FRIENDSHIP
By : Han Kang Woo
Cast : Xi Luhan, Oh Sehun, Exo Member, etc.
Main Cast : HunHan
Genre : Romance
Warning : BL (Boys Love), Banyak Typo, FF ini hanya pinjam nama saja
Rated : T
DLDR
= Happy Reading =
O…O…O…O…O…O…O…O…O
o
o
o
o
"Kau ingin mencium bibirku?" ulang Sehun, tidak percaya dengan pendengarannya.
"I..iya." angguk Luhan, wajahnya memerah hebat.
Sehun diam, tidak lama Luhan melepaskan pelukannya. Mereka berdua saling tatap, agak lama.
"Kenapa harus di bibir?" tanya Sehun. Dia berpikir biasanya ciuman seorang teman kepada sahabat adalah di pipi, 'cipika cipiki'.
"Maaf, ka..kalau kau tidak mau, aku tidak akan memaksa." ucap Luhan cepat cepat.
"Tidak. Kau boleh mencium bibirku." kata Sehun, seraya tersenyum tampan.
"Be..benarkah?" mata rusa Luhan sontak membulat.
"Tentu saja. Aku memenuhi permintaanmu itu karena sebentar lagi kita berpisah." gumam Sehun. Dia memang sudah mendengar sejak lama jika Luhan harus kembali ke Tiongkok setelah tamat SMA di Korea Selatan. Dan berita itu tentu saja membuatnya sedih sebagai seorang sahabat.
Pedih, itu yang dirasakan Luhan ketika Sehun menyebut kata 'perpisahan'. Dia harus jujur dan tidak ingin berpisah dengan Sehun. Tapi apa daya, orang tuanya di China sudah memutuskan memulangkannya setelah tamat sekolah dan dia sama sekali tidak bisa menolaknya.
"Baiklah. Apa kita akan berciuman sekarang?" tanya Sehun, matanya sempat melihat kesana kemari, menyapu isi kelas. Keadaan kosong dan aman.
"Y..ya." angguk Luhan, dia menelan ludahnya kasar.
Hening.
Sehun pasang wajah dan pose diam tepat didepan Luhan. Dia membiarkan dan menyerahkan sepenuhnya ciuman itu kepada namja china itu. Karena Luhan yang meminta, jadi Luhan pula yang harus memulai.
Luhan menarik nafas dalam, seraya menghembuskannya pelan. Dia tidak menduga jika Sehun mengabulkan permintaan anehnya itu. Sehun malah tidak bertanya macam macam kenapa ciuman itu harus dilakukan.
"Tunggu apa lagi, cium aku." gumam Sehun, bibir tipis merah bergerak gerak. Dia ingin Luhan segera melakukannya sebelum siswa dan siswi lain datang.
Luhan mengangguk, tangan dan tubuhnya bergetar hebat. Perlahan tapi pasti, namja imut itu memajukan wajahnya, mendekatkannya ke wajah tampan Sehun yang sejak tadi sudah siap.
Dengan efek slow motion, bibir Luhan mendekat ke bibir Sehun. Nafasnya sangat terasa dan hangat.
Sedetik, dua detik, tiga detik.
Dan...
Chup.
Bibir mereka bertemu. Luhan dan Sehun berhasil berciuman. Luhan serasa terbang ke awang awang. Dia akhirnya berhasil menikmati bibir tipis nan merah seorang Oh Sehun. Bibir namja tampan yang dicintainya.
Luhan menekan bibirnya, lebih dalam. Tidak lupa memegang tengkuk dan rambut Sehun agar ciuman itu tenggelam semakin dalam. Dia tidak akan menyianyiakan kesempatan yang ada.
"Ckk..hmmff...ahh..." bunyi penyatuan bibir dan saliva terdengar sangat jelas.
Luhan dengan sangat bergairah terus menikmati bibir Sehun, mengabsennya dengan lidah dan menekannya. Sedangkan dilain pihak, Sehun nampak pasif, tapi dia juga menikmatinya. Terbukti dengan matanya yang dipejamkan.
"Ahh...ck..mff.. Oh..."
Hampir 10 menit lamanya kedua pemuda berbeda negara itu menautkan dan menyatukan bibir mereka. Daging kenyal itu berpadu dengan isapan isapan kecil yang digawangi oleh Luhan. Nafasnya mulai tersengal sengal dan terputus. Namun itu tidak membuatnya melepaskan ciuman panas itu.
"Ahh...ohh..."
Penyatuan bibir pemuda yang sama sekali tidak pacaran itu masih berlangsung hot, namun tiba tiba dikejutkan oleh seruan beberapa orang yang baru saja memasuki kelas.
Blam.
Jreeeng.
"Wow. Sehun dan Luhan berciuman..."
"Mereka berciuman... Kenapa tidak mengajakku untuk melihatnya."
Deg.
Sontak saja, pagutan bibir Sehun dan Luhan terlepas otomatis, walau dengan enggan dan terpaksa. Mereka berdua kaget, terutama Luhan yang kini wajahnya semakin memerah karena malu.
Seruan seruan itu berasal dari beberapa namja teman mereka sendiri. Mereka adalah Baekhyun, Kyungsoo dan Chanyeol.
"Kena... Kalian berciuman panas di kelas." ucap Baekhyun, menarik kursi dan duduk disamping Luhan.
"Aku ingin merekamnya, tapi ponselku lowbet." sahut Kyungsoo, dia duduk disamping Baekhyun.
"Apa kalian berdua pacaran?" kali ini Chanyeol yang berujar, dia menunjuk Luhan dan Sehun bergantian. Disertai senyuman dan tawa lima jari khasnya.
Sehun dan Luhan mendadak kikuk dan kaku. Mereka berdua mengelap ujung bibir dengan punggung tangan. Menghapus sisa saliva disana.
"It.. Itu tidak seperti yang terlihat.. It..itu..." gagap Luhan, dia mencoba menjelaskan, tapi yang ada suaranya tercekat.
Sedangkan Sehun terlihat lebih cool dan santai. Walau awalnya dia sempat kaget karena dipergoki berciuman, tapi dia dengan cepat menguasai keadaan.
"Itu tadi bukan ciuman. Kalian salah lihat." jelas Sehun, dia tertawa pelan.
"Apanya yang bukan ciuman, aku melihatnya dengan segenap jiwa dan ragaku." tukas Baekhyun, lebay tingkat dewa. Dialah memang yang pertama melihat aksi ciuman Luhan dan Sehun itu.
"Bukan ciuman... Tapi latihan. Kami latihan game memindahkan kertas dengan mulut. Jadi itu bukan ciuman." jelas Sehun lagi.
"Lalu kertasnya mana?" Kyungsoo nyelutuk.
"Sudah kumakan." jawab Sehun, lalu tertawa membahana. Tawanya itu diikuti oleh tawa teman temannya yang lain.
Sedangkan Luhan sama sekali tidak tertawa. Dia bersyukur Sehun sangat pandai memberikan alasan, alasan yang disertai candaan. Dan itu selalu bisa meyakinkan dan mencairkan suasana. Entahlah, dia tidak tahu apa yang terjadi jika dia dipaksa jujur mengenai ciuman panas yang tadi.
Tapi yang pasti Luhan tersenyum dalam hati karena bisa merasakan berciuman dengan seorang Oh Sehun. Walau pada akhirnya ciuman itu harus terhenti dengan tidak elit karena terpergok oleh teman sendiri.
Kyungsoo, Chanyeol dan Baekhyun tidak membahas lagi mengenai ciuman yang tadi, karena Sehun dengan cepat mengalihkan topik, melayangkan candaan dan sebagainya. Suasana kembali cair. Dan orang yang paling lega dengan keadaan itu tentu saja adalah Luhan.
'Terima kasih Tuhan... Mereka tidak curiga.' batin Luhan.
o
o
o
o
O...O...O...O
Tepat pukul 15.00 sore, Luhan dan teman temannya pulang. Mereka pulang karena memang tidak ada sesi pembelajaran lagi. Mereka semua hanya tinggal menunggu pesta perpisahan sekolah dan secara otomatis mereka akan dinyatakan tamat di sekolah SMA swasta terkenal itu. Gongnam High School.
Beberapa menit kemudian, Luhan tiba di rumah sewaannya sendiri. Sebuah rumah lumayan besar tanpa pembantu. Rumah itu akan berakhir masa sewanya bulan ini dan dia sama sekali tidak memperpanjangnya. Tentu saja kareka sebentar lagi Luhan akan kembali ke Tiongkok dan melanjutkan kuliah disana.
Luhan membuka kunci rumahnya, lalu tiba tiba dikagetkan oleh kedatangan salah satu sahabatnya.
"Luhan." seru seseorang, itu adalah suara Kyungsoo.
"Eh Kyungsoo... Kau sendirian? Yang lain mana?" timpal Luhan. Namja itu balik bertanya. Mata rusanya melihat kiri dan kanan Kyungsoo, mencari penampakan teman yang lain.
"Aku sendirian. Teman teman yang lain akan menyusul nanti." jawab Kyungsoo, seraya tersenyum bentuk hati.
Luhan balas tersenyum, lalu kemudian mereka bersama sama masuk kedalam rumah.
Yaps, rumah yang disewa Luhan sendirian merupakan tempat favorit sahabat sahabat Luhan untuk 'nongkrong' bersama sama. Jadi bisa dikatakan rumah itu adalah base camp untuk mereka semua. Tidak ada pembantu, emak emak rusuh dan tante cerewet yang akan memarahi mereka disana. Jadi intinya mereka bisa 'bebas'.
"Ruangan ini berantakan sekali." tukas Kyungsoo, ketika namja itu memasuki ruang tengah yang biasa dijadikan ruang wajib.
"Yaah, maklum saja. Aku belum bersih bersih. Hehehe.." timpal Luhan, diseligi tawa kecil. Matanya menyapu seluruh ruangan yang banyak terdapat sampah plastik, bekas minuman kaleng, dan kulit kacang.
"Baiklah. Aku akan membersihkannya." kata Kyungsoo, jiwa pembersihnya muncul lagi. Ya, dialah yang biasanya membantu Luhan membersihkan rumah itu. Maklum saja, Kyungsoo adalah tipe namja pembersih nomor satu. Jadi dia tidak akan tahan melihat kotoran dan sampah berserakan.
"Terima kasih." balas Luhan, dia tersenyum imut.
Kyungsoo mulai mengambil peralatan kebersihan di gudang belakang. Namja itu membersihkan dengan telaten dan seksama.
"Iihhh... Apa ini celana dalam Jongin?" kata Kyungsoo, dia mengangkat sebuah celana dalam hitam yang tampak dekil dengan dua jari tangannya.
"Entahlah. Aku tidak yakin itu punya Jongin." jawab Luhan. Namja itu sementara membereskan bantal yang berserakan. Dia sebenarnya ingin menambahkan 'aku tidak lebih yakin lagi jika itu milik Sehun'.
"Ini jelas punya Jongin. Aku pernah melihatnya memamerkannya. Lagi pula celana dalam ini merknya palsu." tukas Kyungsoo, yakin seyakin yakinnya. Namja itu lekas membuang celdam itu kedalan tong sampah diruangan itu.
"Kenapa kau membuangnya?"
"Jongin tidak akan memerlukannya lagi. Dia akan membeli yang baru." jawab Kyungsoo, tertawa cetar membahana.
Mereka berdua tertawa bersama sama. Tawa lepas antara dua sahabat yang tidak lama lagi berpisah. Luhan seakan lupa mengenai insiden ciuman bersama Sehun di sekolah tadi.
Setengah jam kemudian, dua namja beda negara itu istirahat, sambil menungggu teman mereka yang lain yang tidak muncul muncul.
Kyungsoo mengipasi wajahnya dengan tangan, Luhan baru saja membawa dua kaleng minuman soda dari kulkas. Kyungsoo langsung teringat tujuannya datang cepat ke rumah Luhan.
"Hm, Luhan. Aku ingin bertanya sesuatu padamu?"
"Tanya apa?"
"Tapi kau harus janji tidak akan marah."
"Iya. Aku janji." Luhan mengangkat telapak tangannya ke udara.
"Apa kau...kau menyukai Sehun?" tanya Kyungsoo, to the point.
"Uhuk..uhuk..." Luhan sontak 'keselek' soda, namja itu baru saja minum saat Kyungsoo menanyainya.
"Eh, kau tidak apa apa?" Kyungsoo dengan cepat menghampiri Luhan, seraya mengusap punggung namja China itu.
"Ak..aku tidak apa apa." jawab Luhan. Dia benar benar terkaget dengan pertanyaan sahabatnya itu.
Terjadi jeda lama, Luhan mencoba menormalkan diri. Dia menarik nafas beberapa kali dan menghembuskannya dengan ritme pelan.
"Apa kau menyukai Sehun?" ulang Kyungsoo, setelah melihat Luhan sudah normal lagi.
"Ke..kenapa kau bertanya seperti itu?" Luhan bertanya balik, dia mendadak gugup. Tangannya berkeringat.
"Maaf, tapi aku melihat dengan jelas ciuman itu. Ciumanmu dengan Sehun." ujar Kyungsoo, berterus terang.
"It.. Itu.. Aku..."
"Maaf Luhan. Bukannya aku ikut campur. Tapi... Aku mengamati dari ciuman itu, kau terlihat menikmatinya. Sebelum sebelumnya juga aku sering mendapatimu melihat Sehun dengan tatapan yang berbeda. Jadi apa benar kau menyukainya?"
Luhan semakin gugup mendengar kata kata Kyungsoo, namja itu menundukkan wajahnya, perlahan matanya mulai berkaca kaca.
"Maaf, aku tidak bermaksud menyinggungmu. Aku hanya..." belum selesai Kyungsoo menyelesaikan kalimatnya, tiba tiba secara mendadak Luhan menerjangnya dengan pelukan.
Brugh.
"Hiks...hiks... Aku memang menyukai Sehun. Aku mencintainya." isak Luhan. Akhirnya dia jujur dan mengatakannnya kepada Kyungsoo, sahabatnya. Namja China itu menumpahkan rasa yang selama ini dirasakannya.
Luhan memeluk Kyungsoo, air matanya membasahi baju namja bermarga Do itu.
"Tenanglah Luhan...tenang." Kyungsoo mengusap punggung Luhan, lembut.
"Aku menyukai Sehun... Aku mencintai Sehun." ulang Luhan. Dia mengatakan kalimat itu berkali kali. Isakannya semakin keras.
"Tenanglah...tenang." Kyungsoo terus berusaha menenangkan Luhan yang tampak emosional.
Dan usaha Kyungsoo berhasil, perlahan Luhan mulai tenang seiring usapan telapak tangan Kyungsoo dibahunya. Luhan segukan.
"Dugaanku benar. Kau memang menyukainya." gumam Kyungsoo, dia lega juga karena Luhan mau jujur.
"Hiks.. Aku menyukainya, Kyung."
"Sejak kapan kau menyukainya?"
"Sejak pertama aku bertemu dengannya. Sejak aku berpapasan dengannya di kelas, saat itulah aku jatuh cinta padanya. Itu 3 tahun yang lalu." jawab Luhan, jujur. Selama 3 tahun lamanya dirinya memendam rasa kepada Sehun, dan sama sekali belum pernah mengungkapkannya.
"Sudah selama itu. Ya Tuhan." hela Kyungsoo.
"Aku sangat mencintai Sehun."
"Tapi kenapa kau tidak mengatakannya kepada Sehun?"
"Tidak... Tidak. Itu tidak mungkin. Aku tidak ingin merusak persahabatanku dengan Sehun. Biar rasa ini kusimpan saja." jelas Luhan. Dia melepaskan pelukannya dengan perlahan.
Kyungsoo nampak berpikir sejenak,
"Kalau begitu biar aku saja yang mengatakan kepada Sehun. Aku akan..."
"Jangan.. Jangan Kyung. Jangan lakukan itu, tolonglah." potong Luhan cepat. Dia tidak mau Kyungsoo jadi 'makelar' antara dirinya dan Sehun. Lagipula dia belum siap.
"Kenapa?"
"Sudah kukatakan tadi... Aku tidak ingin merusak persahabatanku dengan Sehun, juga dengan kalian." jawab Luhan, berbicara dengan tergesa gesa. Dia juga memegang kedua tangan Kyungsoo, menggenggamnya.
"Tapi..."
"Tolong jangan katakan kepada Sehun. Aku mohon." pinta Luhan, masih dengan memegang tangan Kyungsoo.
"Baiklah. Aku tidak akan mengatakannya." Kyungsoo mengangguk, diselingi desahan halus.
"Terima kasih." Luhan juga mendesah, seraya melepaskan tangan Kyungsoo.
Hening. Dua sahabat berbeda umur itu saling diam. Kyungsoo mengambil minuman soda dan meneguknya, sedangkan Luhan menghapus sisa air matanya yang sempat keluar.
Kyungsoo sebenarnya masih ingin membahas mengenai 'cinta tersembunyi' Luhan ke Sehun, namun hal itu tidak memungkinkan lagi, karena sudah terdengar suara rusuh di pintu depan. Suara langkah kaki dan sepatu yang dibuka.
"Hoi bro... Kami datang." seru suara gaduh yang memekakkan telinga, itu adalah suara Baekhyun. Namja bermarga Byun itu berteriak teriak tidak jelas sambil jalan.
"Oh, rupanya Kyungsoo sudah datang duluan." Jongin ikut berujar, namja tan itu meletakkan kantong kresek berisi makanan ringan disamping Kyungsoo.
"Jelas saja, karena Kyungsoo itu pembantunya Luhan." timpal Baekhyun, terkekeh seperti nenek jompo.
"Apaan kau Baek." Kyungsoo melempari Baekhyun dengan bantal yang baru saja dirapikan oleh Luhan. Dia memandangi Baekhyun dengan pandangan ala Satansoo.
"Jangan mulai lagi." tukas Chanyeol ngebass. Dia mencegah acara lempar lemparan bantal antara Kyungsoo dan Baekhyun, yang biasanya berakhir jika keadaan ruangan sudah berantakan seperti kapal pecah.
Luhan yang sejak tadi diam, mengamati teman temannya yang baru saja datang. Dan mata rusanya sama sekali tidak melihat penampakan sahabat yang dicintainya, Sehun.
"Sehun mana?" tanya Luhan, secara tiba tiba.
Deg.
Semua yang ada disana menoleh kearah Luhan. Mereka memandangi Luhan dengan tatapan seakan Luhan baru saja mengatakan : 'aku baru saja ML dengan guruku sendiri'. Entahlah, pertanyaan Luhan itu seakan berbunyi aneh dan mengagetkan.
"Oh, sepertinya ada yang menyebut namaku." secara mendadak Sehun muncul. Namja tampan tapi cadel itu baru saja melangkah memasuki ruang tengah dan langsung duduk disamping Jongin. Dia masih menggunakan seragam sekolahnya.
Deg.
Wajah Luhan memerah dengan cepat ketika Sehun memasuki ruangan, dia tidak sadar jika namja cadel itu datang bersamaan dengan rombongan Jongin, Baekhyun dan Chanyeol. Hanya saja, Sehun masuk paling belakang.
"Yap. Luhan mencarimu." sahut Baekhyun. Dia menunjuk Luhan dengan jari lentiknya yang baru saja di meni medi.
"Ti..tidak. Kau salah dengar." seru Luhan cepat, wajahnya semakin merah saja, malu.
"Apanya yang salah dengar. Kau baru saja mencari Sehun kan?" Baekhyun tidak mau kalah, dia tetap kekeuh.
"Baek, sudah... Lebih baik kau memperlihatkan padaku koleksi video porno berbagai negaramu. Aku ingin melihatnya." tukas Kyungsoo cepat cepat, dia mengalihkan topik dan membantu Luhan. Dia tidak ingin Luhan semakin malu dan gugup jika Baekhyun terus mencecarnya. Pengakuan Luhan yang mencintai Sehun masih harus disembunyikan.
"Oh, Do Kyungsoo yang baik hati dan tidak suka makan sabun, tidak biasanya kau ingin menonton video porno." Baekhyun melirik Kyungsoo dengan pandangan heran dan tidak percaya.
"Yaa, aku lagi sedang mau. Ayo perlihatkan." paksa Kyungsoo, dia mendekati Baekhyun dan mengguncang bahu namja yang doyan eyeliner itu.
"Baiklah. Aku akan memperlihatkan padamu." angguk Baekhyun, seraya mengeluarkan ponsel layar sentuh besarnya dari saku.
Dilain pihak, Luhan menarik nafas dalam, dia menghindari menatap wajah dan mata Sehun. Dia tentunya sangat malu dengan namja itu. Sejak permintaannya yang ingin mencium Sehun di sekolah, sejak itu pula dia dihinggapi rasa kikuk, gugup, deg degan, dan juga malu. Seharusnya dia tidak meminta hal konyol itu pada Sehun.
Berbeda dengan Luhan, Sehun malah menganggap permintaan ciuman itu adalah sesuatu yang biasa. Dia tidak risih apa lagi malu. Namja tampan itu tetap terlihat cool dengan gayanya. Dia tidak berubah. Dan yang pasti namja bermarga Oh itu sama sekali 'tidak peka'.
Hal itu dibuktikan dengan pandangan Sehun kearah Luhan yang tetap sama, pandangan seorang sahabat kepada sahabat lainnya. Pandangan biasa saja.
'Tidak sadarkah kau tentang perasaanku padamu Sehun ah.' Luhan membatin, dia menggigit bibir bawahnya sambil menoleh kearah lain.
Luhan galau, segalau galaunya.
Kyungsoo masih sibuk mengalihkan perhatian Baekhyun. Namja bermata bulat itu, membuka folder ponsel Baekhyun yang sudah ada ditangannya.
"Judul video pornonya aneh aneh Baek. Contohnya saja, 'siswa kebelet ML di kosan'. Ini ada lagi, 'ngentot pecah perawan'. Lalu 'selingkuh dan ngembat teman sendiri'." Kyungsoo memprotes judul judul video porno di ponsel Baekhyun.
"Itu adalah bahasa dimana video itu dibuat Kyung. Kau ini tidak berwawasan global." timpal Baekhyun, yang malah mengejek Kyungsoo.
"ABG ketahuan ngeseks, muda mudi mesum di pos ronda. Aku pusing Baek... Ambil kembali ponselmu." Kyungsoo mengembalikan ponsel milik Baekhyun, dia mendadak pening membaca judul judul video itu.
"Untukmu Kyung, lebih baik kau menonton yang ini... Dengan judul 'skandal seks member boyband'. aku yakin kau akan suka.. Hahaha..." Baekhyun tertawa cetar dan memberikan kembali ponselnya.
"Tidak. Terima kasih Byun Baekhyun yang baik hati, tapi selalu membuat sakit hati." tolak Kyungsoo, dengan cepat berpindah tempat dan duduk disamping Jongin.
Semua yang ada diruang tengah itu tertawa, kecuali Luhan. Namja yang pandai berbahasa mandarin itu sama sekali tidak larut dalam percakapan dan candaan mesum teman temannya. Dipikirannya cuma Sehun, Sehun dan Sehun, bukan yang lain.
Tinggal menghitung hari lagi, mereka semua akan berpisah dan menjalani kehidupan masing masing. Dan hal itu membuat Luhan hampir gila, dia tidak ingin berpisah dengan Sehun. Terlebih lagi dengan kabar pernikahan Sehun dengan seseorang, argghh... Luhan semakin tambah gila.
Jam hampir menunjukkan pukul 17.00 sore, waktu yang tepat untuk jalan jalan dan menikmati udara sore Kota Seoul. Tepat saat itu Kyungsoo memekik lebay, dia lekas berdiri ala power ranger.
"Astaga... Aku hampir lupa. Omma baru saja membelikanku lemari baru untuk di simpan di kontrakan." pekik Kyungsoo.
"Lalu?" Baekhyun menyelutuk malas, sembari menonton video porno Jepang vs Thailand. Dia menontonnya bersama Chanyeol yang ada disampingnya.
"Kalian harus membantuku mengangkatnya. Kurir sudah mengantarnya sejak tadi." ucap Kyungsoo.
"Kenapa bukan kurir itu yang mengantarnya langsung masuk kedalam kamarmu?" Baekhyun bertanya, tapi matanya tidak lepas dari video yang ditontonnya.
"Tidak bisa. Butuh 4 orang disetiap ujung untuk mengangkatnya." Kyungsoo menjelaskan lagi.
"Jadi?"
"Kalian harus membantuku... Sekarang." paksa Kyungsoo, namja kecil itu berkeliling tidak jelas ditengah ruangan.
"Baiklah. Aku akan membantu." Jongin seketika berdiri dan menyanggupi. Dia memamerkan otot lengannya kepada semuanya.
"Aku juga." Sehun ikut dan senada dengan Jongin.
"Eits. Kau tidak... Kau dan Luhan disini saja. Jaga rumah." Kyungsoo menginterupsi Sehun. Mata bulatnya bergantian memandang Sehun dan Luhan.
"Eh?"
"Sekarang deal. Kita berempat pergi. Sedangkan Sehun dan Luhan jaga barak." tutup Kyungsoo, dia tidak ingin ada yang membantah lagi.
Kyungsoo menarik Baekhyun yang ogah ogahan, dia menyingkirkan ponsel Baekhyun yang memperdengarkan desahan desahan erotis. Namja itu berusaha sekuat tenaga agar Baekhyun mau ikut dengannya. Dan akhirnya, mereka berempat pergi, meninggalkan Sehun dan Luhan berdua saja.
Hening.
Terjadi kesunyian yang dalam sejak kepergian Kyungsoo, Jongin, Baekhyun dan Chanyeol. Luhan membuang wajahnya kearah lain dan tidak berani memandang Sehun, lagi lagi telapak tangannya berkeringat.
'Kyungsoo pasti sengaja meninggalkanku berdua dengan Sehun. Ahh, namja itu.' batin Luhan, stress.
"Hm... Apa kau tidak suka nonton?" tanya Sehun tiba tiba, dia memindahkan posisi dan duduk disamping Luhan, tapi tidak terlalu dekat.
"Eh? Nonton?" Luhan bertanya balik. Seakan dia baru berkenalan saja dengan Sehun. Padahal mereka sudah 3 tahun bersahabat.
"Ya nonton. Baekhyun meninggalkan ponselnya. Dan kau dengar sendiri apa yang terputar di layarnya." kata Sehun, dia menunjuk ponsel yang tergeletak tidak elit disudut ruangan. Pada layar ponsel itu terpampang nyata adegan seks antara namja dan yeoja sambil berciuman, seks heboh yang penuh desahan dan erangan. Ahhh...
"Ak..aku tidak suka menonton hal hal seperti itu." jawab Luhan, lugu.
"Kau lucu Luhan. Dan entah mengapa sikapmu terlihat aneh, terutama menjelang masa masa akhir sekolah." gumam Sehun. Dia merasa Luhan tidak seriang dan seceria dulu lagi.
"Ah, mu..mungkin perasaanmu saja." Luhan berusaha tertawa, namun yang ada tawanya malah terdengar tidak alami.
Sehun balas tertawa, tawa cadel yang khas. Tawanya itu hanya sebentar saja, dia mengamati kearah pintu ruangan tengah dan kembali memandang Luhan.
"Eh, aku jadi teringat ciuman yang kita lakukan di sekolah." gumam Sehun.
"Ka..kau teringat ciuman itu?" mata rusa Luhan membulat seperti mata Kyungsoo.
"Ya, entahlah. Itu adalah ciuman pertamaku. Jadi kaulah yang mengambil first kissku." jelas Sehun, menerawang.
"Be..benarkah?" Luhan seakan tidak percaya.
"Aku serius. Aku belum pernah berciuman selama ini. Aku magnae diantara kita berenam, dan memang aku rasa belum pantas untuk berciuman. Tapi, ciuman itu sudah terjadi. Dan aku melakukannya bersamamu." ungkap Sehun lagi. Kali ini tersenyum, dan senyuman itu tertuju kepada Luhan.
Wush, wajah imut Luhan seketika memerah. Pengakuan Sehun itu membuatnya berbunga bunga. Dialah yang pertama menikmati, merasakan dan menyesap bibir tipis berwarna merah seorang Oh Sehun. Luhan sangat beruntung.
"Aku belum punya pengalaman bercinta selama ini. Dan tahu tahu appa menyuruhku menikah dengan seseorang yang belum pernah kulihat. Aku takut sekaligus gugup." lanjut Sehun, dia mendadak curhat.
Tertusuk, itu yang dirasakan Luhan ketika Sehun mengucapkan kata 'menikah', hatinya bagai teriris sembilu. Sakit.
Sehun mendesah, agak kalut. Namja itu memperbaiki posisi, yang jika diperhatikan semakin mendekat kearah Luhan.
"Apa boleh aku juga meminta sesuatu padamu?" kali ini Sehun benar benar fokus ke Luhan.
"Min..minta apa?"
Sehun sontak berdiri, namja tampan itu menyibak seragam sekolahnya keatas, hingga memperlihatkan perutnya yang rata dengan enam kotak. Tangan kirinya memegang ikat pinggangnya.
"Aku ingin kau menilai 'punyaku', apakah sudah cukup sanggup memuaskan pasangan." kata Sehun, vulgar.
"Eh?"
o
o
o
o
o
o
o
TBC
O...O...O...O...O...O...O
Chapter 2 update. Maafkan aku jika ceritanya gaje seperti ini, hehehee. Aku berusaha melanjutkan FF ini ditengah kesibukan yang melanda. Tidak enak dengan Review yang sudah masuk dan meminta lanjut, jadi aku melanjutkannya. Walau mungkin hasilnya tidak bagus.
Review kalian sangatlah berarti chingu, sekali lagi terima kasih *membungkuk. Maaf jika kata kata FF ini kurang dimengerti.
Review dan Responsnya kembali dinantikan. Ini FF rated T, jadi 'tidak ada' NC ya... Hehehehee...
Salam sayang.
Han Kang Woo
