Quest

Q: thor apa Naruto yang bertugas sebagai penyegel Spirit menggantikan Shidou?

A: yah sudah terjawab di chapter ini kok.

Q: author kalau masalah pair bagaimana?

A: Oh, soal Pair masih dipikirkan, mengingat dalam fic begitu kental romance nya..

Q: Author Maksudnya Onee-chan, Onii-chan, atau pun Onii-san ,?

A: Onee-chan adalah panggilan khusus kakak perempuan dari adik kandungnya, lalu Onii-chan adalah panggilan abang bagi adik kandungnya sedangkan Onii-san adalah panggilan Abang yang bukan dari adik kandungnya atau bisa dibilang orang lain

Q: Author ini ceritanya Naruto jadi Female atau Male ?
A: Sudah jelas Naruto tetap pada gendernya, kecuali Shidou yang menjadi Shiori.

Teruslah beri saran dan kritik yang membangun karena Author juga manusia hehehehe


Previous Last Chapter

"Ap-apa ini, apa yang sebenarnya terjadi, ini..." gumam Naruto

Ia bergumam, kebingungan.

Tidak peduli metafora apapun yang kau gunakan, itu tidak akan menjadi sebuah lelucon.

Seakan-akan sebuah meteorit baru saja jatuh mendarat. tidak, lebih tepatnya, seakan-akan semua yang ada di permukaan tanah telah lenyap sepenuhnya.

Jalanan di hadapannya telah terkorek keluar menyerupai bentuk mangkok dangkal. Dan, di pinggiran jalan yang telah menjadi seperti sebuah kawah— dan sesuatu seperti bongkahan logam yang muncul ke permukaan.

"Apa... itu?" gumam Naruto

Karena pengaruh jarak, ia tidak bisa mengamati detail kecilnya tapi—ia melihat sesuatu yang menyerupai bentuk singgasana yang biasa diduduki raja dalam game-game RPG.

Namun, bukan itu yang penting.

Di sana ada gadis yang memakai gaun aneh, yang kelihatannya sedang berdiri di singgasana dengan kakinya di atas sandaran lengan.

"Gadis itu kenapa dia ada di tempat seperti itu?"

Ia hanya dapat melihat samar-samar, tapi ia dapat memastikan rambut hitam panjangnya dan rok yang memancarkan sinar misterius. Ia sepertinya tidak salah memastikannya sebagai seorang gadis.

Gadis itu sambil lalu mengamati lahan tersebut, lalu tiba-tiba berbalik menghadap Naruto.

"Un...?" ucap sosok Gadis itu

Dia menyadari keberadaan Naruto... Mungkin. Masih terlalu jauh jadi Naruto tidak bisa memastikannya.

Selagi Naruto ragu-ragu akan hal tersebut, gadis itu membuat gerakan lebih lanjut.

Dengan gerakan mengayun, dia terlihat mengambil pegangan yang terlihat dari balik singgasana, dan perlahan-lahan menariknya keluar.

Benda itu adalah—dengan bilah yang lebar, sebuah pedang besar.

Menyemburkan sinar bagaikan ilusi layaknya pelangi, atau layaknya bintang, sebuah pedang yang aneh.

Gadis itu mengayunkan pedangnya, dan jejak jalur yang dilaluinya meninggalkan sedikit berkas cahaya.

Dan kemudian—

"Eh...!?" ucap Naruto.

Gadis itu menghadap Naruto, dan disertai suara gemuruh, mengayunkan pedang itu secara horizontal. Dan mengarahkan Ayunan pedangnya menuju Arah Naruto dan hasilnya

Crasssshhhhhhhhhhhhhhhhhh...

Ayunan Pedang tersebut mengikuti jalur yang melewati tempat dimana kepala Naruto tadinya berada.

Tentu saja, itu bukan jarak yang secara fisik dapat dijangkau pedang tersebut.

Namun, hal tersebut benar-benar— hampir memotong kepala Naruto, jika ia tidak menghindar menggunakan Amonetetjikara miliknya

"...api itu, seranganya kenjutsunya—" gumam Naruto

Dengan mata terbuka lebar, Naruto membalikkan kepalanya ke belakang.

Rumah-rumah, pertokoan, pohon-pohon di sisi jalan, marka jalan dan semuanya yang ada di belakang Naruto dalam sekejap diratakan pada ketinggian yang sama.

Sedetik kemudian, bergema suara kehancuran bagaikan gemuruh guntur dari jauh.

"Hiiii kenjutsu nya mengerikan...!?" gumam Naruto

Hal tersebut telah berada di luar pemahaman Naruto. Dirinya belum melihat sebuah jurus Kenjutsu sedahsyat ini.

'Apa maksud semua ini?' pikir Naruto

Satu-satunya hal yang ia mengerti adalah jika saja ia tidak menggunakan Amonetetjikara miliknya, sekarang ini ia sudah senasib dengan pemandangan di belakangnya, terpotong rata.

"Ja-jangan bercanda...!" ucap Sosok gadis itu

Bagaikan menyeret tubuh yang seakan terpotong di pinggangnya, Naruto. Dengan cepat melompat jauh, sejauh mungkin,

'aku harus menghindari serangan kenjutsunya.! ' pikir Naruto

Akan tetapi.

"—Kau juga... ya" gumam sosok perempuan itu

"...!?"

Suara penuh kejemuan terdengar dari atas kepalanya.

Pandangannya, yang sesaat lebih lambat, mengikuti arah pikirannya.

Di depan matanya berdiri seorang gadis yang sampai sesaat yang lalu tidak ada di sana.

Benar, gadis yang sama dengan yang berdiri di tengah-tengah kawah barusan.

"Ah—"

Tanpa sengaja, Naruto bersuara.

Dia kira-kira seumur Naruto, atau mungkin sedikit lebih muda.

Dibalik rambut lavendernya yang mencapai lutut adalah wajah yang memiliki baik kecantikan dan wibawa.

Di tengahnya, sepasang mata yang memancarkan sinar misterius, hampir seperti kristal-kristal yang merefleksikan berbagai sinar berwarna ke segala arah.

Dia berpakaian aneh sekali. Menyerupai bentuk seperti gaun seorang putri, terbuat dengan material yang tidak jelas apakah dari kain atau logam. Tambah lagi, celah jahitan, bagian dalam, rok dan sebagainya, tersusun dari lapisan cahaya misterius yang tidak terlihat seperti materi fisik.

Dan di tangan itu, dia sedang memegang pedang besar yang panjangnya kira-kira menyamai tingginya sendiri.

Kejanggalan situasi tersebut.

Keanehan penampilannya...

Keunikan dari keberadaannya ...

Yang manapun dari hal-hal tersebut sudah cukup untuk menarik perhatian Naruto.

Tapi...

Ya, akan tetapi...

Yang mencuri pandangan Naruto tidak mengandung ketidak-murnian seperti hal-hal tersebut.

"—"

Seketika itu.

Rasa kewaspadaanya seketika telah ia lupakan, selagi matanya terpaku pada sang gadis.

Seluar-biasa itulah kiranya.

Gadis tersebut, sangat luar biasa... cantik.

"—Siapa..."

Terkesima, Naruto berbicara untuk pertama kalinya. meski kelancangan Naruto ini akan membuat suara dan matanya hancur, itu pikir Naruto.

Gadis itu perlahan mengalihkan pandangannya turun.

"... namamu?"

Suaranya, memuat pertanyaan tersebut dari lubuk hatinya, bergema di udara.

Namun.

"—Aku tidak punya hal semacam itu"

Dengan tatapan sedih, gadis itu menjawab.

"—"

'Tatapan itu, seolah-olah dirinya sangat merasa kesepian?, sebenarnya apa yang sedang terjadi dengannya?, apa dia sama sepertiku?' ucap batin Naruto yang penuh tanda tanya.

Setelah itulah. Mata Naruto dan sang gadis bertemu untuk pertama kalinya.

Pada saat bersamaan, sang gadis tanpa nama, dengan kemurungan yang sangat, sambil membuat ekspresi yang seakan ingin menangis, menarik pedangnya lagi dengan suara 'kachiri'.

"Tunggu, tunggu, tunggu!" pekik Naruto

Karena bunyi kecil tersebut, Naruto mumutuskan untuk berbicara lebih lanjut denganya. tapi gadis tersebut hanya melemparkan pandangan kebingungan pada Naruto.

"... apa?" gumam Naruto

"..." gadis itu tidak menjawab pertanya Naruto

"A-Apa yang kau rencanakan...!?" tanya Naruto

"Tentu saja membunuhmu secepatnya.!" Ucap Gadis itu sambil menatap tajam ke arah Naruto dan menodongkan pedang miliknya kearah Naruto.


Narutoo disclaimer Masashi Kishimoto

Date a Live/デート・ア・ライdisclaimer TachibanaKōshi

The Judgement

Summary: Kemenangan Naruto dalam perang Dunia Shinobi ke 4 harus dibayar mahal dengan kematian Hyuuga Hinata dan Uchiha Sasuke.akhirnya para bijuu memutuskan untuk memberi 50% cakra milik mereka dan mentransplantasi mata Sasuke kepada Naruto guna untuk mengirimnya kemasa lalu guna merubah takdir, akan tetapi dirinya malah terjebak di dimensi yang penuh dengan Spirit, dikarenakan akibat kegagalan perpindahan dimensi.

Bagaimanakah keputusan Naruto menghadapi semua yang dialaminya?

Char : Naruto , FemNaruto(Shiori), Tohka

Rated : M

Genre : Romance, Sci-fi, Hurt/Comfort

Warning : Ooc, Semi canon, tidak suka tidak usah dibaca

Maaf kalau ada kesamaan cerita dengan fic lainya atau kesalahan penulisan karena fic ini karena setiap manusia tak lepas dari kesalahan.

RnR please .. hehehehehe

Author note

Sandalphon : nama Tenshi atau Jutsu

[sandalphon] : Percakapan intercom

'Sandalphon' : percakapan batin

"Sandalphon": percakapan langsung

Sandalphon : istilah asing

Sandalphon: istilah asing


Arc One : Dead End Tohka

Chapter 2 : Her just like me

Naruto pov

Seketika aku tercekat mendengar perkataannya itu, kenapa dia berkata seperti itu, kenapa dia melemparkan pandangan menyedihkan itu dihadapanku, apa yang sebenarnya terjadi, tatapannya seperti aku waktu kecil, ketika aku dipandangi penuh kebencian oleh para penduduk desa Konoha, mereka menganggapku sebagai Monster atau jelmaan Kyubi no yokuo, apa gadis ini berpikiran seperti itu, aku tidak mengerti sama sekali, akan tetapi sorot matanya itu tetap menyiratkan sebuah kepedihan, sebuah rasa kesepian yang mendalam, sebuah pandangan yang haus akan kasih sayang, aku hanya berasumsi bahwa dia sama sepertiku.

"Ke-Kenapa...!" tanyaku

"Kenapa...? Bukannya sudah jelas?" jawab gadis itu

Dengan wajah yang penuh kejemuan, sang gadis melanjutkan.

"—Lagipula, bukannya kau datang untuk membunuhku juga?" tanya gadis itu

"Huh...?" pekik aku

Diberikan jawaban yang tak diduganya, mulutku terbuka lebar.

"... tidak mungkin aku akan melakukan itu." bantah aku

"—Apa?"

Gadis itu menatapku dengan campuran keterkejutan, kecurigaan, dan kebingungan.

Namun, sang gadis seketika itu menyipitkan mata dan berpaling dariku, menengadah ke arah langit.

Layaknya dipandu olehnya, aku juga berbalik melihat ke atas—

"Aapa yang sebenarnya terjadi...!?"

Matanya terbelalak lebih lebar dari sebelumnya, aku melihat hal aneh di angkasa.

Bagaimanapun juga, ada beberapa manusia yang berpakaian aneh sedang terbang di langit—dan tambah lagi, dari senjata-senjata di tangan mereka, sejumlah besar sesuatu yang mirip misil diluncurkan ke arahku dan sang gadis.

Suiiinngggggg...

Wusshhhhhhhhhhhhhhh...

Blaaaarrrrrrrr...Blaaaaaaaaarrrrrr...Blaaaaarrrrrrrrrrr...

"Kusoooo!"

Aku berteriak secara spontan. Karena melihat sebuah benda aneh meledak diantaraku pikirku ' apa ini, benda itu bisa mengeluarkan ledakan, apa ini sejenis kertas peledak di dimensi ini yah', akhirnya aku menghindar dari puluhan benda aneh itu menggunakan shunsin milikku.

'sepertinya aku harus lebih berhati-hati' pikirku

Namun—bahkan setelah beberapa detik telah berlalu, aku masih memegang kesadaranku.

"Hah... lagi-lagi?" gumamku melihat puluhan benda aneh mengarah kepada kami berdua.

Aku hanya mendesah dan bergumam singkat melihat benda aneh itu meluncur.

Misil yang diluncurkan dari angkasa melayang tanpa bergerak di udara beberapa meter di atas gadis tersebut, seperti sedang dipegangi oleh tangan-tangan tak terlihat.

Gadis itu dengan jengkel menghela nafas.

"... hal seperti ini sia-sia saja, kenapa mereka tidak pernah bisa belajar."

Seraya berkata, sang gadis mengangkat tangan yang tidak memegang pedang, dan mengepalkannya kuat-kuat.

Saat dirinya melakukan hal ini, misil yang tak terhitung jumlahnya remuk, seakan diremas dengan paksa, dan meledak di tempat mereka berada.

Bahkan jangkauan ledakkannya sangat kecil. Seakan seluruh daya hancurnya telah tersedot ke dalam.

Ia entah bagaimana dapat mengerti kekalutan yang dialami orang-orang yang melayang di langit tersebut.

Namun, mereka tidak menghentikan serangan mereka. Satu demi satu, misil-misil ditembakkan.

"—Hmpf"

Gadis itu mengeluh pelan lagi, memasang wajah yang seperti akan meneteskan air mata kapan saja.

Ekspresi wajah yang sama dengan pada saat dirinya mengarahkan pedang padaku sebelumnya.

"—"

Melihat ekspresi tersebut, Aku merasa jantungku berdebar bahkan lebih kuat daripada saat aku hampir kehilangan nyawanya tadi.

Benar-benar pemandangan yang sangat aneh.

Siapa gadis itu, aku benar-benar tidak tahu. Siapa orang-orang di langit itu, aku juga tidak tahu.

Akan tetapi, fakta bahwa gadis tersebut lebih kuat dari orang-orang yang melayang di udara itu, ia mengerti sejauh itu.

Karena itulah ia samar-samar memikirkan pertanyaan ini:

Dia adalah yang terkuat.

—Lalu kenapa dia memasang ekspresi seperti itu?

"... lenyap, lenyap. Semuanya dan segalanya... Lenyaplah...!"

Sambil mengatakan itu, dia menghunuskan pedang yang memancarkan sinar yang sama misteriusnya dengan matanya, ke langit.

Penuh keletihan, penuh kesedihan, penuh rasa kesepian dengan sembarangan dia mengayunkan pedang.

'lagi-lagi aku bisa melihat sorot mata nya yang penuh dengan rasa kesepian itu' pikirku

Untuk sesaat—angin berhembus.

"...w-wah...!" pekikku

Gelombang udara yang dahsyat menyerbu daerah tersebut, diiringi tebasan yang melayang menuju langit sesuai jejak ayunan pedang.

Orang-orang yang melayang di udara buru-buru menghindarinya, dan mundur dari posisi mereka.

Namun pada momen berikutnya, dari arah lain, sebuah sorotan cahaya laser dengan tenaga luar biasa ditembakkan ke arah sang gadis.

"...!"

Aku hanya refleks menutupi mataku, melihat sebuah sinar aneh yang menyilaukan mataku.

Seperti yang diduga, sinar laser tersebut seperti mengenai dinding tak terlihat di udara di atas sang gadis dan terhenti. Bagaikan kembang api menyala di langit malam, sinar tersebut tersebar ke seluruh arah, berkilau dengan indahnya.

Namun, sebagai kelanjutan dari sinar laser tersebut, sesuatu mendarat di belakangku. Aku pun hanya menghindar dengan cepat seraya menggunakan insting ninjaku yang mengatakan 'sinar itu cuku berbahaya, kau harus segera menghindar'.

Selang beberapa saat setelah sinar aneh itu muncul, aku mengedarkan pandanganku dilingkungan sekitarku.

"A-Apa yang sebenarnya terjadi..." gumam ku

Sejak beberapa saat yang lalu, Aku masih belum bisa mengerti semua yang sedang terjadi.

Aku merasa seperti sedang melihat lamunan yang buruk.

Akan tetapi—setelah melihat sosok yang baru saja mendarat, tubuhku menjadi kaku.

Sosok yang sedang memakai mesin, atau semacamnya.

Dari atas sampai bawah terlapisi body suit yang asing adalah seorang gadis.

Dia membawa mesin thruster besar di punggungnya, dan sebuah senjata dengan bentuk seperti tas golf di kedua tangannya.

Alasan mengapa tubuhku diam membeku adalah sederhana. Ia mengenali gadis itu.

"Tobiichi—Origami...?"

Aku hanya menggumamkan nama yang diberitahukan Tonomachi padaku pagi ini.

Gadis dengan penampilan mekanik yang terlalu berlebihan itu adalah teman sekelasnya, Tobiichi Origami.

Origami mendelik sekilas ke terhadapku

"Uzumaki Naruto...?"

Sebagai balasannya, dia memanggil nama lengkapku.

Meskipun dirinya terkejut, ekspresinya tidak berubah. Namun, hanya sedikit saja, suaranya mengandung nada kebingungan.

"... huh? ap-Apa-apaan pakaian itu—"

aku sebenarnya sadar kalau itu pertanyaan yang bodoh, tapi saat itu ia sudah terlanjur mengatakannya.

Kewalahan dengan semua yang telah terjadi, aku sudah tidak tahu apa yang harus dikhawatirkannya

Akan tetapi, Tobiichi langsung memalingkan pandangan dariku, menuju sang gadis bergaun.

Bagaimanapun juga,

"—Fmph"

Gadis tersebut mengayunkan pedangnya dengan cara yang sama seperti sebelumnya ke arah Origami.

Origami dengan cepat menyentak tanah, menghindari bidang dimana pedang tersebut diayunkan, dan mendekati gadis itu dengan kecepatan menakjubkan.

Dari ujung depan senjata di tangan Origami, muncul sebuah pedang yang terbuat dari cahaya.

Sasarannya adalah sang gadis, Origami mengayunkannya dengan seluruh kekuatan.

"—Ugh"

Gadis tersebut mengernyitkan alisnya sedikit, lalu menghentikan serangan tersebut dengan pedang di tangannya.

—Pada saat itu.

Dari titik di mana sang gadis dan Tobiichi bersilang pedang, terbentuk gelombang udara yang dahsyat.

Crashhhhhhh...Crasshhhhhhhhh...

Tiiinnngggggggg...Tinggggggg. Tinnggggggg...

Bunyi adu pedang diantara mereka benar-benar memekakkan kedua telingaku, belum lagi disaat bersamaan angin menari secara liar diantara mereka berdua.

"Wa-W-Waaaahhhhhhhh!?"

Dengan teriakan memilukan, ia membungkukkan tubuh dan entah bagaimana berhasil menahannya.

Origami ditangkis, lalu perlahan-lahan keduanya berpisah jarak dan saling melotot dengan senjata mereka yang teracu.

"..."

"..."

Menghimpit badanku di tengah-tengahnya, tatapan tajam dari si gadis misterius dan Origami saling bertemu.

Saat itu dapat dikatakan situasi yang kritis. Mereka sedang berada pada kondisi dimana pemicu sekecil apapun dapat membuat pertarungan tersebut dilanjutkan kembali.

"..."

aku di sisi lain merasa tidak tenang.

Dengan keringat yang terbentuk di dahiku, dan pikiranku untuk melarikan diri dari tempat ini, aku perlahan menyeret tubuhku secara horizontal di atas permukaan tanah.

Namun, pada momen tersebut, tiba-tiba handphone di dalam sakuku berbunyi dengan melodi cemerlang.

"—!"

"—!"

Dan hal tersebut menjadi pemicunya.

Sang gadis dan Origami menyentak tanah di saat hampir bersamaan, berbentrokan tepat di hadapanku.

"kau tidak akan bisa mengalahkanku" ucap gadis itu

Seketika tahta miliknya pecah berpencar menuju pedang miliknya itu

Sandalphon : Halvanhelev

Craaaaassssssssssssshhhhhhhhhhhhhhh...

'Kuso..., kenapa aku tiba-tiba merasa sudah kehabisan cakra, apa ini efek pengunaan Susanoo, atau ini mungkin karena selama ini aku jarang menjaga kualitas tingkatan cakraku, aku selama satu tahun ini jarang melakukan latihan fisik, ah aku tidak tahu, sebenarnya apa yang terjadi denganku. sial kalau begini aku benar-benar tidak bisa menghindar!' gumam batinku

Menghadapi tekanan angin yang terlalu kuat, aku tanpa ampun terlempar dan membentur dinding, akibat kejadian itu aku merasa secara perlahan mataku mulai menutup dan aku mulai kehilangan kesadaranku.

Selang beberapa saat tiba-tiba saja aku merasakan aura menenangkan disekitarku, aku melihat hanya Aura putih yang begitu damai, lalu aku pikir apa aku sudah mati, rasanya begitu menenangkan. Tempat ini mengingatkanku kepada tempat pertemuanku dengan Ibuku saat aku ingin menguasai cakra Kurama dahulu.

"Uzumaki Naruto" ucap sosok misterius itu

Aku terlonjak kaget mendengar suara misterius itu. Aku hanya memasang sikap kewaspadaanku dengan sosok misterius itu.

"tenang, Naruto aku kesini bukan untuk mencelakaimu, aku hanya berpesan padamu untuk menjaga hal yang berharga bagiku" ucap sosok itu

Setelah itu tiba-tiba cahaya tersebut mulai menelan seluruh tubuhku secara perlahan-lahan dan aku hanya menutup mataku karena aku benar-benar tak kuat melihat cahaya itu.

Naruto Pov end


Skip time

Fraxinus Plane

Tap...tap...tap...

Derap langkah kaki terdengar disekitar mereka berjalan. Kedua sosok itu terus berjalan melewati beberapa koridor dan lorong di pesawat induk itu, tujuannya yaitu menuju ruang kesehatan Fraxinus F-1450. Sesampainya diruangan yang ia tuju. Dia pun bergegas masuk kedalam ruangan itu.

"Entering the Secret Pasword" ucap suara mekanik tersebut

..tit...

Suara tekanan tombol pun berbunyi, sosok itu rupanya tengah memasukan Pasword miliknya

"Accepted pasword, Welcome Kotori Itsuka" ucap suara mekanik itu

Rupanya Kotori kini tengah melihat keadaan Uzumaki Naruto, teman karib Onee-chan nya itu, disamping juga berdiri petugas Analis Murasame Reine, gadis berambut abu-abu dengan mata sayu agak seperti kurang tidur tentunya, akan tetapi yah begitulah penampilannya

Naruto kini terbaring di ruang kesehatan milik pesawat induk Fraxinus, rupanya Naruto dibawa oleh pihak Ratatoskr. Dan dirawat disana.

"jadi Murasame-san, bagaimana keadaannya?" tanya Kotori

"seperti nya Ia hanya mengalami kelelahan fisik, selain itu ada sebuah kondisi aneh dimana luka disekitar tubuh mampu bergenarasi secara baik, bahkan dirinya tidak perlu diobati menggunakan obat-obatan dari pihak Ratatoskr" ujar Reine

"ini sangat membingungkan mengingat perkiraan awalku dirinya hanya manusia biasa, ini benar-benar keadaan yang begitu abnormal bagiku" ujar Kotori

"awal nya aku juga berpandang seperti itu akan tetapi melihat hasil laporan kesehatan miliknya, aku yakin dirinya bukan Manusia biasa" ucap Reine

"bagaimana anda bisa seyakin itu Murasame-san?" tanya selidik Kotori

"sebenarnya hal inilah yang akan aku tunjukan" ucap Reine sambil memberi data laporan kesehatan Uzumaki Naruto

Kotori melihat laporan itu, selang beberapa saat alisnya mulai mengernyit melihat fakta yang ia dapat.

"Binggo sepertinya kita sudah mendapatkan calon Ksatria kita bukan begitu Murasame-san?" ucap Kotori dengan nada Innocent

"yah aku setuju denganmu Komandan" ucap singkat Reine

'tampaknya semakin banyak hal yang menarik yang akan terjadi di masa yang akan datang, Uzumaki Naruto benar-benar orang yang penuh misteri ' pikir Kotori sambil melihat data-data mengenai Uzumaki Naruto


Skip time

Naruto POV

Gelap itulah hal pertama yang aku lihat. Ah iya, aku baru ingat, tadi aku terkena ledakkan dari hasil pertarungan antara Origami dan gadis misterius itu. Bagaimana keadaan Shiori-chan sekarang ya? Apakah Ia baik-baik saja? Semoga tidak terjadi apa-apa padanya.

Setelah memikirkannya kuputuskan untuk membuka kedua kelopak mataku. Hal pertama yang aku lihat saat pertama kali membuka mata adalah langit-langit putih dan bau obat-obatan yang tak terlalu menyengat. Kutolehkan kepalaku kesamping kanan. Tak ada apa-apa, hanya sebuah meja penuh dengan obat yang aku temukan.

Selanjutnya kutolehkan wajahku kekiri, rasa terkejut lansung menghampiriku. Sebab yang ada dihadapanku sekarang adalah seorang wanita dengan rambut perak yang diikat ponytail, memakai kacamata yang tersemat indah dihidungnya. Ia juga memakai semacam seragam berwarna coklat. Satu hal yang membuatku terkejut adalah ekspresinya yang datar dan kelopak mata bawahnya yang menhitam, memberikan kesan mengantuk padanya.

Awalnya aku mengira orang didepanku ini adalah hantu karena jujur saja aku takut pada hal-hal yang berbau mistis sepeti itu.

"Ternyata kau sudah sadar" katanya tiba-tiba dengan sebuah suara datar.

Menyadarkan diri dari keterkejutanku aku langsung melakukan hal logis yang setiap orang normal lakukan dalam keadaan seperti ini. Yaitu menanyakan dimana aku berada sekarang.

"Ano, siapa Anda? dan aku ingin bertanya dimana ini?" kataku sembari mendudukkan tubuhku diatas ranjang rumah sakit yang aku gunakan.

"Namaku Murasame Reine, aku adalah petugas penganalisa dari kru Franxinus, dan kau sekarang berada di kapal Induk Franxinus." Jawabnya tanpa merubah ekspresinya tadi.

'Franxinus? apa itu?' tanyaku dalam hati sembari mengingat-ingat apa ada rumah sakit yang bernama Franxinus? Seketika mataku terbuka dengan cepat ketika mengingat hal yang dikatakan orang disampingku ini. Akupun menolehkan wajahku kearah Reine-san dengan cepat

"Apa?! didalam kapal Induk?! Apa maksudmu?!" tanyaku dengan panic dan bertubi-tubi pada Reine-san.

"Untuk lebih lanjutnya lebih baik kita menemui komandan saja, Ia yang akan menjelaskan lebih lanjut kepadamu, berhubung kau sudah sadar juga."jawab Reine-san masih dengan ekspresi yang sama, datar.

Aku berjalan kearah depan bagian pesawat ini, melihat kekanan dan kiriku aku berfikir ini memang sebuah kapal. Sebab ketika aku melihat ke sebuah jendela, aku sangat terkejut, karena sekarang kami berada diketinggian yang cukup tinggi dari tanah.

"Komandan ada didepan sana." celetuknya tiba-tiba ketika kami sampai diruangan yang kutebak adalah ruang kendali pesawat.

Disini aku melihat banyak orang yang sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.

Mereka juga, memakai seragam yang sama dengan Reine-san, Melangkahkan kakiku maju, aku melihat lelaki berambut pirang pucat yang memakai seragam yang berbeda dengan yang lainnya,

orang itu maju kedepanku dan memperkenalkan dirinya padaku

"Perkenalkan namaku adalah Kannaduki Kyouhei wakil komandan disini, salam kenal." Katanya sambil tersenyum.

Aku menghela nafas, kukira orang ini adalah komandannya. Dengan tiba-tiba Ia menggerakkan tangannya seperti gerakkan seorang pelayan menunjukkan seseorang.

Akupun mengikuti gerakan tangan itu. Saat aku sampai pada objek yang ditunjukan, hanya satu hal yang terpikir olehku saat melihat sesuatu yang ia tunjukkan dari kursi kapten yang punggungnya sedang membelakangi mereka, terdengar suara memberengut, sementara kursi tersebut berputar balik.

Dan kemudian.

"TIDAK MUNGKIN!" pekik aku

Naruto Pov End

Normal Pov

dari kursi kapten yang punggungnya sedang membelakangi mereka, terdengar suara memberengut, sementara kursi tersebut berputar balik.

Dan kemudian.

"TIDAK MUNGKIN" teriak Naruto

"Aku menyambutmu. Selamat datang, di Ratatoskr."

Suara seseorang yang disebut 'komandan' tersebut terdengar terlalu menawan, dan disaat figur gadis muda yang memakai seragam militer merah menyala di bahunya terlihat jelas.

Rambutnya terikat 2 pita hitam besar. Dia memiliki perawakan yang kecil, mata bundar seperti biji ek, dan Chupa Chups di mulutnya.

Naruto membatu melihat sosok itu. Karena, bagaimanapun juga kau melihatnya—

"...kau!, bukannya kau adalah Kotori adik Shiori-chan!" pekik Naruto

Benar, tidak peduli jika kau mengamati wajahnya, atau suaranya, atau aura yang mengelilinginya, meskipun ada beberapa perbedaan, gadis itu tidak diragukan lagi adalah imouto Shiori yang manis, Itsuka Kotori.

"Hentikan teriakan mu itu Uzumaki Naruto, kau ini bisa-bisanya berteriak seperti kera, apa kau ini tidak diajari sopan santun heh" ucap Kotori dengan nada Komandan

Seketika perempatan urat nadi muncul dikepala Naruto, mukanya benar-benar memerah dalam arti penuh dengan emosi, dirinya berteriak karena melihat hal tak mungkin terjadi, bagaimana bisa adik dari sahabat karibnya ini adalah Komandan Fraxinus, 'dunia memang sebentar lagi akan kiamat' pikir Naruto

"Grrrrr, kalau kau bukan adik Shiori-chan, akan kujitak kepala kau pendek!" pekik Naruto

Sedangkan gadis yang dibicarakan oleh Naruto kini mukanya sudah memerah akibat menahan marah, Di dahinya juga bisa terlihat sebuah perempatan yang tercetak sangat jelas.

Tanpa aba-aba, gadis tadi langsung berlari kearah Naruto dan langsung melompat sambil mengarahkan kakinya untuk menendang perut Naruto.

BUAGH!

DEBUGGG!

Ohhhokk strike One!

Terdengarlah suara orang terjatuh atau tepatnya membentur dinding pesawat tersebut. Yah, orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Naruto yang dengan suksesnya sekarang sedang menempel di dinding dengan manisnya.

Sedangkan sang pelaku penganiayaan sekarang sedang tersenyum puas atas hasil kerjanya. Yah, siapa suruh Ia berani menghinanya Itsuka Kotori, Komandan termahsyur dan terhebat dari Fraxinus.

Sedangkan Kannaduki sekarang hanya tertawa dengan riangnya, rautnya menunjukkan kebahagiaan yang sangat besar. Bukan karena melihat Naruto yang sedang menempel di dinding akibat ulah Komandannya, tetapi karena Ia bisa melihat wajah sadis dari Komandannya itu, karena baginya wajah komandannya yang sedang dalam mode S nya itu adalah berkah paling nikmat di dunia.

Setelah beberapa saat menempel di dinding akhirnya Naruto bangkit dari keterpurukkannya, dengan geram Ia berjalan kearah pelaku penganiayaannya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Kotori.

"APA YANG KAU LAKUKAN!" tanyanya sambil berteriak pada Kotori. Sedangkan yang ditanya hanya mengalihkan pandangannya ke orang yang membentaknya dengan pandangan santai.

"Aku baru saja menendangmu, memangnya kenapa?" jawabnya dengan tanpa rasa bersalah sama sekali pada Naruto.

"TENTU SAJA ITU SAKIT! BAKA!" jawab Naruto masih dengan emosi yang meluap-luap.

"Itu adalah hukuman yang pantas bagimu karena telah berani menghina seorang KOMANDAN!" balas Kotori dengan penekanan di kata 'Komandan'.

"Grrrr!" geram Naruto sambil mengusap perutnya yang kesakitan.

Kotori hanya menghela nafas melihat tingkah konyol Naruto yang terkadang begitu menjengkelkan baginya, pada akhirnya dirinya sendiri harus memulai pembicaran dengan pemuda itu.

"hah, sepertinya kali ini terpaksa aku memulai pembicaraan denganmu" ujar Kotori

"Pembicaraan apa?" beo Naruto

"kau pasti bertanya-tanya bukan tentang semuanya yang terjadi pada hari ini?" tanya Kotori

"yah aku masih banyak pertanyaan yang muncul didalam benakku, bisakah kau menjelaskan siapa dirimu sebenarnya?, lalu mengapa aku disini?" tanya Naruto bertubi-tubi kepada Kotori

"Hah baiklah, aku Itsuka Kotori Komandan Fraxinus tentunya, dan kau tahu sendiri bukan aku juga adik dari Itsuka Shiori, lalu mengapa kau bisa sampai disini, karena aku memerintahkan awak Fraxinus untuk membawamu kesini dan merawatmu" ujar Kotori

"oh kalau begitu Arigatou sudah menolongku. lalu apakah kau bisa menjelaskan pristiwa yang terjadi hari ini, sejujurnya aku masih bingung dengan hal-hal tersebut, seperti seorang gadis misterius yang muncul setelah Spacequake, atau para pasukan aneh yang menembakan peledak ke arahku? tanya Naruto

Kotori kemudian menujukan Picture dilayar monitor didepanya kepada Naruto, dirinya menjelaskan bahwa wanita itu adalah Spirit.

"kau lihat gadis itu adalah Spirit adalah suatu bentuk kehidupan roh" ujar Kotori

Sedangkan Naruto tercekat mendengar perkataan 'Roh', seketika tenggorokan terasa tersumbat, lalu badannya mulai gemetar tak karuan, dapat dilihat kulit tan miliknya pun mulai memutih mendengar kata Roh.

"Tunggu, apa yang kau maksud dengan Spirit? Apa itu sepirit hantu? Seperti Arwah dari orang-orang yang mati penasaran." Tanya Naruto sambil tubuhnya bergidik ngeri. Pasalnya jika itu benar adalah hantu, berarti selama ini dia selalu bermimpi bertemu hantu, dan ada kemungkinan Ia sedang digentayangi. 'Oh tuhan, apa salahku padamu hingga kau memberiku siksaan seperti ini?' pikirnya dalam hati sambil menangis mengalir deras di pipinya.

Kotori hanya terkekeh mendengar pertanyaan konyol Naruto, dapat diperkirakan bahwa Naruto sebenarnya takut hantu

"Hoi, ini tidak lucu hah!, aku serius apa mereka termasuk hantu?" tanya kembali Naruto

"khehehehehe, tak kusangka ada juga seorang pemuda 17 tahun takut hantu eh, seperti bocah saja" ejek Kotori

"Hei, kau tidak tahu saja, kalau setiap malam aku terkadang dihantui oleh para arwah penasaran itu!, aku lebih baik menghabisi para penjahat dibandingkan berhadapan dengan mereka Hiiiiii menyeramkan ttebayou" ujar Naruto

Kotori yang melihat itu hanya tersenyum tipis, tapi tulus. "Bukan, bukan spirit seperti itu yang aku maksud." Ucapnya menenangkan sambil Naruto.

Sedangkan Naruto yang mendengar itu menghela nafas lega. "Syukurlah." ucapnya lega, sedangkan Kotori yang melihat itu kembali tersenyum tipis dan melanjutkan kembali penjelasannya.

"baiklah sekali akan kujelaskan bahwa Spirit adalah suatu bentuk kehidupan,atau lebih tepatnya sesosok manusia yang berbentuk layaknya gadis manusia biasa. Tidak ada yang tahu darimana mereka berasal ataupun apa alasan mereka berada didunia ini. Mereka juga diberkahi dengan kekuatan yang sangat besar dan salah satunya adalah memunculkan suatu distorsi ruang yang bisa menyebabkan gempa yang dapat membuat kerusakan yang cukup parah. Fenomena tersebut sering kita sebut sebagai 'Spacequake'." Ucap panjang lebar Kotori kepada Naruto

"jadi begitu, para Spirit itu lah yang menyebabkan Spacequake, aku mengerti sekarang, lalu gadis itu termasuk spirit rupanya" ucap Naruto sambil memangut-mangutkan dagunya

"yah dia termasuk salah satu Spirit dengan tingkatan Rank AAA+, dia dikenal dengan codename Princess" jelas Kotori

"Soukka, aku paham sekarang" ujar Naruto

"bagus kalau begitu selain itu aku juga akan menjelaskan ini " ucap Kotori sambil menunjukan gambar para pasukan yang dihadapi Naruto dan gadis misterius itu pada beberapa saat lalu.

"Ini adalah pasukan displin bela diri Angkatan darat Jepang, yang kita bisa sebut juga dengan Anti Spirit Team (AST), Tim khusus berisikan orang-orang terlatih yang bertugas untuk bertempur melawan spirit demi menjaga ketentraman." Ujar Kotori

"jadi bisa dibilang merekalah yang menumpas keberadaan spirit?" tanya Naruto

"yah, bisa dibilang itu salah satu tujuan mereka" ucap Kotori

"apa tidak ada cara lain selain bertempur melawan mereka, aku pikir kekerasan bukan jalan yang terbaik, mengingat kekerasan juga akan selalu menimbulkan korban dan penderitaan bukan?" tanya Naruto kembali

"tak kusangka dibalik otak baka mu itu, bisa memikirkan hal seperti itu" ucap Kotori dengan nada sarkatis

"Hei siapa yang kau bilang baka!, ah sudahlah bisakah kau jawab pertanyaanku tadi" pekik Naruto

"Hah baguslah kalau kau merespon dengan cepat, sebenarnya selain menumpas mereka dengan cara kekerasan masih ada cara lain untuk mengamankan Dunia ini dari amukan para Spirit, yaitu dengan cara membuat mereka jatuh cinta kepadamu" ujar Kotori

"heh apa maksud perkataanmu 'dengan membuat jatuh cinta kepadamu' ?" tanya Naruto

"baiklah akan kujelaskan apa yang aku maksud" ujar Kotori

Kotori pun menjelaskan tahap demi tahap yang dilakukan untuk membuat spirit jatuh cinta. Mulai dari mengambil sebuah kepercayaan mereka terhadapmu hingga cara penyegelan kekuatan Spirit yang tentunya agak tak senonoh yaitu berciuman

"heee, kau serius Kotori!?" pekik Naruto

"aku serius baka, memang inilah cara yang terbaik buat menyegel Spirit!" bentak Kotori

"Heh, aku tak menyangka kalau cara kedua lebih tak masuk akal" ujar Naruto

"hah, sudahlah walau tak masuk akal tapi itu cara terbaik. selain itu ada dua hal yang aku ingin tanyakan kepadamu Naruto?" tanya Kotori

"Are, apa yang ingin kau tanyakan?" ucap Naruto

"tapi aku tidak akan berbicara disini, ikut aku keruang pribadi ku , kita akan berbicara empat mata" ucap Kotori

"hah baiklah kalau itu yang kamu mau Kotori" ujar Naruto nada malas.


Skip time

...tap

Naruto dan Kotori kini berjalan menuju ruangan Komandan Fraxinus, Naruto berpikir ada dengan Kotori sampai-sampai dirinya harus berbicara 4 mata dengannya, itulah yang dipikirkan Naruto

Di ruangan Komandan Fraxinus

Kini Naruto memasuki sebuah ruangan dengan desain minimalis, begitu tertata rapi lengkap dengan peralatan super canggih menurutnya, sesaat Naruto begitu menganggumi desain ruang kerja milik Komanda Fraxinus itu. Setelah itu Kotori pun langsung mempersilahkan Naruto duduk di sofa khusus tamu.

"wah, ruangan yang bagus Kotori" puji Naruto

"terima kasih atas pujiannya, jadi tanpa basa-basi lagi aku ingin bertanya padamu?" tanya Kotori

"kau ingin bertanya apa?" tanya Naruto kembali

"pertama aku ingin bertanya sebenarnya siapa dirimu yang sebenarnya?" tanya Kotori

"Hoi, apa maksudmu, kau kan sudah tahu aku ini Uzumaki Naruto, Asli dan Orisinil, yang pasti aku ini Manusia bukan hewan" ujar Naruto dengan nada sarkatis

"bukan itu maksudku baka!, yang aku maksud siapa dirimu sebenarnya, menurut data-data yang kuperoleh dari Laboratorium milik Ratatoskr, bahwa kau itu mempunyai kekuatan beregenarasi dengan cepat, aku pikir itu adalah keadaan abnormal bagi manusia, jadi tolong jelaskan siapa dirimu sebenarnya?" tanya kembali Kotori

DEGGGGGG

'Sial, apa dia sudah tahu dengan identitasku, jangan-jangan dia memeriksa keadaan tubuhku disaat aku pingsan tadi' ucap batin Naruto

Naruto mulai membatu mendengar pertanyaan Kotori, dirinya memang sudah tak bisa berkelit lagi mengingat kotori punya bukti bahwa dia bukanlah manusia yang normal tentunya

"Jadi Uzumaki Naruto, apakah kau ini bukan berasal dari dimensi ini, mengingat manusia disini yang aku jumpai tidak pernah memiliki sebuah kekuatan yang besar yang terkandung didalam tubuhnya" ucap Kotori

Binggo

Perkataan Kotori begitu tepat merujuk siapa sebenarnya Naruto itu, pada akhirnya Naruto hany bisa pasrah dan terpaksa memberitahu jati dirinya, dirinya tidak ingin jika Kotori terus melakukan penyeledikan terhadapnya, bisa-bisa dirinya akan dicurigai sebagai eksistensi yang mengancam bagi manusia di dimensi ini. bayangkan saja kekuatan Naruto juga sudah seperti Roh, selama ini dirinya hanya menyembunyikan jati dirinya. Naruto akhirnya berpikir untuk memberitahukan jati dirinya asalkan mereka semua bisa menjaga rahasianya.

"Hah, apa boleh buat, aku benar-benar kagum dengan Otak cerdasmu Kotori" ucap Naruto

"jadi? Apa kau bisa menjelaskan siapa dirimu sebenarnya?, Naruto-san?, tenang saja kau bisa menjelaskan semuanya kepaku, lagi pula ruangan ini Anti penyadapan dan aku sudah mematikan seluruh sistem Cctv diruangan ini" ujar Kotori

"baiklah, ucapan mu tadi mengenai aku berasal dari dimensi lain itu adalah suatu kebenaran yang tak terbantahkan" ujar Naruto

Sontak Kotori terlonjak kaget dengan pernyataan Naruto bahwa dirinya bukan berasal dari Dunia ini. dia sangat kaget mengingat secanggih-canggihnya peralatan teknologi Manusia, belum ada yang bisa melakukan perjalan Dimensi tentunya. Kotori pun berpikir 'apa Naruto-san dari masa Depan'

Seakan-akan mengetahui arah pikiran Kotori , Naruto kemudian memberi penjelasan selanjutnya.

"kalau kamu berpikir aku dari masa depan, kamu salah. Aku bukan berasal dari masa depan, lebih tepatnya aku berasal dari sebuah Dimensi yang dimana ada manusia disebut Shinobi" ujar Naruto

"apa maksud dengan yang Namanya Shinobi Naruto?" tanya kembali Kotori

"Shinobi adalah Manusia yang mempunyai kemampuan berupa Cakra, Cakra itu sendiri adalah perpaduan antara Energi Spritual dan juga Energi fisik, Cakra digunakan para Shinobi untuk melindungi dirinya dan juga yang berharga baginya" ujar Naruto

"oh Soukka, jadi karena itu kamu bisa melakukan kemampuan itu, aku paham sekarang, kalau begitu, aku ingin tahu bagaimana caramu bisa sampai disini Naruto?" tanya Kotori

"aku menggunakan kemampuan Jikukan Ninjutsu dari Dojutsu milikku untuk perpindahan Dimensi ruang dan waktu" jelas Naruto

"Hmm, lalu apa yang kamu maksud dari Jikukkan Ninjutsu dan Dojutsu ?" tanya kembali Kotori

'hah, sepertinya ini akan menjadi hari yang panjang' pikir Naruto menanggapi pertanyaan yang tiada habisnya dari Kotori

"Dojutsu adalah teknik kemampuan mata yang dimiliki oleh garis keturunan tertentu, lalu Jikukkan Ninjutsu adalah teknik perpindahan Dimensi ruang dan waktu" ucap Naruto

"Hemm, ettoo bisakah Naruto-san menujukan apa itu Dojutsu, aku masih belum mengerti tentang hal itu?" tanya Kotori

"Hmm baiklah" ucap Naruto

Dengan sekejap Mata Naruto kemudian berubah, Kotori pun kembali tercekat melihat perubahan dari mata milik Naruto, Mata kiri Naruto berubah menjadi pola Riak air dengan enam tomoe, sedangkan pada bagian pupil mata kanan nya berubah menjadi pola hexagonal merah disertai pola trigonal hitam ditengahnya.

"mata kiri ku adalah Rinnegan Choku Tomoe, kemampuanya mampu melakukan 6 jalan Sixpath, mengeluarkan Api hitam, serta bisa membuat sebuah teknik ilusi, dan bisa membuat portal dimensi. didunia ku mata ini bisa disebut dengan mata Dewa"

'Mata Dewa, benar-benar mengerikan' pikir Kotori

"jadi bisa tunjukan cara kerjanya Naruto?" tanya Kotori

"Hmm, baiklah" ucap Naruto

Banshō Ten'in

Wusssshhhhhhhhhhhhhhh

Sebuah buku yang berada di sebuah meja kerja Kotori diseberang Naruto pun, dengan sekejap melayang kearah tangan Naruto.

Kotori kembali berdecak kagum dengan kemampuan Naruto, dia berpikir ini adalah hal yang Abnormal bagi manusia.

"jadi begitu, seperti gaya tarik sebuah Magnet rupanya, aku kagum dengan kekuatannya" ujar Kotori

"terima kasih atas pujiannya" ucap singkat Naruto

"lalu bagaimana dengan mata kananmu?" tanya Kotori

"ini adalah Ethernal Mangekyou Sharingan, kemampuannya bisa melihat serangan 3 detik lebih cepat, membaca seluruh pergerakan musuh, memperkirakan arah serangan lawan, memanipulasi api hitam, memanipulasi teknik ilusi, dan juga membentuk pertahanan Absolute seperti Susanoo." Ujar Naruto

"hmm aku paham, tetapi maksud dari Susanoo itu apa? Bisakah kamu perlihatkan kepada kami?" tanya Kotori

"hah baiklah, walau agak merepotkan" ujar Naruto

Dengan sekejap terbentuklah sosok astral tengkorak berwarna ungu disekitar Naruto,Kotori bergidik ngeri melihat bentuknya, dan mereka betul-betul merasakan Aura killing intens dari sosok yang disebut Susanoo itu.

"ini adalah wujud awal Susanoo milikku, kalau wujud Perfectnya sih kira berbentuk seperti sosok Siluman Tengu dengan tinggi sekitar 200 meter dan dilengkapi armor zirah perang zaman edo" ujar Naruto

Kotori benar-benar kaget mendengar penuturan dari Naruto, jadi selama ini sosok yang tak dikenal yang terlihat dipusat Spacequake itu adalah sosok Perfect Susanoo milik Naruto, satu kata dalam benaknya 'mengerikan'.

"jadi sosok ini adalah Perfect Susanoo milik Naruto?" tanya Kotori sambil memperlihatkan gambar Perfect Susanoo milik Naruto yang tertangkap kamera Cctv itu.

"yah itu memang rupanya" ujar Naruto sambil menonaktifkan kedua Dojutsu matanya.

"Soukka, aku mengerti lalu sebenarnya tujuanmu datang kesini untuk apa Naruto?" tanya Kotori

"Aku datang kesini akibat kegagalan jurus perpindahan dimensi ruang dan waktu milikku, sebenarnya aku hanya bertujuan untuk pergi ke masa lalu akan tetapi aku malah terdampar disini" ujar Naruto

"Pergi ke masa lalu, memang untuk apa Naruto?" tanya Kotori

"kalau untuk hal itu, aku belum bisa menceritakannya kepada kalian semua, karena itu menyangkut hal pribadi" ujar Naruto

"soukka, aku paham" ujar Kotori

"satu hal yang ingin aku pinta kepadamu, berjanjilah untuk merahasiakan semua ini, karena tentunya hal ini akan mengancam keberadaanku dan juga orang-orang terdekatku jika pihak lain tahu hal ini" ucap Naruto

"baiklah aku paham, aku akan merahasiakan semua ini Naruto, lagi pula ini juga demi kebaikan kita bersama" ujar Kotori

"bagus kalau kau paham Kotori, lalu apa ada hal yang ingin kau tanyakan lagi?" tanya Naruto

"aku sebenarnya ingin mengajukan permintaan kepadamu Naruto, aku ingin kau menjadi Orang menyegel kekuatan Spirit" ujar Kotori

Naruto benar-benar kaget mendengar permintaan Kotori itu.

"Hei, kau bercanda bukan, kau memintaku untuk melakukan hal itu, apa kau gila?" tanya Naruto

"Tidak!, aku serius Naruto, aku yakin hanya kaulah yang bisa melakukan itu, walau terdengar gila, akan tetapi pikirkanlah nasib para Spirit itu Naruto, kau sendiri bilang kalau kekerasan bukanlah jalan yang terbaik bukan" ujar Kotori

Naruto masih membatu mendengar perkataan Kotori, dirinya merasa apa ia bisa melakukan hal itu, itu yang sekarang menjadi keraguan dibenaknya.

"kau tahu walau mereka juga Roh, mereka juga memiliki perasaan bukan, bayangkan saja jika AST terus menumpas dan membunuh para Spirit itu, tentunya hal itu akan membuat korban semakin banyak berjatuhan dikedua belah pihak. Kau tahu inilah jalan satu-satunya agar kedua pihak bisa terselamatkan" ujar Kotori

Naruto kini paham situasi yang dialami antara Spirit dan para manusia, rasa kepercayaan itulah yang menghilang diantara kedua belah pihak, dirinya juga paham apa yang dikatakan gadis misterius itu 'Lagipula, bukannya kau datang untuk membunuhku juga?'. Kini dia berasumsi bahwa tak ada bedanya antara ia dengan Spirit, layaknya dianggap Monster, mereka juga dijauhi dan diburu, persis seperti yang ia alami pada waktu kecil dahulu. Pada akhirnya Naruto pun membuang segala ego dalam dirinya. Dan akhirnya membuat keputusan untuk menolong para Spirit itu.

"Baiklah aku paham, aku akan membantumu Kotori" ucap Naruto dengan nada tegas

"baiklah, tapi aku ingin tahu Apa alasanmu?" ucap kotori sambil menatap mata Naruto, mencoba mencari apakah ada kebohongan di matanya ketika menjawab pertanyaan ini.

"Aku, tidak ingin melihat tatapan itu lagi, tatapan sebelum Ia melihatku. Aku bisa merasakannya, rasa sakit yang begitu dalam karena kesepian dan kesendirian." Jawab Naruto jujur sambil menatap mata Kotori.

Kotori yang tidak melihat kebohongan dari kata-kata itu hanya tersenyum. Ia senang pada akhirnya dirinya menemukan sosok yang tepat.

"baiklah Uzumaki Naruto selamat datang di Ratatoskr" ucap Kotori sambil menujukan senyum manisnya.


Skip time

Fraxinus Plane

Menurut informasi yang diberikan Kotori, kini Shiori sedang dirawat di ruang kesehatan fraxinus, lukanya memang tidak terlalu parah, akan tetapi dirinya juga membutuhkan perawatan kesehatan tentunya, Naruto pun datang membesuk keadaan Shiori.

"Untunglah kau tidak apa-apa Shiori-chan" ujar Naruto sambil mengepalkan tangannya bersama telapak tangan Shiori

Selang beberapa saat mata Shiori pun mulai terbuka secara perlahan-lahan.

Shiori kini mendapati dirinya sedang berada disebuah ruangan yang berbau obat medis, setelah terlihat cukup jelas, dirinya kaget melihat Naruto sedang membesuk dirinya.

"Ughhhhhhhh, dimana aku Naru? " tanya Shiori

"syukurlah kamu sudah sadar, sebaiknya aku panggil Kotori dulu, tunggu sebentar oke" ujar Naruto

Naruto kemudian melangkahkan kakinya untuk menemui Kotori, selang beberapa saat mereka berdua pun tiba diruang perawatan Shiori. dengan sekejap Kotori langsung memeluk kakak tersayangnya itu.

"Ughhh. Kotori" gumam Shiori sambil membalas pelukan adiknya itu.

"Hiks.. Onee-chan Baka!, kenapa Onee-chan malah berkeliaran diluar selagi terjadi Spacequake hah!" pekik Kotori sambil terisak tangis

"Hei, apa maksudmu Kotori, bukannya menurut lokasi GPS, kamu berada disana, kamu gak tahu apa Onee-chan begitu Khawatir terhadapmu tahu" bantah Shiori

"gomenne Onee-chan, aku akan menjelaskan semuanya kenapa di lokasi GPS aku tepat berada direstoran itu" ujar Kotori

Kotori pun bercerita kepada Shiori bahwa sebenarnya dirinya berada diatas 15000 kaki tepatnya berada diatas restoran yang dijanjikan, dirinya pun juga menceritakan siapa sebenarnya dan sedang dimana dirinya berada saat Spacequake terjadi.

"jadi begitu Onee-chan, maaf telah membuatmu Khawatir" ujar Kotori

"aku tidak tahu ternyata Imoutoku ini seorang Komandan heh, jadi selama ini kamu bolos sekolah yah?" tanya Shiori

"Ehehehehe, sebenarnya pihak Ratatoskr sudah memberikan penjelasan kepada sekolahku, jadi selama aku bekerja aku tetap bisa belajar kok melalui privat hehehehe" ujar Kotori

"yah sudah Onee-chan tetap mendukungmu kok, asal jangan lupa belajar yah" ucap Shiori sambil mengelus pucuk kepala adiknya itu.

Kotori hanya tersenyum manis mendapat perlakuan dari kakak tersayangnya itu, sedangkan Naruto hanya tersenyum kecil melihat interaksi dari kedua Itsuka bersaudara itu. Pada akhirnya Kotori pun berpamitan kepada Shiori dan Naruto karena dirinya masih ada urusan kerja yang begitu padat tentunya. Kini tinggalah Naruto dan Shiori diruangan itu.

"Nee, Naru sebenarnya aku ingin bertanya kepadamu? Apa boleh?" tanya Shiori

"hmm kamu ingin bertanya apa Shiori-chan?" tanya Naruto

"begini Naru, sebenarnya pada saat terjadi Spacequake beberapa waktu lalu, apa kamu yang datang menyelamatkanku?" tanya Shiori

Pada akhirnya Naruto pun memutuskan untuk bercerita kepada Shiori, menurutnya Shiori salah satu orang bisa dipercaya, Naruto pun mulai bercerita dari waktu penyelamatan Shiori, bertemu dengan Spirit, dan juga memberitahu siapa dirinya yang sebenarnya, awalnya sih Shiori benar-benar terkejut kalau Naruto bukan berasal dari Dunia ini, akan tetapi dirinya masih percaya bahwa Naruto tetap salah satu sahabat yang ia percaya dan juga ia cintai tentunya. Naruto juga menjelaskan sedetil mungkin tentang Kekuatan miliknya, Alasan ia kenapa bisa sampai disini, dan keputusan untuk menyelamatkan Para Spirit. Tak lupa Naruto juga meminta kepada Shiori untuk merahasiakan semua ini.

Lalu pada awalnya Shiori merasa kecewa kalau Naruto harus membuat jatuh cinta para Spirit yang tentu rata-rata dari mereka adalah sesosok gadis, akan tetapi setelah mendengar alasan Naruto yang sebenarnya sejenak ia menyingkirkan rasa ego miliknya.

"Nee, Shiori-chan apa yang aku lakukan ini benar yah? Atau mungkin saja ini salah?" tanya Naruto

"aku tidak tahu persis apakah itu benar atau salah, dari cerita Naru aku tahu para Spiritlah yang menyebabkan Spacequake, akan tetapi aku yakin kok sebenarnya para Spirit juga masih menyimpan sisi kebaikan sama seperti manusia juga. Lalu mengenai niat Naru seperti itu, jika memang Naru tulus menolong mereka, aku rasa itu semua ada benarnya kok." ujar Shiori

"Benarkah, aku mengerti sekarang, Arigatou sudah memberikan pendapatmu Shiori-chan" ujar Naruto

"Ah yah, sama-sama Naru" ujar Shiori dengan gagap dan dilengkapi semburat merah tentunya

"lalu Shiori-chan, kamukan sudah mengetahui jati diriku, apa kamu nanti akan menjauhiku?" ucap Naruto dengan nada sendu

"Tentu tidak Naru!, aku gak akan pernah menjauhimu kok, itukan jatidiri kamu yang sebenarnya, malah aku kagum loh, Naru udah kayak pahlawan super bagiku, punya kekuatan luar biasa " ujar Shiori dengan penuh rasa kekaguman.

"Ah benarkah, aku kira kamu akan menjauhi ku hehehehehe" ujar Naruto sambil cengengesan

"Tidak, apapun yang Naru lakukan, aku percaya kok semuanya demi kebaikan, karena itu aku akan selalu mendukungmu Naru" ujar Shiori

Naruto pun menggenggam tangan Shiori, dirinya benar-benar tak habis pikir dengan Shiori, Shiori benar-benar layaknya seperti Hinata, dia selalu memberikan sebuah sudut pandang berbeda ketika orang-orang hanya memandang dalam satu sisi.

"Arigatou Shiori-chan, kamu benar-benar tipe orang yang kusukai" ujar Naruto

"Eh" gumam Shiori membatu mendengar pernyataan Naruto, tentunya hal ini membuat jantungnya gugup bukan main, wajah kini mulai memerah setelah mendengar pernyataan Naruto.

'Kami-sama, Naru bilang aku salah satu tipe orang yang ia sukai, apakah ini mimpi' jerit batin Shiori

Akan tetapi justru Naruto malah merasa was-was melihat keadaan Shiori yang wajahnya mulai memerah itu, Naruto-Naruto benar-benar dirinya memang pria yang tidak peka dengan situasi sekitarnya

"hei Shiori-chan, apa kamu sakit, kenapa wajahmu memerah lagi?" tanya polos Naruto

Shiori pun kembali tersadar dari lamunanya itu.

"Eh, anu... ettto.. aku ba..baik saja... kok" ucap Shiori gugup sambil memainkan jarinya

Naruto hanya tersenyum kecil melihat tingkah Shiori itu, kali ini dirinya melihat Hinata kedua dalam diri Shiori, benar-benar menggemaskan baginya.

"yah sudah, lebih baik kamu istirahat yah, soalnya kamu belum pulih betul. Selain itu aku akan pergi tidur juga." ucap Naruto sambil membenarkan selimut milik Shiori

"Oyasumi Shiori-chan" ucap Naruto

"Oyasumi Naru" ujar Shiori

Naruto lalu meninggalkan ruangan perawatan Shiori, tampaknya kini dia juga harus menginap dipesawat Fraxinus mengingat hari mulai larut malam tentunya.

To be Continued...


Yosh akhirnya selesai juga Chapter 2 . awal dari sebuah kisah Naruto dalam menentukan nasibnya dan yang berharga baginya , jadi ikuti terus cerita ini jika anda penasaran. maaf yah mungkin terlalu pendek , typo . dan banyak kekurangan lainya.

Silahkan RnR Minnaa...