DIVRE ARMY'S POWER
Lost In Konoha
Story by rajabasa72
Disclaimer : Naruto by Masashi Kishimoto & OC by rajabasa72
Rate : T+
Genre : Adventure,Friendship,Fantasy,Action
Warning : Typo,alur cepat,OOC,dll.
please leave this story if you do not like it
Chapter 2
-
Sementara itu Bilal tengah berada di pintu masuk dipo khusus lokomotif Dipo Lokomotif Kertapati. Dia tengah mencari keberadaan ketiga seniornya,yaitu Rahman,Maulana & Ersyah. Namun ayangnya yang ia cari tidak ada di tempat itu .Namun tak lama kemudian terdengar suara klakson lokomotif dari arah gerbang.
"Pasti ada yang mau masuk dipo?" batin Bilal.
Dan benarlah ketika ia melirik ke arah gerbang sudah ada sebuah lokomotif jenis hidung kotak tengah menunggu untuk masuk karena pada saat itu gerbang dipo dalam keadaan tertutup. Tanpa pikir panjang Bilal pun langsung berlari ke gerbang dan membukakan gerbang itu untuk memberi jalan masuk loko tersebut. Setelah gerbang dibuka loko itu masuk secara perlahan. Namun saat Bilal mendengar suara mesin loko,dia mulai bingung.
"Ini loko kenapa,ya?" gunmamnya. "Kok suara mesinnya jadi nggak karuan gitu?".
Maka untuk menghilangkan rasa penasarannya,Bilal pun bertanya kepada sang loko yang diketahui bernama Tred dengan nomor seri CC 201 83 52 itu.
"Kau kenapa,Tred?" tanya Bilal. "Apa yang terjadi denganmu?".
Sedangkan yang ditanya hanya mendesis dan berjalan kembali. Semakin lama Bilal semakin heran dengan tingkah lakunya yang menjawab pertanyaannya hanya dengan desisan.
"Aku jadi penasaran dengannya?" batin Bilal. "Kalau begitu aku harus mencaritahu siapa masinis yang mengendarai loko itu!".
Lantas Bilal pun berlari mengejar loko lama kemudian loko itu beserta Bilal yang mrngikutinya tiba didalam dipo. Bilal sengaja menunggu tepat dipintu kabin untuk mengetahui siapa masinis yang mengendarai loko itu. Tak lama kemudian pintu kabin terbuka dn menampakan masinis dari loko tersebut. Ternyata masinis loko itu adalah Tarmono,masinis asal DAOP 2 Banung yang tengah menjalani dinas sementara di DIVRE 3 Sumatera dari ekspresi wajahnya Bilal bisa mengetahui kalau orang itu sedang ketakutan.
"Bapak kenapa?Kok seperti orang yang ketakutan gitu?" tanya Bilal.
"Heeeh,ceritanya panjang,nak!" jawab Tarmono.
"Ceritakan saja,pak!" seru pak Tarmono memulai ceritanya.
"Ini terjadi barusan saat bapak tengah pulang memancing dari tepi sungai Musi!" kata Tarmono memulai ceritanya.
Flashback : On
Saat itu Tarmono tengah pulang memancing dari sungai Musi bersama Tred alias loko CC 201 83 perjalanan pulang mereka melewati jalan setapak yang lebarnya sama dengan lebar body Tred.
"Huuuh,Alhamdulillah!Dapat hasil tangkapan yang cukup banyak ya,Tred?!" seru Tarmono yang dibalas oleh Tred dengan suara klaksonnya.
Tiba-tiba mereka melihat sebuah rumah tua yang dari segi konstruksinya hampir menyerupai gudang penyimpanan. Tarmono yang melihat rumah itu mulai penasaran.
"Rumah siapa itu?" gunmam Tred hanya berdesis ria yang berarti dia juga tidak tau.
Karena rasa penasarannya semakin memuncak,Tarmono bersama Tred mencoba untuk mendekati rumah tersebut tepat ke bagian pintunya yang tertempel sebuah kertas bertuliskan "JANGAN DIBUKA". Namun saat jarak antara mereka dengan rumah itu tinggal satu meter terdengar suara lolongan angin seperti hendak menghisap. Hal itu sontak membuat Tarmono dan Tred mulai bahkan semakin ketakutan. Sementara dedaunan kering yang berada disekitar mereka terhisap masuk ke dalam rumah itu. Karena saking takutnya membuat Tarmono lari tunggang langgang dan masuk ke dalam kabin Tred. Lalu mereka berlari dengan cepat meninggalkan rumah yang mengerikan ikan hasil tangkapan Tarmono yang terjatuh dan tidak bisa terambil juga ikut terhisap ke dalam rumah itu.
Flashback : Off
Bilal yang mendengarkannya pun mulai paham dengan apa yang diceritakan oleh Tarmono itu membuat rasa penasaran dan semangatnya bergejolak.
"Jadi begitu ya,pak?!" seru Bilal.
"Iya,nak!Kalau begini caranya mulai besok bapak tidak mau pergi ke tempat itu lagi!"seru Tarmono.
"Hmmm baiklah!Lebih baik bapak sekarang pergi ke ruang kesehatan dulu untuk memeriksa keadaan bapak!Setelah itu bapak beristirahatlah di asrama bapak!" seru Bilal memberi saran kepada Tarmono.
"Iya!Terima kasih ya,nak!" seru dia pun bergegas menuju ruang kesehatan Dipo Lokomotif Kertapati.
Sementara Bilal yang masih berada ditempat itu pun bergegas kembali ke asramanya sambil memikirkan rencananya besok untuk mengekspedisi rumah tua yang baru saja diceritakan oleh Tarmono.
Malam harinya didalam kamar asrama milik Bilal,sang penghuni asrama alias Bilal sedang terbaring diatas kasurnya dengan posisi tangan menyilang yang ia gunakan sebagai alas kepalanya. Dia masih memikirkan apa yang dialami oleh Tarmono sore tadi.
"Hmmm,ok!Dengan begini sudah ada 1 korban dan juga 1 saksi dari kejadian dirumah tua itu!" gunmamnya.
Bilal tidak bisa menahan rasa penasaran yang ada pada sekali dia pergi ke rumah itu malam ini. Namun dia sudah berjanji untuk mengajak keenam sahabatnya beserta ke-14 lokomotif tempur utama DIVRE.
"Ku rasa aku harus membicarakan ini kepada teman-teman besok selepas solat Ashar!" batin Bilal.
~D.A.P : Lost In Konoha~
Keesokan harinya seusai solat Ashar tepatnya 1 jam sebelum ekpedisi,Bilal mengumpulkan keenam temannya diteras masjid dipo untuk mendiskusikan hal tersebut. Pertama,Bilal menceritakan tentang apa yang dialami oleh Tarmono kemarin.
"Hmmm!Jadi sudah ada saksi pertama tentang kemisteriusan rumah itu?!" seru Ersyah.
"Lantas bagaimana keadaan pak Tarmono dan Tred sekarang?" tanya Aditya.
"Yang jelas mereka sekarang pasti tengah dilanda trauma yang hebat?!Iya kan,mas Bilal?" seru Fadhil.
"Pastinya!" seru Bilal. "Maka itu kemarin aku menyuruhnya untuk memeriksa keadaannya dan menyuruhnya untuk beristirahat!".
Aditya mulai bersemangat.
"Aku jadi tidak sabar ingin pergi ke rumah itu dan ingin tau pula seseram apa rumah itu!" seru Aditya.
"Tapi sebelumnya kita harus mempersiapkan segala sesuatu yang akan kita butuhkan untuk ke sana nanti!" ujar Rahman.
"Benar juga,ya?"seru Maulana.
"Sudahlah!Lebih baik sekarang kita persiapkan segala yang akan kita butuhkan untuk disana nanti!Termasuk pula dengan para loko tempur utama!"kata Rahman yang kemudian disetujui oleh keenam sahabatnya itu.
Setelah acara meeting dadakan itu selesai,ketujuh masinis tempur pun kembali menuju asrama mereka masing-masing untuk meniapkan segala apa yang mereka butuhkan untuk ekspedisi. Mereka menyiapkan beberapa perbekalan seperti makanan,pakaian dan alat-alat P3K. Lalu mereka bergegas meletakkan perbekalan mereka pada loko tempur utama mereka masing-masing. Dan tepat 10 menit sebelum berangkat,mereka berkumpul digerbang dipo bersama loko tempur utama mereka,yaitu Brady(BB 200 07),Bandley(BB 202 08),Boston(BB 203 78 05),Damn(BB 204 12),Ralf(BB303 16),Carl(BB 306 18),John(CC 201 48),Rocky(CC 202 18),Charles(CC 203 31),Jim(CC 204 21),Hanger(CC 204 22),Brock(CC 204 32),Dalton(CC 205 25),dan Belda(CC 206 15 20).
"Bagaimana?Apakah kalian semua sudah berkumpul?"tanya Bilal.
"Kami sudah siap!"seru Ukik.
"Kalian?Apa kalian sudah siap?"tanya Bilal kepada Fadhil dan Aditya.
"Kami juga sudah siap!"seru Fadhil.
"Kami pun sependapat dengan Fadhil!"Seru Maulana yang juga mewakilkan Ersyah dan Rahman.
"Baiklah!Jika semuanya merasa sudah siap,mari kita berangkat!"seru Bilal.
Disaat itu pula Ikhwan datang menghampiri mereka.
"Hai semua!"sapa Ikhwan."Kalian mau pergi kemana?".
"Kami ingin pergi mengekspedisi hutan ditepi sungai Musi!"jawab Ukik.
"Yah,itung-itung bertualang pula ke sana!"sambung Ersyah.
"Tapi kan disana sangat berbahaya!"seru Ikhwan."Apalagi disana ada sebuah rumah yang sangat angker dan misterius!"lanjutnya.
"Justru itu kami ingin pergi kesana dan mencaritahu tentang rumah itu!"ujar Bilal sambil naik ke atas Jim.
"Tenanglah lur,jangan khawatir!Kami pasti akan kembali dan dalam keadaan selamat!"ujar Maulana.
Meskipun begitu Ikhwan masih tetap khawatir terhadap ketujuh temannya yang juga merupakan pandawa DIVRE itu.
"Baiklah!Kalau begitu akan kubukakan pintu gerbang untuk kalian!"seru dia pun berlari ke gerbang dan membukakan pintu gerbang sebagai jalan keluar mereka.
"Terima kasih,Wan!"seru Rahman.
Kemudian setelah pintu keluar untuk ketujuh masinis tempur dan ke-14 loko tempur utama terbuka lebar,ketujuh masinis tempur pun naik dan masuk ke dalam kabin loko tempur utama masing-masing. Lalu ke-14 loko tempur utama itupun menyalakan mesin mereka. Dan hal itu justru membuat Ikhwan semakin khawatir akan apa yang akan terjadi pada mereka selanjutnya. Bilal yang berada dikabin Jim begitu melihat ekspresi wajah Ikhwan pun mulai menyemangatinya.
"Tenang saja,mas Ikhwan!Kami pasti akan kembali dan kami pasti akan baik-baik saja!" seru Bilal. Dan itu membuat Ikhwan tersenyum. Perlahan rasa khawatirnya mulai menghilang.
"Baiklah!Kalau begitu untuk kalian,selamat jalan dan hati-hati!" seru Ikhwan.
Dan dengan dibunyikannya klakson dari ke-14 lokomotif tempur utama menandakan awal perjalanan mereka dengan Dalton dan Rahman yang ada didalamnya memimpin perjalanan menuju rumah tua,lokasi ekspedisi mereka. Satu-persatu barisan loko tempur utama berjalan keluar dari Dipo Lokomotif Kertapati menuju rumah tua yang menjadi target utama ekspedisi mereka. Dibarisan tengah ada Jim dan Bilal Bilal pastinya tetap memegang janji yang ia sampaikan kepada Ikhwan sebelum berangkat.
"Tenang saja,mas Ikhwan!Kami pasti akan kembali dan juga dalam keadaan selamat!" batin Bilal.
To Be Continued...
Hoooaaammm,akhirnya selesai juga 2 chapter dalam waktu sehari. Untung aja tangan nggak keriting :v
Yah mungkin cukup sampai disini dulu,dan bagi yang penasaran akan kelanjutannya harap bersabar karena fict ini lumayan panjang
Oyasuminasai…. ^-^
Mind to Review?
