Ya, akhirnya daku update lagi nih fic, enjoy~
.
.
Warning: OOC, Humor Garing, little sho-Ai
.
.
Hetalia © to Himaruya Hidekaze
.
.
.
"Dan 1 dan 2 dan-" Indonesia dan pasukannya sudah dihadapkan oleh pemandangan dark aura nya Belarus /?
" SERANGGGGGGG " Teriak Indonesia.
"Woi! Kabur!" Teriak Malaysia yang langsung kabur diikuti dengan Singapore, Russia, Denmark, dan Norway
" Eh? YASUDAH!KABURRRRR! " Teriak Indonesia, songong. " NII-SANN! " Teriak Belarus, tidak kalah keras nya.
Russia mencar sama rekan se-pasukannya /?, Russia ke kiri, sedangkan yang lain ke kanan lalu segera loncat ke tangga /?. Belarus dengan hiperaktif /? mengejar Russia.
" Pergilahhhhhhhhhh " teriak Russia saat melihat Belarus dengan hiperaktif mengejar nya. " Nii-san.. Kekkon.. Kekkon... Kekkon.. " Seru Belarus, songong/?.
"N-nyet!" Teriak Russia sembari bersiap meloncat kearah jendela /?
" Huwaaaaaaaaaaaaaaaa.. Apa itu? " teriak sebuah suara dari lantai bawah.
Russia berhasil mendarat dengan tidak elitnya /?. Belarus melihat Russia dari jendela dan segera berlari menuruni tangga seraya Russia masuk ke wc dan mengunci dirinya didalam wc.
" Nii-san.. Nii-san! Dimana kau!? "
Hening, tidak ada jawaban /?. Indonesia bersama rekan loncat tangga bebas /? nya berhasil sampai ke lapangan sekolah walau harus kehabisan nafas.
" Nii-san! Nii-san! " masih teriak Belarus.
Sedangkan Russia yang duduk di wc/? Dengan wajah pucat.
Personifikasi negara Tirai Bambu, China, memasuki wc dan langsung disuguhi dengan dark aura Belarus. China kabur, Russia masih pucat didalem wc.
" NII-SAN! " Teriak Belarus membahana, membuat Russia bertambah pucat.
China yang udah coretganiathidupcoret gregetan dengerin teriakan Belarus langsung melempar sebuah kerikil ke arah Belarus dan langsung kabur secepat kilat /?. Sedangkan Belarus mencari pelempar kerikil tersebut.
Yang terpikirkan dalam otak China sekarang hanyalah ' Kabur ' dan berbaur dengan keramaian, agar tidak di temukan oleh Belarus
Belarus terpancing untuk mencari pelempar kerikil tersebut walaupun harus melewati keramaian. Russia gigit jari /?.
Mata tajam Belarus yang setajam silet/?, melihat ke kanan kiri, mana tau ada orang yang terlihat mencurigakan?
"Ah! Ke kelas aja, aru!" Kata China, lalu berlari menaiki tangga. Setelah sampai di kelas ia langsung mengunci pintu kelas tersebut lalu menghela nafas lega.
Perlahan tapi pasti, Russia membuka pintu wc dan kabur ke kelas secepat jarak matahari dengan bumi /?
SeSampai nya di pintu kelas, Russia mencoba membuka pintu tersebut, tetapi terus menerus gagal. Sampai-sampai dia harus mendobrak nya.
China terkejut oleh suara dobrakan pintu itu, ia mengira bahwa itu Belarus, seketika China sudah berada dibawah meja /?.
" ada yang didalam? " teriak Russia, dan terus menerus mendobrak nya.
"R-Russia?" Tanya China lalu mendekati pintu kelas.
" Ini aku, da "
"Syukurlah, aru.." China menghela nafas, lalu membuka pintu kelas.
" Terimakasih da~ " Ucap Russia dan berjalan masuk ke kelas. Tidak lupa juga menutup, Pintu kelas karna mendengar derap langkah kaki yang diyakininya milik Belarus.
"Apa yang harus kita lakukan, aru?" Tanya China
" Kupikir kita hanya harus diam disini da~ "
"Sampai kapan, aru?"
" sampai dia pergi da~ "
China facewall /?, derap kaki tadi terdengar semakin cepat mendekati kelas.
China ngumpet di belakang Russia. " NII-SAN! "
Russia diem sambil meluk China, China ga bisa nafas /?.
" le-lepaskan aru. Aku tidak bisa nafas -aru. " gumam China.
Wajah die udah kayak orang mati beud/?.
" ah, maaf da~ " Seru Russia dengan suara kecil, takut ketahuan Belarus bro.
Belarus ngukir pintu dengan pisaunya /?. China ngumpulin udara /?.
" huft.. Haaa.. /?"
Russia meluk China lagi, China cuma bisa ber-sweatdrop ria /?.
China yang udah kehabisan napas tambah ga bisa nafas.
Akhirnya China coretmaticoret berusaha melepaskan pelukan Russia. Russia meluk tembok /?.
"rrrrr" suara geraman belarus.
TuBerCulosis
