Title : Together We Can

Author : Park Min Chan

Cast : Lee DongHae ( Super Junior )

Super Junior Members

Park Hyemi ( Other Cast )

Kim Jiyoon ( OC )

Kim Yongjoon ( OC )

Genre : Romance ( Maybe )

Disclaimer : All them belong to themselves and GOD. I own only the plot.

Summary : "Wookie-ah, apa kau bisa memasak steak?" / "Tidak mungkin. Apalagi kau tidak bisa memasak, kau akan menggangguku." / "Aku mau meminta maaf atas lancangnya Heechul-ssi yang to the point berbicara tentang eomma mu" / "Saat aku lulus SMA. Appa ku benar-benar frustasi." .

Chapter 2

"Mmm. Aku juga rindu pada Donghae anakku. Padahal baru sehari saja ia tidak pulang secara rutin lagi tapi aku sangat merindukannya. Ia benar-benar sosok yang mudah dirindukan Hyemi-ah"

"Dia juga pasti rindu rumah dan rindu pada ahjumma. Tapi jadwal dan karir nya juga harus dipikirkan kan ahjumma."

"Ne. Itu impiannya dari dulu. Jadi ahjumma mendukungnya secara penuh"

"Begitu ya"

"Ne. Kajja kita lanjutkan makan malamnya!"

Donghae's POV

"Wookie-ah, apa kau bisa memasak steak?"

"Mwo? Steak? Aku bisa. Wae hyung? Kau mau aku memasakkan steak untukmu?"

"Kalau kau tidak keberatan"

Aku tersenyum semanis mungkin agar Ryeowook mau memasakkan untukku. Entah mengapa aku sedang ingin makan steak siang ini. Karena steak buatan Hyemi waktu itu memang enak sekali.

"Tapi tidak ada daging disini, bumbu-bumbu nya juga kurang hyung."

"Jadi tidak bisa? Apa aku tidak boleh pulang sekarang? Aku ingin makan steak"

"Ya! Donghae! Untuk apa kau pulang kerumahmu? Kita akan latihan seperti biasa nanti sore."

"Aku ingin steak hyung"

"Pesan saja."

"Tidak mau. Aku mau buatan…"

"Buatan nugu? Nugu?"

Hyukjae tiba-tiba muncul dan mengejutkanku.

"Ada orang dirumahku yang bisa membuat steak dan enak sekali. Aku ingin itu."

"Mmm bagaimana kalau ia membuatkan untuk kita semua? Uang belanjaan akan kuganti. Bisa Donghae-ah?"

"Aku hubungi dulu"

Apa ia mau membuatkan untuk semua member? Aku tidak yakin. Bagaimana kalau ia sedang kuliah atau sedang bekerja? Aku meminta nomor ponsel Hyemi pada eomma dan hasilnya adalah aku digoda oleh eomma bahwa aku menyukainya. Eomma selalu begitu.

"Yeoboseyo?"

"Ne. dengan siapa aku bicara?"

"Naneun Donghae. Kau sedang dimana?"

"Oh. Aku sedang dijalan menuju tempat kerja. Wae?"

"Kau tidak kuliah?"

"Sudah selesai. Ada apa?"

"Aku mau steak buatanmu. Kau bisa membuatkannya untukku?"

"Tapi aku mau bekerja, jika nanti malam bisa."

"Jebal. Masakan untuk semua member juga, uang belanja akan diganti oleh Leaderku"

"Ya! Kau menjadikan aku sebagai kokimu?!"

"Aniya, bukan begitu. Baiklah jika kau tidak mau tidak apa-apa. Maaf mengganggumu."

"Donghae-ah?"

"Ne Hyemi?"

"Apa kau tidak pulang malam ini?"

"Aniya. Wae Hyemi-ah?"

"Baiklah aku akan memasakan steak untukmu dan semua temanmu itu, dan ijin kerja hari ini. Tapi aku memasak dimana? Bahan-bahannya tidak ada"

"Pergilah bersamaku. Tunggu ditempat kerjamu."

At Bread Love

"Apa? Kau akan pergi dengan Donghae Super Junior?"

"Ne, ia memintaku untuk memasakkan steak untuknya dan semua member."

"Kau akan ke dorm Super Junior? Omo, Hyemi-ah!"

"Aku tidak tahu aku akan masak dimana. Aku ijin ya, Jiyoon-ah?"

"Aku ingin ikut!"

"Tidak mungkin. Apalagi kau tidak bisa memasak, kau akan menggangguku."

Jitakan pun mendarat dikepalaku.

"Ya! Sakit Jiyoon-ah"

"Biarkan! Baiklah, tapi kau ijin saja pada Yongjoon-ssi."

"Wae geurae?"

"Aku ingin ijin."

"Tidak bisa"

"Sudah tahu alasanku?"

"Sudah, aku dengar apa yang kalian bicarakan tadi"

"Jebal Yongjoon-ah, kali ini saja. Donghae itu tidak bisa masak, menyedihkan memang"

"Tapi toko sedang ramai"

"Jebal.. Aku mohon.. Kali ini saja, aku janji."

"Baiklah baiklah. Aku tidak bisa melihatmu memohon seperti itu. Pergilah"

Daging sudah, bumbu sudah, bawang sudah. Selesai. aku belanja dengan Donghae di mall, dan ia menjadi pusat perhatian karena penampilannya yang seperti teroris. Aku tertawa melihatnya seperti itu.

"Ya! Jangan mentertawaiku"

"Kau lucu seperti itu."

"Ini namanya penyamaran"

"Arasseo. Tapi lucu"

"Ya!"

"Ngomong-ngomong aku akan masak dimana?"

"Di dorm kami."

"Mwo?"

"Ne, wae? Tempat yang aman dan nyaman. Eomma lupa meninggalkan kunci rumah jadi kita tidak bisa masuk"

Super Junior's Dorm

"Park Hyemi imnida."

Aku menundukkan badanku sebentar dan tersenyum semanis mungkin untuk memperkenalkan diri pada semua member Super Junior dihadapanku ini. Mereka memang tampan, tapi ada beberapa wajah yang sangat sangar. Donghae sibuk melepaskan semua barang-barang penyamarannya.

"Nuguya?"

Seorang namja yang daritadi kutakuti bersuara, dan bertanya pada Donghae siapa aku.

"Anak tunggal dari yang punya perusahaan tekstil dan bahan pangan yang bekerjasama dengan appaku."

"Mwo?"

Namja lain kaget mendengarkan pernyataan Donghae. Mengapa ia harus menjelaskan pekerjaan appa….

"Anak Park Jongssi?"

Namja yang bermuka sangar tadi bertanya padaku lagi.

"Ne oppa."

"Berarti eomma mu sudah meninggal. Aku benar kan?"

Aku diam. Mengapa ia bisa tahu? Aku jadi tidak bersemangat lagi. Kulihat Donghae yang duduk jadi gugup dan merasa tidak enak padaku. Aku mengangguk pelan dan mengalihkan pembicaraan.

"Jadi dimana aku bisa masak sekarang?"

"Mari ikut denganku. Ryeowook imnida"

"Ne, Hyemi imnida."

Donghae's POV

Mengapa Heechul hyung bisa tahu? Darimana? Aku jadi tidak enak pada Hyemi, mukanya langsung berubah dan sama seperti pertama kali aku membahas tentang eomma nya.

"Dia sangar sekali"

"Hyung yang sangar. Dia manis dan ramah"

Sungmin menjawab dan kesetujui dengan anggukan.

"Dia kuliah? Dimana?"

"Kuliah dan bekerja."

"Mwo?"

Sungmin dan Hyukjae kaget dan membuka mulutnya lebar.

"Jinjja? Yang benar saja? Bagaimana bisa?"

Hyukjae benar-benar tidak percaya.

"Ia anak dari orang sukses mengapa bekerja sambilan lagi?"

"Ia selalu mengatakan ia ingin mandiri tanpa harus bergantung dari appa nya."

Heechul diam. Hyukjae dan Sungmin masih kaget.

Soora's POV

"Umurmu berapa?"

"19. Wae? Aku memanggilmu oppa kan?"

"Ah, ne"

Aku mengangguk. Ryeowook menemaniku memasak, ia yang biasanya memasak untuk semua member. Ia bisa memasak steak hanya karena bahan-bahannya tidak ada jadi tidak bisa.

"Kau mahir sekali memotong-motong daging itu."

"Aku sudah biasa"

"Kau kuliah?"

"Ne, sambil bekerja"

"Mwo? Dimana? Hebat sekali"

"Apanya yang hebat? Di Bread Love, toko roti"

"Appa mu sudah sukses tapi kau mau bekerja"

"Aku tidak mau bergantung pada orang lain"

"Wah, kau mahir sekali mengiris bawang itu. Rapi sekali"

Ada namja yang mendekatiku, ia ramah dan tidak berhenti tersenyum sejak aku datang tadi. Lesung di pipinya juga khas. Mungkin dia leadernya.

"Leeteuk imnida. Bangapta ne"

"Ne, Hyemi-imnida"

"Aku mau meminta maaf atas lancangnya Heechul-ssi yang to the point berbicara tentang eomma mu"

"Ne. Tidak usah dibahas lagi."

Aku cuek dan menjawab seperlunya saja. Jadi dia namanya Heechul. Benar-benar tidak memperhatikan perasaan orang lain. Aku juga bisa lebih sangar dari dia.

Aku memasak dari jam empat, aku memasak sendiri karena mereka harus latihan. Yang kulihat tadi mereka latihan dance. Aku melihat Donghae sebentar, ia tampan sekali. Ia shirtless, mungkin karena cuaca yang panas. Mereka semua keren tapi menyebalkan. Tidak semua memang.

"Apa sudah siap?"

Donghae mengejutkanku.

"Ne, aku sedang membuat jus strawberry. Latihan kalian lama sekali, kalau sudah mau makan biar kupanaskan lagi steaknya"

"Ne mianhae."

"Minta maaf untuk apa? Aneh"

"Kelancangan Heechul-ssi tadi"

"Memang lancang sekali dia. Aku tidak suka"

"Mianhae Hyemi-ah. Appa nya punya perusahaan yang sudah sukses juga mungkin ia tahu dari sana"

"Ne ne sudahlah tidak usah dibahas"

"Hyemi-ah"

"Mwo?"

"Terima kasih sudah mau memasak untuk kami"

Aku menatapnya. Wajahnya beda sekali. Tidak seperti biasanya.

"Ne. tidak apa-apa"

Jawabku sambil tersenyum. Entah mengapa setelah melihat senyumnya yang tulus tadi aku jadi tidak merasa kesal lagi.

"Ya! Seperti itu dong. Kau manis jika tersenyum!"

Ia mencubit hidungku dan pergi dari dapur. Aku diam dan terpana. Aku yakin wajahku merah sekali sekarang. Jantungku berdebar cepat sekali. Ada apa ini.

"Makanan nya sudah siap. Apa makan malam nya sekarang?"

"Ah ne. Terima kasih Hyemi-ssi."

"Aku akan membawanya ke meja makan."

"Aku akan bantu"

Ryeowook membantuku lagi.

"Apa kau lelah?"

"Aniya oppa. Aku sudah biasa"

"Kajja! Mari kita makan malam bersama."

"Ya! Jus strawberry!"

Ada namja yang lumayan tampan dan cute sangat heboh sekali saat aku membawakan jus strawberry.

Leader mengajak dan mengumpulkan semua dongsaeng nya itu. Heechul yang sangar itu keluar dari kamar dan tetap dengan wajahnya yang menyebalkan itu. Aku pergi lagi saja ke dapur, aku malas melihatnya. Tidak bersahabat sepertinya.

"Hyemi-ah!"

Aku baru sampai dapur Donghae memanggilku lagi.

"Apa yang kurang?"

"Aniya. Kajja makan bersama disini"

Ia membukakan kursi disampingnya untukku. Leader itu mengangguk mengiyakan, tapi aku sama sekali tidak ada niat mau makan bersama mereka.

"Tidak usah. Aku belum lapar"

"Ya! Selalu saja itu alasanmu. Kajja"

"Apa ada yang salah dari kami sehingga kau tidak mau makan bersama kami?"

Ada namja tampan yang bertanya padaku tapi aku tidak tahu siapa namanya.

"Aniya. Aku memang belum lapar dan tidak enak"

"Makanlah sedikit saja."

Donghae memaksaku lagi.

"Baiklah"

Aku terpaksa makan bersama mereka di meja makan ini, tapi tidak satupun steak yang kumakan. Aku benar-benar malas makan malam ini. Aku sedang menunggu komentar mereka tentang masakan ku.

"Mmm. Bagaimana masakanku Donghae-ah?"

"Seperti biasanya. Enak sekali Hyemi-ah"

Dia tersenyum padaku sebentar lalu melanjutkan makannya lagi. Ryeowook mengacungkan dua jempolnya untukku dan kubalas dengan anggukan terima kasih.

"Ini enak. Kau pintar memasak ya"

"Tidak terlalu pintar. Tapi terima kasih. Maaf, namamu siapa?"

"Ah, aku Hyukjae."

"Ah, ne"

"Kau belajar masak dari siapa?"

"Eomma ku."

Jawabku singkat. Donghae berhenti makan dan memandangku sebentar, leader merasa bersalah dan Heechul yang sangar itu jadi menatap wajahku.

"Wae? Biasa saja. Tidak apa-apa jika membicarakan eomma ku"

"Ah, jeongmal mianhae. Aku tidak bermaksud"

"Tidak apa-apa oppa"

19.00 KST

"Kau mau pulang sekarang?"

"Ne, dirumah tidak ada makanan. Ahjumma pasti belum makan"

"Eomma sudah tahu kau disini, eomma pulang malam karena menghandle di toko kami"

"Begitu.. Baiklah. Aku bisa pulang sendiri naik taxi."

"Ya! Donghae-ah! Antar Hyemi itu, jangan biarkan ia pulang sendiri"

Leader mendengar percakapan kami ternyata.

"Ah, tidak apa-apa oppa"

"Tidak bisa. Kau harus diantar, ini sudah malam"

"Kajja kita pulang"

"Semuanya aku pulang dulu ne. Terima kasih. Annyeong!"

"Ya~ kami yang harusnya mengucapkan terima kasih. Jangan menyesal datang kesini ya. Annyeong!"

"Ne"

Jawabku singkat pada leader itu dengan anggukan sopan.

Donghae's House

"Kau tidak langsung pulang ke dorm?"

"Aniya. Aku disuruh eomma untuk menemanimu. Eomma pulang malam."

"Jam berapa?"

"Sepuluh. Wae?"

"Ah tidak apa-apa. Pergilah"

"Kau mengusirku?"

"Bukan begitu"

"Jadi? Lagipula aku lelah. Aku ingin istirahat sebentar"

"Tidurlah"

"Kau mau kemana?"

"Mengganti bajuku"

Aku lapar sekali. Jadi aku mau masak untuk makan malamku.

"Kau mau kemana? Temani aku menonton"

"Aku mau masak"

"Mwo? Untuk siapa?"

"Untukku."

Aku memasak telur gulung. Isinya daging ayam, kentang dan sayuran lainnya. Donghae pun mau jadi akhirnya aku membuat banyak. Ia tidak diam, ia duduk di meja makan dan menunggu ku sampai selesai. padahal tadi katanya dia mengantuk dan lelah. Aneh.

"Kau tidur saja. Jika sudah jadi aku bangunkan"

"Shiero. Aku menemanimu saja"

"Keras kepala."

"Kau juga"

"Aku tidak"

"Terserah kau saja. Kau ini memang cuek seperti ini ya?"

"Maksudmu?"

"Kau tidak seperti yeoja yang lain. Yang genit, banyak bicara, dan suka cari perhatian"

"Hahaha semua yeoja pasti seperti itu. Kau belum benar-benar tahu siapa aku"

"Apa aku boleh mengenalmu lebih jauh?"

"Mwo? Maksudmu?"

Donghae's POV

Telur gulung buatannya sudah jadi dan ia membawanya ke ruang tengah, kami berdua makan di ruang tengah sambil bersantai menunggu eomma.

"Bagaimana? Apa enak?"

"Enak enak! Kau memang hebat Hyemi-ah"

"Aku senang kau suka. Habiskan saja"

"Untukmu?"

"Aku cukup. Untuk ahjumma sudah kupisahkan"

"Terima kasih Hyemi. Apa aku boleh bertanya?"

"Ne, apa itu?"

"Eomma mu meninggal karena apa? Tapi jika kau tidak mau menjawabnya juga tidak apa-apa"

"Kanker."

Aku mengangguk pelan. Dia ini memang cuek sekali. Menjawab pertanyaan hanya seperlunya saja.

"Saat aku lulus SMA. Appa ku benar-benar frustasi."

"Ahjussi pasti sangat terpukul"

"Ne."

"Sudahlah jangan bersedih. Lanjutkan makan mu Hyemi-ah"

Dia mengangguk dan berusaha senyum lagi seperti biasa. Lagi-lagi aku memandangnya, memperhatikan lekuk wajahnya. Sangat jelas dia itu cantik. Kami duduk bersebelahan, dan aku tidak tahu mengapa setiap aku melihatnya tersenyum selalu saja jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya.

"Tidurlah dikamar. Disini dingin"

"Aniya. Eomma belum datang, dan aku harus menemanimu."

"Aku tidak apa-apa"

"Aku juga tidak apa-apa jika menemanimu"

Aku mengantuk sekali. Jika aku ketiduran dirumah malam ini biarkan saja, aku bisa berangkat lebih pagi ke dorm.

Matanya tampak lelah sekali tapi tidak mau pergi ke kamar dan tetap ingin di ruang tengah untuk menunggu eomma datang. Keras kepala sekali. Tapi entah mengapa aku senang sekali berdua dirumah dengannya. Aku mulai penasaran dengan yeoja ini.

Hyemi tertidur duluan dengan posisi duduk. Aku memandang wajahnya sebentar dan tersenyum, bahkan sedang tidur saja ia terlihat cantik. Dan aku membenarkan posisinya dengan meletakkan kepala Hyemi di bahu ku dan aku pun tertidur di kursi bersamanya.

"Donghae-ah… Hyemi-ah… Kalian manis sekali ya"

"Ya! Mengapa aku bisa tertidur di bahumu?!"

-TBC-

Chapter kedua udah! Ditunggu bagi yang mau review..

Thankyou ^^