The Lost Soul
By : Han Dalgi
Disclaimer : This Fanfiction is Mine
.
Genre : Spiritual, Mystery , A little bit of Fantasy
.
Main Pair : DaeJae
.
Cast :
Banghim as Youngjae's Parent
One Voices (Jaehan & /Dongsuk) as SPY
Zelo as Warrior
.
Ket : Warrior adalah Makhluk sejenis peri yang menjaga dan melindungi keluarga Jung.
Tubuhnya seukuran kepala Cash-an handphone dan memiliki antena yang menyerupai telinga kelinci yang mencuat diatas kepalanya dan berwarna hitam dengan biru muda ditengahnya
Setiap anggota keluarga Jung memiliki satu Warrior
Zelo merupakan Warrior Daehyun, ia mengenakan singlet putih berhiaskan gambar totomato dan celana panjang berwarna hitam.
Rambutnya berwarna Light Grey
.
.
Previous Chapter :
Penumpang yang baru datang dan akan duduk disebelah Youngjae melebarkan matanya dan bergeser menuju sisi lain kursi itu ketika mendengar Youngjae berbicara. Youngjae terbelalak, ia tidak bermaksud mengatakan hal itu pada penumpang itu, ia kemudian berusaha menjelaskan kepada penumpang itu.
"A-"
"Hahaha, kau lihat tampangnya itu?" Ucap Daehyun memutuskan usaha Youngjae
"Please deh, kau pikir itu lucu?" bisik Youngjae
"Lumayan…Apa kau ingin lihat hal yang lebih menarik?"
.
Chapter 2
.
Daehyun berdiri dari tempat duduknya, mata Youngjae mengikuti pergerakkan Daehyun dan ia pun ikut berdiri sambil memegang sandaran kepala kursi didepannya, Daehyun membungkukkan badannya dan meniup seseorang yang nampaknya seorang wanita dilihat dari rambut yang terurai panjang serta rok pendek yang mempertontonkan paha putih mulusnya yang saat ini sedang duduk di kursi depannya itu. Youngjae menelan ludahnya pelan, ia khawatir dicap sebagai seorang Pervert karena perbuatan Daehyun yang tidak bisa dilihat oleh siapapun itu dan mengerut pasrah jika dirinya akan dipukul oleh wanita yang ada di depannya itu. Alangkah terkejutnya Youngjae ketika orang yang dihadapannya itu membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa pelaku yang meniup tengkuknya. Youngjae membelalakkan dan melebarkan kedua matanya,jika matanya adalah dua buah bola yang sedang dipegang, bola itu pasti sudah jatuh terlepas dan menggelinding. Orang itu menatap Youngjae dengan pandangan bertanya kemudian tersenyum cerah mendapati pelakunya adalah Flower Boy seperti Youngjae, ia kemudian melangkahkan kakinya dan menduduki kursi di sebelah Youngjae.
'Aduh, mampus gue…disamperin terong-terongan kayak gini. Awas kau Jung Daehyun!'
Youngjae tersenyum sekilas saat orang itu menoleh kepadanya, kemudian ia mengeluarkan buku dari tasnya dan berpura-pura membaca buku itu agar tidak diganggu oleh makhluk tersebut. Orang itu terus melirik Youngjae, perlahan-lahan ia mengulurkan tangannya dan meletakkannya diatas paha Youngjae.
Youngjae terbelalak ketika merasakan dan melihat tangan orang itu berada diatas pahanya, dapat ia dengar dengan jelas Daehyun saat ini tengah tertawa terbahak melihat hal yang terjadi padanya. Youngjae mengangkat tangan orang itu dari atas pahanya dan menghempaskannya. Orang itu menatap Youngjae dan berkedip-kedip genit, Youngjae buru-buru bangkit dari kursinya dan keluar dari bus begitu bus itu berhenti.
.
"Hei, kau marah ya?" ujar Daehyun
Youngjae hanya memasang wajah masamnya tanpa menjawab pertanyaan ataupun memalingkan wajahnya pada Daehyun dan terus berjalan melewati gerbang kampusnya, menuju ruang kelas.
"Kalau kau cemberut seperti itu, kau mirip bebek tau.."
Youngjae berhenti melangkah, ia menoleh dan mendelik tajam pada Daehyun kemudian mengangkat sebelah alisnya sambil menggertakan giginya. Tentu saja Youngjae marah karena perbuatan Daehyun tadi di bus, dan sekarang ia bertambah marah karena Daehyun mengatainya mirip bebek. Youngjae mengibaskan tangannya didepan Daehyun, memberi isyarat agar Daehyun pergi dari hadapannya.
.
.
.
Youngjae menopang dagu dengan sebelah tangannya di meja, kelas yang ricuh mendadak hening saat Dosen Killer Cho memasuki ruang kelas. Dosen Cho membuka laptopnya, kemudian menghubungkannya dengan OHP. Papan tulis yang berada didepan kini terbiaskan cahaya yang dipancarkan oleh proyektor dan menampilkan Materi Jaringan Komputer, Mata Kuliah yang kini sedang berlangsung. Sesekali Dosen Cho menunjuk layar menggunakan laser sambil menjelaskan isi materi, tiba-tiba Daehyun melangkahkan kakinya keluar dan tubuhnya menembus papan tulis yang menempel di dinding. Ia kini tengah berdiri didepan kelas, menghadap seluruh mahasiswa yang duduk diam namun matanya menatap papan tulis yang berada tepat dibelakang tubuh tembus pandangnya. Daehyun menyapu pandangannya ke seluruh ruangan kelas, ia tersenyum ketika melihat Youngjae yang duduk diantara mahasiswa lain dan melambaikan tangannya pada Youngjae yang mengacuhkannya dengan menampilkan ekspresi datar. Daehyun menggembungkan pipinya menyadari Youngjae masih kesal padanya. Ia melirik Dosen Cho yang berdiri di samping papan tulis dan memperhatikan gerak-gerik serta cara bicaranya. Daehyun menggerak-gerakkan bibirnya mengikuti gerakan dan gaya bicara Dosen itu sambil memonyong-monyongkan bibirnya. Kemudian ia menari ala-ala bebek,seperti gambaran gadis mesir/Cleopatra yang pernah dilihatnya ( mukanya menghadap kesamping,sebelah tangannya terangkat ke atas dan tangannya yang lain ke bawah seperti kepala bebek atau ular), dan sesekali ia juga meliuk-liukkan badannya menuruti tarian nagin, si ratu ular dari India, menari perut yang mungkin bukan keahliannya. Kemudian Daehyun menggoyangkan pinggulnya sambil mengangkat jempolnya menarikan goyang bang jali sambil mulutnya terus melantunkan kata 'ayo goyang dumang'. Di tempat duduknya Youngjae berusaha menjaga ekspresi wajahnya agar tetap datar namun mata dan bibirnya terus bergerak melihat tingkah Daehyun didepan kelas. Youngjae tak tahan lagi, ia pun menahan tawanya dengan menutup mulutnya menggunakan tangan kiri sedangkan tangan kanannya memegang perutnya yang mulai terasa sakit. Mata kuliah Dosen Cho telah berakhir, ia pun keluar dari ruang kelas Youngjae. Sambil menunggu Dosen yang akan mengisi mata kuliah selanjutnya datang Youngjae memanfaatkan waktu dengan mulai menstabilkan napasnya yang tersengal-sengal akibat menahan tawa tadi, ia pun menghapus kedua sudut matanya yang terasa basah karena mengeluarkan air mata.
.
.
.
oooOOOOooo
.
Seorang pria berjas hitam dan berambut hitam memasuki sebuah gedung tinggi, setelah melewati meja resepsionis ia melangkahkan kakinya kedalam lift kemudian menekan tombol berangka 19. Lift bergerak dengan kecepatan 4 meter per detik, terdengar bunyi berdenting menandakan lift yang dinaikinya telah sampai di lantai yang ia tuju. Pintu lift pun terbuka dan Pria yang menggunakan setelan hitam itupun berjalan menyusuri koridor menuju kantor dan ruang tempat Direktur yang memperkerjakannya berada. Ia berhenti di depan meja sekertaris direktur yang kini menggunakan telepon untuk menghubungi direktur bahwa pria itu sedang menunggu didepan ruangannya, telepon itu ditutup dan sekertaris itu mengangkat dan menengadahkan sebelah tangannya memberi isyarat bahwa pria itu dipersilahkan langsung memasuki ruangan direktur. Pria itu mengetuk pintu dan memasuki ruangan atasannya yang kini tengah duduk di kursi kulit membelakangi meja kerjanya. Direktur itu memutar kursinya, memandangi pria berjas hitam yang berdiri dihadapannya. Nampak kerutan disekitar kedua matanya yang dibingkai oleh kacamata oval yang tebal dan bertengger di tulang hidungnya serta uban putih yang menghiasi rambutnya, menandakan bahwa umurnya sudah tidak muda lagi. Ia menangkupkan kedua tangannya di depan hidungnya, sikunya menempel di meja yang dilapisi oleh kaca yang mengilap. Suara beratnya menyapa pendengaran pria berjas hitam.
"Apa kau sudah menemukannya?"
"Kami hampir saja mendapatkannya tapi ia menghilang lagi, seperti biasanya"
Direktur itu mengepalkan tangannya erat, kemudian memijit pelipisnya pelan sambil berusaha menenangkan pikiran yang selama ini membebani pikirannya.
"Apa kau mendapatkan petunjuk baru tentang mereka?"
"Walaupun terlambat mengetahuinya, tetapi kini mereka menggunakan marga Yoo sebagai nama depannya"
Direktur itu menunduk, pandangan matanya berubah sendu. Ia menarik napas dan menghembuskannya perlahan.
"Hm, pantas saja sulit untuk melacak keberadaan mereka. Kabari aku secepatnya jika kau mengetahui hal apapun mengenai mereka"
"Baik, saat ini kami tengah menyelidiki orang-orang yang dulu menjadi tetangga mereka"
Pria berjas hitam itu tersenyum setelah memberi laporan, mata foxy-nya menyipit membentuk eye smile dan bibirnya terbuka menampakkan gigi gingsulnya. Kemudian ia membungkuk sebelum meninggalkan ruangan direktur lalu menghubungi partnernya yang saat ini tengah mengelilingi Seoul, mencoba mencari petunjuk serta keberadaan orang yang sudah lama dicari oleh sang direktur.
.
.
.
oooOOOOooo
.
Seluruh mahasiswa beranjak meninggalkan kelas ketika jam istirahat tiba, tapi tidak dengan Youngjae yang masih duduk dibangkunya dan kini mulai menelungkupkan tangan dan kepalanya diatas meja.
"Youngjae-ah"
"Hmm?"
"Kau masih marah padaku?"
"Ani"
"Youngjae-ah"
"Hmmm?"
"Kau tidak ke kantin untuk makan?"
"Aku mengantuk karena semalam ada yang terus mengoceh dan mengurangi jam tidurku"
Daehyun yang duduk disebelah kursi yang ditempati Youngjae terdiam ketika mendengar hal itu kemudian ia menelungkupkan dan memiringkan kepalanya, memandangi wajah damai Youngjae yang menghadap kearahnya. Hembusan napas teratur Youngjae mulai terdengar di telinga Daehyun, ia mengerucutkan bibirnya dan mengibaskan tangannya dihadapan wajah Youngjae.
"Youngjae-ah, Youngjae-ah"
Tidak ada respon apapun dari Youngjae menandakan ia telah kehilangan kesadaran dan memasuki dunia yang berbeda, yang disebut alam mimpi. Daehyun mencondongkan badannya dan meniup wajah Youngjae, Nampak surainya tersibak pelan akibat perbuatan Daehyun. Youngjae mengernyitkan alis dan dahinya, ia sedikit terusik oleh angin yang menerpa wajahnya kemudian mengubah posisi kepalanya menghadap sisi lain dan membelakangi Daehyun.
'Ck, dia benar-benar sudah tidur kan? Hehe… mungkin ini kesempatan untukku'
Daehyun bangkit dari kursi yang didudukinya, kemudian ia beranjak mendekati tubuh Youngjae yang tengah tertidur.
.
.
Youngjae berjalan di koridor Kampusnya, melewati para mahasiswa yang asik mengobrol ataupun berjalan berlawanan arah dengannya. Ia melangkahkan kakinya menuju tempat yang sudah lama dinantikannya, Kantin kampus. Youngjae berdiri didepan meja panjang tempat pemesanan sekaligus kasir yang Nampak seperti tempat pemesanan fast food pada umumnya. Ia mengamati layar yang menampilkan menu beserta daftar harga yang tertera. Youngjae merogoh sakunya memeriksa uang yang dibawanya dan menggigit bibirnya, uang yang dibawanya tidak cukup untuk membeli salah satu dari daftar makanan yang tersedia di kantin ini.
"Youngjae-ah, kau mau pesan apa?" Tanya seorang Ajumma
"Ah? A..aku…uangku tak cukup"
"Apa mau dimasukkan kedalam buku tagihan lagi?"
Mata Youngjae membulat melihat buku panjang dan tebal yang diketuk-ketukan oleh Ajumma itu dihadapan wajahnya, dengan antusias ia mengangguk dan mulai memesan makanan dari daftar menu.
Youngjae duduk di salah satu bangku setelah menyimpan Cheesecake di atas meja. Ia memotong Cheesecake dengan garpu lalu menusuknya, tapi ia meletakkan kembali garpu itu dengan cara membantingnya ketika melihat Zelo berdiri didepan piring kecil dan tengah melotot ke arahnya.
"Hyung…sebaiknya kau cepat kembali"
"Aku tidak mau!"
"Mereka semua Khawatir dan mencari keberadaan dirimu, Hyung…"
"Ck, rahasiakan keberadaanku"
"Tapi Hyung-"
"Kau tahu pasti apa alasanku tidak mau kembali kan? Zelo-ya?"
Zelo terdiam mendengar perkataan itu dan merenunginya, ia juga tidak mau hal itu terjadi namun ia tidak bisa terus mengelak dan berpura-pura tidak mengetahui dimana keberadaannya saat keluarga besarnya bertanya kepada Zelo.
.
.
.
Youngjae bergidik dan mengeryitkan dahinya bingung ketika dilihatnya Daehyun terus menerus tersenyum lebar menampilkan deretan giginya.
'Apa dia sudah gila? atau dia terobsesi menjadi bintang iklan pasta gigi?' batinnya
Youngjae kini berada di bioskop, tempat ia melakukan kerja paruh waktunya setelah menyelesaikan semua mata kuliahnya. Youngjae mengepel lantai dan menghentikan gerakan tangannya saat tongkat pel yang dipegangya beradu dengan standing poster salah satu Film yang ada di bioskop itu. Film itu berjudul Dancing in The Rain, ia memandangi poster itu cukup lama. Pemeran utama Pria menggunakan tangannya untuk menangkup wajah pemeran wanita itu dan mengecup dahinya. Youngjae dapat mengenali Pemeran utama pria itu adalah seorang model terkenal multitalenta yang baru memulai debutnya sebagai Actor Film, dimana ia juga merangkap profesi sebagai seorang penyanyi. Daehyun meniup poster itu hingga terjatuh, Youngjae berdecak kesal dan membetulkan posisi poster itu. Daehyun meniup poster itu lagi, Youngjae menolehkan pandangan tajamnya pada Daehyun dan memutar bola matanya. Youngjae membungkuk hendak mendirikan poster itu lagi namun Daehyun tetap meniupnya, menyebabkan poster yang setengah berdiri itu terjatuh lagi sebelum berdiri tegak. Youngjae mendesah dan menggeram kesal pada Daehyun, ia kemudian membanting tongkat pelnya ke lantai sebelum mengeluarkan amarahnya.
"Ya! Jung Daehyun!"
"Singkirkan Poster itu!"
"Mana mungkin?! Film ini baru saja release dan tengah diputar di bioskop manapun!"
Daehyun mendengus, ia mengalihkan pandangannya ke arah lain dengan tatapan kesal.
"Aku tak suka melihatnya!"
Youngjae menautkan alisnya mendengar perkataan Daehyun, ia merasa tidak ada yang salah dengan poster itu. Melihat reaksi Daehyun yang agak berlebihan melihat poster Film itu lantas Youngjae berpikir mungkin saja Daehyun adalah Antis salah satu pemeran dalam Film itu.
"Kalau begitu tidak usah dilihat, Simple kan?" ucapnya
Daehyun menghembuskan napasnya keras lalu pergi meninggalkan Youngjae yang sekarang membetulkan poster itu dan melanjutkan kembali pekerjaannya yang tertunda, ia kemudian bersendawa dan menggaruk kepalanya bingung ketika merasakan perasaan menusuk yang menyengat dihidungnya seperti sehabis meminum Cola. Tak lama kemudian ia memicingkan matanya ketika melihat pantulan dirinya dicermin dan menemukan sesuatu di ujung bibirnya. Youngjae menyentuh sudut bibirnya dengan ibu jarinya dan menyadari bahwa itu adalah krim keju.
'Memangnya Kapan aku minum Cola dan makan Cheesecake?' tanyanya dalam hati
.
.
.
Yongguk bangkit dari kursinya setelah mematikan Komputer dan menyelesaikan pekerjaannya. Kemudian ia pergi ke kedai sushi yang terletak dua blok dari kantornya untuk mengisi perut. Yongguk menelan kunyahan terakhirnya dan menyimpan sumpit di meja, ia hendak beranjak dari kursi namun diurungkannya ketika melihat pemandangan diluar. Yongguk melebarkan kedua matanya dari balik kaca ketika melihat dua orang pria berjas hitam keluar dari mobil yang mulai berpencar dan menggerakkan matanya lincah seperti tengah mencari keberadaan seseorang. Ia meringkuk di kursi dan menutupi wajahnya dengan daftar menu kemudian ia mengeluarkan handphone untuk menelepon teman kantornya.
.
.
"Kau yakin ia berada di kawasan ini?" Tanya Jaehan
"Mungkin saja, tidak ada salahnya kita mencoba kan?" Ucap Dongsuk
"Baiklah, sebaiknya kita berpencar agar lebih mudah mencarinya"
Jaehan dan Dongsuk melangkahkan kakinya ke arah yang berbeda, berusaha menajamkan pandangan mereka dalam usaha mencari keberadaan seseorang yang kini tengah dicari. Ada seorang informan yang mengatakan bahwa Yongguk sering terlihat di kawasan Apgujong , mungkin saja ia bekerja atau bertempat tinggal di daerah ini. Dongsuk memegang perutnya yang berbunyi, sejak kemarin malam ia belum makan apapun karena sibuk bekerja. Ia melangkahkan kakinya ke salah satu café terdekat yang beresebrangan dengan kedai sushi dan memesan Sandwich serta Americano untuk mengganjal perutnya. Dongsuk membawa baki yang berisi pesanannya menuju salah satu meja yang berada disana. Sambil menikmati makanannya ia tidak melupakan tugas yang sedang dikerjakannya, matanya terus mengamati daerah sekitar sementara mulutnya sibuk mengunyah. Pergerakan bola matanya mendadak terhenti ketika melihat sosok yang dikenalnya membuka pintu dan keluar dari bangunan diseberang café tempat dia berada sekarang. Dongsuk cepat-cepat mengunyah Sandwichnya dan menegak americanonya dalam sekali teguk, ia bangkit dari kursi sambil tangannya menekan Bluetooth handsfree yang menempel ditelinganya.
"Jaehan-ah, aku sudah menemukannya"
.
.
.
TBC
Mind to Review?
