CHAPTER 2 ( author mindah lapak ke watpadd T^T habis disini kena int pos mulu ngeselin, ya kali post ini pake vpn, loadingna lama)

HAPPY READING!/p

"Joonmyeon memilih untuk melonggarkan pelukannya ketika mereka telah mengayuh sepeda tidak jauh dari gerbang pintu mereka, terlebih ketika bepuluh-puluh siswa siswi berpakaian seragam lengkap berlari di sisi jalan demi mengejar waktu, jelas siapa yang mau dihukum oleh Pak Yunho, guru kedisiplinan galak bertubuh tidak santai ( read: terlalu berabs), yang begitu teganya menghukum murid-murid terlambat untuk berlari 10 laps kemudian diikuti dengan berdiri di tengah lapangan selama dua mata pelajaran dengan satu kaki serta kedua tangan di telinga =.

"Sesekali Joonmyeon akan menyapa dan melambaikan tangannya kepada teman-temannya yang ia temui di jalan. Sedangkan Kris? lelaki itu terlalu cuek untuk bersuara, fokusnya hanya sampai kepada tujuan. Ditambah Baekhyun yang terlalu bersemangat itu entah sudah mengayuh sepedanya hingga kemana, batang hidungnya pun sudah tidak tampak lagi.

" hey! kalau kamu melambaikan kedua tanganmu nanti kamu jatuh joon! pegangan yang erat" Kris memutar kepalanya kesal, tidakkah Joonmyeon tahu kalau dirinya begitu kecil jadi lebih gampang terjungkal bila tidak berpegangan dengan baik.

"Well, Joonmyeon memang kecil dan lebih ringan daripada Baekhyun apalagi si gadis centil yang sudah memiliki proporsi tubuh montok depan belakang itu jelas memiliki berat badan yang lebih... uhuk, bera- embohay/em. Kalau Baekhyun tahu apa isi pikiran nista Kris sekarang terhadapnya mungkin sebuah sepatu sudah melayang ke jidatnya.

" aku sudah besar hyung! malu dong sama teman sekelas nanti kalau diboncengi masih suka meluk-meluk, kalau tadi kan tidak ada yang lihat" Joonmyeon memukul pelan punggung Kris.

"Tentu saja namja yang lebih kecil itu tahu malu untuk tidak berperilaku layaknya perempuan-perempuan ganjen yang mencuri kesempatan untuk menyentuh tubuh seorang lelaki. Terutama bila ada yang melihat Joonmyeon memeluk Kris, pangeran es tampan yang sangat terkenal karena tinggi dan ketampanannya di kalangan junior maupun senior itu, pasti ia akan dicemooh oleh teman-temanny

"Kecuali Baekhyun, sebab rata-rata semua orang seangkatannya mengenal Baekhyun karena sifat ramah dan supelnya, terlebih lagi Baekhyun dan Joonmyeon sudah menjadi sahabat dekat dan juga tetangga Kris sejak mereka masih berusia 10 tahun. Hanya saja ketika Joonmyeon mencapai umur 15 tahun, ia perlahan mulai menjaga jarak dari Kris dan Baekhyun, tentu tidak begitu ketara namun Kris yang lihai pasti menyadari adanya perubahan dalam diri seorang Joonmyeon, dimana dirinya menjadi agak pendiam dan lebih penurut. Namun Kris berfikir hal itu sebagai hal yang normal untuk anak masa puber seperti Joonmyeon.

" myeon?! tumben kamu diboncengi Kris, bukan biasanya sama Baekhyun?" Joonmyeon tersenyum simpul ketika seorang sunbaenya yang juga merupakan teman dekatnya, Minho, berjalan kearahnya dan memarkirkan sepedanya juga tepat di samping sepeda Kris.

" minho hyung! selamat pagi" Joonmyeon melebarkan senyum andalannya, senyum ala pepsoden ditambah dengan bumbu-bumbu eye smile yang memabukan, membuat semua orang gemas melihat senyuman yang sering ia lontarkan tersebut. Minho terkekeh, diusaknya rambut lembut hoobaenya itu

" mukamu merah loh, ahh..sepertinya aku tahu apa penyebabnya" Minho bersmirk usil, sedangkan Joonmyeon yang mendengar itu seketika panik.

" ih! apa sih hyung! jangan bicara yang aneh-aneh" joonmyeon segera menghalau tangan Minho hyung, ia sadar wajahnya semakin memerah karena ucapan jujur Minho, ia memiliki dugaan kalau Minho hyung tahu perasaan kecilnya pada Kris, namun enggan mengutarakannya.

" yaa! lama sekali! kayuhnya kayak kura-kura gitu sih... sudah 10 menit nih nunggunya, bosen!" safe by Byun Baekhyun. Perempuan itu tiba-tiba datang berhambur di antara mereka bertiga sambil menyeruput susu strawberry yang baru dibelinya dari kantin, membuyarkan fokus Kris pada pembahasan tidak penting Minho-Joonmyeon.

"Dengan kesel Baekhyun mendorong sebuah kotak bekal pada dada Kris " nih makan siangmu, jangan lupa dihabiskan semua, wortelnya juga" nasihat Baekhyun bak mama-mama cerewet, sedangkan Kris yang sudah kebal dengan arahan Baekhyun yang sama setiap hari hanya memamerkan senyum kecil.

" iya mama, sudah tahu kok sejak dulu-dulu, tidak usah diputar seperti radio rusak, kepalaku sakit mendengar suara cemprengmu tiap hari" Baekhyun semakin kesel, ditendangnya kaki Kris yang agak keras karena latihan basket, membuat lelaki tegap itu meringis kesakitan serta mengusap-usap area nya yang sakit.

" ya sudah, mulai besok tidak akan aku masakkan untukmu lagi, kamu menyakiti hatiku, sudah ngomongin aku babi, pemalas, jorok, sekarang aku persis radio rusak" Baekhyun sok melipatkan tangannya kemudian beranjak pergi dengan menghentakkan kaki.

"Joonmyeon melirik Kris yang agak panik berlari kecil mendekati Baekhyun, berusaha meredakan amarah gadis itu dengan bisikan-bisikan minta maaf, meninggalkan Joonmyeon dan Minho berdiri terpaku di lapangan parkir

" dicuekin lagi..." pikir Joonmyeon dengan ekspresi datar.

Sedih sih... namun hatinya sudah kebal dengan perlakuan Kris yang tidak peka, salahkan dirinya sendiri sih karena Joonmyeon tidak memberi sinyal atau kode atas perasaan rahasianya terhadap namja bermuka kebule-bulean tersebut. Ditambah juga, siapa yang dapat menduga kalau tetangganya, terlebih seorang lelaki, menaruh perasaan terhadap dirinya yang juga seorang lelaki.

" Joon!" panggil Kris dari kejauhan sambil melambaikan sebelah tangannya " jangan lupa pergi ke UKS ya, nanti lukamu berbekas"

"Kris tersenyum tipis sebentar kemudian berbalik mengejar Baekhyun yang masih sok marah.

"Tuh kan DASAR TUKANG PHP!

"Joonmyeon berusaha mendatarkan wajahnya namun Minho dengan mudah menemukan ujung bibir adik kelas manisnya itu sedikit terangkat hanya karena segelintir perhatian Kris kepada adik kelasnya itu. Joonmyeon mengusak poninya malu ketika ia sadar Minho hyung memperhatikannya dengan sebuah senyumanem I-know-what/em, ia berdehem " uhuk! minho hyung sudah dulu ya, aku mau ke UKS, nanti malah terlanjur bel lagi kan"

"Tanpa aba-aba, Minho segera menyambar tas gantung dari lengan joonmyeon dan dengan santai ia sampirkan ke pundaknya dan berjalan dengan gaya cool, berlagak seperti ikemen-ikemen ganteng di drama Jepang, " kenapa berdiri membatu gitu? aku temani deh, mupung aku tidak ada kerjaan juga" liriknya kepada Joonmyeon yang terbingung sesaat, anak manis itu berkedip sebentar kemudian berlari kecil menyusul kakak kelasnya yang berjalan di depannya masih menyampirkan tas tenteng miliknya yang lumayan berat.

" kenapa mukamu?"/p

"Joonmyeon menyengir " tidak hati-hati terus menabrak tiang.. hhehee"

"Minho tersenyum awkward " dasar pabbo! pasti kebanyakan melirik seseorang terus tidak lihat jalan kan?" tebak Minho on point!/

"Joonmyeon semakin malu dibuatnya, ia menabrakan sisi kirinya kepada lelaki yang lebih tinggi darinya itu berupaya untuk membuat Minho berhenti meledekinya dengan Kris. " sembarangan!"

Kris, lelaki bermuka kebulean itu memang jelas seksual orientasinya, ia tertarik pada perempuan, dapat dilihat dari otak ngeres Kris yang tidak jauh-jauh dari tubuh biologis perempuan dan juga video porno serta majalah dewasa perempuan berdada besar yang disimpannya di bawah kolong lemari pakaiannya. Sedangkan Joonmyeon, mungkin dikarenakan sifatnya yang agak kalem, berbeda dengan saudara perempuannya, Joonmyeon jadi tidak begitu memperdulikan orientasi sexualnya. Ia tidak begitu tertarik pada tubuh perempuan dan juga tidak memiliki suatu perasaan atau birahi tertentu saat melihat tubuh lelaki. Anggaplah dia netral.

Namun semuanya berubah saat ia mulai duduk di bangku Sekolah Menengah. Saat itu karena kalemnya dan kecilnya tubuh tersebut, ia menjadi bahan bully-bullyan, tepatnya jadi pesuruh oleh gengster kelasnya. Daripada Joonmyeon terluka dan dijadikan bahan siksaan, ia lebih memilih untuk menuruti apa yang diminta darinya, jari jasa beli barang, uang saku yang dirampas, etc. Namun saat Joonmyeon menolak untuk mencuri barang dari sebuah mini market, mereka mengamuk dan mengeroyoki pemuda lemah tersebut.

Saat itu Kris yang kebetulan lewat karena hendak membeli es krim itu memergoki temannya yang hampir mengambil sebuah pipa untuk memukul tubuh kecil Joonmyeon yang terduduk memegang perutnya. Reflek Kris menahan teman sekelas Joonmyeon dan menahan pipanya, namun karena Kris masih belum cukup tinggi saat itu, ia dengan mudah terhempas dan berat tubuhnya menghantam pipa penyangga si sampingnya, mengakibatkan pipa yang lainnya jatuh. Kris panik kemudian dengan segera menjadikan tubuhnya sendiri sebagai tameng, Joonmyeon berada di bawahnya, tubuhnya baik-baik saja namun tidak dengan kakinya.

Lelaki berkulit pucat itu dirawat di rumah sakit selama 2 bulan karena kaki kanannya yang digips, sedangkan Kris hanya mendapat cedera ringan pada bagian punggungnya. Kris sadar, Joonmyeon mulai berubah sejak saat itu./

Meski Joonmyeon tertawa ringan dan tersenyum ketika Kris dengan penuh perasaan bersalah menjenguknya di rumah sakit dengan membawa sekuntum bunga lily, lelaki blasteran itu pernah mendapati Joonmyeon yang menangis sendiri di ruang inap ketika mendapati dirinya tidak dapat ikut turnamen sepak bola tahun terakhir kelas menengah tersebut, padahal saat itu, itulah kesempatan satu-satunya bagi Joonmyeon untuk mendapat beasiswa untuk sekolah tinggi yang diidam-idamkannya.

Kris yang tidak dapat berdiam diri menatap Joonmyeon menangis sendirian langsung menerobos masuk ke kamar tersebut.

" maaf..." tunduk Kris sedalam-dalamnya.

"hyung tidak bersalah kok, jangan minta maaf. Padahal hyung kan bermaksud baik, kalau hyung tidak datang menolongku, aku juga pasti berakhir di rumah sakit, hehe"

Kris menatap Joonmyeon dengan rasa penyesalan yang mendalam, anak yang terlihat jauh lebih kecil darinya itu berusaha menampakkan tawanya meski bercak air mata tersisa di wajahnya.

"kalau begitu, jangan menangis..." hati lelaki yang lebih tua itu berkecamuk, ia tidak pernah suka melihat Joonmyeon menangis. Ia lemah terhadap itu. Segera dipeluknya tubuh kecil itu dan membenamkan wajah manis tersebut pada dadanya " ini bukan akhir dari segalanya, masih ada kesempatan lagi bagimu, lakukan yang terbaik di jenjang SMA nanti. Aku pasti akan selalu datang mendukungmu. Dan kalau kamu lulus di tingkat nasional nanti, hyung akan memberimu apapun yang kamu mau"

" janji? apapun yang aku mau?"

"janji"

Joonmyeon menampakkan senyum tipis, meski ia masih agak sedih namun air matanya telah disembuhkan dengan kedatangan Kris. Ia menaruh dahinya pada dada Kris, menyesap kehangatan dengan wewangian cologne yang menenangkan. Lembut seperti seorang ayah. Sejak saati itu, Joonmyeon tahu apa yang ia inginkan dari Kris.

Hatinya

Meski tega tidak tega ia harus merampasnya dari Baekhyun.