"Bad Boy"
By : Amanda Lactis
Chapter 2 : Apology
.
.
.
"Jadi Taehyung sekarang kencan dengan Irene, begitu maksudmu?" Yugyeom yang mengajak Jungkook berjalan-jalan sekaligus mendengar curhatan teman baiknya itu sedikit menyesal karena memberi restu saat Taehyung hendak menembak Jungkook, dua tahun yang lalu.
"Aku mau melarang juga tidak bisa, tahu sendiri sifat Taehyungie bagaimana." Jungkook mengerucutkan bibirnya sebal.
Yugyeom menghela nafas,"Seharusnya kau tiru saja sifat kakakmu, Kook. Kenapa lembek begini?" keluhnya tak habis pikir.
Jungkook makin menggembungkan pipinya. Memang, sifatnya dan kakak tirinya jauh berbeda, dalam artian kakak tirinya punya mulut yang bisa melontarkan kata-kata sepedas cabai.
"Aku ya aku, kenapa sih kau suka sekali membandingkanku dengan Yoongi-hyung?" sahut Jungkook. Yugyeom malah tertawa, jadi makin tampan, batin Jungkook malu.
"Habisnya, Yoongi-sunbae itu keren, iya kan? Ingat saat Jimin dihantam kamus Inggris karena ketahuan menggebet adik tingkat? Itu momen setahun sekali! Haha!" Yugyeom tak berhenti tertawa bahkan saat Jungkook mencubit pinggangnya, kesal karena kakaknya selalu jadi bahan pembicaraan dengan Yugyeom.
Pembicaraan mereka terpaksa terputus karena Jungkook tak sengaja melihat sosok Jimin tengah bergandengan tangan denggan Seulgi, senior yang memang menyukai Jimin sejak tahun pertama.
"Gawat! Jimin selingkuh lagi, hei Kook-ah, cepat foto dan kirim ke Yoongi-sunbae!" Yugyeom memanas-manasi Jungkook.
Sebagai adik yang baik, walau hanya adik tiri, Jungkook itu sangat menyayangi Yoongi. Meski berkali-kali diomeli, dibentak bahkan diusir namun Yoongi tak pernah bosan mendengar curhatannya mengenai Taehyung yang bahkan, Yoongi sempat melabrak Taehyung di kelasnya.
CEKREK!
"Mati kau, Park!"
"Ish, diam dulu!" Jungkook segera mengirim foto yang dia dapat. Tak menunggu lama balasan yang diberikan Yoongi. Balasan yang membuat Yugyeom tidak bisa menahan tawanya sekali lagi.
From : Yoongi-Hyung
To : Jungkook-ah
Sub : -
Biarkan saja, setelah ini aku mutilasi mereka berdua.
"Pft~! Hahaha! Daebak! Memang Yoongi-sunbae itu keren!"
Sore itu, Jungkook habiskan dengan tawa Yugyeom yang tak kunjung berakhir, ditemani segelas cokelat panas hingga jam menunjukkan pukul sembilan malam. Oh ayolah, Taehyung tidak pernah peduli kapan Jungkook pulang ke Apartementnya. Atau memang, sudah mempercayai Jungkook. Eh tapi opsi nomor satu lebih meyakinkan, bukan begitu?
To Be Continued
Note : Hai hai! Gimana? Updatenya cepet kan? :) iya dong, kan saya udah bilang, kalo chapternya pendek updatenya pasti cepet, ehehe. Btw, saya nanti kalo update fic ini seminggu dua kali, tergantung saya prakteknya aja si. Trus juga kalo ada yang mau ngasih ide tentang kelanjutannya PM saya terbuka lebar! Request Jimin di gebukin Yoongi? Bisaa~! Mau Taehyung dibuat menderita? Bisa bisaa~~! Di cerita ini Jimin udah semester 4 yha, bareng Taehyung juga. Nah Jungkooknya semester 2, Seokjin sama Yoongi semester 6. Hoho! Untuk jurusannya apa nanti saya pikir-pikir dulu. Segitu aja, makasih!
Regards,
Amanda Lactis
