DARK PASSION 18+ (Chap.2 KIBA)
Pairing: Sasu/Hina always.
Rating: M
Tags: Romance/ Hurt/ Comfort
Slight kibahina,Sasuino
Disclaimer: All characters in this story belongs to Masashi Kishimoto
Happy reading..
##########################
Kepercayaan manusia itu seperti kertas Sasuke. Sekali kau merematnya, walau kau coba luruskan kembali, bekasnya akan tetap ada. Bekas itu tidak akan menghilang, kecuali kau relakan kertas itu ketangan yang lain untuk kemudian dilebur dan dibentuk kembali menjadi kertas yang baru.
Jadi..
Teruslah meremat dan menyobek kertas dinganmu itu, Sasuke.
Dan aku, akan setia menunggu demi menjadi tangan kedua.
.
.
Drrrrrt... ddrrrrrrt...
Kiba menoleh kearah layar didasboard mobilnya.
Senyumnya merekah saat sebuah nama yang sangat ia kenali muncul disana.
"Mo.. Moshi - moshi, Kiba kun." Ucap suara manis diseberang.
Kiba dengan segera menekan tombol speaker, menggantikan lagu yang berputar dispeaker mobilnya, demi memenuhi seluruh mobilnya dengan suara Hinata.
"Kau sudah pulang?" Tanya Kiba.
"Huum.. aku sudah sampai rumah. Ano.."
Jawaban Hinata yang menggantung membuat Kiba mengerutkan kening.
"Kau yakin tidak apa - apa, Hime?"
"A.. aah.. tidak.. Ano.. hanya saja.. Ki.. kiba.."
"Ya?"
"Terimakasih.."
Kiba terdiam sesaat mencerna percakapan mereka barusan. Ucap gadis itu begitu tulus hingga membuat Kiba reflek tersenyum.
"Kapan saja, Hinata.. Setiap saat kau membutuhkan aku.. aku akan selalu disisimu.. Nah, sekarang istirahatlah.."
Suara gumaman ucapan selamat malam terdengar dari ujung telfon sebelum kemudian sambungannya terputus.
.
.
Malam semakin larut saat Kiba melajukan deru mobilnya melewati tebing Konoha Hills menuju kediaman keluarganya. Bayangan pepohonan yang tercipta karena purnama tidak mampu menutup binar bahagia dari Hazel coklat pria bertato segitiga itu.
Hinata membutuhkan dia. Dan kenyataan dirinya kini begitu dipuja Hinata dengan ucapan terima kasih saja, cukup membuatnya rela membanting stir mobilnya masuk kedalam jurang.
Ddrrrrrrt.. ddrrrrrt...
Kiba kembali menoleh dan sekali lagi ia tersenyum melihat nama yang terpampang dilayar dasboard mobilnya.
"Apa ino..?" Potong Kiba langsung tanpa basa basi.
"Mana uang yang kau janjikan?" Suara serak Ino terdengar begitu gusar, "aku sudah mengecek dan belum ada uang tertransfer hari ini untukku, brengsek!"
Kiba terkekeh dan menyerigai sadis.
"Dengan hanya bisa memisahkan mereka selama sebulan? Kurasa 2 juta Yen sudah lebih dari cukup, Ino."
"Tapi aku sudah menggunakan tubuhku?" Teriak ino frustrasi, "dan aku butuh uang itu kiba! Aku perlu uang untuk menebus obatku. AKU SEKARAT KARENA SAKAW.."
Kiba tertawa terbahak. Sebuah tawa yang bisa membuat siapapun yang mendengarnya terjengkit akibat kengerian yang terasa.
"Kalau begitu lakukan lebih baik lagi.." Desis Kiba. Tangannya mencengkram setir mobil hingga buku jarinya memutih.
"Pastikan anak ayam itu menjauh sejauh - jauhnya dari bungaku.. ATAU!" Kiba kembali mengeram penuh ancaman.
"Jangankan obat, bahkan mungkin nyawamu sendiri akan berakhir ditanganku.."
Dengan kasar Kiba mematikan saluran telfon.
.
.
Ternyata pilihannya untuk menggunakan Ino sebagai umpan sangatlah tepat. Terbukti kejatuhan rival cintanya yang tidaklah sulit.
Dengan sedikit mengenalkan gadis pirang Yamanaka itu dengan barang haram, cukup mudah untuk membuatnya tunduk dibawah taring seorang Inuzuka Kiba.
Sebenarnya Kiba sama egois dan serakahnya dengan Sasuke.
Mereka berdua mengincar bunga yang sama. Dengan cara sekotor dan selicik apapun akan dia gunakan, bila itu sudah berhubungan dengan Hinata.
Namun bedanya, kata Kiba, ia melakukanya karena cinta.
Kiba menjejak pedal gasnya kuat - kuat.
Mobil Honda HRV biru itu melesat menembus kegelapan malam.
Meninggalkan jejak - jejak hasrat terpendam seekor srigala.
#TBC
