Taeyeon – Fine
Langkah kaki Baekhyun santai—menyusuri jalanan di New York. Meski sudah 3 tahun berada disini, tapi tetap saja pikirannya melayang jauh ke Seoul.
Apa yang sedang Chanyeol lakukan ?
Dia mengacak surai blondenya pelan, mencoba mengenyahkan gambaran pria yang pernah jadi kekasihnya selama 4 tahun itu. Ia masih sering mengingat bagaimana mereka berkencan, tertawa menonton film bersama, olahraga bersama, bahkan bagaimana mereka memutuskan untuk mengakhiri hubungan itu.
Baekhyun membenci dirinya sendiri yang terkadang masih sering menangisi pria sialan itu. Hari, bulan, bahkan tahun sudah berganti.
Namun Baekhyun tetap tak bisa menerima kenyataan jika dia dan Chanyeol sudah memilih jalan hidup yang berbeda.
Baekhyun mengubah semua yang ada pada dirinya—mengganti gaya rambut, mengganti semua isi almarinya, mengganti pekerjaan, bahkan hingga pindah ke luar negeri. Dia hanya ingin mencari kesibukan baru untuk menghabiskan waktu—agar dia tak selalu mengingat Chanyeol.
Dia mengambil nafas panjang, matahari mulai menyinari jalanan ramai New York. Hari ini adalah ulang tahun Chanyeol—Baekhyun bersumpah ini akan jadi hari terakhir dimana dia akan mengingat Chanyeol, ini terakhir kali ia mengijinkan Chanyeol singgah di pikirannya.
Dia tak bisa menghabiskan waktu hanya untuk mengenang pria itu, dia harus menjalani hidupnya—dia harus berjalan maju. Meski semua senyum selama ini hanyalah topeng belaka, namun kini Baekhyun harus benar-benar bisa tersenyum.
Meski dia tak bisa bilang jika dia baik-baik saja,
Tapi dia tetap harus merelakan Chanyeol—dia harus berhenti jadi orang bodoh yang menangisi Chanyeol.
Mulai dari sekarang, dia harus tersenyum dan melupakan Chanyeol—
Meski dia masih menyayanginya.
