" Maaf kami tidak bisa menerima anda sebagai karyawan kami tuan Lee Eunhyuk dan tuan Lee Donghae, selamat anda dapat bergabung di perusahaan kami, silahkan anda ditunggu direktur diruangannya." Seru seorang wanita cantik yang baru saja memberikan hasil interview pekerjaan kepada dua sosok pria dihadapannya yang baru disebutkan namanya oleh wanita bermarga Oh itu.

"Ehm, baik." Sahut Donghae ragu, ia mengalihkan pandangannya sejenak untuk melihat keadaan sosok disampingnya yang sejak tadi terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun setelah mendengarkan hasil keputusan dari kepala bagian yang kemarin melakukan interview kepada mereka berdua.

Merasa diperhatikan, Eunhyuk membalas tatapan Donghae dengan senyuman tipis yang terkesan dipaksakan.

"Sana cepat pergi, aku akan menunggumu dilobby." Bisik Eunhyuk pelan, ia segera memalingkan wajahnya dan pergi meninggalkan Donghae yang terdiam dengan tatapan cemas.

"Tuan Lee Donghae?"

"Ah, maaf.."

Donghae terdiam, matanya terus saja melirik Eunhyuk yang sejak tadi terdiam seraya memandang jalanan ibukota yang bus mereka lewati. Mereka akhirnya bisa pulang juga setelah hampir dua jam melaksanakan panggilan kedua mereka di perusahaan yang bergerak di bidang kontruksi.

"Kau melamun?" Tanya Donghae mengintrupsi kegiatan Eunhyuk. Membuat Eunhyuk tersentak kaget, dan segera menatap Donghae yang duduk disampingnya.

"Kau mengatakan sesuatu?"

Donghae mendesah, ia mengusak surainya dengan kesal sebelum ia menggeser tubuhnya tepat dihadapan Eunhyuk.

"Jangan diam saja! Katakan sesuatu padaku!" Ucap Donghae menahan amarahnya yang bisa meledak kapan saja. Kedua matanya menatap tajam wajah Eunhyuk yang kini tampak lesu dan tidak bersemangat.

"Tidak ada yang perlu dibicarakan. Aku baik-baik saja." Jawab Eunhyuk seraya memberikan senyum meyakinkan kepada Donghae yang kini menundukkan kepalanya ketika mendapatkan jawaban yang tidak ia inginkan keluar dari bibir ranum Eunhyuk.

"Aish menjengkelkan sekali!" Dengus Donghae sebelum ia beranjak dari kursinya ketika telah mencapai halte bus tujuan mereka berdua, meninggalkan Eunhyuk yang berada di belakangnya.

Eunhyuk tersentak kaget saat Donghae tiba-tiba saja memeluknya dengan begitu hangat, menyalurkan rasa sayang yang begitu besar untuk menenangkan hati Eunhyuk.

"Jika kau keberatan katakan saja, jika kau kecewa katakan yang sesungguhnya, marahlah jika kau memang mau, kau bahkan bisa menjambakku jika kau mau, asal jangan seperti ini sayang." Bisik Donghae dengan lembut tepat didepan telinga Eunhyuk yang memerah. Membuat sosok manis didepannya hanya mampu menggigit bibir bawahnya dengan kuat, meredam sesuatu yang sejak tadi ia tahan.

"Aku, aku tak apa-apa Donghae. Jangan cemaskan aku.." Sahut Eunhyuk lembut, seraya menggenggam tangan pria tampan dibelakangnya yang melingkari pinggangnya dengan erat. Menepuknya seakan mengatakan bahwa ia sungguh baik-baik saja.

"Aku menolak tawaran pekerjaan di perusahaan tadi."

Eunhyuk sontak membelalakan kedua bola matanya saat dengan gampangnya Donghae mengatakan sesuatu yang memberatkan hatinya sejak tadi, ia segera membalikan tubuhnya menghadap Donghae.

"Dasar bodoh! Kenapa kau menolaknya?! Bukankah kau tadi diterima diperusahaan itu?! Mencari pekerjaan dijaman sekarang itu sangat sulit Lee Donghae! Mengapa kau menolak kesempatan emas itu hah!?"

"Aku sudah pernah bilang padamu! Inilah yang akan terjadi jika kita melamar pekerjaan ditempat yang sama! Akan ada salah satu diantara kita yang kecewa jika salah satu dari kita diterima! Kalau aku tidak akan masalah jika aku tidak diterima, tapi kau... Kau..." Donghae mengalihkan pandangannya kearah lain ketika retina matanya menangkap setetes airmata mengalir membasahi pipi Eunhyuk yang memerah. Bagaimanapun juga ia melakukan ini karena tidak ingin menyakiti Eunhyuk.

"Kenapa kau lakukan itu? Donghae, seharusnya kau jangan memikiranku... Kau, kau harus memikirkan masa depanmu, maaf kan aku, seharusnya menuruti perkataanmu untuk mencari tempat kerja terpisah... Tapi aku, aku tidak ingin jauh dari Donghae... Seharusnya aku senang kau diterima ditempat kerja kontruksi itu, tapi aku... Aku malah... Hiks..." Akhirnya tangis pilu itu menggema memenuhi ruang apartemen sempit itu. Donghae tercekat sejenak ketika melihat sosok yang ia cintai tampak begitu menyesal karena keputusannya sepihaknya untuk membahagiakan Eunhyuk.

Ia segera meraih kedua pipi Eunhyuk, dan mendaratkan ciuman mesra pada bibir ranum itu. Melumat bibir bawah Eunhyuk dengan pelan dan penuh kelembutan, Eunhyuk tidaklah salah... Lantas untuk apa ia harus meminta maaf pada Donghae?

"Sudahlah, kita akan cari lagi bersama-sama. Aku tidak apa-apa sayang, sudah jangan menangis." Ucap Donghae dengan lirih, ia menjauhkan wajahnya dan mengusap pipi Eunhyuk yang dipenuhi dengan linangan airmata.

"Hiks, maafkan aku... Hiks... Aku tidak akan melamar kerja ditempat yang sama seperti Donghae! Aku, aku tidak boleh menghalangi masa depan Donghae!"

End