:::::Me No Noroi:::::
.
.
.
.
Disclaimer : - Naruto [Masashi Kishimoto] x High School DxD [ Ichie Ishibumi]
By : Ootsutsuki Al
Rated : M ( Mature )
Pairing : Naruto x ?
Warning : Gaje, Abal - abal, Ide pasaran, Typo(s), Miss Typo(s), OOC, OC, SemiCannon, SacredGear!Naru, Human!Naru and Don't Like Don't Read.
.
Summary :
Namikaze Uzumaki Naruto, pemuda polos yang bahkan tidak tahu apa - apa tentang yang namanya mahluk 'supranatural' tapi dirinya terpaksa harus terseret kedalam urusan mahluk 'supranatural' karena Sacred Gear yang ada ditubuhnya.
.
.
Chapter 2 : Old Friend And Unforeseen Events
Naruto menghela nafas pelan, bel istirahat baru saja berbunyi tapi Naruto tak berniat sama sekali untuk pergi keluar kelas atau sekedar membeli makanan di kantin.
Nampak banyak siswi yang tadinya berniat mengajak Naruto ke kantin, namun mereka urungkan kala melihat tatapan tajam siswi di samping tempat duduk Naruto, dan Naruto tak menyadari itu karena dirinya sibuk memainkan smartphone nya.
'Apakah kau lupa padaku Naruto - kun?'.Batin Kurumi sambil memandang Naruto dalam diam, kemudian melirik liontin hati berwarna merah yang pernah Naruto berikan kepadanya dulu, yang kini dia pakai dilehernya, Kurumi memang pernah bertemu dengan Naruto beberapa tahun yang lalu, tepatnya saat mereka berdua berumur 12 tahun.
Flashback On
"Hahaha pasti Iruka - Nii dan paman berjas hitam itu tidak akan menemukan ku disini, kau memang jenius Namikaza Naruto hehehe".Guman Naruto narsis seraya berlari kearah hutan sebelah selatan Kyoto yang cukup suram.
Setibanya di kawasan yang Naruto asumsikan sebagai tengah hutan tersebut, Naruto dapat melihat sebuah kastil megah yang berdiri di tengah - tengah hutan tersebut.
"Sugoii !".Teriak Naruto kagum dengan arsitektur kastil tersebut yang sangat bagus.
Kresek .. Kresek ..
Terdengar suara gaduh dari semak - semak disamping Naruto, Naruto yang penasaran mulai mendekat kearah semak - semak tersebut tapi belum sempat Naruto sampai ke semak - semak tersebut dirinya dikagetkan dengan kemunculan seorang gadis yang mengacungkan sebilah pedang kearahnya, gadis tersebut mempunyai rambut purple dark sebahu, dengan poni rata dikeningnya, mata merah ruby nya menatap Naruto tajam.
"Siapa kau ?!".Tanya gadis tersebut datar.
"Eh, A-aa etto".Naruto hanya gelagapan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Mata gadis tersebut semakin memicing tajam, kemudian gadis tersebut menggoreskan ujung pedangnya ke leher Naruto.
Sedangkan Naruto yang merasakan benda dingin menggores kulit lehernya hanya mengeluarkan keringat dingin sambil meneguk ludah dengan susah payah.
"A-aku hanya sedang bersembunyi dari kakak angkatku".Ucap Naruto sambil mengacungkan kedua tangan nya keatas seperti buronan yang ditangkap polisi.
Gadis tersebut tak bergeming sedikitpun, malah dirinya ingin kembali menggoreskan pedangnya kepada leher Naruto, namun belum sempat niatnya terlaksana, Naruto terlebih dahulu buka suara.
"Ano, nona ada ulat dibajumu".Ucap Naruto sambil menunjuk ulat yang merayap di baju gadis itu.
"Kyaaaa !".Teriakan melengking khas seorang gadis pun terdengar dengan sangat jelas di telinga Naruto, gadis tersebut langsung menjatuhkan pedangnya lalu meloncat - loncat tidak jelas dan akhiran nya gadis itu pun menubruk Naruto hingga keduanya terjatuh.
Mata Onyx Naruto bertemu mata merah gadis itu keduanya nampak tidak sadar dengan posisi mereka yang begitu intim, dengan Naruto yang memegang aset berharga gadis tersebut, bahkan bibir keduanya saling bersentuhan.
"Kyaaaa !"
Plak ..
Si gadis yang terlebih dahulu sadar dengan cepat melepaskan ciuman mereka kemudian menampar pipi Naruto sambil berteriak kaget.
"Ittei".Sedangkan Naruto yang baru saja ditampar dan juga perutnya di duduki sang gadis hanya meringis pelan.
"K-kau, kau harus tanggung jawab, berani - beraninya kau m-menciumku dan menyentuh tubuhku ha?!".Teriak gadis itu sambil menunjuk - nunjuk wajah Naruto dengan muka merah padam.
'Bukan nya dia yang menciumku ya'.Batin Naruto sweetdrop.
"Itukan salahmu, kenapa kau malah menubrukku, l-lagipula aku tidak sengaja menyentuh dadamu, i-itu hanya refleks".Bantah Naruto dengan sedikit rona merah dipipinya.
"P-pokoknya kau harus tanggung jawab !".Nampaknya gadis tersebut tetap bersikukuh dengan pendirinya.
"Baiklah - baiklah, aku yang salah, jadi aku harus apa?".Naruto yang ingin cepat - cepat keluar dari situasi tak mengenakan tersebut pun akhirnya mengalah.
"K-kau harus menikahiku".Ucap gadis tersebut sambil memalingkan mukanya dari Naruto lalu bersidekap dada.
"Haa?!".Kali ini giliran Naruto yang berteriak heboh.
"Y-yang benar saja?!".Balas Naruto sambil memasang wajah horror.
"Kalau kau tidak mau, aku akan melaporkanmu pada Otou - sama kalau kau melakukan pelecehan seksual terhadapku dan kau tidak mau tanggung jawab".Ancam gadis tersebut sambil tetap bersidekap dada.
Glek ..
Naruto meneguk ludah dengan susah payah, anak gadisnya saja sudah berani menggoreskan pedang ke lehernya, apalagi ayahnya, bisa - bisa kepala Naruto terpisah dari badan nya.
"O-oke oke, bisa kau bangun, tubuhmu berat".Ucap Naruto yang nampaknya menyetujui saja permintaan sang gadis daripada kepalanya dipenggal.
"Namamu, siapa namamu?".Gadis tersebut yang sudah berdiri kembali bertanya pada Naruto.
"Namikaze Uzumaki Naruto".Balas Naruto yang kemudian bangkit berdiri.
"Namaku Tokisaki K-"
"Narutoo !"
Perkataan gadis tersebut terputus kala sebuah suara memanggil Naruto.
"Itu suara Iruka - Nii, kalau begitu aku pergi dulu sampai jumpa Tokisaki - chan".Ucap Naruto yang menyadari suara siapa yang tadi memanggilnya.
Berniat pergi dari situ tapi Naruto urungkan karena sebuah tangan yang mencegah nya pergi.
"T-tunggu, apa b-buktinya kau akan bertanggung jawab soal tadi?!".Gadis yang dipanggil Naruto Tokisaki pun bertanya dengan muka merah padam.
Naruto nampak bingung, tak lama kemudian dia mengambil sesuatu dari kantung celanannya yang ternyata adalah liontin berbentuk hati berwarna merah.
"Sebenarnya ini untuk Kaa - chanku, tapi tak apa ini untukmu, ini sebagai tanda pertemanan kita, meski pertemuan kita tidak baik sih".Ucap Naruto sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Dan gomen, soal tanggung jawab kejadian tadi kita bicarakan lain kali saja ya, Jaa ne Tokisaki - chan".Lanjut Naruto yang kemudian berlari kearah suara Iruka tadi, setelah memberikan liontin nya kepada gadis tersebut.
Mata gadis tersebut sedikit melebar kala mendengar kata 'teman' dari mulut Naruto.
'Teman ya'.Batin nya sambil tersenyum senang.
"Ya, sampai jumpa ... Naruto - kun".Balas gadis tersebut pelan, sambil menggenggam erat liontin yang Naruto berikan.
Gadis tersebut pun mengambil pedangnya tadi yang diujungnya terdapat sedikit darah Naruto hasil goresan tadi.
Gadis tersebut kemudian menjilat darah Naruto yang ada diujung pedangnya tersebut.
"Mmm darah Naruto - kun sangat manis"
Falshback Off
Dan semenjak saat itu Kurumi diam - diam selalu mengawasi atau lebih tepatnya menstalker Naruto dari jauh, tapi kegiatan 'menguntit' itu terhenti saat Naruto pergi ke London, Kurumi pun akhirnya pindah ke Kuoh untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan menurutnya sambil menunggu Naruto kembali, menekan kekuatannya dengan media liontin yang diberikan Naruto, Kurumi pun dapat bebas berkeliaran di wilayah klan iblis Gremory dan Sistri.
"Khe, awas saja jika kau nanti masih tidak mengenaliku, akan kuhisap darahmu sampai mengering khu khu".Guman Kurumi sambil menyeringai sadis kearah Naruto.
Naruto bangkit dari duduknya, kemudian berjalan pelan keluar kelas tanpa menghiraukan beberapa pasang mata yang memandang nya.
'Cih, dia benar - benar melupakanku, awas saja'.Batin Kurumi yang kesal karena Naruto benar - benar tidak mengingatnya sama sekali.
:::::Me No Noroi:::::
Naruto berjalan pelan dikoridor menghiraukan beberapa siswi yang menatapnya dengan rona merah dipipinya dan juga beberapa siswa yang menatapnya tajam sambil berpose seakan mencekik dirinya, tujuan nya adalah klub Kendo, karena rencananya dirinya akan masuk klub tersebut untuk mengasah kemampuan Nittoryu nya.
Nittoryu sendiri merupakan teknik pedang khas klan Namikaze, teknik ini menggunakan dua pedang sekaligus sebagai medianya, Naruto pertama kali tahu tentang teknik Nittoryu yaitu pada saat dirinya berumur 6 tahun, ayahnya sendirilah yang mengajarkan nya teknik berpedang khas clan Namikaze tersebut, ayahnya juga mengajarkan nya teknik Ittoryu yang merupakan dasar dari teknik Nittoryu, bedanya teknik Ittoryu hanya menggunakan satu pedang sebagai medianya.
Flashback On
Terlihat disebuah pekarangan sebuah Mansion, dua orang berambut kuning dan orange sedang bersanda gurau dibawah pohon rindang.
"Tou - chan Tou - chan, kenapa warna rambut Naru berbeda dengan Tou - chan maupun Kaa - chan ya?".Tanya bocah kecil berambut orange yang duduk di pangkuan pria dewasa berambut pirang.
Pria dewasa yang dipanggil Tou - chan hanya tersenyum kecil atas perkataan anaknya.
"Itu karena Naru mewarisi gen Kaa - chan dan Tou - chan, coba Naru tebak jika warna merah dan pirang disatukan jadi warna apa?".Tanya pria tersebut sambil mengelus surai orange milik sang anak.
"Mmm orange Tou - chan !".Jawab bocah kecil tersebut dengan semangat.
"Pintar, nah Naru, Tou - chan akan tunjukan sesuatu pada Naru".Ucap pria dewasa tersebut sambil menurunkan sang anak yang berada dipangkuan nya itu, kemudian dirinya menghampiri dua katana yang lengkap dengan sarungnya yang tergeletak tak jauh dari situ.
"Perhatikan ini Naru".Pria dewasa tersebut mengambil satu katana tersebut kemudian mengambil kuda - kuda bersiap mengeluarkan katana itu dari sarung katananya.
"Ittoryu Iai : Shishi Sonson"
Sriing ..
"He?".Bocah kecil tersebut hanya menatap bingung apa yang dilakukan ayahnya, yang ayahnya lakukan hanya diam sambil memasang kuda - kuda seperti berniat mengeluarkan pedang dari sarungnya saja.
Brukk ..
"Eh?".Naruto mengerjapkan matanya beberapa kali, kala melihat salah satu dahan pohon yang tiba - tiba saja jatuh ketanah dengan potongan yang sangat rapi.
"Itu adalah salah satu teknik Ittoryu, teknik yang merupakan dasar dari Nittoryu, dan kau tau Naru, teknik Nittoryu merupakan teknik khas dari klan Namikaze, jika Naru ingin belajar teknik itu maka Naru harus belajar dasar dari teknik Nittoryu dulu yaitu Ittoryu".Jelas pria tersebut panjang lebar sambil mengelus surai orange anaknya.
"Apa kau mengerti Naru?".Tanya pria tersebut lembut.
"Mm tidak Tou - chan, ehehehe".Jawab bocah kecil tersebut sambil cengengesan tidak jelas.
Flashback Off
Naruto tersenyum tipis mengingat itu semua, tak lama kemudian senyum tipis itu terganti dengan senyum pahit.
'Aku rindu padamu Tou - chan, Kaa - chan'.Batin Naruto yang tanpa sadar setetes cairan bening keluar dari matanya.
"Huwaaaa tolong kami !"
Naruto dengan cepat menghapus air matanya yang sempat turun tadi dengan sedikit kasar kala mendengar suara yang cukup keras di depan nya.
Memicingkan matanya Naruto dapat melihat tiga orang laki - laki yang sedang dikejar - kejar oleh sekumpulan gadis yang memegang Shinai di masing - masing tangan nya.
Naruto yang secara kebetulan berada di jalur lari tiga orang laki - laki tersebut dengan cepat dijadikan korban oleh ketiga laki - laki tersebut dengan mendorong Naruto kepada sekumpulan gadis yang mengerjar mereka.
"Huwaaaa !"
Bruukk ..
Naruto pun terdorong kearah kumpulan gadis tersebut lalu jatuh menindih seorang gadis dengan posisi yang bisa dibilang 'intim', bagaimana tidak karena muka Naruto mendarat pas di kedua gundukan milik sang gadis.
"A-ano maaf s-senpai".Naruto berujar dengan gugup, kemudian saat akan berusaha bangun, entah lantai nya yang licin atau bagaimana, tiba - tiba Naruto terpeleset kemudian kembali jatuh menindih gadis yang belum bangun tersebut, dan kini tangan nya lah yang berada tepat di gundukan kenyal milik sang gadis.
"Ah~".Si gadis mendesah pelan saat Naruto tak sengaja menggerakan tangan nya.
Sedangkan sisa gadis yang tadi mengejar tiga orang laki - laki yang di juluki Trio mesum itu hanya terbengong dengan rona merah dimasing - masing pipi mereka melihat adegan tak terduga antara Naruto dan Taicho mereka.
"Kyaaa hentai !, menyingkir dariku !".Teriak histeris si gadis yang nampaknya baru sadar dari shocknya.
"Laki - laki brengsek !"
Bugh .. Bugh .. Bugh ..
Dan sisa gadis dari klub kendo tersebut hanya menatap horror Taicho mereka yang dengan brutalnya menghajar Naruto hingga pingsan, poor you Naru.
:::::Me No Noroi:::::
Naruto berjalan dengan gontai di koridor sekolah, dirinya baru sadar dari pingsan nya, dan sekolah sudah bubar setengah jam yang lalu, pukulan ketua klub kendo memang tidak bisa diremehkan.
"Hei kau !".Teriak Naruto saat melihat seorang siswa berambut cokelat yang sedang berjalan di koridor sekolah yang nampaknya akan menuju ke sebuah ruangan klub.
"E-eh iya?".Sedangkan siswa berambut cokelat tadi hanya menjawab dengan gugup, pasalnya dia tahu betul siswa yang memanggilnya adalah orang yang secara tidak sengaja dirinya dan kedua teman nya korbankan pada gadis - gadis klub kendo tadi siang.
"Kau kan yang tadi mendorongku kepada sekumpulan gadis itu kan?, grrrrr akan kubunuh kau temee !"
"Gyaaaa ampuuunn"
Dan pemuda berambut cokelat itu pun berlari dengan cepat menuju klub nya untuk mendapat perlindungan diri dari Naruto yang kini sudah seperti banteng mengamuk.
Cklek .. Brakk ..
"Haah .. Haah .. Haah.."
Pemuda berambut cokelat tersebut langsung masuk ke sebuah pintu bangunan lalu menutupnya dengan cepat kemudian mengatur nafasnya yang terengah - engah.
"Kau kenapa Issei?".Tanya sosok berambut merah panjang memandang pemuda berambut cokelat yang dipanggil Issei dengan heran.
"Ahahha tidak apa - apa Buchou ehehe".Balas Issei dengan tawa hambar.
Sedangkan seluruh penghuni disana menatap Issei dengan berbagai ekspresi.
Pertama gadis berambut dark blue yang diikat ponytail hanya memandang Issei dengan senyum palsunya.
Kedua gadis loli berambut putih dengan muka datar menatap Issei dengan pandangan curiga.
Ketiga gadis berambut merah panjang yang tadi bertanya pada Issei, hanya memandang Issei dalam diam.
Dan terakhir pemuda berambut pirang dengan wajah Bishounen hanya memandang Issei dengan senyuman khasnya.
"Teme !, keluar kau !".Teriak Naruto dari luar bangunan tersebut sambil menggedor - gedor pintu tersebut tanpa perasaan.
Sedangakan di dalam bangunan tersebut Issei hanya meneguk ludah sambil berkeringat dingin.
"Ara ara, Issei - kun sedang main petak umpet rupanya fufufu".Ucap gadis berambut dark blue yang kita ketahui bernama Akeno dengan tawa khasnya.
"Minggir Issei biar aku yang membukakan pintunya".Ucap gadis berambut merah panjang yang juga kita ketahui bernama Rias Gremory sambil berjalan pelan kearah Issei.
"T-tapi Buchou d-"
"Issei !"
Dan dengan sedikit bentakan Issei pun ciut hingga menyingkir dari pintu tersebut.
Sementara itu diluar ruangan Naruto sudah berhenti menggedor - gedor pintu tersebut kemudian mengatur nafasnya yang terengah - engah sambil menaruh telapak tangan kanan nya di pintu tersebut.
Cklek ..
"E-eehh !"
Bruukk ..
Naruto yang sedang mengatur nafasnya tiba - tiba oleng karena tumpuan tangan kanan nya yaitu pintu, tiba - tiba saja terbuka dan otomatis Naruto jatuh kedalam, dan parahnya Naruto kembali menindih seorang gadis, dengan tangan yang pas berada di aset berharga gadis itu yang kita ketahui bernama Rias.
Semua pasang mata yang ada disana menatap horror kejadian tersebut, terkecuali Issei yang kini sudah pingsan dengan senyum mesumnya.
"Kyaaaaa hentai !".
Plakk ..
Rias berteriak histeris kemudian dengan sekuat tenaga menampar Naruto yang kini hanya mengaduh kesakitan karena tamparan Rias.
"Ara ara fufufu".Akeno yang pertama sadar dari kekagetan nya langsung tertawa pelan dengan gaya khasnya.
"Ecchi".Ucap gadis loli bersurai putih dengan datar.
:::::Me No Noroi:::::
"A-ano summimasen s-senpai".Naruto kembali minta maaf atas kejadian tak terduga tadi, ya setelah kejadian tak terduga tadi, Naruto dipersilahkan duduk dan mengatakan apa maksud dan tujuan nya.
"A-ah iya tidak apa - apa, kau sudah mengatakan nya lima kali".Balas Rias dengan sedikit rona merah dipipinya karena kejadian tadi.
"Ara ara ini teh nya, silahkan diminum tampan~".Ucap Akeno sambil menaruh segelas teh didepan Naruto lalu mengedipkan sebelah matanya dengan nakal kearah Naruto.
Sedangkan Issei hanya pundung dipojokan dengan aura suram karena keberuntungan Naruto yang berhasil memegang Oppai Buchou nya.
"Jadi kenapa kau menggedor - gedor pintu klub kami ano .."
"Uzumaki Naruto, panggil saja Naruto, senpai".Potong Naruto seakan mengetahui maksud Rias menggantung kalimatnya.
"Umm ya Uzumaki - kun, bisa kau jelaskan?".Tanya kembali Rias kepada Naruto.
"Umm sebenarnya aku sedang mengejar 'seekor' dari tiga 'ekor' orang yang telah menjadikan ku tumbal kepada gadis klub Kendo tadi siang".Balas Naruto seraya menatap tajam kearah Issei yang kini hanya bersiul - siul tidak jelas.
Sedangkan keempat orang lain nya hanya sweetdrop mendengar penuturan Naruto yang menyebutkan orang dengan tambahan 'ekor'.
"Ara ara, Uzumaki - kun dan Issei - kun nampaknya akrab sekali ya, fufufu".Ucap Akeno sambil tertawa pelan.
Sedangkan Rias kini hanya menghela nafas pelan.
'Kukira ada apa'.Batin nya.
"Issei, segera minta maaf !".Perintah Rias kepada Issei yang masih bersiul - siul tidak jelas.
"A-ah ha'i Buchou".Balas Issei agak gugup karena ditatap tajam Rias.
"A-ano gomennasai Uzumaki - san, sebenarnya kami tidak berniat mengorbankanmu tadi, kami hanya refleks mendorongmu saja agar selamat dari maut".Jelas Issei sambil membungkukan badan nya sembilan puluh drajat.
"Daijobu, aku sudah memaafkan kalian, hanya saja rasa kesalku pada kalian belum hilang sih".Balas Naruto sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Sedangkan Issei hanya sweetdrop mendengar penuturan Naruto.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu senpai, arigatou atas minuman nya".Naruto pun beranjak dari tempat duduknya kemudian membungkukan badan nya.
"Jaa ne".Itulah ucapan terakhir Naruto sebelum benar - benar menutup pintu ruangan tersebut.
Hening ..
Suasana di ruangan tersebut mendadak hening, beberapa orang disana nampak sedang bergulat dengan pikiran nya masing - masing, atau bahasa halusnya melamun.
"Kau merasakan nya juga kan Akeno?".Ucap Rias kepada Akeno.
"Ara ara fufufu, Uzumaki - kun mempunyai SacredGear di tubuhnya, benar kan Buchou fufufu".Balas Akeno dengan gaya bicara khas nya.
"Ano Buchou, maksudmu Uzumaki - san mempunyai Sacred Gear sepertiku?".Tanya Issei yang masih bingung dengan perkataan Rias.
Rias hanya mengangguk mengiyakan.
"Tapi aku tidak tahu jenis Sacred Gear apa yang ada ditubuhnya, dan juga hawa kekuatan nya nampaknya jauh dibawahmu Issei, sepertinya itu hanya Sacred Gear biasa".Jelas Rias diikuti helaan nafas panjang.
"Baiklah, sekarang kita akan berangkat ke selatan kota, aku mendapatkan laporan jika banyak iblis liar yang berkeliaran disana, Akeno persiapkan lingkaran sihir, kita pergi sekarang"
"Ha'i Buchou"
:::::Me No Noroi:::::
Naruto duduk di sofa appartement nya sambil menonton televisi, menghela nafas bosan, karena tidak ada kegiatan seru yang bisa ia lakukan.
Tok .. Tok .. Tok ..
Sejenak Naruto hanya mengernyit bingung, kemudian melirik kearah jam dinding yang menunjukan pukul tujuh malam.
Mengangkat bahunya pelan, kemudian Naruto beranjak dari sofanya lalu berjalan kearah pintu.
"Sebentar".Ucap Naruto, Naruto yang kini sudah sampai didepan pintu pun kemudian membukan nya dengan pelan.
Naruto hanya mematung dengan wajah pucat pasi melihat siapa yang bertamu ke appartement nya itu, didepan Naruto kini berdiri gadis cantik dengan rambut panjang hitamnya, mata merah darah yang Naruto ingat seperti milik Kurumi, memakai dress hitam selutut, dan juga di tangan nya terdapat sebuah keranjang yang berisi buah - buahan, tapi bukan itu yang membuat Naruto pucat, tapi karena gadis ini adalah gadis yang ditindihnya pada saat insiden dengan klub kendo tadi siang.
"A-ano, summimasen senpai, j-jangan pukuli aku lagi, soal tadi siang aku benar - benar tidak sengaja".Ucap Naruto tiba - tiba dengan wajah pucat.
"He?".Sedangkan si gadis hanya memiringkan kepalanya bingung.
"Aku kesini hanya mau minta maaf telah membuatmu pingsan tadi siang, dan j-jangan ingatkan aku tentang kejadian tadi siang, itu sungguh memalukan".Lanjut sang gadis sambil membuang mukanya yang sedikit memerah karena mengingat kejadian tadi siang kearah samping diakhir kalimatnya.
"A-ah gomen, silahkan masuk".Ucap Naruto yang kemudian mempersilahkan gadis tersebut masuk ke appartement nya.
Gadis tersebut nampak sedikit kagum dengan bagian dalam appartement Naruto yang mirip seperti kamar hotel bintang lima.
"A-ano senpai kau mau minum apa?".Ucap Naruto dengan nada sedikit canggung.
"Hmm apa saja".Balas sang gadis yang masih tetap memperhatikan bagian dalam appartement Naruto.
"Umm baiklah, duduklah dahulu di sofa senpai, tidak enak melihatmu menunggu sambil berdiri seperti itu".Ucap Naruto yang kemudian berjalan kearah dapur, sedangkan gadis tersebut hanya menuruti ucapan Naruto untuk duduk disofa.
Tak lama kemudian Naruto muncul sambil membawa segelas jus jeruk.
"Ini minuman nya senpai, silahkan diminum".Ucap Narutp seraya menaruh jus tersebut di meja dekat gadis tersebut, kemudian dirinya duduk di sofa yang bersebrangan dengan sang gadis.
"Kau tidak mencampuri jus ini dengan apa - apa kan?".Tanya sang gadis dengan nada curiga kearah Naruto.
"Tentu saja tidak senpai !".Balas Naruto dengan sedikit kesal yang bercampur sweetdrop.
"Jadi, ada keperluan apa senpai kemari?, dan oh iya darimana senpai tahu alamat appartement ku?".Tanya Naruto dengan heran.
"Sudah kubilang aku hanya ingin meminta maaf saja, dan ini buah - buahan untukmu".Ucap sang gadis sambil menyodorkan keranjang yang penuh dengan buah - buahan kearah Naruto.
"Kau beruntung tidak masuk rumah sakit, karena biasanya orang yang kupukul masuk rumah sakit minimal 3 hari".Lanjut sang gadis sambil meneguk jus yang Naruto berikan dengan santai.
"Heh?!".Naruto memasang wajah horror mendengar perkataan gadis tersebut.
"Dan soal darimana aku mendapatkan alamat appartement mu tentu saja dari kepala sekolah".Jelas kembali si gadis dengan mimik muka datar.
Naruto manggut - manggut mendengar penjelasan senpainya tersebut, sesaat kemudian dirinya tersadar akan sesuatu.
"Oh iya senpai, apa senpai dan para gadis yang mengejar tiga orang laki - laki tadi siang, dari klub kendo?".Tanya Naruto.
"Ya, memangnya kenapa?".Balas lalu tanya gadis tersebut.
"Dan panggil aku Akame saja, jangan panggil senpai, ini bukan sekolahan".Lanjut gadis yang kita ketahui bernama Akame.
"Kebetulan, sebenarnya aku ingin bergabung dengan klub itu senp- maksudku Akame - san, hanya saja karena insiden tadi siang, niatku jadi terlupakan".Jelas Naruto sambil menghela nafas pelan.
"Senin, pulang sekolah langsung saja ke ruangan klub Kendo".Ucap Akame lalu meneguk sisa jus tersebut hingga habis.
"Kebetulan hari itu akan diadakan latih tanding".Lanjut Akame yang sudah menghabiskan minuman yang Naruto berikan.
"Wah benarkah?, arigatou Akame - san".Balas Naruto dengan wajah senang.
"Hmm ya, kalau begitu aku pamit dulu, arigatou atas minuman nya".Ucap Akame yang kemudian beranjak dari situ.
"A-aa matte Akame - san, biar aku antarkan, kebetulan aku bosan dirumah".Ucap Naruto saat melihat Akame yang berjalan kearah pintu.
"Hmm terserah".Balas Akame, lalu meneruskan jalan nya menuju pintu, kemudian membuka nya.
"Aku menunggu diluar".Lanjutnya sambil berjalan keluar appartement Naruto.
Naruto tidak menjawab, dia lebih memilih berjalan kekamarnya dan membawa dua jaket berbeda warna yang pertama berwarna putih yang kini Naruto pakai, yang kedua berwarna hitam yang dia bawa untuk Akame.
Setelah beres mengunci pintu, Narutp dapat melihat Akame yang menunggunya di depan appartementnya sambil menatap langit.
"Akame - san, ini untukmu, kau pasti kedinginan jika hanya menggunakan dress tersebut".Ucap Naruto seraya menyodorkan jaket hitam yang tadi Naruto ambil.
Akame terdiam untuk sesaat sambil memandang jaket yang Naruto sodorkan.
"Hm, Arigatou".Balas Akame sambil tersenyum tipis, kemudian mengambil jaket tersebut lalu memakainya.
"Ayo berangkat"
:::::Me No Noroi:::::
Naruto beberapa kali menggosokan sendiri tangan nya beberapa kali, entah kenapa malam ini terasa begitu dingin, melirik jam tangan nya yang kini menunjukan pukul 21:24 yang berarti dirinya menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mengantar Akame.
Memang dirinya dan Akame tidak langsung pulang, tapi ke pusat kota terlebih dahulu untuk sekedar jalan - jalan, makan nya jadi agak lama, dan kini Naruto sedang dalam perjalanan pulang menuju appartementnya, dengan bantuan GPS tentunya, karena dirinya belum hafal betul jalan menuju appartementnya, salahkan saja gang yang begitu banyak hingga membuatnya pusing tujuh keliling.
Saat melewati sebuah rumah kosong yang sudah lama terbengkalai, Naruto mendengar sebuah suara aneh dari dalam rumah tersebut, karena penasaran Naruto perlahan berjalan kearah rumah kosong tersebut.
"Halo?, apa disini ada orang?".Ucap Naruto dengan pelan sambil celingak - celinguk tidak jelas.
Haupp .. Gretek .. Gretekk ..
Naruto dapat dengan jelas mendengar suara seperti orang yang sedang memakan sesuatu yang bertulang.
Entah hanya perasaan Naruto saja atau memang benar, makin dekat Naruto dengan suara tersebut makin tercium bau anyir khas darah.
Glekk ..
Meneguk ludahnya susah payah, sebenarnya dirinya ingin cepat pergi dari sini tapi entah kenapa rasa penasaran nya membawa kakinya untuk masuk kedalam rumah kosong tersebut.
Naruto mematung ditempat, dengan mata membulat sempurna, kala melihat apa yang ada didalam rumah kosong tersebut lewat kaca jendela yang bolong.
Terlihat sesosok mahluk dengan tubuh setengah manusia setengah ular tengah mengunyah tangan seorang bocah laki - laki yang Naruto asumsikan sudah tewas karena bagian pinggang kebawah susah tidak ada, dan hanya menyisakan kubangan darah disitu.
"Hooekk !".Naruto memuntahkan isi perutnya melihat hal tersebut, jujur saja baru kali ini dia melihat pembunuhan seperti itu, dan juga mahluk aneh apa yang memakan bocah laki - laki tersebut.
Naruto terjengkang kebelakang saat melihat mahluk aneh tersebut kini berada didepan kaca bolong yang Naruto gunakan untuk mengintip, dan Naruto dapat melihat dengan jelas wajah mahluk itu, wajahnya mirip seorang gadis dengan rambut panjang hitam, namun tidak dengan lidahnya yang panjang dan bercabang dua dan matanya yang nampak seperti ular, dan jangan lupakan bagian pinggang kebawah yang menyerupai seekor ular.
"Khu khu khu, mangsa baru untuk hidangan penutup".Mahluk tersebut menyeringai lebar sambil menjulurkan lidahnya seperti ular.
Naruto merangkak mundur dengan perlahan, jangankan untuk berlari, untuk berdiri saja kakinya tidak sanggup, dari tadi kakinya tak henti - hentinya bergetar, baru kali ini Naruto merasakan perasaan takut yang amat sangat.
Naruto dapat melihat mahluk tersebut berjalan melata layaknya ular kearahnya, dengan mulut yang masih penuh akan noda darah, mahluk tersebut menyeringai kejam kala melihat Naruto yang sudah sangat terpojok.
Naruto yang melihat mahluk tersebut semakin mendekat tentu saja panik, mencoba bangun dan berlari tapi entah kenapa itu susah sekali dilakukan.
"Jika kau nanti berada di dalam keadaan yang sulit, kau harus bisa menenangkan dirimu, sesulit apapun situasi tersebut, tetap tenang, karena tenang adalah salah satu kunci sebuah kemenangan dalam pertarungan"
Entah kenapa disaat - saat seperti ini Naruto tiba - tiba teringat apa yang pernah dikatakan ayahnya pada saat mengajarinya dulu.
Naruto kemudian memejamkan matanya sesaat kemudian menarik dan membuang nafasnya pelan.
'Tenang, kau harus tenang Naruto'.Batin Naruto menyemangati dirinya sendiri.
Melirik ke kanan dan kekiri guna mencari sebuah benda yang bisa Naruto gunakan untuk bertahan hidup (?), Naruto menemukan sebuah pedang berkarat yang ujungnya sudah patah disebelah kirinya.
Mengambil pedang tersebut dengan hati - hati, meskipun hanya setengah tapi Naruto pikir ini cukup untuk bertahan.
Naruto berguling kesamping saat melihat sebuah ekor ular yang berniat menghantamnya.
Dhuuaarr ..
Tak disangka sama sekali oleh Naruto, ternyata sabetan ekor mahluk tersebut sangat kuat higga menimbulkan ledakan yang lumayan besar.
"Mahluk macam apa dia?, kekuatan nya tidak main - main".Naruto berguman pelan sambil menatap horror kepulan debu hasil hantaman ekor mahluk tersebut.
Dengan mata yang menyipit tajam kearah kepulan debu yang tadi dihasilkan oleh hantaman ekor mahluk tersebut, Naruto mengeratkan genggaman pada pedang berkarat yang dipegang nya, kemudian berjalan satu langkah untuk mendekati mahluk tersebut dengan pelan - pelan.
Matanya sedikit membulat kala dengan cepat mahluk tersebut muncul dari balik kepulan debu lalu mengarahkan kuku - kukunya yang tajam kearah Naruto.
Naruto dengan sekuat tenaga berusaha menghindar dengan cara melompat kesamping, namun nampaknya pergerakan mahluk tersebut lebih cepat daripada Naruto, sehingga pipi kiri Naruto tergores cakar mahluk tersebut cukup dalam hingga mengeluarkan darah yang cukup banyak.
"Shit !".Naruto mengumpat pelan sambil menyeka darah dari pipinya yang sayangnya tak berhenti keluar.
Sedangkan mahluk tersebut nampak menjilati kukunya yang terdapat noda darah Naruto tadi.
"Khu khu khu, ini sungguh lezat, kau harus jadi makanan ku malam ini manusia hahaha".Ucap mahluk tersebut sambil tertawa kesetanan setelah mencicipi darah Naruto yang ada dikukunya.
Sedangkan Naruto kini berhenti menyeka darah dipipinya, mengambil nafas lalu mengeluarkan nya beberapa kali, adrenaline Naruto benar - benar berpacu kali ini.
Melihat mahluk tersebut kembali melesat kearahnya, Naruto semakin menggenggam erat pedang berkarat yang saat ini digunakan nya.
'Ini satu - satunya kesempatanku'.Batin Naruto.
Naruto kemudian merubah kuda kudanya menjadi mirip seperti orang yang akan mencabut pedang dari sarungnya.
"Gyahaha mati kau manusia !".Ucap mahluk tersebut sambil mengayunkan tangan nya kearah leher Naruto.
"Ittoryu Iai : Shishi Sonson"
Srriingg ..
Gerakan mahluk tersebut tiba - tiba terhenti saat tinggal beberapa cm lagi tangan nya mencapai Naruto, mahluk tersebut tampak bingung karena tubuhnya seakan mati rasa, tak lama kemudian matanya membulat merasakan rasa sakit yang amat sangat di lehernya.
Bruukk ..
Tak lama kemudian kepala mahluk tersebut tiba - tiba terpisah dari tubuhnya dengan potongan yang sangat rapi, dan akhirnya tubuh mahluk tersebut pun mengurai menjadi partikel debu yang berterbangan.
Klontang ..
Naruto menjatuhkan pedang berkarat yang terdapat noda darah hasil tebasan pada leher mahluk tadi ditempatnya berdiri.
"Shit, aku pikir aku akan mati tadi".Umpat Naruto pelan sambil memegang pipi kirinya yang berdarah.
Menengok kearah kanan - kiri, kemudian Naruto berjalan menjauhi tempat tersebut.
"Aw, ini perih"
:::::Me No Noroi:::::
Skip Time ..
Naruto kini tengah duduk di sebuah bangku taman, dengan memakai kemeja putih dan juga celana panjang hitam, Naruto nampak seperti orang kantoran, dan jangan lupakan hansaplast yang menempel miring di pipi kiri Naruto.
Naruto juga membawa sebuah ransel warna hitam yang isinya buku pelajaran sekolahnya.
Sesuai janjinya kemarin dengan Kurumi, Naruto menunggu Kurumi di taman kota tepat jam 10 pagi, tapi sudah 10 menit berlalu, tidak ada tanda - tanda Kurumi sama sekali sehingga membuat Naruto mendesah pelan karena nya.
Pikiran Naruto kembali mengingat kejadian semalam, kejadian yang mempertaruhkan nyawanya, jujur Naruto sangat penasaran dengan mahluk setengah manusia setengah ular tersebut, kenapa tidak ada surat kabar yang memberitakan tentang mahluk tersebut, kenapa semua orang seakan tidak tahu dengan keberadaan mahluk tersebut, memikirkan itu semua membuatnya pusing, bahkan saat mengacak - ngacak ladang informasi alias internet dirinya sama sekali tidak menemukan artikel tentang jenis mahluk yang sama seperti semalam.
"Uzumaki - kun, gomen aku telat"
Naruto sedikit tersentak dari pikiran nya saat mendengar sebuah suara yang Naruto kenali.
Menengok keasal suara dan Naruto dapat melihat Kurumi yang nampak cantik menggunakan dress putih tanpa lengan.
"A-ah tidak apa - apa Kurumi - san".Balas Naruto sambil menggaruk tengkuknya gugup.
"Ne Uzumaki - kun, kau tahu sebenarnya aku berbohong tentang kerja kelompok kita".Ucap Kurumi dengan senyum polos.
Sedangkan Naruto hanya memandang Kurumi horror.
'Dia menipuku'.Batin Naruto sambil menghela nafas.
"Kau ingat ini, Naruto - kun?".Ucap Kurumi sambil menunjukan sebuah liontin berbentuk hati berwarna merah yang kini dipakainya.
Mata Naruto menyipit melihat liontin tersebut dengan seksama, tak lama kemudian matanya membulat seakan teringat sesuatu.
"I-itu kan ... T-tokisaki - chan?". Ucap Naruto sambil memandang kaget Kurumi.
Kurumi tersenyum senang saat Naruto mengingatnya.
"Kau mengingatku juga akhirnya, Baka".Ucap Kurumi sambil bersidekap dada.
"A-ahaha gomen, aku tidak tahu jika itu kau, namamu saja berbeda".Ucap Naruto setelah tersadar dari kekagetan nya, kemudian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Nama lengkapku itu Tokisaki Kurumi, kau saja yang waktu itu hanya mendengarkan nama margaku karena dipotong teriakan kakak angkatmu".Ucap Kurumi sambil cemberut yang membuat penampilan nya semakin imut.
Dan Narutopun hanya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal sebagai jawaban.
Tak lama kemudian mata Naruto membulat kaget saat Kurumi tiba - tiba menciumnya, dan jadilah mereka jadi tatapan semua orang disekitar taman tersebut.
Naruto sedikit meringis kala Kurumi menggigit bibir bawahnya hingga mengeluarkan sedikit darah.
"Itu sebagai hukuman karena kau tidak mengenaliku".Ucap Kurumi yang kini sudah melepaskan bibirnya pada bibir Naruto, dan menjilati sisa darah Naruto yang menempel di bibirnya dengan sensual.
'Dia sadis'.Batin Naruto sambil menatap horror Kurumi yang menjilati darahnya.
.
.
.
.
.
.
Skip Time ..
Naruto kini berjalan gontai setelah pulang dari taman, dirinya tidak menyangka jika Tokisaki itu adalah Kurumi, mengingat kembali apa yang terjadi saat dirinya pertama kali bertemu Kurumi, membuat Naruto memegangi lehernya sendiri.
"Ooyy Naruto"
Terdengar suara seseorang yang memanggil Naruto dari belakang.
Menengok, Naruto dapat melihat pria paruh baya dengan rambut nyeleneh, rambut warna hitam dengan rambut depan berwarna kuning.
"Azazel Ossan?".Naruto mengernyit bingung melihat Azazel yang menghampirinya dengan wajah sumringah.
"Ada apa Ossan?".Tanya Naruto bingung.
"Ayo ikut aku Naruto, biar aku jelaskan nanti setelah sampai disana".Ucap Azazel yang tanpa dosanya langsung menyeret Naruto agar mengikutinya.
"Hee ?!, matte Ossan !, Oi oi"
Namun teriakan Naruto nampak tak di hiraukan Azazel.
"Kita akan kemana sebenarnya Ossan?".Tanya kembali Naruto kepada Azazel.
Azazel tiba - tiba berhenti membuat Naruto yang diseretnya mengaduh kesakitan karena pemberhentian yang mendadak ini membuat kepalanya menubruk tanah.
"Kita akan .."
Azazel menggantung kalimatnya kemudian melirik kearah Naruto yang mengelus kepalanya sambil menatap Azazel heran.
Braattss ..
Muncul enam pasang sayap mirip gagak dibelakang Azazel, dan membuat Naruto jawdrop ditempat.
".. ke Grigori"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued ..
Ittoryu Iai : Shishi Sonson = Teknik Ittoryu (aliran satu pedang), melakukan serangan dan mengembalikan pedang kesarungnya dengan sangat cepat sehingga tak terlihat melepas pedang dari sarungnya.
A/N : Yo minna, banyak banget yang bilang Naruto pasti mati terus direinkarnasikan menjadi iblis oleh Rias/Sona, hadeh kalian semua ga liat ?, di warning tertulis jelas Human!Naru itu artinya di fic ini Naruto manusia tulen.
Dan buat yang penasaran Kurumi jenis mahluk apa saya udah kasih clue di chap ini, kalau masih ga bisa nebak keterlaluan V:, yang jelas Kurumi bukan Da - tenshi.
Dan buat Sacred Gear Naruto, memang sejenis mata :v, dan mungkin akan bangkit chap depan, untuk sekedar clue, Sacred Gear mata Naruto berasal dari power di anime Naruto, saya sudah memikirkan tahap - tahap buat Sacred Gear nya, dan juga buat Sacred Gear Naru mungkin akan ada Ultimate Balance Breaker nya :v, tapi itu masih jauh, akan terlalu OverPower kalo muncul di chap - chap awal.
Ini beberapa balasan Review buat chap pertama :
Senju - Nara Shira : rilis
lihat aja nanti
pair maybe Harem.
Arigatou saran nya
PredX : Kita lihat aja kedepan nya, maaf aja kalo fic ini beda ama yang lain, author suka yang ga mainstream muhahaha :v.
Billy : Tenang, Ootsutsuki Naruto ga bakal discontinue kalo ga putus ide sih :v
Zzz : Yap kurumi disini adalah Kurumi di Date A Live
Dan buat yang masih belum tahu arti judul fic ini, nih saya kasih tau, Me No Noroi itu artinya Mata Kutukan.
Tebak - tebak aja dulu apa Sacred Gear Naru nanti,
Oh iya, Author minta saran buat pedang Naruto buat kedepan nya, dua pedang, buat penampilan Naruto silahkan lihat di cover.
Note : Jangan Murasame karena Murasame akan di pake sama Akame, Oopss :v.
Dan buat masalah pair, kemungkinan besar bakalan Harem, atau mungkin juga jones dengan banyak yang suka karena Naruto disini polos dalam hal percintaan :v.
Oke sekian saja, sampai jumpa lagi ..
Ootsutsuki Al ..
Logout ..
