My oppa is my husband
By : Cho Gyurin a.k.a Karina Kartika © 2014
Cast :
Kim JongIn a.k.a Kai
Jung Kyurin (OC)
Other member
Romance, family
JANGAN KOPAS YAA...:D
SELAMAT MEMCACA SEMOGA BOSAN BACA EP EP GAJE SAYAA HEHEHE...
"Yaampun, ada 30 panggilan, semua dari oppa,"
Seorang gadis berjalan mengendap dihalaman rumahnya sendiri, syal yang sebelumnya sedikit melorot, dia tinggikan untuk menutupi luka pada bibirnya akibat perkelahian, sedangkan tangannya mulai merogoh tas untuk mencari seseuatu.
"Aiisshh, dimasih topiku? Ah ketemu," tangannya mengeluarkan topi dongker, tanpa ,menunggu waktu lama topi itu langsung dipakainya dedikit menutupi pipi atasnya yang memar, sedangkan tangannya yang luka dimasukkan kedalam saku jaket. Sekarang fashionnya untuk terlihat lebih misterius sudah selesai, tinggal memencet tombol yang melekat pada dinding rumah dan masuk dengan cepat.
Tanpa disadari ternyata ada seseorang yang dari tadi diam mengamati dibalik tiang rumahnya, kenapa begitu? Karena lampu rumah sudah dimatikan, wajar saja jika keadaan sekikit gelap. Telunjuknya sudah menempel pada tombol itu dan tinggal memberikan sedikit tenaga untuk menekannya agar menimbulkan bunyi hingga seseorang tadi bertanya dengan sangat halus.
"Kenapa tidak sekalian memakai topeng nona Kim Kyurin?" suara itu tidak asing ditelinga Kyu, tapi mustahil untuknya karena ini suara kakak pertamanya yang biasanya akan tidur tepat waktu pukul 10.00 tanpa kurang dan tanpa lebih.
"Aku bertanya padamu nona kecil," sahut suara itu karena masih belum mendapat respon dari Kyu. Jantungnya semakin cepat berdetak, keringat dingin sedikit demi sedikit meluncur turun dengan bebas dari pelipisnya, ingin menoleh kesumber suara tapi lehernya terasa begitu kaku. Alasannya sederhanya kakak pertamanya ini akan sangat mengerikan jika marah. Akhirnya setelah berperang dengan segala pikiran yang menyerangnya dengan berbagai kemungkinan, Kyu berusaha menoleh dan memberikan senyum semanis mungkin.
"Ahh... ahaha, tumben oppa belum tidur? Ayo kita masuk oppa disini dingin. Lebih baik kita pakai kunci cadangan saja neee," kata Kyu dengan nada, irama dan intonasi yang sangat pas #emang nyangi# lanjuuuut...
Sosok yang dipanggil oppa itu keluar dari tempat persembunyiannya mengintai Kyu, seorang dengan mata O.O dan badan sedikit mini melangkah mendekati Kyu dengan tenang dan hanya mengangguk setelah mendengar tawaran Kyu untuk menggunakan kunci cadangan
Kyurin mulai merogoh saku jaket tempat sebelumnya diletakkan kunci rumah dan ternyata ...
'Ahh..dimana kunciku?' tanyanya dalam hati, kemungkinan terlempar saat berkelahi tadi. Tanpa banyak bicara oppanya yang bernama Kyungso ini langsung membuka pintu menggunakan kunci miliknya dan menyuruh Kyu masuk duluan setelah pintu terbuka.
Ucapan syukur sudah Kyu lantunkan(?) dengan sangat kusyuk 'Tuhan terimakasih sudah menolongku' rencananya dia akan segera berlari menuju kamarnya untuk menyelamatkan diri, namun sementara otaknya menyusun ide ide cemerlang dan hatinya berdoa namun doanya berubah seketika begitu dia masuk kedalam rumah itu 'Tuhan... selamatkan hambamu yang cute ini pleasee' seorang sedang berdiri melipat tangan, matanya dengan intens mengamati gadis didepannya, Kyu yang merasa diamati hanya bisa tertunduk dan menggumamkan "Haiii... oppaaa? Boleh aku lewat? Aku sangat lelah,"
"Kau harus makan dulu!" kata lelaki itu tidak lain adalah Kai, Kai sekarang melangkah menuju meja makan, terlihat disana makanan yang masih utuh belum terjamah oleh tangan jahat Kai yang memang sangat rakus untuk masalah makan. Tpi sebelumnya dia meletakkan buku sketsanya di dalam lemari yang berwarna putih dengan corak sakura, sedangkan ditengah berwarna hitam dengan hiasan pororo(?) childish memang untuk ukuran namja seperti Ki, sedangkan untuk sebelah nya adalah milik Kyungsoo dengan corak minimalis.
"Kyu, kenapa kau pulang selarut ini?" tanya kyungsoo mulai duduk menunggu Kyu yang saat ini tangannya kirinya masih berada aman didalam jaket.
"Aku ada kegiatan oppa, umm bisa minta tolong ambilkan nasi dan lauk itu dalam mangkuk beasar? Oppa jadikan satu saja, aku ingin makan dikamar," kata Kyu karena merasa posisinya yang tidak aman, Kai yang saat ini duduk disampingnya sedang menatapnya tajam, sangat tajam...
"Buka topimu saat berada didalam rumah," katanya sambil menarik paksa tomi Kyu, sedangkan Kyu yang kaget telah terlambat memberikan reaksi daaaan inilah berbagi pertanyaan akan menghujaninya sekarang...
"Yaak, kenapa pipimu memar?! Siapa yang memukulmu? Ku berkelahi? Kau terjatuh?" pekik Kai kaget melihat pipi dongsaengnya memar, Kyu hanya menggumamkan beberapa kata dan menarik keatas syalnya denga tangan kanan.
"Aku tadi hanya terpeleset oppa! Jangan seheboh itu," jawabnya, berusaha mengambil makanan yang sudah Kyungso ambilkan sesuai keinginannya, namun ditarik kembali oleh Kyungso setelah mendengar pekikan Kai
"Tunggu aku akan membersihkan memarmu dan lepaskan syalmu itu!" perintah Kyungso, namun Kyu masih setia dengan keadan diamnya.
"Tapi aku lapaar oppaaa, aku bisa membersihkan sendiri kok" lagi lagi Kai melepas paksa syal miliknya dan tadaaa... luka dibibir Kyu terlihat dengan jelas, sesuai dengan perhitungan dan perkiraan yang sistematis (?) sebentar lagi kedua oppanya kan memberikan berbagi pertanyaan cinta untuknya.
"Apa yang terjadi padamu?!" pekik Kyungso menampakkan wajah 0.0 melihat luka di mulut adiknya "Kai lepas jaketnya periksa mungkin ada yang lain," suruhnya pada Kai, tanpa babibu Kai langsung melepas paksa jaket Kyu, bagaimana lagi Kyurin pasrah dengan perlakuan kakaknya karena dengan sekali perlawanan maka anan menimbulkan efek buruk baginya.
"Kau? Tangan kirimu kenapa lecet seperti ini?" satu pertanyaan sudah mendatanginya dengan senang hati. Kyurin ditarik oleh Kyungsoo menuju sofa.
"Oppa nanti saja ya diobatinya aku mau mandi dulu," Kyungsoo sedikit sangsi melihat adiknya sekarang, tapi "Baiklah, cepat mandi dan segera turun atau kau tahu akibatnya,"
Kyu segera berlari menuju kamar mandi secepat dia bisa. Kai yang saat ini berada diruang tamu bersama Kyungso masih penasaran dengan apa yang dialami oleh adiknya, tanpa disadari mata Kai menatap sobekankain yang sebelumnya digunakan untuk membalut luka Kyu, sekarang ingatannya bekerja dengan cepat begitu menemukan seseatu yang tidak asing dari kain itu, simbol dari Xionge University.
Sementara itu kyu yang telah selesai mandi menatap wajahnya di cermin "Aiisshh... Kurang ajar mereka pipiku sampai memar begini," decak kesalnya melihat memar yang memang cukup parah.
...
"Hyung, apa ini simbol Xionnge University?"
"Umm? Mana? Iya kenapa kau ~" mata kyungnso terbelalak dan kalimatnya terputus, satu hipotesa muncul dipikiran mereka
"Jangan – jangan - " sekarang sepertinya pikiran Kyungso sama dengan Kai - "Oppaaa! Aku sudah selesaii," seru Kyu yang sudah selesai dengan araca bersih bersihnya, saat ini dia mengenakan kaos ukuran besar dengan lengan pendek dan celana longgar selutut. Kai kaget melihat nya bukan karena penampilan Kyu, karena Kai sudah sangat sering melihatnya namun karena kaos kesayangannya dipakai adiknya, tidak ada sejarah jika seorang Kai mau meminjamkan kaos kesayangannya pada orang lain.
"Yaakk! Kenapa kau pakai bajuku!" serunya begitu Kyu sampai dan duduk manis disamping Kyungso. Kyungso hanya bisa menghela nafas melihat tingkah usil adiknya, Kyu memang sudah tahu jika Kai sangat tidak suka ada orang yang menyentuh bang kesayangannya termasuk adik atau kakaknya, catat tidak ada ...
"Hentikan itu Kkamjong, Kyu mana tanganmu yang luka tadi? Sekarang sekalian kau menjelaskan apa yang terjadi padamu sebenarnya," perintah Kyungso, dengan tangan dan sibuk mengobati luka Kyurin.
"Bukankah su – "
"Kubilang sebanarnya!" pekik Kyungsoo "Aku hanya bermain oppa! Lagi pula itu bukan salahku! Mereka yang melempar buku sketsaku keaspal dan membakarnya," jelas Kyu menggantung, sekarang pandangannya tertuju pada Kai yang sedang khusyuk memakan sweet potato sambil menonton pororo "Yak, oppa aku mau sweet potatonya,"
"Tidak,"
"Oppaaa," balas Kyu dengan memberikan sedikit bumbu aegyonya "Kubilang tid – " kalimatnya terhenti saat Kyungso memandangnya dengan tataan waw nan menggugah hati(?) Kai u tuk berbagi dengan Kyurin "Ini, lihat meskipun kau memakai baju kesayanganku yang sebenarnya tidak boleh dipakai ORANG LAIN, aku ini oppa yang sangat baik bukan mengupaskan sekalian sweet potatomu," penekanan pada kata "ORANG LAIN" dengan senang hati diucapkan Kai.
"Chagi, bisa katakan sebenarnya apa yang mereka lakukan?" sekarang Kyungso sudah mulai risih dengn kedua dongsaengnya - "Maksud oppa?" tanya Kyu berlagak polos, meskipun pertanyaan Kyungso sangat tepat menancap, Kyungso menunjuk sobekan lengan tadi dengan dagunya. Kyu mengikuti arah dagu Kyungs menunjuk dan betapa kagetnya dia melihat lambang Xiongie University berada disobekan kain itu.
"Xiongie? Tapi bagaimana bisa mereka tau kaau aku ini adik Kkamjong oppa?"mendengar pernyataan Kyu, Kai tersedak sweet potatonya dengan susah paya dia berlari menuju dapur dan meminum air satu gelas dengan sekali teguk(?).
"Siapa mereka apa yang mereka katakan padamu?" pekik Kai kaget mendengar ada namanya disebut dalam kalimat Kyu "Mereka bilang oppa tidak boleh dekat dekat dengan Taemin eonni, dan juga mereka mengancam akan melukaiku jika kau masih ikut kompetisi itu,begitu intinya,"
"Minho!" namun bukan perseyujuan dari Kyu setelah mendengar nama yang disebut oleh Kai melainkan lemparan bantal tepat mengenai wajah Kai - "Yaakk!"
"Jangan menuduh Minho oppa sembarangan! meskipun dia dari Xiongie juga, Minho oppa tidak tahu jika aku ini adikmu! Tenang saja mereka sudah aku atasi, jadi berterimakasihlah, Ahhh... jangan terlalu kuat oppaa," merasakan pipinya yang memar terasa seperti ditekan.
"Slahmu sendiri sudah kubilang kau tidak boleh berkelahi! Kau melanggarnya, dan ini rasakan," Kyungsoo sedikit memencet memar pada pipi Kyu, membuat empunya memekik keras dan merebut kapas yang digunakan untuk menngompres lukanya.
"Lagipula jika aku menurutimu untuk lari akan percuma! Lariku pelan, untung saja mereka tidak sampai ke gang depan, jadi mereka tidak tahu rumah kita. Sepertinya mereka mengincar keadaan ini cukup lama atau mungkin mereka mengikutiku tadi, ya?" sahut Kyu dengan tampang berfikir, tiba tiba matanya mengedar keseluruh ruangan mencari sesuatu atau mungkin seseorang "Oppa, dimana Jaejong appa dan Hyo Joo umma?"
"Oh aku lupa memberitahumu, umma dan appa ke Amerika. Sebenarnya mereka ingin menunggu kalian pulang, tapi pesawat harus take off jam 8 tadi," jelas Kyungsoo dari lemari p3k mengenbalikan kotak medis itu, kemudian berlanjut menuju dapur dan kembali membawa semangkuk besar makanan untuk Kyurin karena makannya tadi sempat tertunda.
"Terimakasih, berapa hari?"
"3 bulan," jawaban singkat dari Kyungso, mendapat respon luar biasa dari Kyu "Apaaa? Mereka tega meninggalkanku disini bersama kalian?! Uwaaa... aku bisa tercemar dengan cerewetnya kyungso oppa, atau" matanya terbelalak memandang Kai, yang dipandang hanya menggumamkan "Mwo?" - "Aku bisa tertular yadongnya Kai oppa,"
"Yaakk! Dongsaeng kurang ajar!" suasana mulai ribut, Kyungso mulai tidak sabar mengatasi Kyu dan Kai dengan kekuatan earth #bukanfantasygenrenyaauthor# Kyungso membentakkeduanya dalam tingkt melebihi tingkat oktaf yang Jonghyun shinee bisa "Yaaakk! Diaam! Bukan kaian yang akan terganggu! Tapi aku! Kalian ingin menambah tingkat kerutan pada ku hah?!" seketika kedua bersaudata itu diam dan kembali melakukan kegiatan awal mereka
"Kai – ah kau ingatkan kita tidak boleh memberitahu orang tentang identitas kita sebenarnya? Ingat musuh bisnis appa sangat banyak, bahkan Hyo umma harus dibawa kemanapun saat dia sedang keluar kota karena bisa saja menjadi incaran," kata Kyungso tiba tiba.
"Ne, nee... aku hafal dengan semua itu hyuung. Kau cerewet sekali, seperti umma," jawab Kai cuek tanpa menoleh sedikitpun pada Kyungsoo namun secara tiba tiba dan mendadak dia berpindah tempat duduk sebelah Kyu.
Besuk adalah hari libur untuk mereka bertiga seperti biasa kegiatan malam hari adalah menonton film diruang depan bersama, bahkan mereka bisa berada disana hingga pagihari, tapi untuk kai dia sangat hebat dalam menonton film sambil memejamkan mata a.k.a tidur.
"Chagiii..." panggilan sayang dari Kai hanya ditanggapi dengan tatapan malas oleh Kyu, sambil tangannya terus memasukkan makanan kemulut tanpa menjawab panggilan oppanya.
"Chagiiii..." sekali lagi panggilan sayang dilantunkan dengan irama rapp(?) oleh Kai, jika di manga saat ini kening Kyu sudah membentuk perempatan - "Apa yang kau mau?!" pekiknya kasar dan meletakkan mangkuknya dimeja depan - "Ayo makan ddubboki berdua nee? Ayolah?"
"Ne... ne... neee! Jika aku menolak kau akan terus terbingkah aneh dan itu membuatku ingin mutah," balas Kyu sinis sambil mengangkat mangkuknya dan memasukkan suapan pada Kai.
"Waaaa,hyuuung! Ternyata uri dongsaeng sangat baik," serunya pada Kyungsoo yang sudah berada didepan lemarinya mengambil beberapa buku resep dan menuju lemari es mengambil camilan. Tangan kai memeluk punggung Kyu namun – "
"Awww!" pekik Kyu merasa nyeri pada punggungnya, sontak hal ini membuat kaget kedua oppanya.
...
Bwat yang udah mau rivew saya ucapkan matur suwuuuuunn :D dan terimakasih buanyaaaaakkk :D
OK... TERIMAKASIH SAYA UCAPKAN KEPADA PARA TAMU YANG SUDAH MAU MELUANNGKAN WAKTU UNTUK MEMBACA FF SAYA YANG GAJE INI # plak sok resmi# AHAHA :D reader tong hargai karya penulis dengan memberikan reniew kalian, TERIMAKASIH
Masih berlanjut, siapa sebenarnya yang memukul Kyurin? Dan apa tindakan dari oppanya agar mengamankan Kyurin dan mereka sendiri? TUNGGU DICHAPTER SELANJUTNYAAAA... :D untuk Jaejong dan istrinya serta Yunho dan istrinya akan tampil pada chapter selanjutnya :D
