Produce An Angel (Sequel)
KRISTAO/TAORIS
BOYS LOVE (YAOI)
Remake from Shiiba Nana's manga
TYPO SELALU ADA
Menerima segala bentuk dukungan maupun kritikan yang bersifat membangun dan disampaikan melalui kata-kata yang sopan dan sesuai norma.
.
.
Kalau reviews di chapter ini lebih banyak dari reviews chapter sebelumnya, minggu depan saya bakalan ngasih sequel with KRISTAO NC scene.
.
.
Produce an Angel chapter 2
.
.
"Sekarang kamu bisa jelaskan apa maksud dari berita di surat kabar ini" Zhang Yixing, bos besar di SM Modelling melemparkan surat kabar ke meja dengan wajah frustasi.
Tao sang objek masalah, hanya bisa menundukkan wajahnya. Matanya menatap nanar isi surat kabar yang berisi foto mereka berdua berciuman, tepatnya saat Kris mengakui perasaannya kepada Tao.
"Gelora cinta Kris Wu sang malaikat?" - judul isi koran.
"Padahal mama percaya padamu, Zitao. Kamu tahu apa akibat ini semua? Skandal ini bisa menghancurkan image Kris, kan?" Yixing menatap kecewa Tao yang hanya menunduk sambil menggigit bibirnya.
"Pokoknya.. Untuk sementara ini, kalian tidak boleh bertemu. Mengerti?"
Tao membelalakkan matanya mendengar ucapan Yixing. "TIDAK. AKU TIDAK MAU." Tao mengambil tas sandangnya, lalu pergi berlari meninggalkan Yixing yang hanya bisa berteriak memanggil nama Tao.
'Tidak. Aku tidak mau. Aku tidak mau tidak bertemu dengan Kris'. Tao masih terus berlari di koridor gedung, sampai akhirnya langkahnya berhenti di depan satu ruangan karena suara yang sangat terdengar familiar diingatannya.
' Kris aku..'
"...kau sadar ya, Kris?" Pria lawan bicara Kris, pria yang Tao kenali sebagai Lim Changkyun mulai mengeluarkan suaranya.
Tao tersenyum dan dia bisa melihat Kris menggaruk kepalanya canggung, hingga akhirnya senyumnya hilang karena kalimat yang terucap dari bibir Kris setelahnya. "Maaf, Changkyun. Tapi semua foto dan itu memang di sengaja. Aku tahu ada kamera yang memotret, karena saat itu mataku melihat seseorang mengintai aku dan Tao dari jauh."
Hancur sudah hati Tao.
"Ternyata kamu pintar juga ya Kris. Berkat skandal ini, nama mu bakalan semakin terangkat dan kmu akan semakin populer."
Senyum Tao mulai memudar. Dan jawaban Kris selanjutnya..
"Tidak juga, Changkyun. Ini bisa jadi iklan yang bagus."
Hancur dan sakit. Itu yang Tao rasakan. Dan tepat setelah ucapan Kris keluar dari bibirnya, Tao berlari dengan air mata yang berlinangan dikedua pipinya.
'Aku sungguh bodoh. Begitu mudah tertipu. Seharusnya aku sadar kalau dia itu iblis berkedok malaikat! Seharusnya aku tidak pernah mempercayainya! Dia memang iblis..!'
Tao terus berlari hingga akhirnya larinya harus berhenti karena dihadang oleh sekelompok wartawan.
"Hei? Kau Huang Zitao kan?"
"Kau yang berciuman dengan Kris Wu itu?"
'Hentikan...'
"Apakah benar anda menjalin hubungan dengan Kris Wu?"
"Bukan kah anda hanya seorang asisten"
'Tolong hentikan..'
"Mengapa kau percaya diri sekali?"
"Apa kau tidak malu kepada publik? Tampang mu hanya pas-pasan jika dibanding dengan Kris~" Pertanyaan malah bisa dikatakan pernyataan ini terdengar begitu menyakitkan.
Tao hanya bisa memejamkan mata dan menutup kedua telinganya menggunakan tangan sambil menahan tangisnya -lagi-. Hingga akhirnya Tao tersentak ketika dirasakannya seseorang menaruh sebuah jacket di atas kepalanya, dan suara yang familiar terdengar ditelinganya.
Dan Tao kembali tersentak ketika seseorang membalikkan tubuhnya dan menciumnya secara spontan.
"Benar. Dia adalah Huang Zitao. Dia pria yang berciuman denganku di taman. Dia adalah pacarku. Dan dia bahkan lebih berharga daripada kalian semua. Zitao kekasihku dan orang yang paling ku cintai." Kris Wu sang pelaku penciuman menyeringai ke arah wartawan-wartawan yang saat ini hanya ternganga melihat pengakuan dan perlakuan Kris barusan.
"Oh ya silahkan kalau mau potret. Aku tidak peduli jika kalian mau mempublikasikannya. Karena aku tak mau pacaran dengan sembunyi-sembunyi." Ucap pria berstatus kekasih Tao itu dengan pandangan menusuk dan dingin.
Tao mulai memahami semua ini, dia teringat kata-kata Kris dengan Lim Changkyun tadi.
'Oh jadi ini maksud Kris tadi? Ini bisa jadi iklan yang bagus maksudnya adalah iklan yang memberitahu ke publik jika kami berpacaran?'
"Tapi..." Kris menghentikan ucapannya sejenak.
Braaaak!
Kris membanting sebuah kamera milik seorang wartawan. "Siapa pun yang membuat kekasihku menangis, BAKALAN KU HABISI!"
Tepat setelah Kris menyelesaikan kalimatnya, Tao berbalik dan memeluk tubuh tinggi kekasihnya itu dan Kris tentu saja langsung membalas pelukan Tao sambil tersenyum tampan.
.
.
.
"Betul-betul.. Malaikat jahat! Jadi selama ini kau berpura-pura? Mama tertipu!" Zhang Yixing sang pemilik SM Modelling memandang Kris dan Tao yang saat ini duduk berhadapan dengannya dengan pandangan tajam.
"Skandal ini bisa merusak image malaikatmu~" Kris dan Tao hanya menggaruk tengkuk mereka yang tidak gatal.
"Hiks.. Padahal kau laris sebagai model ber-image malaikat. Hiks.. Rencana Mama gagal total. Tapi apa daya.. Kalian memang pasangan yang serasi sih, Jadi Mama akan merestui kalian" Lanjut Yixing lagi sehingga membuahkan sebuah senyuman bahagia di wajah Kris dan Tao.
' Meski bukan malaikat, Kris ku tetap keren kan? Bergandengan tangan.. Berjanji akan selalu melindungiku. Bersama Kris, aku yakin pasti bisa menghadapi semua masalah di depan mata.'
.
.
2 weeks later
.
.
Dari image malaikat berubah menjadi iblis yang tetap menawan hati para gadis. Itulah si model yang paling beken saat ini. Kris Wu.
' Dia kekasihku~~~~' Tao memandang poster dengan gambar Kris dengan wajah yang menggemaskan dan mata pandanya yang berbinar-binar. Tentu saja, siapa yang tidak bangga memiliki kekasih berstatus model tampan dan berbakat seperti Kris? Jika ada yang tidak bannga, ijinkan Tao menciumnya. Eh...
Ngiiing Drap Drap Drap *efek suara lift dan langkah kaki gagal :D*
" Hah.. Untung sempat ketemu.."
Tao menolahkan kepalanya ke pintu lift begitu mendengar suara Kris dan dia bisa melihat kekasihnya itu bercucuran keringat dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Kris? Ada apa?"
"Huh? Tentu saja aku kesini untuk menemui kekasihku Zita-"
"Kris cepat kembali! Kau ada pemotretan!" Suara dari seorang fotographer memotong ucapan Kris.
Kris menatap fotographer itu dengan seringaian tajam menghiasi wajahnya. "Aku mau kencan dengan kekasih ku. Duluan, ya~"
Dan tepat setelah itu, Kris menarik tangan Tao untuk masuk kedalam lift, mengabaikan seluruh ucapan crew dan fotographer yang memanggilnya untuk kembali melakukan pemotretan.
"Kris.. Apa tidak apa-apa kau meninggalkan pemotretan?" Tao memandang Kris khawatir. Tentu saja Tao khawatir, hubungan mereka baru berusia 2 minggu -lebih-, dan Tao tidak mau menerima ceramah atau bisa dibilang ocehan dari Mama Yixing karena telah membuat Kris bertindak tidak proffesional.
Kris membawa Tao kedalam pelukannya. "Iya, tidak apa-apa. Aku yang bertanggung jawab jika Mama Yixing memarahi mu." Kris menciumi kepala dan rambut wangi lavender milik Tao.
"Sudah lama tidak bertemu dengan mu.. Aku mau 'isi tenaga' dulu." Kris mengeratkan pelukannya ditubuh Tao. Ya Kris benar, dia dan Tao memang sudah tidak bisa bertemu sesering dulu lagi, itu dikarenakan Tao sudah tidak menjadi asisten Kris lagi. Selain karena Tao harus fokus ujian dan tawaran job untuk Kris juga semakin banyak, Tao bisa dibuat kewalahan jika harus sekolah sambil bekerja, Mama Yixing juga memberikan keputusan bahwa Tao harus berhenti menjadi asisten Kris, itu semua dilakukan untuk menghindari 'aksi mesum' Kris ketika Tao bertugas mendampinginya. Yah, semua orang di SM Modelling sudah sering melihat 'aksi mesum' model berstatus kekasih Tao itu di lokasi syuting.
Tao menutup wajahnya yang kini bersemu merah ketika mendengar kalimat terakhir Kris. Dia tahu betul maksud dari kalimat 'isi tenaga' versi Kris. Kekasihnya itu memang mesum sih.. Dan kini pipinya semakin merona melihat Kris yang menatapnya dengan intens. Perlahan bibir tebal dan sexy milik kekasih iblis berkedok malaikat-nya itu mulai mendekat.
Kris mengangkat tangan Tao yang menutupi wajahnya dan mulai menciumi wajah Tao. Mata, pipi, hidung dan terakhir beralih ke bibirnya. Kris mengecup lama bibir Tao. Mengecap rasa manis yang membuat candu baginya. Bibirnya terus bergerak ke atas dan bawah. Tao membuka mulutnya sedikit saat merasakan lidah Kris yang menekan-nekan bibirnya. Dan kini ciuman itu menjadi kian memanas. Tao yang merasakan pasokan oksigen kian menipis mencoba melepaskan ciuman itu, namun tangan Kris yang berada di tengkuknya menahan pergerakan Tao. Tao memukul-mukul dada Kris pelan sebagai isyarat. Kris mengerti, dan dengan muka tertekuk karena cemberut, Kris melepaskan ciumannya dari bibir Tao.
"Masih kurang, Zi.. " Dan bibir tebal itu mulai memagut bibir Tao lagi, bahkan dengan nakalnya sang pemilik bibir itu mulai berani menjilati telinga Tao.
Tao tersenyum di sela-sela kegiatannya membalas ciuman Kris.
'Kris semakin sibuk berkerja. Aku tidak bisa sesering dulu lagi untuk mendampinginya. Aku semakin menyayanginya~'
~KrisTao~
.
.
"A-APA?! KRIS AKAN MAIN FILM?!"
"Iya sayang.. Sutradaranya Mikitani Ryounji yang terkenal itu, loh. Dia sendiri yang meminta Kris untuk menjadi pemeran utama di film ini" Yixing berkata dengan semangat, sangkin bahagianya dia bahkan memeluk Tao yang masih ternganga karena takjub mendengar kabar bahwa Kris akan bermain film.
Sementara sang objek pembicaraan hanya memasang senyuman tipisnya.
"Kris hebat!" Tao menghadiahi Kris dengan sebuah pelukan.
"Tapi.. Itu artinya aku akan makin sibuk, Zi." Dan pelukan itu terlepas dengan Tao yang memasan wajah cemberut dan bibir yang dikerucutkan.
"Kenapa sih, Kris harus bekerja segigih ini?" Nada bicara dan perasaan Tao mulai melankolis.
"Hehehehe.. Ini karena aku ingin membuat "Kris Wu World". Aku harus tampil di papan iklan, majalah, bahkan di Televisi seluruh dunia. Bukan kah itu pemandangan yang sangat bagus?" Kris mulai mengimajinasikan seluruh perkataannya, dia membayangkan bagaimana jika terdapat patung dirinya seperti Patung Liberty, Poster-poster dengan gambar dirinya menghiasi dunia, dan bangunan seperti bangunan Monas yang digantikan oleh miniatur kepala dan wajah Kris sebagai pengganti obor. Dasar gila.
Tao kembali memanyunkan bibirnya mendengar alasan Kris. Ingin rasanya dia mencukur rambut Kris sampai habis. Namun dia kembali tersenyum, mencoba memahami keinginan kekasih mesum sekaligus gila-nya ini.
'Kris begitu penuh semangat untuk bekerja. Aku tidak boleh egois. Biar aku saja yang akan menemuinya!'
~KrisTao~
.
.
"Selamat siang~" Hari ini Tao mendatangi lokasi syuting Kris. Tepat sesuai dengan dugaannya, Kris memang semakin sibuk. Mereka sudah 2 hari tidak bertemu. Tidak bertemu dan hanya bisa berbicara melalui telepon yang durasinya hanya antara 5 sampai 10 menit membuat hati Tao cenat-cenut karena kangen. Walaupun mesum, Kris itu ngangenin juga loh..
"Selamat siang. Mencari Kris, ya?" Sang crew bernama Kihyun tersenyum manis, tentu saja dia paham maksud Tao datang ke tempat ini.
"Hehehe iya. Bolehkah aku bertemu dengannya?" Tao bertanya malu-malu.
"Sayang sekali, Tao-ah. Jadwalnya sangat padat, tadi setelah selesai syuting dia langsung pulang." Kihyun mulai merasakan aura mencekam disekitar Tao.
Grrrrrrr..
"Tolong. Beritahu. Aku. Jadwal. Lengkap. Kris" Benar saja, Tao mulai mengeluarkan aura hitamnya. Ternyata efek kangen sama Kris bisa separah ini.
.
.
Sinar mentari mulai mengintip dari jendela. Seorang pria remaja bermata panda menggeliatkan tubuhnya dengan malas. Tao sangat tidak bersemangat hari ini.
Ternyata Tao masih belum bisa ketemu Kris, bahkan ini sudah hari ke-5 mereka tidak bertemu.
Tao pernah mencoba datang ke studio setelah pulang sekolah dan jawaban yang diterimanya adalah "Kris sudah pulang"
Dan keesokan paginya, sebelum ke sekolah Tao datang lagi ke studio untuk menemui Kris, namun jawabannya adalah "Kris belum datang, tuh"
Tao tidak menyerah, ketika istirahat siang dia datang lagi ke studio, namun ternyata harus kecewa lagi, karena jawabannya adalah "Lokasi syutingnya diganti"
"Cukup. Kalau terus begini Tao sudah seperti anak panda yang kehilangan induknya. Tao sebal, Tao sedih, Tao galau, Tao sakit hati, Tao meriang -maksudnya merindukan kasih sayang- Kris. Aku akan bolos sekolah hari ini untuk menemui Kris" Tao bersiap-siap untuk datang langsung ke lokasi syuting Kris.
.
.
.
"KRIS!" Tao berteriak gembira begitu melihat Kris yang baru saja turun dari mobilnya. Seperti yang telah direncanakan oleh Tao, hari ini dia bolos sekolah untuk mendatangi Kris di lokasi syuting.
Kris yang melihat Tao berdiri didepannya hanya memandang Tao heran. "Tao?"
"Aku datang Kris. Bagaimana kabarmu? Huh kau terlihat begitu lelah." Tao memeluk Kris sebentar dan kemudian melepaskan pelukannya untuk memandang wajah Kris khawatir.
Gyuuut. Kris menarik Tao ke pelukannya.
Keduanya berpelukan lama, menyampaikan rasa rindu mereka. Namun adegan peluk-memeluk yang romantis itu harus terhenti karena aksi nakal Kris.
"Kau tidak berubah, Zi. Penis mu masih tetap kecil~" Kris meremas kejantanan Tao dan tentu saja Tao memberikan Kris hadiah, sebuah tonjokan sayang diperut Kris.
"Kau kejam sekali, Zi. Aku cuma bercanda." Kris tertawa pelan melihat Tao yang berkacak pinggang sambil melotot tajam namun terlihat begitu menggemaskan. Apalagi pipi yang digembungkan itu seolah berteriak memanggil Kris untuk menggigitnya.
Kris tersentak sebentar, dia teringat sesuatu. "Bukankah hari ini hari biasa? Harusnya kau sekolah kan?"
Tao menggaruk tengkuknya, "Hahaha aku bolos, Kris. Akhir-akhir ini kita tidak pernah bertemu, dan hari ini aku bolos sekolah untu-"
"Pulang." Kris memandang Tao tajam.
"Eh?"
"Aku bilang pulang, Huang Zitao. Nggak usah bela-belain datang kesini."
"Tapi.. Aku ingin bertemu dengan mu, Kris." Air mata pria manis itu mulai menggenang, tidak terima dengan perkataan Kris.
"Jadi tiap kau ingin bertemu dengan ku, kau bakal bolos sekolah? Begitu?" Kris mendudukkan bokongnya di kursi. Masih menatap Tao tajam. "Pokoknya. Kau harus pulang dan pergi ke sekolah sekarang." Sambung Kris lagi.
'Aku tahu Kris, tapi..'
Bruuukk! Tao memukul wajah Kris menggunakan tas selempangnya.
"Heh.. Apa-apaan ini, Zi?" Kris terkejut karena perlakuan Tao barusan, dia mengusap-usap wajahnya kesakitan sambil memandang Tao heran.
"Kris enak, ya.. Dipuja semua orang. Terkenal. Bebas berbuat sesukanya." Tao berusaha menahan emosinya untuk tidak berkata kasar. Mimik mukanya menunjukkan kekecewaan.
'Jadi, hanya aku yang kangen?'
"Kau ini bicara apa sih? Aku tidak mengerti." Kris menyandarkan punggungnya dan memalingkan wajahnya dari Tao. Tidak tahan melihat wajah ingin menangis Tao.
"Harusnya.. HARUSNYA AKU TAK BERTEMU DENGAN MU SEJAK AWAL! AKU MEMBENCI MU!" Cukup, Tao tidak bisa membendung kecewanya lagi. Air mata sukses mengalir di kedua pipinya.
Kris tersentak, namun dengan cepat segera bersikap biasa. "Oh, begitu. Kalau begitu silahkan pulang."
Zitao membelalakkan matanya kaget dengan reaksi Kris, dia pikir bakalan ada adegan seperti di drama-drama yang biasa dia tonton bersama Yixing, dimana sang kekasih minta maaf dan menenangkan kekasihnya. Namun ternyata hanya khayalan saja..
"Baiklah. Aku pulang! Jangan pernah menemuiku dan menghubungiku lagi!" Tao mengusap air matanya, lalu pergi meninggalkan Kris yang menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.
.
.
.
~KrisTao~
.
.
Tao melangkahkan kakinya lesu. Hari ini moodnya sangat berantakan. Setelah masalah dia bertengkar dengan Kris 2 hari yang lalu, ternyata hingga saat ini Kris tidak ada menghubunginya sama sekali. Bahkan selama 2 malam ini Tao tidak biasa tidur karena menunggu (berharap) Kris meneleponnya. Namun nyatanya, jangankan menelepon, meminta maaf melalui pesan pun tidak. Tao? Tentu saja Tao tidak akan menghubungi Kris. Karena menurut Tao, Kris adalah pihak yang bersalah dipertengkaran mereka. Lagi pula gengsi dong, kan Tao sendiri yang bilang Tao tidak akan menemui dan menghubungi Kris lagi? -.-
Dengan perasaan tak semangat, Tao menyusuri jalan trotoar sambil menenteng tasnya. Seperti orang gila, kadang dia akan mengumpat makian tidak jelas seperti kata 'bodoh' 'mesum' 'gila' dan sebagainya sambil mengacak-acak rambut purplenya. Orang-orang yang berjalan di sekitar Tao terkadang menatap Tao aneh, namun tidak lama, karena Tao langsung mendelikkan matanya sinis seolah mengatakan 'apa lihat-lihat? berani lihat, nyawa melayang'.
"Aku yang menemukan Kris dan membuatnya menjadi model! Tapi dia malah bersikap seperti itu denganku! Dasar Kris jelek!" Tao mengumpat, bibirnya dipoutkan imut.
"Lihat saja, aku tidak akan menemuimu lagi!"
"Kalau kita bertemu, aku tidak akan memberimu ijin untuk 'mengisi tenaga' lagi." Huh? Katanya nggak mau ketemu Kris lagi?
Tao terus mengumpat tidak jelas, sampai suara dering handphonenya akhirnya menghentikan aksi mengumpat Tao.
Keningnya mengernyit begitu melihat nama Mama Yixing muncul di layar benda berbentuk segi empat itu.
"Hall-"
"HUANG ZITAO SEGERA PERGI KE LOKASI SYUTING KRIS SEKARANG JUGAAA." Suara teriakan cempreng milik Yixing memotong ucapan Tao dan membuat telinga Tao berdengung.
"Aish, tidak usah berteriak, ma. Kenapa aku harus pergi?"
"Hari ini syuting akan dimulai. Tapi dia ngambek tidak mau akting."
Tao hanya diam.
"Mama tidak tahu apa yang terjadi diantara kalian, tapi Mama harap segera selesaikan masalah kalian dengan baik. Buktikan jika status pacaran kalian tidak menjadi penghalang untuk bertindak proffesional. Sekarang segera pergi lokasi syuting Kris, arraseo?"
Tao memijit hidungnya pelan. Perkataan Yixing barusan menjadi tantangan untuknya. "Baiklah, aku akan kesana"
~KrisTao~
.
.
Tao melangkahkan kakinya ragu dan menghampiri seorang crew.
Saat ini dia sudah berada di lokasi syuting Kris
"Luhan, dimana Kris? Apa yang terjadi?"
"Tao? Syukurlah kau sudah datang. Kris sedang berada di ruang ganti kostum. Dia ngambek tidak mau akting jika kau tidak datang."
"Huft.. Baiklah. Aku akan menyusulnya dulu. See you, Luhan."
Kaki jenjang Tao berjalan menuju ruang ganti tempat Kris yang ditunjukkan Luhan tadi. Tao menarik nafasnya pelan, menghilangkan rasa gugup sekaligus kesalnya kepada kekasih mesumnya itu. Sampai didepan pintu, Tao menarik alisnya keatas begitu dia menyadari pintunya tidak dikunci. Dia akan masuk sebelum akhirnya dia melihat Kris berdiri membelakanginya bersama seorang wanita.
Dan Tao bisa mendengar percakapan mereka
"Aku menyukaimu, Kris. Aku ingin kau menjadi kekasihku."
Tao membelalakkan matanya kaget.
"Aku sudah punya kekasih. Lagi pula aku tidak menyukaimu, Solji"
Tao menghembuskan nafasnya lega. Namun rasa cemasnya belum hilang.
"Huh? Huang Zitao? Apa bagusnya dia? Aku bahkan lebih cantik daripada dia. Dia itu pria Kris. Sayang sekali pria sepertimu menjadi gay untuk orang seperti dia." Cibir wanita bernama Solji itu.
Di sisi lain, wajah Tao menjadi muram mendengar perkataan Solji.
"Itu menurut mu, Solji. Bagiku dia adalah segalanya. Aku tidak peduli kau berkata apa. Yang jelas aku mencintainya sepenuh hati. Dan aku tetap tidak mau menjadi kekasih dari orang sepertimu."
Masih tetap berdiri di depan pintu, Tao menatap Kris terharu. Dia tidak menyangka Kris begitu mencintainya. Ingin rasanya ia berlari memeluk Kris.
"Sekali lagi ku tawarkan. Kau harus jadi kekasihku Kris." Tao melihat Solji menyampingkan tubuhnya kearah Kris. Rupanya Solji bersikukuh untuk memaksa Kris agar mau menjadi kelasihnya.
"Aku tetap pada pendirianku. Aku hanya mencintai Tao. Dan aku tidak akan pernah menerima mu menjadi kekasihku." Balas Kris daar.
Solji semakin mendekat ke arah Kris, dibibirnya terlukis seringaian menyeramkan. "Baiklah. Kau telah berani menolakku demi pria tidak berguna seperti Tao? RASAKAN INI!"
"Aaaaakkkhh..!"
"KRIISSSS!"
Kris berteriak kesakitan dan tubuhnya jatuh ke lantai begitu merasakan sakit karena perutnya tertusuk oleh Solji. Bersamaan dengan itu, Tao berteriak dan berlari menuju Kris dan Solji yang kini tersenyum puas melihat keadaan Kris.
"Itu akibatnya karena kau berani menolakku. HAHAHA"
"Kau! Kenapa begitu jahat..! Kenapa kau melakukan ini kepada Kris?!" Tao menatap Solji dengan penuh amarah. Air mata Tao bercucuran melihat perut Kris yang kini berlumuran darah.
Solji tersenyum sinis. "Aku tidak punya urusan dengan mu, namja jelek. Urus saja kekasihmu yang hampir mati ini. BYE" Solji meninggalkan Tao dan Kris diruangan itu.
Tao pun sudah tidak peduli lagi dengan Solji. Kris adalah yang terpenting saat ini. Tao harus menyelamatkan nyawa Kris dulu dibanding harus melaporkan Solji ke polisi.
"Kris.. Bangun Kris. Hiks jangan tinggalkan aku. Ku mohon cepat sadar Kris.."Tao terus menangis. Tangannya membawa tubuh Kris kedalam pelukannya.
"Tao.." Kris membuka matanya perlahan dan memanggil Tao lirih.
"Kris.. Kau tidak apa-apa? Hiks.. Jangan tinggalkan aku"
"Tao.. Mungkin.. aku tidak akan bertahan lebih lama.. A-aku mohon. J-jangan bbenci aku.."
Tao semakin menangis tersedu mendengar ucapan Kris. "Tidak Kris.. Kau harus bertahan. Aku tidak pernah membencimu.. Aku sangat mencintaimu"
Kris memejamkan matanya, sepertinya kondisinya sudah tidak kuat lagi. "Bbenarkah? A..a..aku ingin mendengarnya sekali..lagi. Katakan dengan jelas, Zi."
"AKU MENCINTAIMU, KRIS! KAU SATU-SATUNYA ORANG YANG KU CINTAI DI DUNIA INI!?" Tao menggigit bibirnya menahan isakannya lagi.
Kris tersenyum lirih. "Tao.. Cium aku.. Aku ingin dicium orang yang ku cintai."
Tao menganguk, kemudian tanpa berlama-lama lagi bibirnya segera mencium bibir Kris berulang-ulang dengan penuh perasaan.
Sedikit heran mengapa Kris begitu bersemangat membalas ciuman Tao sampai-sampai Tao sendiri dibuat kewalahan.
Tap Tap Tap
Seseorang berlari menuju mereka. Kris dan Tao masih asyik dengan kegiatannya.
Duughh!
"Aaakkh"
"Kau sudah puas Kris? Kau sudah berjanji akan akting bagus kan! Sekarang ayo mulai syutingnya!" Pria cantik berpipi bakpao bernama Xiumin memukul kepala Kris dan kotak make up yang ada ditangannya.
"Eh?" Tao memandang Kris dan Xiumin bingung.
"Hehehe.. Maaf ya, Tao. Telah membuatmu kaget. Kris meminta ku membantunya. Dia sengaja merancang skenario. Karena dia ingin tahu perasaan kekasihnya. Jadi aku harus melakukan seperti yang tadi" Wanita cantik bernama Solji yang tadinya menusuk perut Kris datang menghampiri mereka.
Kris hanya menatap Solji malas karena rencananya dibongkar.
"Hah? Jadi aku dikerjain?" Tao mulai mengeluarkan aura hitamnya.
"Berisik! Siapa suruh kau bilang benci padaku?! Aku marah, tahu!" Kris menatap Tao tajam.
"Bukan hanya kamu Tao. Aku juga.. Aku sering ingin bolos kerja untuk menemuimu. Tapi aku sengaja menahan diri dan bekerja dengan tekun. Agar kau bisa menghargai kegigihan dan keseriusanku." Kris mengelus wajah Tao, disertai dengan tatapan yang lembut dan senyuman di bibir Kris.
Tao terdiam. Lalu dengan segera dia memeluk Kris.
'Ternyata.. Kris juga merindukanku.. Perasaan kami sama. Aku sungguh kekanakan dan egois.'
"Maaf Kris.. Maaf ya.." Air matanya kembali jatuh.
"Aku juga Zi, maaf telah melukaimu dengan perkataan ku kemarin. Mulai sekarang, aku tidak peduli kita bakalan sering bertemu atau tidak." Kris mengepalkan tangannya semangat.
"Jadi kita harus menahan diri terus jika sedang kangen?" Tao memasang wajah cemberut.
"Ya. Demi masa depanmu." Kris mengambil sesuatu di saku celananya, lalu menjepit benda berbentuk bulat yang ternyata sebuag cincin permata itu di bibirnya. Setelah itu dia mengambil telapak tangan kanan Tao. Dan menaruh cincun dari bibirnya ke telapak tangan kanan itu.
Tao hanya memandang Kris dan cincin itu bergantian. Berusaha mencerna apa maksud Kris.
"Itu untukmu. Kita akan bertunangan besok. Aku sudah menyiapkannya sejak seminggu yang lalu." Kris tersenyum tipis.
"K-kris.. Ini.. Beneran..?"
Cuup
Dan sebelum Tao menangis bahagia karena terharu, Kris terlebih dahulu membungkam bibir Tao dengan ciuman-ciuman nakalnya, berusaha 'mengisi tenaga' yang sudah 2 hari tidak dia dapatkan. Tao? Tentu saja membalas ciuman Kris, mengabaikan Xiumin dan Solji yang hanya bisa berteriak histeris sambil meninggalkan ruangan itu.
'Manis bagaikan malaikat. Usil bagaikan iblis. Dia lah Kris Wu. Tidak ada satu orang pun yang mampu menandingi kekasihku ini.
END
.
.
Hello, TaoRisJae is back ^^
Lama nggak nulis lagi membuat saya sedikit canggung berada di ffn. Maaf jika ff kali ini gaje, aneh, nggak sesuai EYD dan apabila tidak sesuai dengan keinginan readers semua.
Sebenarnya tangan saya sudah gatal pengen update ff ini sejak 2 hari yang lalu, tapi selalu aja adaasalah. Mulai dari ZTAO yang dibash karena mau minta maaf dan menyesel karena ngatain hal buruk tentang yifan, saya juga harus okut ospek MABA mulai dari jam 8 pagi sampai 3 sore, dan hari ini ffn juga error
Boleh ngomong sedikit tentang maslah Zitao yang mau minta maaf dan mengaku menyesal nggak? Saya melihat banyak fans maupun exo-L dan meigeni (sebagian) yang mengatakan seperti ini 'Kris nggak bakalan maafin elo, Tao' dan 'Kalaupun Kris maafin elo, gua gak bakalan maafin elo.'
Seriusan itu aneh banget. Tao minta maaf sama Yifan, bukan sama exo-l, netizen, ataupun fans Kris sendiri. Jadi ada baiknya nggak usah sok berlagak seperti anda sendiri adalah Yifan. Padahal ZTAO sendiri udah mengorbankan harga dirinya dengan meminta maaf di depan publik. Ngelakuin hal yang dilakukan Tao itu butuh keberanian besar, dan pastinya mental batin yang kuat.
Lagipula Tuhan aja maha pemaaf, masa manusia nggak bisa maafin kesalahan ZTAO?
Ada yang bilang Tao nggak pernah menganggap dan peduli sama exo, padahal ZTAO aja mau mengklarifikasi tentang rumor yang mengatakan dia di bully BBH. Klarifikasi dari ZTAO itu menunjukkan bahwa dia masih peduli dengan nama baik exo. Tapi walau begitu, masih banyak aja exo-l yang bilang ZTAO nyari sensasi. Padahal dia cuma mengatakan apa hal yang dialami dan dirasakannya.
Tao dibilang Drama Queen. Kalau Tao Drama Queen, maka yang ngebash adalah Sang Penulis Skenario dan Sutradara yang sudah mengerti segalanya. Namun sayangnya mereka hanya Sutradara gadungan, nggak tahu apa-apa tapi sok tau segalanya.
Sepertinya ZTAO nggak ngomong salah, ngomong makin salah lagi. Bingung jadinya.
.
.
Sejujurnya kaget waktu Tao bilang, "Aku masih berkomunikasi dengan Luhan. Tapi kalau Kris, aku tidak tahu dia akan memaafkan aku atau tidak."
Berarti selama setahun tiga bulan ini, Kris sama Tao nggak ada berhubungan sama sekali. Pengen nangis waktu menyadari hal itu. Tapi saya dibuat senang lagi, selama ini Kris dan Tao sering memakai barang dan pakian yang sama . Jadi,walaupun mereka tidak ada komunikasi, sebenarnya perasaan mereka masih berhubungan.
.
Terima kasih buat kalian semua yang selalu meninggalkan jejak baik berupa review, favorite, maupun following ff saya. Maaf nggak bisa balas review kalian satu-satu.
Oke, udah 3.972 words, please give me some review, my lovely readers ^^
Yang mau berteman atau mau ngasih usulan ff sama saya boleh nge-PM atau invite BBM *numpang promosi :D *
56BD7458
.
.
.
See you next time :* :*
.
~KrisTao~
