Title : Korean Veela
Author : Lee Jin 'Eh
Genre : Romance/Humor
Rating : T
Main Cast :
-Kim Jong Woon aka Yesung
-Cho Kyuhyun
Pairing : Kyusung Must Kyusung
Disclaimer : All cast belong to GOD, them self and KyuSung belong to Me brak bug gedebuk prang trang #Jinie dihajar Clouds n Sparkyu#
WARNING : This Yaoi N Kyusung Fanfic,Boys Love.
.
Happy Reading
.
.
.
.
.
Jangan lupa review yah... belum baca juga udah ditagih.. author buruk nih.. -_-
.
.
.
.
Udah pokoknya kalau udah selesai jangan lupa review yah...nih kupersembahkan buat KyuSung Shipper...
.
.
.
.
.
Dont Like Dont Read...
.
.
.
Korean Veela
.
.
.
.
Kyuhyun Pov
Perkenalkan namaku Cho Kyuhyun, aku berasal dari keluarga bangsawan Cho, tentunya kalian mengenalku bukan? Tidak? Kalian tidak mengenalku? Kalian pasti bercanda. Apa kalian selama ini tinggal di dalam gua atau di pulau terpencil hingga tidak pernah mendengar kata Cho. Akan kuberitahu ya, Keluarga Cho adalah keluarga bangsawan paling tertua dengan kedudukan sama dengan bangsawan Lee yang kini entah hilang kemana. Dan sebagai keluarga bangsawan tertua tentunya kami memiliki rahasia tersendiri. Rahasia keluargaku sendiri adalah bahwa dalam keluargaku mengalir darah Magical Creature yang bernama Vampire, dan sudah hampir tiga keturunan darah itu belum juga bangkit. Banyak sepupuku menduga bahkan kepala keluarga Chos yang kini dipegang oleh Appaku, Cho Siwon.
Kuakui ia sangat tampan dan mempesona tapi tentunya aku lebih tampan darinya. Oh, kembali ke masalah Inheritage, jadi mereka mengira bahwa aku akan menerima darah Vampire tersebut dan benar saja, Februari lalu aku baru saja mengalami Inheritageku dan kalian tahu, rasanya seperti akan mati bahkan aku hampir mengeluarkan seluruh darah dari dalam tubuhku secara terus-menerus yang berakibat aku mengalami koma selama satu minggu. Kalian bingung kenapa itu terjadi? Itu terjadi karena darah Vampire dalam tubuhku mengganti seluruh darah manusia hingga aku menjadi Vampire seutuhnya.
Awalnya aku merasa sangat aneh dengan kekuatan baruku, seluruh kemampuanku sudah berkali-kali lipat dari manusia biasanya, bahkan tak jarang aku mematahkan pintu masuk rumah karena terlalu kuat membukanya. Tentunya aku membutuhkan kontrol yang lebih dari sebelumnya, butuh waktu 6 bulan bagiku untuk menyesuaikan diri dengan kekuatanku dan bau darah manusia. Dan tentunya Appaku sangat bangga bahwa aku mewarisi darah Vampire dalam keluarga kami, aku yakin sampai sekarang pun ia tengah pamer pada sepupu-sepupu kami. Ummaku sendiri, ah bagaimana ya. Dia malah yang paling mendorongku untuk menemukan mateku dan dia selalu meminta bahwa itu adalah seorang Veela, tentu itu bukan permintaan yang mudah. Di zaman sekarang Veela lebih memilih bersembunyi dibanding berurusan dengan manusia. Harus cari dimana mate Veela sekarang?.
Yah, itu menjadi pertanyaan terberat dalam hidupku sebelum aku bertemu dengannya. Sebenarnya cukup banyak Veela di sekitarku namun mereka belum memenuhi standarku. Tapi tidak dengannya, dia adalah makhluk paling indah yang pernah kutemui, dengan wajah cantik secara alami ditambah tubuh feminin mungil yang sangat menggoda ia berjalan memasuki lapangan dengan langkah anggun. Kecantikan alaminya ditambah Veela's Charm yang melegenda membuat sosoknya semakin indah dan berhasil membuat semua orang memandangnya dengan kagum ataupun 'lapar'. Ya, dialah mateku. Aku bisa tahu dengan mudah karena bau tubuhnya yang langsung menyergap indra penciumanku ditambah bau darahnya yang sangat manis dan pure membuatku lapar ingin segera mencicipinya.
Tapi aku sekuat tenaga berusaha mengontrol instingku yang ingin segera mengklaimnya. Sepertinya ini akan sedikit sulit, dari apa yang kucium. Ia masih sangat polos.
Ah, betapa aku tidak sabar segera menancapkan taringku dalam leher putih mulusnya lalu menghisap darah manisnya yang aku yakin mampu membuatku mabuk karena saking lezatnya. Pikiranku langsung buyar saat aroma manis yang sedari tadi aku bayangkan tiba-tiba memasuki indra penciumanku. Ah, sepertinya mateku memutuskan untuk mengisi perutnya di kantin. Ya, saat ini aku tengah berada di kantin karena sekarang waktunya istirahat makan siang bagi seluruh peserta maupun panitia OSPEK.
Mateku sendiri tidak mengikuti OSPEK sepenuhnya karena setelah first kiss kami yang begitu panas, ia ternyata tertidur dalam pelukanku. Ah, ingin rasanya aku kembali merasa tubuh hangatnya bersentuhan dengan tubuh dingin beku milikku. Tentunya kalian tahu jika Vampire memiliki hawa tubuh yang sangat dingin karena sesungguhnya kami sudah mati bukan?.
"Yesungie, kau lihat itu. Itu Cho Kyuhyun. Namja yang menciummu tadi, kau ingat?." Ucap seorang yeoja cantik sambil menggirim Yesung memasuki kantin.
"Ne? Darimana noona tahu kalau kami ber-berciuman?." Tanya Yesung sambil menundukkan wajahnya yang memerah.
"Yah, kau tahu sendiri kan, dia itu Ice Prince disini. Tentunya berita tentang ciumanmu tersebar luas. Lagipula selama ini Cho Kyuhyun belum pernah mengencani seorangpun." Jelas yeoja cantik itu sambil menggiring Yesung duduk di sebuah meja.
"Jadi, karena kau sudah menerima Cho Kyuhyun sebagai matemu dan kalian sudah mengambil satu langkah bonding, aku akan menuntunmu untuk langkah selanjutnya." Ucap yeoja itu seenaknya sambil mulai memilih pesanan untuk mereka.
Kemudian berjalan menghampiri meja pesanan dan kembali dengan pesanan mereka.
"A-apa? Lalu apa yang harus kulakukan, Yoona Noona?." tanya Yesung sedikit kaget.
"Kau tahu kan, jika keluarga Cho merupakan salah satu keluarga bangsawan tertua di Korea Selatan. Menurut tradisi keluarga Cho saat ini kalian berada dalam masa Courting, dalam masa ini kalian bisa saling mengenal satu sama lain. Biasanya berlangsung enam atau dua belas bulan. Dan bersiap-siaplah, selama masa Courting kau akan terus menerima Gifts dari Cho Kyuhyun setiap hari..." Jeda Yoona sejenak sambil menarik napas sebanyak-banyaknya.
"Oh ya, sebaiknya kau memberitahukan tentang Kyuhyun yang menjadi matemu. Kau tidak ingin ia salah paham, hanya karena kau Veela ia berusaha memilikimu dan akhirnya kau bertemu matemu yang sesungguhnya. Itu akan menjadi masalah besar." Lanjutnya sambil segera meminum jusnya seakan satu tahun tidak meminum apapun.
"N-ne, aku akan memberitahunya nanti malam, kudengar akan ada New Moon Ball di selenggarakan untuk menyambut mahasiswa baru. Lalu bagaimana dengan tahap kedua Bonding?."
"Ah iya, itu sudah tradisi di sini. Em, tahap kedua akan kau capai saat kalian sudah benar-benar terikat secara Soul, saat ini kalian hanya terikat oleh Insting. Jadi, Bond kalian masihlah lemah. Oh ya, Veela's Wingsmu akan muncul setelah kau memasuki tahap ketiga." Jelas Yoona.
"Oh, begitu. Eh, lho munculnya kapan? Bukannya tahap ketiga saat kita melakukan penyatuan tubuh." Tanya Yesung sedikit bingung setelah menyerap informasi yang diberikan Yoona.
"Eh, kau tidak tahu? Veela's Wings akan muncul saat tubuh kalian sudah bersatu, jadi usahakan saat kau melakukan itu berposisi punggung diatas, kau tidak ingin melukai Wingsmu kan." jawab Yoona santai seakan itu hanya rumus matematika dasar berhasil membuat wajah Yesung padam.
"Er, aku akan membayar dulu." Balas Yesung cepat sambil berjalan menuju meja kasir.
Tanpa ia sadari dari arah samping kanan berlari seorang murid dengan nampan berisi makanan, tentu tabrakan tak bisa dihindari. Dapat Yesung dengar teriakan Yoona yang menyuruhnya menjauh dan juga teriakan murid tersebut yang berusaha mengerem tubuhnya. Yesung sendiri hanya bisa terdiam dengan mata terbelalak lebar melihat isi nampan tersebut. Pumpkin Sup panas, jus jeruk dan kimchi. Ia hanya mengangkat tangannya diatas kepala untuk melindunginya dari hujanan sup panas dan jus dingin.
Semua terasa seperti slow motion bagi Yesung saat namja itu menabrak dirinya membuat nampan yang dipegang namja itu melayang di udara dan bersiap jatuh menimpa mereka berdua. Tiba-tiba terdapat sebuah gerakan yang sangat cepat dan juga bau tubuh familiar ditambah sebuah perasaan geli di dada dan perut Yesung, sebuah tangan meraih tubuhnya yang hampir terjatuh ke lantai masuk ke dalam pelukan yang terasa sangat familiar bagi Yesung.
Dengan erat sebuah tangan memeluk pinggang Yesung sedangkan satu tangan yang lainnya menangkap mangkuk sup yang hampir menumpahkan isinya dan dengan santai menangkap isinya yang hampir jatuh. Begitu pula dengan jus dan kimchi. Terakhir tangan itu melempar ketiga makanan ke atas udara dan menendang nampan yang hampir menyentuh lantai, dengan akuratnya nampan itu jatuh bersamaan dengan ketiga makanan di atasnya.
Dengan satu putaran dan semua selesai, murid tersebut terjatuh di lantai sedangkan Yesung aman berada dalam pelukan Kyuhyun, begitu pula nampan yang kini di pegang Kyuhyun.
'Eh, tadi itu... apa ya?.' Pikir Yesung sambil berkedip-kedip sedikit bingung bagaimana ia bisa berakhir di pelukan Kyuhyun dan tidak di lantai.
"Lain kali, lihat dimana kakimu melangkah." Ucap Kyuhyun dingin sambil menyerahkan nampan yang ia pegang pada pemiliknya yang kini sibuk meminta maaf. Seakan clue, ucapan Kyuhyun berhasil memecah keheningan yang sempat menyelimuti kantin.
"Kau baik-baik saja?." Tanya Kyuhyun dengan nada lembut sambil memfokuskan tatapannya pada Yesung.
"Ah, i-iya. Terima kasih banyak, sunbae." Ucap Yesung sambil dengan berat hati melepaskan dirinya dari pelukan Kyuhyun. Saat itu ia terdiam sejenak menyadari bahwa tubuh Kyuhyun sangat dingin dan matanya berwarna merah darah, namun kemudian kembali menjadi caramel yang sangat indah.
"Kyu, kau ikut tidak. Kita ada rapat siang ini." Teriak salah seorang sunbae sambil menatap tidak sabar Kyuhyun.
"Ah, kau duluan saja, Hae." Jawab Kyuhyun tanpa menatap Donghae karena terlalu sibuk melihat Yesung yang kini memegang lengannya cukup erat.
"Em, aku ingin berbicara dengan sunbae, ada sesuatu hal penting yang ingin kukatakan. Bisakah kita bertemu nanti malam saat di New Moon Ball?." Tanya Yesung dengan wajah memerah malu dan menatap penuh harap Kyuhyun.
"Tentu saja, aku akan menjemputmu di asramamu. Sebaiknya kau berdandan secantik mungkin, Mon amor." Balas Kyuhyun dengan smriknya yang berhasil membuat Yesung semakin merah padam.
"N-ne, sunbae." Jawab Yesung malu-malu sambil berusaha menatap kearah lain selain mata Kyuhyun, namun usahanya hanya sia-sia karena Kyuhyun terus saja mengelus lembut bibir pouty semerah mawar miliknya.
"S-sunbae, aku harus pergi. Sebentar lagi ada kegiatan games kecil yang harus kuhadiri." Bisik Yesung sedikit gugup sambil menahan tangannya, bingung antara harus menyingkirkan tangan Kyuhyun atau membiarkannya.
"Ah, sayang sekali. Baiklah, aku juga memiliki meeting yang harus kuhadiri. Sampai jumpa nanti malam, Yesungie." Balas Kyuhyun setelah terdiam cukup lama dan melangkah pergi meninggalkan Yesung yang menatapnya kecewa.
"Haaahh... sayang sekali, tidak mendapat satu pun ciuman, kecupan pun tidak." Ucap Yoona jahil menyuarakan hati Yesung yang memang kecewa.
"Noona bicara apa sih." Gerutu Yesung dengan wajah memerah padam dan berjalan meninggalkan Yesung.
"Eh, kau mau kemana? Hei! Dasar, dia bahkan belum membayar makanannya." Gerutu Yoona sambil memilih membayar daripada dikejar-kejar pemilik kantin.
.
.
.
.
.
.
.
"Yesung hyung, ada kiriman paket untukmu." Teriak Sehun sambil membawa sebuah kotak cukup besar dan mawar pelangi yang terkenal sangat mahal.
"Eh, untukku? Dari siapa?." Tanya Yesung yang kini baru saja keluar dari kamar mandi.
"Biar kucari, ah ini. Ada suratnya."
Dear Yesungie,
Dengan surat ini, saya, Cho Kyuhyun putra tunggal keluarga bangsawan Cho, Vampire Pureblood, Prince Korean Vampire, memutuskan bahwa saya meminta ijin untuk melakukan Courting dengan Kim Yesung, putra tunggal bangsawan Kim, Veela Pureblood, Prince Korean Veela.
Jika Yesung-ssi menerima permintaan ijin Courting ini, maka terimalah gifts yang telah saya sertakan. Jika tidak, anda bisa mengembalikan kepada saya, Cho Kyuhyun.
Courting ini akan berlangsung hingga satu bulan ke depan, jika di suatu hari Yesung-ssi memutuskan untuk tidak menikah dengan saya, Cho Kyuhyun, anda bisa memutuskan hubungan Courting ini.
Saya telah mengirim surat ijin yang sama kepada Kim Heechul, Veela Pureblood, Queen Korean Veela dan Kim Hangeng, Elven Pureblood, King Korean Veela and Elven.
Sincerelly,
Cho Kyuhyun.
"Wow, bahasanya sungguh luar biasa. Aku tidak percaya ia menulis dengan tangannya sendiri?." Ucap Sehun kagum dengan kesopanan yang ditunjukkan oleh Kyuhyun.
"Dia seorang bangsawan, Sehunie. Tentunya kau tidak lupa, dia tumbuh sebagai calon penerus tunggal keluarga Cho." Jawab Yesung sedikit malas sambil memutar bola matanya, meski pipinya merona merah.
"Hyung, tidakkah kau ingin membalas surat Cho Kyuhyun?." Tanya Sehun duduk di kasurnya, melihat Yesung mulai membuka kadonya.
"Hm? Tidak usah, aku kan sudah menerima giftsnya. Eh, a-apa ini? Oh, ini bukankah ini gaun." Tanya Yesung sedikit bingung sambil memutar-mutar gaunnya.
'Woah, ini kan. Persephone, bagaimana bisa Kyuhyun sunbae tahu jika aku sangat menyukai karakter Persephone dibanding Aprodhite?.'
Bisa dilihat gaun yang dipegang Yesung adalah sebuah gaun hitam berbahan sutra sepanjang lutut dengan motif yang sangat indah, dibagian bawahnya terlapis beberapa kain renda yang begitu manis, tak lupa sebuah topeng yang menggantung di kerah gaun tersebut. Gaun itu sangat halus bahkan dapat dengan mudah jatuh dari tangan Yesung layaknya air, dapat dipastikan gaun itu pasti sangat mahal. Oh ayolah ini Cho Kyuhyun yang kita bicarakan.
Kalian pasti bertanya kenapa Yesung harus memakai sebuah gaun, itu hanya untuk menunjukkan bahwa ia adalah seorang Submissive Veela. Itu sudah menjadi tradisi di keluarganya.
"He? Oh, malam ini ada Ball ya? Aku hampir lupa. Ehh~ aku belum menyiapkan gaun, aduh~ aku harus pakai apa ini?." Balas teriak Sehun yang kini mulai berjalan layaknya setrika dengan tangan yang sibuk mengacak rambutnya.
"Aarrrggghhhh... aku harus pakai apa?." Teriak Sehun untuk yang terakhir kalinya sebelum sebuah kotak terlempar mengenai tepat kepalanya.
"Sakiiittt... Hyung apa-apaan sih? Pakai acara lempar kotak lagi, bagaimana jika kepalaku bocor? Mau tanggung jawab?." Cerocos Sehun sambil sibuk mengelus kepalanya.
"Berisik tahu, lebih baik kau lihat apa yang tertulis di kotak itu. Aku mau mandi dulu." Jawab Yesung masih dengan tampang dreamy dan mulai menari-nari dengan memeluk dressrobenya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Kau yakin, aku terlihat menarik?." Tanya Yesung gugup sambil memainkan bagian gaunnya.
"Oh ayolah Hyung, kau terlihat sangat cantik. Jika kau tidak berkencan dengan Kyuhyun sunbae aku pasti akan mengajakmu keluar, percayalah." Jawab Sehun dengan pedenya sambil menepuk dadanya.
"Dengan pakaianmu itu, Uh, tidak terima kasih." Jawab Yesung sambil mengangkat alis matanya dan menatap Sehun aneh.
"Memangnya kenapa?." Tanya Sehun dengan polosnya membuat tangan Yesung gatal ingin memukul kepalanya.
"Oh Sehun, biar aku ingatkan. Kau juga memakai gaun demi Tuhan. Sebaiknya kau segera memakai topengmu, Kyuhyun sunbae sebentar lagi pasti datang menjemputku." Teriak Yesung sambil memijat pelipisnya.
Ya, memang Sehun yang merupakan satu jenis dengan Yesung juga harus memakai sebuah gaun. Dan entah itu sebuah takdir atau sekedar keberuntungan, Sehun yang saat itu masih bingung harus memakai apa, sebuah kotak berisi gaun indah berwarna putih datang bertuliskan :
To : Oh Sehun
From : Your Secret Admirer
Yah, memang sedikit mengejutkan. Tapi cukup membuat Sehun tenang.
Tok tok tok
"Oh, itu pasti Kyuhyun sunbae. Baiklah aku berangkat dulu, bye Sehunie." Pamit Yesung berlari membukakan pintu hanya untuk terkejut karena tiba-tiba di depannya sudah dipenuhi oleh bunga mawar merah.
"K-kau..."
.
.
.
.
.
.
.
.
Oke, dapat cliffhanger. Wkwkwkkwk... ini aku nulis jam 4:30 pagi dan sekarang sudah jam lima. Waktunya siap-siap sekolah nih. Oke, aku harus berangkat dulu.
Terima kasih yang sudah review dan maaf sangat lama, dan juga terima kasih buat my lovely reader Cassandra'elf Kyusung yang sudah menuntut langsung, dan maaf ternyata hari Senin aku pulang malem jadi langsung tepar. Sedangkan kemarin aku pulang lumayan pagi (jam 3 sore), sampai rumah jam 4.
Jangan salah, di sekolahku jam 1:30 itu pulang pagi, karena kami terbiasa pulang sore. Dan itu rasanya sudah seperti Heaven kalau bisa pulang jam 1:30. Aku sampai menghela napas legaaaaaaaaaaaaaaaa sekali.
Akhirnya bisa tidur siang di rumah, itu satu-satu pikiran yang datang.
Oke, terima kasih dan maaf cuap-cuapnya.
