LOVE

Desclaimer: semua sumber anime yang bersangkutan bukan milik kyo.

Rate : M

Warning! : Gaje, ooc, bahasa gak baku, imajinasi liar, typo dimana-mana, gak suka gak usah baca!, dll.

Pair: Naruto x Hinata x Sakura..

Genre : Drama, Romance, Action

Summary: Cinta. Merupakan suatu kata yang umum bagi setiap manusia yang ada. Namun, dari kata-kata itulah, banyak misteri tentang kehidupan yang di jalani seorang Namikaze Naruto. pemuda yang menjalani kehidupan keduanya di masa yang berbeda. Dimana ia harus bertemu dengan gadis teman smpnya dimasa ini. Namun semua itu tak berjalan dengan mudah ketika sebuah Cinta terhalang oleh berbagai dinding yang membuat ego masing-masing melambung tinggi. Kisah seorang Namikaze Naruto, pemuda keras kepala dan pendiam.

.


Chapter 2: something unexpected..

.

.

.

Malam hari Konohagakuen.

.

Dua orang berbeda gender sedang berdiri di depan gerbang sekolah Sma itu. dimana dimalam ini, terlihat cuaca yang agak tidak mendukung karena awan hitam yang menandakan akan adanya turunnya hujan.

Begitupun dengan angin yang berhembus disekitar mereka berdua yang membuat gadis bersurai indigo cantik yang memeluk dirinya sendiri dengan kedua lengannya karena kedinginan. Walaupun dia sudah menggunakan jaket yang dipinjamkan oleh pemuda disampingnya itu.

"kau kehilangan kuncimu dimana?.. bukankah katamu kau sudah mencarinya ditempat ini tapi tak menemukannya?.."

Ucap pemuda bersurai pirang yang berdiri disebelah gadis itu dengan memandang sekolah didepannya yang tampak gelap gulita karena tak ada lampu yang menyala sama sekali.

"uhmm.. a-aku juga tak tau.. aku sudah menelusuri tempat-tempat yang aku ingat, tapi tak me-menemukannya juga.. ma-makanya aku meminta bantuanmu.. ta-tapi jika kau tak mau, aku bisa mencarinya sendiri kok.." ucapan gadis cantik bersurai indigo itu semakin lihir diakhir kalimatnya.

Karena dia juga tak mau jika orang yang dimintai bantuan olehnya, terpaksa membantunya dan malah membuat orang itu kerepotan nantinya. Walaupun dia sendiri takut jika harus malam-malam begini kembali kesekolah, tapi mau bagaimana lagi. Dia tak bisa pulang jika begini caranya.

"kau tak perlu pesimis seperti itu Hinata.. aku sejak awal tak pernah berkata tidak kan?.. jadi kau jangan khawatir jika aku tak akan membantumu oke.." balas pemuda bersurai pirang yang tak lain adalah Naruto. yang menenangkan gadis disampingnya itu seraya menatap gadis itu dengan lembut.

Walaupun dirinya tak terlalu paham dengan perasaan seorang gadis. tapi dia masih bisa mengerti jika seorang gadis sampai gemetar berbicara seperti itu, dia menahan rasa takutnya akan sesuatu. Dan berusaha untuk memberanikan dirinya.

"be-benarkah?.. ta-tapi. Apa benar aku tak merepotkanmu?.." gumam gadis cantik itu setelah melihat wajah lembut Naruto padanya. Namun kegugupannya tetap terlihat dari kedua jarinya yang terpaut didepan tubuhnya itu.

"sudahlah tak usah membahas itu lagi.. aku sukarela membantumu.. tapi jika kau membahas itu lagi lebih baik aku akan benar-benar pergi dari sini.. dan membiarkanmu mencari benda itu sendirian dimalam dan di tempat yang gelap ini.."

Ucapan Naruto itu seketika membuat mata gadis cantik itu membola dan tubuhnya yang tegang seketika. Seakan ucapan jahil Naruto itu akan benar-benar di lakukan oleh pemuda bersurai pirang itu.

"ti-tidak!.. ba-baiklah aku tak akan seperti itu lagi.. tapi ka-kau jangan meninggalkanku.. ku-kumohon.." ucap Hinata lirih seraya tangannya memegang erat jaket Naruto disisinya itu. tatapannya pun terlihat lucu bagi Naruto yang saat ini tersenyum jahil itu.

"hahaha.. tenanglah Hinata, aku tak akan melakukan hal itu kau tau.. aku bukan orang yang setega itu pada orang yang membutuhkan bantuan.." ucap Naruto dengan senyumnya.

Membuat gadis cantik itu merona sedikit diwajahnya ketika menatap senyum Naruto. dan langsung mengalihkan pandangannya kearah lain seraya mengerucutkan bibir merah mudanya itu kesal.

"muuu.. itu tidak lucu N-naruto.."

"he- hei.. kau jangan ngambek seperti itu Hinata.. hehe.. maaf- maaf.." ucap Naruto seraya menggunakan jari telunjuknya untuk menarik lembut dagu Hinata supaya menoleh kearahnya.

Walaupun ekspresi manis itu tak hilang dari wajah Hinata yang iris matanya melihat kearah lain, Naruto masih tetap dapat melihat sedikit rona merah diwajah gadis cantik itu. dan tentu saja itu membuat Naruto tertawa melihatnya.

"hahaha.. kau itu lucu Hinata.. hahaha.." tawa Naruto seraya memagangi perutnya yang sakit karena melihat tingkah lucu gadis itu menurutnya.

"su-sudahlah kau jangan tertawa!.. a-aku jadi ma-malu.."

Gadis cantik itu semakin memerah wajahnya dengan wajahnya yang ditutupi oleh kedua telapak tangannya itu.

"ha-haha.. iya-iya.. baiklah, ayo kita cari.. sebelum turun hujan kau bisa basah kuyup nantinya.." ucap Naruto yang kembali berjalan masuk kedalam melewati gerbang itu. meninggalkan gadis dibelakangnya yang kaget.

"he-hei!.. tunggu aku.." ucap Hinata yang langsung berlari kecil mengejar Naruto dan kembali mengekor dibelakang Naruto.

.

.

.

.

Sampainya mereka berdua di dalam area sekolah. Keduanya melihat ke kanan dan ke kiri. Melihat jika ada sesuatu yang menurut mereka petunjuk dari benda yang dicari Hinata.

"baiklah Hinata. Kau mencari ke kiri, akau akan mencari ke arah kanan.. dan jika kau menemukan sesuatu atau sedang dalam masalah teriaklah. Atau kau kembalilah ketempat ini.. nanti aku akan langsung mendatangimu.. kau mengerti?.." intruksi Naruto.

"mmm.. ba-baiklah.. tapi kau janji kan tidak akan meninggalkanku?.. da-dan, jika aku berteriak kau akan datang padaku kan?.." Hinata tampak ragu-ragu dengan keputusan Naruto itu.

Karena walaupun Naruto tampak meyakinkan, tetap saja Hinata takut. Bagaimana mungkin seorang gadis seperti dia harus mencari kesetiap sudut di sekolah ini sendirian?, dan lagi dalam keadaan yang gelap seperti ini. sangat sulit untuknya melihat.

"aku berjanji padamu nona.. dengan segenap nyawaku, aku akan datang padamu jika kau sedang dalam bahaya.. dan kau sebaiknya gunakan ini.. ku dengar benda ini bisa digunakan untuk penerangan.." ujar Naruto pada gadis dihadapannya itu seraya memberikan sebuah senter genggam pada Hinata.

"ba-bagaimana kau tau jika kita akan membutuhkan senter ini?.." ucap Hinata seraya menerima senter itu dari Naruto. dan pikirannya yang bingung karena tiba-tiba Naruto membawa dua senter disaat yang tepat

"ntahlah, aku hanya berpikir kita akan membutuhkan ini untuk mencari benda sekecil itu.. aku membelinya sewaktu pulang sekolah tadi. Karena mungkin benda ini akan berguna suatu saat. Dan ternyata ini saat yang tepat bukan.." ujar Naruto seraya menekan tombol on pada senter itu dan mengarahkan sorotan lampunya pada bangunan sekolah itu.

"uhmmm.. baiklah a-aku akan pergi ke arah sana.." ucap Hinata yang juga menyalakan senternya dan mengarahkan sorotan lampu itu ke kirinya.

"baiklah Hinata, kau berhati-hatilah.. dan ingat pesanku tadi oke.." ucap Naruto.

"i-iya, aku ingat kok.. a-aku akan berteriak jika ada apa-apa.." balas Hinata yakin.

Dengan begitu, mereka berdua berjalan berpencar menuju kearah yang sudah ditentukan. Dengan berbekal lampu senter yang mereka gunakan. Dan menelusuri tempat yang sekiranya terdapat benda yang dicari gadis cantik itu.

.

.

Naruto memasuki gedung 2 dari pintu yang ada di sebelah timur yang di tujunya. Menggunakan senternya melihat ke depan dan sekitarnya.

"hah.. kelas ini sepi juga jika malam begini.. Hoammzz.. aku mengantuk juga.." gumam Naruto yang menelusuri lorong yang ada di sekolah itu. melihat perkelas yang dia lewati.

Tapi tak ada tanda-tanda dari benda yang mereka cari. Hanya bangku kosong yang ada dan ruangan gelap yang ada di malam itu.

Tap tap tap

Naruto terus berjalan menelusuri lorong dengan banyak pintu disisi kanannya yang merupakan pintu masuk ruang kelas.

"kalau begini caranya, tidak akan bisa menemukan benda itu dengan cepat ditempat seluas ini.. apa lagi di tempat gelap seperti ini.."

Gumam Naruto datar seraya matanya mengarah kesembarang tempat yang dia arahkan sernternya.

Karena mau bagaimanapun, mencari sesuatu sekecil itu ditempat yang sangat luas ini sangatlah sulit. Belum lagi kondisi yang tidak mendukung seperti ini, jelas mempersulit keadaan. Sedangkan jumlah orang yang mencarinya hanya dua orang saja.

Apalagi jika kondisi sekolah yang dalam keadaan masuk seperti pagi tadi. Yang jelas banyak murid yang ada di sekolah ini. dan kemungkinan jika sudah ada yang menemukannya kan?.

Tapi jika dari kata-kata Hinata sebelumnya yang dia bilang jika dia sudah bertanya pada kepala sekolah, dan kepala sekolah hanya biasa saja. Berarti belum ada yang melaporkan jika kuci itu ditemukan oleh salah satu siswa.

Dan kemungkinan lain jika mereka yang menemukan kunci itu, dia tak memberitahukannya pada pihak sekolah. Karena taka da juga info yang mengatakan jika telah ditemukan benda yang telah hilang.

Tapi menghiraukan semua itu, Naruto tetap berjalan dan mencari ke tempat yang memungkinkan kunci itu terjatuh.

'benar juga.. kenapa tak terpikirkan dari awal.. lebih baik aku menyalakan sumber energy penerangannya.. dengan begitu lampu akan bisa menyala bukan..' batin Naruto yang baru ingat.

Kemudian dia berjalan menuju pintu keluar untuk mencari sumber tenaga listrik bangunan itu. walaupun Naruto tidak tau seperti apa bentuknya, tapi jika dia tidak salah, pasti menggunakan tombol untuk menyalakan dan mematikannya.

"jika ini bangunan, pasti mereka menempatkannya di tempat yang tidak terjamah oleh para murid. Dengan begitu, mereka akan memprioritaskan keamanan penghuni sekolah.. dan tempat itu pasti dibelakang bangunan ini.." gumam Naruto seraya terus berjalan menuruni tangga menuju kelantai dasar ke pintu awal dia masuk.

Beberapa menit dia berjalan, hingga Naruto sampai di belakang bangunan nomer 2 sekolah itu yang ada di bagian utara. Terlihat sebuah pintu ditempat itu yang tehubung langsung dengan bangunan itu.

Tapi nyatanya pintu itu di kunci dengan sebuah gembok yang kumayan besar. hingga membuat pemuda itu mendesah kecewa.

"hah.. bagaimana ini. kucinya yang pasti berada di gedung utama. Dan aku harus kembali lagi kesana?." Gumam pemuda itu.

Srakk!

Hingga sebuah suara dari pepohonan dibelakangnya membuatnya menoleh kearah suara itu. dimana tempat gelap itu terlihat semak-semak dan pepohonan yang bergoyang karena hembusan angin malam itu.

"apa yang kau lakukan disini malam-malam begini bocah.."

Sebuah suara dari arah barat sisi gedung yang ada disisi kirinya itu membuat Naruto menoleh keasal suara. Dan melihat seorang laki-laki berjalan kearahnya dengan.

"hm?. Kau sendiri apa yang kau lakukan disini?." Tanya Naruto datar ketika melihat pria itu telah sampai didepannya dengan membawa sebotol minuman. Yang menurut Naruto itu adalah minuman beralkohol.

"kenapa kau malah balik bertanya padaku bocah?.. yang jelas aku selalu ada disini setiap malam ha!.. ini adalah wilayahku!.." ucap pria itu kasar seraya menatap Naruto tak suka.

"apa maksutmu?.." Tanya Naruto datar.

"kau masih tak paham juga.. aku adalah penguasa tempat ini sejak setahun yang lalu.. Kidomaru.." jawab pria itu dengan seringaiannya.

Deg!

'jangan-jangan-..'

"KYAA!.."

Batin Naruto dengan mata membola yang baru mengerti apa yang dimaksut pemuda itu. dan sedetik kemudian terdengar suara teriakan keras dari arah tempat sebelumnya pemuda itu.

Wuss!

Tap! Tap! Tap! Tap! Tap!

Naruto berbalik akan berlari menuju kearah dimana dia datang sebelumnya. Namun lima orang laki-laki dengan tubuh kekar berjalan kearahnya dari belokan itu dan menutup jalannya. Membuat Naruto berhenti seketika dan menatap datar kelima orang itu.

"rupanya gadis itu temannyamu ya bocah.."

Ucap pria yang ada ditengah dengan seringai mesumnya. Begitupun pria lainnya yang juga menyeringai.

Dengan pria yang surainya diikat dibelakang Naruto yang mendekatinya pula. Ikut mengepung dan menutup jalan Naruto dengan bersidekap dada.

"kau tak boleh kemana-kemana sebelum aku menikmati gadis itu.." ujar pria dengan surai diikat bernama Kidomaru itu.

Sementara Naruto hanya melirik dengan ekor matanya saja kearah Kidomaru yang ada dibelakangnya.

.

.

.

.

Sebelumnya.

.

Hinata pov.

Aku dan Naruto berjalan meninggalkan apartemen yang ditinggali Naruto. hingga beberapa menit kami berjalan, dan tiba di depan gerbang sekolah kami.

Walaupun kami baru kenal, tapi ntah kenapa pemuda itu senang sekali menggodaku dengan kata-katanya yang seakan tega meninggalkanku sendirian.

Ntah apa sih yang dipikirkan pemuda bersurai pirang ini. walaupun dia aneh, tapi ternyata dia bisa juga membuatku ngambek terhadapnya.

Hihi, dan apaan dia itu. dengan mudahnya mengembalikan moodku dengan perlakuannya yang menurutku romantic.

Bagaimana tidak, dia menggunakan jemarinya mengarahkan wajahku yang mengarah kearah lain untuk menatapnya.

i-itu membuatku malu tau. bagaimana bisa gadis remaja sepertiku menerima perlakuan seperti itu?!. karena selama ini tak ada yang pernah melakukan hal seperti itu padaku sebelumnya.

Jadi wajar saja jika aku malu-malu diperlakukan seperti itu. walaupun aku baru mengenalnya, dia seperti sudah mengenalku sangat lama.

Aku sebenarnya juga bingung. Kenapa pemuda itu dengan mudahnya membuatku memerah seperti ini!. a-aneh sekali menurutku pribadi.

Karena selama aku bertemu pria manapun aku tak pernah menjadi seperti itu. walaupun rasa gugupku memang sering muncul disaat-saat tertentu. Tapi itu masih wajar ketimbang wajahku yang memerah jika bersangkutan dengan pemuda itu.

Aku pun tak mengerti kenapa.

He-hei! Dia meninggalkanku!. Bisa-bisanya dia meninggalkanku sendiri. Jadi mau tak mau aku langsung mengikuti dibelakangnya masuk ke dalam area sekolah itu melewati gerbang didepan kami.

.

Dan disinilah kami berdua sekarang. Melihat area gedung sekolah yang sepi dengan lampu yang seluruhnya mati.

Tapi walau begitu, ini memanglah hal biasa sih. karena pihak sekolah memang selalu mematikan lampu dan sumber tegangan listriknya untuk menghemat biaya tentunya.

Dan inilah alasan kenapa aku meminta tolong pada Naruto untuk menemaniku mencari kunci apartemenku.

Karena selain aku takut gelap, aku juga tak berani jika harus sendiri ke sekolah ini pada malam hari. Ntahlah apa alasannya. Karena setiap malam aku lewat didepan sekolah ini, aku sering melihat beberapa orang masuk ke sekolah ini.

Tapi mudah-mudahan saja itu hanya halusinasiku semata.

Yah mudah-mudahan saja.

Apa!, N-naruto mengatakan jika kita akan berpencar disini?. Apa dia tak salah bicara apa?. Bagaimana mungkin aku bisa mencari sendirian.

Tapi aku mencoba memberanikan diri agar kunci itu cepat ketemu. Dan aku yakin jika Naruto berpikiran seperti itu.

Jadi aku menyetujuinya saja. Walaupun agak ragu-ragu sebenarnya aku mengatakan jika aku setuju. Tapi jika ini yang terbaik, aku hanya bisa pasrah.

Yah semoga saja tidak ada apa-apa nantinya.

Sebelum kami berpisah, Naruto memberikanku lampu senter yang dibawanya tiba-tiba. Ntah kenapa dia tau jika ini akan dibutuhkan disaat seperti ini. tapi beruntung juga, dengan begini aku tidak terlalu takut.

Mmm, ntah aku harus merasa senang atau takut. Karena pemuda itu bilang jika dia akan datang padaku jika ada apa-apa. Aku hanya tinggal berteriak saja katanya. Dan aku mencoba untuk percaya dengan apa yang diucapkan Naruto.

Dan akhirnya kami berdua berpencar dan mencari ketempat yang kami tentukan. Dimana aku kea rah kiri dan Naruto ke kanan.

.

Aku berjalan ke gedung 2 bagian barat jika dari gerbang utama aku dan Naruto masuk tadi. dan aku mengarahkan sorot lampu senter yang ku bawa ditangan kananku ini kearah pintu yang ada dihadapanku saat ini.

Seraya aku juga mengarahkannya pada segala arah untuk mencari benda kecil itu. walaupun aku saat ini merasa takut, tapi aku mencoba melawan rasa itu. dan itu membuatku kembali mengingat kata-kata Naruto tadi sebelum kami berpencar.

'..jika kau menemukan sesuatu atau sedang dalam masalah teriaklah. Atau kau kembalilah ketempat ini.. nanti aku akan langsung mendatangimu..'

Kata-kata itu sedikit membuatku lega kembali. dan aku tersenyum mengingat kata-kata itu.

"huft.. ayo Hinata, kau pasti bisa.. beranikan dirimu Hinata.." gumamku lirih untuk menghilangkan rasa takutku ini seraya menarik nafas dalam-dalam. Dan aku kembali berjalan mendekati pintu itu.

Kriet!

Aku membuka pintu masuk gedung itu. huft, bagaimanapun ini sekolah tempatku menimba ilmu. Jadi ini bukan masalah besar seharusnya untuk terbiasa dengan tempat ini.

aku berjalan masuk ke lorong yang ada di gedung ini. dimana disisi kiriku adalah kelas-kelas kosong dan sebelah kananku adalah jendela yang mengarah keluar gedung ini. dan saat ini aku mencari dilantai dasar.

Selama aku mencari dilantai yang ku lewati dan beberapa kelas yang ku masuki, aku agak sedikit merinding sih. karena keadaan yang gelap dan kosong. dan hanya berbekal lampu senter kecil. Tapi aku berpikir positif saja. Dan terus mencari di tempat yang aku lewati sejak pagi tadi hingga sore.

Hingga aku sampai diujung lorong dan melihat belokan ke kanan dan tangga ke lantai atas. Namun, ketika aku melihat kearah luar jendela disamping kananku, aku melihat sorotan lampu di gedung 2 bagian timur lantai 2.

Dan dapat ku lihat dari kejauhan itu, bahwa yang menggunakan lampu senter itu adalah Naruto. karena dia bilang sendiri jika dia akan menuju ke arah kanan kan. dan itu membuatku tersenyum menatap pemuda itu yang tampak serius mencari.

'Naruto, walaupun ini bukan urusanmu, ta-tapi kau tetap mencari dengan sungguh-sungguh..' batinku seraya tetap melihat kearah tempat Naruto.

Srakk!

Deg!

"su-suara apa itu?.." gumam ku lirih, seraya menatap kearah belakangku dimana terdengar suara benda yang bergeser dari arah jalanku sebelumnya. Dan itu membuatku gemetar seketika dengan jantungku yang berdetak tak karuan.

"lebih baik ku periksa dulu.. lagipula jika aku ingin berteriak dari sini, Naruto tak akan mendengarnya.." gumamku lirih seraya berjalan berbalik menuju tempatku awal masuk. Dan apa yang ku katakana tadi memang benar. Naruto tak akan mendengarnya karena jarak diantara kami yang jauh. Kecuali jika aku berlari kearah Naruto. karena gedung 2 ini yang memang menyatu.

Tap Tap Tap

Aku berjalan pelan seraya menyorotkan sinar lampu yang ada disenterku ini kedepan. Dan terus melangkah hingga sampai di ambang pintu keluar yang sebelumnya.

Sret!

'..‼..'

Batinku kaget ketika melihat sebuah bayangan lewat di dekat pintu dihadapanku ini. dimana sekelebat tadi bayangan itu mengarah pada sisi luar dari tempatku berdiri saat ini.

Aku pun memberanikan diri untuk keluar dan memeriksanya. Dimana aku sekarang sudah berada diluar gedung 2 lagi didepan pintu yang ada dibelakangku ini. dan aku melihat ke kananku dimana tembok gedung ini, disisinya ada sebuah jalan untuk menuju ke taman kecil dibelakang gedung 2 bagian barat ini.

Aku pun berjalan ke sana. Dimana disisi kiri dan kananku adalah rerumputan terawat yang memang khusus untuk memperindah. Dan ada semak-semak disisi kiriku dan terdapat pula pepohonan.

"a-apa itu..?" gumamku lirih sampai hampir tak terdengar ditelingaku sendiri.

Karena saat ini aku melihat ada beberapa bayangan hitam yang ada di tengah taman beberapa meter didepanku itu. dimana memang disini juga gelap dan aku yang bersembunyi di balik pohon disisi jalan setapak ini.

Aku dapat melihat dengan jelas. Hingga membuatku seketika mematikan senter milikku. Dengan mata yang agak membola melihat apa yang ada didepan mataku saat ini.

'a-apa yang mereka lakukan disana?.. dan siapa wanita itu?..'

Batinku ketika melihat didepanku beberapa meter itu, terdapat sekitar 5 pria yang duduk di kursi panjang yang ad ataman itu yang terbuat dari besi.

Dimana seorang pria yang kulihat tampak tiduran di salah satu kursi panjang dengan sebotol minuman yang dia pegang.

Sedangkan tiga pria tampak mengelilingi seorang gadis yang terlihat berjongkok ditengah mereka.

Aku tak tau apa yang mereka semua lakukan karena samar-samar ku lihat. Dikarenakan cahaya yang minim ditempatku dan di tempat orang-orang itu.

'aku tak mengerti apa yang mereka lakukan.. ta-tapi, jangan-jangan!..'

Batinku kaget ketika mengingat apa yang ku pikirkan sebelumnya saat di dalam gedung 2 itu. dimana saat ini aku sedang menutup mulutku dengan aku yang terduduk bersandar di pohon tempatku bersembunyi ini.

Keringat dingin mengalir dari dahiku. Pandanganku mulai tak focus dengan tubuh gemetar. Mungkin ini yang pernah ku lihat dimalam itu. dan saat ini, aku harus kembali ke tempat awal. Atau langsung mendatangi Naruto saja.

Aku tak mau piker panjang. Aku pun berdiri dari duduk ku itu dan melihat sejenak mereka semua.

'huft,.. untung mereka tak menyadari kedatanganku..'

Batinku bernafas sedikit lega ketika mereka semua tetap pada aktifitas mereka semua. Dan sepertinya tak menyadari kehadiranku disini. Dan ini kesempatanku untuk menemui Naruto.

Sret!

"kau mau kemana gadis cantik?.."

Deg!

Mata ku membola sempurna saat ini. dimana ketika aku berbalik dan berniat pergi dari tempat persembunyianku, aku dikagetkan dengan sebuah suara dari seorang pria yang ada dihadapanku saat ini. dan membuat jantungku seakan berhenti berdetak sementara ketika melihat orang menyeramkan yang sepertinya sudah ada di dekatku daritadi.

"k-kau,.. s-siapa kau?..'

Tanyaku dengan nada ketakutan dan tubuhku yang gemetar tak karuan karena melihat pria yang bersurai biru muda dihadapanku ini melihatku dari bawah sampai atas dengan pandangan menjijikkan disertai dengan seringai aneh menurutku!.

"kau tak perlu takut gadis cantik.. aku orang baik kok.."

Ucap pria itu dengan ramah yang menurutku sangat dibuat-buat. Dan itu membuatku bertambah takut!.

"ti-tidak.. aku harus pe-pergi.. ma-maaf.."

Ucapku memberanikan diri seraya berjalan berusaha melewati pria didepanku ini yang pandangannya tak lepas dari diriku.

Greb!

"kau tak ku izinkan kemanapun.. khukhukhu"

Apa!, dia mencengkram pergelangan tanganku!. Ini membuatku shok seketika dengan tubuh yang gemetar dan meronta untuk melepaskan tanganku ini!.

"tidak!.. lepass!.."

Ucapku kasar dengan berusaha sekuat tenaga melepaskan tanganku ini. tapi nihil, dia cngkramannya malah semakin kuat!.

"kubilang tidak ya tidak!.. ayo ikut aku!, bos pasti suka dengan yang kutemukan ini.. hahaha"

Ucapnya seraya berusaha menarikku kearah kelima orang yang sebelumnya ku lihat itu!. dan mereka berlima tampaknya mendengar kata-kata pria ini hingga membuat mereka melihat kearahku dengan senter yang mereka hidupkan kearahku tiba-tiba itu!.

"tidak!.. lepas!.. lepaskan‼.."

Aku semakin meronta-ronta dengan sekuat tenagaku!. Tidak!, aku tak mau dibawa!. Naruto!.

"KYAA‼.."

.

.

.

.

To be continue…

.


A/N: maaf jika updatenya telat banget dari jadwal. Karena saya pikir ini kurang menarik.

Tapi tak saya duga ada juga readers yang Pm saya dan meminta untuk diupdate ni fict. Jadi ku persembahkan ni lanjutannya buat dia dan yang lainnya yang merasa tertarik dan nunggu kelanjutannya.

Dan terakhir, selamat menunaikan ibadah puasa untuk umat islam yang menjalankannya. Semoga dibulan ramadhan ini, kita dipermudahkan rizkinya dan segala kesulitan kita dipermudah jalannya.

Serta yang terpenting apapun hal positif yang kita lakukan semoga diberkahi oleh'nya'.. Amin.

Jika ada yang ingin kalian ucapkan, silahkan kirimkan kritik, saran dan lainnya di Review yang tersedia dibawah.

Kyoigneel out.

.

Chapter 3: Impossible think..