Author's Note:
Maaf banget jika disini Naruto terlihat sangat uke, karena kanon lagi maunya begitu.
Ow ya kalo masih ada miss typo beritau kanon ya~ soalnya kanon masih bigung typo-typo gitu gmna T_T jadi koreksi kanon ya..~ sankyuu minna
Disclaimer : Masashi Kishimoto sensei
rate : T
genre : Romance , friendship
Pairing : SasuNaru, GaaNaru, dll
warning : typo, (agak) OOC, AU, BL, alur mungkin agak cepat
have a nice read ^^
dozoooo~~~
FRIENDSHIP AND LOVE… hmm?
000ooo000
chappie 2
.
"Kami Cuma mau bermain-main sebentar denganmu, mumpung si red head dan si stoic face tidak ada" si pria berambut orange tua itu mulai mendekatkan wajahnya ke Naruto. Naruto tak bisa melawan karena kedua tangannya dikunci oleh pria berambut Hitam dan berambut perak.
'Glek, kami-sama… tolong akuuu…' batin Naruto sambil menegak air liurnya. Wajah si pemuda berambut orange itu semakin dekat dekat dan…. Naruto menutup matanya
Tiba-tiba sebuah buku menghalangi wajah si pemuda berambut orange yang mendekati wajahnya ke Naruto.
"Sudahlah Pein, kau ini suka sekali ngerjain Naruto." Sosok pemuda berambut hitam dikuncir mengetok kepala pemuda berrambut orange yang tak lain adalah Pein.
"Cih, kau menganggu saja Itachi. Lagian tenang saja aku hanya menggodanya. Diriku masih Straight tau." Pein menjauhkan diri dari Naruto dan menyeringai. Naruto yang masih shock dengan kejadian tadi masih menutup matanya.
"Hei bocah sudaha buka matamu itu un" ujar pemuda dengan rambut pirang panjang di samping Itachi. Naruto pun membuka kedua matanya perlahan dan mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk.
"Deidara senpai, Itachi senpai?" kedua orang yang dipanggil memandangnya dan tersenyum lembut.
"Kenapa kau tak memanggilku dengan lembut Naru-chan?" Ujar Pein kembali memajukan tubuhnya ke hadapan Naruto
"Gah! Males banged sma kau tuan bertindik. Geli tau!" Naruto berdiri menjauh dari Pein dan melindungi diri dibelakang Itachi
"Pein, apa kau mau wajahmu babak belur lagi? Seperti bulan lalu? masih belum lupa kan rasanya amukan Kyuubi, hmm?" Itachi mencoba mengigatkan apa yang pernah Kyuubi lakukan ke wajah Pein saat ia menggoda Naruto sama seperti saat ini.
"Cih, si monster rubah itu terlalu protective. Salahkan dirinya memiliki wajah seperti itu." Tunjuk Pein ke wajah Naruto
"Hei! Aku juga tak tau kenapa bisa berwajah seperti ini! Kuso tteba." Naruto mengacak-ngacak rambutnya. Yang lainnya melihat Naruto hanya memaklumi kalau anak pirang ini terkenal hingga ke senior-seniornya.
"Ayo Kabuto, Tobi kita pergi" ajak Pein.
"Huuu~ padahal Tobi masih ingin bermain-main dengan Naru-chan." Ujar si pemuda berambut hitam sambil mengemut lollipop nya. "Jaa Naru-chan, Itachi, Deidara." Ujarnya sambil melangkah jauh mengikuti Pein dan Kabuto.
"Arigatou senpai."
"Un, mana Sasuke? Dan lainnya? Kenapa tak bersama?" Tanya Itachi.
"Owh mereka sudah dikantin, aku tadi ke kelas Hinata-chan gara-gara Kurenai sensei menyuruhku menjadi mai-hump.." Naruto segera menutup mulutnya takut ketahuan kalau ia akan menjadi maid saat festival nanti.
"Jadi apa un?" Tanya Deidara dengan curiga
"Hahah tidak ada apa-apa.. jaa senpai-tachi" Narto lansgung lari dengan cepat meninggalkan kedua senpainya yang masih kebingungan.
"Perasaanku saja atau apa kali akan ada sesuatu yang menghebohkan un" Tanya Deidara ke Itachi selepas kepergian Naruto
"Entahlah, kita tunggu saja."
.
.
.
Di kantin sudah terlihat Ke empat sahabat Naruto sudah duduk manis di bangku kantin menunggu si biang onar datang. Neji sedang asik membaca buku, Gaara mendengarkan lagu lewat ipod nya, Kiba tidur-tiduran di meja, dan Sasuke melamun memandangi pemandangan di luar jendela. Tak lama kemudian munculah si Uzumaki Naruto yang datang sambil berlari-lari, membuat ke 4 orang itu memperhatikannya.
Hosh…hosh..hosh.. Naruto mengatur suara napasnya
"Ada apa Naruto? Kok seperti habis dikejar-kejar hantu?" Tanya Neji
"Gah! Itu tadi Pein senpai dan antek-anteknya mengerjaiku lagi." Naruto meminum minuman Kiba.
"Eh, itu minumanku tau!" Kiba merebut gelas minumannya dari tangan Naruto
"cih, Kiba pelit bhuu~" Naruto segera menggembungkan pipinya yang menandakan ia sedang cemberut
"Ini minum punyaku saja Naru." Tawar Gaara
"Sankyuu Gaara" setelah puas mnghabiskan isi gelas Gaara ia segera duduk di sebelah Sasuke dan menceritakan kejadian bersama Pein tadi.
"Untung ada Itachi senpai, jadinya aku tertolong."
"Hn, Baka anki seharusnya tak usah ditolong saja" ujar Sasuke dengan wajah stoicnya
"Gah! Teme apa kau senang saat mereka me-rape diriku, dan menjelajahi tubuhku dengan tangan-tangan jailnya dan memandangi tubuhku dengan penuh napsu dan dan dan…" Naruto terus berbicara sambil membayangkan apa jadinya jika ia tak ditolong Itachi dan Deidara.
"STOP! Hentikan pikiran ngacomu itu dobe."
"Bhuu~ kan aku Cuma bilang misalnya jika tak ada Itachi dan Deidara senpai, kau ini teme."
"Sudah-sudah yang penting Naru tidak apa-apa. Jadi bagaimana tadi setelah ketemu Kurenai sensei apa yang dia lakukan denganmu?" Tanya Gaara
"Hm, aku disuruh memakai baju Maid. Dan bergaya-gaya ala pelayan kalian tunggu tanggal mainnya ya dan kalian harus wajib datang!" cengir Naruto.
"Masuk bayar ga Naru?" Neji yang daritadi diam membuka suaranya juga.
"Engg, aku kurang tau kau Tanya Hinata-chan saja. Lagian sekali-kali kau ini tidak perhitungan bisa tidak Neji. Pelit banget deh" ujar Naruto sambil memajukan bibirnya.
"Hum hidup itu penuh perhitungan segala-galanya butuh perencanaan dan akan berhasil jika sudah diprediksikan sejak awal. Sama seperti uang itu penting untuk kelangsungan hidup…." Neji mulai memberikan teori-teori jika ia sudah disinggung soal uang.
"Argghh iya iya Tuan Hyuuga Neji yang penuh perencanaan, kau sudah menjelaskan teorimu itu sebanyak 100 kali" Kiba menyela pembicaraan Neji. Neji pun diam dan kembali ke bukunya sedangkan yang lain hanya tersenyum melihat tingkah temannya itu. (kecuali si Sasuke tetep dataarr).
.
.
.
(A/N : skip ya..biar cepet ahhaha XDD)
THE DAY _ Konoha Gakuen Festival
Semua murid-murid Konoha berkumpul di aula sebelum acara dimulai. Jiraya sebagai Kepala Sekolah membuka pidatonya.
"Baiklah, murid-muridku Hari ini hari pertama acara Festival sekolah kita yang ke -30, bapak harap kalian bisa memeriahkan acara ini dan selamat bersenang-senang" tutup Jiraya yang disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari seluruh murid.
Setelah acara pembukaan semua murid yang membuka stand, segera mempersiapkan diri terutama Naruto dan Hinata. Sedangkan teman-temannya yang lain entah kemana sudah menghilang sejak selesai pertemuan di aula.
.
Festival dari Konoha High school memang terkenal dengan acaranya yang meriah. Dibuka untuk umum semuaorang bisa menikmati acaranya, bahkan murid sekolah lain juga diundang. Jiraya, kepala sekolah yang suka berpesta makanya dia mengadakan acara ini selama dua hari berturut-turut. Hari pertama pagelaran stand-stand yang di adakan setiap kelas yang ikut serta, dan hari kedua penampilan para murid dan eskul di atas panggung dan ditutup dengan pesta kembang api.
.
.
"Naruto kamu sudah siap?" Tanya Tenten di depan pintu ruangan ganti baju
"Iya sudah" Lalu Naruto keluar dengan pakaian maidnya, sehingga membuat Tenten kembali menahan dirinya agar tidak mimisan.
"Ano~ Tenten bisakah kau Ikat 2 wig ini? Aku ingin dikuncir dua dan tolong dandani aku ya, sepertinya sedikit pucat." Naruto berkata hal-hal yang berbalikan dengan saat dia pertama kali ia mencoba memakai baju itu.
"Naru-to? Kamu serius? Bukannya kau tak suka menjadi maid?" Tenten bertanya dengan wajah kebingungan
"Tentu saja! Demi nilai bahasa inggrisku akan kulakukan apapun ttebayou." Naruto mengedipkan matanya dan dib alas kedipan dan acungan jempol oleh Tenten.
.
.
"Irrashaimasee~ Goshujin sama nyaw~" para Maid Kono de café mulai menyambut para pelanggan mereka yang rata-rata dibanjiri oleh lelaki. Tentu saja kehadiran maid blonde itu sangat menarik perhatian sekali. Wajahnya yang manis , senyumnya yang menawan dan ramah membuat kehadirannya sangat mencolok dan dalam sekejap menjadi terkenal, membuat Kurenai sensei menyeringai kesenangan dengan keputusannya mengajak Naruto untuk bergabung.
"Permisi nona saya mau pesan…" teriak salah seorang tamu di meja no 2
"Ya? Anda mau pesan apa Goshujin-sama?" Tanya Naruto dengan senyum manisnya.
"Pesan kamu boleh?" ujar tamu itu sambil mencium punggung tangan Naruto, semua mata langsung melihat kearah mereka berdua.
'kuso-tteba kalau bukan demi menyamar sudah ku hajar ni orang' inner Naruto terlihat mengamuk sedangkan wajahnya tetap menyunggingkan senyuman.
"Maaf Goshujin-sama, disini yang dipesan makanan, bukan pelayan nya jika anda tak mau memesan sesuatu anda bisa meninggalkan tempat ini karena masih banyak tamu yang mengantri. Nee~" Naruto memiringkan kepalanya dan jari telunjuknya berada di depan bibir mungilnya.
"Ba-baik.. aku pesan strawberry shortcake dan orange juice , eng namamu siapa?" tamu itu berbicara tergagap sambil menutupi hidungnya dengan sapu tangan takut darah mimisannya tercecer.
"Ha'I, tunggu sebentar nyaw~ panggil akuNaru.." Naruto pergi meninggalkan tamu tersebut. Sepanjang dia berjalan, dia di perhatikan oleh para lelaki dengan tatapan berbinar-binar, sedangan yang wanita menatapnya dengan kagum karena ia sangat cantik dan imut.
"Ckckckc Naruto benar-benar berakting total, Lihat sampai murid-murid sekolah kita tak ada yang mengenalinya." Ujar Tayuya yang sedang bersiap-siap mengantarkan pesanan.
"Iya ya, tapi tak apalah setidaknya stand kita menjadi ramai dan bisa balik modal nih." balas temannya itu
"Ah iya benar juga ya lumayan juga." Balas Anko
.
.
"Kiba, bisakah kau berhenti menarik tanganku?" hardik Neji yang sejak tadi tangannya ditarik-tarik oleh kiba.
"Ayolah apa kalian bertiga tidak mau melihat Naruto dengan baju Maidnya, dan apa kalian tidak penasaran hmm? Bagaimana kalau sekarang dia sekarang sedang di kelilingi fansnya itu. Apa kau tak khawatir Sasuke? Gaara?" pancing Kiba.
"Baiklah, ayo kita mengunjungi Naruto dan Hinata. Kau mau kan Sasuke?" Ajak Gaara.
"Hn.." Sasuke mengikuti langkah Gaara dan Kiba dari belakang sambil memasukan kedua tangannya di saku celananya.
Sebelum sampai di depan kelas 2D, terlihat antrian yang sangat panjang untuk masuk ke dalam sana. Sasuke pun mengerutkan dahinya melihat antrian yang begitu panjang, semakin membuatnya malas apa lagi sedaritadi dirinya dipandangi wanita-wanita yang bukan hanya dari sekolahnya tapi dari luar sekolah juga membuat kepalnya semakin pusing dan risih karena keramaian ini.
"Kau yakin mau mengantri Gaara?" Tanya Sasuke ke Gaara yang berdiri tenang
"Tentu saja, aku mau melihat Naruto seperti apa di dalam sana, kau tak penasaran Sasuke?" ujar Gaara dengan tampang datar.
"Hn.. aku malas berdiri tak jelas seperti ini. Jika sudah dapat tempat duduk kabari aku saja." Sasuke bersiap meninggalkan antrian, sebelum itu terjadi ada seseorang menarik tangan Sasuke.
"Mau kemana? Untuk tuan-tuan muda ini saya sudah mempersiapkan tempat khusus kok, jadi tak perlu mengantri mau masuk?" ternyata orang yang menarik tangan Sasuke adalah Ino.
"Benarkah Ino?" Tanya Kiba lagi.
"Benar, ayo kalian berempat ikuti aku." Ino pun membawa ke empat pria tersebut ke dalam café.
"Hinata-chann… ada special Guest." Teriak Ino dari Luar, hingga membuat semua orang sontak menoleh ke arahnya. Dan kemudian salah satu maid menghampiri mereka dengan rambut hitam yang dikuncir ke samping dang telinga kucingnya.
"Irra-shaimase goshujin-sama, si-silahkan duduk disini" si maid itupun mengantarkan Sasuke cs di sebuah tempat duduk dekat jendela.
"Hinata-chan kawaii, ow ya Naruto mana?" Kibapun bertanya kepada Hinata yang masih memerah wajahnya akibat di puji Kiba.
"Ano.. Naruto sedang sibuk melayani para tamu" Ujar hinata sambil menunjuk Naruto yang terlihat sibuk berjalan kesana kemari dengan membawa pesanan para pelanggan.
"Hwaah naruto Laris banget ya, ternyata anak itu benar-benar uke sejati." Sasuke yang mendengar perkataan Kiba melirik ke arah Naruto dan agak panas melihatnya yang ditatap penuh napsu oleh para pria-pria disana tak hanya Sasuke sebenarnya yang sedikit panas melihat pemandangan itu, ada yang lain juga merasakan hal yang sama.
.
.
"Naru-chaannn.. aku mau pesan.. " terdengar lagi teriakan dari salah satu meja. Belum sampai di meja yang dituju ia sudah mendapat panggilan dari meja lain.
"Naru-chaan aku juga mau.." di sambut lagi yang lain "Heh aku dulu donk yang dilayanin!" hardik salah satu tamu di meja lain.
Hingga café yang tadinya tenang, sekarang menjadi ramai karena para tamu saling berebut minta dilayani oleh Naruto. Akhirnya kesabaran Naruto sudah mencapai puncak.
"DIAM! " sontak para tamu yang sedang saling adu mulut itu diam seketika mendengar teriakan dari arahnya tak hanya mereka Sasuke , Gaara, dan Kiba pun ikutan kaget. Mereka menatap khawatir ke arah Naruto takut emosi anak itu akan meledak-ledak seperti biasa. Kiba sudah siap berdiri di belakang Naruto berjaga-jaga jika ia mulai Meledak. Tetapi ternyata….
"Jika kalian bertengkar seperti itu, kan Naru jadi pusing.. apa kalian tak kasihan sama Naru? Pasti semuanya naru layanin jadi kalian sabar ya.. mohon duduk kembali dengan manis." Naruto berkata lemah lembut sambil memberikan senyuman termanis miliknya. Bagaikan robot para tamu itu kembali duduk manis sambil menahan cairan merah yang mengalir di hidung mereka dan suasana menjadi tenang kembali.
"Yare yare.. anak itu benar-benar memiliki aura Uke sejati." Neji berkata sambil tetap memandangi bukunya, sedangkan Sasuke memijit pelipisnya yang sedikit pusing melihat tingkah Naruto dan Gaara hanya tersenyum tipis menikmati kopi hangatnya.
.
.
Sudah hampir setengah hari acara festival berlangsung tetapi tak ada tanda-tanda berkurangnya pengunjung, malah semakin banyak yang datang. Begitu pula di Kono de café masih ramai pengunjung yang datang, baik yang sekedar beristirahat, nongkrong atau melihat-lihat para butler dan maid disana.
"Naru-chan, dadaku sesak tak bisa makan karena melihatmu"
"Naru-chan aku pesan cintamu"
"Naru-chan kuenya manis banget ditambah kamu"
"Aku mau makan kamu Naru-chan"
"Naru-chan kopinya kurang manis, sini donk biar jadi manis."
Itulah teriakan-teriakan dari para tamu yang menggoda Naruto, sehingga ia tak sempat beristirahat. Terlihat dari wajah Naruto yang mulai kelelahan melayani para tamu. Saat akan sedang mengantar minuman Naruto terjatuh dan gelas di nampannya pecah serta tanganya terkena pechan gelas tersebut.
"Aduhh.. sakitt" Ringis Naruto melihat jarinya terkena pecahan beling.
"Naru-kun kau tak apa-apa? Yampun berdarah giman ini gimana?" Hinata panik melihat darah yang terus mengucur di tangan Naruto, dan tiba-tiba Gaara sudah duduk disebelah Naruto lalu melepas dasinya lalu melilitkan ke tangan Naruto yang berdarah.
"Untuk pencegahan sementara, sekrang kita ke Uks ya Naru" Gaara membantu Naruto berdiri dan memapahnya dengan tangan sebelahnya melingkar di pinggang ramping Naruto dan sebelah tangan Naruto disilangkan dipundaknya. Membuat para tamu meringis cemburu melihat adegan itu terutama pemuda raven yang tamapak sedikit sebal.
.
.
Sampai di Uks Gaara segera memberitahukan shizune, dokter sekolah tentang luka Naruto. Dengan cekatan tangannya memberikan pengobatan Naruto yang merasakan perih saat tangannya diberi alkohol mengeratkan pegangannya di kemeja baju Gaara, Gaara yang sadar bahwa Naruto kesakitan segera memgang tangannya yang tak luka.
"Nah, sudah selesai Naru.. lain kali hati-hati ya, dan setelah ini kamu jangan lupa makan ya soalnya pucat sekal wajahmu." Nasehat Shizune
"Baik, Shizune sensei. Terima kasih." Naruto keluar Uks dan menutup uks, sedangkan Gaara berdiri di belakangnya.
"Ano, Gaara maksih ya.. gara-gara aku dasimu jadi penuh bercak darah"
"Hum, tak apa-apa nanti bisa beli yang baru." Gaara tersenyum lembut ke arah Naruto. Saat agi asik-asik saling berpandangan sebuah roti mendarat tak manis di kepala Naruto.
"Heh? Hujan Roti ya?" dengan bodohnya ia melihat ke atas langit dan mendarat lagi botol orange juice tetapi ada tangan di atas botol tersebut.
"Apa yg kau lakukan Dobe?" Sasuke memandang aneh tingkah Naruto yang mengadahkan kepalanya.
"Gah! Ngapain kau teme? Dikirain ada hujan Roti, ternyata rotinya dari kau ya?"
"Hn.."
"Terus orange juice buatku juga?" tanya Naruto dengan wajah berbinar-binar
"Hn.."
"Hwaa arigatou Sasu teme, tau aja aku lapar." Naruto langsung memeluk Sasuke, Sasuke yang kaget mendapatkan pelukan tiba-tiba itu mencoba menutupi muka merahnya dan emncoba melepaskan diri. Karena Naruto masih belum ma melepaskan pelukannya, Gaara secara paksa memisahkan mereka berdua dengan senyum yang terlihat mengerikan.
"Sudah pelukannya, sekarang dimakan dulu roti mie gorengnya setelah itu kau istirahat Naru."
"Ohkhe!" jawab Naru sambil makan dan mulut penuh roti, Sasuke dan Gaara berjalan dibelakangnya dengan memancarkan aura yang kurang menyenangkan satu sama lainnya.
.
.
Tak jauh dari keberadaan mereka bertiga, ada 3 orang yang menyaksikan kejadian itu..
"Jadi kau lebih memilih siapa?" tanya orang pertama
"Ah, aku Sasuke pasti menang deh" jawab yang kedua
"kalau aku Gaara saja, lebih perhatian sama Naru-chan" jawab yang ketiga
"Kalau aku bilang Naru-chan tidak sama siapa-siapa dia Normal tau, walaupun wajahnya Uke bangett." Ujar orang pertama dengan yakin.
"Baiklah kalau gitu kita taruhan siapa duluan yang akan nembak Naru dia yang menang ok!" kata orang ke 3
"Siiip!" jawab mereka serempak.
.
.
TBC….
Replay reviwe
CCLoveRuki : iya, maaaf ya jadi menganggu baca'a T_T. di betain maksudnya giman ya?
Shanera sabanami : iya ni diusahakan… makasih ya ^^
Mekomeaow : nyahahah XDD sasuke udh siap" bawa katana buat ngebantai ixixixi xp
Viezukha Potter : iyaa kawaii bgdd apalagi si doba *0*,… haha habisnya mereka berdua yang satu yang manjain naru yang satu lagi udh kaya suami takut istri'a di godain xiixix
Ttixz lone cone bebe : iya nih udh nyoba ngebuuutttt ahhaha XDD…. Kawaii bgd sampai-sampai laris maniss
d. neuer: makasihh ^^ memang kanon sengaja dia sebgai uke abisss
Roku : iya kanon tau kok bukan flame.. malah makasih bgt udh dikasih tau ^^ kalo masih ada kesalahan kasih tau lagi ya
Ketsueki kira fahardika : iya si pein preman huhuhu mau kena bogem'a kyuubi lagi dia… ini diushakan cepet kok ^^..
Misyel : iya lovee dobeee *0*
Adelove sasunaru : makasih yaa ^^…
Ashahi kagari-kun : bukan sai.. tapi tobi.. xiixixi xp ..ternyata kurenai licik ahhah XDD
Uchikaze no naruels : iya nih udh dicoba pake kilat,, ternyata kilatnya lagi penuh, jadi pake bemo deh +lho?+ heheheh xp naru trkhir sama saya donkkk
+dihajara Sasu teme & gaara+ salam kenal juga mksh udh baca ^^
Ichikochuu : salam knal juga ^^…wahh jangan mati duluu ntr ga tau ending'a xixiix xp.. emang naruto imuttt bkin seme-seme napsu
… makasih yang udh fav story dan author yaa ^^
Duh kanon seneng deh,,, semoga masih betah baca fic kanon!
Ok mind to review again ^^
+catty eyes no jutsu+
