Junmeanssi proudly presents
"Its just the Beginning"
Casts : EXO Pairing(s) –find out in the story!-
A/N : Hai! Kali ini aku kembali dengan drabble, yah sepertinya bukan seperti drabble karena aku masih meng-cut bagian akhir ceritanya. Disini ada 3 macam pairing yang bisa kalian temui, dan aku meminta voting, pairing yang paling banyak diminta saat review akan aku publish duluan cerita lengkapnya. Adakah yang tertarik? The Untold Stories masih dalam tahap pengerjaan dan aku takut kalian kurang menyukainya, hehe. Enjoy!
-xoxo-
Hujan.
Tidak ada yang menyukai hujan, well beberapa orang mungkin menyukainya, entah bagaimanapun alasannya. Tetap saja ada yang tidak suka dengan rintikan hujan yang datang disaat langit gelap itu. Termasuk Luhan. Dirinya tidak terlalu menyukai hujan, karena saat hujan, peristiwa 4 tahun yang lalu akan selalu teringat di dalam ingatannya, terputar kembali seperti roll film. Peristiwa yang seharusnya tidak pernah terjadi, namun justru peristiwa itu terlalu membekas di kepalanya. Kejadian dimana Kris –mantan kekasihnya- meninggalkannya demi pekerjaan yang mengharuskan kekaish Luhan tersebut pulang ke kampung halamannya di Guangzhou. Awalnya Luhan sama sekali tidak peduli dengan kepergian Kris yang dirasanya sangat mendadak saat itu. Justru Luhan terlihat biasa saja dan kelewat dingin saat mengantar kepergian Kris.
Seminggu, dua minggu.
Luhan mulai merasakan ada yang hilang dari hidupnya. Luhan merasakan ada sebuah lubang besar di dalam hatinya sangat mendapati flat yang biasa ditempatinya sepi. Tanpa candaan. Tanpa ucapan selamat datang. Tanpa ciuman di sela sela waktu istirahat.
Dan yang paling dirasakan Luhan adalah dia kehilangan Kris.
Kehilangan setengah dari hidupnya.
Hujan yang saat itu berbarengan dengan kepergian Kris ke Guangzhou menjadikan Luhan paranoid untuk keluar saat hujan, terutama jika sedang badai, ataupun hujan salju. Walaupun ada keperluan mendesak sekalipun, Luhan tetap tidak pernah mau keluar. Dia takut kehilangan.
Kehilangan sesuatu yang tak pernah kembali dalam hidupnya.
Dan Luhan tersiksa karenanya.
-xoxo-
Pekerjaan yang mengharuskan Sehun, lelaki yang berprofesi sebagai fotografer berumur 20 tahun untuk bangun pagi pagi sekali, menyiapkan roll film dan bergegas menuju lokasi pemotretan. Bukannya Sehun tidak suka dengan pekerjaan barunya ini, hanya saja dia merasa waktu tidurnya seperti dibatasi. Selalu pulang malam, kembali ke red room untuk mencuci beberapa hasil fotonya, mengirimkan fax berisi file scan foto pada pelanggan pelanggannya. Seakan tidak pernah selesai, hampir tiap malam ada yang menelpon untuk mendapatkan reservasi pemotretan dari seorang Oh Sehun. Ya, karirnya memang saat ini sedang naik daun. Ini yang Sehun harapkan saat ini, dengan uang hasil pekerjaannya itu, dia bisa sedikit menabung, membeli lensa untuk kamera dslrnya, biaya hidupnya dan juga mengirimkan sedikit uang pada Ibunya.
Hari baru, pekerjaan yang baru menati. Sehun saat ini berjalan menuju lokasi pemotretan majalah terkenal Vogue edisi spesial, musim panas. Oh ayolah siapa yang tidak suka majalah edisi musim panas? Sudah tentu banyak yang menginginkan majalah ternama –terutama Vogue- untuk segera merilis edisinya di bulan ini. Sudah tentu peningkatan penjualan majalah akan meningkat drastis, dan itu artinya, honor untuk Sehun juga bertambah.
Lokasi pemotretan majalah ini terbilang sangat elite karena ya, Vogue memang slaah satu majalah ter eksklusif di Korea dan memiliki pelanggan dan pasar peredaran yang bagus, tak heran cabang dari majalah ini tersebar di seluruh dunia dan hal itu lagi lagi membuat Sehun bangga. Terfokus dengan lensa kamera dan kamera yang digenggam olehnya, Sehun sama sekali tidak menyadari ada seseorang yang ke ruangan tempat pemotretan tersebut.
"Kau"
Sehun belum menoleh, dia masih berkutat dengan kameranya.
"Ya, kau yang memegang kamera!" suara panggilannya kali ini terdengar sedikit membentak dan membuat Sehun terkesiap.
"A-ah, maaf saya seda-"
Degup jantung Sehun terhenti saat dia menoleh ketika melihat seseorang yang saat ini berdiri dengan tampan di depannya.
"K-Kai?"
-xoxo-
"Salah, harusnya yang ini diletakkan disini!"
"Aduh Junmyeon kau ini, masih salah!"
"Kalau kau menggendongnya begitu dia bisa sakit- yah Myeonnie!"
Lagi lagi slaah, memangnya adakah pekerjaan yang dilakukan Suho dengan benar? Biasanya istrinya –atau mungkin suaminya- Kyungsoo akan bawel dan mulai menyerocos tentang hal ini itu. Belum lagi saat ini, mereka dikarunai seorang bayi mungil bernama Kim Baekhyun, yang usianya baru menginjak 4 bulan. Karena masih rawan, awalnya Kyungsoo tidak pernah mengizinkan suaminya, Suho untuk menggendong bayinya. Alasannya sederhana, Kyungsoo tidak mau Baekhyun sakit tiba tiba karena Suho. Suho sebenarnya bukannya tidak bisa menggendong putranya, hanya saja sifatnya terlalu tergesa gesa dan ceroboh membuatnya kurang bisa berhati hati. Memang dalam urusan pekerjaan di kantor, Suho sama sekali tidak diragukan kemampuannya. Namun dalam hal rumah tangga, dia tidak mumpuni sama sekali. Untungnya, di rumah Suho disediakan banyak pembantu dan butler, yah siapa tahu Suho melakukan kecerobohan lain yang dapat mengakibatkan seisi rumah –besar- yang ditempatinya ricuh.
Suho cemberut melihat Kyungsoo menggendong Baekhyun.
Dia ingin melakukannya juga.
Menggendong Baekhyun dan merasakan seutuhnya menjadi seorang ayah. Bukankah ayah di seluruh dunia mengingkan hal itu? Tetapi sayangnya Suho memiliki istri yang sangat over protektif dengan apapun yang berhubungan dengan buah hatinya, Suho cuma bisa melengos.
Tengah malam datang dan biasanya Baekhyun selalu terbangun dan menangis, merengek minta dibuatkan susu. Hal ini lumrah terjadi pada bayi dan semua orang tua yang terkadang tidak siap justru menyerahkan hal ini pada pembantu atau baby sitter, tetapi Kyungsoo menolak. Hanya dia yang boleh menyentuh dan mengurus putra semata wayangnya. Sepertinya tidak untuk saat ini. Kyungsoo kelelahan dan tertidur sangat lelap, tanpa mendengar rengekan tangisan Baekhyun.
Beruntung. Ada seseorang yang bangun dan menenteng sebotol susu bayi hangat. Dia bergegas menuju kamar putra keluarga Kim tersebut dan perlahan mendekati keranjang bayi. Digendongnya dengan sayang dan ditepuk pelan pipi dan paha Baekhyun tersebut sampai rengekannya mereda, lalu dengan pelan dia menyodorkan botol susu pada bayi tersebut.
"Sudah malam, Baekhyun, jangan buat ibumu terbangun"
Dengan sayang dia mengecup kening Baekhyun, dan menggendongnya menyanyikan lagu Twinkle Little Stars sebagai nina bobo.
"How i wonder what you are~"
"Appa menyayangimu, Baekhyun"
-xoxo-
TBC
