Title : As If

Main Pair : Kyumin

Casts : Kangin, Ryeowook, Donghae, Hyukjae.

Disclaimer : I don't own them, i just own the plot.

Warning : GS, abal, bertele-tele, typo, bahasa tidak sesuai EYD

.

Italic : flashback

.

.

Chapter 1

.

*Flashback tujuh tahun yang lalu*

.

"Oppa..hhh..janganh..ahh..disinih.."

Kyuhyun menegakkan kepalanya yang sedari tadi tenggelam di antara dua bulatan dada yeoja diatas pangkuannya. Sedikit tidak rela karena keasikannya melahap dada yang terekspos itu terganggu, Kyuhyun memberikan tatapan tidak suka.

"Wae Seohyunnie?"

"Aku takut ada orang yang melihat kita, Oppa." Seohyun-yeoja itu-balik menatap Kyuhyun resah. Tapi Kyuhyun masih dapat melihat jelas hasrat yang tertunda di matanya.

Kyuhyun melongok dari balik punggung yeojachingunya. Dan terlihat dengan jelas kesunyian ruangan tempat mereka berada. Kecuali mereka berdua tidak ada tanda-tanda manusia lain disana, yang ada hanya berderet-deret bangku dan meja, satu buah whiteboard tergantung di depan, dan sebuah podium tinggi yang biasa digunakan para dosen mengajar. Aahh,,ternyata mereka masih berada di ruang kuliah yang mereka hadiri tadi. Tapi..apakah itu masalah?

"Tidak ada orang lain disini selain kita, Sayang. Jadi.." satu tangan Kyuhyun berpindah ke depan, memberi remasan-remasan kecil di salah satu dada Seohyun, "mari kita lanjutkan."

"Hmm..tapi..oohh.." Seohyun hanya dapat mendesah saat Kyuhyun kembali melahap dadanya yang bebas, "nanti ada..ahh..yang datang, Oppa..hhh."

Kali ini Kyuhyun tidak ingin peduli dengan rengekan Seohyun lagi. Kyuhyun hanya ingin memuaskan monster yang sudah terbangun di dalam dirinya. Toh dia yakin tidak akan ada orang yang datang dan melihat aksi mereka, seperti yang ditakutkan Seohyun. Bukankah itu gunanya dia menyogok kedua sahabatnya dengan makan siang gratis? Untuk menghalau orang yang menuju ke ruangan kuliah ini. Kyuhyun tersenyum mengingat kejeniusan otaknya. Dan desahan Seohyun yang semakin menggila membuat senyum Kyuhyun melebar.

"Kyuhyun-ah..!"

BRAK..

"Ommoo..!"

Seorang pemuda yang membuka pintu kelas dengan brutal setelah sebelumnya meneriakkan nama Kyuhyun itu buru-buru membalikkan badan saat melihat pemandangan yang menyambutnya. Wajahnya memerah seketika. Menyaksikan sahabatnya making-out secara live tidak pernah sekalipun ada dalam daftar keinginannya. Ditambah suara desahan kedua insan itu yang sepertinya tidak terganggu dengan keributan yang ditimbulkannya baru saja, membuatnya semakin salah tingkah.

"Yak..Cho Kyuhyun..tidak bisakah kau berhenti sebentar?" Masih dengan membalikkan badan pemuda itu sekali lagi memanggil-meneriakkan- nama Kyuhyun mencoba menarik perhatiannya. Bagaimanapun dia tidak punya waktu untuk menunggu Kyuhyun selesai dengan kegiatannya. Terlebih masalah yang ingin disampaikannya ini lebih penting daripada kegiatan Kyuhyun.

"Lee Donghae.. Sedang apa kau disitu?" dengan nada dingin, Kyuhyun bertanya pada punggung pemuda itu. Ternyata teriakan Donghae-pemuda itu- berhasil membuat Kyuhyun menyadari kehadirannya.

"Ada yang ingin ku sampaikan padamu, Kyu. Tapi..." Donghae menjawab sambil menggerak-gerakkan tangannya ke belakang, memberi isyarat, "tolong kau suruh Seohyun berpakaian dulu."

Kyuhyun mengernyit tak suka mendengar kalimat Donghae. Tetapi tetap saja melaksanakan perintah itu. Dengan cepat Kyuhyun memasang dan mengancingan kemeja Seohyun yang tak sepenuhnya terlepas, sementara gadis itu merapikan rambut panjangnya yang semrawut akibat ulah namjachingunya. Inilah yang ditakutkan Seohyun sedari tadi.

"Sudah belum? Kenapa lama sekali sih?"

Kyuhyun mendengus kesal, "Iya sudah, sekarang katakan apa maumu? Aku masih sibuk."

Dan detik berikutnya yang Kyuhyun ketahui adalah Donghae yang berjalan cepat ke arahnya, menarik pergelangan tangannya, dan memaksanya berdiri hingga Seohyun yang masih berada di pangkuan Kyuhyun hampir terhempas jatuh. Untung Kyuhyun sigap memeluk pinggang yeojanya itu.

"YAK..! Apa-apaan kau, Lee Donghae? Kau hampir membuat Seohyunnie jatuh.. Sayang, kau tidak apa-apa kan?" Kyuhyun menatap Seohyun dengan lembut.

"Gwennchana, Oppa." Seohyun memberikan senyum terpaksanya sebagai balasan. Sungguh saat ini Seohyun tidak peduli dengan apapun kecuali rasa malunya akibat kedapatan sedang making out di ruang kuliah.

"Kyu..aku membawa berita penting yang buruk." Tidak sabar, Donghae kembali berkata sambil menarik Kyuhyun menjauh dari Seohyun.

Setelah dirasanya cukup jauh dari Seohyun, Donghae berbicara, atau lebih tepatnya berbisik pada Kyuhyun, "Lady V mencarimu dan saat ini sudah berada di perpustakaan bersama Kangin hyung."

"MWO?" teriakan Kyuhyun membuat Donghae terlonjak kaget.

"Yak..kau mau mambuatku tuli oeh?" Donghae mengusap-usap telinganya yang mulai berdenging.

Menyadari kalau tak hanya Donghae yang mendengar teriakannya, tetapi juga Seohyun, Kyuhyun mendesis, "kenapa baru kau katakan sekarang, Ikan?"

"Aku sudah mau bilang padamu daritadi, tetapi kau begitu sibuk dengan Seohyun dan aku tau kau tidak suka diganggu jik sed... Yak..aku belum selesai bicara, Bocah."

Tanpa mempedulikan ocehan Donghae, Kyuhyun mengambil ranselnya yang tergeletak tak berdaya di atas bangku bekas tempatnya making out tadi.

"Oppa..mau kemana?" melihat gelagat Kyuhyun yang sepertinya sudah akan pergi, Seohyun bertanya.

"Oppa harus pergi Seohyunnie. Park Soengsaeng memanggil oppa. Penting. Kita lanjutkan yang tadi kapan-kapan, ne?" Kyuhyun mengecup kening Seohyun sekilas, dan tanpa menunggu jawaban gadis itu, Kyuhyun melesat pergi dengan Donghae yang mengekori.

Perjalanan menuju perpustakaan yang terletak cukup jauh itu, dihabiskan Kyuhyun dengan mengumpat. Bagaimana mungkin Lady V ada disini? Kyuhyun bahkan tidak pernah memberitahu tentang dimana dia kuliah. Tapi menilik sikap dan sifat gadis itu, Kyuhyun yakin kalau gadis itu sudah mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang Kyuhyun. Tapi tetap saja, kedatangannya kemari tidak pernah Kyuhyun harapkan. Terlebih disaat Kyuhyun sedang bermesraan dengan Seohyun.

Saat memasuki perpustakaan yang hari ini sedikit lengang, Kyuhyun dapat melihat seorang gadis berambut ikal panjang sedang mengobrol asik dengan seorang pemuda yang diyakininya sebagai Kangin, sahabatnya. Posisi keduanya yang membelakangi pintu masuk membuat mereka tidak menyadari Kyuhyun yang berjalan mendekat. Sedikit mengatur nafas, Kyuhyun menoleh pada Donghae yang ada di belakangnya.

"Kenapa dia ada disini, Hyung?"

Donghae mengedikkan bahunya, "mana aku tahu, Kyu. Kan bukan aku pacarnya, tapi kau."

Kyuhyun mengangguk membenarkan omongan Donghae dan kembali menatap dua punggung di depannya.

"Vicky.."

Dua kepala berbeda warna rambut menoleh bersamaan ke arah Kyuhyun yang kini berdiri tepat dibelakang mereka.

"Kyu...!" gadis yang merasa namanya dipanggil oleh Kyuhyun itu dengan antusias melompat dari duduknya dan memeluk Kyuhyun. Sama sekali mengabaikan dua pemuda lain disana yang menatapnya jengah. Bahkan Donghae berulang kali menggelengkan kepalanya. Dasar menyebalkan, batin Donghae.

"Victoria..ini perpustakaan," Kyuhyun berusaha melepasakan kedua lengan Victoria yang membelit lehernya, "jangan memelukku sembarangan."

Victoria pun dengan terpaksa menarik tangannya dan beralih merangkul tangan Kyuhyun. Bibirnya mengerucut imut, menurutnya. Tapi menurut Kyuhyun itu menyebalkan. Kyuhyun memandang sekeliling perpustakaan takut-takut. Selain penjaga perpustakaan, hanya ada tak lebih dari 10 orang disana. Termasuk mereka berempat. Pandangan Kyuhyun beralih kembali kepada yeoja yang disampingnya.

"Kau untuk apa datang kemari, Vic? Kau kan tau aku sedang kuliah"

Victoria semakin mengerucutkan bibirnya mendengar sapaan tak ramah Kyuhyun, "aku kan kangen padamu, Kyu. Lagipula aku juga ingin tahu dimana pacarku kuliah."

"Tapi setidaknya kau harus memberitahuku terlebih dahulu. Untung saja aku bisa minta izin sebentar pada Park Soensaengnim tadi. Dan sekarang aku harus kembali menemuinya."

Donghae, yang kini sudah duduk disamping Kangin, menutup mulutnya dengan tangan untuk menahan tawanya yang hampir keluar. Kyuhyun yang menyadarinya memberikan deathglare terbaiknya, yang tentu saja sama sekali tidak ditakuti Donghae. Yang ada Donghae malah semakin ingin tertawa. Kangin yang melihat keduanya hanya tersenyum simpul.

"Jadi apa aku mengganggumu, Kyu?"

"Tentu saja.. jadi," bukan itu jawaban yang diharapkan Victoria, "ayo ku antar kau pulang. Ah tapi kau membawa mobilmu kan?" Victoria mengangguk kecewa.

"Bagus. Karena aku tak bisa mengantar sampai rumah. Aku harus kembali menemui Park Soengsaem. Kajja."

Kyuhyun mulai berjalan. Victoria mau tak mau harus mengikuti karena lengannya yang masih terkait di tangan Kyuhyun.

"Ah kalian tunggu disini ya, Hyungdeul." Kyuhyun berpesan kepada kedua sahabatnya yang dibalas dengan lambaian tangan. Bahkan dia tidak memberi kesempatan kepada Victoria untuk berpamitan kepada Donghae dan Kangin.

Setelah bertanya dimana Victoria memarkirkan mobilnya, Kyuhyun langsung menuju kesana tanpa membuang-buang waktu. Tak ada satu kata pun keluar dari mulut Kyuhyun. begitu juga dengan Victoria. Gadis keturunan China itu takut jika Kyuhyun benar-benar marah padanya.

Victoria langsung membuka pintu mobilnya begitu mereka sampai. Kyuhyun menuntunnya untuk duduk di kursi kemudi. Kyuhyun sedikit membungkuk badannya untuk memasangkan seatbelt di sekelilign tubuh Victoria.

"Kyu~.." Tak tahan didiamkan Kyuhyun, Victoria memanggil namjachingunya mesra.

Masih dengan membungkuk, Kyuhyun menatap Victoria, "Sekarang pulanglah. Aku akan menelponmu nanti."

"Apa kau marah padaku?"

Kyuhyun menghela nafasnya sebelum mendaratkan kecupan kecil di bibir Victoria, dengan nada yang lebih lembut Kyuhyun menjawab, "Tidak, Sayang. Hanya saja aku tidak suka diganggu saat sedang kuliah. Aku sudah mengatakan itu padamu kan?"

"Tapi aku sudah terlalu kangen padamu, Kyu~. Sudah beberapa hari kau tidak mampir ke rumahku." Kyuhyun menumpukan sebelah tangannya di kursi Victoria.

"Aku tahu. Karena aku juga kangen padamu. Nanti sepulang kuliah aku kan ke rumahmu. Otte?"

Victoria mengangguk cepat, "Aku tunggu, Kyu. Karena.." Victoria merangkulkan lengannya sekali lagi di leher Kyuhyun, membuat wajah mereka hanya berjarak tinggal beberapa centi saja, "aku membeli lingerie baru. Sangat seksi. Bercorak leopard seperti kesukaanmu."

Victoria mengedipkan sebelah matanya membuat Kyuhyun tersenyum licik, "Aku tak sabar melihatmu memakainya. Tapi," Kyuhyun menoleh ke kanan dan kiri memastikan tidak ada orang yang memperhatikan keintiman mereka saat ini, "aku lebih tidak sabar melihatmu tanpa sehelai benangpun."

Mengakhiri kata-katanya, Kyuhyun melumat bibir Victoria penuh nafsu. Yang dibalas dengan tidak kalah ganasnya oleh Victoria. Tidak mempedulikan posisinya yang mungkin akan membuat pinggangnya encok. Beruntunglah tidak terlihat orang lain di pelataran parkir itu. Sehingga Kyuhyun tak perlu lagi menambah daftar orang yang melihatnya bermesumria hari ini. Cukup Donghae saja.

Kyuhyun mengakhiri ciuman panasnya dengan terengah-engah. Victoria tak jauh beda dengannya, "Sebelum aku kehilangan kendali, sekarang pulanglah."

Dengan mata sayu, bibir terbuka dengan tarikan nafas yang berat, Kyuhyun mau-mau saja menarik Victoria ke jok belakang untuk melanjutkan ciuman tadi. Lebih pun tak apa. Tapi akal sehatnya berkata kalau melakukan hal itu di mobil dengan dua sahabat sedang menunggunya sama sekali tidak leluasa. Lebih baik bersabar sedikit. Toh nanti malam dia akan bisa dengan puas menikmati yeoja ini.

Setelah mobil Victoria menghilang dari pandangannya, Kyuhyun menuju perpustakaan. Saat tiba disana, Kyuhyun memdapati kedua sahabatnya sibuk membaca buku dengan posisi berhadapan. Kyuhyun mengernyitkan keningnya. Sejak kapan mereka bisa membaca?,pikirnya.

"Yak, Hyung. Lain kali kalau ada yeoja yang mencariku, langsung usir saja. Merepotkan sekali." Tanpa tedeng alih-alih, Kyuhyun langsung melancarkan protesnya kepada kedua sahabatnya. Kyuhyun menghempaskan tubuhnya di samping Donghae.

Kangin dan Donghae saling bertatapan mendengar ucapan Kyuhyun. Lalu dengan serentak mendaratkan buku masing-masing ke kepala Kyuhyun.

"Yak, kalian apa-apaan sih? Sakit tau.." Kyuhyun mengusap-usap bagian kepalanya yang terkena pukulan.

"Heh bocah tengik, harusnya kau berterimakasih kepada kami karena membantumu menghalangi Lady V mendapatimu berciuman dengan Lady S. Kalau tidak, ckck aku tak bisa membayangkannya."

"Ne benar itu, Kyu," Kangin menyetujui perkataan Donghae sebelumnya, "lagipula, mau sampai kapan kau seperti ini, Kyu?"

Kyuhyun hanya bisa diam mendengar kedua sahabatnya. Untung saja mereka berdua adalah sahabat terbaiknya, kalau tidak Kyuhyun sudah akan menyumpal mulut mereka. Kangin dan Donghae adalah dua orang yang tahu tentang kelakuan Kyuhyun. Bagaimana Kyuhyun yang ahli menjerat gadis-gadis hingga bertekuk lutut padanya. Dan bagaimana tidak bisanya Kyuhyun hanya dengan satu gadis saja. Mereka sudah saling mengenal selama bertahun-tahun untuk dapat mengerti Kyuhyun. Kyuhyun dan gadis-gadisnya merupakan hal biasa untuk mereka. Lady V-Victoria- dan Lady S-Seohyun- adalah dua gadis yang mereka ketahui berstatus sebagai pacar Kyuhyun saat ini. Sampai dua hari yang lalu masih ada gadis lain lagi, Lady H-Hyeri atau Hyuna atau ah entahlah-, tetapi Kyuhyun sudah memutuskannya kemarin sore hanya dengan alasan sudah bosan.

"Aku akan terus seperti ini selama masih ada gadis-gadis cantik yang mau ku jadikan pacar, Hyung."

"Memangnya Seohyun masih kurang cantik? Victoria juga tidak kalah cantik, yah walaupun sedikit cerewet." Donghae mencoba berargumen.

"Seohyun cantik, tetapi dia terlalu polos. Paling jauh aku hanya bisa menikmati dadanya saja," baik Kangin dan Donghae melebarkan matanya mendengar kata-kata Kyuhyun yang terlalu frontal. Bukannya mereka tidak pernah mendengar Kyuhyun berkata seperti ini sebelumya, hanya saja ini kan perpustakaan, bagaimana kalau ada yang mendengar, " yah setidaknya aku akan bertahan sampai dia menyerah padaku. Aku yakin dia akan sangat ganas di ranjang."

Kyuhyun tersenyum mesum mengimajinasikan kata-katanya barusan. Kangin hanya menggeleng-gelengkan kepala, sementara Donghae menggumamkan 'dasar mesum' berulang kali.

"Kalau Victoria.." Kyuhyun melanjutkan, " dia sudah tidak diragukan lagi kalau urusan ranjang. Tetapi belakangan dia sangat menyebalkan. Huh.. Sedikit-sedikit menelpon. Posesif. Aku tak suka. Mungkin sebentar lagi aku akan memutuskannya kalau sudah dapat waktu yang tepat. Dan kalau sudah, aku akan mencari gadis lain lagi."

"Memangnya kau tidak berniat mencari satu gadis yang tepat yang akan kau jadikan belahan jiwamu, Kyu?" Kangin, seperti biasa, mencoba untuk mendoktri Kyuhyun dengan kata-kata bijaknya.

"Aish..itu membosankan, Hyung. Hyung, di dunia ini ada seorang gadis yang tercipta dengan mata yang indah, lalu ada gadis lain yang memiliki bibir yang cantik, dan ada yang lain yang dianugrahkan dahi yang cantik. Jadi tidak salah kan kalau aku ingin memiliki semua kcantikan itu. Apa harus menyia-nyiakan semua itu hanya demi seorang gadis yang ku akui sebagai belahan jiwaku? Hah..belahan jiwa. Omong kosong. Dan bukankah aku harus memilih yang terbaik? Bagaimana aku bisa tau siapa yang terbaik jika aku hanya bersama dengan satu orang saja selama bertahun-tahun? Bagaimana kalau nanti aku menemukan gadis yang lebih baik saat aku sudah serius dengan satu gadis itu? Apa harus disia-siakan juga? Tidak. Aku tidak bisa seperti itu. Lagipula, gadis-gadis itu sendiri yang mau jadi pacarku. Masa mudaku hanya datang sekali, Hyung. Jadi aku ingin menikmatinya sebisaku, jangan sampai menyesal di hari tuaku."

Lagi.. Kalimat-kalimat yang sama yang sudah terlalu sering didengar Kangin dan Donghae. Kalimat yang akan dilontarkan Kyuhyun untuk membenarkan kelakuannya yang selalu bergonta ganti pacar. Kangin dan Donghae sudah bosan mendengarnya.

"Ya..ya..ya... Nikmatilah sebisamu. Tapi jangan menyusahkan kami lagi, bisa? Memangnya aku dan Kangin hyung tidak punya hal penting lain selain membantumu mengurusi pacar-pacarmu." Donghae mengibaskan tangannya bosan. Tetapi matanya tertuju tepat ke arah pintu masuk.

Kangin hanya terkikik melihat kedua dongsaengnya saling mencibir. Kyuhyun sendiri memilih untuk tidak menjawab pertanyaan retoris Donghae. Kyuhyun lebih memilih membolak-balik halaman buku yang tadi dipegang Donghae.

"Kangin hyung, itu Hyukkie kan?" Kangin spontan menolehkan kepalanya ke arah dua orang gadis sedang berbicara dengan penjaga perpustakaan-yang salah satunya dipandang dengan berbinar-binar oleh Donghae-. Sepertinya sedang mengembalikan buku pinjaman. Sementara Kyuhyun terlihat lebih tertarik dengan bukunya.

"Dia cantik sekali hari ini, Hyung."

"Kapan kau pernah bilang Hyukjae tidak cantik, Hae?"

Lee Hyukjae. Teman satu angkatan mereka di jurusan lain, Modern Dance. Seluruh kampus ini sudah tahu kalau Donghae menaruh perasaan kepada gadis itu. Namun dengan otak ikannya itu, sedikitpun Donghae tak punya keberanian mendekati Hyukjae. Apa gunanya kau punya sahabat playboy semacam Cho Kyuhyun, Lee Donghae? Setidaknya belajarlah kepada ahlinya.

"Itu pasti Sungmin Noona yang sedang bersamanya. Dia juga cantik sekali. Aigooo~"

"Sungmin siapa?" Kyuhyun angkat bicara saat mendengar nama yang asing di telinganya. Namun matanya tak beralih dari bukunya.

"Sepupu Hyukkie, Kyu. Dia baru saja pindah dari Jepang. Dan mulai minggu kemarin kuliah disini."

"Waahh..kenapa kau bisa tahu sebanyak ini, Hae?" giliran Kangin menggoda Donghae yang wajahnya sudah memerah. Apa yang kau sembunyikan dari sahabat-sahabatmu, Lee Donghae? " Sungmin ya? Hhhmm..dia cantik,"

Mau tak mau Kyuhyun mengangkat kepalanya dari buku saat mendengar kata-kata Kangin. Seorang Kangin mengatakan seorang gadis cantik? Bisa dipastikan gadis itu luar biasa cantik. Karena Kangin bukan orang yang bisa dengan gampangnya memuji seseorang. Apalagi seorang gadis. Kyuhyun jadi pun ikut melihat ke arah pandang kedua temannya. Ada dua orang gadis disana. Satu diantaranya dikenal Kyuhyun bernama Lee Hyukjae, dan satu lainnya sama sekali asing untuk Kyuhyun. Pasti dia yang mereka sebut Sungmin.

Kyuhyun merasakan ada sesuatu yang aneh dengan wajah Lee Sungmin ini. Dengan mata bulat berbinar, hidung mancung, dan bibir mungil pink alami, kening yang tertutupi helaian-helaian anak rambut, wajah itu begitu indah. Ada sesuatu yang meneduhkan disana. Ada sesuatu yang tak bisa Kyuhyun defenisikan dalam bentuk kata. Sesuatu yang membuat Kyuhyun tanpa sadar untuk beberapa saat menahan nafasnya seolah menghirup oksigen tidak lebih penting daripada melihat wajah itu. Sesuatu yang membuat jantung Kyuhyun memompa darah lebih cepat dari biasanya membuat kedutan-kedutan nyeri di rongga dadanya. Tak ada yang pernah membuat Kyuhyun merasakan sensasi seperti ini. Mata Kyuhyun membelalak dan tangannya seketika memegangi dadanya yang nyeri saat melihat garis bibir gadis itu melengkung membentuk senyuman. Kyuhyun bisa merasakan dengan telapak tangannya suara debaran jantungnya. Kyuhyun pasti sudah gila.

Untuk pertama kalinya, seorang Cho Kyuhyun terpesona oleh makhluk bernama wanita. Dan Kyuhyun sudah memutuskan untuk menjadikan gadis itu, Lee Sungmin itu, sebagai Lady S berikutnya.

.

.

*enJOY*

.

.

"Cho Sajangnim.." Kyuhyun merasakan sebuah tangan menghentak-hentakkan lengannya. Membuatnya terlempar dari memori yang dilamunkannya dan sontak menoleh ke samping ke arah si pemilik tangan.

"Kenapa?" tanpa Kyuhyun sadari suaranya lebih tinggi 1 oktaf daripada seharusnya. Dibawah tatapan tajamnya, Kyuhyun bisa melihat wajah orang tersebut sedikit memucat. Dia memberi isyarat dengan tangannya agar Kyuhyun kembali melihat ke depan.

Melihat Kyuhyun yang sepertinya belum sadar sepenuhnya, staff tersebut mendekatkan wajahnya ke telinga Kyuhyun dan berbisik, "Apakah Sajangmin tidak ada pertanyaan untuk Nona Lee? Sajangmin terlihat tidak fokus."

Otak Kyuhyun dengan cepat mencerna kalimat itu. Seketika Kyuhyun memutar kepalanya ke depan dan bisa dilihatnya wajah yang membuatnya, lagi-lagi, terlihat seperti orang bodoh. Lee Sungmin. Jantung Kyuhyun pun kembali berdetak tidak karuan tapi ini bukan saatnya untuk memikirkan kesehatan jantung. Wajah itu, tak jauh beda dengan wajah kedua stafnya, seolah menunggu Kyuhyun bereaksi. Atau sekedar mengeluarkan suara.

"Ooh.. Ehem.." Kyuhyun berdehem untuk menemukan lagi pita suaranya, "Dari saya sepertinya sudah cukup."

"Oke kalau begitu Nona Lee sudah bisa kembali, tunggu kabar selanjutnya dari kami." Seorang staff yang duduk di sebelah kiri Kyuhyun mengisyaratkan kalau wawancara ini sudah berakhir. Kenapa cepat sekali? Pikir Kyuhyun sambil melirik arlojinya. Ah ternyata sudah wktunya makan siang.

"Kalau begitu saya permisi dulu."

Setelahnya yang Kyuhyun tahu Sungmin sudah berdiri dan membungkukkan badannya kepada mereka bertiga. Kali ini Kyuhyun memuaskan diri untuk menatap wajah Sungmin. Juga matanya. Hanya menatap. Karena Kyuhyun masih belum menemukan kata-kata yang sedari tadi sudah menghilang. Terus begitu sampai akhirnya Sungmin melangkah menuju pintu untuk keluar. Dan Kyuhyun harus sudah siap untuk melepas kembali oksigen favoritnya.

"Lee Sungmin.. Tunggu.." Ya Tuhan, mulut siapa itu yang berbicara menggunakan suara Kyuhyun? Sukses membuat semua yang ada di ruangan itu terkejut, tidak terkecuali Kyuhyun sendiri. Sungmin spontan menghentikan langkahnya dan menatap Kyuhyun dengan pandangan yang tidak dapat dimengerti. Ooh baiklah, Kyuhyun harus mengakhiri apa yang sudah dimulainya.

Tanpa menghiraukan keheranan kedua karyawannya, Kyuhyun langsung melangkah keluar ruangan dan memberi tanda agar Sungmin mengikutinya. Tanpa sepatah kata pun, Sungmin mematuhi. Kyuhyun bejalan kaku menuju lift dengan Sungmin yang terus mengikuti. Begitupun saat Kyuhyun masuk ke dalam lift yang ternyata kosong, Sungmin masih mengkutinya.

Keadaan canggung semakin menyelimuti ketika Kyuhyun dan Sungmin sudah berada di dalam lift. Kyuhyun sepertinya masih belum menyadari apa yang sedang dilakukannya saat ini, bahkan saat Kyuhyun dengan sigapnya memencet tombol basement untuk dituju. Sejak dulu, taraf kegilaannya memang selalu meningkat setiap berada di dekat wanita ini. Dan ternyata masih belum berubah sampai sekarang.

"Lama tidak bertemu, Cho Kyuhyun-ssi?" akhirnya Sungmin melontarkan kata pertamanya untuk Kyuhyun.

"Ya. Lama tidak bertemu." tanpa menoleh Kyuhyun menjawab singkat.

Hening. Hening. Dan hening.

"Bagaimana kabar Kim Ryeowook?" Mau tak mau Kyuhyun menoleh pada Sungmin. Pertanyaan singkat Sungmin membuat Ryeowook, istrinya, kembali masuk ke dalam ingatannya setelah beberapa saat tergantikan dengan sosok di sampingnya itu. "Ah bukan, maksudku Cho Ryeowook."

"Baik." tenggorokan Kyuhyun tercekat. Hanya satu kata itu yang bisa diucapkannya.

"Syukurlah." tergambar jelas kalau Sungmin berusaha memikirkn kata berikutnya, "lalu?"

Kali ini Sungmin membalas tatapan Kyuhyun. Kyuhyun mengernyitkan kening mendengar kalimat Sungmin yang menggantung. "lalu apa?"

"Lalu untuk apa kita berada berdua di dalam lift ini? Apa maumu, Tuan Cho?" mata Sungmin menatap Kyuhyun tajam menuntut sebuah penjelasan.

Kyuhyun membuang mukanya beralih dari wajah Sungmin ke pintu lift di depannya. Benar. Apa yang sebenarnya Kyuhyun inginkan dengan meminta Sungmin mengikutinya?

"Hanya ingin mengobrol saja. Kita sudah lama tidak bertemu." dan saat itulah pintu lift berdentang menandakan mereka sudah tiba di lantai tujuan.

"Maaf.. Tapi aku sibuk." tak menunggu lama, Sungmin langsung melangkah keluar begitu pintu lift terbuka. Meninggalkan Kyuhyun yang masih terpaku.

Kyuhyun langsung mngikuti langkah Sungmin dan berusaha meraih lengannya. Menyentaknya cukup keras saat lengan itu sudah berada dalam genggamannya, membuat Sungmin terpaksa membalikkan badan. Kyuhyun menatap lekat wajah yang kini tepat berada di hadapannya.

"Aku hanya meminta waktumu sebentar, Sungmin-ah. Apa tidak bisa juga?" tangan Kyuhyun yang bebas mengacak-acak tambutnya gusar, "Tolong Min.."

Bahkan nada memohon dalam suara Kyuhyun sepertinya tidak mampu meredupkan ketidaksukaan Sungmin. Jari-jari mungil Sungmin menepis genggaman Kyuhyun dari lengannya. Menandakan dia tidak nyaman dengan hal itu. Hembusan nafasnya terdengar begitu berat. Kyuhyun masih menunggu jawaban sambil terus mencari tatapan mata Sungmin yang tak pernah tertuju padanya. Lagi..Kyuhyun merasakan dadanya sesak.

"Maaf. Tapi aku benar-benar tidak bisa, Kyuhyun-ssi. Mungkin lain waktu." Sesaat kemudian Sungmin sudah melangkahkan kaki.

"Apa kau sebegitu besar membenciku, Min?"

Sontak Sungmin menghentikan lajunya dan berbalik, lagi-lagi memandang Kyuhyun dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, "Entahlah, Kyu. Hanya saja, aku rasa sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Dan aku yakin kau tidak sebegitu bodohnya sampai tidak tahu alasannya. Ah iya...sampaikan salamku untuk Ryeowook."

Tanpa ragu Sungmin kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti. Dan Kyuhyun tidak lagi menghalangi. Untuk beberapa saat Kyuhyun masih mematung di tempatnya. Mencoba mencerna rentetan kejadian barusan. Dadanya bergemuruh hebat. Ada rasa tidak rela saat melihat Sungmin meninggalkannya. Apa ini yang dirasakan Sungmin saat dulu Kyuhyun meninggalkannya? Sakit. Terlalu sakit sampai Kyuhyun bisa merasakan matanya memanas. Kyuhyun melangkah menuju tempat mobilnya terparkir. Dengan kasar Kyuhyun membuka pintu mobil dan menghenyakkan tubuh di kursi belakang setir.

"Argh.."

Duagh..

Kyuhyun memukul setir tak bersalah di hadapannya untuk melampiaskan kekesalan. Dan langsung menenggelamkan diri dalam lengan yang terlipat tepat diatas setir. Kyuhyun sebenarnya kesal karena apa? Apa karena Sungmin yang langsung pergi tanpa mau mendengarkan apa yang akan dikatakannya? Memangnya Kyuhyun mau mengatakan apa? Atau kesal karena Sungmin bahkan tak ingin berlama-lama lagi dengannya? Atau karena Kyuhyun yang ternyata tak sedikitpun bisa melupakan wanita itu? Hei Kyu, sadarlah akan posisimu sebagai suami seorang Cho Ryeowook. Atau Kyuhyun kesal karena keadaan yang menjebaknya sehingga berada di situasi ini saat ini? Entahlah.

Kyuhyun masih ingat dengan pertemuan terakhirnya dengan Sungmin. Bukan hal yang menyenangkan sebenarnya. Sungmin menangis kala itu. Dan airmata Sungmin adalah hal terakhir yang ingin dilihat Kyuhyun di dunia ini. Sungmin tidak pernah terlihat seterluka itu. Terlebih itu karena Kyuhyun. Walaupun Kyuhyun tidak dan tidak akan pernah lupa bagaimana Sungmin tertawa, atau senyum Sungmin yang terlihat begitu tulus, atau wajah merona Sungmin saat ciuman pertama mereka, dan bahkan saat Sungmin terengah-engah bermandi keringat di bawah kungkungan tubuhnya. Kyuhyun masih ingat semua. Tapi pertemuan terakhir mereka lah yang selalu menghantuinya. Sungmin menangis karenanya, dan itu benar-benar mimpi buruk.

Entah sudah berapa lama Kyuhyun bertahan dengan posisi ini saat ponsel di dalam kantong jasnya bergetar hebat. Kyuhyun melirik ponselnya dan dengan malas menjawab panggilan tersebut satelah diketahuinya siapa si penelpon.

" Hiks.. Kyu.. "

Mau tak mau Kyuhyun menegakkan kepala saat mendengar isakan Ryeowook di seberang sana. Seketika itu juga darah Kyuhyun berdesir hebat. Berbagai pemikiran buruk berlomba masuk dalam kepalanya.

"Wookie, kenapa kau menangis sayang..?"

"Taemin, Kyu.."

.

*enJOY*

.

Sungmin buru-buru turun saat bus yang ditumpanginya berhenti di halte dekat apartemennya. Dengan langkah gontai Sungmin mulai berjalan menjauh dari halte. Tak ada lagi semangat tersisa dalam diri Sungmin. Bayangan akan pertemuannya tadi dengan Kyuhyun membuatnya dengan terpaksa harus mengenang kenangan pahit itu. Susah payah Sungmin belajar melupakan Kyuhyun dan rasa sakit yang diberikannya pada Sungmin-walaupun memang belum sepenuhnya berhasil- tapi kini lelaki itu muncul lagi di hadapan Sungmin. Membuat Sungmin lupa kalau seharusnya masih harus belajar melupakan lelaki itu. Karena nyatanya Sungmin malah terus teringat akan sosok Kyuhyun.

Sungmin menghela nafas berat. Hhhhh...bahkan untuk bernafas saja jadi sesusah ini. Harusnya Sungmin tidak lagi membiarkan Kyhuhyun mempengaruhinya seperti ini. Harusnya Sungmin tidak lagi merasa terintimidasi oleh Kyuhyun. Harusnya Sungmin tidak bertemu lagi dengan Kyuhyun.

Saat tersadar, Sungmin sudah berada di depan pintu apartemennya. Untuk terakhir kalinya sebelum membuka pintu itu, Sungmin membuang nafas kasar. Berharap semua kegundahannya ikut terbuang. Tak lupa Sungmin mengembangkan senyum di bibir plumnya.

"Oppa..aku sudah pulang." Teriakan nyaring Sungmin menggema di penjuru apartemen sederhana itu.

Sungmin membuka highheel nya dan meletakkannya begitu saja. Sungmin mengernyitkan keningnya saat suasana sunyi menyambut kepulangannya. Dimana suaminya? Biasanya di jam-jam seperti ini suaminya sedang menonton televisi. Atau sedang berkutat dengan laptopnya untuk sekedar bermain game. Tapi sekarang tidak ada tanda-tanda keberadaan suamiya. Hanya terdengar langkah kaki Sungmin yang beradu dengan ubin.

"Oppa.. Oppa dimana?"

Tak ada sahutan. Apa suaminya sedang tidur ya? Bisa jadi. Namun saat Sungmin akan beranjak menuju kamar untuk mengecek suaminya, sebuah suara benda terjatuh terdengar dari arah kamar mandi. Dan disusul oleh suara seorang lelaki berteriak. Sungmin memutar langkahnya menuju kamar mandi.

"Oppa..oppa..." Sungmin terus memanggil-manggil berharap mendapat sahutan.

"Sungmin? Kaukah itu? " kekhawatiran merayap perlahan ke dalam hati Sungmin. "Oppa di kamar mandi, Sayang.. Arrggghhh.."

Mendengar erangan kesakitan suaminya, Sungmin mempercepat langkahnya menuju kamar mandi. Ya Tuhan, ada apa dengan suaminya?

"Kangin Oppa...!" Sungmin terpaku di depan pintu kamar mandi melihat suaminya terbaring di lantai kamar mandi dengan kursi rodanya yang terguling tak jauh darinya.

Kangin mengangkat kepalanya untuk melihat wajah istrinya. Dengan ekspresi menahan sakit, Kangin tersenyum dan berkata, " Welcome home, Sungminnie."

.

.

TBC

A/N:

Hai..hai..Miki balik bawa chapter satu.

Sebelumnya makasih buat yang udah baca n kasih review di prolog.

Makasih buat paprikapumpkin, Lling137, Kyumin Cho, is0live89, Sung Hye Ah, 18thOfMay, riesty137, Lilin Sarang Kyumin, Kyuminring, Maximumelf, SsungMine, aidafuwafuwa, parkhyun, KYUMINTS, Guest, RianaClouds, wonnie, Liaa kyuminelf, Miyoori29, mitade13, lia, yang udah review.. smoga chapter ini tidak mengecewakan.

Sedikit curhat..ff ini sebagian besar plotnya terinspirasi dari hasil curhatan seorang sepupu sama Miki, yang tentu aja didramatisir sedemikian rupa kkkkk~~.. coba tebak, sepupu Miki perannya sebagai siapa? *reader:penting buat gue?"

Jadi yah begitulah..Miki masih dalam tahap belajar buat ff..kalau banyak nemui salah-salah kata, atau kalimat rancu mohon dimaklumi ya..mudah-mudahan di chapter selanjutnya akan Miki perbaiki. *bow*

Akhir kata..mohon kritik dan sarannya yeoreobeun..

Good Night.