Ni: Shokugyou Kunren-kou.


Vocaloid PunyaCrypton Future Media, Internet, Yamaha Corporation, AH software, Zero-G, Zola Project, 1st Place, dan-lain-lain.

Utauloid, Voyakiloid dan Fanloid Milik Creator masing-masing.

Warning Typo, OOC, Humornya kurang GREGET, EYD kurang tepat, dan kalau tidak sengaja menyebutkan Merek atau apapun itu, ITU BUKAN PUNYA SAYA.


Summary:

–"TKJ dibalik JKT, TKJ28 kurang 20!". Siapa bilang Nakal itu tidak bisa berprestasi? Cerita ini ada untuk menghibur kalian dengan kegilaan siswa-siswi TKJ alias Teknik Komputer Jaringan. Daripada bingung, mending baca aja, deh!


.

.

.

Jika kalian –anak kelas 3 SMP– sudah lulus, pasti kalian akan mencari SMA atau SMK Negeri, kan? Begitu pula dengan Miku, ia sekarang sedang sibuk mencari SMK yang cocok untuknya.

Mengapa Miku lebih memilih untuk masuk SMK, bukan SMA? Jawabannya simple, karna Miku tidak cocok dengan hal-hal berbau IPA dan IPS. Lagipula, dengan masuk SMK, Miku –mungkin– bisa langsung mencari pekerjaan, bukan?

Tiap lembar brosur demi brosur ia baca –kebanyakan memuat Jurusan dan prestasinya. Miku mulai pusing. Ia terpaksa harus masuk ke SMK Swasta –mengingat Nemnya dibawah rata-rata untuk masuk SMK Negeri.

"Miku, kamu masuk SMK Vocaloid saja, yah?".

Mendengar suara lirih ibunya, Miku segera mengambil brosur dengan tulisan 'SMK VOCALOID' dengan font size yang besar.

Kini ia tahu mengapa ibunya memilih untuk masuk ke SMK Vocaoid. Ada beberapa aspek yang –menurutnya– cukup logis.

1. Biayanya murah.

Miku tahu bahwa ekonomi keluarganya tidak menentu. Kadang ada, kadang tidak. Miku pun tidak tahu pekerjaan orang tuanya. Yang jelas, orang tua –ayahnya– akan bekerja jika ia mendapat Project dari Bosnya.

2. Jurusannya banyak.

Di SMK Vocaloid ini ada 4 Jurusan. Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Pemasaran, dan Teknik Komputer Jaringan. Mungkin Miku akan memilih Jurusan Akuntansi.

3. Banyak ekstrakurikulernya.

Miku suka bernyanyi. Mungkin nanti ia akan mengikuti ekstrakurikuler ini.

Miku terdiam. Ia masih berfikir. Nanti siapa yang akan menjadi temannya? Bagaimana nanti kalau ia tidak mempunyai teman? Apakah nanti ia akan betah di sekolah barunya?

Tapi ia menepis pikiran negatif itu. Ia harus optimis. Sekarang yang harus ia lakukan hanyalah mendaftar di sekolah ini. Soal biaya, ibunya sudah memikirkannya sejak lama.

"Okaa-san, ayo kesana.."

Dan disinilah Miku saat ini. Di SMK Vocaloid. Gedungnya tidak terlalu besar, tapi cukup untuk mempunyai 3 lantai. Dan Miku baru tahu kalau SMK Vocaloid juga mempunyai gedung SMP. Karna kalian sudah tau bagaimana Miku saat mendaftar, jadi kita majukan hari dimana Miku akan mengikuti cobaan yang berat.

Hari ini adalah hari untuk MOPD dan LDK.

"Hey kamu! Cepat pakai atributnya!".

Nafasnya terengah-engah dan tangannya bertumpu pada lutut. Miku langsung saja memakai atribut –topi Mahkota Daun[1]– dan berdiri tegap. Yap, Miku terlambat untuk hari pertama.

Di depan Miku berdiri seorang senpai dengan rambut pendek berwarna coklat dan menatapnya dengan garang. Pasti dia adalah salah satu Terra[2] pada acara MOPD dan LDK ini.

"Supervisior[3] kamu siapa?".

"Apa kak?" Miku tidak menatap wajahnya. Ia sedang berusaha mencari Kalung Permen[4] yang ada di dalam tas karungnya.

"Supervisior kamu siapa?!" Bentak senpai itu. Miku masih santai dan sibuk mengalungkan Kalung Permennya di lehernya.

"Hah? Apa kak?" sepertinya pendengaran Miku harus diperiksa ke Dokter THT terdekat.

"SUPERVISIOR KAMU SIAPA?!" Senpainya mulai ngotot. Tampak sebuah perempatan muncul di dahinya.

Miku balik menatap senpainya dengan tampang polos. "Supervisior itu apa kak?".

"…"

Yah, baru hari pertama saja Miku sudah membuat senpainya itu headbang di tembok terdekat. Beri tepuk tangan untuk Miku. Prok.

Akhirnya Miku diizinkan untuk masuk. Semua teman-temannya –atau bisa dibilang murid-murid baru– sudah berbaris di lapangan. Miku buru-buru masuk ke barisan Kelompok 1.

Setelah selesai berbaris, para murid baru segera berlari ke kelas. Ah, kami diberi tugas membuat sebuah film.

Berbicara soal film, kelompok Miku mengambil lokasi di hutan. Dan karena Para Perempuan tidak membawa motor, otomatis mereka berjalan kaki. Yang laki-laki? Mereka seenaknya saja mengendarai motor melewati Para Perempuan.

"Jalan? Gak banget~!" teriak salah satu lelaki yang melewati kami, Yuzuki Yukito. Miku sangat tidak suka dengan seringai jeleknya itu!

"SIALAN LU!"

Dan teman-teman satu kelompok Miku berusaha menenangkan Miku yang sedang mengamuk. Ternyata Miku itu gampang tersinggung, yah?

Kejadian-kejadian absurd lainnya juga terjadi ketika sedang LDK.

Kami semua sedang beristirahat dan menunggu jadwal kegiatan selanjutnya. Aku sedang mengobrol bersama CUL dan kemudian–

"Tuuutt~"

"…"

Hening. Sampai ketika Rion berteriak–

"Ihh, Neru kentut!".

"Hah? Neru ngentut?".

Semua orang menatap Neru dengan deathglare.

"Eh buseh, Neru! Ini tempat umum!".

"Tutup hidung, semuanyaaaaaaa!".

Semuanya menutup hidung demi keselamatan indra penciuman mereka. Tidak ada korban dalam kasus ini. Hanya separuh dari sebagian orang di ruangan itu yang menderita mabuk dikarenakan kentut Neru yang mengandung Metana dan Hidrogen. Apalagi sebelum itu Neru sempat mengonsumsi makanan yang mempunyai nama latin Parkia speciosa dan Pithecollobium jiringa.

Hah, benar-benar MOPD dan LDK yang menyenangkan. Tapi ada saatnya kami merasa terhina dan direndahkan. Sudah rahasia umum bahwa setiap Tahun Ajaran Baru, senpai selalu menindas murid baru, bukan?

"Hey, ayo masuk ke dalam kolam!". Miku hanya diam saja.

"Kenapa? Kau takut, HAH?!".

Miku merasa takut. Miku tidak mau kulitnya –yang tadinya– putih ini menjadi coklat. Tapi di satu sisi, ia sangat takut kepada senpainya, apalagi yang Terra itu!

Miku punya ide. Ah, mungkin ini bisa menyelamatkan kulit putihnya!

"Ma-Maaf kak. A-aku mempunyai alergi pada kulit. Ji-Jika kulitku terkena air sungai, aku akan gatal-gatal.." ucap Miku dengan terbata-bata. Mungkin ia masih takut dengan senpai-senpainya. Ah, entah apa yang terjadi setelah ini. Apakah ia ketahuan berbohong?

Senpai Terra menatapnya dengan lekat-lekat. Mencari kebohongan dalam diri Miku. "Baiklah. Kau, pergi kesana!"

"Ah, Arigatou senpai!".

Kemudian Miku berkumpul bersama teman-teman yang mempunyai penyakit. Ada yang asma, meriang, flu, dan lain-lain. Akhirnya kulitnya aman! Tapi karna itulah, Miku mendapat julukan 'Anak Kuman' karna ia tidak masuk kedalam kolam yang berisi lumpur dengan alasan alergi. Hei, itu terpaksa tau! Aku tak mau masuk kedalam kolam yang dipenuhi siput!

Yah, akhirnya semua penderitaan itu berakhir. Sampai pada akhirnya semua murid baru dibagikan kelas per-Jurusan setelah kegiatan MOPD dan LDK selesai.

Miku, yang sudah tidak sabar menantikan kelas barunya, segera mendekati Papan Pengumuman.

"Lho? Kok, aku masuk Jurusan Pemasaran?".

Miku berulang kali mengecek ulang dan berulang kali Miku mendapatkan fakta bahwa ia masuk Jurusan Pemasaran. Padahal Miku ingin sekali masuk Jurusan Akuntansi!

"Miku, kamu sudah mengambil hasil Psikotes kemarin?" Tanya Rion kepadaku.

Ah, Miku lupa mengambilnya. Dengan segera Miku pergi ke Ruang Guru dan bertemu dengan Kepala Sekolah.

"Sumimasen, saya ingin mengambil hasil Psikotes." Miku membungkuk hormat.

"Oke. Tunggu sebentar.." ucap Kepala Sekolah seraya mencari data hasil Psikotes Miku.

Setelah Miku menerima hasil psikotesnya, segera ia membukanya dan aku melihat sebulah kolom kotak yang bertulisan 'SARAN PENJURUSAN: Teknik Komputer Jaringan/Administrasi Perkantoran'. Dan TIDAK ADA Jurusan Pemasaran! Maupun Akuntansi!

"A-anu pak.. Saya seharusnya berada di Jurusan TKJ atau AP. Tapi kenapa saya berada di Jurusan Pemasaran?" Miku bingung.

"Benarkah? Coba saya cek terlebih dahulu..".

Hah.. Akhirnya aku akan pindah Jurusan! Batin Miku.

"Oh iya benar. Kalau begitu kamu harus memilih Jurusan diantara TKJ atau AP..".

"Emm, kira-kira yang cocok untuk saya Jurusan apa yah, Pak?".

"Saya lihat di hasil Psikotes mu, kamu cukup kreatif. Ini dibutuhkan di TKJ. Sebaliknya, di AP kemampuan kreativitas kurang digunakan dan hanya terpaku pada tulisan."

"Hmm, saya pikirkan dulu. Besok saya akan kembali lagi kesini."

Dan ketika sampai di rumah, Tou-sannya bersikeras untuk memilih Teknik Komputer Jaringan.

"Hey, kalau kamu masuk ke Jurusan TKJ, kamu bisa bantu Tou-san untuk membetulkan Komputermu yang rusak itu!".

Oke, Miku mulai pusing. Tou-sannya sungguh bersemangat saat ia membicarakan tentang 'Komputer'. Yah, mungkin TKJ tidaklah buruk. Hanya ada murid laki-laki yang bertampang sangar, berperilakuan buruk dan nakal, perokok, dan–

Ohh, ada apa dengan otaknya sampai ia berpikiran buruk tentang Jurusan itu?

Keesokan harinya, Miku tetap masuk ke kelas Pemasaran. Dan disambut tatapan heran dari teman-teman sekelasnya.

"Miku, kau masih masuk ke kelas Pemasaran?" Tanya Lui. Dia masuk ke Jurusan Pemasaran.

"Emang kenapa? Gak boleh?" sahut Miku sewot.

Lui garuk-garuk kepala. "Gak. Cuma bingung. Katanya kau ingin pindah ke Jurusan TKJ?".

"Cuma masih mau nyolong ilmu di Pemasaran aja, kok".

"…" Lui sweatdrop.

Miku mulai beranjak dari tempat duduknya. "Ah, sudah yah. Aku ingin ke Kepala Sekolah dulu..".

Miku pun pergi dari kelas Pemasaran. Turun menggunakan tangga. Hei, ini lantai 3! Kalau tiap hari aku harus menaiki tangga ini untuk pergi ke kelas, bisa-bisa kakiku pegal-pegal!

"Hmm, sumimasen. Saya ingin bertemu Kepala Sekolah."

Kemudian guru TU mengantar Miku ke Ruang Kepala Sekolah. Miku membungkuk kepada Kepala Sekolah dan kemudian duduk di kursi tamu.

"Jadi, sudah memutuskan?".

Miku mengangguk. "Saya memilih Jurusan Teknik Komputer Jaringan."

"Oke. Mulai besok kamu berada di kelas TKJ.."

Semua orang yang mengetahui kalau Miku pindah Jurusan dari Pemasaran ke Teknik Komputer Jaringan, melongo. Mirip seperti kambing ompong. Ekspresinya sama –"Hah?!" pasti begitu.

Pernah suatu kali, Rei, menanyakan sesuatu.

"Miku, kau masuk Jurusan TKJ?".

Miku, yang kebetulan sedang berada di luar kelas, menengok. "Iya. Memangnya kenapa?".

"Kan TKJ harus pinter ngitung!".

Miku mulai sewot. "Terus?".

"Emangnya kau bisa ngitung?" Nada mengejek.

Terlihat kembali perempatan di dahinya. Wow, sebentar lagi Miku akan mengamuk. "Sialan lo!".

Kenapa ya, semua orang senang memancing emosi Miku? Dunia ini memang kejam!

Dan setelah itu, ditemukan Rei tergeletak lemah tak berdaya di lantai koridor. Keadaannya sungguh mengenaskan. Lehernya seperti dicekik oleh tangan yang tak berdosa. Dengan buku Matematika yang menjadi satu-satunya objek yang menutupi lehernya yang biru.

Setelah kejadian itu, semuanya mulai kembali menjadi normal. Teman-teman Miku masih mempertanyakan kenapa Miku masuk Jurusan TKJ. Kenapa? Karna Miku itu Feminim! Apalagi dia itu Polos! Semuanya mengkhawatirkan keselamatan Miku. Ah, teman-teman yang baik. Miku jadi terharu.

Seharian itu Miku dipenuhi beberapa pertanyaan dari teman-teman dan senpainya.

Rion, teman kelompok 1 sewaktu MOPD dan LDK, penasaran pada Miku.

"Kenapa Miku masuk Jurusan TKJ?".

Miku, dengan senyum polosnya, berkata "Biar GREGET!".

"…"

Miku memang overdosis mengonsumsi Meme Comic di Facebook dan Twitter. Ada lagi alasan Miku yang lebih absurd, seperti–

"Kok, Miku mau masuk TKJ? Kan anak perempuannya lebih sedikit.." Tanya Mizky-senpai.

"Karena kalau anak perempuan masuk Jurusan Akuntansi atau Administrasi Perkantoran itu sudah terlalu Mainstream.."

"…"

Tuh, kan. Miku memang overdosis terhadap Meme Comic! Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepadanya –dan selalu dijawab dengan jawaban yang ajaib dan absurd. Pokoknya, seharian itu Miku capek. Capek menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepadanya –loh, kenapa jadi ngulang paragraf gini?

Besoknya, Miku datang ke sekolah lebih awal karena ingin mengenal wajah teman-teman sesame Jurusan. Miku sengaja menunggu Neru dan Teto, karena mereka juga masuk Jurusan TKJ.

"Ah, Ohayuo Neru! Ohayou Teto!" sapa Miku.

Neru melambaikan tangannya. "Ohayou mo Miku-chan! Siap dengan kelas baru?".

"Siap! Tapi, bagaimana kalau mereka tidak menyukaiku?" Kekhawatiran terlihat jelas pada raut wajah Miku.

"Tak apa, lama-lama juga akan terbiasa kok!" timpal Teto.

Miku, Neru, dan Teto berjalan bersama menuju kelas 10. TKJ. Mereka membuka pintu, dan–

"Ohayou kelas 10. TKJ!".


" To Be Continued "


Notes Mini:

[1] Topi Mahkota Daun: Cara membuatnya, ambil daun Nangka/Rambutan secukupnya lahh. Terus dengan kardus –yang sudah kita potong memanjang seukuran kepala kita– kita tempel daunnya dengan cara Horizontal. Terserah mau menempelnya dengan apa, kalau aku sihh waktu itu memakai streples biar kuat.. :D

[2] Terra: Tertib biasanya yang menghukum murid-murid baru yang tidak tertib; Misalnya tidak memakai atribut yang seharusnya dipakai, bersikap tidak sopan kepada senpai, dan lain-lain. Pokoknya, senpai yang dipilih menjadi Terra itu senpai yang memiliki wajah yang garang.

[3] Supervisior: Senpai yang bertugas menjadi Pembimbing setiap kelompok. Kalau ada murid baru yang terkena masalah dari Terra, pasti yang dipanggil Supervisiornya (karena dianggap tidak bisa mendidik murid baru). Kalau diumpamakan, Supervisior itu Malaikat, Terra itu Iblis.

[4] Kalung Permen: Permen yang kecil-kecil (yang gope' dapet 3) di streples satu-satu hingga panjang dan membentuk kalung.


Coretan Author.

Hai! Chapter ini dimulai saat Flashback saat pertama kali Miku ke SMK Vocaloid sampai masuk ke Jurusan TKJ. Memang tidak nyambung dengan Chapter kemarin, tapi tak apa lahh.. :D

Nah, pada Chapter depan baru deh dimulai kegilaan murid-murid TKJ.. .

Gomen kalau humornya masih garing, pas ditengah penulisan Author kehilangan rasa humornya karena galau.. :'( *curhat*

Kenapa karakteristik karakter di FanFiction ini tidak dijelaskan?

Nanti saya jelasin kok. Tenang aja :D

Kenapa Alurnya terlalu cepat?

Kalau yang ditulis tidak terlalu penting, kenapa harus ditulis? Mungkin seperti pas bagian MOPD dan LDK diatas. Kalau saya jabarin satu-satu –Misalnya tentang daftar kegiatannya apa saja, yang dilakukan apa saja, membawa atribut apa saja– itu akan memakan waktu lama. Lagipula, saya juga sudah lupa apa yang saya lakukan sewaktu MOPD dan LDK waktu itu.. :O


Sekarang saatnya Balas Review!

To BlackLapiz :

Iya, aku bersekolah di SMK. Jurusan TKJ. Makanya aku membuat Fict ini hehe.. :D

Ini chapter 2 nya udah update. Maaf kalau chapter ini kurang memuaskan dan Terima kasih sudah membaca Fict ini! :3

To YamiRei28 :

Sebenarnya disini ku buat Neru sama Polosnya (dan sama o'onnya) dengan Miku, tapi dia lebih Himedere.. :O

Yap, disini Pairnya MikuxMikuo, walau in real life aku belum Pacaran dengan yang menjadi Mikuo.. *galau* u,u

Hmm, pokoknya ikutin saja alur dari cerita ini! :D

Ah, saya senang sekali ada yang me-Review Fict ini, walau hanya 2 sihh ._.

Waktu ngeliat ada yang Review, saya sampe teriak "AKHIRNYA ADA YANG REVIEW! YEAH!" sampai dipelototin sekeluarga. Mungkin mereka berpikir 'Habis ini kita bawa dia ke dokter!' 8D

Yaa, sudahlah. Saya akan tetap minta follow dari Pembaca. Follow cindychan28 oke? *digeplak* Maksudnya saya akan tetap minta Review dari Pembaca.. :3

Oke, sampai disini dulu. Sampai jumpa di Chapter berikutnya! ^O^

Original Story by cindychan28