kalian tahu sakit yang aku rasakan di dalam sini. Begitu sakit bahkan tidak bisa aku dikatakan!" Kris menunjuk dan meremas dada kirinya.
"Kris..."
Joonmyeon menjatuhkan dirinya perlahan kelantai keramik yang dingin dan berdebu. Dia menutup mulutnya agar isakannya tidak terdengar oleh Jongin dan Sehun. Mereka tidak boleh tahu kalau dirinya sedari tadi mendengarkan percakapan mereka.
"Aku masih bisa bertahan disini karena ada Joonmyeon yang dangan senang hati menjadikanku temannya. Meskipun aku selalu berbohong mengenai kekuranganku ini kepadanya."
"Tapi bisakah kau memberitahunya untuk terakhir kalinya mungkin?"
Jongin mencoba menenangkan Sehun yang mulai bergetar hebat. Ada apa dengan namja flat face ini, sepertinya dia ingin menangis. Apa kehidupan Kris begitu menyentuh?
"Tidak, aku tidak ingin dia mengetahuinya, itu sama saja membuat hatiku hancur."
"Dia pasti mengerti." tambah Jongin.
"Aku tetap-."
"Lebih menyakitkan mana saat kau mengatakan kekuranganmu kepada Joonmyeon hyeong atau kau tidak bisa melihatnya lagi?!"
Sehun yang tidak tahan dengan semua ini berteriak keras. Kris menatap Sehun lekat-lekat, itu semua menyakitkan baginya.
"Sehun." Jongin memanggil dan mengenggam lengan Sehun dengan harapan Sehun tidak melanjutkan perkataannya.
"Berikan aku alasan kenapa kau tidak ingin memberitahu Joonmyeon hyeong."
Sehun tentu tahu dirinya keterlaluan saat dia membentak Kris, tapi bagaimana caranya lagi. Sehun juga merasakan hal yang sama meskipun bukan dirinya yang merasakannya.
Saat dirinya mengetahui kalau hyeong-nya yang lebih tua dua tahun darinya, tidak bisa berbicara karena kecelakaan dan hanya tersenyum lembut kepadanya.
Dan dia baru mengetahui dua hari setelah hyeong-nya meninggal kalau dia tidak bisa menjawab pertanyaan Sehun, bukan karena dia marah kepadanya tapi karena dia tidak bisa menyampaikannya dengan suara.
Hyeong-nya hanya menitipkan satu buku tipis kepada eomma untuk dirinya. Isinya adalah jawaban dari pertanyaan Sehun yang selalu hyeong-nya tulis.
"Kau tidak bisakan?" Sehun meremehkan.
"Katakan yang ingin kau katakan dengannya." Sehun menepuk pundak Kris dan mengajak Jongin pergi.
Benar yang dikatakan Sehun barusan. Tidak ada alasan untuk tidak memberitahu ini semua kepada Joonmyeon. Tapi bagaimana kalau Joonmyeon malah meninggalkanya.
Joonmyeon segera menghapus air mata yang masih membanjiri pipi mulusnya itu dengan kasar, dia bangkit dan menenangkan jantungnya yang terus bergejolak. Dia memberanikan memutar kenop pintu dan memandang namja yang selalu membuat hari-harinya selama lebih dari tiga tahun terakhir menjadi berwarna.
Kris masih saja memandang kebawah, tatapannya kosong seperti tidak ada harapan hidup lagi baginya. Bagaimana kehidupannya selanjutnya kalau disampingnya tidak ada Joonmyeon lagi, biarkan sikap egoisnya kali ini yang mengharapkan Joonmyeon tidak akan pergi dari sisinya.
"Kris..."
Kris merasakan ada derap langkah kaki di belakangnya yang mendekat. Apa itu adalah Joonmyeon. Jangan, jangan sampai itu Joonmyeon, mohony Kris dalam hati.
Kris membaalikan badannya dan membulatkan matanya yang mulai basah. "Su-suho."
Bukannya menjawab pertanyaan Kris barusan, Joonmyeon malah berjalan mendekati Kris.
"Apa kau mendengarkan semuanya?"
Kris merasa ada yang salah dengan sikap Joonmyeon, tidak biasanya Joonmyeon memasang wajah yang mirip sepertinya, datar dan memandang lurus.
Dia melirik mata Joonmyeon,terlihat merah dan basah di ujungnya. Apa dia barusaja menangis? Kris semakin memundurkan dirinya saat Joonmyeon terus-terusan menyudutkannya.
Duk!
Kris sekarang benar-benar tersudutkan, bukannya dia takut diapa-apakan oleh namja manis bernama Joonmyeon. Tapi saat dia tidak sengaja menatap langung pada iris coklat muda itu, dia tahu kalau pemuda dihadapannya itu sedang menatap marah.
"Kris..."
"YA SUHO!"
Kris segera memeluk tubuh Joonmyeon yang ambruk menimpa tubuhnya. Dia tidak tahu kenapa Joonmyeon bisa pingsan.
"Suho, sadarlah!"
Kris mengendong dan membawa tubuh Suho pergi. Membaringkan badan mungil Joonmyeon pelan kejok belakang mobilnya, tidak mungkin dia membawa Joonmyeon ke UKS, karena hari mulai malam dan sekolah akan ditutup.
.
.
Kris menggendong Joonmyeon saat mobilnya sudah masuk area parkiran apartemen milik malaikantnya yang tengah pingsan. Untung saja Joonmyeon pernah mengajaknya ke apartemennya. Kalau tidak, mungkin Kris akan membawa Joonmyeon pulang ke rumah.
Memasukkan kode pintu yang merupakan tanggal lahir Joonmyeon. Sesegera mungkin Kris membawa tubuh ringan Joonmyeon kekasur kamarnya.
"Suho, Suho-ya!"
Kris mencoba membangunkan Joonmyeon dengan menepuk-nepuk pipi chubby itu. Namja blonde itu keluar dari kamar Joonmyeon dan selang beberapa menit dia membawa baskom dan handuk kecil ditangannya.
Perlahan Kris mulai mencelupkan handuk itu kedalam baskom berisi air dingin dan memerasnya agar air itu tidak terlalu basah. Dia mengecek dahi Joonmyeon dengan telapak tangannya, setelah itu dia meletakan handuk ke kening Joonmyeon.
"Aku akan membuatkanmu bubur."
Kris meletakan baskom ke meja yang ada disamping ranjang Joonmyeon dan melangkahkan kakinya keluar kamar. Dia memembuka kulkas dan menemukan dua potong ayam dan satu ikat bayam.
Mengambil panci yang berukuran sedang, mencuci beras, memasak air dan memasukkan beras. Mengaduknya rata, memotong ayam dan bayam menjadi kecil, menambahkan ayam dan bayam kedalam buburnya yang sudah hampir matang. Kris melakukannya sendiri dalam diam.
Kris mengambil mangkuk didekat bak pencucian dan memasukan buburnya kedalam mangkuk dengan sendok besar.
Kris kembali kekamar Joonmyeon dan menyalakan lampu kamar karena hari sudah mulai gelap. Dia meletakan buburnya itu disamping baskom, mendudukan diri disamping Joonmyeon.
"Kau marah denganku?"
Kris memandang tangan Joonmyeon diam. Mencoba menggenggamnya dengan lembut agar sang pemilik tangan tidak bangun.
"Mianhaeyo Suho-ya." Mendekatkan tangannya yang masih setia menggengam tangan Joonmyeon ke pipinya.
Joonmyeon perlahan membuka matanya yang terasa berat dan mencoba bangun, tapi dia urungkan niatnya karena merasa ada yang memegang tangannya. Dia mengalihkan pandangannya ke jam dinding yang sudah menunjukan jam sepuluh malam.
Dia membawaku ke sini, dan merawatku?
Joonmyeon menutup matanya saat ada gerakan dari Kri. Kris meringis sakit karena posisi tidurnya yang tidak benar, mengusap punggungnya yang terasa tersetrum.
"Kau belum bangun ya? Tapi buburmu sudah dingin." Kris memandang bubur buatannya dengan sedih.
"Aku tahu kau mendengar semuanya. Tapi aku mehon kau jangan pergi, kau satu-satunya yang membuat duniaku bersinar."
"Tidak ada yang ingin berteman denganku disekolah, hanya kau yang masih sanggup dengan sikap dinginku ini." Kris menggenggam tangan Joonmyeon dengan erat, membuat Joonmyeon sedikit meringis merasakan sakit.
"Aku tidak ingin egois Suho. Tapi bisakah sikap egoisku kali ini yang bertindak?"
Satu butir air mata itu lolos dari kelopak mata Kris, tanpa dia sadari. Jatuh tepat di punggung tangan Joonmyeon.
"Aku hayan memintamu untuk datang ke hari ulang tahunku. Kalau kau bisa."
Meskipun Kris tahu ucapannya tidak akan didengar Joonmyeon, tapi dia ingin mengatakannya. Kris bangkit dan meninggalkan Joonmyeon sendiri di kamarnya.
"Semoga kau melupakanku Kim Joonmyeon." dengan tutupnya pintu kamar Joonmyeon, Kris berucap.
Joonmyeon mendudukan dirinya diatas kasur, membuka matanya yang sudah basah dengan air mata.
"Kau tidak pernah memanggilku dengan nama asliku Kris. Apa kau sudah tidak ingin aku ada dikehidupanmu."
Selama ini, Joonmyeon tahu panggilan yang sangat ia rindukan adalah dari kedua orang tuanya. Tapi kali ini dia menyadari, kalau panggilan yang ingin dia dengar adalah panggilan yang khusus di buat oleh Kris kepadanya, Suho.
Joonmyeon berpikir, dia bukanlah malaikat yang seperti didongeng saat Kris memanggilnya Suho. Sekarang dia tahu apa alasan sebernarnya Kris memanggilnya seperti itu. Malaikat yang selalu menerimanya apa adanya, mengajaknya berbicara dan mau berteman dengannya.
"Kenapa kau berbohong padaku?" Joonmyeon tidak sanggup melanjutkan perkataannya dan malah menangis sejadi-jadinya.
"Jangan pergi." ucap Joonmyeon lirih dan dirinya tidak dapat lagi menahan tubuhnya, dia ambruk di kasurnya.
.
.
.
TBC
.
.
.
Reply :
akiko ichie : i hear u voice? Hahaha, sayangnya aku blum liat tuh drama, yang main Lee jung suk kan? Aku fansnya :D Coba lihat yang Can you hear my heard, sepertinya sama O.O/? ini dilanjut! Makasih review-nya.
elfishminxiu : iya, doain aja biar jalannya dipermudahkan/? Kalau suhonya sih harus tetep ada disampingnya Kris. Ini udah lanjut! Makasih review-nya.
KrisHo WonKyu : Bisa jadi, bisa jadi. Ini udah lanjut! Makasih review-nya.
HamsterXiumin : Anda orang pertama yang membuat saya bingung mau jawab bagaimana kalau pertanyaan anda begitu banyak... tapi ok, Kris emang punya gangguan pendengara, tapi parah atau enggaknya aku gak tahu #brak. Pertanyaan yang suho bakalan ninggalin Kris kita tunggu aja di chap depan, dan SeKai-nya bakalan bantu Kris mulai chap ini, makasih review-nya.
BabyWolf Jonginnie'Kim : Makasih atas partisipasi dan dukungannya ya chingu, Aku terharu *tisu mana tisu* #elap_ingus.
PikaaChuu : Apa rasa penasarannya udah hilang karena ini dilanjut? Atau bakalan penasaran lagi. Makasih kalau chingu bilang ff aku feel-nya dapet, makasih!
jimae407203: ini programnya udah happy ending kok/? Oh, maaf kalau ada typo, belum sepenuhnya aku edit, jadi maaf. Dan makasih udah mampir. Makasih review-nya.
pororopooh : ini dilanjut, tapi masih TBC. Makasih review-nya.
dhearagil : salam kenal juga dhea ^^ ada kok yang nyatain cintanya. Kris tuli tuh ceritanya udah dari lahirnya chingu, dan mungkin ada beberapa moment KaiHun disini :D dan.. ini lanjut, meskipun lamaaaaaaaa banget update-nya.
boobearSarang : Sesuju sama pendapat chingu, iya sih lama2 bosen kalau ceritanya Kris yang tidak memiliki kekurangan apapun(sempurna). Makasih udah tunggu chap ini dengan suka rela.
Han Arass : Aku juga suka kamu chingu/? #abaikan. Ini udah lanjut, kalau berapa chap masih belum tahu sayannya, maaf. Salam kenal juga dan makasih sudah mampir.
Emmasuho : sabar ya, Krisnya juga sabar kok, kan ada Suho disampingnya. Ini dilanjut loh, makasih review-nya.
Raemyoon : ini enggak sad kok, Cuma angst ._.? tapi tetep happy ending. Doakan saja seperti itu. Makasih review-nya.
-Jae-
09.08.14
