Seira yang mendengar itu pun langsung shock. Apa yang baru saja dia dengar? Dia tidak bisa menjawab perkataan Seijuurou selain dengan tatapan wajahnya yang heran. Tetapi Seira berpikir, seharusnya wajar kan jika seseorang menyayangi saudaranya?
"Ini semua karena aku menyukaimu! Aku menganggapmu sebagai wanita.. Dan aku tau hal itu salah. Karena itu, aku berusaha menjauhimu.. Selalu bersikap dingin padamu.. Namun aku tidak bisa melakukan hal itu dengan maksimal.. Saat kau hampir tertabrak, aku benar-benar memikirkanmu! Aku tidak peduli dengan apa yang terjadi padaku selama kau tidak apa-apa! Bahkan tadi aku tidak bisa konsentrasi dengan pelajaran karena aku melihatmu dari jendela kelasku. Apalagi saat kau terjatuh, aku tidak bisa tinggal diam. Aku menyukaimu Seira.. Menyukaimu! Hanya kaulah gadis dimataku! Tidak ada gadis lain yang aku pikirkan selain dirimu! Aku tau, ini semua salah.. Tetapi.. Aku terlanjur.. Terlanjur jatuh cinta pada kakak kembarku sendiri..", kata Seijuurou mengungkapkan semua isi hatinya, dan kemudian dia mundur perlahan-lahan dan menunduk.
Seira masih diam. Dia terkejut dengan semua ini. Apakah ini hanya bualan Seijuurou? Atau ini benar? Adik kembarnya, menyukainya? Bukankah itu seharusnya tidak mungkin terjadi? Tetapi?
Memikirkan itu membuat Seira semakin diam dan bingung. Apakah ini benar?
"K-kau.. Bercanda kan? Pe.. Perasaanmu itu.. Karena kita adalah saudara..", kata Seira lagi.
Seijuurou tidak menjawab. Dia hanya menatap Seira tajam.
"Kau pikir.. Untuk apa aku mengikutimu dan bersembunyi saat Atsushi menyatakan perasaannya padamu? Dan kau tidak tau betapa cemburunya aku dan berharap agar tidak ada orang lain yang memilikimu?! Dan kau juga tidak tau kan, betapa susahnya aku menahan dan menyembunyikan ini semua dari dulu? Awalnya aku juga mengira ini hanya rasa sayangku kepadamu karena kamu adalah saudara kembarku. Tetapi semakin lama aku semakin sadar bahwa aku mencintaimu sebagai seorang gadis, lebih dari kakak..", kata Seijuurou, dan Seira tetap diam. Air matanya pun sudah mulai terlihat akan keluar. Seira benar-benar terkejut dan kehabisan kata-kata dengan semua yang dikatakan oleh Seijuurou.
Seijuurou akhirnya berdiri, "Asal kau tau, tidak akan ada yang mencintaimu lebih dari aku..", kata Seijuurou pelan dan kemudian dia meninggalkan Seira.
Seira hanya bisa menangis dan memikirkan perkataan adik kembarnya itu. Dia merasa sangat sedih dan merasa bersalah. Jadi selama ini Seijuurou menderita karenanya? Tetapi dia juga tau, ini semua salah. Seharusnya ini tidak terjadi padanya. Kenapa Seijuurou harus menyukainya? Kenapa sampai bisa terjadi?
Namun disamping itu, entah kenapa dia juga merasa senang..
Our Unforgivable Love
Chapter 2
Enjoy reading!
Sudah tiga hari setelah kejadian itu Seira dan Seijuurou tidak berbicara sama sekali. Seira selalu menghindari bertemu dengan Seijuurou padahal Seijuurou sama sekali tidak menjauhinya, tetapi juga tidak mendekatinya. Dia hanya cuek seperti biasanya. Seira sengaja bangun sedikit terlambat agar tidak berangkat bersama Seijuurou, dan pulang sedikit terlambat pula agar tidak bersama Seijuurou. Sebelum Seijuurou tidur dan memasuki kamar mereka, Seira cepat-cepat berbaring dan berpura-pura untuk tidur. Semua dilakukannya hanya agar tidak berkomunikasi atau bertatap mata dengan Seijuurou. Entah kenapa dia merasa tidak siap untuk berkomunikasi dengan Seijuurou sejak kejadian itu.
"Satsuki?", kata Seijuurou di telepon dan Seira yang pura-pura tidur itu masih mendengarnya. Momoi Satsuki adalah manajer klub basketnya, dan Seijuurou lumayan akrab dengannya sehingga dia memanggil dengan nama kecilnya.
"Terserah..", kata Seijuurou dingin dan mematikan teleponnya.
Kemudian Seijuurou menoleh dan menatap kearah Seira. Dia tau jika sebenarnya Seira pura-pura tidur, dan itu dilakukan untuk meghindarinya.
Seijuurou menghela nafas, dan kemudian dia berbaring. Tidak tanpa mengacak-acak rambutnya karena frustasi. Dia menyesal telah menyatakan perasaannya pada Seira, tetapi disamping itu dia juga berpikir kalau ini yang terbaik. Mungkin dengan begini, Seira membencinya? Dan mungkin dia dapat melupakan Seira.
Besoknya, Seijuurou pun tetap bangun pagi dan berangkat sekolah. Dia tidak sengaja bangun telat agar bisa berangkat bersama kembarannya itu karena dia tau jika Seira melakukan itu dengan sengaja untuk menghindarinya.
"Pagi..", kata Satsuki sambil tersenyum yang sudah menunggu Seijuurou di depan rumahnya untuk berangkat bersama. Seijuurou tidak menjawabnya, dan dia berjalan diikuti oleh Satsuki.
Seira yang sudah bangun, melihat hal itu dari jendela kamarnya.
"Seijuurou..", dia berguman kecil.
...
Saat istirahat, Seira yang berjalan bersama teman-temannya, tidak sengaja berpapasan dengan Seijuurou dan Satsuki. Mereka terlihat sangat akrab, bahkan Satsuki memegang lengan Seijuurou.
"Seira? Bukankah itu kembaranmu?", tanya salah satu temannya.
"Waw. Akashi yang tsundere itu bisa ditaklukan oleh Momoi ya?", kata temannya lagi.
Seira yang mendenngar hal itu hanya terus diam. Rasa kecewa, sedih, dan sakit bercampur. Tetapi dia berusaha untuk tidak memperdulikan itu dan terus berjalan. Dia sendiri bingung dengan dirinya sendiri. Kenapa dia merasa begitu? Apakah dia cemburu pada Seijuurou?
Seira menoleh lagi kebelakang, dan dia melihat Satsuki yang tersenyum sambil berbincang-bincang dengan Seijuurou. Seijuurou juga menoleh ke belakang, dan mata mereka kini saling bertemu. Karena kejadian itu, Seira segera mengalihkan pandangannya lagi dan berjalan lebih cepat untuk menjauh dari mereka. Seijuurou tetap diam, walau perasaannya menjadi galau seketika.
.
.
.
"Hujan...", Seira berguman kecil. Hujan pada saat itu amat sangat deras, dan terpaksa Seira tidak bisa pulang kecuali menunggu sampai hujan reda karena dia tidak membawa payung.
"Sebaiknya aku menunggu..", kata Seira.
Seira pun kembali masuk kedalam gedung sekolah, dan dia melihat Seijuurou dari kejauhan yang baru saja mengganti bajunya untuk berlatih basket.
'Seijuurou latihan basket.. Berarti dia tidak pulang..', guman Seira. Dan dia berpikir seharusnya ini kesempatan yang baik untuk pulang ke rumah duluan. Namun keadaannya tidak memungkinkan untuk sekarang.
"Akashi-san.."
Seira yang tiba-tiba mendengar itu cukup terkejut. Dia menemukan sosok berambut biru muda di belakangnya yang entah sejak kapan sudah berada disana.
"E.. Eh.. Ada apa Kuroko?"
Tetsuya menyodorkan payung biru miliknya. "Pakailah untuk pulang. Kebetulan ada yang baru mengembalikan payungku yang hilang sehingga ada dua..", kata Tetsuya lagi.
"Benarkah? Terima kasih Kuroko! Aku akan mengembalikannya besok.. Sampai jumpa..", kata Seira senang. Dia merasa kali ini takdir berpihak padanya.
Setelah merasa tugasnya selesai, Tetsuya pun kembali kedalam untuk latihan basket.
"Bagaimana, Tetsuya?", kata Seijuurou yang tiba-tiba datang.
"Aku sudah meminjamkan payungku pada saudara Akashi-kun..", jawab Tetsuya datar.
"Baiklah.. Terimakasih.. Kamu bisa menggunakan payungku nanti jika hujan tidak kunjung reda..", kata Seijuurou dan Tetsuya mengikutinya berjalan untuk latihan basket.
...
"Tadaima.."
"Seijuurouu.. Kenapa kau bisa basah kuyup begini sih?", kata ibunya saat Seijuurou pulang.
"Maaf.. Aku lupa membawa payung.."
Ibunya menghela nafas. "Baiklah.. Cepatlah mandi sebelum kau masuk angin.. Besok kamu akan bertanding basket kan. Tidak lucu kalau sampai jatuh sakit.."
"Baiklah.."
Seira yang mendengar itu jadi heran. Seijuurou yang selalu membawa dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, hari ini lupa membawa payung? Apa yang terjadi memangnya?
Mendengar langkah kaki Seijuurou yang mendekati kamar, Seira cepat-cepat memasang headset untuk berpura-pura mendengarkan lagu dan membaca manga. Saat Seijuurou masuk, dia berpura-pura tidak sadar dengan kehadiran Seijuurou.
"Buku yang kau baca terbalik, Seira..", kata Seijuurou tiba-tiba. Seira yang mendengar itu langsung kaget dan baru menyadari bukunya terbalik. Tetapi dia terus berusaha diam karena tidak tau apa yang harus dilakukannya.
Seijuurou menghela nafas.
"Tidak dengar ya..", dan kemudian dia keluar dari kamar agar Seira bisa merasa lebih nyaman. Dia tau jika itu dilakukan Seira agar tidak berkomunikasi dengannya.
Seira bernapas lega setelah Seijuurou keluar, walaupun dia harus menahan malu karena manga yang dibacanya terbalik. Tetapi setidaknya dia masih memakai headsetnya agar Seijuurou berpikir dia tidak dengar.
'Tetapi.. Sampai kapan aku harus begini terus?', batin Seira dalam hati.
.
.
.
"Seijuurou. Seira.. Ayo bangun..", kata ibu Seira dan Seijuurou yang membangunkan anak-anaknya.
Seira yang telah berkali-kali mendengar suara ibunya pun akhirnya bangun.
"Seijuurou.. Ayo bangun.. Bukankah hari ini kamu akan bertanding?", kata ibu mereka lagi membangunkan Seijuurou.
"A-ah.. Baiklah..", kata Seijuurou dengan nada yang sangat ngantuk kemudian berdiri dari tempat tidurnya.
Walau masih dalam keadaan mengantuk, Seira menyadari ada yang aneh. Mengapa Seijuurou yang biasanya selalu bangun pagi tanpa harus dibangunkan ibu mereka, kali ini tidak bisa bangun sendiri?
"Seira, kau juga. Kalau tidak segera bersiap-siap, kamu bisa telat..", kata ibunya.
"Baiklah..", Seira berdiri dengan malas menuju kamar mandi dan mengambil baju seragamnya.
Setelah bersiap-siap, Seira duduk di meja makan sambil menikmati sarapannya. Mau tidak mau Seira duduk di sebelah Seijuurou karena pada pagi itu mereka bangun dalam waktu yang sama.
"Sepertinya akhir-akhir ini kalian jarang berbicara satu sama lain.. Apa kalian bertengkar?", kata ibu mereka tiba-tiba. Seira hanya menunduk diam dan memakan sarapannya, dia tidak tau harus menjawab apa.
"Tidak ada..", kata Seijuurou.
"Eh?", ibu mereka pun heran dengan jawaban Seijuurou.
"Tidak ada apa-apa. Ya kan, Seira?", kata Seijuurou lagi.
Mendengar itu Seira hanya mengangguk. Dia benar-benar tidak tau apa yang harus dilakukannya. Suasananya benar-benar tidak enak untuk Seira saat ini.
"Baiklah, aku berangkat dulu!", kata Seira yang kemudian berdiri dan membawa tasnya.
"Tunggulah adikmu sebentar, dia masih sarapan Seira..", kata ibu mereka.
"Biarkan saja. Sepertinya hari ini Seira harus datang pagi karena piket..", kata Seijuurou.
"Be-benar.. Baiklah, sampai jumpa!", kata Seira lagi dan meninggalkan rumah.
Sejak Seijuurou mengatakan perasaannya pada Seira, Seira selalu menghindar tanpa alasan. Sebenarnya Seira tidak membencinya, hanya saja Seira kaget dan tidak tau apa yang dilakukannya. Semua yang dirasakan Seijuurou adalah kesalahan. Bagaimanapun juga mereka adalah saudara kembar, dan perasaan itu terlarang.
Kemudian Seira berhenti sejenak. Dia baru ingat jika Seijuurou hari ini wajahnya cukup pucat. Apakah dia kurang istirahat? Atau memang dia sedang tidak enak badan?
Seira berpikir untuk absen sekolah dan menonton pertandingan Seijuurou saja. Entah kenapa dia ingin memastikannya sendiri, dan melihat Seijuurou bertanding.
"Apakah... Tanpa kusadari... Aku juga menyukai Seijuurou selama ini?", guman Seira kecil. Dia baru sadar jika semua pria yang menyatakan cinta padanya, selalu ditolaknya. Dia juga tidak pernah akrab dengan laki-laki lain selain Seijuurou.
Seira juga menyadari.. Dia menjadi sering memikirkan Seijuurou akhir-akhir ini. Dan hampir setiap saat, dia memiliki perasaan tidak ingin berpisah dengan Seijuurou.
Seira menggelengkan kepalanya.
"Tidak tidak. Bagaimanapun juga dia adalah adik kembarku sendiri. Wajar saja jika aku menyayanginya..", kata Seira berusaha melawan perasaannya. Seira duduk dan membeli sebuah minuman untuk menenangkan pikirannya. Kemudian dia melihat jam tangannya.
"Masih ada waktu satu jam lagi hingga pertandingan dimulai..", kata Seira.
.
.
.
"Tetsuya..", kata Seijuurou, dan kemudian bola pun datang kearah Seijuurou.
Seijuurou mendribble bola itu. Tetapi semua merasa ada sesuatu yang aneh padanya hari ini. Dan Seijuurou pun melempar bola.
Tetapi sayang, kali ini meleset.
Untuk yang pertama kalinya semua heran dengan Akashi Seijuurou. Dia yang biasanya selalu benar, dan tidak pernah kalah, hari ini gagal mengeshoot bola?
"Oi Akashi, kamu tidak apa-apa?", tanya Daiki sambil berlari.
"Ya. Maaf aku tidak bisa mencetak nilai.. Kuserahkan selanjutnya pada kalian..", jawab Seijuurou.
"A-ah.. Baiklah..", dan mereka lanjut bermain walau masih banyak pertanyaan di benak mereka dengan apa yang terjadi terhadap kapten mereka ini?
Mereka terus bertanding, dan akhirnya Teikou menang. Sesuai yang diduga para penonton meski tadi tembakan Seijuurou sempat meleset.
Setelah mereka saling memberi hormat dan mengucapkan terima kasih, mereka pun berjalan meninggalkan lapangan. Seijuurou yang berjalan, tanpa sengaja melihat Seira sedang duduk di bangku penonton.
"Eh? Seira?", guman Seijuurou kecil sambil melihat Seira. Seira pun juga melihat Seijuurou, dan mata mereka bertemu. Kemudian Seira cepat-cepat mengalihkan pandangannya dengan berpura-pura memakai ponsel.
"Hei, Akashi-kun, apakah terjadi sesuatu padamu?", tanya Tetsuya.
"Ah tidak.. Aku hanya..", dan tiba-tiba Seijuurou jatuh pingsan sebelum keluar dari lapangan. Semua penonton dan pemain yang melihanya menjadi kaget. Tetsuya yang biasanya datar, berubah menjadi panik. Dan dia memegang dahi Seijuurou.
"Panas sekali..", guman Tetsuya.
"Pantas saja tadi Aka-chin gagal menembak bola..", kata Atsushi.
"SEIJUUROU!", Seira tanpa sadar berteriak dan dia segera berlari kebawah. Dia tidak memperdulikan pandangan orang-orang dan terus berlari hingga ke lapangan.
"Akashi-san..", kata Tetsuya saat melihat Seira.
"Seijuurou!", Seira dengan paniknya segera berlari ke arah Seijuurou. Entah ada keajaiban apa, Seijuurou yang pingsan dan hendak dibawa ke ruang kesehatan oleh Daiki dan Atsushi itu, sadar walaupun dalam waktu sebentar.
"Sei... Raa.. Terima kasih sudah melihat pertandinganku..", kata Seijuurou lemah. Seira pun mengeluarkan air matanya sedikit. Dia sangat cemas dengan Seijuurou.
...
Seira terus menjaga Seijuurou di ruang kesehatan yang disediakan. Pertanyaannya dari tadi pagi terjawab, memang benar jika Seijuurou sakit.
"Seijuurou..", guman Seira sedih.
"Permisi Akashi-san..", dan Tetsuya memasuki ruang kesehatan itu.
"Ah, Kuroko! Kebetulan sekali aku ingin mengembalikan payungmu!", dan Seira segera mengambil payung Tetsuya yang dipinjamnya kemarin.
Saat Seira akan memberikannya, dia melihat Tetsuya yang membawa payung Seijuurou. Apakah ini hanya mirip, atau benar-benar payung Seijuurou?
"Eh..", guman Seira tanpa sadar saat melihat payung yang mirip dengan milik Seijuurou itu.
"Aku juga ingin mengembalikan payung Akashi-kun.. Maaf aku berbohong, tetapi kemarin Akashi-kun menyuruhku untuk meminjamkan payungku padamu. Sebagai gantinya, dia meminjamkan payungnya padaku..", kata Tetsuya datar.
Seira pun terkejut. Jadi, penyebab Seijuurou menjadi begini, semua karena dirinya? Seijuurou benar-benar memikirkan dirinya. Dan tanpa disadari air matanya semakin deras.
"Seijuurou bodoh..", guman Seira kecil sambil menangis.
"Maaf Akashi-san, aku masih ada urusan. Aku pergi dulu. Sampaikan pada Akashi-kun untuk cepat sembuh. Selamat malam..", kata Tetsuya kemudian meninggalkan Seira.
Seira kembali duduk di sebelah Seijuurou.
"Seijuurou bodoh.. Kenapa kamu terlalu memikirkan diriku kalau akibatnya pada dirimu sendiri akan begini..", kata Seira sambil menangis.
Seijuurou tiba-tiba tersadar. Dan dia melihat Seira yang menjaganya sambil menangis.
"Seira.. Kenapa kau menangis?", tanya Seijuurou pada saat sadar dan langsung duduk.
"Ini semua karena kamu.. Bodoh.. Kau bodoh sekali..", jawab Seira.
Seijuurou memegang wajah mulus Seira. "Apakah, ada yang menyakitimu?", tanya Seijuurou. Masih bisa-bisanya dia mengkhawatirkan Seira disaat keadaannya sendiri seperti ini.
Tiba-tiba Seira memeluk Seijuurou.
"Kau adalah orang terbodoh yang aku kenal. Mengkhawatirkan orang lain saat dirimu sendiri sakit. Menyuruh orang lain meminjamkan payungnya karena kau tau aku tidak akan memakai payungmu. Dan akhirnya sakit karena itu..", kata Seira sambil terus menangis.
Seijuurou diam sebentar. Dia merasa di skakmat dengan semua kata-kata Seira.
"Bukankah sudah kubilang.. Itu karena aku mencintaimu, Seira..", kata Seijuurou. Seira tidak menjawab, dia hanya terus menangis dan diam.
Seijuurou tersenyum, dan kemudian dia memeluk Seira balik dengan lembut, "Seira-nee.. Kau juga menyukaiku bukan?", kata Seijuurou tiba-tiba yang membuat Seira kaget dan wajahnya langsung memerah. Seira benar-benar kehabisan kata-kata dan tidak tau harus menjawab apa. Yang bisa dia lakukan hanya menunduk dan menyembunyikan wajahnya yang merah. Seijuurou tertawa karena hal itu, dan dia dapat melihat apa yang akan dijawab Seira.
"Tidak usah disembunyikan.. Aku tau..", goda Seijuurou lagi.
Seira mempererat pelukannya, "Kalau sudah tau tidak usah bertanya. Kau bodoh sekali..", kata Seira terus menyandarkan wajahnya di pundak Seijuurou.
Seijuurou tersenyum bahagia. Dia sudah bisa mengetahuinya sejak Seira tadi datang untuk melihat pertandingannya. Dan bahkan, Seira rela membolos sekolah hanya untuk melihat pertandingannya. Walau suasana mereka sedang canggung.
Seijuurou melepaskan pelukan mereka. Kemudian wajah mereka saling bertatapan.
Dan kemudian, Seijuurou mencium Seira. Seira awalnya kaget, namun dia juga terbawa suasana dan diam saja, menikmati apa yang Seijuurou lakukan padanya.
.
.
.
"Tadaima..", kata Seijuurou dan Seira bersamaan.
"Selamat datang.. Eh?", ibu mereka heran melihat mereka berdua yang baru saja datang.
"Ada apa?", tanya Seira heran.
"Ka-kalian..", mata ibu mereka menuju pada tangan mereka yang bergandengan. Dan reflek mereka langsung melepaskannya.
"Ayo masuk, aku lapar sekali..", kata Seijuurou langsung memasuki rumah.
"E-ehh? Apakah keadaanmu sudah membaik?", kata Seira yang menyusul Seijuurou dan meninggalkan ibu mereka yang terdiam.
"Apa yang terjadi diantara mereka?", guman ibu mereka kecil.
...
"Jadi.. Kalian sudah berbaikan?", tanya ibu mereka saat makan malam.
Seira mengangguk. "Maaf kami menyembunyikannya.. Habisnya, Seijuurou terlalu menyebalkan..", kata Seira.
Seijuurou hanya cuek mendengarnya dan tetap melanjutkan makan malamnya.
Ibu mereka membatin lega dalam hati. Syukurlah jika mereka hanya bertengkar dan sudah baikan.
"Hmm... Sepertinya memang benar sudah membaik ya.. Cepat sekali..", kata Seira yang tiba-tiba memegang dahi Seijuurou.
"Sudah kubilang aku tidak apa-apa. Aku selalu benar..", jawab Seijuurou cuek.
"Hmmm.. Baiklah baiklah..", kata Seira melanjutkan makan malamnya.
Dan hal itu, membuat ibu mereka bingung lagi..
.
.
.
To be continued
Gimana? Jelek? :'D klo jelek atau ga ada respon lagi sy hapus deh :'D
Makasih bwt yg udah baca, berkenan mereview? :'D
Ai natha : makasih ya makasih :3 smoga fic ini bakal tetep lanjutsss :'D
