xxxHolic belong to Lady CLAMP
Warning : AU, (hope not) OOC, Sounen-Ai, (miss)typo, etc
"Lalu? Gimana caranya mencari Zashiki Washiki?" tanya Doumeki dengan nada datar dan wajah non-ekspresif miliknya. Tetap menanggapi keluhan Watanuki meski berkas-berkas OSIS di tangannya juga membutuhkan perhatian.
"Ukh!" Watanuki menggerutu dalam hati. Dia bercerita pada Doumeki bukannya untuk membuat pemuda itu mempertanyakan hal sama dengannya.
"Oh ya!" katanya dengan wajah berseri-seri ketika menyadari sesuatu, "Yuuko-san sebelumnya pernah bilang kalau dia ada di gunung! Mutasi ke dalam gunung!"
"Yang mana?" tanya Doumeki acuh tak acuh sembari merapikan tumpukan berkas di tangannya, mengundang keluhan dari pemuda berkacamata yang berdiri karena menahan kesal.
"Masih belum selesai nih! Cepat duduk!" Watanuki membelakangi Doumeki—dan juga meja yang penuh dengan tumpukan dokumen—dengan tangan terkepal erat diangkat sebatas hidungnya, 'kalau bukan berutang kasus ajisai, aku gak bakal repot-repot membantu si bodoh ini!' batinnya menjerit sebal.
Andai disini ada Himawari-chan. Mungkin dia tidak akan berada di perpustakaan yang sepi ini berdua saja dengan Doumeki. yah, hanya. Berdua.
Tiba-tiba sebuah sapuan halus menyentuh lengan atasnya, membuatnya darahnya berdesir halus dan jantungnya berdegub lebih cepat untuk beberapa saat.
"A-apa sih?" tanyanya sambil melirik pemuda di belakangnya—satu-satunya orang di sana—sambil berusaha menahan pipinya agar tidak merona.
"Hah?" Doumeki merespon dengan tatapan bingung.
"Tadi kau pegang lenganku, kan?" tanyanya kesal. Merasa malu sendiri dengan pertanyaannya yang terdengar seperti gadis terkena sekuhara. Doumeki menatapnya tanpa ekspresi.
"Gimana aku menyentuhmu kalau sedang megang ini?" ujar Doumeki sembari mengacungkan dokumen yang belum lepas dari tangannya sejak tadi.
"Eh? Tapi tadi—"
Sentuhan itu kembali terasa di tangannya dan kali ini merayap kemana-mana. Membuat Watanuki berteriak tidak jelas sambil menggerakkan tangan dan tubuhnya dengan gerakan aneh.
"Kau ngapain? Menari?"
"BUKAN! Ada sesuatu di bajuku!"
Watanuki mengintip ke dalam tubuhnya sendiri dan akan membuka kancing teratas seragamnya kalau saja sosok seperti ular dengan dengan bulu di sepanjang tubuhnya tidak muncul dari leher bajunya, membuatnya menyadari dan segera menghentikan benda yang dari tadi menggelitiknya dan berteriak kencang, "KAUUUUUUUUUU!"
"Apa itu?" tanya Doumeki setelah yakin Watanuki menghentikan suara resonansi tingginya dan aman untuk melepaskan tangannya dari telinganya.
"Kuda kitsune. Katanya bayaran Amewarashi untuk Yuuko-san," dan tepat setelah ia mengucapkan itu, benda bernama Kuda Kitsune itu lepas dari tangan Watanuki dan kembali menyusup di tubuh pemuda itu.
"HUWAAAAA!"
Melihat itu Doumeki dengan sigap menyelipkan tangannya ke dalam seragam Watanuki dan menggerayangi tubuh ramping itu mencari si Kuda Kitsune yang seenaknya menjamah tubuh Kimihiro-nya.
Eh?
Dan sebelum fokusnya pecah dan melakukan hal yang iya-iya pada tubuh sehalus porselen di tangannya, ia akhirnya menangkap makhluk itu.
"Ini Kuda Kitsune?" tanya Doumeki, sambil beradu pandang pada makhluk di genggamannya.
"Kau tahu?" Watanuki balik bertanya. Ia merapikan kembali seragamnya yang acak-acakan.
"Pernah dengar dari kakek, kalau gak salah spesies yang bisa sihir," ujar Doumeki dingin, makhluk di tangannya terus bergerak tidak nyaman ingin melepaskan diri.
"Aah, kalau gak salah, Yuuko-san juga bilang kalau dia memiliki kekuatan roh yang hebat."
Seakan teringat sesuatu, Watanuki tersentak, "Yuuko-san pasti akan menambah waktu part time-ku kalau tahu dia bersamaku! Dan juga bakal bilang, "kukenakan ongkos pemakaian karena kau sudah membawanya keluar","
Doumeki menatap dalam diam monolog Watanuki yang menirukan gerak dan cara bicara pemilik toko tempat pemuda berkacamata itu bekerja part time.
"Harus cepat kukembalikan!" teriak Watanuki dengan wajah pucat dan keringat dingin. Kuda Kitsune melepaskan diri dari tangan Doumeki, dan segera menghambur pada Watanuki yang segera ia lingkari bahunya. Dan mencium pipi pekerja paruh waktu itu.
Doumeki tidak bisa mengatakan apapun selain hanya menatap adegan itu dengan tatapan dingin.
"Dia manja padamu, ya" ujar pemuda kuil itu dengan nada kesal yang tidak sengaja lepas dan membaur dalam suaranya. Tapi memang dasar Watanuki tidak peka, ia hanya mengerutkan dahinya bingung dan berkata "masa'?" sambil menatap makhluk yang terus-terusan mencium wajanhya dengan penuh afeksi.
Doumeki mengumpulkan dokumen yang kembali berserakan dan tadinya sempat terlupakan. Mengalihkan pandang dari adegan mesra di depan matanya.
Ntah dia harus merutuk atau menghela nafas lega pada fakta yang mengatakan bahwa Watanuki tidak menyadari kecemburuannya.
A.N
Yahuu! hai semua Douwata Shippers, saya author baru di fandom ini XD
kali ini saya membawakan shortfic yang semuanya bersumber dari manga xxxHolic, rencananya sih selain DouWata, saya mau buat Based on Manga Project dengan pairing clamp lainnya, ikuti terus ya~ hehe
terimakasih buat yang udah baca.
Review?
