14 DAYS WITH HIM
Rated T to M
CAST :
OH SEHUN
XI LUHAN
DISCLAIMER : Semua tokoh milik Tuhan, saya hanya meminjam namanya aja. Tapi FF ini asli hasil dari otak saya
WARNING : BL, YAOI, TYPO(s), bahasa nggak sesuai EYD.
Summary : Sehun, seorang namja tampan kaya berparas dingin selalu memimpikan seorang namja yang sama setiap malamnya yg bahkan tidak ia ketahui namanya. Pada saat itu sang namja hanya meminta tolong pada Sehun untuk mencarikan tubuhnya selama 14 hari. Bisakah Sehun menemukan tubuh namja itu?
Happy Reading!
.
.
.
.
chapter 1
Normal POV
Bias sinar mentari dari jendela mulai masuk kedalam retina namja yang sedang terlelap dalam mimpinya. Sang namjapun perlahan-lahan membuka mata indahnya, dan tak lama terdengar bunyi dering handphonenya yang cukup keras. Sang namjapun –Sehun- bangun dan mengambil telepon genggam miliknya
"Yeoboseyo?"
"Sehunaaaa~ bogoshippo~ "
"Umma? Nado umma. Ada apa menelponku?"
"Bagaimana kuliahmu?"
"Baik-baik saja,umma. Bagaimana kabar kalian disana?"
"Kami baik-baik saja disini. Mungkin beberapa bulan lagi kami akan pulang ke Korea"
"Oh, begitukah? Yasudahlah terserah umma dan appa saja"
Terdengar suara seseorang yang sedang memanggil umma dari sehun
"Oh, baiklah sayang. Sudah dulu ya, kami sayang padamu. Semoga kau baik-baik saja disana. Oke sayang?"
"iya, umma. Salam untuk appa ya"
Sambungan telepon pun terputus. Sehunpun melihat kearah jam dinding dan jam sudah menunjukan pukul 08.00 KST. Ia pun bergegas menuju kamar mandi, sehun sempat mengingat kembali mimpinya. Apa benar ini nyata? pikirnya
"Xi Luhan ya.." sehun menggelengkan kepala untuk menjernihkan fikirannya, dan segera menyelesaikan kegiatannya dan menuju ketempat kuliahnya
SKIP TIME
Malam harinya, sehun membeli makan malam di restoran dekat tempat kuliahnya, dia membeli berbagai macam makanan, lumayan banyak. Hitung hitung sekalian untuk sarapan besok karena sehun tidak bisa memasak. Hari ini badannya terasa sangat lelah, dan perutnya sudah sangat lapar dan ingin segera memakan makanan yang ia beli.
Setelah selesai menunggu pesanan, ia langsung pulang menuju ke apartment miliknya. Diperjalanan, sehun merasa seperti ada yang mengikutinya. Ia menoleh kebelakang, tetapi tidak menemukan siapapun disana. Ini gang sepi, hanya ada sehun yang berjalan disini. Dia melanjutkan kembali perjalanannya, dan dia merasa masih ada yang mengikutinya. Dengan gerakan yang amat perlahan, Sehun kembali menolehkan kembali kepalanya kearah belakang. Kali ini, punggungnya terasa dingin. Saat ia menoleh kebelakang, terlihat sesosok namja berambut coklat karamel sedang berdiri tidak jauh darinya.
"Nuguya?"
Namja itu hanya diam, dia berjalan menuju kearah sehun sambil menunduk
"Nu.. nuguya?"
Semakin dekat, dan sangat dekat. Akhirnya namja itu mendongakkan kepalanya.
"Hai.."
"kau?!"
.
.
.
Sesampainya di apartment, Sehun langsung memakan beberapa makanan yang ia beli. Sisanya ia masukan kedalam lemari pendingin. Saat sedang makan, ia terus diganggu oleh seorang namja yang terus saja berceloteh ria.
"Hei sehun-ssi, kau mau kan membantuku? Aku mohon.."
"Tidak. Aku tidak mau"
"Ayolah aku mohon.."
"Berhenti merengek. Aku sedang makan. Apa kau tidak melihatnya? Tunggulah sampai aku selesai makan baru kita bicarakan ini'
"Aku tidak bisa menunggu lama! Ini sangat penting, kau tau?!"
"Baiklah, baiklah.."
Mereka pun membicarakan masalah ini dengan kepala dingin
.
.
.
Besoknya di Exotic University, 09.00 KST
Sehun POV
Hari ini aku berangkat ke tempat kuliah lebih awal dari biasanya. Sesampainya disana aku segera mencari dimana keberadaan Tao hyung. Aku harus menanyakan sesuatu padanya.
Setelah aku menemukannya dikantin dengan yang lainnya, aku segera menghampiri mereka.
"Wah sehun, tumben sekali kau datang lebih cepat dari biasanya" ujar Jongdae yang lebih akrab dipanggil Chen ini.
"Tao hyung. Aku mau menanyakan sesuatu." Aku sedikit berbasa basi sebelum menanyakan sesuatu yang mengganjal dipikaranku.
"Kau mau tanya apa?"
"Tapi jangan disini hyung. Ayo kita ke taman belakang saja" Aku langsung menariknya pergi ke taman belakang. Aku mendengar suara teman-temanku yang lain memanggilku dan Tao hyung.
.
.
.
"Baiklah Sehun-ah. Kita sudah ditaman sekarang. Kau mau menanyakan apa?"
"Soal kecelakaan salah satu sunbae kita yang pernah hyung ceritakan. Itu.. namanya siapa?"
"Hm.. kalau tidak salah namanya.. eung~ Xi Buhan? Xiao lulu? Xi lu... eung.. aduh siapa ya?"
"Xi Luhan?"
"AH! Iya itu namanya. Kau tau darimana?"
Aku terdiam, dalam otakku langsung terbayang tentang Luhan. Atau jangan-jangan.. mereka orang yang sama? Nama dan marganya saja sama..
"Em.. hyung, bisa kau jelaskan lagi berita tentangnya?" Aku sangat penasaran dengan berita kecelakaannya
"Kudengar, dia menghilang karena kecelakaan mobil. Aku tidak tau di daerah mana dia kecelakaan. Saat polisi mengevakuasi daerah itu, yang ditemukan hanyalah mobilnya saja. Mereka tidak tau apakah sang pengemudi masih hidup atau sudah meninggal. Karena tubuhnya tidak ditemukan. Hanya itu yang kutahu"
"Kau serius hyung? Emm.. Kau tau berita itu darimana hyung? Dan sejak kapan berita kecelakaan itu tersebar?" Semakin mendengar penjelasan dari Tao hyung aku semakin penasaran, sebenarnya namja itu Luhan yang selalu menggangguku atau bukan.
"Aku dengar berita itu sekitar seminggu yang lalu. Berita itu tersebar luas Sehun-ah.. namja bernama Xi Luhan ini sangat terkenal. Dia sangat imut, apa kau tidak tau dia? Ah kau payah sekali"
"Aku sama sekali tidak tau"
Mendengar cerita dari Tao hyung aku berfikir.. Seminggu yang lalu berita kecelakaan itu tersebar, seminggu yang lalu juga aku bermimpi aneh. Berarti memang benar mereka adalah orang yang sama.
"Memangnya ada apa kau menanyakan ini?" Suara Tao hyung menyadarkanku dari lamunan.
"Eh.. itu.." Aku bingung mau menjawab apa. Apa harus aku menceritakan semuanya?
"Hey ayolah aku penasaran. Ceritakan padaku~ ayo ceritakan~"
"Ah baiklah baiklah. Jadi begini hyung, sejak seminggu yang lalu aku mendapat mimpi yang aneh. Ada seorang namja bernama Xi Luhan mendatangiku melewati mimpi. Setiap malam aku bermimpi itu terus menerus. Di dalam mimpiku namja ini selalu meminta tolong."
"Ah.. apa namja itu adalah Luhan sunbae? Ohya sehun, apa namja itu memiliki warna rambut coklat karamel? Wajahnya imut? Kalau ya berarti itu memang rohnya Luhan sunbae" Tao hyung menatapku dengan pandangan harap harap cemas
"Ya.. ciri-cirinya sama persis dengan namja yang ada dimimpiku."
Tao hyung menatapku dengan pandangan horror. Ah, aku lupa dia takut dengan hal hal yang berbau hantu seperti ini.
"Maaf hyung, bukan maksudku untuk menakutimu. Tapi ini memang benar terjadi."
"Dia meminta tolong apa padamu ?"
"Mencarikan tubuhnya. Semalam pun aku bertemu dengannya."
"Ye? Bagaimana bisa?"
FLASHBACK
Normal POV
Terlihat seorang namja sedang duduk nyaman diruang tengah. Hei, dia berbicara sendiri? Oh tidak.. bukan begitu, dia sedang berbicara dengan seseorang yang tidak terlihat.
"Jadi? Apa kau mau membantuku sehun-ssi?"
"Darimana kau tau namaku?"
"Itu tidak penting.. aku butuh jawabanmu sekarang.. aku mohon"
"Baiklah aku akan mencoba untuk membantumu sebisaku. Sebelumnya, ceritakan kenapa aku bisa melihatmu? Bagaimana kau bisa masuk kedalam mimpiku?"
"Kau bisa melihatku karena aku mengizinkannya. Tapi, aku bahkan tidak tau kenapa hanya kau yang bisa melihatku! Namjachinguku sendiri pun tidak bisa melihatku, padahal aku sudah sekuat tenaga untuk masuk kedalam mimpinya"
"Lalu.. kalau kau tidak bersatu dengan tubuhmu.. berarti kau hanya sesosok roh? Dan.. apa kau sudah mati?"
"Sekarang in aku memang hanya sesosok roh. Soal itu.. aku bisa merasakan kalau aku masih hidup, tapi aku tidak tau dimana.." Ucap sang namja manis itu sambil menundukan wajahnya
"Sejadian apa yang bisa membuatmu bisa terpisah dengan tubuhmu itu?"
"Aku tidak tau, yang kuingat saat itu aku kabur dari rumah menggunakan mobil karena kedua orangtua ku sedang bertengkar. Aku keluar dengan keadaan marah.. Saat aku tersadar aku sudah berada di Aula tempat aku kuliah, waktu itu malam hari. aku mencoba bertanya pada seorang temanku yang kuliah malam, tapi dia tidak mendengarku dan berjalan melewatiku begitu saja. Bahkan aku tertembus olehnya."
Kecelakaan mobil? Tersadar di Aula tempat kuliah pada malam hari? Itu seperti cerita Tao hyung pikir sehun.
"Dan setelah itu kau tidak ingat apa-apa lagi?"
Luhan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja.
"Em... sehun-ssi, kau mau membantuku kan?"
"Tadi sudah aku bilang kan? Aku akan membantumu sebisaku."
"Baiklah. Terimakasih sehun-ssi" Luhan tersenyum sangat manis, manis sekali, sampai sehun hampir terkena diabetes
"Tapi sehun-ssi, batas waktu mencari tubuhku hanya 14 hari saja.." ujar Luhan
"Kenapa? Kalau lebih dari 14 hari?"
"Kalau lebih dari 14 hari aku akan benar-benar mati"
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC/Delete?
A/N : Annyeong~ Andrianiww disini :D kalo kepanjangan panggil aja Aan J salam kenal ya~
Maaf ya updatenya lama, dan ini pendek ya? Hehe gimana ceritanya? Seru gak? Kalo seru tolong review ya~ kata Mingkyu kalo gak banyak yang review ntar mau gak mau diganti aja ffnya ._.
Oh ya, mau minta saran dong, buat orang ketiga diantara hunhan kalian pilih siapa?
A. Kris
B. Kai
C. Suho
Balesan review:
lisnana1 : tuh sehunnya udah mau bantuin luhan.. makasih semangatnya ya, dan makasih udah review ^^
0312luLuEXOticS : jawaban pertanyaan kamu udah kejawab belom di chap ini? ._. makasih udah mau ngereview ^^
dian deer : udah dilanjut nih, lama ya?._. makasih udah mau ngereview ^^
rinie hun : ye? Jangan takut dong~ luhan kan udah dibantuin sama ayangnya hehe. Udah dilanjut nih. Makaasih udah mau ngereview ^^
Gita Safira : udah dilanjut ya~ makasih udah mau ngereview ^^
OyaF : udah dilanjut ya.. makasih udah mau ngereview ^^
baby kyungie : ini udah dilanjut, makasih udah mau ngereview ^^
mind to review?
Sign
Andrianiww (so pasti sama lee mingkyu juga :D)
