Disclaimer :

Naruto Masashi Kisimoto

High School DxD Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, Sosok pemuda yang tidak mengingat apapun dan bagaimana dirinya bisa berada di sebuah dunia yang penuh supranatural dan di Sana Naruto harus menjalani kehidupannya untuk mendapatkan memorinya kembali

Naruto : The Magical Battle

Pair :

Naruto x ...

Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Little Humor, Sci-Fi, Echi, Incest!, DLL

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, Jutsu Buatan sendiri, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru, NotMemories! Naruto, SacredBeast! Naruto.

" Naruto " berbicara

' Naruto ' batin

[" Naruto "] Beast/Sacred Beast berbicara

[' Naruto '] Batin Beast/Sacred Beast.

.

Chapter 2 : Unexpeted

.

Rabu, 14 Maret 2019

08.00 AM

Pov

Yo! Namaku Uzumaki Naruto siswa kelas 1-A dari Magical Academi, sudah 8 tahun aku tinggal di tempat ini dan aku sama sekali tidak ingat bagaimana bisa aku berada di dunia ini. Karena Yang aku ingat samar-samar bahwa aku bertarung habis-habisan dengan seseorang hingga akhirnya aku sekarat karena luka di perutku dulu.

Dan sejak itu aku sudah berada di pertebingan dan bertemu dengan orang yang mengangkatku sebagai kakaknya, sejujurnya aku berusaha mengingat bagaimana bisa tapi setiap kali berusaha kepalaku terasa mau pecah ketika ingin mengetahuinya

Saat ini Aku bersama Adikku Uzumaki Michella bersama-sama berangkat menuju sekolah untuk mengikuti pelajaran kami menjadi Magical. Oh ya! Magical Academi adalah Sekolah yang menampung orang-orang yang memiliki Magic.

Magicku adalah Healling, itulah perkataan orang-orang rumah sakit dan adikku jika aku menerima luka parah namun esoknya telah sembuh mereka bilang jika itu adalah Healling Lv 5. Untuk Adikku lebih tepatnya adik angkatku, dia memiliki Dua Magic, pertama Magical Eyes dan Fire Magic.

" Ohayo, Naruto, Michella-san " Aku yang mendengar sebuah sapaan menoleh san melihat kedua teman baruku kemarin, Shikamaru Nara dan Akimichi Choji, Aku yang melihat mereka, langsung berlari kecil sambil mendorong kursi roda adikku lalu berhenti di depan mereka " Ohayo, Shikamaru, Choji " balasku sambil tersenyum ramah

Pov End

.

" Mau berangkat bareng? " tanya Choji sambil memakan keripik kentang di tangannya " Boleh juga " jawab Naruto lalu berjalan bersama dua temannya.

" Sepertinya Choji-san suka sekali makan-makanan ringan ne? " gumam Michella membuat Shikamaru menghela nafasnya " Apapun makanannya dia suka, bahkan dia bisa makan keripik kentang seperti itu 20 bungkus per hari " ucap Shikamaru membuat Choji tertawa canggung.

" Hahaha, Maa~ Maa~ " Naruto yang melihat interaksi mereka sedikit tersenyum lalu menatap langit yang tampak cerah saat ini ' Hari yang indah ' batin Naruto

.

" U-Ughh~ " gumam Naruto dengan alis berkedut ketika dirinya sampai di kelas dirinya telah di kepung oleh banyak orang dan mereka semua adalah... Perempuan

" Ne-Ne Naruto-san, maukah kau mengajariku bermain pedang nanti? "

" Apa Naruto-kun sudah punya pacar? "

" Apa makanan kesukaan Naruto-kun?

' Ke-Kenapa bisa begini? ' batin Naruto menangis Anime ' Mu-Mungkinkah, karena kejadian kemarin mereka mulai menyukaiku ' lanjutnya ' Mungkin aku harus menarik kata-kata cerah tadi menjadi hari yang merepotkan '

" Hahh~ sepertinya Naruto di gemari banyak perempuan ne " gumam Shikamaru sambil bertopang dagu di mejanya " Mungkin karena kemarin dia bisa mengalahkan Anko-sensei dan Sairaorg-sensei dengan pedang di pinggangnya itu " timpal Choji, sementara Michella hanya tertawa kecil ketika melihat kakak angkatnya tampak susah mengontrol mereka.

" Firasatku rupanya benar " gumam Pemuda berambut menculak kebelakang dengan aura hitam di atasnya " Rupanya dia menjadi populer karena kejadian kemarin, buat iri saja " gerutu Pemuda dengan anjing besar di sampingnya.

" Namun karena hal itu, para cowok di berbagai kelas berniat memberinya pelajaran " ucap Pemuda berambut cokelat panjang " Kenapa? " tanya Pemuda berambut menculak kebelakang.

" Menikung hati. Seperti itulah " bukan Pemuda tersebut menjawab melainkan Pemuda berkaca mata hitam.

" Maa~ Maa~ tenanglah kalian semua " ucap Naruto mencoba menenangkan kerumunan perempuan yang mengelilinginya ' Hah~ siapapun tolong hentikan situasi ini ' batin Naruto

" Hey, Kau pemuda seperti kucing! " semua yang mendengar suara teriakan di depan pintu kelas menoleh dan terlihat di sana terdapat perempuan berambut pirang panjang tengah menatap Naruto dengan pandangan meremehkan " Siapa Dia? Datang-datang berteriak seperti gorila " tanya Naruto

" Dia Hayamana Shion-senpai, Kelas 2-A, pemilik Magical Beast dan Magical Forecast, memiliki Skill Summoning Beast " jawab salah satu siswi di samping Naruto " Hehh~ Kakak kelas toh " gumam Naruto lalu menatap Shion dari atas hingga bawah.

" Kau.. Apakah Kau Orang yang katanya berhasil mengalahkan Anko-sensei dan Sairaorg-sensei dengan pedang usam yang sudah rapuh? " tanya Shion sambil menunjuk Naruto " Aku tidak mengalahkan melainkan hanya melakukan Tes, tapi kalimat dengan pedang usam itu memang benar " balas Naruto sambil menunjukkan pedang Usam di pinggangnya.

" Sejujurnya ini pemberian salah satu orang di kelas ini, dan saat aku ingin mengembalikannya dia berkata " ambil saja karena aku tidak suka lebih cocok padamu orang lemah " dengan sombongnya, tapi tahu-tahunya dia tidak lulus, dasar mulut ember " curhat Naruto membuat semua siswi di sana tertawa kecil kecuali Shion.

" Jadi Ada Apa hingga Anda mencariku, Hayamana-senpai? " tanya Naruto to the point " Huh! Setelah istirahat, Aku ingin kau bertarung denga... "

" Maaf, Aku tidak berniat bertarung apa lagi dengan pedang yang bisa hancur kapan saja, jadi maaf " potong Naruto dengan wajah tanpa dosa " Jangan asal potong pirang! " teriak kesal Shion.

" Lagi pula, Apa gunanya jika kita bertarung, aku rasa tidak ada gunanya " jelas Naruto secara baik-baik " Lagi pula kau perempuan, cantik, menawan, bukankah bertarung sangat tidak cocok denganmu soalnya jika kau terluka kecantikanmu akan hilang, seharusnya orang secantikmu tidak boleh bertarung " lanjut Naruto membuat semua di sana terbengong.

Bluush~

Wajah semua siswi di sana memerah termasuk Michella dan Shion, Shion yang mendengar perkataan Naruto yang terlalu jujur salah tingkah " A-A-A-A-Apa yang kau bicarakan!? " tanya Shion sambil tergagap

" Um? Bukankah itu benar? Orang secantik dirimu seharusnya tidak cocok bertarung " jawab Naruto dengan wajah polos " Hwa-Hwa- Hwaaaaaaaa! " teriak Shion berlari keluar kelas dengan kecepatan yang luar biasa.

" Um? Ada apa dengan Hayamana-san? " tanya Sairaorg yang kebetulan sudah di depan pintu ketika melihat Shion berlari seperti di kejar hantu " Oh, Sairaorg-sensei " dan pertanyaannya tidak ada yang menjawab

.

Breaktime

.

" Wah-Wah, sepertinya karena rayuanmu tadi kau semakin banyak di sukai Perempuan Naruto " puji Shikamaru sambil menatap sekelilingnya karena saat para perempuan melewati Naruto mereka berbisik-bisik dengan wajah merona " Um? Memang aku sudah melakukan sesuatu? " tanya Naruto polos sambil menyeruput minuman teh dinginnya.

" Apa kau tidak sadar saat kau mengatakan Hayamana-senpai cantik? " tanya Shikamaru lalu memasukkan nasi kepal di tangannya ke mulutnya " Tentu saja, kan dia memang cantik " jawab Naruto dengan nada sedikit di naikkan.

Bruk!

Terdengar suara jatuh entah di mana namun tidak menghentikan kegiatan Naruto dan Shikamaru yang masih saling tatap, sementara Choji dan Michella masih tenang makan tak memperdulikan sekitar.

" Hahh~ sepertinya kau sangat tidak peka ne " gumam Shikamaru sambil menyeruput tehnya " Apanya? "

" Auk ah gelap. "

" Heh~ Kasi tahu napa? "

Sementara itu di salah satu pilar di dekat meja makan Naruto, Shikamaru, Choji dan Michella, tampak Shion tengah bersandar di pilar dengan wajah memerah karena dia dari tadi mendengar pembicaraan Naruto dan Shikamaru.

' La-Lagi... ' batin Shion dengan mata berkunang-kunang ' Ke-Kenapa aku bisa salah tingkah hanya karena ucapannya!? ' teriak Shion dalam batin sambil berlari dengan kecepatan luar biasa

.

Traning

.

Sret! Sret!

Saat ini tampak Naruto tengah melatih gayanya bermain pedang dengan pedang usamnya sambil melatih gaya-gaya serangan yang dia pikir bagus, Michella yang duduk di kursi roda di bawah pohon dekat dengan Naruto latihan menatap lekat Naruto yang tampak berusaha melatih gaya bertarung pedang yang belum pernah lihat.

" Hahh~ rupanya melakukan serangan menggunakan pedang cukup susah juga ya " gumam Naruto sambil memutar pedangnya sesaat " Tapi, lebih susah lagi jika kau menyerang hanya menggunakan tangan kosong, Kau harus memiliki kecepatan dan kekuatan fisik yang kuat agar bisa bertarung tangan kosong. Kalau untuk bertarung pedang aku pikir yang di butuh kan hanyalah Skill kecepatan, Ketelitian dan ayunan tangan yang kuat dan cepat " ucap Choji membuat Naruto terdiam sesaat sebelum menatap pedangnya lekat-lekat.

" Selain itu tidak perlu terburu-buru, Lagi pula kita masih dalam masa latihan untuk meningkatkan kemampuan kita, kita hanya perlu mengikuti tahap-tahapnya saja " ucap Shikamaru yang tampak santai.

" Maa~ mungkin kau benar " timpal Naruto lalu memasang posisi kembali

Sring! Sring! Sring!

Sret! Sring!

Setelahnya Naruto menebas pedangnya secara Horisontal, lalu vertikal dan Diagonal hingga membentuk X lalu memutar pedangnya lalu menebaskan pedangnya ke depan.

Srush! Braak!

Semua seketika terkejut ketika salah satu pohon di tempat mereka latihan hancur berantakan, Naruto yang jaraknya memang jauh dari pohon tersebut namun arah serangan latihannya ke arah pohon tersebutpun ikut terkejut karena serangannya yang tanpa di sengaja membuat pohon tersebut hancur.

" A-Are? " gumam Naruto " O-Ohey, Naruto bukankah tadi kau hanya membelah udara kosong? Ke-kenapa bisa pohon tersebut hancur? " tanya Shikamaru gugup.

" Kau pikir aku tahu! Aku saja juga terkejut! " teriak Naruto panik.

" apa... Yang barusan itu " tanya pemuda berambut cokelat menculak kebelakang " Angin " Jawab Pemuda berambut Cokelat panjang.

" Angin? " Tanya Pemuda yang membawa anjing besar " Saat dia memotong udara kosong, mataku melihat sebuah gelombang biru terbentuk dalam bentuk kasap mata lalu dengan serangan terakhirnya tadi dia membentuk gelombang biru besar sebagai pendorong empat gelombang berbentuk x dan + hingga menghancurkan pohon tersebut, benar-benar serangan mematikan yang tanpa di sengaja " jelas Pemuda berambut cokelat secara rinci.

" Begitu... Membentuk gelombang Angin lalu dalam suatu bentuk lalu mendorongnya dengan Gelombang Angin besar hingga membentuk angin penghancur yang bisa memotong apa saja " gumam Pemuda berambut Raven

" Ne Naruto kau benar-benar tidak tahu? "

" Tentu saja! Buat apa aku bohong! Kalian juga tadi melihatnya bukan! "

.

End School

15.00 PM

.

" Hahh~ " hela Naruto sambil berjalan lemas mendorong kursi roda Michella " capeknya, aku jadi ingin cepat pulang dan mengistirahatkan tubuhku " lanjutnya.

" Kerja bagus untuk Hari ini Nii-chan, Kau sudah berjuang keras " ucap Michella sambil mengangkat kepalanya ke atas menatap wajah Naruto dengan senyum manisnya.

" Selain itu, kejadian tadi benar-benar masih membuatku bingung, Bagaimana bisa pedang Naruto yang seperti itu membuat kerusakan yang parah pada pohon tadi " ucap Shikamaru sambil mengaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

" Kau benar, Padahal ini hanya pedang yang tampak tua, Berkarat dan tumpul, namun di dalamnya dia memiliki kekuatan yang cukup dahsyat " timpal Choji sambil melirik pedang di pinggang Naruto.

" Huuaaam~ Mungkin kata jangan melihat buku dari sampulnya sangat cocok untuk pedang itu " ucap Shikamaru sambil menguap, sementara Naruto hanya diam tanpa suara karena dia juga masih memikirkan bagaimana tadi dia bisa menghancurkan pohon tadi.

.

Teacher Room

.

" Kerja bagus hari ini semua, kalian melakukan tugas kalian dengan baik " ucap wanita berambut pirang di meja kebesarannya.

" Hahh~ Capeknya "

" Benar-benar di luar dugaan "

" Lalu, Sairaorg. Bagaimana dengan Murid yang mengalahkanmu dengan pedang berkarat yang ada di kelasmu, Apa dia ada perkembangan? " tanya Wanita tersebut pada Sairaorg.

" A-Ah, Sejujurnya di bisa dibilang berkembang pesat bisa juga di bilang tidak karena secara tidak sadar saat kami melakukan sesi uji coba latihan dia berhasil menghancurkan satu pohon dengan pedang tersebut dari jarak 2 meter " jawab Sairaorg sambil mengaruk tengkuknya yang terasa gatal, semua guru di sana terdiam dan membatu seketika mereka terlalu terkejut akan laporan Sairaorg.

" Apa kau bercanda Sairaorg? " tanya Wanita berambut hitam bergelombang " Untuk apa aku bohong jika aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri " balas Sairaorg.

" jika tidak percaya, kalian bisa melihat rekaman CCTV nomor 20 bukan, kalau kalian tidak percaya " ucap Sairaorg bergerak ke arah komputer CCTV lalu memperlihatkan rekaman CCTV 20 di layar besar di ruangan tersebut.

Sring! Sring! Sring!

Sret! Sring! Blaaaar!

Semua yang di ruangan tersebut melebarkan mata mereka, perkataan Sairaorg ada benarnya. " Benar-benar tidak bisa di percaya " gumam Pria berambut bob sambil mengelus dagunya.

" Siapa namanya Sairaorg? " tanya Pria berambut perak dengan masker di mulutnya.

" Namanya Uzumaki Naruto, dari data yang aku terima dia pengguna Healling Magic dan di sana tak tertulis jika dia memiliki Skill lainnya " jawab Sairaorg sambil menyerahkan data Naruto

" Skill tersembunyi kah? " gumam Pria dengan rokok di mulutnya " Dia tampak keren dengan wajah itu tapi tatapannya sungguh berbeda dari wajahnya " ucap. Pria bermasker.

" Ada apa dengan matanya? "

" Matanya seperti menunjukkan rasa kesepian, kehampaan dan kekosongan, pandangannya seperti anak yang sedih di kurung di sebuah menara tertinggi hingga tidak bisa keluar hingga kapanpun " jawab Pria tersebut.

" Tidak perlu lebay "

" Kau terlalu Mendramatisi Kakashi "

" Heh~ Tapi yang tadi aku katakan itu benar "

Sairaorg yang melihat Perdebataan itu hanya acuh karena dirinya saat ini fokus melihat rekaman Naruto yang tanpa sadar menghancurkan pohon saat jam kelasnya

' Seperti dugaanmu, dia memiliki talenta yang hebat '

.

Naruto Side

.

" Hachii! " bersin Naruto yang sudah sampai rumah bersama Michella " Kau deman Nii-chan? " tanya Michella sedikit khawatir

" Ah tidak aku hanya merasa di bicarakan saja " jawab Naruto sambil mengusap hidungnya " Okaerinasai Naruto-sama, Michella-sama " ucap Dua Butler yang datang ke arah Naruto dan Michella sambil memberi hormat.

" Maa~ bukankah sudah aku bilang jangan pakai -sama, itu membuatku merinding tahu " ucap Naruto dengan tatapan memohon " Maafkan Kami Naruto-sama, namun itu sudah wajib kami lakukan " jawab salah satu Butler membuat Naruto menghela nafasnya.

" Ha'i-Ha'i, terserah kalian saja " balas Naruto pasrah " Michella-sama, malam ini Anda dan Naruto-sama ingin makan malam apa? kami akan mencarikan bahan makanan yang Anda dan Naruto-sama makan " tanya Butler 2 sopan.

" Heh? Apa bahan masakan sudah habis? " tanya Michella tidak percaya " Jaa~ bagaimana jika aku dan salah satu dari kalian yang pergi membeli bahan makanan? " tawar Naruto membuat Dua Butler tersebut terkejut.

" Tidak-tidak, sebaiknya Anda istirahat saja Naruto-sama " tolak Butler 1 secara halus " Maa~ tidak perlu sungkan lagi pula aku juga bingung harus memakan apa nanti jadi lebih baik aku ikut berbelanja saja " ucap Naruto menyerahkan kursi roda Michella ke Butler 2 lalu berjongkok di depan Michella.

" Satte, apa yang mau kau makan untuk makan malam Nanti Chella-chan? " tanya Naruto membuat Michella tersenyum misterius " Tebak saja " jawab Michella sambil tersenyum

" Baiklah Biar Nii-chan tebak " gumam Naruto berpikir sambil mengelus dagunya " Kau pasti ingin makan makanan berdaging sapi bukan? Um~ apa ya namanya... Kare, apa aku benar? " tebak Naruto.

" Tepat! Tapi kali ini aku mau Kare Buatan Nii-chan seperti waktu itu " ucap Michella dengan tatapan memohon " Maa~ akan aku buatkan untukmu " ucap Naruto sambil mengelus rambut adiknya.

" Jaa~ Ittekimasu " ucap Naruto bersama Butler 1 " Itterasai " Balas Michella sambil melambaikan tangannya.

Sring~ Twung!

Tanpa di sadari Naruto dan yang lain, saru pedang yang membungkus pedang Usam Naruto perlahan bersinar redup dan setelahnya sebuah tulisan aksara terbentuk di sarung tersebut.

[" Tuan "]

.

~ Naruto : The Magical Battle ~

.

Supermarket

17.00 PM

.

" Um, Daging sudah, Sayur sudah, Beras sudah, tepung, Saus, Rempah-rempah, Minuman... " gumam Butler 1 sambil mengecek setiap barang yang harus di beli " Kizuki, Aku juga memesan beberapa Camilan untuk di rumah, pastikan masuk ke dalam daftar nanti " ucap Naruto sambil membawa beberapa Camilan.

" Ha'i Naruto-sama " jawab Butler bernama Kizuki sambil kembali mengecek barang-barang yang di beli ' Dari yang di lihat ini cukup banyak juga ya ' batin Naruto sambil menatap belanjaan mereka.

Twuuung!

Deg!

Sarung pedang di pinggang Narutopun kembali bercahaya membuat Tubuh Naruto seketika tersentak seperti merasakan ada yang masuk ke dalam dirinya, namun Naruto tidak sadar ketika sarung pedangnya bersinar.

' Apa... Yang barusan itu ' batin Naruto sambil menatap tubuhnya yang tampak biasa saja.

Sementara itu di sebuah stand Perhiasan, tampak sebuah kalung merah di dalam sebuah kotak mulai bersinar redup dan bergerak pergi dari Stand dengan kecepatan luar biasa menuju supermarket dimana Naruto berada.

" apa sudah semua? " tanya Naruto yang berada di samping Kizuki " Um, Aku sudah memastikannya dan juga aku sudah memasukkannya ke Sihir Ruangan milikku " jawab Kizuki.

Wush! Plak!

Seketika Kizuki dan Naruto terkejut terutama Naruto ketika sebuah kotak kecil menghantam wajahnya membuat langkahnya terhenti sesaat " Apa yang menghantamku ini? " tanya Naruto menarik kotak di wajahnya dan melihat apa isinya.

" Kalung? " beo Kizuki dan Naruto bersamaan " Kenapa kalung ini bisa menghantamku, bahkan tidak ada angin badai yang membuatnya ke sini? " gumam Naruto sambil menatap intens kalung di tangannya.

" Maa~ Mungkin saja Kalung itu tertarik denganmu " canda Kizuki " Dari pada di miliki oleh orang tidak baik, sebaiknya aku membawanya sesaat hingga yang punya mengambilnya kembali " gumam Naruto memakai kalung tersebut.

" Naruto-sama lihat, di kotak tersebut berisi secarik surat " ucap Kizuki menyerahkan surat di kotak tersebut " Coba Aku lihat.. Emm~ tulisan macam apa ini? " tanya Naruto sampai menyipitkan matanya

" Wah~ Aksara Sansekerta, Pasti kalung ini, kalung sejarah " gumam Kizuki membuat Naruto menatap Kizuki dengan sebelah alis naik " Benarkah? "

Twung! Twung!

Sang Kalung dan Pedang yang di pinggang Narutopun saling bercahaya redup namun tidak di sadari oleh Naruto ataupun Kizuki, Merasa urusan mereka selesai, merekapun melanjutkan perjalanan mereka menuju kediaman dengan saling berbincang-bincang.

Hubungan Naruto dan Kizuki bagaikan kakak dan Adik di mana Sang Kakak Kizuki dan sang adik adalah Naruto, awal pertemuan Kizuki dan Naruto adalah saat Michella membawa Naruto ke kediamannya dalam keadaan terluka.

Semenjak Kejadian kelumpuhan kaki Michella, hubungan Kizuki dan Naruto sempat terjadi kerenggangan pertemanan Naruto dan Kizuki, namun waktu berlalu, Kizuki mulai kembali akrab dengan Naruto karena dirinya tahu, jika dia dan Naruto bermusuhan, pasti tuannya, Michella akan membencinya dan Naruto dan menjauh mereka, Tuannya memecatnya dan mengusir Naruto tentu dirinya tak ingin seperti itu, maka dari itu Kizuki kembali mengakrabkan dirinya dengan Naruto.

" Tolong! " Naruto dan Kizuki yang mendengar suara minta tolong langsung menatap sekitar mencari sumber suara " Kizuki kau mendengarnya? " tanya Naruto.

" Um, terdengar jelas " Jawab Kizuki.

" TOLONG! " telinga Naruto yang berhasil menangkap suara teriakan tersebut langsung berlari menuju tempat tersebut hingga menyeberangi jalan secara kasar tak peduli ada kendaraan yang menabraknya.

" Naruto-sama! Matte! " teriak Kizuki mengejar Naruto, setelah sampai di sebuah Gang, Naruto mengendap-endap mengintip dan dirinya bisa melihat sosok perempuan tengah di kepung oleh 3 sosok seperti banteng. Naruto yang melihat sosok perempuan yang di kepung melebarkan matanya karena sosok yang di kepung adalah...

" Hayamana-senpai " gumam Naruto " Mereka Minotaur, mustahil jika kita melawan mereka bertiga " gumam Kizuki membuat Naruto terdiam sebelum menatap Kizuki serius.

" Kizuki, pergilah dan cari bantuan, aku akan mencoba mengulur waktu " Ucap Naruto berdiri " Jangan gila Naruto-sama! Tidak akan aku biarkan kau melakukan itu! " ucap Kizuki menghentikan Naruto sebelum melakukan hal yang menurutnya gila.

" Jangan Khawatir, Aku seorang Magical Healling, aku mungkin hanya akan menerima luka berat, tapi aku tak bisa membiarkan Hayamana-senpai terluka " ucap Naruto langsung memasuki gang membuat Kizuki mengepalkan tangannya dan langsung pergi mencari bantuan.

" Permisi, Hello, Minotaur-san " ucap Naruto membuat tiga Minotaur mengalihkan pandangan mereka menatap Naruto tajam, sementara Shion yang melihat Naruto datang melebarkan matanya " Huh! Hanya sosok pemuda yang sok pahlawan datang " dengus Salah satu Minotaur membuat dua rekannya tertawa.

" Anoo.. Bolehkah saya menjemput Hayamana-san, aku yakin orang tuanya sudah mencarinya lagi pula ini sudah malam kenapa kalian tidak pulang saja " ucap Naruto terlalu sopan " Huh! Kau memiliki sopan santun yang baik, namun sepertinya kau harus belajar untuk tidak memancing amarah seseorang! " ucap Minotaur 2 sambil mengibaskan kapaknya ke arah Naruto.

Wush!

Dengan refleks Naruto menghindar membuat serangan tersebut hanya menghantam tanah " Wow! Hampir saja " gumam Naruto langsung bersiaga.

' Sial, sepertinya berbicara dengan mereka tidak ada gunanya ' batin Naruto sambil bersiap menarik pedangnya yang masih terbungkus Sarung " Enyahlah kau! " teriak Minotaur 3 berlari ke arah Naruto sambil menyeruduk apa saja di depannya.

Sret! Blaam!

Naruto yang melihat 3 tong sampah dan Satu Arku langsung bergerak cepat dengan melempar satu tong sampah lalu menendang dua Tong sampah Sisa Hingga mengeluarkan Isiannya.

Baam! Srush!

Kepala Sang Minotaur 3 pun menghantam tong sampah yang di lempar Naruto namun karena banyaknya pisang pada dua sampah yang di keluarkan oleh Naruto membuat keseimbangan Minotaur 3 hilang.

" Selamat bermimpi banteng! " ucap Naruto mengangkat tinggi-tinggi Arku di kedua tangannya lalu mengayunkannya layaknya pemukul.

Duuum!

Suara dentungan keraspun terdengar di gang tersebut membuat Dua Minotaur yang melihat rekannya di hantam oleh Arku menatap kasihan temannya.

Bruk!

Tubuh Minotaur 3 pun ambruk karena Pingsan setelah terhantam oleh Arku Naruto, sementara untuk sang pemukul dengan kasar Naruto melempar Arku di tangannya sambil menggoyang-goyangkan kedua tangannya yang terasa sakit dan gemetar karena kerasnya getaran tadi.

" Hahh~ sakit sekali " gerutu Naruto " Hum~ rupanya kau boleh juga, tapi jangan pikir ini sudah selesai! " teriak Minotaur 2 berlari ke arah Naruto bersama Minotaur 1

Naruto yang melihat dua Minotaur melesat ke arahnya menarik pedangnya bersama Sarungnya lalu berlari ke arah kedua Minotaur dengan cepat sambil menyiapkan senjatanya.

Sret! Wush!

Minotaur 2 yang sudah di depan Naruto'pun langsung mengayunkan Kapaknya ke arah Naruto, Namun Naruto berhasil menghindarinya dengan menaiki tangan Minotaur 2 yang mengayunkan senjatanya dan langsung mengarahkan kepalan tinjunya ke arah Minotaur 2 .

Buagh!

Wush! Bruk!

Pukulan Naruto'pun berhasil mengenai wajah sang Minotaur membuat Minotaur 2 melangkah mundur dan menabrak Minotaur 1 di belakangnya tak mau kehilangan kesempatan, Narutopun menarik pedangnya dari sarungnya lalu melesatkan pedangnya ke arah wajah Minotaur 1.

Jleb! Grooaaaar!

Pedang Naruto'pun berhasil menancap di salah satu mata Minotaur 1 membuat sang Minotaur berteriak kesakitan, dengan kasar Minotaur 1 menarik Naruto lalu melemparnya ke arah Tembok dengan kasar.

Duak!

" Cough! " batuk Naruto ketika punggungnya menghantam dinding dengan kasar " Uzumaki-san! " pekik Shion

" La-Lari Senpai, Selamatkan dirimu " ucap Naruto lemah

Wush! Blaaar!

Naruto yang melihat serangan melayang ke arahnya langsung menghindar membuat serangan tersebut meleset, tak mau terkena serangan berikutnya Naruto langsung menjaga jarak sambil memasang posisi siaga.

' Kuso! Apa Kizuki masih lama ' batin Naruto mendecih " Ghahahaha, Sepertinya kau sudah tidak kuat bocah, kenapa kau tidak tunjukkan kemampuanmu karena saat ini adalah akhir bagimu " ejek Minotaur 2 membuat Naruto tersentak.

' Benar juga, jika aku berhasil menggunakan cara yang sama saat aku menghancurkan pohon saat kelas, mungkin aku juga bisa melakukan hal yang sama ' batin Naruto memasang posisi seperti saat di kelas ' Aku mohon pedang, bantu aku ' batin Naruto mengeratkan genggamannya pada pedangnya.

Twuung~

Pedang Di tangan Naruto'pun bercahaya redup begitu juga di kalung Naruto, Naruto yang merasa sudah siap memejamkan matanya.

Sring! Sring! Sring!

Sret! Sring!

Setelah itu Narutopun melakukan tebasan yang sama saat latihannya lalu menebaskan pedangnya ke depan hingga saat itu juga sebuah gelombang besar melesat cepat ke arah Minotaur 2.

' Sekarang! ' batin Naruto memompa tenaga di kakinya lalu melesat cepat ke arah Dua Minotaur dengan mengikuti gelombang miliknya.

Wush! Craaash!

Ketika gelombang tersebut menghantam Minotaur 2, tubuh Minotaur tersebutpun hancur menjadi kecil-kecil, Namun Naruto harus terkejut ketika Minotaur 1 sudah menyiapkan serangan berupa serudukan ke arahnya.

Wush! Bruk!

" Cough! " batuk Naruto mengeluarkan darah ketika serudukan tersebut berhasil mengenainya " Uzumaki-kun! " teriak Shion.

Wush! Buagh! Blaaaar!

Sang Minotaur 1pun langsung melempar Naruto ke langit lalu memukul Naruto dengan senjata palunya membuat Naruto terpental ke tempat Shion dan menghantam dinding dengan kasar hingga hancur.

" Uzumaki-kun! Uzumaki-kun! " teriak Shion sambil mengeliat ke tubuh Naruto karena saat ini tubuhnya terikat tali karena 3 Minotaur saat ini " Ghahahaha, sepertinya dia sudah mati " tawa Minotaur 1.

" Cough! Cough! Ma-Masih belum " ucap Naruto lemah sambil berusaha bangun dari beberapa bebatuan yang mengunci tubuhnya, Namun tubuhnya sudah tidak kuat lagi untuk berdiri ' Ku-Kuso! A-Apa ini akhirku ' batin Naruto mengepalkan kedua tangannya.

Sret! Twuung!

Mata Naruto sedikit tersentak ketika di tangan kirinya dia merasakan bahwa dia meremas sebuah kertas dan juga pedang usam miliknya tampak bercahaya dan menunjukkan sebuah Aksara-Aksara Sansekerta.

' Tulisan itu... ' batin Naruto sambil membuka tangan kirinya yang meremas kertas dan di sana rupanya Kertas dari Kalung miliknya yang berisi Tulisan Aksara " Uzumaki-kun! Kau tidak apa-apa? " tanya Shion dengan nada khawatir.

" A-Ah, Senpai kau tidak apa? " tanya Naruto lemah membuat Shion menatap Naruto sendu " Baka! Kau itu seharusnya mengkhawatirkan dirimu sendiri! Kenapa juga kau harus melindungiku! " teriak Shion.

" Heh! Ka-Karena aku tidak akan pernah me-membiarkanmu terluka Se-Senpai " ucap Naruto sambil berusaha bangun " Karena j-jika kau terluka.. Ke-Kecantikanmu akan hilang " ucap Naruto sambil tersenyum lemah ke arah Shion membuat Naruto terpaku.

[" Tuan!/ Tuan! "] Naruto yang mendengar dua suara wanita sedikit tersentak dan melirik sekitarnya mencari keberadaan suara tersebut namun tidak ada siapa-siapa.

" Siapa yang berbicara? " tanya Naruto lemah [" Tidak ada waktu untuk menjawab pertanyaan Anda tuan, Anda harus membaca Aksara-Aksara itu "] balas suara tersebut.

" Kenapa? "

[" Lakukan Saja! "] Balas Suara tersebut namun dengan nada lain " T-Tapi Aku tidak bisa membaca aksara i... " perkataan Naruto terhenti ketika dirinya membaca Aksara yang ada di pedangnya dalam batin dia mengerti arti tulisan tersebut.

' A-Aku bisa mengerti bahasanya ' batin Naruto.

[" Lavenkyurendo Argiestra Levinsyahilementuro Redushikiyuushiki "] ucap Naruto

Twuuuung~

Pedang di tangan Narutopun mulai bercahaya kuning terang dan muncul 3 lingkaran aksara kuning mengelilingi setiap sisi pedang tersebut, sang Minotaur yang mendekat ke arah Naruto seketika berhenti karena cahaya terang yang di pancarkan oleh pedang di tangan Naruto.

" I-Itu... " gagap Shion

[" Gredirostro Avekireusgroesto Byakiseritru enki Labrogresto "] ucap Naruto membaca Aksara di kertas yang ada di tangannya.

Twuuung~

Sekarang Kalung yang ada di leher Naruto mulai bercahaya dan memunculkan Lingkaran Merah di tangan Kiri Naruto " Sinar Apa Ini! " geram Sang Minotaur.

" I-Ini.. Sacred Beast " gagap Shion.

Swush! Duuuum!

Seketika Sang Minotaurpun harus terpental sedikit jauh ketika sebuah ledakan gelombang terjadi ketika cahaya merah dan Kuning tersebut mereda, Naruto yang menutup matanya karena cahaya dan hempasan gelombang membuka matanya secara perlahan dan hal pertama yang dia lihat adalah dua perempuan berbeda warna rambut tengah berdiri di depannya dengan pakaian seperti pakaian tempur.

" Kau tidak apa Naruto-sama? " tanya perempuan berambut kuning di samping kanan Naruto " Hey! Kenapa kau khawatir dengannya dia itu Tuanku! " bentak perempuan di sisi kiri Naruto.

" heh~ Maaf saja, Aku lebih lama bersama Naruto-sama di banding denganmu, Iki! " balas perempuan berambut Kuning " Kau pikir aku peduli, Ex! Sejak awal aku memang merasakan keberadaan orang yang cocok memegangku kembali jadi sebaiknya kau mencari pemilik lain karena hanya dia yang cocok denganku! "

" E-Etto, Kalian si-siapa d-dan kenapa kalian di sini, seharusnya kalian tidak di sini? " tanya Naruto lemah.

" Mou~ dasar Baka-Naruto-sama! Yang seharusnya tidak di sini itu kau " balas perempuan berambut kuning kesal.

" Wah-Wah, sepertinya mangsa kali ini bertambah " Naruto dan Dua perempuan Di sisi kanan dan Kirinya langsung menoleh ketika sang Minotaur telah kembali membuat dua perempuan di sana mendecih tak suka.

" Cih! Untuk kali ini aku tidak keberatan membantumu menghabisinya " desis perempuan berambut kuning " Begitupun aku " balas perempuan berambut pink.

" Naruto-sama, pegang tangan kami dan sebutkan nama julukan kami! " perintah Perempuan berambut kuning " E-Eh! Aku saja tidak tahu julukan kalian?! " kejut Naruto.

" Cepatlah kita tidak punya banya waktu " ucap Perempuan berambut pink " Sudah aku bilang aku tidak ta... " perkataan Naruto harus terhenti ketika melihat tulisan Nama di pergelangan tangan kedua perempuan di sisi kanan dan kirinya.

Sret!

Naruto yang melihat sang Minotaur bersiap memberi serangan langsung menggenggam erat Kedua tangan perempuan di setiap sisinya dan menyebutkan julukan mereka.

[" Iki! Excalibur! "]

.

Traank!

Naruto yang mendengar suara senjata berbenturan membuka matanya yang dia pejamkan dan betapa terkejutnya dia ketika pedang usam miliknya telah berubah menjadi pedang bercahaya.

" Ka-Kau... " gumam Naruto [" benar, Aku adalah Pedang Usam yang kau bawa "] jawab pedang cahaya yang ada di tangan kanan Naruto

" Ta-Tapi bagaimana bisa? " tanya Naruto tergagap [" Nanti akan saya jelaskan, yang lebih penting kita harus membunuh monster ini lebih dulu "] balas pedang cahaya.

" Ka-Kau benar " timpal Naruto.

Wush! Duak! Buum!

Dengan keras Narutopun memberikan tendangan pada perut Minotaur di atasnya hingga terpental cukup jauh, merasa aman, Narutopun kembali berdiri dan itu membuat Naruto kebingungan karena tubuhnya terasa pulih kembali.

" Are, Luka-lukaku sudah hilang " gumam Naruto [" Itu karenaku Naruto-sama, Aku yang telah mengobatimu "] Naruto yang mendengar suara lain menoleh ke tangan kirinya di mana saat ini telah tergenggam sebuah pedang berwarna merah dalam bentuk Desain yang sungguh menakutkan ( Pedang Tokoh utama Guilty Crown ).

" Ka-Kau.. kau juga pedang? " kejut Naruto [" Um, kita bahas nanti saja Naruto-sama, kita harus membunuh Minotaur itu lebih dulu "] peringat pedang di tangan Kiri Naruto, membuat Naruto bersiaga.

[" Wah-Wah, siapa sangka rupanya kau pengguna Sacred Beast, tapi sayang hal itu percuma saja "] ucap Minotaur dengan nada mengejek lalu melesat ke arah Naruto dengan gaya menyeruduk.

[" Naruto-sama, tebas aku sama seperti kau menghancurkan Pohon di kelasmu "] pinta Pedang Cahaya di tangan kanan Naruto " Baik! " balas Naruto lalu melakukan tebasan yang sama namun yang membedakan saat ini adalah gelombang cahaya.

Wush!

" Huh! Serangan yang sama tidak akan bisa membunuhku! " dengus Sang Minotaur menghindari serangan Naruto, namun tanpa di duga Naruto telah di depannya sambil menyiapkan ke dua pedangnya.

Sriiiing!

Jraaaaaash!

Tubuh sang Minotaurpun terbelah menjadi 3 bagian setelah Naruto melakukan tebasan secara bersamaan pada tubuh sang Minotaur membuat Minotaur tersebut mati di tempat.

" A-Akhirnya selesai juga " gumam Naruto menurunkan senjatanya

Deg!

" Uggggh! " lenguh Naruto sambil menyentuh kepalanya yang tiba-tiba berdenyut keras ' U-Ugh! Si-Sial a-aku... ' batin Naruto sambil berusaha menahan kesadarannya, namun pandangannya semakin mengabur dan akhirnya Naruto kehilangan kesadarannya.

.

.

.

.

.

" U-Ugh~ " lenguh Naruto membuka matanya yang terasa berat, hal pertama yang dia lihat adalah langit-langit yang putih namun gelap, mata Naruto mengerjap pelan mencoba mengambil kesadarannya kembali " Apa yang tadi itu... Mimpi " gumam Naruto

" Ah~ Naruto-sama sudah sadar " Naruto yang mendengar suara lain menoleh dan mendapati dua perempuan yang pernah dia lihat " Whaaa! Ka-Kalian! " kejut Naruto langsung terduduk.

" Ada apa Naruto-sama? Apa kau pikir tadi mimpi? " tanya Perempuan berambut kuning sambil berkecak pinggang " T-Tentu saja! L-Lagi pula Kalian ini siapa? "

" Namaku Jeanne, Aku adalah Wujud Asli dari The Excalibur, pedang yang dulunya usam yang kau bawa " ucap perempuan berambut kuning bernama Jeanne " Kalau dia, Dia adalah Inori, Wujud Pedang Merah bernama Iki " lanjut Jeanne mengenalkan perempuan di sampingnya.

" Ara? Padahal aku tidak memintamu untuk mengenalkanku tapi kenapa kau mengenalkanku? " tanya Inori tidak terima " Kenapa?! Bukankah aku sudah mengenalkanmu dengan baik!? " tanya Jeanne Sengit.

" Siapa yang minta?! "

" kau mau apa Pink!? "

" Ayo Kita bertarung untuk merebut siapa yang menjadi Senjata Naruto-sama!? "

" Siapa Takut!? "

" M-Maa~ Maa~ kalian berdua berhenti berdebat " ucap Naruto mencoba menenangkan Dua perempuan yang berdebat di depannya " Selain itu sekarang kita ada di mana? " tanya Naruto menatap sekitarnya.

" Saat ini kita ada di rumah sakit, Anda di bawa ke rumah sakit tak lama setelah Anda kehilangan kesadaran Anda " jawab Inori sopan " Begitukah? Lalu... Apa tadi ada yang datang ke sini? " tanya Naruto lagi.

" Um, Adik Anda, Satu orang Butler dan Satu perempuan yang ingin Naruto-sama selamatkan datang menjenguk, Adik Anda menangis selama 2 jam karena ke bodohan Anda yang nekat melawan 3 Minotaur sendirian " Jawab Jeanne lalu berisi nada bentakan yang membuat Naruto tersenyum kaku " Gomenasai "

" Hey! Apa maksudmu membentak Naruto-sama?! " tanya Inori tidak terima " Siapa Juga yang membentaknya?! " balas Jeanne mendelik kepada Inori.

" Ma-Maa~ sudahlah kalian berdua, lagi pula kenapa kalian tidak bisa akrab? " tanya Naruto bingung pasalnya dua perempuan di depannya sedikit-sedikit berdebat.

" Itu karena kami musuh bebuyutan " jawab mereka kompak " Eh? Musuh bebuyutan? "

" Selama 1000 tahun, Kami sudah bermusuhan dan bertarung terus menerus secara generasi-generasi " Jelas Inori " Maksudmu? " beo Naruto.

" Selama 1000 tahun, kami terus bertarung dengan beda kepemilikan kami, dengan kata lain setiap orang yang memegang kami akan bertarung hingga kami mati dan mencari pengganti kembali dan bertarung kembali secara terus menerus " jelas Jeanne lebih rinci.

" Woh~ seperti Rantai makanan ya " gumam Naruto " Nah karena itu, Siapa yang kau pilih di antara Kami Naruto-sama?! " tanya Jeanne dan Inori bersamaan.

" Heh? Kenapa aku harus memilih? " tanya Naruto bingung " Karena nanti, jika Naruto-sama memilih salah satu dari kami, artinya salah satu dari kami akan mendampingi Naruto-sama dan satunya yang tidak dipilih akan terbuang hingga menemukan pemilik yang pas kembali " jawab Inori membuat Naruto terbelak.

" Jadi... Jika aku memilih Jeanne, Inori akan terbuang hingga menemukan pemilik baru, begitu juga sebaliknya? " tanya Naruto sekali lagi dan di jawab anggukan kompak oleh dua perempuan cantik di depannya.

" Hmm~ Jika begitu... " gumam Naruto sambil berpikir keras " Hehehe, Bersiaplah Iki, Aku akan menjadi pendamping Naruto-sama sementara kau akan terbuang hingga inang barumu muncul " ejek Jeanne membuat Inori mendelik ke arahnya.

" Oh Ya? Kenapa kau berani berbicara seperti itu Pedang Usam? "

" Apa maksudmu mengejekku? "

" Kau yang mulai duluan!? "

" Grrrrr! " geram Inori dan Jeanne saling melempar tatapan membunuh, Naruto yang melihat interaksi mereka hanya tersenyum tipis sebelum menepuk tangannya membuat kedua perempuan di depannya menatapnya " Baiklah, Aku sudah memutuskan siapa yang aku pilih " ucap Naruto membuat Jantung Jeanne dan Inori berdebar kencang.

" Dan Yang Aku pilih adalah... " jeda Naruto membuat Jantung Inori dan Jeanne semakin berpacu cepat " Kalian berdua " jantung mereka berhenti seketika :v.

Kedua perempuan itu terdiam dengan ekspresi senang karena mereka pikir salah satu dari mereka akan di pilih oleh Naruto namun rupanya Naruto memilih mereka berdua.

" HAAAAAAAAHHH!? "

.

TBC

Ch selanjutnya di Naruto : The Magical Battle

" Apa maksud Naruto-sama memilih kami berdua?! "

" Maa~ Santai saja "

" Dasar Nii-chan No Baka! "

" Ada Apa ini? "

" Aku menantangmu! "

Selanjutnya Chapter 3 : Sacred Beast

Note : Yo! Bagaimana cerita kali ini seru tidak? Aku harap kalian puas untuk Cerita kali ini. Di Chapter Ini akhirnya Saya telah memutuskan untuk memberi Naruto Dua Sacred Beast yaitu Excalibur dan Iki, Namun saya akan membuat Naruto sedikit-demi sedikit untuk mengendalikan Sacred Beastnya.

Wujud dari Iki, sudah di katakan bahwa Sama seperti pedang tokoh Utama Guilty Crown, namun itukan hitam putih ini merah Hitam, lalu Untuk Excalibur bentuknya sama seperti Katana namun lebih panjang sama terbuat dari cahaya.

Lalu ada yang menanyakan apa semua Chara di dunia ninja di masukkan, ya, semua akan di masukan. Saya juga akan memasukkan beberapa Chara Lain dari Anime yang saya suka ke dalam Cerita ini untuk menambah menariknya cerita.

Untuk NTDF, cerita itu masih belum saya kerjakan karena melanjutkan cerita ini lebih dulu, sekarang saya juga baru membuat cerita tersebut karena saya harus mencari Refrensi Kencan Tohka dan pertemuannya dan Rias. Baik karena sudah selesai saya undur diri dan terima kasih pada kalian yang sudah memFav dan memFoll cerita saya, saya Dedek Undur diri Jaa~

Please Review