"Terlalu sakit untuk ku rasakan, apakah aku harus memendam rasa ini?"

Title : Waiting For Your Love.

Author : Sang Hwa HONEST.

Cast/Pairing : Siwon/Yesung (Main), Siwon/ZhouMi, Kyuhyun/Yesung, Kyuhyun/ZhouMi, Siwon/Kibum (Slight).

Genre: Yaoi, Romance, etc.

Length: (2/?).

Disclaimer: Yesung itu milik Clouds, Siwon itu milik semua umat (?), Zhou Mi milik saya *PLAKK dan Kyuhyun milik Yesung, Siwon, & Zhou Mi #EviLaugh

Summary: Yesung adalah seseorang yang begitu mencintai seorang Choi Siwon, namun apakah Siwon juga mempunyai perasaan yang sama? Hanya dirinyalah yang tahu? Dan apakah Yesung bisa membuat Siwon jatuh cinta terhadapnya?

Warning: BL (Boys Love), OOC, Crack Pair, dan seperti biasa saya ingatkan sebelum membaca FF ini siapkan mental, jiwa, dan raga untuk melihat TYPO yang bertebaran dimana – mana dan dengan di dukung EYD yang mengenaskan, karena saat publish saya tidak membaca ulang FF ini, alur maksa, dsb. Jika kalian tidak suka dengan FF ini, sudah sejak awal saya ingatkan untuk angkat kaki sebelum kalian member FLAME kepada saya.

ONCE MORE DON'T LIKE DON'T READ

ANTIS FOR YAOI? PLEASE GO AWAY

MASIH TETAP MAU BACA?

HAPPY READING

Yesung Pov

Mimi, mianhae aku baru datang lagi, sudah satu bulan aku tidak mengunjungi mu, kau sekarang hidup damai di surga tanpa merasakan sakit lagi bukan? Bolehkah aku bercerita dengan mu lagi Mi seperti dulu, kau selalu mau mendengarkan cerita ku dan begitu juga sebaliknya, kau ingat dulu ketika kau masih menjadi kekasih dari Kyuhyun? Kau selalu menyuruhku untuk mendekati Siwon bukan? Tetapi sayangnya aku selalu menolaknya, karena aku sebenarnya tahu kau lah yang mencintai Siwon, dan begitu juga sebaliknya, dan entah karena apa juga kau selalu tersenyum seolah – olah kau sangat mencintai Kyuhyun ketika kau dengan begitu antusias berkata bahwa nanti kita berempat akan menikah bersama dalam satu gereja….

Flash Back

Hari ini adalah hari ulang tahun Kyuhyun, dan Zhou Mi berencana mengajakku untuk memilih – milih kado apa yang cocok untuk Kyuhyun di hari ulang tahunnya, aku harus menghela nafas sesaat jika mengingat bahwa hal yang akan kami lakukan adalah pergi ke pusat perbelanjaan, ya memang hobi berbelanjanya itu tidak bisa dianggap sebelah mata, karena ia akan bisa membuat ku menghabiskan uang dalam sekejap.

"Sungie, menurut mu lebih cocok yang mana antara kalung yang berbentuk hati ini, atau berbentuk bintang ini?" Zhou Mi menunjukkan dua buah benda yang berbeda kepada ku.

"Emmm….. menurut ku lebih bagus yang berbentuk hati ini Mi." Seruku sembari mengarahkan jari telunjukkan ke sebuah kalung yang berbentuk hati tersebut.

"Hahahahahaha pilihan yang bagus Sungie, Kyuhyun pasti senang menerima kalung ini." Serunya begitu bahagia.

"Mi, apa kau benar – benar mencintai Kyuhyun?" Ucap ku tiba – tiba dan entah dapat bisikan setan dari mana.

"Ma-maksud mu apa Sungie?" Kelihatannya dia begitu terkejut dengan pertanyaan ku.

"Iya, apa benar kau mencintai Kyuhyun?"

"Te-tentu saja aku sangat mencintainya Sungie." Ia masih terlihat menutupi kegugupannya.

"Ta-tapi aku tidak melihat bahwa kau mencintainya Mi?" Ucapku penuh selidik.

"Hanya perasaanmu saja Sungie, lalu bagaimana dengan mu sendiri dan juga Siwon?"

"A-aku tidak tahu." Jawabku seadanya.

"Heuh?" Zhou Mi terlihat menautkan alisnya.

"Ke-Kenapa kau memandangku seperti itu?"

"Bukankah aku sudah bilang kepadamu kalau kau ini sangat cocok dengannya, lagi pula kau menyukainya kan?"

"Iya memang benar aku begitu menyukainya, tapi kelihatannya dia tidak menyukaiku." Ucapku dengan sedikit menundukkan kepalaku ku.

"Mungkin saja belum, dan belum tak berarti tidak bukan?" Serunya sembari menepuk bahu ku perlahan.

"Mi, sebenarnya Siwon sangat menyukaimu, apa kau tidak tahu?"

"Hahahahahaha memang benar Siwon menyukai ku tapi hanya sekedar menyukai ku sebagai calon adik iparnya, tidak lebih."

"Tapi menurutku dia mempunyai perasaan yang lebih terhadapmu."

"Itu ha…." Perbincangan kami terputus karena tiba- tiba Zhou Mi harus mengangkat sebuah telepon yang aku sendiri tak tahu dari siapa.

"Mianhae Sungie aku meninggalkanmu sedikit lama."

"Gwanchana Mi tapi kenapa kau terlihat senang sekali?" Seru ku penasaran.

"Tadi Kyuhyun menelpon ku dan dia tadi mengatakan bahwa kita berdua diundang makan malam sekalian untuk merayakan ulang tahunnya."

"Kita?" kagetku.

"Iya kita, aku dan kau."

"Untuk apa dia mengundangku juga?"

"karena kau ini kan kekasihnya Siwon…. Maka dari itu sebaiknya kita berdua datang." Zhou Mi tersenyum tulus terhadapku dan menurutku dia selalu membuatku blushing setiap saat jika harus membicarakan Siwon.

"Ah ne aku mengerti, tapi perlu kau ingat, aku dan Siwon tidak punya hubungan apapun." Jawabku sembari mencoba menutupi wajah ku yang memerah.

Malam pun telah tiba, dan ini saatnya kami berdua pergi ke rumah keluarga Choi untuk menghadiri undangan makan malam yang bertepatan dengan ulang tahun Kyuhyun. Kedatangan kami pun langsung disambut oleh Mrs. Choi, beliau terlihat begitu anggun, dan masih terlihat sangat muda padahal putra beliau pun sudah dewasa semuanya.

"Annyeonghaseo Ahjumma." Sapa kami ramah.

"Akhirnya kalian datang juga, ayo silahkan masuk, Ahjussie, Kyuhyun dan Siwon telah menanti kalian di ruang makan." Ajak beliau begitu ramah terhadap kami, dan sekarang kami berjalan di belakang beliau menuju langsung ke ruang makan.

Di ruang makan terlihat Kyuhyun dan Siwon yang sedang asyik berbincang ringan dengan Choi Ahjussie, mereka berdua terlihat begitu tampan, apalagi Choi Siwon, Oh God kenapa Engkau menciptakan manusia begitu sempurna? Aku hanya bisa terpukau menatap setiap lekuk wajahnya. Mungkin karena aku terlalu asyik melamun sampai – sampai aku tak sadar jika Zhou Mi menarik tanganku dan aku sudah terlihat duduk di sebelah kiri Siwon, sedangkan ia sendiri duduk di sebelah kanan Kyuhyun. Aku hanya bisa menghela nafasku dalam – dalam disaat seperti ini, karena rasanya jantung ku seakan – akan meledak, aishhh Zhou Mi, awas kau nanti, umpatku. Siwon kini memendangku, dan itupun sukses membuatku menundukkan kepala begitu dalam karena aku merasa gugup.

"Si-siwon." Ucapku lirih dan ia hanya tersenyum memperlihatkan kedua dimple-nyadan itu sungguh tampan. Walaupun dia hanya memandangku sekilas namun aku sudah sangat senang.

Kini acara makan malam pun telah di mulai, sembari makan, kami hanya mengobrol ringan diiringi candaan dari Choi Ahjussie yang terlihat sangat baik menurutku.

"Zhou Mi, kau tidak apa – apa?" Tiba – tiba Choi Ahjumma memandang Zhou Mi dengan sedikit khawatir, dan memang entah ini karena hanya perasaan ku saja atau karena apa aku juga merasakan kalau Zhou Mi sedang dalam keadaan tidak baik.

"Gwanchana Ahjumma, aku hanya pusing sedikit." Serunya sembari memegang sebelah kepalanya.

"Mau aku antar ke kamar untuk istirahat?" Kini Siwon hendak berdiri dan mengajak Zhou Mi untuk beristirahat, dan entah kenapa hatiku begitu sakit melihatnya, cemburu? Sudah pasti karena fakta bahwa Siwon & Zhou Mi saling mencintai itu merupakan alasan dasar kenapa aku bisa cemburu dengan keadaan saat ini.

"Tidak apa – apa Wonnie, aku baik – baik saja." Tolaknya secara halus, setidaknya aku sedikit senang mendengarnya, namun tidak dengan Siwon yang kini terlihat sedikit kesal dengan penolakan tersebut.

"Kau benar tidak apa – apa Mi?" Kini aku mencoba beranjak dari tempat dudukku dan berjalan ke arahnya.

"Iya benar aku tidak apa – apa." Jawabnya singkat.

"Tapi aegya, kau begitu pucat." Kini Choi Ahjussie yang juga mulai khawatir dengan keadaan Zhou Mi.

"Gwanchana Ahjussie." Tolaknya kembali.

"Baiklah mengingat kondisi Zhou Mi yang kurang sehat, jadi sebaiknya langsung saja aku sampaikan suatu hal untuk kalian sekarang." Kini Choi Ahjussie mulai berbicara serius disambut dengan senyuman oleh Mrs. Choi dan juga keterkejutan dari kami semua.

"Hal penting?" Seru Kyuhyun yang memang terlihat sama bingungnya dengan ku bahkan mungkin dengan Zhou Mi dan juga Siwon.

"Ne Kyu, kau benar hal penting yang akan Appa sampaikan untuk kalian." Mr. Choi terlihat begitu serius.

"Jadi sebaiknya kalian dengarkan saja Aegya, pengumuman dari Appa."

"Emmmm… Wonnie…. Sudah saatnya kau menggantikan posisi Appa di perusahaan."

"T-tapi Appa, aku kan masih kuliah dan lagi pula aku masih semester 2?" Aku pikir Siwon terlihat mengelak dari permintaan Appanya.

"Gwanchana Wonnie, makanya kau bisa belajar dari sekarang, tetapi sebenarnya bukan itu yang ingin Appa sampaikan kepada kalian semuanya disini."

"Lalu apa yang ingin Appa sampaikan?" kini giliran Kyuhyun yang begitu penasaran.

"Siwon harus segera menikah." Seketika aku shock mendengar apa yang diutarakan Choi Ahjussie.

"Me-menikah? Dengan siapa Appa? Dan ke-kenapa mendadak sekali Appa mengatakannya?" Siwon menghujani banyak pertanyaannya kepada Appanya tersebut.

"Kau akan menikah dengan Zhou Mi." Ucap Choi Ahjussie dengan terus memandang Zhou Mi yang terlihat terkejut sama halnya dengan ku, bersamaan dengan itu pula Kyuhyun terlihat menundukkan kepalanya, karena sudah menjadi rahasia umum bahwa Siwon & Kyuhyun tidak pernah bisa membantah dengan keputusan Appanya tersebut. Siwon terlihat sangat senang dengan keputusan ini, sedangkan aku hanya bisa menangis dalam kesunyian, kini seolah batin ku menjerit, ya bisa dikatakan aku dan Kyuhyun sama – sama patah hati karena orang yang kami cintai malah akan hidup bahagia bersama. Namun aku harus tetap tersenyum bukan jika memang ini yang terbaik bagi kami semua.

"Ahjussie, mi-mian sebelumnya, ta-tapi apakah Appa & Eomma ku sudah tahu mengenai hal ini?" Zhou Mi kini memberanikan dirinya untuk berbicara kepada Choi Ahjussie.

"Tentu saja sudah Mi, karena kami semua sudah merencanakan pernikahan kalian sejak lama bahkan kami semua sudah menentukan hari dan tanggal pernikahan kalian berdua, bagaimana Wonnie kamu setuju kan dengan usulan Appa?"

"Ne Appa, tentu saja aku setuju." Lagi – lagi aku melihat Siwon tersenyum bahagia sembari memandang ke arah Zhou Mi.

"Bagus, kalian akan bertunangan tepat pada hari ulang tahun mu Wonnie, dan menikah tepat pada hari ulang tahun mu Mi." Seru Choi Ahjussie terlihat bahagia.

"A-apa tidak terlalu cepat Ahjussie?" Aku rasa Zhou Mi sedikit keberatan dengan usul Choi Ahjussie tersebut.

"Kau tidak perlu mencemaskan tentang persiapannya Mi, kami dan kedua orang tua mu telah menyiapkan segala sesuatunya dan kalian tinggal menikah saja." Kini giliran Choi Ahjumma yang menjelaskan dengan begitu antusias.

"Maaf sepertinya aku harus permisi terlebih dahulu." Terlihat Kyuhyun beranjak dari tempat duduknya.

"Mau kemana Kyu?" Seru Choi Ahjumma.

"Cari angin Eomma, kalian lanjutkan saja diskusi kalian." Kyuhyun sudah pergi meninggalkan kami di ruang makan, lalu aku berfikir juga sebaiknya aku pergi dari tempat tersebut.

"Sungie, kau mau kemana?" Zhou Mi menyadari jika aku akan meninggalkan ruangan tersebut.

"A-aku ingin ke toilet, mianhae semuanya." Ucap ku sembari menunduk dalam.

"Ne Sungie pergilah." Seru Choi Ahjumma ramah.

"Yeobo bagaimana menurut mu kelihatannya Yesung begitu serasi dengan Kyuhyun?" Samar – samar aku mendengar Choi Ahjumma yang sedang berbicara dengan Choi Ahjussie, karena mengingat langkahku tak terlalu cepat untuk meninggalkan ruangan tersebut.

"Aku setuju saja Anae-ku, Yesung juga anak yang baik, jadi pasti nanti keluarga Choi akan menjadi keluarga yang besar, dengan mendapatkan dua menantu sekaligus dari keluarga Zhou dan keluarga Kim." Seru Choi Ahjussie begitu semangat.

Perlahan – lahan kaki ku melangkah menuju beranda dari mansion keluarga Choi tersebut, dan disana aku menyadari ada Kyuhyun yang kelihatannya terisak, aku mencoba untuk mendekatinya dan ingin berbicara dengannya, siapa tahu dengan begini aku sedikit bisa menghibur diriku sendiri dan melupakan sejenak tentang pernikahan Mimi dan juga Wonnie.

"K-kyu… kau tidak apa – apa?" Aku mencoba memberanikan diriku menepuk pundaknya pelan.

"Su-sungie, s-sejak kapan k-kau ada disini?" Serunya terlihat terkejut dan langsung menoleh menghadap ke arahku.

"Baru saja Kyu, k-kau menangis?" Ucapku sedikit ragu.

"Ti-tidak, aku tidak menangis." Jawabnya yang aku tahu sedang berbohong.

"Jangan membohongiku Kyu, aku tahu sebenarnya hari ini bukanlah hari yang kau harap dan impikan bukan?" Aku mencoba bertanya penuh selidik.

"Seperti yang kau lihat Sungie…. Heuh memang sejak dulu aku tidak bisa berbohong denganmu ya." Kini Kyuhyun terlihat terkekeh dan seolah – olah mentertawakan dirinya sendiri.

"Uljimma Kyu…" Hiburku mencoba menguatkannya.

"Sungie…. Apa kau percaya akan cinta abadi?" Kini pandangan Kyuhyun fokus kepadaku dan seakan – akan mengeliminasi jarak antara kami.

"Te-tentu saja Kyu." Jawabku sedikit gugup.

"Lalu apakah ada cara untuk memisahkan cinta abadi itu?"

"A-apa yang ada di pikiranmu Kyu?" Aku sedikit kaget mendengar pernyataan terakhir dari Kyuhyun.

"To-tolong jawab aku Sungie!" Suara Kyuhyun terdengar bergetar.

"Ha-hanya kematianlah yang bisa memisahkan cinta abadi itu." Jawabku seadanya karena aku juga merasa bingung harus menjawab apa dalam keadaan seperti ini. Ya, aku dan Kyuhyun sama – sama merasa sakit hati saat ini.

"Kalau seandainya aku membunuh Siwon, apakah Zhou Mi bisa menjadi milikku seutuhnya?" Aku benar – benar tersentak mendengar apa yang dikatakan Kyuhyun baru saja.

"A-apa kau ingin melakukan hal gila itu Kyu?" dan entah sejak kapan air mata ku mulai jatuh.

"Kenapa? Apa aku tidak berhak mendapatkan cintaku?"

"Tetapi tidak juga dengan melakukan hal semacam itu Kyu."

"Lalu menurut mu apa yang harus aku lakukan heuh?"

"Kau harus menerima kenyataan Kyu, bahwa Zhou Mi adalah bukan pasangan yang tepat untuk mu."

"Kau sendiri bagaimana? Apa kau bisa menerima kenyataan kalau Siwon akan menjadi milik Zhou Mi heuh?"

"K-kyu apa maksudmu?" Aku begitu shock mendengar kalimat terakhir darinya.

"Kau mencintai Siwon Hyeong bukan?"

"Me-memang aku sangat mencintai Siwon, tetapi dia tidak mencintaiku, jadi untuk apa aku terus memaksakan perasaan ku ini."

"Kalau seandainya diberi kesempatan satu kali saja agar kau bisa mendapatkan Siwon seutuhnya, apa yang akan kau lakukan heuh?"

"T-tentu saja aku akan menjaganya Kyu, dan tak akan aku biarkan orang lain untuk merebutnya dariku, karena memang sudah menjadi kodrat bahwa cinta itu 'egois' bukan?"

"Rupanya kalian ada disini." Seru sebuah suara yang begitu akrab di telingaku.

"Mimi…" Seru ku yang menyadari kehadirannya.

"Sungie, bisakah kau meninggalkan kami berdua sebentar?" Pintanya terhadapku.

"Baiklah aku mengerti." Aku langsung meninggalkan mereka berdua.

Zhou Mi dan Kyuhyun terlihat sedang berbincang – bincang begitu lama, aku hanya menunggu sendirian sedangkan Siwon sendiri aku tidak tahu entah kemana perginya. Setelah hampir setengah jam aku menunggu, terlihat Zhou Mi menghampiri ku.

"Sungie, ayo kita pulang." Serunya sembari menggansdeng tanganku.

"Ta-tapi kita belum berpamitan dengan Choi Ahjussie & Ahjumma?"

"Gwanchana, tadi aku sudah berpamitan dengan mereka." Kini Zhou Mi menarik tanganku dan kami berjalan menuju mobil.

Ketika kami akan masuk ke mobil tiba – tiba langkah kami terhenti karena tiba – tiba Zhou Mi menundukkan badannya dan memegang kakiku.

"M-Mimi, apa yang kau lakukan?" Aku terkejut dengan apa yang dia lakukan.

"A-aku minta maaf Sungie, a-aku benar – benar minta maaf, karena ini semua harus terjadi." Ucapnya sembari terisak.

"Be-berdirilah Mi, kau jangan melakukan hal bodoh semacam itu." Dengan reflek aku mengulurkan tanganku dan membantunya untuk berdiri.

"Mianhae Sungie, aku telah merebut Siwon dari mu, aku terlihat seperti orang yang serakah ya?"

"Ke-kenapa kau berfikir kalau kau ini orang yang serakah heuh?" aku mencoba mengusap air mata yang jatuh di kedua sudut mata 'koala' Zhou Mi.

"Kau mencintai Siwon, tetapi aku dengan begitu jahatnya merebutnya dari mu."

"Tapi Siwon tak mencintai ku Mi, dan dia hanya mencintaimu." Aku mencoba memeluk tubuh Zhou Mi yang bergetar hebat.

"…." Tiba – tiba Zhou Mi terdiam.

"Mi…. kenapa kau diam saja?" Aku melepaskan pelukan kami.

"G-Gwanchana Sungie…" Jawabnya namun sedikit aneh karena ia terus menerus mengusap sesuatu dari hidungnya.

"K-kau kenapa Mi?" Aku menarik tangan Zhou Mi perlahan, dan tiba – tiba aku begitu terkejut karena tetesan darah yang terus mengalir dari hidungnya.

"…." Dia kembali terdiam.

"Mi, ada apa sebenarnya dengan mu heuh?"

"A-aku tidak apa – apa Sungie…" Elaknya.

"Jangan membohongiku." Bentakku begitu keras terhadapnya.

"Mu-mungkin aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi Sungie…."

"Kau jangan bicara begitu Mi, kau tidak akan kemana – mana, dan kau akan hidup bahagia dengan Siwon."

"I-itu mustahil Sungie."

"Di dunia ini tidak ada kata mustahil kan?"

"Begitu juga dengan Siwon yang akan mencintai mu, itu bukan hal yang mustahil kan." Ucapnya sedikit terkekeh.

"Ya ya ya, kau menang Mi untuk kali ini, kalau begitu ayo cepat kita pulang, kau harus istirahat arraseo." Aku kini mengajaknya untuk masuk ke mobil, dan tentu saja aku yang menyetir mobil tersebut mengingat keadaannya yang tidak memungkinkan.

Hari ini aku ada jadwal kuliah pagi, seperti biasa aku langsung bergegas menuju kampus, namun aku sedikit ragu kalau Zhou Mi akan masuk kuliah jika mengingat kondisinya kemarin.

Aku sudah tiba di sebuah kampus yang aku gunakan untuk belajar selama setahun terakhir, aku memasuki area kampus, namun langkahku terhenti ketika aku melihat Zhou Mi berada di kampus dan rupanya sedang berbicara serius dengan seseorang, aku semakin mendekat hanya untuk mencari tahu siapa yang sedang berbicara dengannya.

"KIM KIBUM…"

TBC or END?

Annyeonghasseo Yorobun, saya hadir membawa fic kesekian kalinya disini…..

Bagaimana ceritanya?

Jelek? Feel tidak dapat?

Ah saya tau itu, tapi setidaknya berikanlah coretan kalian disini, supaya saya tau apa yang ada di pikiran kalian semua

LEBIH BAIK KALIAN MEMBERIKAN KOMEN APAPUN DARI PADA MENJADI SILENT READER!