Trapped Soul Ch.2
By : Tobiagare Ryuuta
Ryuuta : "Yaay! Chapter 2 Is Here~!"
Hichi : "Kok gw belom muncul?"
Ryuuta : "Ooh, sabar ya Hicchi! Nanti juga muncul kok. Tenang aja! Lagian 'kan di chapter 1 kmu udah jadi pembuka..." *ngelus-ngelus kepala Hicchi*
Ichi : "woy author sinting! Gw mao nanya!"
Ryuuta : "nanya apaan lagi?"
Ichi : "kenapa nih fict dikasih judul 'Trapped Soul'? Perasaan kagak nyambung sama ceritanya!"
Ryuuta : "alesannya nanti kalo udah sampe klimaks. Wahahaha! Ore, Sanjou!" *Bergaya Ala Sword Form Den-O*
Hichi : *sweatdrop* "kok, jadi ke Kamen Rider Den-O?"
Ryuuta : "gomen, Gw lagi nonton DVD-nya! Seru loh!"
TenZan : "woy, Ryuuta! saatnya sesi bales review nih!"
Ryuuta : "oie, cepet bacain sapa aja yang nge-review!"
Hichi : "Nih, dari tasya27!"
Ryuuta : "Waah! Tasya-san bener! Omedetou! Tapi jangan kasih tau Ichi, ya! Biar dy cari tau sendiri! Iya, nih udah update. And... Yup, Benar! Aku pun saaangat suka sama Hicchi!" *meluk Hicchi dengan erat*
Hichi : "R-Ryuuta! Na-napaa~s!"
Ryuuta : "Hwaa~! Gomeen!"
All except Ryuuta & Hichi : *sweatdrop*
Ichi : "woy! Pertanyaan gw d chapter 1 belom dijawab!"
Ryuuta : "udah lah! Tar juga lo tau sapa tuh guru. Makanya, kalo penasaran banget jangan nambah manjangin sesi pembuka! Atau gue serang lo pake Hisatsuwaza gw!" *ngeluarin gun(?)-nya Den-O*
Hichi : "Haduuh... Si Ichi sama Ryuuta berantem lagi. Ya udah deh daripada ngedenger tuh 2 orang gaje berantem, silahkan dibaca chapter 2 nya~!"
Trapped Soul
By: Tobiagare Ryuuta
Pairing : Priest Ichi X Vampire Hichi (as friend)
Rating : T for Supranatural and Action
Disclaimer : Tite Kubo-Senpai
Warning : gaje, garing, OOC yg sangat jenius, ada OC 1 nyusul, first fict, friendship, no yaoi, no flame, and don't like don't read!
Chapter 2
Guru baru itu pun masuk ke kelas. Murid-murid mulai berbisik karena penampilannya yang aneh. Guru itu laki-laki tapi mempunyai rambut hitam yang panjang sepinggang, memakai syal berwarna hitam yang menutupi sebagian wajahnya, memakai kalung bergantungkan salib yang ukurannya sedang dan kedua tangannya dibalut perban berwarna hitam. Guru itu pun menaruh tasnya di meja dan menurunkan syal yang menutupi setengah wajahnya.
"Hai, semua. apa kabar?" Sapa guru itu dengan gaya kalem. Spontan seluruh siswi kelas 12-6 blushing melihat wajah guru baru yang tampan itu.
"Ka, Kakkoii na..." Ucap Tatsuki, Inoue, Rukia, dan seluruh siswi bersamaan. Sementara Zangetsu sempat terkejut melihat wajah guru baru itu.
"Hm? Lo kenapa, Zangetsu?" Tanya Ichigo yang duduk di sebelahnya.
"A-ah, nggak. Cuman... Gue kayak pernah ngeliat dia dimana gituh." Timpal Zangetsu.
"Namaku Mugetsu." Ucapnya memperkenalkan diri. "...Kurosaki Mugetsu." Seketika, seluruh murid 12-6 melihat ke arah Ichigo, karena marga Ichigo yang mirip dengan guru baru itu, yaitu 'Kurosaki'.
"Apa?" Tanya Ichigo jutek
"Lo tuh bego ya, Kurosaki? Dia punya marga yang sama kayak lo! Masa' lo gak kenal sama dia?" Tanya Rukia setengah protes sambil menunjuk-nunjuk ke arah muka Mugetsu-sensei.
"Ehem!" Dehem Mugetsu-sensei mencairkan suasana. "Cukup panggil aku Mugetsu-sensei, dan aku paling gak suka kalau ada murid yang memanggilku dengan kata pengganti orang ketiga sambil menunjuk tepat ke arah wajahku." Ucapnya tegas sambil memberikan death-glarenya. Seluruh murid pun hening dalam seketika.
'Gila! Nih guru walaupun cool tapi nusuk banget!' Gumam Rukia dalam hati.
"Ya, baiklah. Aku disini untuk menggantikan Ochi-sensei yang cuti untuk pergi tugas di Papua New Guinea. Jadi mohon kerjasamanya!" Lanjut Mugetsu-sensei. "Ya, baiklah. Sekarang aku akan memeriksa PR sejarah kalian." Lalu dia mengambil tasnya dan mengambil cambuk kecil berwarna hitam.
"Perlu diingat, bahwa cara pembelajaranku tidak seperti Ochi-sensei. Siapa yang tidak mengerjakan tugas, tangannya akan kucambuk pelan dengan cambuk yang kupegang ini!" Jelas Mugetsu-sensei. Lalu Mugetsu-sensei pun berjalan mengelilingi kelas. Ichigo merasa lega karena semalam, dia punya firasat untuk mengerjakan PR sejarahnya yang biasanya tidak dia kerjakan sama sekali.
Kali ini, sudah sekitar 15 siswa termasuk Rukia dan Ikkaku yang terkena hukumannya Mugetsu-sensei. Kini Mugetsu-sensei mendekati bangku Ichigo dengan tatapan yang bisa dibilang hangat.
"Nah, Ichi. Boleh kulihat buku PR-mu?" Tanya Mugetsu-sensei dengan senyum hangatnya yang mungkin bisa membuat siswi-siswi kelas 12-6 pingsan. Spontan Ichigo mengeluarkan buku PR dari kolong mejanya sambil berpikir karena ia penasaran. 'Kenapa nih guru manggil gue 'Ichi'? Padahal 'kan kenalan juga belom!' Batinnya.
"Hm... Bagus. Akhirnya kau mengerjakan PR-mu. Kudengar dari Ochi-sensei kalo kamu termasuk murid yang paling malas mengerjakan PR" ucap Mugetsu-sensei sambil menandatangani buku PR Ichigo. "Ini. Lebih rajin lagi ya, Ichi." Tegurnya sambil tersenyum hangat lagi. Inoue yang duduk tepat di belakang Ichigo hampir tepar karena tak sengaja melihat senyuman hangat Mugetsu-sensei.
"K-KYAAAA~!" Jerit Inoue yang hampir pingsan karena senyuman Mugetsu-sensei. Seluruh murid 12-6 pun melirik ke arah Inoue dengan tatapan aneh dan khawatir.
"L-lo kenapa, Orihime?! Orihime!" Tanya Tatsuki setengah khawatir sambil menghampiri Inoue dengan terburu-buru.
"Ka-Ka-Ka..."
"Kenapa?"
"Ka-Kakkoii, na..." Gagap Inoue sampai akhirnya ia tepar dengan wajah blushing. Sementara Tatsuki dan seluruh murid 12-6 termasuk Mugetsu-sensei ber-jawdrop melihat Inoue tepar.
"Mu-mungkin sebaiknya dia dibawa ke UKS, Arisawa-san." Usul Mugetsu-sensei sambil tetap sweatdrop. Bayangkan saja, ada seorang murid cewek yang pingsan hanya karena melihat gurunya tersenyum. Lalu Tatsuki dan Chizuru menggotong Inoue ke UKS.
"Nah, baiklah. Kita lanjutkan." Ujar Mugetsu-sensei mencairkan suasana. Lalu Mugetsu-sensei menghampiri meja Zangetsu yang tepat berada di samping meja Ichigo.
"Ehem!" Dehemnya kepada Zangetsu. "Boleh liat buku PR-nya?" Tanyanya sambil tersenyum seperti di meja Ichigo sebelumnya. Sementara Zangetsu menatap Mugetsu-sensei dengan tatapan yang kaget, sekaligus menyeramkan.
"Hm? Kenapa kau menatapku seperti itu, Tensa-san?" Tanya Mugetsu-sensei sembari tetap tersenyum hangat.
"Kau... Kenapa kau ada disini? Harusnya 'kan..."
"Hoo... Sepertinya kau daritadi melamun ya, Zangetsu? 'Kan tadi sudah kubilang aku disini karena menggantikan..."
"GUE GAK NANYAIN ITU, MUGETSU BAKA!" Teriak Zangetsu sehingga membuat murid kelas 12-6 kaget. Terang saja. Zangetsu dikenal sebagai orang berkepala dingin yang sangat jarang bicara. Jadi pantas saja jika murid 12-6 kaget mendengar Zangetsu berteriak sekasar itu kepada seorang guru.
"Za-Zangetsu!" Kaget Ichigo. Zangetsu pun melihat ke arah penjuru kelas. Seluruh murid memperhatikannya. Ia pun tertunduk lemas sambil menyerahkan buku PR-nya di kolong mejanya.
"Maaf, aku kelewatan Mugetsu-sensei..." Ucapnya pelan. Mugetsu-sensei hanya tersenyum melihat Zangetsu yang sedang tertunduk lemas. Lalu ia menandatangani buku PR Zangetsu dan memberinya bungkusan kecil.
"Apa itu?"
"Itu hadiah untuk orang yang PR-nya betul semua. Ichi dan Ishida-san juga dapet kok, periksa aja kolong mejanya." Jawab Mugetsu-sensei sambil tersenyum. Lalu ia kembali ke mejanya dan menaruh kembali cambuk kecil itu di tasnya.
"Ya, pelajaran sampai disini. Ada pertanyaan?" Tanya Mugetsu-sensei sembari duduk di bangkunya dan melipat tangannya yang terbalut perban hitam. Lalu seorang siswi mengangkat tangannya. "Oke, siapa namamu?" Lanjutnya sambil tersenyum manis
"Na-nama saya Nanairo Rakugaki!" Jawab siswi itu gugup.
"Hmm... Nama yang unik, mirip dengan nama album band kesukaan saya. Mau bertanya apa, Nanairo-san?"
"Ah, e-etto... Mu-Mugetsu-sensei, tahun ini usianya berapa?" Tanya Nanairo ragu-ragu. Mugetsu-sensei pun menghela nafas dan langsung tersenyum kepada Nanairo.
"...Tahun ini umurku 23 tahun, Nanairo-san." Jawabnya sehingga seluruh siswi 12-6 pun bersorak gembira. "Ada pertanyaan lagi?" Lanjutnya.
"Sensei udah punya pacar belum? Atau tunangan?" Tanya seorang siswi di belakang Nanairo.
"...Belum tuh, belum ada yang cocok sih..." Balasnya sambil tersenyum lagi. Dan itu pun membuat siswi 12-6 tambah gembira. "Baiklah, sekedar pengumuman nih, Hari jum'at nanti khusus kelas ini akan diadakan tour, jadi persiapkan diri kalian karena tour ini juga penting untuk ujian sejarah nanti." Ujar Mugetsu-sensei.
"Lalu..." Lanjutnya. "Aku akan memilih 2 murid disini yang akan menjadi pemimpin regu, yaitu..."
"Kurosaki Ichigo, dan Tensa Zangetsu."
Spontan Ichigo dan Zangetsu pun terkejut. Memang, di kelas 12-6 mereka dan Ishida-lah yang mendapatkan nilai sempurna. Tapi kenapa harus Ichigo?
"Tu-tunggu Mugetsu-sensei! Kenapa harus aku? Bukannya masih ada Ishida?" Protes Ichigo sambil menggebrakkan meja tanda dia tak setuju.
"Ishida tuh pengurus OSIS, jadi dia bakalan bantuin aku buat nyiapin biaya administrasi." Ucap Mugetsu-sensei. "Dan siapkan mental kalian sekuat mungkin, ya?"
"Me-memang kita akan kemana, Mugetsu-sensei?" Tanya Zangetsu. Mugetsu-sensei pun diam sejenak dan menyeringai.
"Lawang Sewu, Semarang, Indonesia." Tegas Mugetsu-sensei. Seluruh murid pun penasaran dengan tempat bernama 'Lawang Sewu' itu, kecuali Ichigo dan Zangetsu
"LA-LAWANG SEWU?" Teriak mereka berdua. Namun anehnya, setelah mengucapkan kata 'lawang sewu', Ichigo malah pingsan!
GUBRAAAK!
"I-Ichigo! Lo kenapa? Ichigo! Ichigo!" Teriak Zangetsu.
"Hei, Kurosaki! Kau baik-baik saja? Kurosaki!" Teriak Ishida bersamaan dengan semua murid. Suasana menjadi panik. Sementara Mugetsu-sensei... Dia hanya menyeringai.
'Ya, inilah saatnya kau mengetahui jati dirimu yang sebenarnya, Imouto...'
~T.B.C~
Kenapa Ichigo Pingsan setelah mendengar kata 'Lawang Sewu'? Dan apa maksud 'jati diri sebenarnya' yang dibatinkan Mugetsu-sensei? Akan dibahas di chapter yang berikutnya!
Ryuuta : "yaay! Chapter 2 fini~sh! Sekarang..."
Ichi : "woy, author geblek! Napa gw pingsan setelah denger kata 'lawang sewu'? Tau aja kagak!"
Ryuuta : "Heh, lo tuh bisa gak sih nggak nge-interrupt kata-kata gw? Tar gw ganti loh posisi lo sama si Ishida!"
Ichi : *diam seribu kata*
Ryuuta : "oie, gw bakal adain sayembara nih... Siapa yang bisa jawab apa hubungan keluarga Mugetsu-sensei n Ichi, gw bakal ngedenger pendapat darinya tampa protes sedikit pun! And siapa tw bisa gw masukin ke chapter selanjutnya, kecuali yang berbau 'love' karna ini adalah fict friendship! Wuahahaha!"
All except Ryuuta : *jawdrop*
Ryuuta : "Oke, sekarang gw bakal nge-interview si guru baru alias Mugetsu-sensei! Kyaa~! Mugetsu!"
Mugen : "Heheh... Hai, readers. Aku guru baru pengganti Ochi-sensei di fict ini. Salam kenal!"
TenZan : "HAH! Lo ngapain disini, Mugetsu Baka!" *death-glare mode on*
Mugen : *kaget setengah mati* "wo-woy, kok kamu natapnya kayak gitu sih?"
TenZan : "jangan pura-pura sopan gituh lo! Gara-gara lo, gw harus rela lenyap jadi buih demi munculnya lo!"
Mugen : "Ta-tapi Zangetsu, ntu kan masa lalu!"
TenZan : "Bodo amat! Pokonya sekarang gw mao balas dendam sama lo! Ciaa~t!" *Hollowfied Tensa Zangetsu Mode On*
Ryuuta : "Huwe~! Hicchi-ku diambiil!" *Nangis Mode On*
Mugen : "haduuh, kenape gw disini jadi sial, ya? Ya udah deh sebagai akhir kata... Silahkan RnR fict ini ya! Gw mao kabur sebelum badan gw terkoyak sama pedangnya Zangetsu, Bye!"
