Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Author : hani yuya
Judul : Girl & boy my love.
Rate : T+
Pairing : Sasusaku, Gaasaku,sasosaku,
Gendere:Au,Ooc,Romance,cross genre, comedy.
NB: Ff ini jauh dari kata sempurna Don't like don't read
.
.
Cairan merah pekat mengalir dari kepalaku. Meski sakit aku masih bisa menahannya. Aku harus bicara kepada mereka sekarang , sebelum mereka memutuskan menjadikanku wanita sepenuhnya. Tch. Aku akan tetap mempertahankan hakku sebagai seorang pria aku bangun dari dudukku. Kubiarkan cairan merah pekat dikepalaku terus mengalir sampai mengenai pipiku .
Kubuka gagang pintu. Dan dibalik pintu kulihat kaa san, Tou-san dan seorang pria berambut panjang dengan wajah pucatnya memakai baju putih khas dokter . Mereka terkejut saat melihatku berdiri dihadapan mereka sekarang.
"Momiji! Kami sama, kenapa kepalamu bisa berdarah?!" ucap Kaa-san panik. Dan langsung menyeka darahku dengan saputangannya.
Tou-san memandang nanar keadaanku ,tatapan sedih juga bingung terlihat dari raut wajahnya. Sedangkan Sang dokter hanya diam menunggu kepastian.
"Apa kau dengar semuanya Momiji?" tanya Tou-san menatap manik emeraldku tajam.
"Ya" jawabku singkat.
"Baiklah, demi kebaikanmu kami akan menyetujui saran Orochimaru sensei ('sensei ' untuk panggilan dokter di jepang) untuk melakukan operasi menjadikanmu wani- "
"TIDAK!" ucapku memutuskan perkataan Tou-san.
"Apa maksudmu Momiji?" tanyanya.
"Aku tidak akan pernah menjalani operasi kelamin! " jawabku tegas.
"Ini demi kebaikan- "
BRAKKK
Kupukul kasar daun pintu yang berada tepat dibelakangku. Hingga membuat mereka bertiga tesentak kaget. Serta membuat seluruh penghuni rumah sakit menengok kearah kami . Cairan bening menetes dari manik emeraldku.
Bruuk.. lalu kubersujud di bawah kaki orang tuaku " kumohon biarkan aku tetap mempertahankan satu-satunya bukti jika aku seorang pria - kumohon Tou-san, Kaa-san " Suaraku bergetar ,kugigit bibir bawahku menahan suara isak tangis agar tidak keluar dari mulutku.
Kaa-san langsung menghambur memeluk punggungku dan menangis terisak . Sedangkan Tou-san memalingkan wajahnya ke samping menahan tangisnya. Orochimaru- senseipun menghela nafas frustrasi akan keputusanku. Lalu suasanapun menjadi Hening.
"Baiklah, jika itu maumu" tak lama kemudian suara Tou-san memecahkan keheningan. Aku langsung bangun dari sujudku, lalu kupandang manik emerald yang serupa denganku
"Benarkah? " tanyaku memastikan.
"Aku tidak bisa memaksakan kehendakku. Karena kau yang akan menjalani semuanya" ucapnya. Lalu mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri. Aku langsung menghambur memeluknya. Aku menangis terisak dipelukan Tou-san, Aku tidak peduli semua penghuni rumah sakit memandang aneh kearah kami.
"Ehem. Haruno Momiji " kami langsung mengalihkan pandangan kearah sumber suara yang memanggil namaku."Jika itu keputusanmu kusarankan kau harus rutin mengecek kondisimu ke rumah sakit. Karena menurut prediksiku akan ada efek sampingnya suatu saat nanti. Kemungkinan besar kau akan mengalami kelumpuhan dari pinggang sampai kaki "lanjut Orochimaru sensei dengan serius diwajah pucatnya.
Aku mengernyit "Maksudnya aku tidak bisa berjalan lagi? "tanyaku memastikan.
"Ya "
Deg. Manik emeraldku membulat sempurna. ' Kenapa jadi sulit begini!' geramku dalam hati. Aku mengepalkan tanganku erat menahan emosi.
"Momiji, Kaa san mohon pertimbangkan sekali lagi keputusanmu " cairan bening deras mengalir dari kelopak matanya. kedua tangannya menarik lengan bajuku erat."Kumohon " lanjutnya. Matanya menatap sendu manik emeraldku.
Tapi semua itu tak akan mengubah keputusan yang sudah kuambil. Aku tak akan takut dengan segala kemungkinan yang akan terjadi nanti pada tubuhku. Persetan dengan semua itu. Aku hanya akan mempertahankan satu-satunya bukti kalau aku seorang pria.
Kutatap balik manik emerald yang serupa denganku itu dengan penuh percaya diri "Maaf Kaa-san ,Tou-san. Aku tetap pada pendirianku. Aku tidak akan pernah menjalani operasi kelamin " lanjutku. Lalu hening seketika .
"Haaa-kau memang anak yang keras kepala. Jika itu yang terbaik untukmu lakukanlah. Aku hanya bisa berdoa semoga tidak terjadi hal yang tak diinginkan kelak" ucapnya pasrah seraya menepuk bahuku. Sedangkan Kaa-san menangis histeris mendengar jawaban Tou-san memperbolehkanku melakukan apa yang kumau.
"Arigatou, Tou-san "
"Haruno Momiji. Ingat kau harus rutin mengecek kondisimu kelak "ucap Orochimaru sensei mengingatkan
"Ya. akan kuusahakan sensei "
.
-000-
.
.
Sejam yang lalu aku pulang dari rumah sakit . kini aku berdiri di depan cermin kamarku. Kuperhatikan dua buah tonjolan di dadaku lalu menyentuhnya.
"Apa ini benar-benar asli?"gumamku pelan. Lalu kubuka baju bagian atasku untuk memastikan."Sial. Ini semua benar-benar menempel didadaku " teriakku frustrasi dan menjambak rambut soft pink ku erat.
Brakkk
Tiba-tiba seorang membuka daun pintu kamarku kasar tanpa permisi. Seorang wanita berambut blonde dikuncir poni tail dengan baju yang memamerkan lekuk tubuhnya yang terlihat sexi itu tiba-tiba menghambur masuk ke dalam kamarku.
"Momiji. Kata Baa-san kau sa - kit ... Eh? " ucapnya terbata. manik shappirenya terbelalak tak percaya saat melihat tubuhku. "Kyaaaaa. Kau benar-benar menjadi wanita FOREHEAD" teriaknya histeris.
"Berisik. ketuk pintu dulu jika kau mau masuk ke kamarku pig. Dasar dari dulu sifatmu tak berubah" ucapku ketus padanya." Lalu untuk apa kau datang kesini ha?" aku mengernyit curiga. Lalu kupakai bajuku kembali.
"Hahaha. Seharusnya kau berterima kasih karena kedatanganku forehead .Baa- san meneleponku untuk membantumu mengurus semua keperluan yang kau butuhkan "jawabnya. Mata Sapphirenya masih meneliti tubuhku.
Ya. Dia yamanaka ino teman kecilku .Orang terkaya ke 3 di suna. Sejak kecil aku sudah berteman akrab dengannya. Namun 2 tahun yang lalu dia pindah ke Konoha .Karena orangtuanya sedang merilis perusahaan baru di sana. Dia sahabat wanita satu-satunya yang kupunya.
"Maksudmu? "aku menggangkat sebelah alisku. Tak mengerti apa yang dikatakannya.
"Apa kau mau seluruh teman sekolahmu tau keadaanmu yang sekarang! Apalagi kedua sahabat gilamu itu Gaara dan Sasori jika mereka tau keadaanmu saat ini. Habislah kau. Bisa-bisa mereka menculikmu dan memaksamu melakukan operasi kelamin lalu menikahimu" ucap Ino menepuk jidatnya.
Aku bergidik ngeri mendengar semua penuturan Ino.
"Lalu apa yang harus kulakukan pig?" jawabku frustasi. Kenapa aku bisa lupa tentang sekolah dan kedua sahabat gilaku itu.
"Hehehe. Tenang saja forehead aku akan membantumu" jawabnya dengan cengiran di wajahnya.
"Bagaimana caranya? "
"Mulai sekarang kau akan tinggal bersamaku di Konoha dan pindah ke Konoha Gakuen .Dan mengubah semua identitasmu"
"Tunggu. Konoha Gakuen sekolah campuran kan? lalu maksudmu tentang Identitasku -jangan-jangan disekolah baruku identitasku menjadi wanita?"tanyaku.
"Ya. kau benar "
Manik emeraldku membulat "Kau gila pig. Aku ini seorang pria Bodoh!" Aku mendelik tak suka padanya.
Grep -ino menyentuh dadaku "Seorang pria tidak mempunyai buah dada forehead. Lihatlah. Kau tidak bisa menyangkal semua yang sudah terjadi " Manik sapphire Ino memandang tajam manik emerald ku. Aku diam tak bisa membalas perkataannya. Lalu kutepis tangannya dari dadaku
'Semua yang dikatakan Ino memang benar kini tubuhku benar-benar terlihat seperti wanita' aku menggeram dalam hati kujambak rambut soft pink ku
"Tch. baiklah "jawabku. Dengan tangan yang mengepal. Ingin kutolak tapi aku tak bisa . Aku hanya bisa pasrah.
"Nah. Jika kau setuju cepat kemasi barangmu sekarang. Oh ya apakah benar -Anu. hmm maksudku itu masih kepunyaan pria? "tanya Ino tanpa malu mengarahkan jari telunjuknya ke arah bawahku. Tanda segi empat muncul di dahiku.
Pletakkk
Kupukul pucuk kepala sahabat wanita Blonde ku.
"Ittaaii!"Ino meringis kesakitan .
"Tentu saja Bodoh. Aku tidak akan pernah mau menjalani operasi kelamin. camkan itu !" jawabku berkilat marah.
"Tch tak usah semarah itu forehead. Kalau begitu kutunggu kau diluar. Kau tidak ingin kedua sahabatmu itu munculkan Momiji-chan " Setelah mengatakannya dia langsung pergi keluar.
"Brengsek kau pig. seenaknya menambahkan suffix chan padaku" Teriakku . Kalau bukan sahabatku kau sudah kuhabisi sejak tadi pig. Kulempar semua barang yang ada di depan mataku ke sembarang tempat untuk melampiaskan semua perasaan kesalku pada Ino.
*Sakura pov off *
-000-
.
.
Suasana kelas kini gaduh karena ketidakdatangan primadona sekolah hari ini. Hampir seluruh siswa di sekolah mengabaikan pelajaran nya hanya untuk mencari seorang Haruno Momiji.
"Hei, Sasori apa kau tau kemana Momiji sekarang. Kenapa dia tidak masuk hari ini?"tanya Gaara penasaran. Mata jadenya mengarah pada bangku kosong di samping Sasori.
"Kalau aku tau sudah kukatakan dari tadi. Tch " jawab sasori mendecih. Sambil menjambak rambutnya frustasi karena tidak dapat menemukan Sahabat berambut soft pinknya dimana-mana. Sasori sudah mencari ke seluruh halaman sekolah termasuk atap sekolah yang sering mereka datangi. Tapi nihil.
Sreek
Gaara langsung mengambil tas ranselnya dan berjalan keluar kelas.
"Tunggu mau kemana kau Gaara?" tanya pemuda dengan wajah baby facenya ini.
"Aku akan pergi kerumahnya sekarang " ucapnya. Tanpa menengok dan menghentikan langkahnya .
"Ah. Aku juga ikut!" Sasori langsung beranjak dari duduknya dan menyusul Gaara dibelakangnya
Mereka berdua menaiki mobil sport milik Gaara. Dia sangat menghawatirkan sahabat soft pinknya. Tak biasanya dia bolos tanpa diketahui olehnya. Lalu Gaara menambah kecepatan mengemudinya .Dia sudah tak sabar ingin bertemu dengan pemuda yang berhasil mengambil hatinya. Ya. Pemuda soft pink yang membuatnya membelot menyukai sesama jenis saat pertama kali Gaara mengenalnya.
Saat sampai di depan rumah Momiji. Gaara langsung turun diikuti Sasori dibelakangnya dan berjalan menuju pintu rumah sahabat soft pinknya .
TOK TOK TOK
Dengan tak sabaran Gaara mengetuk daun pintu berulang kali dengan kasar.
Krek … Pintu terbuka dan menampakkan sosok wanita setengah baya dengan rambut soft pink.
"Baa-san. Apa Momiji sakit? hari ini dia tidak datang ke sekolah?" tanya pemuda dengan wajah baby facenya kepada seorang wanita yang diyakini ibu dari sahabat soft pinknya itu.
Sedangkan wanita separuh baya itu terkejut matanya terbuka lebar saat nama Momiji keluar dari mulut pemuda baby face itu. lalu wanita itu menundukkan wajahnya. Digigit bibir bawahnya. lalu mulai bicara.
"Momiji sudah tidak tinggal disini lagi. Mungkin dia tak akan pernah kembali ke sini . Jadi aku harap kalian lupakanlah dia. Maaf " jawabnya .Dengan suara menahan tangis.
Brakkk.
Selesai bicara sang wanita paruh baya itu langsung menutup pintu rumahnya. Gaara dan Sasori terbelalak tak percaya dengan semua penuturan dan sikap ibu dari sahabat soft pinknya itu. Yang menurut mereka sedikit aneh tak seperti biasanya.
"Ada apa ini. Apa yang sebenarnya terjadi" gumam Sasori pelan. Dia masih syok dan otaknya masih mencerna semua yang didengarnya. Tiba-tiba sahabat soft pinknya menghilang tanpa kabar. Ini semua membuatnya frustrasi. Karena baginya Momiji bukan hanya sekedar sahabat tapi juga orang yang disukainya. Dia dan Gaara sama-sama menyukai sahabat berambut soft pink mirip wanita itu.
Lalu manik hazel Sasori dan manik jade Gaara saling bertatapan. Sedetik kemudian keduanya mengeluarkan masing-masing hanphone genggamnya dan menghubungi seseorang disana.
"Kankuro cepat kau selidiki tentang keberadaan pemuda bernama Haruno Momiji . Bagaimanapun caranya kau harus mendapatkan informasi tentang dia secepatnya! klik "
"Haku, tolong kau cari informasi tentang pemuda bernama Haruno Momiji. Hubungi aku secepatnya saat kau menemukannya ! klik"
"Brengsek! pergi kemana kau Momiji?"ucap mereka berbarengan. Setelah menutup ponselnya.
.
-000-
.
Sudah sejam lebih pemuda soft pink ini berada di dalam mobil sahabat wanita blondenya ini. Matanya menerawang keluar jendela. Dia sedang memikirkan kehidupan baru yang akan dijalaninya nanti dengan identitasnya sebagai wanita.
Entah apa yang akan terjadi di sekolah barunya nanti. Rasa bersalah juga hinggap dihatinya. Karena memutuskan pergi tanpa memberitau kepada kedua sahabatnya. Gaara dan Sasori. 'Mungkin sekarang mereka sedang mencariku. Maaf tak memberitau kalian, karena jika kalian tau aku juga yang akan susah ' ucapnya dalam hati dan menghela nafas merenungi nasibnya yang berubah drastis saat ini.
"Ne Forehead sebelum kau masuk sekolah selama 3 bulan aku akan mengajarkanmu bersikap layaknya seperti wanita"ucap ino memecahkan lamunan Momiji.
Momiji mendelik tak suka "Aku tak mau "jawabnya cuek "Apa peduliku .Karena aku memang bukan seorang wanita "lanjutnya.
"Maaf forehead , kali ini kau tidak bisa menolak. kedua orangtuamu yang memberikan tugas ini padaku tadi sebelum kita pergi " ino menjulurkan lidahnya di depan wajah Momiji.
"He?" Momiji terlonjak kaget. 'Bagaimana ini. aku tak bisa mengecewakan mereka lebih dari ini'batinnya bimbang.
"Ingat identitas barumu wanita bernama Haruno Sakura. Jika Momiji adalah musim kemarau. Sakura adalah musim semi. warna rambutmu pun senada dengan bunga Sakura. Menurutku nama itu cocok untukmu . Lalu Atas kuasa ayahku kau akan bersekolah di tempatku. Karena itu jangan buat masalah di sana. Kau tau kan Konoha Gakuen adalah sekolah elite. Semua yang sekolah disana jelas dari kalangan atas, karena itu kumohon padamu minimal perbaiki cara bicara dan tingkah lakumu. Kalau tentang wajah dan otakmu aku tak akan protes" ucapnya panjang sambil menangkupkan kedua tangannya.
Momiji masih menimbang-nimbang. Apa tak ada pilihan lagi untuknya? "Haa,apakah benar-benar tak ada pilihan lain lagi pig?" Ino hanya meggelengkan kepalanya.
"Kau bisa menjalani sekolahmu dengan tenang jika identitasmu berubah menjdi wanita itu satu-satunya jalan keluar" manik shappirenya menatap manik emeraldku tajam.
"Ini semua benar-benar membuatku frustasi .Baiklah kuterima tawaranmu,akan kuusahakan melakukan yang terbaik. Ini semua kulakukan demi orangtuaku dan untuk kau sahabatku yang mau bersusah payah membantuku"
Diarahkan tangannya ke pucuk kepala sahabat wanita blondenya dan mengacak - acak rambutnya.
'Haruno Sakura kah! Sekarang itu namaku. Semoga di sekolah baruku nanti ,aku tidak akan bertemu dengan orang yang menyusahkan' batinnya.
.
.
-000-
.
.
Di rumah megah seperti istana ini. Semua keluarga berkumpul di meja makan. Menikmati sarapan pagi sebelum mengerjakan aktivitas sehari -hari.
"Huatchi " tiba-tiba seorang pemuda berambut raven dengan manik Onyxnya bersin di selah makannya.
"Kau kenapa Sasuke? "tanya seorang pemuda berambut raven panjang sepunggung dengan manik Onyx serupa.
"Hn. entahlah. Aku berangkat duluan" ucapnya sekilas dan melangkah pergi dari ruang makan menuju mobilnya. Dia langsung naik dan menjalankan mobilnya menuju kesekolah.
Di tengah perjalanannya menuju sekolah. Lampu lalu lintas terlihat merah dan membuatnya menghentikan mobilnya. Dibuka kaca jendela mobil sebelah kanannya. Saat dia menengok keluar melalui kaca jendela mobilnya.
Pandangannya terpaku pada sosok manis eerr. baginya mungkin terlihat seperti wajah wanita bersurai soft pink dengan gaya rambut yang sama sepertinya. Sesaat manik Emerald sang gadis bertemu pandang dengan manik Onyx miliknya.
Sasuke terpana melihat manik emerald indah sang gadis dan wajah cantiknya . Lalu tak lama kemudian lampu berganti berwarna hijau. Mobil sang gadis melaju pergi meninggalkan Sasuke yang masih tak bergeming dari tempatnya. Namun suara klakson mobil dibelakangnya membuyarkan lamuannnya.
Deg-Deg-Deg. Sasuke memegang dadanya yang sejak tadi berdetak kencang karena ulah sang gadis bersurai soft pink tadi.
'Aku pasti akan mencari tau tentangmu cherry ' ucapnya dalam hati. Lalu menyeringai penuh arti. Untuk pertama kli,dia merasa telah menemukan sosok gadis yang selama ini dia cari.
.
.TBC
mohon saran dan kritik R&R
spesial thank's
Kazura,luca marvell,saki,41,star dash,hazono yuri,Lvenge,caesar puspita
