Flop!

Harry berhasil membalikkan pancake dengan sempurna. Dia menoleh pada Hermione dan Teddy sambil tersenyum bangga. Teddy bertepuk tangan senang melihat Ayah Baptisnya melempar pancake dan membuatnya mendarat kembali. Hermione tersenyum kecil seraya kembali menyibukkan dirinya menata meja makan dan menyimpan barang-barang belanjaan mereka di rak-rak dapur.

Harry menata tumpukan pancake di piring dan meletakkannya di meja makan. Pemuda itu mengambil piring Teddy dan memotong-motong pancake itu menjadi lebih kecil supaya Teddy tidak tersedak. Dia menyiramkan sirup blueberry diatas pancake Teddy sebelum anak laki-laki itu menikmati pancakenya.

" Wow, Mione, kurasa Teddy sangat menyukai resep pancakemu" kata Harry, kagum ketika melihat Teddy dengan antusias mengunyah pancake di piringnya.

" Well, pengalaman kita mencari Horcrux benar-benar menyadarkanku bahwa kemampuan memasak sangat penting" Hermione tertawa pelan " Aku masih ingat wajah Ron ketika aku memasak ikan hingga gosong ketika kita di hutan"

" Yah, tapi kami tetap memakannya" Harry memutar bola mata " Maksudku, kami tidak punya pilihan selain memakan hasil masakanmu" dia tertawa ketika Hermione mengerucutkan bibirnya dan memukul pelan pemuda itu.

Mereka berdua mengambil pancake mereka lalu duduk di meja makan seraya mengawasi Teddy dan menikmati pancake mereka. Harry menyadari sudah cukup lama dia tidak bertemu Hermione, mereka berdua sama-sama sibuk dengan pekerjaan di Kementrian dan keduanya punya banyak tekanan di bahu mereka masing-masing. Setelah mengalahkan Voldemort, Harry melanjutkan pekerjaan menjadi Auror hingga kini dia menjadi Kepala Dapartemen Auror.

Hermione disisi lain masih berusaha memperjuangkan hak-hak Peri Rumah, Kingsley mengetahui hal ini dan menawarkan Hermione posisi yang bagus di Dapartemen Perlindungan Mahluk Gaib yang langsung diterima dnegan senang hati oleh gadis itu. Harry sama sekali tidak terkejut ketika hanya dalam beberapa bulan pertama ide-ide Hermione sangat menganggumkan dan dia diangkan sebagai Kepala Dapartemen Perlindungan Mahluk Gaib. Dia masih aktif dalam kampanye pembebasan Peri Rumah, namun kini dia bukan hanya memikirkan Peri Rumah melainkan mahluk-mahluk gaib di dunia sihir yang bahkan keberadaannya masih belum di akui oleh komunitas penyihir.

" Jadi, bagaimana pekerjaanmu?" tanya Harry, berusaha mencari topik pembicaraan

" Minggu lalu aku bertemu dengan Charlie" kata Hermione " dan dia bercerita bahwa banyak naga di dunia sihir yang di jual di pasar gelap" dia menghela napas " Aku berusaha menyelidikinya, aku terkejut menemukan bahwa ada area untuk mengadu naga" gadis itu mengepal tangannya dengan kesal " Aku tak percaya mereka memaksa naga untuk beradu satu sama lain dan bertaruh dengan Galleon-Galleon mereka"

" Apa rencanamu?"

" Aku sudah melaporkan hal ini ke Kingsley" jelas Hermione " Kami akan memantau terus kegiatan jual beli ini, jika memang semua ini illegal – yang aku yakin sudah pasti illegal – maka kita akan lakukan penyerbuan ketika mereka sedang mengadu naga-naga itu" dia menjelaskan

" Kau sangat luar biasa, kau tahu?" Harry tersenyum

" Aku hanya tidak suka melihat mereka diperlukan tidak adil" gumam Hermione

" Bukan itu" kekeh Harry " Pancake ini sangat enak" dia berkedip jahil

Hermione memutar bola matanya namun ikut tertawa bersama Harry, dia tahu bahwa pemuda ini bisa membuatnya tetap rileks bahkan meskipun dia sedang serius.

Harry duduk di sofa depan perapian sambil mengawasi Teddy yang bermain dengan Snitch mainan miliknya – hadiah Natal dari Ginny – sementara Hermione duduk di sampingnya, membaca buku 'Naga dari Masa ke Masa'. Hermione sepertinya sangat serius ingin menghentikan kegiatan mengadu naga itu dan tentu saja jika gadis itu meminta bantuannya dia tidak akan ragu-ragu menurunkan beberapa Auror untuk memudahkan Hermione. Tapi Hermione tidak disebut Penyihir Terpintar Abad Ini jika dia tidak punya rencana yang fantastis, dia tidak akan meminta bantuan kecuali dia sudah benar-benar yakin dengan apa yang akan dia lakukan.

" Uncle 'Arry" Harry menunduk dan melihat Teddy berjalan ke arahnya

" Kemari, Teddy" Harry membuka tangannya dan membiarkan anak lelaki itu masuk ke dalam pelukannya, dia meletakkan Teddy di pangkuannya.

Teddy masih memegang Snitch, dia menoleh dan melihat ibu baptisnya sibuk membaca buku. Dia mengerutkan keningnya dan cemberut, rambutnya berubah menjadi orange kemerahan, tanda kalau dia tidak suka ketika wanita itu mengabaikannya karena buku. Teddy merangkak keluar dari pangkuan Harry menuju ke arah Hermione, berusaha menarik perhatiannya.

" Ada apa, Teddy?" Hermione melihat Teddy naik ke pangkuannya, menggeser buku yang sedang dia baca.

" Aunt 'Mione" Teddy menunjuk ke buku cerita di lantai

" Oh, kau ingin aku membacakan cerita?" Hermione menutup buku mengenai naga yang dibacanya, dia meng-accio buku cerita Teddy " Oke, kau ingin yang mana eh?"

Harry mengawasi Hermione yang membiarkan Teddy membolak-balik halaman cerita sambil tersenyum kecil. Dia yakin Hermione akan jadi ibu yang hebat, dia sangat bisa mencuri hati anak-anak. Tak berapa lama suara lembut Hermione mulai memenuhi ruangan, membacakan cerita untuk Teddy yang duduk di pangkuannya.

"…kemudian kelinci segera pergi ke – oh, lihat dia ketiduran" Hermione tertawa pelan melihat Teddy yang ketiduran di pangkuannya " Aku akan membawanya ke kamar" dia menambahkan sebelum Harry sempat bicara.

Hermione mengangkat tubuh Teddy dengan hati-hati, takut membangunkannya. Harry mengikutinya dari belakang, mereka naik ke lantai dua dan masuk ke kamar Teddy. Kamar itu sengaja di buat Harry ketika dia tahu dia akan menghabiskan banyak waktu bersama anak Baptisnya. Andromeda sangat senang ketika Harry meminta agar Teddy tinggal bersamanya di akhir pekan ini, lagipula Andromeda sudah cukup tua untuk menjaga anak kecil itu sendirian.

" Dia manis sekali" gumam Hermione ketika menyelimuti Teddy dan mengecup lembut kening anak itu.

Rambut Teddy berubah menjadi coklat lembut, menandakan dia relaks. Hermione mengusap rambut itu sekilas, memastikan Teddy sudah tertidur pulas. Dia berbalik dan melihat Harry tersenyum ke arahnya, dia balas tersenyum pada pemuda itu. Hermione melihat-lihat kamar Teddy, menemukan beberapa foto Lupin dan Tonks.

" Mereka bahkan tidak bisa bersama Teddy lebih lama" Hermione mengangkat foto itu dengan sedih " Dia sudah kehilangan orangtuanya di usia semuda ini"

" Aku kadang masih merasa ini semua karena aku" Harry menghela napas, pelan

" Jangan bicara yang tidak-tidak, Harry" tegur Hermione, memandang sahabatnya itu dengan agak tajam " Mereka memang meninggal, tapi mereka meninggal untuk memberikan dunia yang lebih baik pada Teddy, tanpa Voldemort atau Pelahap Maut yang berkeliaran" dia meremas pelan bahu Harry. Harry hanya tersenyum sedih dan mengangguk.

" Aku ingin memastikan bahwa Teddy tidak akan tumbuh seperti aku, dia akan tumbuh dengan banyak orang-orang yang menyayanginya" kata Harry " Aku tak akan biarkan dia merasa sendirian atau terasingkan seperti yang aku rasakan dulu ketika aku tinggal bersama Dursley"

" Oh, aku juga takkan membiarkan hal itu terjadi, Harry" Hermione tersenyum " Kau harus tenang, ada banyak orang yang menyayangi Teddy. Dia punya kau, aku, Andromeda, para Weasley dan para anggota Orde yang peduli padanya, dia tidak akan kekurangan kasih sayang"