***** My Hot Butler ***** Author : Kyuufi No Kitsune Declaimer : Masashi Kishimoto

Keterangan :

Fanfic ini pertama kali di publis di grub facebook NaruSasu (SasUke & FemSasu) dan admin sudah meminta ijin pada Author aslinya untuk mempublikasikan fanfic ini di lewat akun ffn bersama. Fanfic akan update secara berkala. (ttd – Admin Yuki)

P.s Kalau mau bergabung ke grub silahkan . *plak* #promosi

DON'T LIKE, DON'T READ!

***** My Hot Butler *****

Sasuke Pov

Menyebalkan, jika mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, sungguh aku ingin menerjunkan diri dari atas pohon tomatku di belakang rumah. Apa-apan itu. Aku benar-benar malu. Bahkan pagi harinya aku tak berani menatap mata biru mempesona milik pelayan pribadiku itu.

Aku menyentuh keningku pelan, pipiku merona seolah aku masih bisa merasakan hangatnya bibir Naruto saat bersentuhan di sana.

"Sasuke-sama, mobil telah siap." suara terdengar dari luar kamarku. Ugh, suaranya yang berat dan mendominasi kadang membuat tubuhku bergelenyar aneh ketika mendengarnya.

"Tunggu, sebentar lagi." jawabku ketus. Mencoba menutupi rasa panas yang tiba-tiba menjalari pipiku. Ayolah, aku mencoba menjaga imej Uchiha-ku walau itu gagal, tapi setidaknya aku sudah berusaha.

Setelah beberapa menit, aku segera mengambil tas ku dan berjalan ke lantai bawah. Di bawah tampak Naruto telah menungguku di dekat pintu utama. Kyaaaa dia makin tampan saja, aihh Sasuke apa yang kau pikirkan baka.

"Ayo." ucapku datar, ia mengangguk, mengambil tasku dari bahuku dan membawanya dengan mengikutiku di belakang, ketika hampir sampai mobil Naruto sedikit mempercepat laju jalannya untuk membukakanku pintu mobil bagian penunumpang, menaruh tasku sebelum mempersilahkanku masuk.

Aku mendengus melihatnya, ku putar langkahku menenuju pintu mobil sebelah kanan dan membukanya sendiri lalu duduk di kursi samping kemudi, Naruto tampak mengernyit.

"Sasuke-sama ?" tanyanya dengan ekspresi datar, kenapa wajahnya jadi seperti itu ? Aku tidak suka.

"Aku ingin disini." ucapku ketus dengan sedikit mempoutkan bibirku.

"Tapi-"

"Apa ? Tidak boleh?" aku menaikkan nada suaraku saat ia tampak ingin menyela.

"Baiklah." akhirnya dia menyerah, aku tersenyum kemenangan. Naruto segera duduk di kursi kemudi lalu mengemudikan mobil keluaran terbaru ini menuju sekolahku, Konoha Internasional Senior School.

***** My Hot Butler *****

"Jangan keluar." ucapku tegas padanya saat aku melihat ia ingin keluar dari mobil untuk membukakan pintu untukku. Lagi-lagi ia mengernyitkan alisnya, bingung.

"Tapi-" ia tampak tak setuju dengan ucapanku.

"Aku tuanmu di sini." ucapku menegaskan membuatnya terbungkam. Setelahnya aku membuka pintu dan keluar dari mobil. Bukannya apa aku melarang Naruto keluar dari mobil, wajahnya yang tampan (Aku mengakui itu) di tambah hawa dominan yang seolah menguar dari tubuhnya selalu saja berhasil membuat semua orang terpesona olehnya. Aku tidak suka! Aku benci saat semua mata wanita tampak memujanya, aku tidak suka saat mata jelalatan mereka seolah menelanjangi tubuh tegap berotot Naruto, seolah menerka bagaimana isi di dalamnya sebelum berKyaaa-Kyaaa menyebalkan, aku tidak suka berbagi. Dan Uzumaki Naruto adalah miliku, milik Uchiha Sasuke. Entah sejak kapan aku mengklaim dirinya jadi milikku.

Err mungkin sejak pertama aku melihatnya, saat ayah memberikannya sebagai Butlerku ? Mungkin!? Pada saat itu aku memang terpesona pada keindahan matanya. Benar-benar seolah menenggelamkanku.

"Sasuke-sama, tunggu." aku berbalik kebelakang, yaakkkk dasar baka dobe, brengsek, usuratonkachi, idiot, bodoh. Sudah ku bilang jangan keluar dari mobiiilllll.

"Kyaaaaa tampannyaaa."

"Badanya benar-benar bagus."

"Keren sekaliiii, apa dia mau jadi pacarku."

"Kyaaaa.. Aku jatuh cinta padanya lagi."

Sialan, Iprit, genderuwo, mak lampir, kutil beranak sialaaannnn. Ini yang paling ku benci dari teman sekolahku, kalau memang bisa ku sebut teman. Mereka berisik sekali. Dan kenapa mata mereka berubah hijau kalo ,elihat Naruto ? Dia milikku sialannn.

"APA!" tanyaku kasar, aku sebal sekali. Kenapa dia tidak pernah mendengar ucapanku sih.

Dia berjalan kearahku dengan tatapan datarnya. Tangannya memegang sesuatu.

"Tas anda tertinggal." ucapnya dan mengulurkan tas biro dongkerku kearahku. Aku menunduk, malu sekali rasanya, dalam hati aku merutuk, bagaimana aku bisa melupakan tasku ?

Ku sambar cepat tas itu sebelum berbalik memunggunginya, berjalan kearah sekolahku. Yak ,enyebalkan sekali, tidak cukupkah teriakan melengking itu saja yang dapat merusak hariku ?

"Sasuke-sama" Naruto memanggilku lagi, aku berhenti melangkah. Ku dengar langkah kaki Naruto mendekatiku, ia membalikkan badanku dengan lembut sebelum mendongakkan wajahku kearah wajahnya, ia sedikit menundukkan kepalanya.

'Cup'

Dan mencium lembut dahiku.

Blus

wajahku memerah sempurna.

'Kyaaaaaaa..' teriakan histeris teman-temanku yang di susul dengan teriakn 'Aku juga mauuu' seolah lenyap dari pendengaranku.

"Ganbatte Sasuke-sama," ucapan Naruto di tambah dengan senyum, ah terlihat seperti Seringaian tampan benar-bemar menyita perhatianku.

Setelahnya ia berbalik menuju mobil, aku masih mematung melihat kepergian mobil merah itu sebelum tersadar saat mobil yang di tumpangi Naruto menghilang di tikungan.

'Dia-'

'Menciumku?'

'Kyaaaaa' aku menjerit histeris dalam hati dan menutup wajahku yang memerah dengan tangan.

'Aku mau lagi.' dan entah kenapa pemikiran itu terlintas.

***** TBC *****