Butler Heart by Myori Hana Ran
Last Chapter:
Karena merasa bingung dengan perasaannya, tanpa sadar ia mengacak-acak rambutnya seperti orang yang telah kehilangan akal sehatnya. Tanpa sepengetahuannya ada sepasang mata musim gugur yang mengamatinya sedari tadi.
Pair: SasoSaku, NaruSaku,HinaSaso,HinaNaru.
Happy Reading:
Sakura yang sudah larut dengan pikirannya, tidak menyadari ada seorang laki-laki berambut pirang memanggilnya dari tadi. Karena merasa kesal tidak diperhatikan, laki-laki itu pun menepuk bahu Sakura. Sakura yang kaget segera menolehkan kepalanya kepada laki-laki itu. Laki-laki itu tersenyum sambil berkata:
"Dari tadi kau melamun, ada masalah?"
"Kau siapa?"
"Aku Uzumaki Naruto, butler dari Sasori-sama."
"Owh, perkenalkan aku Sakura Haruno, Butler dari Hinata-sama."
"Senang berkenalan denganmu Sakura-chan. Hey, kau belum menjawab pertanyaanku."
"Pertanyaan yang mana?"
"Kenapa kau melamun, apa ada masalah?"
"Ti..ti...dak, aku tidak apa-apa."
"Baguslah kalau begitu."
Mereka pun berbincang-bincang. Saking asyiknya mengobrol, mereka tidak menyadari ada kilatan marah dari mata musim gugur. Tiba-tiba ada suara berat yang memecahkan obrolan Sakura dan Naruto.
"Hmm, apa kalian sudah selesai? Naruto, ayo kita pulang!"
"Hai, Sasori-sama. Sakura-chan aku pulang dulu,ya?"
"Iya, hati-hati di jalan."
*Sasori POV*
Oh, jadi namanya Sakura. Sungguh nama yang indah, sama seperti wajahnya. Sebenarnya aku sedikit menyesal karena tak bisa mengenalnya lebih jauh. Harus kuakui, sebenarnya aku tak sudi mengikuti acara perjodohan yang konyol ini, apalagi dengan wanita yang tidak kucintai. Tapi yang sangat disayangkan, kenapa orang yang selama ini kucari-cari harus menjadi butler dari calon tunanganku?. Kami-sama kau benar-benar tak adil. Aku benci melihatnya akrab dengan Naruto. Aku takut jika ia akan menjadi pendamping Naruto. Pokoknya aku harus mencari cara agar aku bisa mendekati dia.
*End Sasori POV*
Di mobil Hinata.
"Hinata-sama, bagaimana acaramu? Apa berjalan dengan lancar?"
"Agak sedikit membosankan karena Sasori-kun sangat dingin. Tapi harus kuakui dia ta..tam..pan."(blushing)
"Hm..hm.. berarti Hinata-sama menyukai Sasori-sama?"
"Bisa dibilang begitu."
Tiba-tiba perasaan aneh menyelimuti Sakura. Sakit, itu yang dirasakannya saat mendengar pengakuan Tuannya. Hati kecilnya menyuruhnya untuk memberontak, tapi akal sehatnya menyuruh untuk menghormati perasaan Hinata-sama.
Keesokkan harinya.
Drrrrtttt..drrrrtttt, ponsel Hinata bergetar. Saat Hinata melihat nama si penelfon, senyum mulai terkembang di wajah manisnya.
"Sa..sa..sori-kun ada apa?"
"Boleh aku berkunjung ke rumahmu?"
"hm..hmm...hmmm... Tentu."
"Baiklah aku akan segera berangkat, sampai jumpa."
"Hai."
Hinata segera berlari ke kamar butlernya dengan perasaan bahagia.
"Sakuraaaaa-channnnnnnn."
"Ada apa Hinata-sama?"
"Sasori-kun akan kemari."
"Owh."
Hinata kembali berlari menuju kamarnya untuk bersiap-siap.
*Sakura POV*
Kenapa ya aku tidak ingin bertemu dengan Sasori-sama. Tapi tak apalah, nanti juga ada Naruto bisa kuajak ngobrol. Aku juga bersiap-siap untuk ini. Saat ku dengar ada suara bel berbunyi, aku segera berlari menuju pintu dan membukakan pintu. Yang pertama kulihat adalah mata musim gugur yang selalu sukses membiusku. Aku cukup lama tak bergeming saat memandang mata itu, akhirnya ada suara cempreng milik Naruto yang menyadarkanku. Selang beberapa saat Hinata-sama datang dan menyapa Sasori-sama.
*End Sakura POV*
Kyaa... makin pendek aja nieh fic. Sorry ceritanya jelek, OOC and gaje.
Tolong review yaa...(udah siap ama pedang buat harakiri)
REVIEW PLEASE
