…Tired Of This Body …
By Kimmy
{Different Love : Sequel}
Enjoy !
.
.
.
.
.
.
Taehyung merasakan sebuah kecupan tengah bermain-main di pundaknya. Tubuh kurus yang dipenuhi luka lebam itu terduduk manis dikasur, dipeluk oleh sosok lelaki yang mengaku sebagai kekasihnya. Suhu dingin di ruangan berkurang akibat kulit keduanya yang saling merekat. Suhu tubuh 'Kekasihnya' begitu menghangatkan, tapi Taehyung tidak merasakan kehangatan sama sekali di dalam jiwanya. Bukan hangat macam ini yang ia inginkan. Hangat yang ia inginkan adalah hangat yang berasal dari selimut dan susu chocolate panas buatan tangannya, bukan hangat yang berasal dari sentuhan psikopat di belakangnya ini.
"Tae, lihat aku"
'Take my eyes, take them aside'
Dengan mudahnya tubuh Taehyung menuruti ucapan psikopat yang mengaku sebagai kekasihnya. Ia balikan tubuhnya menghadap Jungkook. Seorang pria muda yang berhasil mendapatkan dan mengurung tubuhnya di dalam genggaman tangannya. Jungkook, seorang pria muda yang berhasil menangkap cintanya…Secara paksa. Taehyung tidak akan pernah sudi memberikan apapun kepada monster itu.
"Sudah berapa kali kubilang kalau matamu itu sangat indah ?"
Taehyung terdiam, pupil matanya memilih untuk menatap tangannya. Matanya sudah muak melihat wajah monster itu hari demi hari.
'Take my face, and desecrate'
"Hey, tersenyumlah…Aku memujimu tadi"
Taehyung memaksakan bibir pucatnya untuk membentuk sebuah garis lengkungan yang tidak murni muncul dari dalam hatinya. Lengkungan itu sudah jelas 100% sebuah lengkungan paksa. Taehyung benci jika Jungkook sudah mulai menyuruhnya untuk melakukan sesuatu. Ia terpaksa melakukan semua itu, jika ia tidak melakukan apapun yang keluar dari mulut si brengsek itu, maka sebuah luka baru akan menghiasi kulitnya.
'Taek my arms and legs…They get in the way'
Sejujurnya, Taehyung sudah tidak peduli. Ia sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi kecuali 'Kekasihnya' ini. Taehyung tidak memiliki apa-apa lagi yang bisa menghalangi Jungkook untuk memiliki dirinya sepenuhnya.
.
.
.
'And take my hands, they'll understand'
Taehyung bisa melihat ketulusan di manik mata Jungkook. Kalau dilihat lebih jelas lagi, Jungkook memiliki manik mata layaknya anak kecil yang baru diberikan balon oleh orang tuanya, gigi kelinci imut yang mencuat ketika ia tersenyum mendukung paras tampannya untuk menjadi semakin menawan. Sejenak Taehyung luluh begitu melihat seorang anak kecil hidup di dalam mata Jungkook. Jungkook yang saat ini lebih Taehyung sukai, sosok Jungkook yang saat ini ada didepannya bisa membuat Taehyung jatuh cinta, jika Jungkook ingin dicintai Taehyung sepenuh hati.
Jungkook didepannya begitu romantis. Taehyung yang dibangunkan oleh Jungkook, Jungkook yang berlutut di depannya sambil mengulurkan tangannya yang memegang setangkai bunga. Sebuah bunga liar yang memiliki kelopak berwarna ungu.
"Entah kenapa bunga ini mengingatkanku padamu" Ujarnya.
Kalimat polos itu keluar dengan bebasnya, membuat Taehyung seketika melupakan semua hal kejam yang telah Jungkook lakukan padanya. Dengan senyum tulus, Taehyung menerima bunga liar itu dari tangan Jungkook. Jungkook pun tersenyum semakin lebar dan menunjukan gigi kelincinya.
"Aku tidak tahu nama bunga itu jadi aku menyebutnya 'Taehyungie'…Di luar ada banyak, mau lihat ?" Jungkook berkata begitu cerianya sambil mengulurkan tangannya di depan Taehyung.
Taehyung pun mengangguk, ikut menunjukan senyum perseginya di depan Jungkook. Lalu dengan beraninya ia menerima uluran tangan Jungkook. Kedua tangan kurus dan ramping milik Taehyung mengerti dan percaya bahwa Jungkook yang sekarang tak akan menyakitinya.
'Take my heart, pull it apart'
Taehyung terdiam. Dadanya terasa sakit, seperti sesuatu tengah mencengkramnya dan berusaha meremukannya. Ini bukan Jungkook yang ia lihat kemarin pagi. Hancur sudah bayangan Taehyung tentang Jungkook kecil. Monster itu datang lagi, menghapus sosok anak baik di dalam mata Jungkook.
Buk !
Sebuah buku sempat melayang ke arah Taehyung, beruntungnya Taehyung langsung meloindungi dirinya sendiri menggunakan kedua tangan kurusnya. Kali ini Taehyung memang salah, ia mengakui sendiri.
"Apa maumu ?!" Jungkook berteriak, sebuah teriakan yang memekakan telinga.
Taehyung hanya berani menunduk. Mata monster itu terlalu menakutkan untuk ditatap, anak baik itu pun juga menghilang tidak tahu kemana.
"Aku sudah memberimu kesempatan untuk menjadi orang normal…Aku sudah membebaskanmu dari jeruji, aku sudah memberimu akses untuk masuk dan keluar dari rumahku, aku memberikanmu segalanya…Apakah ini balasanmu ? Kenapa kau mencoba kabur dariku ?!"
Ini salahnya, seharusnya ia tidak mencoba kabur dari 'Kekasihnya'.
'Take my brain, or what remains, and throw it all away'
Ini semua membingungkan, baru beberapa jam yang lalu Taehyung dihajar habis-habisan dan kini sosok anak kecil itu kembali datang menemuinya sambil membawa sesuatu yang disembunyikan di belakang punggungnya.
Taehyung tidak tahu apa itu, tapi ia berharap Jungkook tidak melakukan apa-apa lagi yang bisa menyakiti tubuh lemahnya.
"Maaf…"
Kalimat itu sudah sering keluar dari mulutnya, sampai-sampai Taehyung tidak tahu lagi apakah kalimat itu memang benar-benar terucap atau akan dilupakan beberapa jam kemudian.
"Jika kau mengikuti semua peraturan yang kuberikan ini semua tidak akan terjadi"
Yah, ini semua…
Jika Taehyung tidak memiliki pikiran untuk kabur maka tali yang mengikat tangan dan kakinya tidak akan terpasang.
"Maaf karena sudah menyakitimu"
Taehyung memejamkan matanya begitu sebuah tangan bergerak menuju ke arahnya. Namun bukan tamparan atau apapun yang ia rasakan kecuali kelembutan sebuah tangan yang menarik dagunya. Kemudian disusul dengan sbeuah kecupan lembut di bibir pucatnya.
Taehyung membuka satu matanya dan melihat Jungkook tengah tersenyum lembut, sesuatu yang ia sembunyikan di belakang punggung pun di perlihatkan kepada Taehyung. Sebuah buku novel…
"Maaf karena sudah melemparkan buku ke arahmu, kuharap aku tidak akan mengulanginya"
'Cos I've grown tired of this body…A cumbersome and heavy body'
Sebuah suara detak jam membuat Taehyung merasak semakin gelisah. Pelukan hangat dibelakangnya tidak dapat menenangkannya. Tubuhnya terasa begitu lelah, ia sudah lelah. Fisik dan mental. Tidak ada yang bisa memberinya energi, tidak aka nada energy yang mau masuk ke dalam tubuhnya.
Setelah Jungkook puas bermain-main dengannya, ia ditinggal begitu saja. Ditinggal kelelahan dan tidak berdaya. Taehyung masih ingat bagaimana panasnya permainan ranjang Jungkook, bagaimana kuatnya Jungkook menyelam begitu dalamnya dan membuat tubuhnya menggila, bagaimana liarnya Jungkook bergerak, dan bagaimana rakusnya Jungkook melahap tubuhnya.
Ia lelah, Taehyung lelah.
Semua anggota tubuhnya lelah, namun ia tidak akan pernah bisa beristirahat dengan tenang kecuali sesuatu dapat membunuhnya.
Taehyung harap Jungkook dapat melakukannya…
END
Lagi kuker & bosen…rnr juseyooooo~ thank you~
