Chapter 2

Kyumin story

Sungmin pergi liburan ke vila milik keluarganya. Tidak sengaja menemukan seorang namja yang sedang sekarat di tepi pantai sungmin pun membawa namja tersebut ke vilanya

"sungmin yah, nama yang manis"

"menarik mungkin sedikit bermain-main tidak ada salahnya"

Tidak taukah sungmin bahwa namja yang ditolongnya adalah iblis yang akan mengacaukan hari-harinya terutama liburan indahnya.

Cast :

lee Sungmin (yeoja)

Cho Kyuhyun (namja)

Lee Donghae (namja)

Lee hyukjae a.k.a Eunhyuk (yeoja

Tan Hangeng a.k.a Cho Hangeng (namja)

Kim Heechul a.k.a Cho Heechul (yeoja)

Cast akan bertambah seiring cerita

Rated: T

Warning :

typo (s) bertebaran, tidak sesuai EYD, genderswitch (GS)

fanfic ini murni hasil menguras otak dan hasil ketikan ala sebelas jari dari Qq. Hehee maklum Qq belum lancer ngetik

NO BASH NO PLAGIAT, DON'T LIKE DON'T READ

Qqifannie

Happy reading chingudeul

Drrrrt drrrt

" yeoboseyo "

"…"

" ne sajangnim "

"…"

"ne aku akan segera mengirim anak buahku kesana"

"…"

" tidak akan ada yang tahu sajangnim, aku berani menjaminnya "

Pip

Setelah telepon di putuskan secara sepihak oleh si penelpone orang yang ia panggil sajangnim olehpria tersebut dengan cepat mencari kontak nama di handphone miliknya. Tampan menunggu lama seseorang di seberang line langsung meenjawab panggilannya.

" Ada tugas baru untukmu, cepatlah ke daegu dan carikan seseorang untuku, bawa dia hidup atau mati sekalipun "

.

.

.

Matahari telah menampakan dirinya terlihat dari sinar matahari yang masuk di balik cela-cela jendela yang tidak tertutup gorden. Tapi nampaknya si penghuni kamar masi betah berkelana di dalam mimpi indahnya dan pulau kasurnya sehingga ia enggan untuk bangun dari tidurnya.

Bam Bam Bam Bam . . .

Bam Bam Bam Bam . . .

Bahkan dua kali panggilan dari benda persegi miliknya- handphone tampak tidak mengganggu tidurnya.

Bam Bam Bam Bam . . .

Bam Bam Bam Bam . . .

Lagi ! handphonennya berdering tapi tetap saja tidak ada tanda-tanda akan ada jawaban dari si pemilik handphone.

Bam Bam Bam Bam . . .

Apakah panggilan yang ke empat ini juga tidak akan membuatnya terusik? Wahh kita salah readers karena sepertinya ia mulai terusik. Buktinya ia mulai menggunakan tangannya untuk menggapai handphone yang ditaruhnya di atas meja samping single bednya. Setelah handphone itu ia dapat dengan cepat ditolaknya panggilan tersebut. Dan melanjutkan tidurnya.

Namun !

Bam Bam Bam Bam . . .

Bam Bam Bam Bam . . .

1 detik. diam

2 detik tetap diam

3 detik masi sama saja

Dan hingga detik ke 30

Ia meraih handphonenya dengan kasar dan menjawap panggilan tersebut.

"yeoboseyo sung…." Sapaan si penelphone terputus

"YA! IGE MWOYA? Tidak bisakah orang-orang membiarkan aku menikmati tidurku dengan tenang dan damai" pekik sungmin dengan tingkat kekesalan yang akut. Bagaimana tidak, tujuannya berlibur kevila ini agar bisa hidup tenang jauh dari gangguan dan yang pastinya tidur sepuasnya bebas dari eommanya yang selalu cerewet dan mengharuskannya bangun jam 05.00 pagi. Catat itu jam 05.00 pagi. Oh ayolah ia terbiasa bangun jam 8 pagi.

Dan sekarang tidurnya harus diusik dengan suara handphone yang sunggu berisik. Apa orang ini tidak bosan sampai meneleponnya empat kali? Haaah jinja

"ya ! Lee Sungmin bisakan kau kecilkan suaramu ? telingaku ini masih berfungsi dengan normal. Apa kau mau aku menjadi tuli karena teriakanmu itu, eoh?"

"OMO HYUKKIE" pekik sungmin lagi dan langsung memposisikan tubuhnya hingga terduduk di single bednya. Ia mengerjab-ngerjabkan matanya. Menyesuaikan terpaan sinar matahari pagi yang masuk dari cela-cela jendela. Dan mengumpulkan sisa – sisa nyawanya.

"YA! Bukannya sudah kukatakan untuk tidak berteriak Lee Sungmin PABBO, dasar tukang MOLOR bangun dari tidur indahmu itu sekarang juga" pekiknya dengan menekankan kata pabbo dan molor pada sungmin. habis sudah kesabaran hyukkie aka Lee Eunhyuk menghadapi yeoja yang satu saja membuatnya naik darah setiap kali menghubungi sepupunya itu setiap pagi.

"ne mian hyukkie ah, aku akan bangun dan segera mencuci muka dan sikat gigi jadi sekarang apa kau senang?"

"ne sangat senang, memang seharusnya kau segera melakukan itu. Baiklah aku tutup teleponnya aku harus membantu eomma" jawab eunhyuk dengan nada yang telah melembut

"…"

" Minnie kau masih disitukan? Minnie? Ya! Minnie apa kau tidur lagi? "

"…"

" minnie "

"…"

" YA! LEE SUNGMIN " oh God ia sungguh lelah jika harus seperti ini terus. Benar-benar membangunkan seorang LEE SUNGMIN membutuhkan tenaga dan tingkat kesabaran yang ekstra. Baru saja sungmin mengatakan ia akan bangun, dan melakukan kegiatan wajib untuk orang yang baru bangun tidur dan sekarang ia malah tertidur lagi.

" hyukkie kau tidak perlu teriak seperti itu. Kau seperti monyet yang kehabisan pisang saja "

" itu semua karenamu dan ya! Aku ini bukan monyet mana ada monyet secantik diriku dan apa yang kau lakukan tadi sehingga tidak menjawapku "

" ya ya arra kau monyet yang cantik. Hyukkie ah bukannya aku harus kekamar mandi dan itu artinya aku harus mengikat rambutku yang indah ini agar tidak basah saat mencuci muka nanti " kata sungmin sambil terkikik geli. Menggoda eunhyuk memang sungguh menyenangkan.

" baiklah kalo begitu annyeong Minnie, aku harus segera membantu eomma karena han ajjuma sedang menjenguk orang tuanya yang ada di kampung "

"ok bye"

Pip

.

.

.

Setelah membersihkan tubuhnya dan menggunakan pakainnya sungmin segera mengambil peralatan P3K yang ditaruhnya di lemari yang ada didapur dan kemudian menuju ke ruang yang sudah tidak asing lagi baginya.

Ia berjalan masuk dengan langkah pelan takut membangunkan sesosok namja yang sedang terbaring dengan nyamannya di atas ranjang Queen size miliknya. Ia membuka kotak P3K dan kemudian tanganya bergerak untuk membuka perban namja tersebut. Namun hal itu diurungkan ketika sungmin mendengar suara bel. Sepertinya ada seseorang yang datang

Teeett teeettt

" ah mungkin itu Go ajjushi yang baru saja pulang dari menangkap ikan. Dan ia datang untuk membagikan hasil tangkapannya " batin sungmin.

Teeeettt teeetttt

" ne, tunggu sebentar "

Dengan langkah seribu sungmin segera menuju kearah pintu dan dengan cepat ia membukanya

" hah nugu " Tanya sungmin bingung setelah membuka pintu ternyata yang menekan bel dan berkunjung adalah orang lain. Bukan Go ajjushi seperti dugaannya.

" mianhae ehm nuguseyo ? "tanyanya lagi

Sungmin mengernyit dan menatap intens satu persatu orang yang ada di depannya ini. " Pakaian mereka seperti mau menghadiri pesta atau rapat saja. " batinnya. Hal ini terlihat dari stelan jas yang digunakan tiga orang tersebut dari wajah mereka sungmin dapat memperkirakan umur ketiganya sekitar tiga puluh tahun keatas.

" mianhae tuan – tuan sekalian ada perlu apa ? "

" ya ! ya apa – apaan ini, ini vilaku mau apa kalian ? apa kalian tidak diajarkan sopan santun? " orang – orang ini sungguh seenaknya, vilaku ini bukan tempat yang dengan gampangnya kalian dapat keluar masuk dengan seenaknya dasar ajjushi – ajjushi tua.

Ketiga orang yang sungmin vonis sebagai ajjushi – ajjushi tua tersebut berjalan masuk ke dalam vila sungmin tampa menghiraukan teriakan sungmin yang terpaku di tempatnya.

" ya, sekali lagi aku tanya apa yang kalian lakukan " sungguh sungmin merasa dirinya sangat sial hari ini.

" ck "

Merasa bosan dengan suara – suara yang dikeluarkan sungmin akhirnya salah seorang dari ajjushi berjas itu menghentikan aksinya dari mari menggeleda setiap sudut vila sungmin. Segerah ia tolehkan wajanya kearah sungmin. Ia tampilkan smirk andalanya yang menurut sungmin itu sangat menjijikan. dan kemudian ia berseru.

" jika kau masih sayang dengan vila reyotmu ini beserta isi dan nyawamu maka diamlah dan jadi anak manis. Suaramu itu sangat mengganggu gendang telingaku "

What ?

Apa katanya, suaraku mengganggu gendang telinganya apa ajjushi tua ini tidak salah memilih kata ? Apa suaraku ini separah itu ? jika ia lalu kenapa piala – piala itu berjejer dan tersusun rapi di dalam lemari kacanya dengan tulisan JUARA 1 LOMBA MENYANYI. Ingat itu juara 1

" yoojon ah di dapur tidak ada "

" disini juga tidak ada. cih, sembunyi dimana dia ?" cibir salah seorang dari mereka sambil berjalan keluar dari sebuah kamar yang bertuliskan Umma Appa.

" ya itu kamar orang tuaku, apa kalian ingin aku digantung hidup – hidup oleh eomma kemudian tubuhku dimutilasi untuk diberikan pada zeronya eomma ? "

" sudah aku katakan yang perlu kau lakukan hanya duduk manis. Atau kau ingin aku mengantikan eommamu untuk menggantungmu kamudian kumutilasi ?" seru ajjushi yang kita ketahui sebagi yoojon. Ketua dari dua orang tersebut.

" cepat tunjukan kamarmu, dimana kau sembunyikan dia " Tanya yoojon

" apa maksudmu aku tidak mengerti, dia siapa yang kalian maksud ? dan apa – apaan kau menanyakan letak kamarku ? ya jangan mendekat " pekik sungmin sambil berjalan mundur dan menyilangkan kedua tangannya menutupi dadanya.

" sudah cukup main petak umpetnya cepat katakana padaku. Dimana kau menyembunyikannya anak manis. Jangan membuat waktuku ? " rupanya yoojon mulai emosi dengan tingkah sungmin yang sangat cerewet dan berisik apa lagi ia sama sekali tidak menunjukan ketakutannya sedari tadi padanya dan kedua temannya. Ia angin secepatnya menemukan buruannya sehingga ia dapat dengan segera meninggalkan tempat ini.

" akh tolong lepaskan ajjushi tua ini sangat sakit " aigo sungmin dengan situasi seperti ini bahkan kau berani mengatainya ajjushi tua.

" jika memang sakit, maka segerahlah kau tunjukan dimana kau sembunyikan dia " bisik ajjushi tersebut tepat di telinga sungmin tampa menghiraukan sebutan sungmin padanya.

" dia siapa yang kalian maksud ajjushi ? aku sungguh tidak mengerti " sungguh kali ini sungmin benar – benar takut, bahakn sedari awal ke tiga orang ini muncul sungmmin sudah ketakutan. Tapi segera di tepisnya dengan berusa tenang.

" akh " pekkik sungmin lagi ketika dia di seret paksa menuju sebuah ruangan.

"tentu saja yang aku maksudkan adalah namja yang kau sembunyikan di vila reyotmu ini " jadi benar dugaannya dari tadi. Mereka mencarinya, namja yang ia selamatkan. Tapi kenapa ?

Dengan langkah pasti sungmin sudah diseret masuk kesebuah kamar dengan diekori dua orang ajjushi. Oh tidak itu kamar sungmin dan di dalamnya ada orang yang lagi sekarat terbaring lemah di sana. Ia pejamkan matanya dan hanya bisah berdoa semoga semuanya baik – baik saja. Sungguh dia sudah berusaha agar orang – orang ini tidak masuk ke kamarnya.

Kosong, kamar itu tidak menampakan ada orang disana. Ranjang Queen size yang terletak di ujung dekat jendelapun terlihat rapi dengan bantal dan selimut yang bertengger manis di tempatnya. Yoojon segera memerintahkan anak buahnya untuk menggeleda kamar tersebut. Dengan sigap kedua orang yang diperintahkan segera berpencar dan mencari – cari seseorang. Di bawah ranjang, kamar mandi, bahkan lemari yang digunakan sungmin untuk menyimpan pakaian dan beberapa barangnya di acak –acak.

" ck sial " guman seseorang tanpa sura

" yoojon ah sepertinya namja yang kita cari tidak ada disini "

" apa kalian sudah mencari dengan benar di setiap sudut ruangan daejon ah ?"

" ne, seperti yang kau lihat " seru ajjushi yang bernama daejon

" baiklah, beri tahu jungwo kita kembali "

Setelah memanggil jungwo yang pergi ke kamar mandi ke tiga orang tersebut berlalu meninggalkan sungmin sendiri di dalam kamar yang tampilannya sangat jauh berbeda ketika dia masuk tadi.

Dengan berjalan sempoyongan dengan malas sungmin memungut pakaian, selimut dan barang – barang lainnya yang berceceran di lantai akibat ulah tamu yang tidak di undang. Segera di taruhnya kembali di dalam lemari dengan asal.

" hhaa " helaan napas sungmin keluarkan

" sepertinya hari ini memang hari sialku " monolognya, ia miris dengan keadaannya sendiri.

" sial kapan yeoja bodoh itu akan mengeluarkannku dari sini "

" OMO ! aku lupa, gawat " karena terlalu serius meratapi kesialannya hari ini sungmin jadi melupakan seseorang yang di sembunyikannya di dalam lemari miliknya. Loh lemari ? seseorang ? di sembunyikan apa maksudnya ini ? *Qq juga tidak tahu chingu*

Flashback

Begitu sungmin mendengar bunyi bel ia segera berlari menuju pintu utama. Tapi begitu ia melihat siapa yang datang senyuman manis yang ia sunggingkan sirna seketika. Siapa mereka ? apa yang mereka lakukan disini ? apa mereka rentenir yang dating untuk menagi utang ? tapi itu tidak mungkin, aku bahkan tidak terlibat utang pada siapapun. Ehm kecuali pada si monyet hyukkie. Kok perasaanku jadi tidak enak beginih yah.

Tanpa sungmin sadari ia langsung segera berlari kembali mennnuju kamar, mengemasi kotak P3K miliknya

Teeeett teeetttt

" huh ini orang tidak sabaran sekali " gerutunya ketika mendengar bunyi bel yang ditekan untuk kedua kalinya

" Aku harus meletakannya dimana ? uhh namja ini sungguh berat sekali. Ahh di lemari saja bukannya lemari itu masih ada yang kosong di ruang bawahnya dan sepertinya itu juga mampu untuk menampungnya.

Dengan sigap sungmin memindahkan namja yang terbaring lemah tak berdaya itu ke dalam ruang kosong yang ada di lemarinya. Lemari tersebut memiliki sebuah ruang kosong seperti laci namun tidak memilikki gagang dari luar sehingga orang awam tidak akan tahu bahwa lemari tersebut memiliki laci. Hal ini di karenakan gagang laci tersebut ada di pojokan dalam lemari yang terlihat seperti pembatas

" hahh kenapa aku harus melakukan ini, bukannya mereka hanya orang yang mungkin ingin menanyakan alamat suatu tempat. Tapi firasatku mengatakan namja ini dalam bahaya "

Teeeet teeeet

" uhh tidak sabaran amat sih mereka, tiadak tahu apa aku lagi kesuhan disini " aigoo minni chagi tentu saja mereka tidak akan tahu jika yang mereka lakukan hanya berdiri di luar sana

" ne, tunggu sebentar "

sungmin segera menuju pintu dengan langkah seribu guna menyambut tamu yang tidak di undang tersebut Agar ketiganya tidak menugu dan berujung pada kecurigaan.

Flashback and

Ia segera menuju lemari dengan langkah tergesa – gesa yang membuatnya hampir terjatu. Sungmin sangat khawatir sekarang. Di bukanya dengan cepat lemari yang tadi sempat ia buka untuk menyimpan pakaiannya yang belum dilipat rapi. Di keluarkan lagi pakaiaan itu dan cepat – cepat sungmin meraih gagang laci dan membukanya. Lalu dikeluarkannya namja yang terlihat tidak baik – baik saja. Nampak keringat dingin membanjiri tubuh sang namja.

Reflek sungmin mengulurkan tangan kearah hidung namja itu

Deg deg

Nafasnya tercekat. Peluh mulai hadir sedikit demi sedikit di tubuh sungmin.

Namja ini, jangan bilang ia mati ?

Kenapa, kenapa napasnya tidak berhembus ?

benarkah ia mati ?

Apa ini karena aku memasukannya di lemari ?

Berbagai spekulasi berputar – putar di atas kepala sungmin. Ia takut, sangat takut untuk memikirkan kebenarannya dan mengambil kesimpulan bahwa ialah yang menyebabkan namja ini mati. Bukankah Sungmin yang memasukannya kedalam lemari itu sungmin memalingkan wajahnya menatap horror lemari miliknya itu.

" hiks hiks " isakan lirih meluncur dengan bebas dari bibir shape M milik sungmin. musnah sudah pertahan yang sungmin bangun sejak kedatangan ketiga tamu yang tak diundang tadi. Ia tidak bisah menahannya lagi

" hiks " lagi isakan lirih sungmin terdengar

Ia menyesali tindakannya, seharusnya ia tidak menyembunyikannya di dalam lemari. Seharusnya ia, seharusnya

" wah, apa aku sangat keterlaluan mengerjainya "

Segera sunngmin enyakan pikiran pikiran anehnya. Diletakannya namja tersebut dan

Chu

Satu ciuman sungmin daratkan di bibir namja tersebut. Berniat memberikan napas buatan

chu

Satu ciuman sungmin daratkan lagi

" ini sungguh manis " batinnya

Tampa sungmin sadari ada lenkungan tipis yang terpatri dari bibir yang diciumnya itu.

Merasa yang dilakukannya sia – sia, sungmin segera berdiri sialnya tubuh sungmin tiba – tiba oleng dan jatuh duduk menimpa tubuh yang sudah tidak berdaya dibawahnya dengan mulusnya. *pendaratan yang sempurna eoh *.

Puk

"akh" ringis orang tersebut yang menjadi korban pendaratan mulus bokong sungmin.

Hening

1

2

3

" gawat "

Tbc

Haaah akhirnya chap 2 update juga *tarik napas hembuskan lagi* lega

Gimana chingudeul apa ini termasuk update kilat ? sebenarnya chap 2 udah kelar dari kemarin. Tapi karena ada laporan yang wajib Qq selesaiin saat itu juga jadi ketunda deh updatenya

Di chap 2 ini Qq panjangin lagi ceritanya. Chingudeul doain Qq ya supaya chap depan bisah lebih panjang lagi dari ini

Waktu Qq baca ripiu chingudeul Qq langsung jingkrak – jingkrak, hehehe maklum ini ff pertama Qq. Qq jadi tahu gimana rasanya kalo cerita yang kita buat di baca dan diripiu. Rasanya bahagia sekali dan membuat Qq makin semangat untuk lanjutin ni ff.

Buat chingu yang ripiu, jeongmal gomawo ne, mian Qq belum bisa balas ripiunya satu – satu

Big Thanks for

TifyTiffanyLee, Kyumin Kota, KyuMinElfcloud, MingKyuMingKyu , aningeko81 , Kim dewi. , akan menyerahkan , cloudswan, adhe kyumin 137, abilhikmah, meotmeot, Guest, parkhyun

sampai ketemu lagi di chapter berikutnya chingudeul

Qqifannie