''Cries an Angel''

.

.

Chapter 2

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rated : T

Indonesian

Genre : Friendship, Romance, Supranatural.

Cast : Hinata H., Sasuke U., Sakura H., and other.

.

.

Semua karakter yang ada disini milik MK.

Saya cuma minjem bentar.

.

WARNING : OOC, AU, CERITA ABAL, GAJE, NGEBOSENIN, TYPOS, DKK (Semoga aja ngak).

.

.


Hai, ketemu lagi sama author yang satu ini. Saya mengucapkan terimakasih buat para readers yang mau membaca dan mereview fic gaje ini. Dan Author juga mau minta maaf sebesar-besarnya apabila author melakukan kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja sampai membuat readers tersinggung ataupun marah. Gomennasai Minna.

Sekarang waktunya menanggapi review :

Nonako-chan chapter 1 : Saya suka saya suka, jangan lama-lama updatenya ya D

Jawab : Arigatou senpai, hn*ngangguk.

uchihaxhinata chapter 1 : devil angel, sasuhina banget, pasti kereeen nih next thoooor

Jawab : Iya, semoga saja*nyengir. hn*ngangguk.

cintya cleadizzlibratheea chapter 1 : Suka:) yang nyamperin Hinata pasti Sasuke *nebak #Soktau :3 next up kilat ne:D

Jawab : Makasih senpai :D . Hehehe bisa jadi iya. hn*ngangguk.

Yuuna Emiko chapter 1 : wah! keren! lanjut ya thor! Keep Writing!

Jawab : Arigatou senpai, hn*ngangguk.

Hyuchiha Sae chapter 1 : huaaa,,, cerita-nya seru xD lanjut senpai,, #Sae tunggu kelanjutan-nya xD yoroshiku senpai n.n)/ *bow

Jawab : Arigatou. Hn, iya *ngangguk. Yoroshiku nee~

anti-sasuhina chapter 1 : author baru cari sensasi. sakura ngapain ditag? ohhh mau pamer situ nggak suka ama SS makanya ditag sakura? fics mu aja keliatan kok nggak suka ama SS jdi buang tuh sakura dan pergi aja ke arsip SH! apa krna crack pair situ nggak laku? dulu fic shikasaku yg ngetag chara sasuke skrg ini?! MODUS?!

Jawab : Maaf senpai, tapi saya tidak cari sensasi soalnya gak ada untungnya juga, disini saya cuma mau ngepost fic saya. Soalnya Sakura disini jadi peran penting. Saya suka sama SS kok walau rada-rada. Senpai sok tahu ni yee~. Itu cuma perasaan senpai aja kali. Atau jangan-jangan sebenernya senpai peramal#Plakk. Gomen..gomen.., mungkin jika senpai ada keluhan bisa bicara baik-baik. Dan sekarang ada yang ngasih saran lagi, jadi maunya senpai Sakura dihapus dari tag. Baiklah, makasih atas sarannya. Mungkin senpai masih ada keluhan lagi? jangan sungkan ya. Ngak kok, biasa-biasa aja. Namanya author baru senpai, jadi belum ngerti maunya readers itu kayak apa. Modus ya? sepertinya tidak. soalnya kan modus artinya angka yang sering muncul#Plaaak. Kalau boleh tahu senpai cowok atau cewek ya? Kalau misalnya senpai cowok masak sih segitunya sama cewek dan kalau senpai cewek masak sih segitunya juga sesama cewek. /author ini ngomong apa sih?/. Senpai gak suka sama aku? Kalau iya karena apa sih? Bukannya gimana, aku takut ada hal yang aku lakuin dan itu membuat senpai tersinggung. Jadi maafkan aku ya senpai, jangan sampai dimasukin ke hati. Kita juga bisa bicara baik-baik, yoroshiku nee~ senpai. Arigatou udah mau review fic aku. /banyak bacot nih orang#Plaaak/

Guest chapter 1 : Ngapain juga fic SH nyampah di arsip Sakura?

Jawab : Gomenne~ jika itu membuat senpai terganggu. Arigatou udah mau review fic aku.

Nurul851 chapter 1 : Kerennnn. tentang Malaikat dan Iblis. Ditunggu scene SasuHina nya ya okokok. Lanjut ya. Semangatt

Jawab : Makasih, hn iya*ngangguk. Sip, iya semangat juga buat senpai ^_^ .

Cahya Uchiha chapter 1 : Alurnya kecepetan thorr

Jawab : Hehehe, makasih atas sarannya senpai. Mungkin nanti bisa diperbaiki lagi. Tapi kayaknya untuk chapter ini sama aja deh alurnya kecepetan.

Arcan'sGirl chapter 1 : kata2 sakuran lucu bangettt...next yaaa aq penasaran sama sasukenya

Jawab : Hahahaha, iya. sip (y). Arigatou udah mau review senpai.


HAPPY READING ^_^ .

.

.

.

.

.

.


Duar... Jendar...Prang...Duagh...Ckitt...

.

.

.

Di langit sedang terjadi pertempuran yang sangat dasyat. Terdengar beberapa bunyi ledakan yang sangat kencang. Sang iblis yang berusaha menyerang malaikat.

Kita beralih pada sebuah hutan yang merupakan perbatasan antara wilayah iblis dan malaikat. Di dekat danau ada seorang gadis dengan sayap putih yang sedang terkejut melihat seorang laki-laki yang berdiri tak jauh darinya dengan sayap yang sangat gelap. Pastinya sang gadis tahu bahwa seseorang tersebut berbeda ras darinya. Buktinya sayap yang sangat bertolak belakang, putih dan hitam.

Bahkan gadis tersebut hanya bisa terdiam sekarang. Berharap laki-laki itu tak akan melukainya.


Sekarang kita lihat bagaimana keadaan Sakura dikerumunan para malaikat lain yang sedang berlarian untuk menuju tempat yang aman.

''Hime...Hime...,''Teriak Sakura.

Salah seorang prajurit yang mendengar hal itu langsung terbang ke arah Sakura. Awalnya tugasnya adalah untuk menggiring para masyarakat menuju tempat yang aman dengan selamat, tanpa ada satupun dari mereka yang terluka apalagi sampai meninggal.

''Hime-sama, apa maksudmu?''Tanya prajurit tersebut yang telah menarik Sakura dari kerumunan.

''A-ano,''Kata Sakura kelabakan.

''Cepat katakan,''Bentak prajurit tersebut sedikit berteriak.

''Hime-sama hilang,''Kata Sakura pada akhirnya.

''Bagaimana bisa?''Tanyanya lagi.

''Kami sedang berjalan-jalan di kota,''.

''Kau tahu itu sangat berbahaya untuk keselamatan Hime-sama,''.

''Saya tahu,''Kata Sakura sambil menunduk dalam.

Setelah mendengar hal tersebut, prajurit tersebut langsung melapor kepada atasannya. Dan akhirnya mereka mengerahkan pasukan tambahan untuk mencari dimana Hime-sama berada, sang penerus tahta. Sedangkan Sakura disuruh melapor keadaan ini kepada Hiashi yang angung ditemani salah seorang prajurit.

''Ada apa?''Tanya Hiashi yang berada disinggasananya setelah melihat mereka.

''Maafkan saya telah mengganggu anda, tapi saya hanya ingin melapor bahwa Hime-sama telah hilang,''Kata prajurit tersebut sembari bersujud.

''Apa? Bagaimana bisa?''Tanya Hiashi sedikit berteriak.

''Maafkan hamba, saya telah lancang membawa Hime-sama ke kota,''Kata Sakura yang juga bersujud disamping prajurit tersebut. Padahal umurnya masih 13 tahun, tapi dia sudah terlibat dalam sebuah masalah seperti ini.

Begitulah takdir seorang anak yang terpilih menjadi pendamping sekaligus penjaga pewaris tahta berikutnya. Mereka dipilih dari seleksi yang ketat dan itu tidak main-main. Setiap harinya mereka akan menemani sang putra/putri mahkota dan ikut belajar bersamanya, namun yang lebih penting mereka akan dilatih untuk bisa mengendalikan kekuatan mereka. Itu dimulai saat seorang pewaris tahta telah berumur 6 tahun. Dia sudah harus memiliki seorang pendamping yang juga seumuran dengannya. Sebenarnya itu dilakukan hanya agar sang anak tak merasa kesepian di istana sendirian.

''Sudahlah, lebih baik kalian kerahkan prajurit untuk mencarinya dan jangan sampai iblis menemukannya apalagi membunuhnya,''Perintah Hiashi.

''Baik,''Prajurit itupun langsung pergi, sedangkan Sakura dia hanya bisa diam disana sambil menunggu Hinata kembali.


Baiklah, sekarang kita melihat bagaimana kondisi Hinata.

Mereka hanya terpaku dan terdiam, namun tak beberapa lama laki-laki tersebut melangkah mendekati Hinata perlahan. Hinata yang melihat hal tersebut menjadi sangat gugup, pasalnya ia tak tahu harus berbuat apa.

''Jangan mendekat,''Teriak Hinata.

Lalu laki-laki tersebut berhenti melangkah.

''Kau takut? Memang benar para malaikat hanya sekumpulan mahluk lemah yang tak berguna. Jadi untuk apa mereka ada di bumi, tak ada gunanya,''Katanya dingin diikuti seringai yang sangat menakutkan.

''Itu tidak benar. Kau salah,''Teriak Hinata lagi.

''Hey gadis lemah, jangan sampai aku membunuhmu,''Katanya dengan seringai yang semakin menakutkan.

Hinata sekarang benar-benar ketakutan, dia sekarang tahu kenapa iblis amat sangat menakutkan. Peluh mulai turun dari dahi Hinata.

''Hah, kau memang seorang gadis yang lemah,''Katanya kemudian melangkah mendekati Hinata dan duduk disampingnya.

''Ja...jangan mendekat, a...a...aku sangat ketakutan,''Kata Hinata tergagap namun dia tak bisa berlari. Seperti ada lem yang merekat kuat di kedua kakinya sehingga membuatnya tak dapat digerakkan.

''Aku tak akan membunuhmu, tenanglah. Aku hanya ingin bersantai disini,''Katanya sambil mencelupkan kakinya di danau. ''Dan kau, sangat lemah. Bahkan di depan musuh kau masih bisa berkata hal seperti itu,''Lanjutnya tapi tak menatap Hinata, dia malah sibuk menatap langit di atas sana.

Sekarang Hinata mulai sedikit tenang. Ternyata iblis tak terlihat menakutkan lagi jika itu laki-laki yang sekarang berada disampingnya.

''A-ano, kalau boleh tahu siapa namamu?''Tanya Hinata mulai memberanikan diri.

''Sasuke, kau?''.

''Hinata,''Kata Hinata mulai tersenyum.

Melihat hal itu, tiba-tiba Sasuke terpaku. Baru kali ini dia melihat seseorang tersenyum kepadanya. Dan tak tahu kenapa detik berikutnya dia melihat wajah Hinata seperti bersinar, menambah kecantikan sang gadis.

''Itu dia, Hime-sama,''Teriak seseorang dari atas.

Membuat Sasuke dan Hinata kaget. Ternyata telah ada dua orang prajurit malaikat di atas.

''Siapa kau?''Tanya seorang prajurit sedikit berteriak.

Dan detik berikutnya Sasuke melesat terbang dan menyerang mereka dengan api yang keluar dari tangannya. Sungguh sangat cepat, inikah kekuatan iblis yang sebenarnya.

Duarr...

Sebuah ledakan terdengar, menghancurkan beberapa pohon disana. Dan sialnya pohon-pohon tersebut terjatuh mengarah kepada Hinata.

''Aaaaaa...,''Teriak Hinata.

Sang prajurit yang mendengarnya langsung menghampiri Hinata dan menyelamatkannya. Membuat celah bagi Sasuke untuk bisa kabur dari mereka.

''Aku pastikan akan bertemu dengamu lagi,''Gumam Sasuke sebelum melesat pergi meninggalkan Hinata.

''Sial, dia lolos,''Kata salah satu prajurit.

''Sudahlah, lebih baik sekarang kita cepat pergi. Disini tidak aman,''Kata prajurit yang lain sambil menggendong Hinata.

Mereka terbang dengan rendah, memanfaatkan pepohonan untuk tak terlihat oleh para iblis. Ketika telah berada di kota mereka mulai berjalan dan mengendap-ngedap, sampai akhirnya mereka tiba di istana langit yang telah disambut oleh Sakura.

''Hime-sama,''Teriak Sakura yang langsung berlari memeluk Hinata. ''Kau baik-baik saja?''Tanya Sakura sembari memutar tubuh Hinata untuk mengeceknya.

''Ah, aku tidak apa-apa Sakura-chan,''Kata Hinata lembut.

''Syukurlah,''Kata Sakura lega.

Setelah percakapan tersebut, mereka mulai berjalan ke dalam istana menuju tempat dimana Hiashi berada. Sekarang kedua prajurit tersebut dan juga Sakura telah bersujud dihadapan Hiashi.

''Kami telah menemukan Hime-sama,''Lapor salah satu prajurit.

''Baguslah, sekarang kalian kembali lagi ketugas masing-masing,''.

''Baik,''Setelah mengatakan hal itu mereka langsung pergi. Meninggalkan Hinata juga Sakura yang masih bersujud.

''Bangunlah,''Kata Hiashi membuat Sakura mulai berdiri. ''Dan kau, jangan berani-beraninya lagi keluar. Jika terjadi sesuatu denganmu, bagaimana?''Lanjut Hiashi menceramahi Hinata.

''Maafkan aku tousan,''Kata Hinata sambil menunduk dalam.

''Sudahlah, kalian berdua kembali ke kamar. Dan ingat Sakura kau harus terus melindungi Hinata walau dengan nyawamu sendiri,''.

''Aku mengerti,''Kata Sakura mantap. Yup, inilah takdir. Jika ingin mendapat kedamaian harus ada seseorang yang dikorbankan bukan?. Apalagi kau hanya seseorang dari kalangan bawah.


Mereka telah berada di kamar Hinata.

''Ku pikir aku tak akan melihatmu lagi Hime-sama,''Kata Sakura yang telah membaringkan tubuhnya di kasur.

''Maafkan aku Sakura-chan,''Kata Hinata merasa bersalah yang juga membaringkan tubuhnya disamping Sakura.

''Sudahlah, yang penting Hime-sama sudah selamat. Sekarang ceritakan bagaimana keadaanmu ketika kita berpisah,''Kata Sakura antusias lalu memiringkan tubuhnya untuk bisa menatap Hinata.

''Aku bertemu dengan seorang iblis,''.

''Benarkah?''Kata Sakura tak percaya.

''Hn, ternyata iblis tak selamanya jahat,''.

''Maksud Hime? Bukankah mereka adalah mahluk yang jahat. Buktinya sekarang mereka menyerang kita lagi dan lagi,''.

''Tapi ada seorang iblis yang baik Sakura-chan,''Kata Hinata sambil memiringkan tubuhnya juga untuk menghadap Sakura.

''Aku tidak percaya, tapi jangan sampai kau jatuh cinta dengannya Hime,''Kata Sakura memperingatkan.

''Aku tak jamin,''Kata Hinata tersenyum lalu mencubit hidung Sakura dan berlari.

''Hime... Awas kau,''Kata Sakura sambil mengejar Hinata. ''Aku pasti akan menangkapmu,''Lanjut Sakura terus berusaha mengejar Hinata.

''Coba saja,''Kata Hinata sembari berlari menghindari Sakura.

''Ketangkap kau,''Sekarang Sakura mulai menggelitiki tubuh Hinata.

''Hahahaha... Geli Sakura-chan. Hahahaha... Aku menyerah,''.

Setelah itu mereka menghempaskan tubuh mereka bersamaan di kasur. Lalu menolehkan wajah mereka.

''Hahahahahaha,''Mereka tertawa bersamaan.


Sungguh persahabatan yang indah. Semoga saja mereka tetap seperti itu dan terus bersama.

.

Semoga saja.

.

.


.

.

.

.

TBC

.

.

.

.


Author : Kok, jadi tambah gaje ya dan feel SasuHinanya kurang dapet*huft.

Sakura : Sudahlah thor*nepuk-nepuk punggung Author*

Author : Wadowww... Sakit Saku-chan, gak usap nyemangatin juga gak papa*kesal.

Sakura : Ciyeee... ngambek ni yee...

Author : Sok tahu Saku-chan, apa jangan-jangan Saku-chan peramal ya?.

Sakura : Author juga sok tahu. Atau malah jangan-jangan authornya yang peramal.

Author : Mana mungkin, author cuma manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah, namun di hatiku hanya satu cinta untukmu luar biasa*Loh kok malah nyanyi.

Sakura : Kebanyakan bacot lo thor, udah langsung capcus aja.

Author : Dari pada kita berlama-lama jangan lupa tinggalkan REVIEW setelah membaca fic gaje ini. Ditunggu. Jangan sampai readers menjadi pembaca gelap, jadi bacanya di tempat yang terang ya#Plaakk. Don't flame ya, kalau dikit-dikit gak papa deh. Janee~