Haaayoooo….chaptha 2 ! aaanghh… capek! Beneran, chapter 2 ni lama amat updatenya. Maaf lama menunggu, karna masih baru (jangan pake kata2 itu lagi! Karna lo bukan anak baru lagi! Ngerti! *author ditampar*) ~_~`.

Wuuaah… ternyata chaptha 1 masih da juga yang salah… maaf-maaf kalo gitu. Oh ya, waktu untuk kereta apinya sampai itu sebenarnya 20 menit lagi, bukan 30 menit. Maaf saya salah ngetik!-_-`. (sebenarnya tidak perlu dibilang, karna mungkin tidak ada yang nanya. Hehe…*plaak* ). Masih banyak keselahan yaa.., itu karna saya mas- (udah di bilangain jangan pake kata2 itu LaGi! Ngerti gak seeh…) *teriak tepat di kuping*

Author :"Woiii… sapa sih lo…main tereak-tereak! Sakit nih kuping gue!"

Dra a.k.a author :"Gue , emangnya napa hah!" *kacak pingang*

Author :"Eh, lo itu bukannya gue? Kenapa ada disini? Dan kenapa juga marah2 gitu!" *kaget liat dia yang lain muncul*

Dra :"Mulai dari chapta 2 ni, gue yang mandu lagi. Karna lo itu gue dan gue tu lo jadi satuin aja" *duduk ikursi*

Author :"Oooo begono… ya udah! Kalo gitu lanjut! Silahkan …*ngacir keluar* -_-`

Fandom : Shin Megami Tensei

Persona 3 and Persona 4

Story by : dra minatoshiro

Rate : K or T

Disclaimer : persona 3 & 4 akan selalu milik atlus, kalau saya yang punya, ceritanya pasti ancur.

Summary : Alur ceritanya 2 tahun setelah Drak Hour dan Tartarus hilang, dan anggota I.T masih sekolah. Disini Minato-nya kagak mati, Souji kembali ke Inaba buat lanjutan skullnya. Souji sekarang kelas 3 SMU, di Yasogami gakuen. Ia sedang dalam perjalanan menuju kembali ke kota tercinta, Inaba, dan bertemu kembali dengan seluruh teman-temannya.

warning : aneh yang pasti, OOC, AU…kalimat rada-rada aneh

semoga kalian menikmati ceritanya,jangan lupa di ripiu ya…. Oh ya! Kalo review saya jangan di flame! Dikasih masukan ato kritikan saja. Saya gak kuat! Makasih ^_O

disclaimerlet's start!

Chapter 2 : "HE" BECOME

- - In Café - -

Di café yang sama. Tidak jauh dari tempat duduk para mantan S.E.E.S, di bagian ujung dekat dinding, juga terlihat sekelompok remaja yang menunggu kedatangan kereta. Sekitar 7 remaja yang menunggu. Ada seorang cewe` berambut coklat pendek yang tengah istirahat (baca: tidur), disampingnya ada cewe` berambut hitam panjang memakai bando warna merah dan cewe` dengan rambut di kuncir dua berwarna coklat sedang membaca majalah ditemani segelas kopi untuk menghilangkan kantuk.

Diseberang meja ada 3 orang pemuda yang sedang bermain kartu remi, dan yang terakhir seorang cewe` berpenampilan laki-laki yang memakai topi sedang menikmati kopi hangat.

"Fuuuaaah….. nyenyak swekali aku tidur" kata Chie yang baru bangun lalu mengusap matanya sambil mengencangkan badannya.

"Chie, kau ini jangan menguap yang lebar-lebar…kamu cewe` bukan sih!" tanya cowo` rambut coklat jabrik memakai headphone, Yosuke namanya. Yang seawtdropped melihat tingkah laku Chie.

"Ngh, memang apa masalah kalau begitu, gak boleh hah!" sewot Chie, menatap tajam ke Yosuke.

"Bukan begitu, kau inikan cewe`, seharusnya kalo nguap jangan lebar-lebar" sahut Yosuke santai. "Ntar bisa masuk cicaK Loh!" ledeknya.

"APA…!" Chie mendelik.

`GLEKH!` semua orang yang ada di sana lalu menoleh ke arah cowo` berambut coklat tadi. Dan menatap mereka was-was.

"Apa kau bilang *aura di sekeliling hitam* apa kau mau meledek ku Yoyon!" kata Chie lantang.

`GLEKH` (lagi) semua orang yang mendengar kata-kata "Yoyon" tadi langsung sweatdropped.

"Haah…aku tidak meledekmu, itu benarkan dan namaku bukan Yoyon. Chie…caK!" balas Yoyon –eh Yosuke.

"Jangan panggil aku cicak, yoyon bodoh!" teriak Chie tepat dibelakang kepala Yosuke.

"Nama ku Yosuke, bukan yoyon dan aku tidak bodoh, Chie…caK" balas nya berbalik menatap Chie.

"Aaaangh..dasar Yoyon!" teriak tepat di wajah Yosuke.

"Aaaah…Chie..caK!" balasnya, dan mundur selangkah.

"Yoyon!"

"Chie..cak!"

"YoyoN-yoyon-yoyon!"

"Chi-chi-chi….caK!"

BLA BLA BLA BLA…..

Perang mulut itu (lagi) tidak terelakkan. Semua orang yang melihat hanya ber`sweatdropped ria.

"Haaah…beruntung hanya perang mulut, bagaimana kalau sampai berantem. Café ini juga akan jadi korban (?)" kata Naoto, cewe` bertopi yang penampilannya seperti laki-laki, yang terkenal sebagai Detective Prince.

"Mph…khh, mph, fff…HAHAHAA…..!" tawa Yukiko, cewe` berambut panjang itu akhirnya lepas – pas – pas - pas…...*ditabok kipas Yukiko*. Dia benar-benar tidak tahan lagi mendengar ejek-ejekan dari kedua sahabatnya itu.

"HAHAHaaaa….!" Tawa Yukiko semakin lama semakin besar. Sifat buruk Yukiko kambuh lagi di sini! Semua orang –seisi café pun langsung sweatdropped berjama'ah.

"Haaaah…berisik Teddie…kuping Teddie rasanya mau pecah…Teddie…!" teriak bocah berambut pirang menutup telinganya. Sebenarnya beruang, tapi sekarang tidak memakai kostum teddie bearnya.

"Haaah..Yukiko-senpai penyakitnya kambuh lagi. Gimana nih berhentiinnya ?" tanya Kanji, laki-laki yang wajahnya mirip preman.

"Yaah..mau gimana lagi. Tunggu aja sampai senpai tidak kuat lagi" kata Naoto pasrah, rah, rah, rah…*author lari di tembakin Naoto*

Kelompok mantan S.E.E.S tadi yang masih sibuk dengan kegiatan mereka, tiba-tiba saja berhenti lalu melihat ke arah anak-anak yang ternyata tak kalah berisik dari Junpei dan Yukari *ditimpukin kardus*

"Huh! Berisik amat sih!" sewot Yukari.

"Gila! Tawanya kenceng amat! Sampe kedengeran ke sini" teriak Stup- Junpei menutup telinganya.

Mereka hanya bisa sweatdropped melihat tingkah laku anggota yang memiliki kekuatan aneh itu, terutama melihat Chie dan Yosuke di tambah dengan tawanya Yukiko.-_-`

"Ya, ampun…" Mitsuru hanya bisa menghela nafas, pasrah dengan keadaan itu.

- - In Train - -

# pukul 11.59 p.m #

Kereta api itu melaju dengan kecepatan normal yang tengah melewati hutan rimbun. Minato dan Souji berjalan di lorong gerbong menuju tempat duduk Souji. Saat sedang berjalan, Minato menatap keadaan di luar jendela, memperhatikan. Tiba-tiba, sekilas terlihat bayangan hitam putih dan sesosok manusia memakai shal warna kuning yang melambai-lambai di hembus angin.

Tanpa disadari, tiba-tiba pemuda emo itu berhenti, diam, terpaku, wajahnya seketika pucat seperti baru melihat hantu menyeramkan tepat dihadapannya. Seketika itu juga perasaannya kacau balau, pandangannya kosong setelah melihat sosok bayangan yang nampak kurang dari 10 detik, yang mampu membuat tubuh sang pemuda itu lemas, tidak bergerak. Hanya ada 2 kata yang terucap pelan keluar dari mulutnya, "Dia….kembali".

Souji langsung menyadari bahwa orang yang dari tadi mengikutinya tiba-tiba berhenti. Lalu ia berbalik menghadap laki-laki yang kini tengah terpaku, terdiam menatap jendela.

"Hei, Minato-san, kau kenapa?" tanya Souji tenang.

Tapi yang bersangkutan tidak merespon. Penasaran, lalu Souji juga ikut melihat apa yang dilihat Minato. Tapi- tak lama kemudian, tiba-tiba saja kereta berguncang hebat!

"Wuuaaaa…..ada apa ini!" teriak Souji kaget.

Minato kembali sadar setelah merasakan guncangan kereta dan Souji yang memegang bahunya. Semua orang yang ada di sana langsung berteriak histeris dan lampu-lampu di setiap gerbong hidup mati tidak beraturan. Terdengar keras suara desingan roda-roda kereta yang sangat memekakkan telinga.

`CIIII….TttZZzzzzz…..CiiitttZzzzz…..`

Keadaan sangat kacau!

- - Stasiun YasoInaba - -

Keadaan masih sama seperti sebelumnya. Dua kelompok remaja tadi yang masih sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing yang menambah suasana hiruk pikuk di stasiun itu, sedang duduk-duduk, berdiri di salah satu bangku yang tersedia disana. Sekarang mereka sudah keluar dari café. Tiba-tiba suara bel berbunyi.

`Tiiingg…Tuuungg…Teeengg…Taaangg….Brukhh!`

Sebuah suara bel yang aneh berbunyi, sontak semua orang terdiam + sweatdropped (termasuk anggota mantan S.E.E.S dan kelompok I.T)

"Itu….suara bel atau suara hp-nya Chie sih! Aneh amat bunyinya" sahut Yosuke sweatdropped.

`BUUKH!`

Sebuah tendangan dari Chie melayang di pantat Yosuke.

"Aaaw…sakit…!" teriaknya.

"Jangan macam-macam kau, Yosuke!" sewot Chie.

Semua orang langsung sweadropped (lagi?) melihat itu. Sebuah suara terdengar dari setiap microfon setelah selesai bunyi bel `aneh` tadi.

"Diberitahukan kepada seluruh pengunjung, sebuah laporan `baru` saja diterima, bahwa tepat pada pukul 12.00 telah terjadi kecelakaan kereta api jurusan Tokyo-YasoInaba di jalur 3. sekitar 1 ½ km dari stasiun Inaba, arah Selatan-. Diberitahukan kembali, telah terjadi kecelakaan kereta api pada pukul 12.00, jurusan Tokyo-YasoInaba di jalur 3, 1 ½ km dari stasiun Inaba, arah Selatan".

`DEGH!`

Semua orang yang mendengar pemberitahuan itupun langsung kaget bukan main. Wajah-wajah mereka yang sedari tadi masih tersenyum senang + sweatdropped (?) karna tak lama lagi orang yang mereka nanti akan datang, kini berubah. Senyum dan tawa itu hilang berganti muram, sedih, kaget, tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.

"Ke..ke..kece..lakaan..?" gumam cewe` bertopi biru yang terkenal sebagai Detective Prince, tidak percaya dan kaget, sampai-sampai gelas kopi yang masih ditangan nya terjatuh.

"Tidak mungkin !" kata Yosuke kaget.

"Kenapa bisa…kecelakaan..." Yukari menutup mulutnya dengan jari. Cewe` dengan jaket pink itu benar-benar shock setelah mendengar berita itu.

Tidak hanya mereka, semua orang yang ada di stasiun itu benar-benar tidak percaya, kaget, dan shock atas berita yang baru saja mereka dengar. Kecelakaan yang sungguh tak mereka harapkan.

"…."

"…."

"…."

"Ini tidak mungkin! Pasti bohong. Itu tidak benar kan, jangan memberitahukan informasi yang aneh-aneh!" teriak Junpei memecah keheningan. Dia sungguh tidak percaya dengan apa yang di beritakan petugas itu.

"Maaf, sekali lagi kami minta maaf. Tapi kami `baru` saja menerima sinyal dan laporan kecelakaan itu 2 menit setelah kejadian. Setelah kami teliti dan periksa, ternyata benar, telah terjadi kecelakaan kereta api 1 ½ km dari stasiun Inaba"

Petugas itu menjelaskan semuanya, menjawab semua pertanyaan dan pernyataan dari setiap individu yang ada di stasiun itu. Kaget, tidak percaya itu yang mereka rasakan saat ini. Air mata pun tak terbendung lagi.

"Saat ini kami sudah mengirim bantuan ke lokasi kecelakaan. Jadi kami harap anda semua bisa tenang dan sabar menunggu. Kami akan terus melaporkan keadaan dan situasinya".

Kembali, suara petugas stasiun itu terdengar dan mereka berharap semua orang untuk tetap tenang dan bersabar menunggu informasi-informasi selanjutnya.

# 2 menit sebelum kereta hancur #

" Hei! Minato-san kau kenapa berhenti?" tanya Souji tenang.

Tapi yang bersangkutan tidak merespon, hanya diam. Penasaran, lalu Souji juga ikut melihat keluar jendela, melihat apa yang dilihat Minato. Tapi- tak lama kemudian tiba-tiba saja kereta berguncang hebat!

"Minato-san, ap- wuuaaaa…. Ada apa ini!" teriak Souji kaget.

Minato kembali sadar setelah merasakan guncangan kereta dan tangan Souji yang memegang bahunya. Mereka berdua berpegangan erat pada besi yang ada di depan pintu kereta. Semua orang yang ada di kereta itu langsung berteriak histeris dan lampu-lampu di setiap gerbong hidup mati tidal beratuaran. Terdengar desingan keras roda-roda kereta yang sungguh sangat memekakkan telinga . keadaan sangt kacau!.

Hanya butuh waktu kurang dari 2 menit kereta api itu hancur. Gerbong-gerbong kereta saling bertubrukan dan keluar dari jalurnya, kaca-kaca pecah, barang-barang penumpang semuanya berhamburan berserakan dan tentu saja tak ada yang selamat dari kecelakaan naas tersebut.

Situasi keadaan : sebagian orang ada yang terlempar keluar dari kereta, terhimpit barang-barang atau benda berat, terjepit di antara kursi-kursi, terlindas roda-roda kereta, tersangkut di kaca-kaca dan pintu, terbentur kepalanya ke rel kereta, kaca-kaca menembus merobek tubuh mereka, dan ada juga yang tersangkut di kabel-kabel kereta api.

Sungguh keadaan yang sangat mengenaskan, mengerikan, menakutkan. Sungguh kecelakaan yang sangat-sangat tak di duga.

Satu lagi situasi yang sungguh tak di duga, mungkin keajaiban. Tepat saat kereta api itu akan hancur sepenuhnya, sesosok makhluk putih dengan mata merah, memakai shal merah dan membawa sebuah harpa di punggungnya muncul!

Kedua tangan makhluk itu dengan cepat langsung menarik tubuh 2 pemuda yang kondisinya kini sangat menyedihkan. Makhluk itu terbang menembus atap dan membawa mereka keluar dari kereta yang "sebentar lagi" akan bertabrakan dengan dengan gerbong lain. Tidak lama kemudian, setelah menjauh dari kereta itu, makhluk itu lenyap dan 2 pemuda tadi yang dibawanya itupun jatuh menghantam tanah.

`BRUUKH! BRAAKH! DRUUKH!`

Kereta api itu akhirnya hancur.

2 pemuda itu akhirnya selamat dari maut!

T b c aaaahh….

Please review!

Dra : Huaaaaa….akhirnya nih chapta berhasil juga di buat!

Ken : Iya udah dibuat…. Tapi kenapa belum juga di update. Gimana sih!

Dra : Sabar, bentar lagi koq!

Ken : Rasanya