Jeongmal Mianhae, Hyung
(Chapter 2)
By LittleZhao
Cast : All EXO member
Pairing : HunHan
Rate : T
Disclaimer : Casts are not mine, only the story is mine.
Happy reading ^_^
.
.
.
Setelah peristiwa tadi pagi, Sehun masih mengurung diri di kamarnya. Tidak ada yang tahu sedang apa Sehun di kamarnya. Suasana dorm menjadi tidak seramai biasanya. Siang ini, Lay, Chanyeol, Chen, Tao, dan Kai sedang pergi berbelanja. Baekhyun dan Xiumin sedang menonton video EXO yang lama. Para leader dan D.O sedang berdiskusi entah masalah apa. Luhan, ia sedang berada di teras belakang. Ia sedang memainkan rubiknya seorang diri.
"Luhan-hyung," suara seseorang memanggil Luhan.
"Ah, Baekhyun-ah. Ada apa?"
"Kris-hyung memanggilmu di ruang tengah."
"Oh, baiklah," Luhan langsung menuju ke ruang tengah. Ia kira hanya masalah biasa dan Kris akan berbicara dengan santai. Namun, semua perkiraannya berubah ketika tiba di ruang tengah, ia melihat Kris, Suho, dan D.O ada di sana. Wajah mereka terlihat serius. Terlebih lagi D.O yang menatapnya dengan tajam.
"Duduklah, Luhan," Kris menyuruh Luhan untuk duduk saat melihat Luhan berdiri terpaku.
"A..ah.. Ne," Luhan duduk dengan posisi yang sangat rapi. Bahkan terlihat tegang. Selang 30 detik, belum ada yang mulai bicara. Di detik berikutnya, Kris mulai bicara.
"Luhan-hyung. Apa kau tahu apa yang membuat kami memanggilmu ke sini?"
"Emm… Sehun?" Luhan tau jawabannya.
"Benar sekali! Kau sudah tahu apa yang terjadi, kan? Seharusnya sebagai hyung…" tiba tiba D.O bicara dengan emosi. Suho langsung memotong perkataannya dan berusaha menenangkannya.
"Stttt… Kyungsoo-ah tenanglah.."
Luhan yang dimarahi tiba-tiba oleh Kyungsoo langsung menunduk. Walaupun ia lebih tua, ia tau kalau Kyungsoo sedang emosi. Lebih baik ia diam.
"Sebenarnya apa yang terjadi di antara kau dan Sehun, Luhan?" pembicaraan kali ini memang sangat serius. Kris membuang sebutan 'hyung' untuk Luhan kali ini.
"Kau pasti sudah tahu, Kris," Luhan menjawab seadanya.
"Pertengkaran kemarin?"
"…." Luhan diam.
"Aku kira itu sudah selesai. Bahkan itu tidak bisa dibilang kemarin. Itu adalah dua hari yang lalu,"
"….." Luhan masih diam.
"Kemarin itu Sehun kan yang marah padamu? Bagaimana bisa sekarang malah kau yang marah, hyung?" Suho mulai angkat bicara.
"Tolong jangan bahas ini. Aku akan menyelesaikan semua ini dengan Sehun,"
"Aku bisa saja membiarkan hal itu. Namun, aku rasa kau tidak akan melakukannya dalam waktu dekat, hyung. Bahkan sekarang Sehun sudah seperti ini. Mengurung diri di dalam kamar. Bahkan dia belum makan dan minum apapun dari tadi pagi,"
"Aku akan selesaikan secepatnya, Suho-ah," Luhan berdiri dan beranjak pergi setelah berkata begitu. Namun,….
PLAAKKKK
Terdengar suara tamparan. D.O menampar Luhan. Luhan langsung terdiam dengan mata terbelalak. Suho langsung menghentikan D.O ketika ia akan menampar Luhan untuk kedua kali.
"Lepaskan, Suho-hyung!"
"Tenanglah Kyungsoo-ah. Jangan emosi,"
"DENGAR XI LUHAN! KAU SELALU MENYAKITI SEHUN. KAU TAU KAN KALAU SEHUN SANGAT MENYAYANGIMU! DASAR BODOH! HARUSNYA KAU YANG MENANGIS SAAT INI! BUKAN SEHUN!"
Suara D.O yang memarahi Luhan membuat semua member termasuk member yang baru pulang berbelanja berkumpul di ruang tengah. Melihat Luhan yang menunduk. D.O yang memarahi Luhan sambil menatapnya tajam. Suho yang menahan tangan D.O supaya tidak melakukan hal yang menyakiti fisik kepada Luhan. Dan Kris, yang tetap duduk dengan tangan menyilang di depan dadanya.
"KAU PABBO XI LUHAN! DARI TADI MALAM KAU MENDIAMKAN SEHUN, KAN! KAU TIDAK MAU BICARA DENGAN SEHUN! KAU TIDAK MAU TIDUR BERSEBELAHAN DENGAN SEHUN! BAHKAN KAU MENGATAI SEHUN KEKANAK-KANAKAN! HARUSNYA KAU YANG MINTA MAAF ATAS SEMUA PERLAKUANMU, BRENGSEK!"
"….."
"Terlalu sering kau membuat Sehun menangis. Saat kalian bertengkar, pada akhirnya Sehunlah yang harus mengalah. Sehunlah yang akan memohon meminta maaf kepadamu. Sedangkan apa yang kau lakukan!? Kau bertingkah seolah-olah tidak terjadi apa-apa padamu dan Sehun. Kau masih bisa tertawa bersama member lain saat Sehun terlihat murung! Kemana perasaanmu sebagai hyung!?"
"Suho, bawa D.O pergi. Kalian juga pergilah," suara Kris memerintah Suho dan member yang masih mematung di situ untuk pergi. Setelah semua pergi, hanya ada Kris dan Luhan yang masih berdiri kaku di ruang tengah.
"Kau harus menceritakan semuanya, Luhan."
FLASHBACK ON
LUHAN'S POV
'…GEURAE WOLF! NAEGA WOLF!
AUUUU AH SARANGHAEYO.
NAN NEOKDAEGO NEO MINYEO'
Kami sedang menonton MV Wolf malam ini. Kami menonton di kamar manager kami yang tentunya lebih besar dari kamar kami di sini. Kami sedang di hotel yang ada di China sekarang. Kami akan melakukan shooting untuk acara Happy Camp besok. Sesekali tedengar suaraku dan member lain. Dari suara kagum terhadap video di depan kami, suara meledek acting orang yang tidak bagus dan aneh, sampai suara yang membanggakan diri sendiri di MV itu. Aku duduk di belakang sambil memakan sup krim ku. Sesekali aku berbagi dengan seseorang di sebelahku. Sehunnie. Sup krim ini terasa sangat enak. Tambah enak mengingat kami makan menggunakan sendok yang sama.
" Baekhyun, kau sama sekali tidak terlihat seram. Hahaha," Aku meledek Baekhyun. Dan Sehun pun ikut tertawa. Melihat dia tertawa aku ingin langsung memeluknya dan menciumnya. Dia terlihat dewasa sekarang. Ah, aku makin mencintainya.
"…aku juga mau," terdengar suara Kris.
"Haha, kau ini, hyung. Ada ada saja," lalu suara Kai.
"Aku serius, Kai,"
"Iya, iya. Aku tahu. Mungkin suatu saat nanti ya, hyung,"
"Ada apa ini? Aku boleh ikut mengobrol?" tiba tiba Sehun ikut mengobrol dengan mereka yang ada di sampingnya.
"Nah, kau tau maknae? Hyung tiang-mu yang satu ini ingin mempunyai 'kiss-scene'," jawab Kai sambil merangkul pundak Sehun.
"Ya! Kau ini, Kai,"
Kenapa kalian harus membicarakan kiss scene di depan Sehun. Harusnya kalian tahu Sehun akan….
"Apa bagusnya kiss scene? Apa kau bangga mencium orang yang bukan siapa-siapamu lalu direkam dan dipublikasikan!?" benar kan. Sehun mulai terlihat kesal. Aku langsung menghampiri mereka dan mengelus punggung Sehun. Menenangkannya. Tapi yang terjadi, Sehun malah meninggalkanku ke kamar kami.
" ….hyung. Maaf. Aku tidak bermaksud…," terdengar suara Kai yang menyesal.
"Tidak apa, Kai-ah. Jangan dipikirkan," aku memotong perkataannya.
Aku langsung menaruh mangkuk bekas sup krimku dan keluar dari kamar manager menuju kamarku, Sehun, dan Kyungsoo. Walaupun kami di China, pembagian kamar tetap sama seperti di dorm kami di Korea. Aku penasaran apa yang ada di otak manager-manager kami sebenarnya.
"Hunnie…. Buka pintunya," aku memanggil Sehun dari depan pintu sambil mengetuk pintu kamar. Tiga kali aku melakukannya belum ada jawaban.
"Hunnieee…. Maafkan hyung. Ayolah buka pintunya,"
"Hunnie… hyung mohon buka pin…."
'CKLEK'
Terdengar suara kunci pintu yang dibuka. Aku membuka pintu di depanku dan masuk lalu menutupnya lagi. Aku melihat Sehun duduk di kasur dan membelakangiku. Aku langsung menghampirinya dan memegang bahunya dari belakang. Namun, ia langsung menepis tanganku. Terdengar suaranya yang sesenggukkan. Aku langsung berjalan ke hadapannya dan memegang wajahnya. Wajahnya sembab. Belum sempat aku menghapus airmatanya, dia menepis tanganku lagi.
"Kenapa, Hunnie?"
"Kenapa hyung masih mempedulikanku. Aku kira hyung tertarik dengan pembicaraan tentang kiss scene itu. Bicaralah dengan mereka. Katakan pada yang lainnya kalau hyung sangat senang dengan scene itu!"
"Apa yang kau katakan, Hunnie!?" aku memegang bahunya. "dengarkan hyung. Hyung merasa biasa saja dengan scene itu. Hyung sudah katakan berkali-kali, kan. Walaupun hyung mencium pipi yeoja itu, itu hanya untuk MV. Dan hati hyung hanya untukmu,"
"Pembohong! Sehabis shooting adegan itu, hyung terlihat sangat senang. Aku bisa melihatnya dari wajahmu waktu itu, hyung. Bahkan hyung tidak langsung menghampiriku yang duduk dekat dari situ. Hyung malah asyik mengobrol dengan yeoja itu!"
"Sehunnie. Hyung sudah bilang. Hyung hanya mengucapkan terimakasih dan sedikit berbasa-basi waktu itu. Bukankah kau yang langsung pergi waktu hyung mendekatimu?"
"ITU KARENA AKU KESAL, HYUNG!" nada suara Sehun mulai meninggi. Aku heran kenapa dia bisa seperti ini.
"Kenapa kau membentak hyung, Hunnie?"
"Aku tidak membentak! Aku kesal hyung, aku kesal! Aku cemburu!"
"Lalu apa maumu sekarang!? Kau ingin kita mempunyai kiss scene juga? Begitu? Jangan manja, Sehunnie. Jangan kekakanak-kanakkan seperti ini. Hyung sudah jelaskan berkali-kali, kan? Kenapa kau tidak bisa mengerti? Harusnya kau profesional, Hunnie."
"Bagaimana aku bisa profesional, hyung. Perilaku hyung waktu itu membuat aku tidak bisa profesional!"
"Yasudah! Sekarang terserah apa maumu! Hyung sudah lelah denganmu yang kekanak-kanakkan! Hyung membencimu, Sehun!"
"Hiks…," Sehun tidak menjawab. Ia malah makin menangis dan langsung naik ke kasur. Menenggelamkan wajahnya di bantal dan menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya sampai kepala. Selalu begini. Setiap kami bertengkar yang ia bisa hanya menangis. Aku sudah lelah. Aku tidak tahu lagi bagaimana caranya menghilangkan sifatnya yang seperti ini. Cengeng. Kekanakkan.
'CKLEK'
Tiba-tiba suara pintu terbuka dan membuatku menoleh.
"Ehm. Mian. Aku ingin mengambil bantalku. Aku akan tidur di kamar Kris dan Lay saja malam ini." Kyungsoo bicara.
"Tidak, Kyungsoo-ah. Tidurlah di sini," aku menjawabnya.
"T-t-tapi Luhan-hyung. Aku tidak mau mengganggu masalahmu dengan Sehun-ah,"
"Kau sama sekali tidak mengganggu, Kyungsso-ah. Tidurlah di sini," jawabku sambil tersenyum.
"Tapi…."
"Kyungsoo-ah. Percayalah,"
"Ah.. baiklah, hyung,"
"Ah iya. Hari ini kau tidur di tengah ya, Kyungsoo. Aku sedang tidak ingin tidur di samping orang yang kekanakkan."
LUHAN'S POV END
NORMAL POV
"Ah iya. Hari ini kau tidur di tengah ya, Kyungsoo. Aku sedang tidak ingin tidur di samping orang yang kekanakkan," Luhan berkata sambil tersenyum kepada Kyungsoo. Tidak memperdulikan Sehun yang makin meneteskan air mata dan Kyungsoo yang mem-belo-kan matanya.
"A-aah-aku…." Kyungsoo ingin menjawab. Namun belum selesai ia menjawab, kata-katanya dipotong Luhan.
"Aah. Ayo kita siap-siap tidur. Besok kita harus shooting untuk acara Happy Camp. Hwaiting! Ayo Kyungsoo tidurlah di tengah," kata Luhan sambil mendorong Kyungsoo untuk tidur di tengah. Diantaranya dan Sehun.
.
.
.
Hari sudah siang. Sekarang member EXO sedang ada di backstage acara Happy Camp.
"Hyung. Mianhaeyo,"
"….."
"Hyung, mianhaeyo. Jeongmal," terdengar suara Sehun. Ia terlihat sedang berbicara dengan Luhan yang ada di depannya. Namun Luhan hanya diam saja sambil memakan mie cup-nya. Dia tidak mau menatap Sehun. Luhan pun beranjak pergi dari hadapan Sehun.
'GREPP'
Sehun langsung menarik lengan Luhan supaya ia tidak pergi.
"Hyung. Maaf, tadi malam Hunnie egois. Maafkan Hunnie, hyung,"
"Sudahlah, Hunnie. Tidak usah dipikirkan," walaupun Luhan bicara begitu, Luhan tidak menatap Sehun.
"Tatap aku, hyung," Bukannya menatap Sehun, Luhan malah beranjak pergi meninggalkan Sehun lagi.
'GREPPP' dan Sehun menarik lengan Luhan lagi. Kali ini Luhan langsung menatap Sehun dengan tatapannya yang kesal.
"Lepaskan, Sehun!"
.
.
.
Acara saling mendiamkan milik HunHan itu berlangsung sampai esoknya mereka kembali dan sampai di Korea. Hal ini menjadikan moment HunHan makin sedikit terlihat. Walaupun ada beberapa di Happy Camp kemarin, namun entah kenapa terkesan tidak natural. Bahkan sekarang ada foto-foto saat HunHan bertengkar. Entah itu di backstage Happy Camp atau di bandara. Hal itu membuat HunHan terutama Luhan semakin bad mood. Selama itu juga Sehun terus meminta maaf dan berakhir dengan Luhan yang terus meghindarinya.
FLASHBACK OFF
(Kembali ke saat di mana Kris dan Luhan sedang berbicara di ruang tengah)
"Jadi begitu. Aku tidak tahu akan serumit ini jadinya, Luhan," Kris yang sedari tadi hanya mendengarkan sekarang angkat bicara. Kris cukup dibuat bingung.
"Aku ingin sekali memaafkannya, Kris. Tapi melihatnya menangis seperti itu malah membuatku makin benci sekaligus bersalah kepadanya. Bukan. Aku bukan membencinya. Aku membenci air mata yang jatuh di pipinya. Aku membenci air mata itu karena aku ingin membunuh diriku kalau aku melihat itu,"
"…."
"Aku akan menyelesaikan masalah ini dengan caraku sendiri, Kris. Maaf. Aku bukan tidak mengizinkanmu atau siapapun ikut campur dalam masalah ini. Tapi aku mohon. Mengertilah," ucap Luhan panjang lebar dengan mata berkaca-kaca.
'BRRUUGGG'
Tiba-tiba terdengar suara berdebum yang keras dari kamar Sehun. Semua member termasuk Kris dan Luhan langsung menuju kamar itu. Chanyeol mencoba membuka pintu kamar. Namun tidak bisa. Kaipun mengetuk pintu.
'TOK TOK TOK'
"Sehuna. Buka pintunya," ucap Kai memanggil Sehun. Namun, tidak ada jawaban.
"Sehuna!" lama kelamaan ketukan pintu menjadi gedoran.
'DOK DOK DOK DOK'
"Sehuna buka pintunya! Kau kenapa!?"
"Sudahlah. Kita dobrak saja pintunya," Chen berkata. Lalu ia mendobrak pintunya dibantu Kris.
'DUAKKK'
Pada dobrakan ketiga, pintu terbuka dan memperlihatkan sosok Sehun yang tertidur di lantai. Pingsan lebih tepatnya.
"OMO, SEHUNA!" Baekhyun langsung menghampiri Sehun dan memangku kepalanya.
"Cepat gotong Sehun! Kita akan bawa dia ke rumah sakit! Aku ke mobil duluan," perintah Kris kepada semua member.
Semua member panik. Chanyeol langsung menggendong Sehun dan membawanya ke mobil. Baekhyun langsung menangis. Member lain sangat bingung. Luhan hanya diam terpaku. Hatinya sangat sakit. Air mata yang ia tahan sedari ia berbicara dengan Kris, langsung tertetes sekarang. Sakit. Kepalanya. Dadanya. Bahkan seluruh sendi tubuhnya terasa sangat sakit. Membuat ia lemas seketika.
"Yang ikut ke rumah sakit cukup aku, Kris-hyung, Chanyeol, dan Luhan-hyung. Yang lain tetap di dorm!" perintah Suho kepada semua member dan iapun langsung menuju mobil. Luhan yang sedari tadi hanya terpaku langsung berbalik dan beranjak berlari menyusul Suho. Namun, belum sempat ia berlari lengannya ditahan oleh seseorang.
"Aku tidak akan memaafkanmu kalau terjadi sesuatu kepada Sehun, Xi Luhan!"
.
.
.
To Be Continued
.
.
Haaaaaa…. Akhirnya Zhao bisa ngebuat Chapter duanya dengan perasaan yang deg-degan dan sedih karena secara nggak langsung malah ngomongin 'kiss-scene' plus moment HunHan yang makin sedikit. Sediiihh…. :'(
Oiya. Soal pertengkaran mereka yang di Happy Camp sama di bandara itu, Zhao nggak tau bener atau enggak. Soalnya, Zhao dapet foto itu dari temen Zhao. Zhao juga nggak tahu penyebabnya kenapa. Jadi, di sini Zhao jadi author yang nekat bikin cerita walau ga tau bener atau enggak. Tapi, ini hanya fanfic. Fiction itu imajinasi kan. Jadi jangan terlalu dipikirkan, ne? Zhao juga nggak bermaksud membuat sedih HunHan shipper, kok. Zhao sendiri juga HunHan shipper. Hihi. Tapi kalau ada yang sedih dan nggak suka, Zhao bener bener minta maaf. Jeongmal Mianhaeyo, Yeorobun.
Terus, sebagai pemula di dunia ff, Zhao mengucapkan banyak-banyak terimakasih buat semua yang udah Review, Follow, Favorite, termasuk yang udah Read. Menurut Zhao respon yang kalian berikan itu sangat berarti buat perkembangan Zhao. Zhao minta maaf kalo Chapter ini flashback-nya terlalu panjang. Zhao gatau gimana mendekkinnya. Haha *watados*
.
So….THIS IS IT! IT'S TIME TO REPLY THE REVIEWS….
dian deer : aaah. Maaf. Zhao nggak bermaksud gitu. :'( Zhao jga sedih gara-gara hal itu. Maaf. Jeongmal mianhae. Tapi terimakasih udah review. Review lagi yah. :* tuh Zhao kasih kisseu biar ga galau dan CONGRATULATION! Because you're my first reviewer.
destyrahmasari : annyeong~~~ ^_^ … Hihi. Iyah saeng, salam kenal juga. Suka? Waah.. Makasih banget. #terharumodeon. Nah, ini udah dilanjut jadi udh tau kan apa masalahnya. Eonnie juga nggak tega sebenernya. Apalagi bikin Luhan jadi jahat banget disini (menurut eonnie) hehhe. Makasih udah review ya. Review lagi, OK? ^_^
YoonAndi : Hihi…. Ini udah dilanjut, chingu. Jadi udah tau kan kejadiannya apa? Maaf bila mengecewakan. Terus, makasih reviewnya. Review lagi yaa.. ^_^
Choi 'Mao' Maxun : Hoho…. Ini udah dilanjut. Udah dikasih tau kejadiannya di Chapter ini. Maaf ya kalo di sini author jadi sadis sama Thehun. Thanks reviewnya, chingu. Review lagi, ne
lisnana1 : Yeyeye…kita sama…. :D Zhao udah lanjut. Udah tau kan apa masalahnya. Maaf kalo Thehun Zhao bikin cengeng disini. Yaampun. Terimakasih banget udah suka…. Zhao nggak nyangka kalo bakalan ada yang suka. Hihi. Terimakasih juga buat dukungan dan review-nya. Di review lagi yaahh. Fighting juga!
MochiahrraELF : annyeooongg saeng. Maaf kalo Eonnie bikin Thehun jadi cengeng. Nah, karena udah diceritain di Chapter ini, jadi udah tau dong sekarang apa penyebab mereka marahan. Maaf ya kalo mengecewakan. Hihi. #peace . hmm… Jangan tampar dirimu, Saeng. Eonnie senang hati kok jawabnya. So….Makasih buat reviewnya… Review lagi yaaa…
fieeloving13 : Hihihi…Jinjjayoooo? Cup cup jangan nangis, OK? Ini udah dilanjuuuuttt. Makasih reviewnya. Review lagi yaaaa ^_-
RirinSekarini : Udah dilanjut, chingu. Silakan dibaca dengan hati. #loh? Makasih reviewnya. Review lagi, ne.
UruRuBaek : Yang terjadi adalaaaah….. tadaaaa… Karena sudah dilanjut pasti udah tahu dong kenapa.. ;) Buat reviewnya, makasih. Terus jangan lupa review lagi.
Xi Ri Rin : Yupp, udah update chingu. Silakan dinikmati. Maaf kalau mengecewakan yaaa….. Makasih reviewnya. Ditunggu review selajutnya.
tiikaaa : hihi. Gwaenchana. Mian juga Zhao baru update. Makasih banget udah suka ceritanya.. #XOXO Maafkan Luhan ya, disini Zhao bikin dia jahat sama Thehun. Ok. Ini udah dilanjut.. Jadi….makasih reviewnya dan lanjut review yaaa.. ^_^
ajib4ff : Nah, yang terjadi di Chapter ini adalah masalahnya. Maaf kalo nggak sesuai harapan. Makasih buat reviewnya. See you next review. Gomawo juga buat doa dan dukungannya.
.
.
Nah, cukup sampai disini dulu yaaaa. Zhao tunggu review chingudeul, eonniedeul, oppadeul, dan saeng-saeng tercinta.
Sekali lagi Zhao ucapkan terimakasih buat semuanya. Jangan lupa buat review, ne? *BbuingBuing aLa 96 Line*
~Annyeong Haseyo~
