"Yak! Byun Baekhyun! Cepat berikan semua uang yang baru kau terima itu!"

"Tidak! Sampai kapanpun, aku tidak akan memberikannya! Jika kalian mau uang, maka bekerjalah bodoh!"

"Wah, kau berani mengatai kami Byun? Apa kau lupa dengan ponselku yang kau jatuhkan ke dalam kolam renang?!"

Byun Baekhyun atau lebih kenal dengan Baekhyun itu memutar bola matanya malas. Melihat empat orang yang sangat dikenalnya itu. Empat orang itu merupakan para berandalan dari sekolahnya, yang entah kenapa suka sekali membully siswa biasa seperti dirinya. Contohnya saja sekarang, mereka ingin mengambil uang dari gaji yang baru saja Baekhyun terima di restaurant tempatnya bekerja sebagai pelayan paruh waktu.

"Itu salahmu sendiri, Hanbin. Aku tidak menyuruhmu mendorongku waktu itu" ujar Baekhyun santai, sembari menutup kepalanya menggunakan tudung hoodie yang ia kenakan.

"Yak! Mau kemana kau, Byun?!" Seorang dari mereka mendekat sambil mencekal lengan Baekhyun.

"Lepaskan tangan kotormu itu, Taejoon" ujar Baekhyun sambil berusaha melepas tangannya.

"Cih, mulutmu saja yang lancang! Tapi ternyata kau lemah, Byun Baekhyun" ujar Hanbin sembari menyuruh dua temannya yang lain untuk menahan tubuh Baekhyun.

"Yak! Lepaskan! Apa yang kalian lakukan?! Brengsek!" Maki Baekhyun sambil terus meronta dan berteriak. Tapi percuma saja, karena ia berada disebuah gang sepi.

"Dilihat semakin dekat, ternyata kau manis juga. Hahahah bagaimana jika aku mencicipimu dulu, Byun?" Hanbin berujar sembari mengelus pipi Baekhyun.

"Lepaskan aku, sialan!" Baekhyun terus menggerakkan wajahnya, menghindari Hanbin yang berniat ingin menciumnya.

"Brengsek! Lep--aas!" Baekhyun masih meronta kuat, sambil menahan air matanya yang bersiap akan keluar.

"Kau kuat juga, huh?!" Hanbin mencengkram dagu Baekhyun kasar karena tidak berhasil menciumnya.

Baekhyun berdecih, lalu meludah ke arah wajah Hanbin.

Namja itu memerah marah dan bersiap melayangkan satu pukulan ke wajah cantik Baekhyun, jika saja tidak ada suara baritone yang menahannya.

"Kau pikir, kau siapa berani memukul Baekhyun-ku?!"

Baekhyun terdiam ditempatnya saat melihat seorang namja tinggi mendekat ke arah mereka. Baekhyun tidak merasa pernah mengenal namja itu sebelumnya, tapi kenapa dia bisa tau namanya?

"Baekhyun-ku? Kau pacarnya, huh?" Hanbin memerintahkan Taejoon dan dua temannya untuk menyerang namja asing yang baru saja tiba itu. Sementara dirinya menahan Baekhyun yang masih terus berontak.

"Habisi dia," perintah Hanbin.

BUGH

BUGH

Baekhyun membulatkan matanya saat melihat namja tinggi itu dikeroyok oleh tiga teman Hanbin. Bahkan Baekhyun bisa merasakan air matanya menetes, saat melihat tubuh namja berhasil dipukul oleh tiga orang itu.

"Hey, kau menangis Byun? Apa dia benar-benar pacarmu, eoh?" Tanya Hanbin saat melihat mata Baekhyun yang mengeluarkan air mata.

BUGH

"Arghh..." Hanbin terbelalak kaget saat melihat ketiga temannya sudah terkapar diaspal dengan raut wajah kesakitan. Sementara namja asing tadi berdecih pelan, sembari mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya.

"Lepaskan Baekhyun!" Ujar namja itu menatap tajam Hanbin.

Hanbin tersenyum miring, lalu mendorong tubuh Baekhyun hingga membentur dinding.

"Akh!" Baekhyun memekik saat punggungnya membentur dinding dengan keras.

Namja asing itu menggeram pelan mendengar suara kesakitan Baekhyun, karena ulah namja di depannya itu. Dengan segera Namja asing itu menendang tubuh Hanbin, hingga terjatuh kasar ke atas aspal.

"Kau!" Terlambat. Namja asing itu sudah kembali menendang tubuh Hanbin hinggal namja itu kesakitan dan mengeluarkan darah dari mulutnya.

"Jika kulihat kau menyakiti Baekhyun..." Namja asing itu menggantungkan ucapannya sembari menginjak dada Hanbin.

"Kau akan benar-benar habis ditanganku!" Namja asing itu kemudian memberi tendangan terakhir pada Hanbin. Sebelum akhirnya mendekati Baekhyun yang terlihat gemetaran ditempatnya.

"Hey, Baekhyun-ah? Kau baik-baik saja? Apa yang sakit? Katakan padaku," ujar namja asing itu pada Baekhyun.

"Apa mereka mati?" Tanya Baekhyun pelan sembari melirik keempat namja yang tergeletak dijalan itu.

"Tidak, mereka hanya pingsan" jawab namja asing itu. Baekhyun menghela napas lega.

"Terima kasih sudah membantuku, Tuan" ujar Baekhyun lalu membungkukkan badannya dan segera berlari meninggalkan tempat itu.

"Hey! Baekhyun! Kenapa kau lari?!" Namja itu kemudian berlari mengikuti Baekhyun.

T h e K i n g

ChanBaek

Chanyeol terus berlari agar dirinya tidak kehilangan jejak Baekhyun. Ya, benar, namja asing yang menolong Baekhyun tentu saja adalah Chanyeol. Beberapa saat lalu saat ia melihat Baekhyun berada di dalam cermin, ia hendak memerintah para prajuritnya untuk menemukan tempat dimana Baekhyun berada.

Namun, sebelum ia berhasil menyentuh gagang pintu. Kegelapan langsung menghujaninya. Ia bahkan bisa merasakan jika tubuhnya seperti tersedot entah oleh apa.

Lalu tiba-tiba saja ia berada di tempat aneh dengan tembok-tembok besar yang mengelilinginya. Sampai ia akhirnya mendengar suara yang begitu di rindukannya.

Suara Baekhyun.

Tentu saja tidak lama bagi Chanyeol untuk segera menemui Baekhyun dan menghajar orang yang berani-beraninya menyakiti Baekhyun.

Tapi yang membuatnya bingung, kenapa Baekhyun menghindarinya?

Dan kenapa cara Baekhyun memandangnya tidak seperti dulu?

Dimana Baekhyun selalu memandangnya penuh cinta, bukan memandangnya seakan ia orang yang asing.

"Baekhyun-ah!" Chanyeol berteriak memanggil Baekhyun, tapi yang dipanggil malah menghiraukannya dan masuk ke dalam sebuah gedung tinggi dan besar.

Oh, mata Chanyeol sangat sakit saat melihat banyak gedung-gedung tinggi dan besar mengelilinginya. Dan juga jangan lupakan tatapan aneh dari setiap orang yang ia lewati.

"Baekhyun-ah! Tunggu dulu!" Chanyeol berseru kepada Baekhyun yang hendak membuka pintu.

"Tu-tuan? Apa yang anda lakukan disini?" Baekhyun terkejut dengan orang yang tadi menolongnya bahkan mengetahui namanya itu, kini berjalan mendekatinya dengan napas tersengal-sengal.

"Aku..."

Bruk

"A-astaga! Tuan! Bangun!" Seru Baekhyun panik sembari menahan kuat tubuh besar yang barusan jatuh ke dalam dekapannya.

T h e K i n g

ChanBaek

Flashback

"Paduka, saya rasa menjadikan nona Baekhyun sebagai Ratu kerajaan sungguh tidak mungkin" ujar salah seorang Dewan Kerajaan saat rapat mengenai pengangkatan Ratu diadakan oleh Raja Park.

"Apa yang tidak mungkin? Kami saling mencintai dan sikapnya-- kupikir kalian sendiri tau, jika sikapnya lebih dari layak untuk menjadi Ratu" balas Raja Park atau Chanyeol dengan tenang. Karena dia sudah menduga para Dewan tidak akan semudah itu mengijinkan orang biasa menjadi seorang Ratu.

"Nona Baekhyun hanya seorang anak petani, Paduka. Lagipula masih banyak Putri kerajaan lain yang bisa kau jadikan Ratu. Para Putri itu jauh lebih layak dari--

"Jadi maksudmu, Baekhyun tidak layak?" Chanyeol memotong ucapan Dewan itu dengan nada datar. Para Dewan tidak tau kalau mereka baru saja menantang sang Raja, dengan merendahkan orang yang paling berarti bagi Raja mereka itu.

"B-bukan Paduka, aku--

"Cukup, aku tidak ingin mendengar apapun lagi. Lagipula aku melakukan rapat ini untuk memberitahukan pada kalian siapa calon Ratu ku. Bukan untuk mendengar bantahan kalian. Tapi apa kalian lupa jika Ibuku, Ratu terdahulu, bukan berasal dari keluarga kerajaan? Bahkan mendiang Ibuku hanyalah seorang anak yatim, tapi beliau bisa menjadi Ratu yang baik bagi kalian. Bukankah begitu?" Chanyeol berujar dengan nada suara yang rendah, membuat yang berada di ruangan itu bergidik.

"Baiklah, jika tidak ada yang ingin disampaikan lagi. Rapat mengenai pengangkatan Ratu, malam ini ditutup. Anda bisa kembali Paduka" ujar Sehun selaku Sektretaris Raja.

Chanyeol kemudian berdiri dari kursinya, melangkah menuju taman istana dimana orang yang dicintainya itu berada.

"Baekhyun-ah..."

"Paduka!" Yeoja itu berseru girang sembari menerjang tubuh Chanyeol dengan pelukan. Chanyeol yang melihat tingkah calon Ratu nya itu hanya tertawa pelan lalu membalas pelukan itu, sambil menghirum aroma yeoja itu dalam-dalam.

"Paduka... Ehm..."

"Kenapa, sayang?" Baekhyun bersemu saat panggilan yang dilontarkan oleh sang Raja. Chanyeol sendiri yang melihatnya gemas.

"Rapat... itu--

"Tenang saja, Baekhyun-ah. Kau tidak perlu mencemaskan apa yang tidak perlu" ujar Chanyeol.

"Paduka..."

"Hm?"

"Aku mencintaimu..."

Chanyeol tersenyum kemudian membawa bibir yeoja itu dalam ciuman hangatnya.

"Aku sangat mencintaimu, Baekhyun"

Flashback Off

"Aku sangat mencintaimu, Baekhyun"

Baekhyun hampir saja menjatuhkan nampan yang ia bawa, begitu mendengar apa yang diucapkan namja asing itu. Mereka bahkan baru bertemu beberapa jam lalu, dan namja itu sudah mencintai dirinya?

Hell, kenal saja tidak.

"Tuan, bangunlah! Aku tau kau hanya tidur! Ayo cepat bangun, aku sudah membuatkan makanan untukmu!" Seru Baekhyun sambil mengguncangkan tubuh namja asing yang tertidur diatas kasur miliknya itu.

"Baekhyun-ah..."

Namja itu terbangun dan langsung menatap tepat ke mata Baekhyun. Membuat orang yang ditatap gugup sendiri.

"A-apa?" Tanya Baekhyun pelan.

"Aku merindukanmu, sayang"

Bugh

Baekhyun langsung memukul wajah namja itu dengan kipas berbentuk doraemon yang ia ambil dinakas. Baekhyun berpikir namja itu masih mengingau dan Baekhyun ingin menyadarkannya.

"Kenapa kau memukulku, Baekhyun?"

"Karena kau tidak waras, Tuan! Aku tidak mengenalmu sama sekali, dan kau! Bagaimana kau tau namaku?!" Seru Baekhyun sudah tidak tahan lagi dengan sikap aneh namja asing di depannya itu.

"Kau-- tidak mengenalku? Aku-- tunggu! Kenapa kau memotong rambut panjangmu, Baekhyun? Kau tau aku begitu menyukai aroma rambutmu itu" namja itu berujar sembari menatap rambut Baekhyun. Sementara Baekhyun melotot tak terima.

"Hei! Sejak kapan rambutku panjang?! Dasar sinting!"

Kini, giliran namja itu atau Chanyeol yang kaget. Kenapa Baekhyun-nya menjadi sekasar ini?

"Baekhyun-ah, kenapa kau menjadi sekasar ini, sayang?"

Wajah Baekhyun memerah, entah karena marah atau malu.

"Berhenti memanggilku sayang! Aku tidak mengenalmu, tuan aneh!"

"Baekhyun-ah, aku Chanyeol. Kau melupakanku?" Ujar namja itu dengan raut wajah berubah sendu. Baekhyun yang melihatnya merasa tidak enak.

"Kau adalah Chanyeol pertama yang kutemui, tuan"

"Kau adalah Chanyeol pertama yang kutemui, tuan"

Chanyeol menghela napasnya, "Bahkan ucapanmu saat bertemu pertama denganku masih sama,"

"Apa maksudmu?! Haish! Aku mau gila rasanya! Lebih baik kau pergi tuan, aku bisa gila jika lama-lama denganmu!"

"Baekhyun? Kau benar Byun Baekhyun?" Tanya Chanyeol mencoba memastikan.

"Iya aku memang Byun Baekhyun! Tapi darimana kau tau namaku, tuan?!" Sahut Baekhyun galak

"Kau benar Baekhyun, Ratu-ku" Baekhyun terbelalak kaget untuk kesekian kalinya sejak bertemu namja asing itu.

"A-apa?! Ratu?! Kau buta?! Aku seorang namja!!!"

"N-namja?" Ekspresi wajah Chanyeol kini bercampur aduk saat menatap Baekhyun yang masih melotot ditempatnya.

"Memang kau pikir aku yeoja, huh?! Kau tidak melihat rambutku pendek, tidak panjang seperti yang kau ucapkan tadi?! Kau juga tidak lihat dada ku rata, hah?!" Ujar Baekhyun sambil tanpa sadar menunjuk dada nya sendiri.

Chanyeol yang memang sedari tadi tidak memperhatikan bagian itu, langsung terbelalak kaget saat bagian yang terbalut kaus putih polos itu memang rata.

"T-tapi wajahmu, namamu adalah Byun Baekhyun! Baekhyun, Ratu ku!"

"Tapi aku seorang namja! Dan lagi, kau pikir ini jaman apa hah?! Aku Ratu? Dan kau Raja nya, begitu?!" Chanyeol mengangguk.

"Kau pikir aku bocah TK?! Lebih baik kau pergi tuan! Aku bukanlah orang yang cocok untuk lelucon konyolmu itu!"

"Aku akan pergi, tapi dengan membawamu Baekhyun! Kerajaan membutuhkanmu, Baekhyun-ah! Kau bahkan tidak tau seberapa frustasinya aku saat kau pergi!"

"Kau gila! Berapa kali kukatakan padamu! Aku ini namja dan aku bukan Ratu mu itu!"

Chanyeol frustasi dan segera bangkit dari duduknya.

"Aku tidak peduli kau seorang namja! Yang aku tau kau adalah Byun Baekhyun! Ratu ku, orang yang sangat ku cintai!"

Deg

Baekhyun merasa sesuatu di dadanya berdegup kencang saat mendengar ucapan namja asing itu barusan.

"Kau memang benar benar tak waras!"

TBC

Yashh! Sehubungan dengan aku seneng banget sama respon kalian, aku update nya cepet:3

Sebenarnya cerita ini udah pernah aku publish di wp sampai chapter 4, cuman gak ada yg respon;:(

Kan males akutuh, huhuh

Jadi gantinya aku publish di ffn aja.

Eh gak tau nya respon klian mayan ugha, hehe:v

Tapi kayaknya ada sedikit kesalahpahaman antara aku, klean dan cerita ini (?)

Jadi si Baek bukan selir, gengs:v

Baekkie bilang gitu ke Ceye karena tau diri doang sama statusnya, hukz baik ya;:)

Aslinya Baekkie ratu kok:v cuman gue buat isdet #PLAK jahat bgt gue.

Kalo kalian penasaran sama cermin (?) flashback (?) dam ratu (?) silahkan pantau cerita ini (?)

Seeyaa. gessh.