DDAENG DDAENG
.
.
.
BY : Kyunbee
.
.
.
Don't like don't read!
.
.
.
Don't Copying!
.
.
.
Warning!
Mature Scene, yang gk suka silahkan skip
.
.
Dan sampailah Baekhyun dan Luhan dihalaman sekolah mereka yang luas, megah dan sangat Asri. Dan kejutannya lagi, sekolah ini termasuk juga milik si Byun Senior yang saat ini sedang memperalat Baekhyun untuk membersihkan sekolah dari tikus tikus yang ada. Luhan mengarahkan Baekhyun ke arah ruang kepala sekolah namun sebelum sampai tujuan sudah dihadang oleh seorang lelaki yang cukup tampan –menurut Baekhyun
"Luhannie, lama tak berjumpa Baby Lu" si namja tampan itu bahkan sudah memeluk Luhan.
"Salahmu sendiri sering Absen, jadi kita jarang berjumpa" Rajuk luhan yang tak mengerti sebenarnya apa motivasi para namja namja tampan disekolahnya yang sering –Hobby absen.
"Sudah lama aku tidak mengecup bibir manis ini" kata namja itu setelah mengecup kilat bibir Luhan.
Mereka berdua duaan tanpa mengingat ada seorang anak yang menjadi penonton gratis disini.
'Sialan, pake acara cium cium segala! Jadi pengen juga kan' kesal Baekhyun menonton acara –karma eh(?) Acara lovey dovey Luhan – Jonghyun.
Luhan baru menyadari kehadiran Baekhyun saat Jonghyun melihat Baekhyun yang merengut kesal
"E-eh adik manis mau kemana? Kesasar kah?" tanya Jonghyun membuat Luhan menepuk jidat sendiri –melupakan Baekhyun
"Jonghyunnie, ini adikku yang sering aku ceritakan itu! Baekhyunnie, sapa jonghyun hyung ne."ujar Luhan yang membuat Baekhyun mau tak mau menyapa namja itu dengan sopan.
"Annyeong Jonghyun hyung" kata Baekhyun kurang iklas.
Jonghyun melihat Baekhyun yang berpostur kecil itu tersenyum geli, "Annyeong juga adik manis" ucapnya sambil mengacak acak surai lembut berwarna cukelat terang itu dengan gemas, membuat Baekhyun tak suka tatanan rambutnya diacak acak.
Lalu terdengar teriakan teriakan melengking para siswa siswi seiring dengan berjalannya idol school mereka yang menghadirkan ketidaksukaan dari luhan, "Ew geng sok keren"katanya mengejek tapi nyatanya Luhan juga termasuk dari anggota geng itu. -_- Cembokur kah?
Park Chanyeol
Oh Sehun
Kim Jongin
Kim jongdae
Bagaikan sahabat tak terpisahkan sejak lama, mereka diketahui sebagai putra pendiri sekaligus pemilik sekolah bersama Tuan Byun, keluarga mereka memang sangat dekat satu sama lain.
Lalu terdengarlah suara nista wanita wanita genit penduduk sekolah yang sangat dibenci oleh luhan.
'KYA! Chanyeoll oppa! Saranghaee!'
Jongdae sayang tunjukkan suara emasmu sayangg!
Kim Kai sexy sekalii!
Pangeran Oh tampan sekali eomma!
Dan banyak teriakan teriakan lainnya memenuhi lorong tempat Baekhyun, Luhan dan Jonghyun sedang berada sekarang.
Seorang lelaki pucat berambut putih menghampiri Luhan, "Hey rusa, sedang bersama peliharaanmu eoh?"ejek Sehun yang di peruntukkan kepada Jonghyun lalu disahuti oleh kawanan lainnya.
"Peliharaanmu lumayan juga lu"kata namja dengan wajah kotak menghiasi wajahnya -sambil tertawa.
"Lumayan juga untuk di-"ucapan Kai dipotong oleh seorang Park chanyeol "Sudahlah, tak ada waktu mengurusi sampah sepertinya" kata namja tinggi itu lalu berlalu meninggalkan sahabat sahabatnya menuju kelas.
Baekhyun menatap mereka malas, 'Permainan anak kecil, Manja sekali sih sudah besar masih suka main ejek ejekan''
"Menjijikkan" kata Baekhyun pelan yang tanpa sengaja didengar oleh Chanyeol yang sedang kebetulan berjalan melewati Baekhyun.
Chanyeol menoleh marah, "Apa kau bilang? Menjijikkan?"bentak Chanyeol pada Baekhyun yang terlihat pura pura takut.
"Mian-mianhae a-aku bukan mengatakan it-tu tadi "jawabnya sedikit terbata bata
"Mwo? Sudah jelas jelas aku mendengar kau mengatakan itu tadi!"balas Chanyeol galak.
Baekhyun mengelak, "Bukan, Baekkie tadi bilang Chanyeol Tampan. Bukan menjijikkan" ucap Baekhyun -ngacok bener membuat Chanyeol menaikkan satu alisnya.
"O-oh, kalau itu tak usah dibilang juga semua orang tau." Kata Chanyeol sok pede sambil berlagak keren.
Park chanyeol lalu mendekat pada Baekhyun "Tau dari mana namaku? Kau kan baru disini" tanya Chanyeol curiga jika Baekhyun sering men –stalk dirinya.
"Hey Park, jangan kau bentak bentak adik manisku eoh, untuk sekali ini aku maafkan kau. Lain kali Bersiaplah ku cincang kau Park"Luhan sedikit mendelik delikan matanya pada Park Chanyeol yang terlihat sedikit terkejut.
"O-ow maaf Lu, aku tak tau ternyata adikmu fansku. Sampai jumpa istirahat nanti ne, rusa galak"ujar Chanyeol sebelum mengakhiri pertengkaran dan memilih pergi dan diikuti oleh Kai dan Jongdae.
Sehun terus menatap Jonghyun sinis, "Hey sialan! Aku mengawasimu!"bisik Sehun pada Jonghyun sebelum pergi mengikuti teman temannya.
Jonghyun menyeringai tipis,
'Permainan takkan menarik tanpa ada yang terluka' gumam jonghyun menatap Sehun yang berlalu didepannya.
"Luhannie, aku masuk kelas dulu ne? Aku tunggu dikelas" pamit Jonghyun yang diangguki oleh Luhan.
"Maafkan mereka jonghyunnie, mereka hanya takut aku terluka" ucapnya meminta pengertian yang dibalas dengan senyuman lembut oleh jonghyun.
Luhan hanya bisa menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah sahabat sahabatnya yang tak pernah mau merelakannya dengan jonghyun
"Hyungie, nugu?"tanya Baekhyun polos dengan matanya yang membulat. Luhan menghela napas kasar, "Teman teman hyung, mereka memang terlihat menyeramkan namun aslinya berhati hello kitty, Baekkie jangan takut ne"ucap Luhan sambil menarik Baekhyun menuju ruang kepala sekolah.
.
.
.
.
"Selamat pagi anak anak" ucap Min Ssaem pada anak anak didiknya, "Pagiii ssaem" jawab mereka serempak.
"Hari ini kita kedatangan murid baru, ayo Baekkie cepat masuk dan perkenalkan dirimu pada teman teman semua."perintah Min ssaem melihat Baekhyun didepan pintu.
Baekhyun memasuki kelas lalu dihadiahi dengan decak kagum oleh seluruh siswa dan siswi
"Woahhh! Imut sekali!"
"Ingin ku bawa pulang!" bahkan ada yang berteriak seperti itu mengejutkan Baekhyun.
Baekhyun menyapa lalu memberi hormat dengan sopan, "A-anneyonghaseyo yeoreubun, Je irreumeun Byun Baekhyun-i eyeo" salamnya yang di hadiahi 'Wow' lagi oleh seluruh warga kelas.
"Byun? Jadi adik manis ini adiknya Luhan sunbae ya?"tanya salah satu siswa bermata panda.
"Ne, hyung. Baekkie adiknya luhannie hyung"jawab baekhyun manis sekali tanpa pemanis buatan.
"Hyung? Jangan panggil hyung ne, kita seumuran" kata siswa itu lagi.
"Um Manisnya Uri Baekkie, kemarilah Baekkie. Masih ada bangku kosong disini" namja dengan mata panda itu menunjuk ke arah bangku kosong yang disebelahnya di tempati oleh seorang namja bermata burung hantu.
"Eoh, kau sudah mendapatkan bangkumu Baekkie. Jja duduklah disebelah Kyungsoo sshi"Min ssaem menyilahkan Baekhyun duduk disebelah Kyungsoo.
Baekhyun berjalan menuju bangkunya, "A-annyeong Kyungsoo sshi, kuharap kau tidak keberatan jika Baekkie duduk disini"katanya.
"Aniyo, Baekkie ah. Aku sangat senang malah! Panggil saja aku Kyungie seperti Luhannie hyung memanggilku ne?"ujarnya ramah. "Ne"jawab Baekhyun.
Dilanjutkan dengan pelajaran Matematika yang dibawakan oleh Min ssaem, sedang Baekhyun berusaha mati matian menahan kantuknya.
.
.
.
KRINGGGG
Bel istirahat berbunyi
Kyungsoo membereskan mejanya "Baekkie, ayo kita ke kantin" tawarnya. Namun Baekhyun sudah terlanjur berjanji pada Luhan akan pergi kekantin bersama. "Mian Kyungie, Luhannie hyung menyuruh Baekkie menunggunya dulu" Baekhyun menjawab.
"Baekkie, tak usah khawatir ne! Luhannie hyung baru saja mengirim pesan pada kami untuk membawamu ke kantin! Kajja!" kata Tao senang sambil mengapit lengan Baekhyun.
Suasana kantin sangat ramai dipenuhi oleh siswa siswi baik mereka yang kelaparan, banyak juga yang Cuma tebar tebar pesona dengan penggemar –Chanyeol dkk ataupun mereka yang hanya ingin duduk duduk saja, Luhan melambaikan tangannya pada Baekhyun diikuti dengan Kyungsoo dan Tao "Baekki! Bagaimana kelasmu? Menyenangkan?" tanya Luhan sambil mendudukkan Baekhyun disebelahnya.
Baekhyun melihat Park Chanyeol juga ada sekarang –didepannya malah, sedang menatapnya intens layaknya maling sandal jepit, "Me-menyenangkan Luhannie hyung" jawab Baekhyun berusaha mengacuhkan wajah Chanyeol.
Kyungsoo dan Tao menambahkan, "Tentu saja menyenangkan baginya lu, Baekkie nakal ini Cuma tidur selama jam pelajaran berlangsung" lalu mendapat pelototan dari semuanya.
"Yak baekkie! Mana boleh begitu!" kesal Luhan, "Hey adik pendek, mana boleh tidur di jam pelajaran berlangsung" sambung namja pucat berambut putih itu –Sehun. "Kau pun mengacalah, bodoh" Chanyeol ikut menyalahkan Sehun.
"Ya itu beda cerita, aku kan berandalan jadi tak apa tidur dikelas. Nah lain cerita jika itu adiknya Luhan" sangkal Sehun. "Nah adik manis, ayo coba ceritakan sedikit tentang dirimu" lanjut Sehun.
Baekhyun sedikit kaget dengan pertanyaan Sehun, "A-aku Byun Baekhyun" jawab Baekhyun yang membuat semua orang kesal.
Kyungsoo berusaha membuat Baekhyun mengerti, "Begini Baek, seperti dimana kau tinggal sebelumnya, atau sekolah lamamu. Coba ceritakan pada kami." Seluruh perhatian berada pada Baekhyun sekarang ini.
"E-uh itu Baekkie tinggal di Russia bersama Hangeng samchon, Baekkie tidak sekolah. Ssaem akan datang ke rumah dan mengajar lalu pergi " Baekhyun mengarang.
"Oo, homeschooling yah" kata Kai yang sedari tadi menyimak penjelasan, "Teman temanmu bagaimana?" tanya Jongdae.
"Teman Baekkie..."Baekhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Tak ada teman hehe" kata Baekhyun sambil nyengir.
Tao menggeliat gemas melihat Baekhyun, "Uhh tolong jaga adikmu Lu, dia membuatku diabetes" kata Tao yang diamini oleh mereka semua kecuali Chanyeol.
"Kekanakan" kata Chanyeol. "Mwo?" Baekhyun pura pura tak mengerti. "Kau ini memang polos? Atau...-" chanyeol menggantung kata diujung kalimatnya dan mendapat semua atensi dari teman temannya yang lain.
"Kau ini memang polos? Atau –bodoh?" Chanyeol mendekatkan wajah nya didepan Baekhyun yang merasa hidungnya akan mengeluarkan asap sekarang, "Huwe! Luhan hyung! Baekkie dibilang bodoh oleh si tiang ini" Baekhyun menangis sambil memeluk Luhan yang kebingungan.
"Eh-h jangan menangis baekkie, Chanyeol hyung hanya bercanda kok" Luhan menenangkan Baekhyun yang bahkan tak mau lagi melihat kearah Chanyeol yang menekuk wajahnya kesal.
"Yak siapa yang kau panggil tiang itu?" marah Chanyeol menjitak kepala kecil Baekhyun, "Huwe hyungie! Si tiang ini jahat! Tiang jelek menganiaya Baekkie! Tidak seperti Sehunnie hyung yang baik dan tampan" kata Baekhyun sengaja menggoda Sehun yang sudah merasa ketampanannya pasti melebihi ketampanan seorang Park Chanyeol.
"E-eh dengar itu Yeol, kau itu tiang jelek, jahat pula. Coba kalian contoh aku ini yang baik dan sayang anak anak" Oh sehun sepertinya sudah termakan omongan manis Baekhyun dan memeluk anak itu dengan sayang.
"O-ow sehun sayang anak anak. Kkekke" ledek Kyungsoo yang berada disebelah Chanyeol dan diikuti tawa dari Tao.
Kai tidak terima jika hanya Sehun yangg dipuji Baekhyun, "Baekkie Kai hyung bagaimana? Sexy kan?" tanyanya sambil menarik atensi Baekhyun. "Ne! Sexy sexy sexy! Kai hyung jangan nakal seperti tiang jelek itu ya" jawab Baekhyun sengaja meledek chanyeol dengan memuji yang lainnya
"Jongdae hyung ramah sekali! Tidak seperti tiang pemarah itu, Baekkie suka!"
"Itu bukan ramah baek, Modus tuh!" teriak semuanya tak terima.
"Kyungie matanya bulat dan pendek seperti baekkie, kyungie jjang!"
"Yeah, keluarga penguin kerdil bersatu" Chanyeol kembali meledek ledek Baekhyun.
"Kau saja yg ketinggian Yeol o_O " Kyungsoo ikut membela kaumnya yang tertindas.
" Tao –ie lucu seperti panda! Baekkie suka peluk panda!"
"Kalau begitu, aku mau jadi panda nya Baekkie!" Kai modus ingin dipeluk peluk yang setelahnya langsung dihadiahi jitakan sayang oleh Kyungsoo.
Dan banyak pujian lain dari Baekkie untuk mereka, anak itu benar benar menyelesaikan tugasnya dengan baik dalam hal mengambil hati orang lain, kecuali –Park Chanyeol yang malah sebal melihat Baekhyun.
.
.
.
Kalau tidak salah, ini sudah hari ke 14 Baekhyun berada korea, bersekolah ditempat yang membosankan ini, bertemu Chanyeol yang menyebalkan setiap hari, disayang sehun setiap hari, disuapi Kyungsoo setiap makan disekolah, menjadi orang penerima ocehan panjang Luhan setiap hari, dijadikan Kai boneka yang seenaknya bisa dipeluk peluk, dipaksa jongdae untuk berduet dengannya setiap hari.
Baekhyun capek.
Si Pak Tua itu belum juga memberinya nama nama orang yang harus di 'Lenyapkan' Baekhyun.
.
.
Baekhyun melewati Ruang kepala sekolah dan membawa sedikit kecurigaan saat Joonho ssaem masuk sana dengan terburu buru lalu mengunci pintu. Baekhyun mendekat ke pintu agar dapat mendengar perbincangan yang mereka bicarakan.
"Hey pendek, sedang apa kau? Kencing di pintu ya?" tanya Chanyeol heran. Baekhyun buru buru menjauhi pintu dan berjalan kearah Chanyeol, "e-oh hyung tiang, hyung sedang apa disini?" tanya Baekhyun basa basi.
'Argh! Kenapa anak caplang ini harus muncul disaat saat yang penting!'
"aku bolos tentu saja, dan kau pendek?" Chanyeol sepertinya sedang dalam mood yg baik, jadi tidak mengundang emosi Baekhyun kali ini. "H-hyung Baekkie mau ke toilet dulu ne! Sudah diujung nih!" pamit Baekhyun berlari meninggalkan Chanyeol yang menggeleng gelengkan kepalanya.
'Ada ada saja anak itu' chanyeol lalu meninggalkan tempat itu dan mencari kenyamanan di uks yang dicintai nya.
Baekhyun mengeluh, "Aku harus kembali lagi kesana, sebenarnya apa hubungan Joonho ssaem dengan kepala sekolah? Wajahnya sangat mencurigakan saat mengunci pintu tadi" baekhyun kembali menuju ruang kepala sekolah yang ternyata tak lagi dikunci dari dalam namun Baekhyun mendengar beberapa suara berbincang di dalam sana.
"Kita tak akan gentar hanya karena informasi itu, rencana akan berjalan sesuai dengan yang kita inginkan. Keputusan final, lebih baik kita yang menemukan orang itu sebelum dia benar benar menyingkirkan kita semua" sebuah suara yang tak Baekhyun kenal sebelumnya menambahkan.
Baekhyun tersenyum senang sepertinya permainan kali ini boleh juga dimainkan dalam suasana membosankan seperti saat ini. Lalu Baekhyun memungut kertas dan mulai menulis sesuatu lalu meninggalkan kertas peringatan itu untuk mereka, Baekhyun sebenarnya hanya iseng iseng saja agar mereka kelabakan, pesan itu Baekhyun tulis dengan tinta berwarna merah.
'CACTH ME IF YOU CAN' diletakkan dibawah pintu ruangan kepala sekolah yang sedang ramai oleh pengkhianat itu.
Lalu berjalan riang melangkah menuju kelasnya.
Joonho keluar dari ruang kepsek dengan sedikit kesal, "Mengapa mereka tak mau mendengarkan aku hah?" lalu menemukan sebuah kertas dengan tinta merah mencolok berada tepat dikakinya.
'CATCH ME IF YOU CAN' joonho membacanya lalu melotot ke kanan dan kiri menebak siapa yang berani mengirim pesan ini, kebetulan Chanyeol juga sedang melintas karena rencananya bolos tak berjalan baik -uks yg sedang terkunci dan memutuskan untuk pergi ke toilet dilorong ujung melewati ruang kepala sekolah.
Buru buru Joonho ssaem bertanya pada Chanyeol "Park Chanyeol haksaeng, apa kau lihat seseorang yang melintas atau sedang melakukan hal aneh disekitar ruang kepsek?" yang dijawab bingung oleh chanyeol.
"Melakukan hal aneh? Seperti apa? Apakah mengencingi pintu termasuk kedalamnya?" tanya balik oleh Chanyeol.
"Em-m misalnya meletakkan sesuatu didepan pintu ruangan? Mungkin?" jawab Joonho sambil mengamati Chanyeol yang sepertinya tak tau apa apa.
"Yasudahlah jika tak tau, kembalilah ke kelas" Chanyeol berjalan meninggalkan tempat menuju kantin untuk meneruskan acara bolosnya yang tertunda.
Joonho masuk kembali ke ruangan kepala sekolah dan memberitahu kepada mereka untuk berhati hati dalam menjelankan tugas "Segera temukan siapa dia lalu bereskan secepatnya, aku yakin kita bisa melewati ini" keputusan telah diambil.
.
.
.
.
Baekhyun sengaja lekas keluar dari kelas tanpa menghiraukan panggilan dari Kyungsoo dan Tao yang berusaha ingin mengejarnya, Baekhyun berlari sekencang kencangnya demi menghindari Luhan dan kawanannya.
Brukkk
Baekhyun menabrak seseorang didepannya dan membuat tubuhnya oleng, Baekhyun menutup matanya pasrah ketika akan terbanting dilantai namun sepertinya hal itu tak kunjung terjadi, Baekhyun lekas membuka mata dan melihat wajah Jonghyun dalam jarak sedekat dekatnya dengan wajahnya. Ternyata orang yang ditabrak Baekhyun adalah Jonghyun yang kebetulan dapat menahan tubuh Baekhyun yang nyaris terjatuh.
"Jangan berlarian di lorong kelas adik manis" katanya sambil tersenyum –belum melepaskan tangannya dari pinggang Baekhyun. "U—uh Jonghyun hyung lepas ne, Baekkie mau berlari dulu" kata Baekhyun yang dalam hatinya menjerit mesum melihat wajah orang lain sedekat ini.
"Tidak secepat itu sayang, ayo ikut hyung" lalu Jonghyun menarik lengan Baekhyun untuk mengikutinya. "Kita mau kemana hyung?" tanya Baekhyun pada Jonghyun yang terus saja menggenggam tangannya erat sedari tadi. Baekhyun kabur dari Luhan malah tertangkap oleh si Jonghyun jonghyun ini.
"Baekkie mau pulang dulu ne, nanti Luhan hyung dan ayah khawatir" alasan Baekhyun yang ingin menghindar dari kekasih kakaknya ini.
"Kata Luhan Baekkie suka eskrim strawberry, apa benar?" tanya Jonghyun yang sudah menggali banyak informasi dari Luhan mendapat respon anggukan keras dan mata berbinar dari Baekhyun. "Ne! Ne! Ne! Baekkie suka!" Baekhyun sedikit penasaran apa sebenarnya yang membuat Jonghyun ini bersikap aneh padanya.
"Baiklah kalau begitu! Baekkie kerumah hyung saja! Dirumah hyung banyak es krim strawberry nya! Hyung yang akan minta ijin dengan Luhan hyung" kata Jonghyun yang diangguki senang oleh Baekhyun yang memang sedang malas mendengar kicauan Luhan untuk saat ini.
'Yah, mari kita lihat rumahmu. Orang aneh' Baekhyun sengaja ikut ingin menyelidiki sedikit info tentang Jonghyun yang terlihat sedikit aneh.
.
.
.
"Hyung tinggal sendirian?" tanya Baekhyun setibanya mereka dikediaman mewah Jonghyun –dan sekarang mereka berdua sedang menonton televisi sambil memakan eskrim strawberry.
"Ne, hyung sendirian." Jawab Jonghyun yang sedang menonton tv sambil duduk disebelah Baekhyun.
"Rumah ini terlalu besar untuk ditinggali sendirian hyung" kata Baekhyun sambil memakan es krim strawberry ke empatnya.
"Hyung tidak benar benar sendirian sayang" jawabnya lagi sambil meletakkan remote televisi dan memandang wajah Baekhyun. Baekhyun sedikit risih terus ditatap intens seperti itu "Hyung!" panggil Baekhyun.
"Ne? Waeyo?" Jonghyun masih terus menatap Baekhyun sambil mengelus wajah halus Baekhyun.
'Aish jinjja! Wajahnya mesum sekali! Dia pasti mengira aku telah jatuh cinta padanya! Ew!' Baekhyun geli sendiri membayangkan isi pikiran Jonghyun.
Dan seketika itu juga Baekhyun memutuskan membuat rencana agar Luhan bisa menjauh dari anak mesum ini, yang bisa bisa membuat Luhan kehilangan keperjakaan nya karena orang ini.
"Hyung jangan lihat Baekkie terus!" Baekhyun berakting menggoda lagi, "Hm waeyo baby?" tanya Jonghyun yang sekarang semakin mendekat kewajah Baekhyun.
Baekhyun ingin mengetahui tingkat kesetiaan dan kemesuman dari kekasih kakaknya dengan semakin menggoda Jonghyun, manatau sekalian kebagian bonus.-pikir Baekhyun mesum
"Baekkie malu diliatin terus hihi" lalu Baekhyun menyembunyikan wajahnya dengan bantal sofa membuat Jonghyun menahan diri melihat kelakuan memggoda Baekhyun.
"Baekkie manis sekali eoh? Hyung jadi ingin memakan Baekkie" Jonghyun mengambil paksa bantal yang Baekhyun ambil dan memegang kedua pipi Baekhyun lalu mengecupnya sekali.
Cup
Baekhyun tentu terkejut namun dengan cepat berfikir lalu menampilkan seringaian nya, "H-hyung, tadi itu apa? Tanya Baekhyun pura pura polos.
"Enak?" tanya Jonghyun tak tau diri.
'Ya enaklah, asik juga dapat bonus!' kicau Baekhyun dalam hati
"Ne! Mau lagi hyung!" Baekhyun yang sebenarnya suka suka saja -bahkan Baekhyun ini sering menjalankan misi yang lebih vulgar dari ini, jadi Baekhyun bahkan tak merasa ternodai oleh karena masalah ciuman saja. Dari dulu semua teman Baekhyun juga mengetahui kelakuan Baekhyun yang memang mesum entah menurun dari mana.
"M-mau lagi? Bersiap Baekkie, hyung mau yang lebih lama untuk yang selanjutnya" lalu Jonghyun menyumbat bibir Baekhyun dengan ciuman panasnya -ditanggapi dengan begitu sexy dari Baekhyun mesum yang semakin menggoda.
"Uhhmmm-mmhh h-hyunngg-hhhh Baekhyun mendesah senang disela sela ciuman panasnya dengan Jonghyun.
'He's a good kisser af' batin Baekhyun mengerang senang.
"E-euung-hhhhh h-hyungghhhhh" sekarang malah Baekhyun yang ketagihan sampai memiring miringkan kepalanya kekanan dan kiri.
Jonghyun menggigit kecil bibir Baekhyun dan Baekhyun membuka bibirnya menyilahkan lidah panas itu masuk kedalam menjilat, menggigit dengan panas lidah Baekhyun dengan sangat lihay. Baekhyun tersenyum disela sela ciuman panas mereka, lalu Jonghyun menuntun Baekhyun untuk mengalungkan lengan dileher kekasih kakaknya itu
'Wah ternyata begini rasanya jadi pelakor, kke kke kke kke. Tunggu sampai Luhan hyung melihatnya! ' tawa Baekhyun dalam hati sambil matanya mengawasi kamera yang dipasang nya untuk merekam semua kejadian yang terjadi.
Jonghyun melepas tautan keduanya dan membuat Baekhyun sedikit tak ikhlas, Jonghyun membelai wajah Baekhyun lalu mengecupnya lama "Bibir baekkie manis sekali, kapan kapan kita lakukan lagi ya" kata si Jonghyun itu tanpa tampang berdosa telah menodai Baekhyun yg -sok polos.
"Yaahh, segitu saja hyung? Padahal Baekkie suka loh hehe" ujar Baekhyun yang kali ini jujur malah membuat Jonghyun malu sendiri.
"Ciuman pertama Baekkie?" tanya Jonghyun yang diangguki Baekhyun.
"Ne! Pertama dengan Jonghyun!" jawab Baekhyun yang dianggap sebagai 'Ya, ini adalah ciuman pertamaku yang berharga' oleh Jonghyun.
Sepertinya Jonghyun salah mengerti arti yang sebenarnya, 'Ya, ini ciuman pertamaku denganmu. Bukan yang pertama dalam hiduku. Aku bahkan bertaruh pengalamanku dalam hal ini melebihi dirimu'
Ponsel baekhyun berdering
Luhannie hyung is Calling
Yang lalu diangkat oleh Jonghyun " Luhannie annyeong, terima kasih sudah meminjam kan adik manismu ini padaku. kami bersenang senang." Kata Jonghyun pada Luhan.
"Ne Jonghyunnie, apa Baekkie sudah makan?" tanya Luhan dari seberang sana.
Lalu terdengar suara lain dari seberang sana, "Hey! Kau kemanakan adik manisku! Cepat bawa dia kembali kerumah brengsek! Aku tau rencana busukmu itu tak usah sok polos kau!" –itu Sehun yg berbicara, kelihatannya mereka sedang berkumpul dirumah Luhan.
Jonghyun tanpa menjawab langsung menutup panggilan.
"Wae hyung? Luhannie hyung marah?"tanya Baekhyun.
"Ayo hyung antar Baekkie pulang" ajak Jonghyun yang menghadirkan tatapan kecewa dari anak itu.
"Yaahh pulang" kata Baekhyun sebal.
"Ayo lakukan sekali lagi sebelum pulang" putus mereka berdua kompak.
'Aish mengapa aku bisa seagresif ini! Dengan kekasih Luhan hyung pula' batin Baekhyun
Namun kali ini Baekhyun yang memulai lebih dulu dengan menempelkan kedua bibir mereka dengan lembut namun entah Jonghyun yang terangsang atau terlalu bersemangat kali ini langsung menaikkan Baekhyun dalam pangkuannya, memagut bibir manis Baekhyun seakan tak mau melepasnya walau sedetikpun. Baekhyun memejamkan matanya lalu tertawa dalam hati merasakan –sesuatu yang didalam celana Jonghyun mulai menegang keras.
Baekhyun tanpa merasa bersalah sengaja menggesekkan bokongnya pada adik Jonghyun yang menegang, Jonghyun bereaksi dengan mencium bibir Baekhyun lebih kasar dari yang sebelum sebelumnya.
"Eung-nhhhh h-hyunnhhh" Baekhyun terus menggesek pinggulnya kearah yg tepat. Jonghyun menggeram tertahan, "Baek, hyung sudah tidak tahan lagi. Kau terlalu menggoda A-ahh" sepertinya adik Jonghyun sudah berereksi didalam sana, Baekhyun menyeringai menang.
Jonghyun seakan tak ingin melepaskan Baekhyun lalu menggendong anak manis yang sedang terkikik senang itu kedalam kamarnya dan menghempaskan Baekhyun di ranjang.
'Yah adegan disini mana bisa terekam' sedih Baekhyun bersamaan senang mendapat bonus tugas seperti ini.
"Jonghyun hyung, Baekkie kepanasan eumhh-hhh"Belum sempat Baekhyun menyelesaikan kalimatnya Jonghyun sudah membungkam bibir Baekhyun dengan kasar.
Baekhyun sih suka suka aja, berbagai rasa, berbagai gaya, berbagai cara baik yang kasar atau lembut Baekhyun juga suka, Baekhyun menutup matanya menikmati segala sensasi yang diberikan Jonghyun padanya, berupa ciuman memabukkan yang lebih panas dan kasar dari sebelumnya.
Ciuman Jonghyun membuat Baekhyun membuka mulutnya lebar membiarkan Jonghyun masuk menggapai lidah Baekhyun disana. Ciuman Jonghyun menurun ke dagu dan perpotongan leher anak itu yang membuat Baekhyun mengerang nikmat.
"Ennhhhh-hhhh Hyung A-ahhh" meningkatkan gairah Jonghyun menjamah anak -sok polos dihadapannya.
"Baekkie kepanasan kan? Hyung buka saja bajunya ne?" yang tanpa dijawab oleh Baekhyun pun Jonghyun langsung menyambar kemeja sekolah Baekhyun, membuka kancingnya satu persatu lalu mencampakkan kemeja Baekhyun ke lantai.
Lalu Jonghyun melanjutkan permainanya menggigit dada dan menjilat dada Baekhyun sambil mengelus ngelus nipple kemerahan milik Baekhyun yang sudah mencuat mengundang bibir panas Jonghyun untuk menghisapnya.
"Aahhhh- hyuunghhhh—eohhhh mhhhnhhhh" Baekhyun keenakan dijamah Jonghyun.
"Gelihh hyunhh-nhggg A-sshhmmhhh " Baekhyun menegakkan kepalanya sambil meremas remas surai kehitaman Jonghyun.
Jonghyun terus memainkan tubuh Baekhyun secara bergantian, memilin menggigit kecil dan menjilatnya penuh gairah. Baekhyun terus mendesah nikmat diiringi geraman dari Jonghyun yang mulai menekan –adik kecil Baekhyun dengan lututnya dan menggesek gesekkan lututnya menggoda Baekhyun yang mulai menegang.
'A-h permainannya kurang menyenangkan'' komentar Baekhyun.
Baekhyun ingin cepat cepat saja dinodai Jonghyun namun suara ponsel Jonghyun sungguh mengganggu dan membuat Baekhyun kesal, Jonghyun mengangkat ponsel nya sambil terus menggesek adik Baekhyun yang sudah panas dibawah sana.
Namun tiba tiba semua kegiatan panas mereka terhenti, "Ne hyung, aku kesana segera" membuat Baekhyun ingin menembak kepala siapapun itu yang dengan kejamnya merusak hari baiknya Baekhyun.
Jonghyun melepaskan diri dari Baekhyun lalu berdiri disamping ranjang, "Baekkie, sampai disini dulu ya. Ada sesuatu yang harus hyung lakukan sekarang, ayo pakai kemejamu hyung antarkan pulang kerumah" Jonghyun memakaikan kemeja Baekhyun sedangkan anak itu masih kesal merajuk diam tanpa suara.
"Baekkie marah pada hyung?" tanya Jonghyun tak mendapatkan jawaban dari Baekhyun.
"A-aniyo hyung, Baekkie tiba tiba saja lemas begini Hnhh" jawab Baekhyun pura pura lemas yang dalam hati mengumpati Jonghyun yang setengah setengah disaat dirinya sudah tegang begini.
"Ah masa masih segini saja sudah lemas, belum juga di acara keluar masuknya loh. Pasti Baekkie bisa pingsan nanti" kata Jonghyun tak tau malu. Baekkie hanya tersenyum remeh mendengarnya.
"Makanya cepat cepat keluar masukkan biar kita tau siapa yang pingsan nanti" singkat Baekhyun dengan wajah polosnya yang dihadiahi dengan ciuman terakhir dibibir untuk hari ini.
.
.
.
Jonghyun mengantar Baekhyun yang masih –pura pura kelihatan lemas setelah hampir melakukan kegiatan menyenangkan dengan Baekhyun tadi, Jonghyun melihat Baekhyun yang tertidur sambil menghadap kearah jendela mobil, namun Jonghyun tak akan membiarkan pemandangan indah ini berlalu begitu saja menggeser sedikit kepala Baekhyun tanpa membangunkannya lalu membuat wajah anak manis itu terlihat dalam pandangannya. Baekhyun yang pura pura tertidur tertawa dalam hati 'Apa anak ini sudah jatuh hati dengan si bodoh Baekkie?'
Mobil Jonghyun masuk kedalam halaman rumah Luhan yang luas, tampak juga mobil Chanyeol and genk terparkir rapi disana. Luhan menghampiri Jonghyun yang keluar dari mobilnya
"Mana Baekkie ku Jonghyunnie?" tanya Luhan yang bahkan tak terlihat curiga sama sekali saat walau menyadari tak kunjung melihat Baekhyun keluar dari dalam mobil.
Jonghyun menunjuk Baekhyun yang sedang tertidur didalam mobil, "Baek! Kau apakan adikku brengsek!" –itu suara Sehun, berlari ke arah mereka lalu dengan cepat memberi bogemnya pada Jonghyun.
Baekhyun mendengar suara Sehun tersenyum senang lalu menjawab dalam hati ' Aku hampir diperkosa nya tau hyung!'
Walau sepertinya kelakuan Jonghyun dan Baekhyun tadi bukan termasuk ke dalam tindakan pemerkosaan yang dilakukan Jonghyun terhadap Baekhyun namun lebih seperti hubungan lebih atas rasa senang sama senang saja.
"Hey bung! Calm down, dia hanya tertidur setelah menonton sambil makan eskrim" Jonghyun mengelap sedikit darah diujung bibirnya akibat ulah Sehun.
"Sudahlah Sehun! Jangan berlebihan, Jonghyunnie mau mampir sebentar?" ajak Luhan yang ditolak dengan halus oleh Jonghyun
" Tidak usah Luhannie, aku ada urusan mendadak" ucapnya sambil memberikan pelukan dan ciuman kilat dibir Luhan.
'Bibir Luhan bahkan tidak semenggairahkan bibir My baby Baekkie.i" Jonghyun berkomentar.
Chanyeol hanya memperhatikan mereka dari jauh, melihat arah pandang Jonghyun yang terlalu intens saat menatap Baekhyun yang sedang digendong oleh Sehun masuk ke dalam rumah dan memberikan tatapan tak sukanya pada pemuda bernama Jonghyun itu.
Jongdae memperhatikan arah pandang Chanyeol mengangguk mengerti, "Ada yang aneh, benarkan? Entah perasaanku saja atau memang Jonghyun sepertinya terlalu menyukai Baekhyun? Kita harus waspada Yeol, si brengsek itu mengincar kakak beradik yang polos" kata Jongdae sambil menyilangkan tangan memandang Chanyeol.
Chanyeol menyetujui, "ya kau benar Dae, tapi setidaknya Luhan lebih cerdas dari anak idiot yang tengah tertidur digendongan Sehun itu"
Jongdae tertawa, "Yak! Orang idiot yang kau maksud itu calon adik iparmu sendir-mpphh"
Chanyeol kaget dengan perkataan Jongdae langsung menutup mulut ember itu, "H-hey adik ipar apa?" kata Chanyeol panas dingin.
Jongdae menggoda Chanyeol, "Kau menyukai Luhan bukan? Sama seperti Sehun yang juga menyukai Luhan sejak kecil. Sejak kapan kau jadi ikut ikutan suka?"tanya Jongdae yang membuat Chanyeol malu sendiri.
"Aku juga tak tau kapan pastinya, tapi aku merasa tenang melihatnya, merasa bahagia saat melihatnya bahagia. Dan kau! Jangan beritahu pada siapapun itu! Terlebih pada Sehun, aku tak ingin persahabatan kita kacau hanya karna hal itu" Chanyeol mengingatkan Jongdae yang memberi kedua jempolnya pada Chanyeol.
.
.
.
Other side
"Kira kira bagaimana keadaan si penggoda Byun itu? Apa dia baik baik saja hyung?" tanya namja tampan bermata kodok –Minho
Mereka yang juga dalam masa menyembunyikan diri saat ini bosan menanti tugas
"Arghh! Aku sangat merindukan tingkah si Byun gila itu" Minho mengerang merindukan Baekhyun.
"Biasanya jika sedang bosan begini, dia akan menonton drama sambil memaki maki pemeran protagonis yang terlalu lembek menurutnya" sambung seorang namja berdimple -Yixing disebelah namja tinggi –Yifan merindukan makian kasar yang biasanya mereka dengar setiap hari.
Suho mendudukkan dirinya di sofa, "Tenang saja, anak itu akan senang disana. Sepertinya dia juga mendapat sedikit tugas dari Pak tua Byun itu dan entah sengaja atau kebetulan bisa menyalurkan bakat dan hobi nya disana" ucap Suho yang membuat mereka semua berdecak.
Suho memperlihatkan video -menampilkan kemesraan Baekhyun dengan seorang yang kebetulan sedang sial –Jonghyun sedang berciuman hot dengan tak tau malunya.
Yifan mengingat seluruh kejadian yang ada, "Malang sekali manusia yang jatuh dalam pesona anak Psycho itu" sambil menggeleng ngerih
Xiumin mengingatkan mereka akan motto nomor satu Baekhyun sambil menirukan gaya arogan bicara Baekhyun biasanya
"Yang menodaiku, Mati!"
"Yang main main dengaku, Mati!"
"Barang siapa yang pernah memasukiku, Mati!" menjadi penutup yang lalu menjadi bahan tawa oleh mereka meningat tabiat asli si BitchyBaek itu.
Mereka semua tau Baekhyun yang memang senang dinodai begitu dan setiap orang yang sudah pernah tidur bersama anak itu akan mati dengan berbagai cara, Baekhyun si mesum itu punya hobi menghabisi orang yang pernah 'tidur' dengannya.
Minho menambahkan, "Woa! Mengerikan! Dan kabarnya orang sial yang sudan terjerat dengan malaikat kematian itu adalah kekasih Luhan! Kakaknya sendiri!"
Suho terbahak, "Brengsek sekali! Hahaha!"
"Kalian tau sendiri bukan? Si sialan Baek itu mencintai drama!" lanjut Yixing tertawa lebar.
Yifan ikut tertawa, "Ayo bertaruh apa judul drama yang pantas untuk si Byun sialan Baekhyun itu. Pelakor kejam? Perselingkuhan itu nikmat? " tantang Yifan.
Ponsel Yifan berdering sebelum yang lain ikut menambahkan.
Sebuah pesan masuk bertuliskan
'New Mission!'
Eksecutor only
*Byun Baekhyun
*Wu Yifan
*Minho
Targets info will be send on your email, Accepted to KILL
'Akhirnya misi sembunyi mereka telah selesai'
'Sial sekali! Kapan kita dapat misiiii!' teriak suho dan Yixing.
" Kita berangkat! " kata Minho semangat disambut Tos oleh Yifan.
.
.
.
.
'Eummmhhh aahhh' Baekhyun mendesah nikmat menikmati gesekan lutut Jonghyun pada penis kecilnya yang menegang.
Jonghyun melepaskan seluruh pakaian Baekhyun hingga Baekhyun benar benar dalam keadaan full naked, sedangkan Jonghyun menghisap nipple kanan Baekhyun dan mencubit nipple kirinya yg tegang. Baekhyun mengerang nikmat
'Eunghh-hhh hhnhhh Hyuunhh sshhh' Jonghyun mulai melepaskan pakaiannya sendiri lalu memainkan penis kecil Baekhyun yang menegang dengan cairan precum diujung nya.
'Baekkie siap siap ne' Jonghyun membalik badan Baekhyun menungging dan perlahan memasukkan satu jarinya kedalam lubang baekhyun yang berkedut siap dimainkan secepatnya.
'Akhh hkk- hyunghhhh Enghh- ahkk ssak-kithhh ahhh' erangan seksi Baekhyun saat Jonghyun memutar mutar dan menggoyang jarinya kesana kemari sambil meremas remas batang kecil Baekhyun.
Jonghyun mulai memasukkan jari kedua dan ketiganya lalu dengan cepat Baekhyun dapat menyesuaikan diri dengan baik, sambil terus mengocok dan memainkan penis Baekhyun. Jonghyun terus menggoda dari segala arah membuat Baekhyun menggelinjang dalam puncaknya, 'Aaahh hyung ahh! Ahh! Ahh hmmh!' cairan manis Baekhyun mengenai telapak tangan Jonghyun yang dengan senang hati menjilatnya rakus.
'Sllrrpp! Manis ' puji Jonghyun yang membuat Baekhyun malu sendiri.
Jonghyun membalik lalu menimpa tubuh kecil Baekhyun dan menggesek kedua kejantanan mereka yang telah sama sama tegang dan terasa sepanas api, Jonghyun mencium bibir Baekhyun dengan kasar disambut dengan pasrah oleh Baekhyun yang menikmatinya.
Jonghyun mencumbu leher Baekhyun dan meninggalkan bercak bercak merah disana, lalu berpindah ke dada, menghisap nipple Baekhyun yang mengeras menantang Jonghyun berbuat lebih untuk bermain dengannya.
Setelah dirasa cukup, Jonghyun mulai menggesek gesekkan miliknya yang besar dan panjang itu ke bibir lubang Baekhyun yang berkedut kedut tak tau malu. Lalu melesakkan bagian kepala penis besarnya perlahan ke lubang Baekhyun yang sempit itu.
'Ssshhhh- aakhht ssakhiitt hyunnhhh' walau sudah sering melakukan hal ini, Baekhyun masih saja merasa perih karena lubangnya yang sempit.
'Baekkie tahan nee, hyung akan masuk' katanya sambil menahan nafas bersiap melesakkan keseluruhan barangnya pada Baekhyun yang merintih.
Blessss
'Aahhh! Euhhh! Pe-riiihh hyunghh' jerit Baekhyun saat merasakan lubangnya penuh akibat tusukan dari Jonghyun.
Keseluruhan batang penis Jonghyun menusuk masuk kedalam lubang Baekhyun dan mengeluarkan sedikit bercak darah, Jonghyun lalu menghentikan gerakannya agar Baekhyun dapat lebih rileks dan dapat menyesuaikan diri dengan ukuran penisnya.
'H-hyunnghhhh' desahan Baekhyun membangunkan kembali gairah Jonghyun.
Jonghyun mengeluar masukkan miliknya yang bersarang didalam lubang Baekhyun, menariknya keluar masuk dan membuat Baekhyun menggeliat nikmat.
'Ahh ahh hhhh mhhh yeahhhh mhhh hyunghhh ahh'
'Sssshh-hhhhsshhhhh' Jonghyun menggeram belum menemukan titik kenikmatan Baekhyun.
'Ouh! Akht! Iyaahhh eumhhh disanahhh hhyunghhh lagiihhh lagiiihhh' desah Baekhyun menutup mata sambil meremas surai kehitaman Jonghyun.
Jonghyun menemukan titik itu dan teus menghujani nya dengan hentakan hentakan nikmat yang membuat Baekhyun semakin gila dibuatnya.
'Aahh! Hyuhng Baekhhi mhhmauu pipishhhh Mhngg! Ahh ber-hentihh dulluhhmmhh' kata Baekhyun seolah olah baru pertama kali melakukan nya.
'GGmmhhh, keluarkan saja Baekhh! Emmhh h-hyunh juga akan-'
Sprrrlllttt
Mereka berdua menyemburkan cairan mereka bersamaan
'Eummhhhg! Ahh mmhhnnn hah-hhnn ennghhhh' Baekhyun merasa perutnya penuh dipenuhi oleh cairan Jonghyun ditambah penis Jonghyun yang belum rela meninggalkan lubang sempit Baekhyun yang sekarang tengah berkedut kencang.
Jonghyun seolah belum terpuaskan lalu menggenjot Baekhyun kembali, Baekhyun pasrah dengan senang hati menerimanya.
'Mhhhh aahhh- eunghhhh hhkkk yaahmhhh hyunnghhhmhh' Baekhyun terus dibuat menggelinjang oleh Jonghyun. Jonghyun mengangkat dan membalik badan Baekhyun hingga menungging, tanpa melepas penyatuan nya dari Baekhyun Jonghyun menarik bokong indah Baekhyun dan meremasnya kuat sambil menyodok dalam lubang Baekhyun.
'Hahhhah laghiihh hyuunghh yeeaahhmhhh emhh lebhihhh cephatthmhh!' titik kenikmatan Baekhyun kembali ditemukan Jonghyun. Jonghyun malah melambatkan sodokan nya meminta Baekhyun mencari kenikmatannya sendiri.
'Eunghhh hyuunghhh disanahhhmhhh iyyahhh ahhh ahh' Baekhyun tanpa sadar mulai memaju mundurkan bokongnya.
Dan sekarang Jonghyun akan benar benar membawa Baekhyun ke surga yang sesungguhnya setelah Jonghyun mempercepat kembali sodokan nya yang kali ini benar benar masuk sedalam dalamnya lubang Baekhyun.
'Arghh! Hyunghnnnnggg! Ahhh !' jerit Baekhyun membiarkan dirinya terhempas telungkup diranjang dan membiarkan cairan hangat Jonghyun kembali mengisi lubang Baekhyun yang tidak bisa menampung semuanya sehingga meluber keluar dari celah lubang.
BRAK!
'Baekhyun! Jonghyun! Apa yg sedang kalian lakukan!' teriak Luhan marah sambil membanting pintu kamar.
'jonghyunnie, kau mengkhianatiku. Hiks hiks' Luhan menangis
' A-aku sangat sangat mencintaimu jonghyunnie' Luhan meratap sedih
Baekhyun bahkan tidak peduli sedikitpun
'Yah ketahuan'
.
.
.
BRUK!
'Oh sial! Baekhyun mimpi jorok'
Baekhyun terjatuh dari ranjangnya lalu bangkit melihat jam nya menunjukkan tengah malam saat ini, dan menyadari bahwa ia bermimpi melakukan itu dengan Jonghyun. Berawal dari Baekhyun yang tadinya berpura pura tertidur saat diantar oleh Jonghyun akhirnya malah benar benar tertidur setelah digendong masuk oleh Sehun, Sehun itu baik dan sangat hangat membuat Baekhyun nyaman dalam gendongannya. Kenapa luhan tidak bersama Sehun saja? Mereka terlihat dekat, Baekhyun lebih rela jika Luhan hyungnya bersama Sehun saja daripada si mesum Jonghyun.
'Aha! Baekhyun punya rencana'
'Ahhhh rencananya nanti sajalah! Lihat celanaku jadi basah, haruskah aku mandi tengah malam begini?' kesal Baekhyun dalam hati
Setelah membersihkan diri Baekhyun merasa lapar dan berniat keluar rumah mencari makanan pinggir jalan yang terkenal sangat enak dan ekonomis –Hemat pangkal kaya kata Baekhyun
Baekhyun berjalan mengendap ngendap takut didengar oleh Luhan atau ayahnya yang kemungkinan besar sedang tertidur sekarang, "Hey bocah, mau kemana malam malam begini?" sebuah suara berasal dari dapur yang gelap mengagetkan Baekhyun.
'Aishhh! Dia lagi! Dia lagi!' Baekhyun sebal.
.
.
.
"Makanlah perlahan, jangan seperti orang tak pernah makan begitu." Ayah Baekhyun –Tuan Byun mengingatkan anak nya sebelum tersedak garpu nantinya.
"Mwah nyanmm, iyyyahh mnyamm Phak tuah" Baru kali ini Baekhyun memakan makanan korea yang bernama tteopoki itu, selama ini dia hanya bisa ngiler sambil menatap tokoh tokoh di drama memakan makanan ini.
Setelah selesai Baekhyun dan Tuan Byun berjalan berdampingan dan membahas banyak hal, "Sebenarnya apa yang harus kubersihkan disekolah mu itu pak tua? Kau belum memberiku daftar nama" tanya Baekhyun sambil menjilat eskrim strawberry nya dengan damai.
"Komplotan pengkhianat yang akan mencoba membunuh orang orang kita tentu saja, dulu akupun tak bisa mengendus keberadaan mereka. Memang benar kata pepatah 'Seaman amannya tempat adalah kandang musuh itu sendiri' mereka selama ini bahkan berlindung dibalik diriku yang bodohnya malah mencari mereka kemana mana" Suasana malam ini begitu tenang dan tidak begitu ramai, hanya terlihat orang mabuk dimana mana.
"Aku sudah dapatkan identitas asli mereka semua, aku juga sudah mengirimkan berkas mereka serta berbagai alasan ancaman kerugian dimasa sekarang atau masa depan jika membiarkan mereka hidup, aku yakin akan mendapat 'Accepted to kill' itu huahaha!" lanjut Tuan Byun sambil Tertawa tawa girang membuat Baekhyun ilfeel melihat tingkah orang uzur lupa umur ini.
"Tertawalah setelah kau mendapatkan konfirmasi keputusan nya, manatau alasanmu tidak bisa dijadikan alasan untuk melenyapkan mereka. Kau akan menangis semalaman senior Byun" Baekhyun mengingatkan jangan sesumbar dulu sebelum mendapatkan hasil yang diharapkan.
Namun Tuan Byun tetap keukeuh memastikan para pengkhianat itu lolos seleksi, "Aku 2000% Yakin Byun junior" katanya sombong.
"Siapa yang akan menyeleksi berkasmu Pak tua?" Baekhyun sebenarnya ingin berkas itu secepatnya disetujui lalu Baekhyun sang eksekutor dibenarkan untuk 'Melenyapkan' mereka demi kepentingan umum, dan tentu saja atas persetujuan negara.
"Suho dan Yixing" jawab Tuan Byun sambil berjalan lebih cepat meninggalkan Baekhyun.
"Yak! Ini KKN namanya! Katakan juga pada mereka untuk menyetujuinya dengan cepat, sepertinya akan banyak bahaya mengintai kita setelah hari ini" teriak Baekhyun pada Tuan Byun yang berjalan didepannya sambil mengingat kelakukannya tadi –Memberi kertas peringatan diruang kepala sekolah yang pasti akan memunculkan tindakan bagi mereka yang merasa terancam.
"Hey Pak tua! Setelah ini apa? Pulang? Tak seru sekali!" kata Baekhyun yang belum ingin menyudahi jalan jalan malamnya hari ini.
"Kau sendiri mau apa?" tanya ayah Baekhyun yang dijawab cepat oleh Baekhyun "Sojuuuu!" teriak Baekhyun nyaring senyaring knalpot bocor.
"Oh tidak tidak anak kecil, aku pernah sekali menamani kau dan teman temanmu itu minum alkohol lalu berakhir dengan kalian semua mengacaukanku, dan kau yg paling mengerikan Byun!" kata ayah Baekhyun mendelik tajam.
Baekhyun tidak pernah ingat apa yang dia lakukan saat mabuk "Memangnya apa yang aku lakukan?"tanya Baekhyun penasaran.
"Kau mengerikan Byun kecil" Tuan Byun mengingat kejadian itu bahkan sampai membuat teman teman Baekhyun –yg tadinya mabuk, langsung sadar dan mencoba menyadarkan Baekhyun mabuk yang sedang gila saat itu.
"Beritahu apa yang kulakukan Pak tua!" Baekhyun marah pertanyaannya diulur ulur begitu.
"Kau hampir mencabuli dan membunuh ayahmu sendiri." Tuan Byun mengaku ngeri melihat kelakuan anaknya yang satu ini.
"MWOO!" teriak Baekhyun tak percaya.
"Tak usah pura pura terkejut ByunTaeBaek, tingkat kemesuman itu sudah mencapai level maksimal. Ck, ntah darimana kau belajar. Habis manis sepah dibuang, habis kau tiduri, kau buat mati" Tuan Byun berdecak heran menggeleng pusing melihat sifat Baekhyun yang satu ini.
"Kau pasti bercanda Pak Tua" tolak Baekhyun sambil tertawa tawa.
.
.
.
.
Baekhyun terbangun dari tidur yang baru 25 menit berlalu setelah merasakan kehadiran hyung cerewetnya –Luhan membangunkan Baekhyun dengan suara melengkingnya lalu masuk menerobos kamar dan membuka tirai jendela lebar lebar.
Baekhyun mengerang kesal, sudah hampir lewat satu minggu ini ia tak dibiarkan tidur oleh Kumpulan Pak Tua –teman temannya Tuan Byun yang selalu memberinya bonus Misi malam hari.
"Hyung pergi duluan saja, Baekkie pergi sebentar lagi ne" bujuk Baekhyun yang pastinya tidak disetujui oleh Luhan.
"Tidak Baekkie! Baekkie harus berangkat dengan hyung" Luhan bersikeras takkan membiarkan adiknya terlambat.
Tin Tin Ten Ton Ten Ton Tin Tin
Klakson mobil terdengar bersahut sahutan dari gerbang sana.
"Nah itu Sehun hyung dan yang lainnya, hyung pergi duluan saja. Baekkie akan diantar ahjussshi Kim hari ini" Baekhyun menyuruh Luhan cepat cepat, Luhan berfikir sebentar dan akhirnya meng iyakan saran Baekhyun lalu berlari keluar menuju mobil sahabat sahabatnya.
Ini sudah terhitung 30 hari sejak Baekhyun pertama kali bersekolah ditempat membosankan itu, belum ada pergerakan dari mereka atau memang mereka yang sedang bersiap menunggu serangan yang akan datang? Entahlah Baekhyun juga tidak bisa melakukan apapun selagi berkas belum ada konfirmasi dari yang bersangkutan.
DDRRRTTT
Ponsel Baekhyun bergetar
'Aishh! Mengganggu saja! Aku bahkan ingin melanjutkan tidurku!' Baekhyun mengerang malas lalu mengambil ponsel yang berada diatas nakas.
Panggilan Video
"Baek! Baek! Kau tau si namja selingkuhanmu itu! Si Jonghyun Jonghyun itu terlihat berada di China bersama ketua mafia Trancey!" kata sebuah suara yang lalu memunculkan wajah namja berlesung pipit –Yixing menjerit heboh.
"Mwo! Sedang apa dia? Ingin mengajak si Trancey bekerja sama?" kata Baekhyun yg diangguki oleh Yixing.
"Hm Baek, bagaimana kabarmu disana eh? Masih berhubungan dengan kekasih Luhan?" tanya Yixing.
"Aku baik hyung, kalau soal si Jonghyun mesum itu aku bahkan tak memperdulikannya lagi. Aku sudah puas dengannya" jawab Baekhyun yang membuat Yixing melotot.
"Ehey, kau sudah tidur dengannya ya? Hah, malangnya anak itu. Umurnya tinggal menghitung tanggal saja." Yixing menebak Jonghyun akan mati muda.
"Belum sempat, tapi rasanya seperti sudah terjadi. Cuma mimpi sih tapi sudah cukup lah, aku kan bukan maniak seks" kata Baekhyun tak sadar diri.
"Kau dan mulut pembualmu" Yixing yang tau betul bagaimana cabulnya Baekhyun bahkan sempat pernah hampir mencabuli ayahnya sendiri saat mabuk.
Baekhyun terbahak mendengar Yixing yang mengatainya pembual "Aku merindukan si Yifan bau naga dan si kodok atrek itu" aku Baekhyun merindukan sahabat sahabat yang biasanya menjadi objek kejahilannya.
"Yifan dan Minho dalam tugas, dan kau? Kenapa tak ikut bersama mereka? Jelas jelas aku melihat namamu disana" kata Yixing yang membuat Baekhyun cemberut.
"Si Byun Senior dan ayah ayah kalian yang membatalkan penugasanku kesana dan mengharuskan untuk fokus dalam tugas yang diberikan" Baekhyun sebal sekali tidak ikut mengeksekusi tikus kotor yang sudah banyak merugikan orang orang.
"Byun Senior sedang ada diruangannya, bersama dengan ayahku sedang rapat dengan seluruh anggota divisi kejahatan khusus bersama Tua bangka lainnya. Sudah dulu ya Baek, tiba tiba banyak berkas yang masuk. Haaah enaknya jadi eksekutor, tak akan bosan diluar sana sedangkan aku mati kesepian sambil menyeleksi berkas berkas manusia kotor " keluh Yixing mabuk janda setelah muak menjadi penyeleksi berkas keputusan.
"Halah halah, liat darah PMS wanita saja menjerit jerit. Mau berani beraninya mengeksekusi? Yasudah bye hyungg, kerja yang rajin ya" tutup Baekhyun yang sepertinya sudah tidak berniat tidur kembali setelah mendengar Jonghyun mendatangi Trancey, musuh sekaligus saingan Baekhyun.
'Argghhhh! Aku malas sekolah!' teriak Baekhyun sambil menendang selimutnya hingga jatuuh ke lantai
.
.
.
"Baekhyunnie mana? Kau turun sendiri Lu?" tanya Kai yang mana mendapat perhatian dari yang lainnya, "Iya, dia belum bersiap, masih baru bangun. Tidak ingin kalian menunggu katanya" jawab Luhan.
"Dia bisa terlambat jika tak berangkat sekarang" kata Sehun khawatir adik kecilnya akan terlambat yang di iyakan oleh Jongdae.
"Yeol, kau pergi dengan Baekhyun saja. Kalau denganmu kan sekolah yang harusnya menempuh waktu 25 menit bisa berkurang jadi 10 menit." Ide Jongdae ada benarnya juga.
"Ya ya ya, aku menunggu Baekhyun. Kalian jalan sana" usir Chanyeol lalu masuk kedalam rumah Luhan –sekalian menumpang sarapan
Chanyeol menunggu Baekhyun sambil memakan sarapan nya yang ke tiga piring namun kesal menanti Baekhyun yang tak kunjung turun dari kamarnya memutuskan menghampiri kamar makhluk bodoh itu sambil menggerutu kesal
"Lama sekali si bodoh ini! Dia berdandan atau apa?"lalu menerobos masuk ke dalam kamar Baekhyun tanpa mengetuk terlebih dahulu.
BRAK!
"Aih sialan! Jantungku!" kaget Baekhyun sambil melompat kecil melihat Chanyeol masuk tiba tiba.
"Hehey mulutmu!" Chanyeol terkejut juga dimaki Baekhyun tiba tiba.
Baekhyun yang tertangkap basah dengan mulut 'sialannya' tiba tiba berubah jadi Baekkie bodoh kembali, "E-eh Yeolli hyung. Tidak sekolah?" tanya Baekhyun basa basi.
"Jangan mengalihkan topik pembicaraan Byun, siapa yang mengajarkanmu kata kata itu? Kai? Atau si kotak Jongdae?" Chanyeol memberondong Baekhyun dengan pertanyaan pertanyaan yang sama sekali tak bisa Baekhyun jawab dengan jujur.
"B-baekkie melihatnya di drama drama hyung, hehehe" bohong Baekhyun yangg syukurnya dipercaya oleh Chanyeol.
"Kau jangan banyak banyak nonton drama dewasa! Akan ku adukan kau pada Luhan nanti" kata Chanyeol.
.
.
"Cepatlah! Kita berangkat sekarang" Chanyeol melempar Tasnya pada Baekhyun yang cemberut dijadikan babu untuk membawa Tas bau si Tiang ini. Namun tak lama setelah itu Baekhyun punya ide menarik lalu kembali masuk kedalam rumah –mengambil barang yang tertinggal katanya.
"Cepat, aku tunggu dimobil!" Chanyeol berjalan terus menuju mobilnya yang terparkir dihalaman depan.
Barang tertinggal yang Baekhyun maksud sebenarnya adalah Pemutar video dari kamera yang sempat digunakan Baekhyun untuk merekam kelakuan mesum Jonghyun yang pasti tampak seperti om om pedofil ingin mencabuli anak polos seperti Baekhyun. Kamera Baekhyun berukuran kecil dan sangat mudah diselipkan diantara barang barang tanpa diketahui orang lain. -semacam GoPro cam gitu deh
Tentu saja tak semua adegan yang terekam akan dimainkan oleh pemutar itu, namun hanya adegan adegan dimana Jonghyun yang menggoda Baekhyun dan adegan adegan dimana Baekhyun akan terlihat sebagai korban. Hehe
Baekhyun memasukkan pemutar video nya didalam tas Chanyeol yang sedang bersamanya berharap Chanyeol akan menonton nya sesegera mungkin.
.
.
Chanyeol memakirkan mobilnya diparkiran sekolah, dimana semua siswa dan siswi menatap Chanyeol yang mengendarai seperti orang kesetanan. Sedang Chanyeol yang berharap jika anak disampingnya itu akan berteriak teriak ketakutan malah tak mendapatkan hal yang di harapkan.
Baekhyun malah tampak sedang tertidur nyenyak ditempat duduknya, Chanyeol bertanya tanya bagaimana cara Baekhyun bisa tidur dalam keadaan kebut kebutan yang Chanyeol yakini sudah mencapai kecepatan maksimal.
"Hey pendek bodoh! Ck! Kenapa kau bisa tidur hah?" Chanyeol membukakan seat belt Baekhyun lalu mengguncang guncang anak itu.
"H-hey baek, jangan bercanda. Kau tertidur seperti orang mati saja" Chanyeol terus mencoba membangunkan Baekhyun yang tampak masih tak bergerak sama sekali.
'Apa dia pingsan karena ketakutan?' Chanyeol takut terjadi apa apa dengan si manja Baekhyun lalu mengangkat anak itu dan membawa Baekhyun ke Uks membuat semua orang yang melihat Chanyeol menggendong Baekhyun berteriak kegirangan, bahkan sampai ada yg mimisan karenanya saking senangnya melihat penampakan pagi yang menyegarkan mata.
Chanyeol terus berlari sambil menggendong Baekhyun ala bridal style, lalu dihampiri oleh Tao dan Kyungsoo "Yak! Park idiot Chanyeol! Kau apakan Baekkie heh?" Tao terkejut melihat pemandangan dimana Baekhyun terlihat tak bergerak sama sekali.
Kyungsoo tanpa bicara langsung berlari mengabari Luhan dan yang lainnya, "Tao ah coba panggilkan dokter Kang segera!" perintah Chanyeol gusar sendiri melihat Baekhyun yang belum bergerak sedikitpun yang langsung dilakukan segera oleh Tao.
Luhan, Sehun, Kai beserta Jongdae dan Kyungsoo terengah engah berlari ke UKS lalu melihat yang terjadi membuat mereka bingung "Yeol, ada apa dengan Baekkieku eoh?"Luhan sudah ingin menangis melihat Baekhyun masih belum bisa dibangunkan juga.
Tao kembali namun tanpa adanya dokter Kang yang biasa menjaga UKS "Dimana dokter Kang?" tanya Chanyeol panik. "Dokter Kang sedang cuti Yeol, kita harus apa?!" tanya Tao yang juga sama paniknya.
Seseorang masuk tanpa ijin dan membuat semua menoleh kearahnya "Mau apa kau?!" Kai menghalangi Jonghyun yang ingin melihat keadaan Baekhyun.
"Biarkan aku memeriksa nya, Hyungku seorang dokter dan kebetulan membuka praktek juga. Jadi aku sering membantunya memeriksa pasien" kata Jonghyun ingin membantu.
Luhan mengangguk pada Kai untuk membiarkan Jonghyun masuk dan memeriksa Baekhyun, mulai dari denyut nadi, suhu tubuh dan lain yang diperlukan untuk mengetahui keadaan Baekhyun saat ini.
Jonghyun menatap mereka semua lalu berhenti pada Luhan "Luhannie, sudah berapa hari dia tak tidur?" tanya Jonghyun pada Luhan sebagai hyungnya Baekhyun yang pastinya mengawasi Baekhyun dirumah.
Luhan juga tak tau, biasanya setelah pulang sekolah Baekhyun hanya 'belajar' dikamarnya, Baekhyun bahkan tidak turun untuk makan malam. Bibi Kim yang akan membawakan makanan ke kamar Baekhyun.
"A-aku juga tidak tau, setahu ku dia tidur seperti biasa" jawab Luhan.
"Ada apa dengan Baekhyun?" tanya Jongdae pada Jonghyun
"Tak apa, Baekhyun hanya tidur." Jawab Jonghyun yang sama sekali tidak dipercaya oleh Chanyeol.
"Tidur apanya?! Dia seperti orang mati!" Chanyeol menyalak marah mendengar hasil pemeriksaan Jonghyun.
"Hanya karna dia tidak terbangun saat kalian bangunkan?" tanya Jonghyun. Yang lain diam membenarkan.
"Aku akan mencoba membangunkannya" Jonghyun memutuskan membuktikan ucapannya didepan mereka semua.
Jonghyun menjepit hidung Baekhyun hingga membuat Baekhyun tidak bisa bernafas
"Jauhkan tangan baumu dari hidungku, bajingan" igau Baekhyun dalam tidurnya yang membuat semua orang disana -kecuali Chanyeol terkejut dengan ucapan kasar anak Baekhyun.
"Ya Tuhan! Dari siapa dia mempelajari kata kata itu?!"teriak mereka semua tak rela.
Chanyeol mencoba menjawab pertanyaan mereka dengan jawaban -sama seperti yang Baekhyun katakan padanya sebelumnya,
"O-oh awalnya aku juga kaget, dia belajar banyak kata makian dari drama yang ditontonnya" Chanyeol mengusap wajahnya –sedikit lega jika anak itu hanya ternyata hanya tertidur.
"Aku tak akan membiarkan anak ini menonton drama lagi!" luhan menahan marah kepada Televisi dirumahnya.
"Aku menyesal sudah berlarian pagi pagi hanya karna seseorang yang tertidur" Tao mendudukkan dirinya di salah satu kasur yang ada.
"Aku menyesal karena tidak terpikir untuk menutup hidungnya seperti itu" Chanyeol gemas karena kelakuan Baekhyun yang membuat semuanya gempar di pagi hari.
"Aku tidak menyesal, ini menyenangkan!" Jongdae senang hari ini paginya tak membosankan.
"Aku lebih menyesal karna lupa mengingatkanmu membawa otak" Kai mengetuk kepala Jongdae.
"Sudahlah, kalian semua kembali ke kelas masing masing. Biar aku yang akan menjaga Baekhyunie" Sehun sudah bersiap untuk menjaga Baekhyun tentu saja sekalian membolos pelajaran dan ikut Baekhyun menyelam jauh dalam ke alam mimpi.
"Jauhkan pikiranmu dari membolos Oh Sehun! Kelompok kita akan melakukan presentasi hari ini, jangan lari kau" Luhan menahan Sehun yang sudah berencana membolos lalu menyeret Sehun ke kelas. "Oh iya, Jonghyunnie. Aku titip Baekhyun bolehkah?" tanya Luhan pada Jonghyun.
"Tentu saja Luhannie" Jonghyun menganguk menyetujui.
Chanyeol untuk kali ini mengijinkan Jonghyun berada didekat Baekhyun karena dia juga satu kelompok dengan Luhan dan Sehun, bahkan meninggalkan tas nya di mobil karena menggendong Baekhyun dengan terburu buru.
Kai dan Kyungsoo melangkah pergi setelah Luhan menyerahkan Baekhyun pada Jonghyun lalu diikuti oleh Jongdae dan Tao merasa tak enak jadi nyamuk nya orang pacaran-Kaisoo selama perjalanan menuju kelas.
'Nah kita bertemu lagi Baby Baek. Katakan apa yang harus hyung lakukan padamu sekarang hm?' Jonghyun senang akhirnya bisa berduaan lagi dengan Baekhyun setelah pada pertemuan terakhir mereka yang hampir melakukan hal menyenangkan itu tertunda.
Setelah hari itu, Baekhyun selalu menghindar saat di dekati oleh Jonghyun. Baekhyun selalu berada di pelukan Kai lah, di gendongan Sehun lah, pulang juga diantar jeput Sehun- Chanyeol. Jonghyun mana mungkin boleh dekat dekat dengan Baekhyun didepan mereka. Akhir akhir ini Jonghyun sudah terlalu malas bertemu Luhan, sepertinya hubungan ini harus dihentikan segera. Jonghyun ingin menjadikan Baekhyun miliknya sepenuhnya.
"Jadi apa yang akan kita lakukan pertama 'My Baby Baekkie'?" Jonghyun bertanya pada Baekhyun yang masih tertidur.
.
.
.
To Be Continued
Maap sekali kalo ada banyak typo ya, hehe
Maapkan juga kalo Chaptnya terlalu pendek atau gimana, semoga Chpt depan bisa semakin panjang~~
And Thanks banget sama kalian yang udah follow, review, dan ngasi saran buat ff ini
'Ai Lap yu pul Beibe'
See U Next Chapt
Special Thanks to
{ Fauziah agustina, Pcyrealwife, mamamiyeol, Mawarbiru }
