My Taikutsu by Locka Myheart
Ni hao ma ? wo de ming che(?) aneh nan imbisil yang terbaik sepanjang mas-( Sweety Hugo :kuapaaan mulainya neeek? *nyimprut pake toa*) iye,iye enjoy okaaay! ( uuuh cerewet banget nie si HUGO =3=''')
Summary : sebuah kasus kira membawa pertemuan perempuan bernamaLight yagami dan pembunuh terhebat didunia,BB what? Siapakah kira dan bagaimana hubungan mereka bila sang detektif terhebat didunia ,L berada ditengah hubungan mereka ? inilah love triangle antara the innocent girl (?),the killer(?) and the greatest detective(?). remember Light dicerita gue seorang CEWEK okay?
Discaimer : saya bukan pemilik Death note character's ,movie, manga and the anime saya Cuma own this cerita .
WARNING: this story contain sexuality action no KID'S underage to read this, kalo ngak suka don't read it!
THOU HAVE BEEN WARN
Chapter 02 : Ryuuzaki
In ?, Tuesday evening
Light sampai dihotel tempat dia akan bertemu dengan L sang detektif terhebat pria berumur 50 tahun menunggunya dideapan sebuah elevator .dia membungkuk dengan hormat dan memberi salam.
"hajime ma shite watashi wa watari desu…"salamnya dengan sopan.
Light mengetahui bahwa pria tua didepannya ini bukanlah orang asli jepang ,meskipun aksen jepangnya sangat sempurna namun insting Light mengatakan hal sebaliknya.
"hajime ma shite, Yagami Light desu…"ucapnya dengan sopan.
Setelah perkenalan yang singkat tersebut watari dan Light memasuki elevator, tak ada percakapan tentang apapun dari antara kedua pihak..
DINGGG…
Bunyi sampainya elevator yang dinaiki oleh Light berhenti pada lantai teratas dari gedung hotel ini. Watari mempersilahkan Light untuk memasuki pintu dimana L dan anggota tim penyelidik menunggunya.
KLEK
"selamat datang yagami-chan … aku adalah L" suara baritone yang dingin mengema diruangan yang dimasuki oleh Light.
Seorang pria berambut hitam acakan dengan memiliki warna batu obsidian yang senada dengan rambutnya memberikan tatapan kosong. Pria ini menggenakan baju t-shirt berlengan panjang berwarna putih dan jeans berkantong longgar berwarna biru ditambah lagi postur tubuh bungkuk yang terasa familiar.
'seperti pria waktu itu tapi…'pikir Light namun dia segera mengenyahkan pikirannya dan focus dengan pria didepannya.
"salam kenal, namaku Yagami Light"balasnya.
"salam kenal dan tolong panggil aku dengan nama 'Ryuuzaki' untuk merahasiakan identitasku akan tetapi kau juga bisa memanggilku Hideki Ryuuga ".
Light menganguk.
"ah,benar yagami-chan alasanku mengundangmu kesini adalah karena kami mendapat video dari harap kau mau memberikan pendapat setelah menontonnya"Tanya Ryuuzaki.
Setelah menonton rekaman video kira ,Light diminta untuk membaca beberapa dokuman yang terkait akan video yang dikirim oleh kira.
"bagaimana pendapatmu tentang kaset rekaman yang dikirimkan dari Kira, Yagami-chan ?"Tanya Ryuuzaki pada Light yang selesai menonton rekaman dari Kira.
"menurut pendapatku ada orang lain yang memiliki kekuatan seperti Kira"jawab light dengan tenang.
"wah, Light-chan memang hebat ! persis seperti yang dikatakan oleh Ryuuzaki!" Matsuda berseru kagum.
"bagaimana kau mendapat kesimpulan seperti Light?"Tanya Aizawa.
"dari cara rekamannya dilakukan dengan cara amatiran ,dari yang kulihat dia terlalu bodoh untuk menjadi kira pertama. Karena setahuku Kira tak akan membunuh criminal dengan sembarangan"jawab Light.
"selain itu ?"Tanya Ryuuzaki sambil mengigit jempolnya.
"bukankah aneh bila Kira pertama tiba-tiba membunuh polisi dan detektif yang muncul di tempat kejadian ?"Tanya Light.
"aku juga merasa begitu ,baiklah Yagami- chan aku memintamu untuk berperan sebagai kira pertama yang membalaskan surat dari Kira kedua"
Light mengangguk setuju meskipun dia mengetahui maksud dari Ryuuzaki menyuruhnya, karena Ryuuzaki mengangap dirinya adalah Kira pertama karena memiliki profil yang sama dengan Kira "Ryuuzaki…apa aku boleh melakukannya dirumahku ? jujur saja ,aku merasa agak sedikit tidak nyaman mengerjakannya disini.."Tanya lagi.
"aku setuju saja Yagami-chan…beritahu aku apabila Yagami-chan sudah selasai".
Light segera mengendarai motorcycle hitamnya yang besar mejauhi gedung hotel. Ryuuzaki menatapnya dari lantai teratas dari balik menyeringgai.
'Light…meski kau bukan Kira tapi maaf kalau aku melakukan ini semua …'
In the park , evening
Entah apa yang merasuki Light,bukannya kembali ke penthousenya dia kembali ketaman .dengan jantung yang berdetak kencang berharap lelaki yang menolongnya muncul menelusuri taman nan luas tersebut, light menghela nafas kecewa karena pria yang ditunggunya tak kunjung pun duduk dibangku yang terletak dibawah pohon maple dengan wajah menyerah.
"bodohnya aku, tidak mungkin pria itu datang…"ucapnya.
!
Tiba- tiba terdengar suara tawa yang Light kenal .dia pun berbalik kebelakangnya, dan menemui pria yang menjadi penolongnya.
Light mendapati sesosok pria dengan menggunakan baju t-shirt putih lengan panjang dan celan jeans berkantong itu memasukan kedua tangannya kedalam saku jeans birunya dan dia pun menyeringgai seram.
"R…Ryuuzaki ? apa yang kau lakukan disini ? jangan bilang kau menguntitku ya?"Tanya Light kearah pemuda itu.
"ck ck ck kau salah Tsuki-chan …"jawabnya.
Light pun menyadari pria dihadapannya bukanlah Ryuuzaki atau L yang baru dia temui tadi,pria ini memiliki mata merah crimson yang bersinar dibalik cahaya bulan.
"kau…bukan Ryuuzaki"jawab Light melangkah mundur.
"bukan,tapi akulah penemu nama 'Ryuuzaki' bukan pria yang baru kau temui tadi…jadi kalau kau bertemu denganku panggil saja nama itu,mengerti Yagami-chan ?"
Light memperhatikan pria itu dengan seksama dia berpikir bahwa nama pria ini juga palsu. "Ryuuzaki" yang satu ini agak berbeda dengan "L" yang dia temui walapun mereka memiliki fisik yang sama. Tetapi entah mengapa Light lebih mempercayai pria ini.
"salam kenal Ryuuzaki…namaku Yagami Light bukan Tsuki yang barusan kau sebut tadi…"senyum Light.
Ryuuzaki tertawa lepas mendengarnya rupanya dia salah membaca huruf kanji Light ,dia merasa telah dikerjai oleh gadis muda ini. Light pun ikut tertawa namun dengan nada yang dikecilkan.
"kita harus bertemu lagi Yagami-chan…"ucap Ryuuzaki meninggalkannya.
"tunggu, Ryuuzaki aku belum membalas kebaikanmu setidaknya biar aku meng-?"tiba-tiba sebuah jari telunjuk menyentuh bibir Light dengan lembut.
"shhh…aku tidak apa-apa Yagami-chan rumahku lumayan dekat dari taman ini ,jadi jangan kahwatir dan angin malam tidak baik untuk wanita sepertimu.."jawabnya lembut dari biasanya.
"bagaimana kalau kita bertemu disebuah café didekat sini…?"Tanya Ryuuzaki sambil melangkah pergi menuju hutan dibelakangnya.
Pipi Light merona merah seperti kepiting rebus dan diam terpaku akan sosok yang menghilang dari balik hutan taman, dia menyentuh bibir merahnya dengan jemarinya dan pergi dari taman tersebut dengan wajah yang masih memerah.
In To-oh university , Wednesday afternoon
Mikami , Misa dan Kiyomi menangkap gerak-gerik Light yang mencurigakan, Light lebih sering melamun ketika mereka di cafeteria ,tidak memperhatikan para professor yang mengajar. Mereka pun berusaha menyelidiki apa yang terjadi pada sahabat mereka .
"Light-chan ? kau tidak apa-apa ? apa kau sakit ?"Tanya Mikami.
"ah,tidak .aku sedang berpikir"jawab Light lembut.
"aha, misa tau Light-chan sedang jatuh cinta kan ?" selidik Misa.
Mikami dan Takada terkejut melihat reaksi Light yang langsung blushing.
"oho, rupanya Misa Misa memang benar! Light sedang jatuh cinta"seru Misa dengan bangganya.
"heh, Amane-chan nampaknya Light tidak sedang jatuh cinta mungkin dia Cuma demam"balas Mikami tenang.
"eeeh? Misa ngak pernah salah kok ! jangan remehkan keahlian Misa ya !"bentak Misa.
"maksudmu hanya dengan mengikuti iklan komersial kau merasa memiliki keahlian ? ingat ya , kekuatan logika berbeda dengan kekuatan perasaan"balas Mikami agak kesal.
Mikami dan Misa pun mulai beradu mulut sedangkan Kiyomi menarik Light menuju taman diuniversitas dan mulai menginterograsinya.
"Light-chan… aku tahu ada lelaki yang baru kau temui bukan ?"Tanya Kiyomi.
"bu..bukan begitu Takada-chan!"jawab light malu. Kiyomi pun tersenyum melihat tingkah laku yang sangat jarang dilakukan oleh Light.
"Light…sudah lama kita menjadi teman baik, aku sudah mengetahui kebiasaanmu , jadi katakanlah siapa lelaki yang beruntung itu ?"Tanya Kiyomi dengan lembut.
Ketika Light menjawab pertanyaan Kiyomi tiba-tiba langkahnya terhenti melihat Ryuuzaki bermata Obsidian sedang duduk dengan caranya yang khas sambil membaca buku. Light segera meminta Kiyomi untuk segera meninggalkan mereka berdua.
"Takada-chan, aku akan menyusul,kau pergi saja duluan.."
Kiyomi yang mengerti maksudnya langsung segera menjawab "oh, baiklah"
Setelah Light merasa Kiyomi sudah pergi meninggalkanya dia segera menuju Ryuuga yang sedang duduk.
"konnichiwa Ryuuga-kun"
Ryuuga langsung terkejut mendengar light menyebut nama aliasnya yang satunya dia mengetahui Light akan menuju ketempatnya. Namun tak terpikirkan olehnya jika Light tidak menyebutkan nama alias pertamanya.
"ah, Yagami-chan ! aku tidak tahu kau ada disini"balasnya dengan senyum palsu miliknya.
'dasar pembohong' batin light "benarkah ? apa kau sedang ada kelas hari ini ?"tanyanya sambil berjalan dengan L dibelakangnya.
"sebenarnya tidak ada, jadi aku memutuskan untuk mengunjungimu"jawabnya monotone.
Mereka terus berbincang-bincang mengenai mata kuliah yang mereka ikuti hingga mereka tanpa sadar tiba dilapangan dan L menatap para pemain yang sedang melakukan smash kearah bola.
"cara dia mengayunkan bola itu salah"ucap Ryuuga.
Light menoleh kearahnya.
"eh ?"tanyanya.
"aku bilang caranya mengayunkan bola salah,Yagami-chan"balas Ryuuga lembut.
"ya,aku tahu apa yang kau katakana. tapi ,bukan itu yang membingungkanku"
"maksudmu bagaimana Detektif sepertiku bisa mengetahui permainan tennis begitu ? untuk informasi Yagami-chan,dahulu aku pernah menjadi juara Internasional di Inggris"ucap Ryuga.
"sooka…apa kau ingin bertanding denganku ? satu lawan satu ?"Tanya Light.
Ryuuga segera menoleh kearah Light dengan wajah sedikit terkejut.
"kau yakin Yagami?bukankah kau sudah berhenti dari tennis Light ? dan bukannya agak aneh aku melawan perempuan ?" tanyanya.
Light tersenyum manis dan segera menuju kelapangan tennis, dia berbicara dengan kenalannya ,Motohikko.
"lama tak berjumpa Motohikko-san"sapanya ramah.
"ah! Light-kun , apa kabar ? apa kau ingin kembali lagi masuk ke klub tennis? kau pasti sudah bosan kan dengan pelajaran kepolisian itu ? "candanya.
Light tertawa kecil kemudian menoleh kearah Ryuuga yang masih menatapnya bosan seperti biasa. Light kembali berbalik kearah Motohikko.
"bukan,sebenarnya aku ingin bermain dengannya satu lawan satu saja,mungkin aku butuh sedikit refreshing, itu saja jadi... apa boleh kupinjam dua raketmu? "Tanya Light.
Motohikko mengangguk antusias,karena sudah lama dia tidak melihat permainan Light dan ingin mengetahui apakah kemampuan Light masih tajam seperti berlari menuju Ryuuga dan memberikan sebuah raket padanya. Ryuuga menerimanya dan mengikuti Light dari pun segera memulai permainan dimulai dari pukulan Ryuuga yang hampir menggenai wajah kiri Light.
SYUUUT
Light pun segera tersenyum dan bertanya "apakah ini terlalu awal untuk serius Ryuuga-san? kita baru saja mau pemanasan"katanya sambil mengambil bola yang terjatuh dan memantulkannya dengan tangannya.
"aku hanya ingin mengetes kelenturan bola tadi Light-chan"balasnya.
'alasan payah yang hampir membunuhku'batin Light lagi.
Light mengayunkan raketnya dengan sekuat tenaga meski dia memakai celana khaki dia dapat bergerak lincah,pertandingan yang menegangkan itu mengundang para mahsiswa yang sekedar lewat, semua terpaku oleh permainan Light dan L. para laki-laki tentu saja menatap Light yang dengan gesitnya memukulkan bola. Light menatap jam dinding dibelakang L.
'gawat, aku sebentar lagi harus bertemu dengan Ryuuzaki,aku harus cepat menyelesaikannya 'batin Light.
L langsung menyadari akan gerak –gerik Light yang mulai ada keseriusan dalam wajah Light melainkan wajah yang penuh kegelisahaan akan sesuatu atau… seseorang.
Tiba-tiba angin kencang membuyarkan konsentrasi L ,baju Light yang sedikit longgar menggembang hingga menampakan sedikit perut light yang mulus dan langsing. L merasa wajahnya menjadi merah padam, Light mengambil kesempatan ini untuk melakukan smash sehingga bola melesat dan pertandinagn selesai.
Light segera menjatuhkan raketnya dan pergi melewati Motohikko dan L yang ingin memberinya selamat atas kemenangannya.
"maaf, Ryuuga-kun aku harus pergi, aku akan bertemu denganmu besok,sampai jumpa!"ucap Light sambil berlari menuju motorcyclenya. Motohikko dan Ryuuga hanya mengangkat bahu.
'aku tidak boleh terlambat aku harus menemuinya lagi' pikir Light. Sambil mengendarai motornya Di balik helm hitamnya yang selalu menyembunyikan wajahnya Light merasa pipinya merona merah.
Dia pun sampai disebuah café yang menjadi tempatnya untuk bertemu Ryuuzaki yang bermata Crimson,lelaki yang telah menyelamatkannya dari tangan pria-pria mesum yang kotor, meski cara penyelesain yang dilakukan pria itu sedikit menakutkan ,ia tetap berterima kasih.
In café , Wednesday evening
Light mencari sosok yang dia cari, hingga dia melihat sebuah lambaian tangan dari pria yang sdang dicarinya. Ryuuzaki sedang duduk dengan posisinya yang unik yaitu jongkok diatas kursi dia memilih meja yang paling sudut ,jauh dari pandangan orang banyak yang berada dicafe. Light segera menuju tempat Ryuuzaki memanggilnya dengan wajah merona lagi.
"ma-maaf aku terlambat, Ryuuzaki-san"ucapnya.
"hahaha…tidak perlu seperti itu, aku juga baru datang .kau ingin memesan sesuatu ? kau terlihat capek?"Tanya Ryuuzaki.
Seaorang waitress menatap mereka berdua dengan heran , 'mengapa gadis secantik dia berpacaran dengan lelaki yang tidak jelas ini ?'batinnya sambil menunggu pesanan mereka berdua.
"aku memesan air saja aku baru bertanding dengan Ryuuga karena itu aku terlihat capek…"jawab Light.
"aku memesan strawberry cake dan strawberry sundae"jawab Ryuuzaki tenang.
Waitress itu menganggguk dan segera pergi menuju dapur.
Ryuuzaki bertanya kepada Light.
" Ryuuga… maksudmu 'dia' kan? sang detektif terkenal itu?"
"u-uhm…aku rasa kau mengenal Ryuuga lebih banyak daripada siapapun kan ? dilihat dari penampilan fisik kalian yang sama ada kemungkinan kalian saudara kembar dan pernah tinggal bersama lalu, dari caramu berpakaian kau terobsesi dengannya bukan ? aku juga merasa yakin bahwa anda sering berpindah tempat ,jadi ketika anda mengatakan "rumah" saya sudah mengetahui kalau anda berbohong pada saya ?"Tanya Light.
"aku terkesan kau dapat membuat konklusi itu , padahal kita baru bertemu sekali,tapi kau dengan cepat menangkap semua alur yang ada dihadapanmu ini"ucap Ryuuzaki.
"namun…"ucapnya lagi
Light yang bingung bertanya "namun apa?"
Ryuuzaki menyeringai dan berkata " sesungguhnya kami berdua bukanlah saudara kembar, tapi sesuai dengan analisismu aku memang sangat terobsesi dengannya"
"heeee…h"jawab Light mengerti.
Ryuuzaki dan Light berbincang layaknya seperti perbincangan biasa seperti apa pekerjaanmu, diuniversitas mana kau belajar ,apa warna favorit,buku,makanan ,dan lain-lainnya.
"hooo…kau ingin menjadi detektif wanita terhebat didunia? Sepertinya terlalu arogan dan terlalu glamour untuk seorang wanita"
Light merona lagi mendengarnya "maaf kalau menurutmu aneh dan tidak sesuai dengan citraku ,tapi setiap manusia memiliki impian yang tidak mungkin hanya bisa ditembus oleh logika ,impian yang mungkin terlihat tidak sesuai justru akan membuat manusia semakin ingin meraihnya Karena mereka ingin mengetahui apa yang ada dibalik sebuah masa depan nantinya,aku yakin akan hal itu"jawabnya.
Ryuuzaki mengedipkan matanya terkejut dan menyeringai seram kearah Light.
"heh heh… kata-katamu sangat menarik bagi seorang wanita…namun,kau belum mendengar habis akan perkataanku"
Light meneguk airnya sambil menatap Ryuuzaki dengan tatapan bingung.
"yang ingin kukatakan meski impianmu terkesan mewah ataupun arogan ,namun aku sangat terkesan sekali ada manusia yang mau melakukan suatu perkerjaan yang mulia,mereka hanya dibutakan oleh uang dan kekuasan tanpa ada rasa hati nurani baru kali ini aku bertemu dengan wanita yang memiliki pendirian kuat akan kebenaran, Light kau memang wanita yang special dan aku mendukung impianmu"jawab Ryuuzaki.
Light terkejut mendengarnya dan memegang kedua pipinya yang merah merona lagi sambil berkata "terima kasih,baru kali ini juga aku menceritakan impian utamaku pada pria lain selain teman-temanku dan aku senang sekali ketika ada pria yang mau mendukungku terima kasih Ryuuzaki"
Ryuuzaki hanya tertawa terkekeh melihat reaksi Light.
Light langsung bertanya.
"a-apaan sih ?"
"hehe..tidak aku sangat terkejut baru kali ini Yagami Light wanita yang popular ,dewasa dan cerdas bisa jadi speechless begini kau seperti cewek SMU yang baru pertama kali dating dengan cowok impian hehehe.."
Light langsung memalingkan kepalanya. "huh! Kalau begitu aku pulang saja capek…" desahnya kesal, Ryuuzaki semakin tertawa melihatnya.
"Yagami-chan kalau kau perlu bantuanku untuk penyelidikanmu,temui aku ditaman bangku tempat kau sering kau duduki ingat? Aku pasti akan membantumu"
"apa kompensansinya ?"Tanya Light ragu.
"hm? begitu ya ? kalau orang ingin membantumu selalu kau berikan bayaran ? kalau begitu strawberry saja terserah asal jangan yang busuk"jawab Ryuuzaki.
Light tersenyum "baiklah…aku butuh bantuanmu ,besok kita bertemu lagi ditaman"ucap Light sambil pergi meninggalkan Ryuuzaki.
"sampai jumpa koibito…"balas Ryuuzaki.
Light pun mengangguk kepalanya,sayangnya bagi Ryuuzaki, Light tidak mendengar jelas ucapannya yang terahkir.
Will continue…
Omake with author.
Author/narrator :nyauuuuu….cuapeeknya ngetik fanfik nieeeeyauuuwww…oh light-chaaaan!
Light :kok aku yang malu-malu kucing terusss siegh?
Beyond :malu ? nanti aja malunya kalo kita sudah ada diranjang okay, say ?
Light :A-APAAA? *blush and lari dari BB*
Beyond :hehe…woii author mesum buruaan salamnya*ngejar Light*
Author: please review X3(uuuh masa gue dibilangin mesum sie ama raja hentai?).selain death note sae juga ngebuat cerita code geass tapi masih dalam tahap percobaan ...oce sekali lagi please review and please don't flame me...+_+
