Arigatou minna... Kalian sudah mau review. Yan sangat terharu ternyata banyak yang milih Ichigo menyelamatkan Rukia disini... Hiks kalian sunggu pencinta ICHIRUKI sejati. +nangis bombay+Syrooot +buang ingus+ iih...Jijay! Oya nie reQuest dari Ai. Jadi disini Ichigo manggilnya Inoue aja ga jd Orihime. Sebenarnya sih Yan masih ragu-ragu mo nulis Orihime atau Inoue. Soalnya klo gak salah Ichigo itu manggilnya Orihime pas dblang Inoue mati, truz Ichigo gak percaya. *itu tuh yang Inoue diculik truz para shinigami yg ditugasin ke dunia manusia disuruh blik ke Soul Society*Padahal Yan gak Seneng klo Inoue mati *senyum devil*MATI KAU! *teriak fans Hime gak rela klo Inoue mati*

Okelah... Jangan lama-lama langsung aja, pasti para Readers dan Senpai-senpai udah menunggu! *pasang muka cuek. Gak takut ma Fans Inoue yg udh murka*

Selamat MEMBACA ya!

Disclaimer : kalau saya minta BLEACH ma TITE KUBO bakalan dikasih gak ya? +GAK BAKAL!+

Pairing : ICHIRUKI yeii...

Genre : Adventure, Romance, Mystery, Friendship, Hurt/Comport.

Rate : T

Author : Yanz Namiyukimi-chan

Warning : OOC dikit, Gaje, Miss typo slalu ada, OC mungkin? AU gak tau deh!

I Don't Want To Lose You Again!

Ulquiorra mencabut pedangnya kemudian ia arahkan pada Rukia.

"Mana yang kau pilih Kurosaki? Kau akan melindungi Orihime Inoue atau melihat Rukia Kuchiki mati didepanmu?"

Chapter 2

Rukia tak menyangka bertemu dengannya. Seseorang begitu Rukia kasihi. Siapakah dia?


Ichigo menatap tak percaya pada Ulquiorra. Ulquiorra mintanya untuk memilih antara Rukia atau Inoue. Inoue? Rukia? Dia tidak bisa. Sungguh ia tidak mungkin memilih salah satu diantara mereka. Tapi, saat ini Rukia dalam bahaya. Ichigo bisa saja datang menyelamatkan Rukia, tapi ia tak bisa. Ia tidak boleh ceroboh. Mungkin saja Ulquiorra merebut Inoue dari saat ia lengah. Lalu Rukia?

"Kenapa kau diam saja, Kurosaki? Kau bingung memilih diantara mereka?" Ulquiorra menoleh sedikit, melihat ekspresi Ichigo dengan ekor matanya.

Inoue memandang wajah Ichigo yang sudah berubah pucat, tubuh terlihat agak gemetar. Ekspresinya terlihat bingung. Memilih mana akan ia harus korbankan.

"Kurosaki..." Inoue tidak tahan melihat Ichigo seperti itu.

"Jika kau diam seperti ini terus. Aku bisa menyempulkan sendiri apa jawaban yang telah kau pilih." Ulquiorra tampak senang melihat perubahan ekspresi Ichigo. Bingung. Takut. Itu yang Ulquiorra tangkap. Bingung, mana yang harus ia pilih. Takut, jika ia salah memilih.

Rukia benar-benar kaget saat Ulquiorra sudah berada didepannya dan memukulnya dengan keras. Hingga Rukia merasakan sekujur tubuhnya sakit karena ia harus berguling dengan aspal yang kasar. Apalagi sekarang. Ulquiorra berdiri depannya sambil menodongkan pedangnya pada Rukia.

"Akh!" Rukia meringis karena merasa perih pada bagian lehernya. Ulquiorra menekan pedangnya pada leher Rukia, membuat darah segar mengalir keluar.

"Mana yang kau pilih?"

"A..Ak..Aku." Ulquiorra terus mendesak Ichigo. Membuat Ichigo kalut. Apalagi saat ia melihat Ulquiorra mulai menyakiti Rukia.

"Hadou no 4 byakurai." muncul kilatan petir kearah Ulquiorra, membuat Ulquiorra agak terpental menjauh dari Rukia. Kilatan itu muncul dari Rukia sendiri. Ia melakukannya saat Ulquiorra lengah.

Ichigo buang nafas lega. 'Syukurlah. Rukia tidak apa-apa.' batin Ichigo.

Rukia berdiri sambil memegang lehernya yang masih terasa perih itu.

'Pedangnya benar-benar tajam.' Rukia meraba-raba lukanya yang cukup dalam sambil memandang Ulquiorra yang mulai berdiri kembali.

"Rukia kau baik-baik saja?" Seru Ichigo cukup keras.

Rukia menoleh pada Ichigo kemudian dengan cepatnya ia memalingkan wajahnya. "Bodoh!" desis Rukia.

"Kau bilang apa tadi? Bodoh? Berani sekali kau mengatakan itu padaku!" kini raut wajah Ichigo berubah. Dari kekhawatiran menjadi kekesalan.

'Apa-apaan dia itu. Aku sudah mengkhawatirkannya tapi dia malah mengataiku bodoh.'

"Cih! Bisa-bisa kalian bertengkar seperti itu disaat seperti ini." seru Ulquiorra dengan nada remeh. Ulquiorra berdiri tegap tak jauh dari Rukia, sepertinya serangan Rukia tadi tak berpengaruh padanya.

"Ichigo, sebaiknya kau bawa Inoue pergi disini. Bawa dia ketempat yang aman. Disini biar aku yang hadapi." ucap Rukia pada Ichigo, sambil memusatkan perhatiannya hanya Ulquiorra.

"Seharusnya aku yang bilang begitu padamu, cebol! Sebaiknya kau bawa Inoue ketempat yang aman. Biar aku yang disini menghadapinya!" seru Ichigo agak keberatan atas permintaan Rukia. Ia menyuruh Ichigo untuk membawa Inoue ketempat yang aman. Sedangkan dirinya sendiri sini menghadapi bahaya sendirian. Ini sama saja Ichigo telah memilih Inoue dan mengorbankan Rukia. Tentu saja ini tak akan terjadi. Ichigo belum siap kehilangan Rukia.

"Tapi sayang sekali aku duluan yang mengatakannya. Jadi, kau yang harus membawa Inoue pergi disini!"

"Membiarkanmu disini sendirian menghadapinya begitu? Kau ingin mati hah?" bentak Ichigo. Ia tidak suka kalau Rukia seperti ini. Keras kepala.

"Apa aku selemah itu dimatamu Ichigo? Hingga kau kira aku akan mati dengan mudah?" ucap Rukia dengan nada tidak suka. Rukia tidak suka dikhawatirkan, selalu dilindungi, ia tidak suka itu. Rukia adalah seorang Shinigami. Ia dituntut menjadi Shinigami yang kuat agar tidak tergantung pada orang lain. Maka dari itu Rukia memilih menjadi seorang Shinigami, ia tahu resiko yang ia hadapi. Kehilangan nyawanya adalah resiko yang Rukia ambil untuk menghadaTapi itulah yang menjadi pacuan Rukia agar menjadi lebih kuat. Bertarung untuk tetap hidup.

Ichigo tertohok mendengar perkataan Rukia. Bukan itu maksudnya. Rukia bukan gadis yang lemah. Bahkan Rukia adalah gadis yang kuat yang pernah Ichigo temui. Ichigo hanya merasa khawatir saja, takut jika membiarkan Rukia menghadapi ini sendirian akan terjadi sesuatu yang buruk pada Rukia.

"Jangan termakan oleh ucapannya, Ichigo! Ulquiorra hanya ingin mempermainkan kita dan seharusnya kau tahu itu."

Ichigo masih diam tak berkomentar. Benar, ia tahu Ulquiorra telah mempermainkannya. Ia telah menyuruh Ichigo antara Inoue dan Rukia. Sesuatu yang tak mungkin Ichigo lakukan.

"Ichigo bawalah Inoue dari sini!" ucap Rukia lembut.

"Tapi..."

Protes yang akan Ichigo ucapkan, segera Rukia potong."Aku akan baik-baik saja. Lagipula, aku yakin tidak hanya Ulquiorra saja yang datang ke Karakura. Aku tidak bisa jamin kalau aku bisa melindungi Inoue. Untuk saat ini hanya kau yang bisa melindunginya!"

'Lagi-lagi aku merepotkan mereka' batin Inoue melihat perdebatan antara Ichigo dan Rukia karena dirinya.

"Ichigo."

Ichigo ragu. Ichigo tak bisa meninggalkan Rukia sendiri disini dengan Ulquiorra. Ichigo memandang punggung gadis mungil itu. Ia berdiri tegar disana. Ichigo bisa melihat Rukia sedang menatapnya dengan ekor matanya. Mata violet itu menatapnya dengan penuh harapan. Pandangan itu mengingatkannya saat Rukia tiba-tiba saja dibawa ke Soul Society. Saat Ichigo pertama kalinya bertemu dengan Byakuya Kuchiki, Kakak Rukia.

"Berhentilah Ichigo! Aku hanya kembali ke Soul Society. Tugas ku disini sudah selesai. Jangan menyusulku karena aku akan baik-baik saja!"

Kejadian itu berkelebat begitu saja di kepala Ichigo. Ia masih ingat begitu lemahnya ia saat itu. Ia tak mampu mengalahkan Byakuya dan mencegah Rukia pergi.

Diam-diam Ulquiorra menyeringai."Sepertinya sudah cukup sampai disini saja percakapan kalian!"

TRANG!

Suara pedang saling beradu. Ulquiorra menyerang Rukia namun segera Rukia menahannya dengan Zanpakutou miliknya.

"Cepat Ichigo bawa Inoue dari sini! Tujuan mereka adalah membawa Inoue. Percayalah padaku, aku akan baik-baik saja!" ucap Rukia sambil terus menahan pedang Ulquiorra karena Ia terus mendesak Rukia.

"Baiklah...Ayo Inoue!" Ichigo menarik tangan Inoue dan segera membawanya pergi dari tempat itu.

'Aku harus menemukan yang lainnya agar aku bisa kembali membantu Rukia. Tunggu aku, Rukia!' batin Ichigo.

Rukia dan Ulquiorra saling menyerang. Beradu pedang, menunjukan kemampuan mereka. Ulquiorra berpindah tempat tepat dibelakang Rukia dan siap menyerang menyerang kembali.

TRANG!

Sekali Rukia menahan serangan Ulquiorra. Rukia mendorong kuat hingga Ulquiorra menjauh darinya.

"Sebenarnya apa tujuanmu?" tanya Rukia sambil terengah-engah. Menghadapi serangan Ulquiorra yang cepat membuat tenaganya terkuras.

"Tujuanku?"

"Ya."

"Tentu saja tujuanku hanya satu yaitu membawa Orihime Inoue kembali ke Hueco Mundo."

"Bukan itu! Aku tahu kau merencanakan sesuatu hal lain."

"Mengapa kau beranggapan begitu?"

"Kau bukan tipe yang senang mengundur-undur waktu. Dan gaya bertarungmu saat ini bukanlah tipemu. Kau seolah sedang bermain-main sambil menunggu sesuatu."

Mendengar penuturan Rukia membuat Ulquiorra menyeringai tipis tambah mengembang"Jadi kau ingin tahu? Benar. Aku memang memiliki tujuan lain atau tepatnya tujuanku kesini tidak seperti yang kalian kira."

"Apa maksudmu?" Rukia merasa bingung maksud dari perkataannya tadi.

'Tujuanku kesini tidak seperti yang kalian kira.'

Tiba-tiba saja kalimat terakhir yang diucapkan Ulquiorra muncul dikepalanya.

'Apa jangan-jangan...'

"Ya." seru Ulquiorra seakan tahu apa yang sedang Rukia pikirkan. "Tujuanku kemari bukanlah Orihime Inoue."

"Lalu apa tujuanmu sebenarnya? Kenapa tadi kau bertarung seolah bahwa kau ingin membawa Inoue kembali ke Hueco Mundo?" tanya Rukia ingin tahu sebenarnya yang telah direncanakan Aizen hingga harus membuat sebuah sandiwara seperti ini.

"Kau akan segera tahu, Kuchiki."

Tak lama kemudian gerbang Garganta terbuka dibalik badan Ulquiorra. Menampakan 2 sosok yang tidak asing bagi Rukia.

"Ayo kita bermain Gadis kecil!" ucap seorang Espada berambut mencolok berwarna biru. Grimmjow Jeagerjaques. Tapi bukan sosok Grimmjow yang membuat Rukia benar-benar terkejut. Melain sosok yang berada disamping Grimmjow.

"Ka...Kaien-dono.".

Continue

Uhh... Akhirnya selesai sudah. Bagaimana? Gak seru ya? Sorry Yan-chan gak terlalu pandai buat Adventure kayak gini. *truz knp lo buat?* Hehehe... *Nyengir ala Pepsodent* pingin aja! Kayaknya seru gitu. Tolong ya Senpai-senpai and para Readers kasih comentnya tentang cerita Yan-chan. Soalnya Yan-chan ngerasa kurang dari yang namanya cukup. Yan-chan butuh bimbingan kalian dari EYD, setting, alur, pokoknya sesuatu apa saja yg bkin cerita Yan-chan bkin ancur.

Okelah bales Review dulu...Aizawa Ayumu : Yes. Sir. Udh di gnti kan? Sekarang Ichi manggilnya Inoue bukan Orihime lagi. Ai sebenernya Yan jg agak ragu pas mo ngetik tuh antara Orihime atau Inoue. Soalnya Yan pengen gak terlalu OOC disini. Klo bleach ada adegan kayak gni? Wah...Mkin seru aja. Yan sih pengennya om Tite kubo itu ada adegan yg jelas klo Ichi pny perasaan ma Rukia. Yan suka bingung Ichi itu sukanya ma Ruki or Hime sih? *bingung* ah kok jadi curhat sih.

Arigatou Ai udh Review. Ntar Review lagi ya!

chappynk ichiruya : Ruki mati ga ya? Ntar liat aja. Jadi ikutin truz ya!pi musuh yang lebih kuat darinya.

bl3achtou4ro : Apanya yang bagaimana? Yan jg gak ngarep diantara mereka mati kok. Kan author baik *GR* Yan sih bukan FC Orihime, tapi FC Rukia sejati *promosi*. Gak tahu knp Yan jatuh cintrong ma Karakter Rukia.

Arigatou Reviewnya. Jng bosen ya!

yuuna hihara : Iya...Yunna, gak usah teriak-teriak gitu! Boleh aq pnggil yuuna aja? Nie Yan udh Update. Suka nggk?

Arigatou nti RnR lagi ya!

Yupi -AkaiYuki- Kurosaki : Hihihi...Nyeremin ya? Ichi mo dbunuh tuh klo gak pilih Ruki. Yan jg gak Rela Ruki dcampakin *keluar aura pembunuh*

Arigatou. Silahkan Review lagi ya!

Arlheaa : hehe makasih ya udh Review! Sebenernya Yan udh tahu klo soal singat menyingkat itu gak boleh *dasar author yg tidak baik* Hehehe... Abis lagi mles. Tdinya mo disingkat-singkat kyak SMS loh *dirajam Arlheaa*

Arigatou. Jangan bosen RnR truz ya!

Kurochi Agitohana : Mksih ya atas informasinya ya Kurochi. Abis Yan gak tahu soal yg gitu. *Author bego* Skrang judulnya udh dbnerin gak da mslh lgi kan?

Arigatou RnR lgi ya!

Ruki Yagami : tenang aja Ichi psti mlih Rukia kok. Yan jg gak Rela Ichi ma Hime *psang muka judes*

Ruki ntar RnR lgi ya! Arigatou udh Review.

Aika Ray Kuroba : hehe... FC IchiRuki ya. Pke harus Ichi nyelametin Ruki. Hoho nie udh update.

Arigatou RnR lgi ya!

So-chand cii Mio imutZ : Iya pilih Ruki *Ichi ditodong author*

Arigatou RnR lgi ya!

Sayuukyo Akira Recievold : Yosh nie Yan udh Update wlo gak kilat.

Arigatou RnR lgi ya!

Nyit-Nyit : nie udh dilanjutin Ok.

Arigatou RnR lgi ya!

Kazekuro Yuka-chan : Benarkah Yuka-chan? *Puppy eyes* fic Yan ke2 nie keren? *cium Yuka-chan* Gomen soal penggunaan angka 2 itu memang disengaja lagi mles ngetik hehe... *nyengir kuda* mksh ya udh koreksi fic Yan. Yan sneng bnget klo udh ada yg coment tentang EYD. Yan ngaku krang tahu menahu soal itu. Tiap kali ngetik Yan suka bingung kok udh titik lagi. Koma suka bingung diletakin dimana biar enak.

Arigatou RnR lgi ya! Yosh kita berjuang bersama-sama..

.Tinggal minta suka relawan untuk ngasih Review.

PLEASE